Home Blog Page 5945

Tebingtinggi-Jepang Jalin Kesepakatan Kerja Sama 8 Bidang Pembangunan

sopian/sumut pos KERJA SAMA: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan dan Wali Kota Toraja Jepang Masashi Mori melakukan penandatanganan kerja sama.
sopian/sumut pos
KERJA SAMA: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan dan Wali Kota Toraja Jepang Masashi Mori melakukan penandatanganan kerja sama.

TEBINGTINGGI,SUMUTPOS.CO – Wali Kota TebingtinggI H Umar Zunaidi Hasibuan dan Wali Kota Toyama, Masashi Mori, Jepang, melakukan pematangan kerja sama sebanyak delapan bidang pembangunan yang diselenggarakan di Kantor Kementrian Dalam Negeri Jakarta, Selasa (18/9).

Penandatangan kerja sama tersebut, Wali Kota didampingi Kabag Humas PP Kota Tebingtinggi, H Abdul Halim Purba, Asisten Ekbang Muhammad Dimiyathi, Kadis Pendidikan H Pardamean Siregar, Kadis BPKAD Jefri Sembiring dan Kadis Kesehatan, dr H Nanang Fitra Aulia.

Dalam siaran persnya, Kabag Humas Kota Tebingtinggi menyampaikan, jalinan kerja sama tersebut juga dihadiri beberapa Kepala Daerah (Kada) lainnya. “Selain Wali Kota Tebingtinggi, jalinan kerjasama juga dilakukan dengan Walikota Semarang, Walikota Banda Aceh, Bupati Klungkung (Bali), Bupati Lebong (Bengkulu) dan Bupati Tabanan (Bali). Khusus Kota Tebingtinggi mewakili Provinsi Sumatera Utara,” jelas Abdul Halim Purba.

Adapun ke delapan bidang pembangunan tersebut, meliputi Inovasi Teknologi Pertanian Perkotaan (Urban Farming), Inovasi Teknologi Daur Ulang Sampah, Inovasi Teknologi Pengembangan dan Pemasaran Produk Unggulan UMKM. Inovasi Teknologi Pelayanan Medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Bidang Kepariwisataan (River Side City), Bidang Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemudiam, Peningkatan Kapasitas Jaringan Pasokan Air Bersih dan Sanitasi, serta Teknologi Bangunan Tahan Gempa.

Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama Kementerian Dalam Negeri, Dr Nelson Simanjuntak SH menyampaikan, bahwa Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia sangat menyambut baik dan membuka peluang-peluang kerja sama yang dapat dikembangkan oleh pemerintah daerah lainnya di Indonesia dengan Pemerintah Kota Toyama Jepang.

Baik dalam bentuk kerja sama teknik, maupun kerja sama lainnya di berbagai sektor, seperti pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pertukaran budaya, promosi potensi daerah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan lain-lain.

“Hal ini perlu dilakukan dalam rangka memperkuat kerja sama serta untuk mendorong proses pemerataan pembangunan daerah di Indonesia,”ujar Dr Nelson Simanjuntak.

Sementara Wali Kota Toyama, Masashi Mori mengatakan, pada bulan Juni ini, kota Toyama dipilih sebagai Kota Masa Depan oleh pemerintah Jepang. Kota Toyama, kata Masashi Mori, mengembangkan berbagai proyek di Indonesia dan di beberapa Negara lain, hal ini sesuai dengan filsafat SDG (Systemel Development Goals) atau TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) yang diresmikan pada konferensi PBB.

Menurut Wali Kota Toyama, sebagai project pertama kerja sama pada bulan Maret 2014. Telah ditandatangani perjanjian kerja sama dengan Kabupaten Tabanan, yaitu project pembangkit listrik mikro hydro untuk dimanfaatkan dalam pengairan pertanian yang merupakan bantuan dari JICA Indonesia.

Dukungan yang sangat besar juga dari pihak Kemendagri, dimana pada bulan Nopember tahun 2017 terletak di Desa Subak Jatiluih yang merupakan warisan budaya dunia, project tersebut dapat terealisasi dengan baik. (ian/han)

Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padangsidempuan masih Menunggu SK Mendagri

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padangsidempuan terpilih, Irsan Efendi Nasution dan Arwin Siregar akan dilakukan pada September ini, sesuai akhir masa jabatan (AMJ)kepala daerah sebelumnya.

“Dari delapan kepala daerah terpilih hasil Pilkada serentak 2018 kemarin, yang paling dekat akan dilantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padangsidempuan. Kita sudah proses permohonan pelantikannya dan saat ini masih menunggu turunnya SK Kemendagri,” kata Kepala Biro Otonomi Daerah Setdaprovsu, Basarin Yunus Tanjung kepada Sumut Pos, Selasa (18/9).

Menurutnya, pelantikan akan dilakukan Gubernur Sumut Letnan Jenderal (Purn) TNI, Edy Rahmayadi yang dijadwalkan pada September ini. Basarin mengungkapkan, pelantikan ketujuh kepala daerah lainnya hasil Pilkada serentak 2018, akan disesuaikan dengan AMJ kepala daerah definitif.

“Waktu (pelantikan) memang tidak bisa bersamaan. Kan beda-beda AMJ mereka. Yang terdekat adalah Padangsidimpuan,”ujarnya.

Disebutkannya, Undang-undang mengatur masa jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah selama 5 tahun. Sehingga, tidak bisa diperpanjang atau dikurangi walau hanya sehari.

“Jadi pelantikannya menunggu masa jabatan mereka berakhir, ada yang sampai April 2019. Untuk Surat Keputusan pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Padangsidimpuan tinggal menunggu dari Kemendagri,” imbuhnya lagi.

Dipaparkannya, adapun AMJ untuk bupati Padang Lawas Utara (Paluta) pada 27 November 2018, bupati Batubara 24 Desember 2018, Padang Lawas 10 Februari 2019, Bupati Langkat 20 Februari 2019, Deliserdang 14 April 2019, Tapanuli Utara 16 April 2019 dan bupati Dairi AMJ 24 April 2019.

“Jadi yang bisa dilantik September ini Wali Kota-Wakil Wali kota Padangsidempuan. Untuk kepastian tanggalnya masih menunggu dari pusat karena prosesnya disana semua,” tuturnya seraya menambahkan semua usulan pelantikan delapan kepala daerah tersebut sudah disampaikan ke Kemendagri.

Senada dengan Penjabat Wali Kota Padangsidempuan, Sarmadan Hasibuan mengakui bahwa pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali kota terpilih hasil Pilkada serentak kemarin akan dilakukan September ini. “Iya, bulan ini juga (dilantik). Sekarang tinggal menunggu SK dari Kemendagri mengenai waktu dan teknis pelantikannya,” ujarnya singkat. (prn/han)

Terkait PNS Berstatus Koruptor, Mendagri: Tak Mau Mundur, Diberhentikan

jawa pos KETERANGAN: Mendagri Tjahjo Kumolo, saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait pemecatan PNS berstatus terpidana korupsi, baru-baru ini.
jawa pos
KETERANGAN: Mendagri Tjahjo Kumolo, saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait pemecatan PNS berstatus terpidana korupsi, baru-baru ini.

SUMUTPOS.CO – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, memastikan, pemerintah akan memecat pegawai negeri sipil (PNS) berstatus terpidana korupsi, yang statusnya sudah berkekuatan hukum tetap.

“Kalau tidak mau mundur, ya diberhentikan,” tegas Tjahjo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/9) lalu.

Sebelumnya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkap 2.674 PNS terbukti melakukan tindak pidana korupsi, dan perkaranya telah berkekuatan hukum tetap. Namun, hanya sekitar 317 PNS yang dipecat. Sedangkan 2.357 PNS masih aktif bekerja dan menerima gaji.

Tjahjo mengatakan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) awalnya mendapat data lengkap dari BKN. Baik itu nama PNS, kabupaten kota, provinsi, maupun jabatannya. Kemudian, Kemendagri mengisiasi rapat bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB), BKN pusat dan provinsi, para sekretaris daerah (sekda) provinsi, serta kabupaten kota. “Satu hari selesai,” ungkapnya.

Nah, lanjut Tjahjo, dalam rapat itu dipilah terlebih dulu dari 2.000 lebih nama itu, mana yang benar-benar terlibat. Kemudian, semua putusan pengadilan terkait PNS tersebut, juga dipelajari terlebih dulu. “Sudah clear semua,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, sekarang sedang ditelaah detail bersama BKN. Sebab, yang punya data adalah BKN. Kemendagri bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menargetkan, Desember 2018 harus sudah diselesaikan dengan baik.

“Itu saja, intinya kami ingin membangun sistem pemerintahan yang bersih, dan berwibawa. Siapa pun yang sudah inkracht, apalagi terkait masalah tipikor, ya harus ikhlaslah mundur,” harap Tjahjo.

Apalagi, lanjut Tjahjo, nama-nama ter sebut merupakan hasil telaah dari BKN dan juga didata bersama KPK. “Ini mem punyai kekuatan hukum karena kasus tipikor,” pungkasnya. (boy/jpnn/saz)

Jadikan Polri Dekat dengan Anak Sekolah, Polres Tebingtinggi Gotong Royong di Sekolah

SOPIAN/SUMUT POS GOTONG ROYONG: Personie Polsek Dolok Merawan dan Satuan Sabhara gotong royong bersama siswa di Sekolah MTS YPSLI Dolok Merawan.
SOPIAN/SUMUT POS
GOTONG ROYONG: Personie Polsek Dolok Merawan dan Satuan Sabhara gotong royong bersama siswa di Sekolah MTS YPSLI Dolok Merawan.

TEBINGTINGGI,SUMUTPOS.CO – Personel Polsek Dolok Merawan beserta Satuan Sabhara Polres Tebingtinggi aksi bersih-bersih di Sekolah MTS YPSLI Dolok Merawan, tepatnya di Dusun II, Desa Dolok Merawan, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Sergai. Gotong royong dan bersih-bersih tersebut dilaksanakan untuk membantu sekolah yang mengalami kebanjiran akibat hujan deras pada Sabtu(15/9) sekira pukul 23.00 WIB.

Selain dihadiri Kasat Sabhara Polres Tebingtinggi, AKP Soya Lato Purna dan Waka Polsek Dolok Merawan, Iptu JH Pardede, kegiatan gotong royong ini juga diikuti Camat Dolok Merawan, Rico Ebtiab beserta Kades Dolok Merawan Pujiono, serta Kepala Sekolah MTS YPSLI Dolok Merawan Sujono bersama para siswa siswi MTS YPSLI Dolok Merawan.

Kasat Sabhara Polres Tebingtinggi, AKP Soya Lato Purna mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu pihak sekolah agar dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik, terlebih saat sekolah dilanda banjir akibat hujan deras.

“Ini adalah salah satu dari tugas Polri dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat, serta menjadikan Polri lebih dekat kepada anak-anak didik di sekolah ini,”ujar Soya Lato, Selasa (18/9).

Sementara itu, Kepala Sekolah MTS YPSLI Dolok Merawan Sujono menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh personel Polres Tebingtinggi, khususnya Satuan Sabhara dan Polsek Dolok Merawan yang telah melakukan gotong royong serta bersih-bersih hingga pihak sekolah dan para siswa siswi dapat kembali belajar dengan baik. (ian/han)

Andalkan Aplikasi Startup Kepul.Co

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos TIM KEPUL: Tiga mahasiswa USU menjadi Tim Kepul mewakili Indonesia di China.
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
TIM KEPUL: Tiga mahasiswa USU menjadi Tim Kepul mewakili Indonesia di China.

SUMUTPOS.CO – Suatu kebanggaan dilakukan anak-anak muda membuat sebuah aplikasi. Yakni, aplikasi Kepul. Dengan teknologi canggih ini, membuat Abdul Latif Nasution dan kawan-kawan terinspirasi untuk membuat aplikasi Kepul.

Tim Kepul sendiri dibentuk tahun 2017 lalu. Latif mengungkapkan aplikasi dibuat dengan tujuan dan fungsi sebagai aplikasi jasa jual sampah daur ulang secara daring. Proyek ini menjadi satu-satunya startup yang berasal dari Sumut.

Dengan aplikasi ini, membuat Latif Cs menjadi delegasi Indonesia pada kompetisi bertaraf Internasional yaitu Asia Pasific ICT Alliance Awards (APICTA Awards) 2018. Kompetisi ini akan digelar di Guangzhou, China pada 9-13 Oktober 2018.

“Tim kami ada enam orang. Awalnya kita berpikir bagaimana membuat aplikasi yang mirip seperti aplikasi transportasi daring yang sudah ada, tapi bisa dimanfaatkan untuk jasa jual sampah daur ulang. Sehingga aplikasi ini dapat menjadi solusi terhadap masalah sampah, di sisi lain masyarakat juga dapat mengubah sampah menjadi rupiah,” ucap Latif kepada wartawan di Medan, Selasa (18/9) siang.

Sedangkan, personel aplikasi Kepul terdiri, Abdul Latif Nasution dan Afrizal Yusuf Rangkuti. Keduanya merupakan sarjana Informasi Teknologi dari Universitas Sumatera Utara (USU).

Latif sendiri mengaku ketika dirinya masih menjadi mahasiswa USU. Dia berkeinginan mengeksplorasi skil yang ada untuk membuat aplikasi yang bisa bermanfaat untuk orang banyak. Sehingga tercetuslah ketika itu ide untuk membuat aplikasi Kepul.

Tim Kepul ini pun turut dibantu temannya sesama mahasiswa Informasi Teknologi USU ketika itu, yakni Amalia Rahmi Simanjuntak, Novira Naili Ulya Siregar, Dendy Herlambang, dan Astria M Silaban.

Latif menyadari aplikasi ini muncul karena persoalan sampah yang tak teratasi. Banyaknya sampah menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS).

Menurutnya, dengan minimnya Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) yang ada di Medan. Sebagai upaya untuk tetap menjaga lingkungan yang baik, maka persoalan sampah ini harus diurai, salah satunya dengan menciptakan aplikasi layanan yang bisa diakses masyarakat secara mudah, cepat dan murah.

“Aplikasi jasa pengumpulan sampah daur ulang ini dilakukan melalui pengepul-pengepul (tukang botot) yang ada di sekitar tempat tinggal masyarakat,” jelas Latif.

Ia menilai pengguna aplikasi yang ingin mengumpulkan sampah daur ulang miliknya dapat mencari pengepul terdekat dari rumahnya melalui aplikasi Kepul dengan memanfaatkan sistem navigasi GPS. Tentunya, sampah yang diterima merupakan sampah berupa kertas, plastik, logam dan barang yang dapat di daur ulang lainnya.

“Para pengepul ini nantinya akan mengumpulkan sampah dari pengguna aplikasi. Sebaliknya, pengepul akan memberikan uang sesuai dengan harga dan jumlah berat sampah yang diberikan. Berapa banyak sampah yang dikumpulkan akan diisi oleh pengguna di dalam aplikasi, hal ini untuk menjaga kejujuran pengepul kepada kita,” kata Latif.

Selain itu, Kepul juga menyediakan pasar untuk produk dari daur ulang barang bekas (sampah) yang dikumpulkan para pengepul, tentunya dengan menjual produk UMKM dari olahan sampah daur ulang. Sehingga, aplikasi ini juga nantinya bisa dimanfaatkan untuk memasarkan produk UMKM hasil daur ulang sampah.

Untuk saat ini, aplikasi Kepul masih menggunakan sistem call center, karena Aplikasi Kepul masih di reviewer oleh Google, dan baru bulan depan akan dilaunching di Playstore. Namun, selama 5 bulan berjalan dengan sistem call center, saat ini sudah ada sebanyak 10 pengepul yang bergabung di mana masing-masing pengepul berada 3 di kawasan Padangbulan, 2 di Medan Johor, 2 di Setia Budi dan 3 di kawasan Sisingamangaraja. Selain itu, jumlah transaksi juga sudah mencapai sebanyak 750 transaksi.

“Jadi pengguna saat ini bisa menghubungi call center kami, dan para pengepul nantinya akan menjemput sampah daur ulang ke masyarakat yang menelepon kami,” sebut Latif.

Begitu pun, Latif mengatakan untuk memulai menjalankan aplikasi ini tentunya banyak tantangan yang dihadapi.

Terutama dari sisi pengepul. Syukurnya mereka bisa menemukan seorang pengepul yang masih muda sehingga mengerti akan kemajuan teknologi. Dari pengepul inilah yang kemudian menyebar luas ke pengepul lainnya. “Harapan kami pada saat aplikasi ini dilaunching di Playstore nantinya sudah ada sebanyak 1.000 pengepul,” ungkap Latif optimistis.

Harapan lainnya, tentu saja Latif dan Tim Kepul berkeinginan untuk bisa menang dalam kompetisi APICTA Awards 2018.

Saat ini mereka mengharapkan dukungandari berbagai pihak, terutama dukungan dana untuk dapat berangkat mengikuti kompetisi tersebut. Bahkan mereka juga membuat gerakan 3.000 orang donatur yang berbaik hati dan bersedia menyumbangkan Rp10 ribu per orang, agar mereka dapat mengikuti kompetisi tersebut.

“Kami memang mengajak kita semua untuk berjuang bersama, agar tim ini bisa berkompetisi di China,” ujar Latif yang saat itu juga mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah. (gus/azw)

Bupati Labura Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kloter 16, Diharap Jadi Panutan Masyarakat

GUSMAN/SUMUT POS SAMBUT:Bupati Labura, Kharuddin Syah berikan sambutan kepada jamaah.
GUSMAN/SUMUT POS
SAMBUT:Bupati Labura, Kharuddin Syah berikan sambutan kepada jamaah.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Bupati Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) H Kharuddin Syah menyambut kedatangan jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 16 Debarkasi Medan (MES) di Asrama Haji Medan, Selasa (18/9) pukul 11.49 WIB.

Sebelumnya, jamaah haji Kloter 16/MES tiba di Bandara Kualanamu Deliserdang, pada pukul 09.37 WIB.

Dalam sambutannya, Kharuddin mengucapkan selamat datang kembali ke tanah air kepada jamaah haji dan mengucapkan rasa syukur, kepada jamaah haji tiba di tanah air dalam keadaan selamat dan sehat wal afiat.

Kharuddin Syah juga mendoakan seluruh jamaah haji Kloter 16/MES memperoleh predikat haji dan hajjah yang mabrur dan mabrurah.

Pada kesempatan itu, Bupati Labura juga mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya salah seorang jemaah haji Kloter 16/MES atas nama Numah Makjin Koling Binti Makjin.

”Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan memperoleh haji mabrur,” katanya.

Bupati Labura juga mengharapkan jamaah haji dapat meningkatkan ketaqwaan dan kesalehan dan menjadi panutan masyarakat.

“Selalu tingkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, dan doakan Labura agar menjadi makmur dan sejahtera,” harapnya.

Sementara itu, TPHI Kloter 16/MES Muhammad Jamil dalam laporannya menyampaikan, jemaah haji Kloter 16/MES berjumlah 382 orang berasal dari Labuhanbatu Utara 330 orang, Medan, 42 orang, Asahan 1 orang, Simalungun 1 orang, TPHD Labuhanbatu Utara 2 orang, TPHD Medan 1 orang dan 5 orang petugas yang menyertai jamaah haji.

Muhamamd Jamil juga menyampaikan, dua jemaah haji ditunda kepulangannya ke tanah air karena sakit. Kedua jamaah tersebut di antaranya, Irwansyah Jumid Wan Ahmad Bin Jumid (58) asal Labuhanbatu Utara dan Halimatus Sakdiah Hamlet Binti Hamlet (56) asal Labuhanbatu Utara. (man/han)

Polres Karo Tangkap 3 Jurtul Togel

SOLIDEO/SUMUT POS PERLIHATKAN: Salah satu jurtul togel yang diamankan memperlihatkan barang bukti.
SOLIDEO/SUMUT POS
PERLIHATKAN: Salah satu jurtul togel yang diamankan memperlihatkan barang bukti.

KARO,SUMUTPOS.CO – Aksi pemberantasan penyakit masyarakat berupa judi jenis toto gelap (Togel) kian gencar dilakukan Polsek se-jajaran Polres Tanah Karo. Itu terbukti dengan dibekuknya 3 juru tulis (Jurtul) togel di 3 titik wilayah hukum Polsek berbeda.

“Polsek Berastagi, Kutabuluh dan Payung,” ujar Kassubag Humas Polres Tanah Karo, Iptu Edi Budiman, Selasa (18/9).

Dijelaskannya, Polsek Berastagi telah mengamankan Mahyudin (53). Warga Desa Lau Gumba Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo itu ditangkap Senin (17/9) sekira pukul 19.30 WIB.

Dari tangan Mahyudin, petugas menyita barang bukti berupa uang tunai Rp100.000, 1 potongan kertas merek richese yang berisikan angka tebakan jenis togel malam, 1 pulpen dan 1 HP.

Kemudian, Polsek Kutabuluh mengamankan Mahes Jevanil Sembiring (21). Warga Desa Siabang-abang, Kecamatan Kuta Buluh, Kabupaten Karo ditangkap Senin (17/9) sekira pukul 14.45 WIB.

Dari tangan Mahes, disita barang bukti uang tunai Rp125.000, 1 pulpen, 1 blok kupon togel malam berisikan nomor tebakan, 1 rekap togel malam dan 1 buku tafsir mimpi.

“Polsek Payung berhasil mengamankan Belli Sembiring Milala (48) warga Desa Singgamanik, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo,” kata Edi.

Belli diamankan Senin (17/9) sore. Dari tangan Belli diamankan barang bukti uang tunai Rp210.000, 1 pulpen, 1 blok kupon berisikan angka-angka tebakan togel, 1 blok kupon kosong dan 1 set kertas rekap togel.(deo/ala)

Gubsu: Sumut Butuh Kontribusi PT

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos SAMBUTAN: Mahasiswa baru mendapat sambutan Gubsu.
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
SAMBUTAN: Mahasiswa baru mendapat sambutan Gubsu.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) sangat memerlukan kontribusi perguruan tinggi (PT) dan mahasiswa cerdas untuk pembangunan Sumut. Dengan demikian, perguruan tinggi dan mahasiswa ikut serta membantu Sumut yang lebih baik ke depannya.

Hal itu, diungkapkan oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi di hadapan 3.800 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam acara pembukaan acara kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru PKKMB Tahun 2018/2019 di Kampus UMSU di Jalan Kapten Mukhtar Basri Medan, Senin (17/9) kemarin.

“Saya katakan saya butuh lulusan UMSU, maka bersyukurlah adik-adik mahasiswa dapat kuliah di UMSU. Kampus ini sekarang berkembang dan maju pesat sehingga wajar saya mengajak untuk bersyukur,” kata Edy.

Edy menyebutkan diri sangat bangga masyarakat tetap mempercayai UMSU sebagai tempat menimba ilmu untuk generasi muda yang berkualitas agar mampu berkompetisi dan membantu membangun Sumut yang maju dan bermartabat. Termasuk ia mempercayai pendidikan anaknya untuk menimbal ilmu di UMSU ini.

“Anak saya saja pun kuliah di FK UMSU karena saya yakin mendapatkan pendidikan terbaik,” sebut Mantan Pangkostrad itu.

Ketua Umum PSSI itu, menyampaikan bahwa pemerintah sangat mendukung dilakukan UMSU untuk menciptakan generasi yang unggul, cerdas dan terpecaya. Ia mengatakan UMSU merupakan PT milik Muhammadiyah yang berkomitmen kuat mengelola institusi pendidikan yang unggul dan terpercaya dalam membangun dan meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Utara.

“UMSU merupakan PT terkemuka mampu meningkatkan SDM mahasiswa yang kompetitif sehingga dapat berkontribusi mengelola SDA di Sumut yang berlimpah,” tutur Mantan Pangdam I Bukit Barisan itu.

Edy berharap kontribusi pemikiran dari perguruan tinggi dan mahasiswa dengan tujuan untuk membantu tugas-tugas Gubsu/Wagubsu membangun Sumut yang bermartabat.

Gubsu mengatakan dia ingin mengubah Sumatera Utara agar lebih baik bersama UMSU. Tanpa melibatkan perguruan tinggi, mau dibawa ke mana Sumatera Utara ini. “Percayalah, saya butuh kalian mahasiswa dan lulusan UMSU,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UMSU Dr Agussani MAP mengucapkan selamat datang dan mempersilahkan Gubsu Edy Rahmayadi memberikan bimbingan serta motivasi kepada mahasiswa baru. Kesempatan itu, Gubsu didampingi Rektor Dr Agussani MAP dan bebearapa Wakil Rektor UMSU. (gus/azw)

PBB Larang Militer Myanmar Terlibat Politik

PENGUNGSI ROHINGYA: Para pengungsi Rohingya yang mengungsi berada di perbatasan Myanmar untuk mencari perlindungan.
PENGUNGSI ROHINGYA:
Para pengungsi Rohingya yang mengungsi berada di perbatasan Myanmar untuk mencari perlindungan.

MYANMAR ,SUMTUPOS.CO – Para penyelidik di PBB mengatakan, militer Myanmar harus disingkirkan dari pengaruh politik. PBB memberikan laporan yang menegaskan kembali panggilan bagi para jenderal untuk bersaksi atas genosida terhadap minoritas Muslim Rohingya.

Penyelidikan 444 halaman tersebut berisi perincian tentang kekejaman yang dihadapi Muslim Rohingya. Laporan tersebut menyebut bahwa pimpinan paling atas di militer harus dirombak. Selain itu ke depan tak ada lagi militer yang boleh bergabung dengan politik.

Militer Myanmar mendominasi negara yang mayoritas beragama Budha. Mereka memegang seperempat kursi di parlemen dan mengendalikan tiga kementerian.

“Pemimpin sipil negara itu harus lebih lanjut mengejar penghapusan Tatmadaw (angkatan bersenjata negara) dari kehidupan politik Myanmar,” kata laporan tersebut.

Analisis PBB, berdasarkan kerjanya selama 18 bulan dan lebih dari 850 wawancara mendalam, mendesak masyarakat internasional untuk menyelidiki petinggi militer yang melakukan genosida. Termasuk panglima tertinggi Min Aung Hlaing.

Militer Myanmar membantah semua tuduhan PBB tersebut. Militer Myanmar bersikeras bahwa kampanyenya dibenarkan untuk membasmi gerilyawan Rohingya yang melakukan serangan mematikan di pos perbatasan pada Agustus 2017.

Kehadiran militer di parlemen memberi mereka hak veto atas perubahan konstitusional, membuat transisi untuk kontrol sipil sangat sulit. (iml/azw/JPC)

Minta Batalkan Batas Usia Pengangkatan ASN, Guru Honorer K2 Datangi Bupati Serdangbedagai

file/sumut pos TERIMA:Wakil BUpati Serdangbedagai, Darma Wijaya SH saat menerima puluhan guru Honorer K2 di Aula Kantor Bupati Sergai, Selasa (18/9)
file/sumut pos
TERIMA:Wakil BUpati Serdangbedagai, Darma Wijaya SH saat menerima puluhan guru Honorer K2 di Aula Kantor Bupati Sergai, Selasa (18/9)

SERGAI,SUMUTPOS.CO – Puluhan guru honorer yang tergabung dalam i Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) mendatangi Kantor Bupati Sergai. Mereka meminta agar peraturan pemerintah pusat mengenai batas usia 35 tahun lebih tidak bisa menjadi Calon Aparatur Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui jalur K2.

Kedatangan puluhan pahlawan tanpa jasa tersebut, diterima oleh Wakil Bupati Darma Wijaya didampingi Plt Asisten Pemerintahan Umum (Pemum) Drs Herlan Panggabean, Kabid SD Dinas Pendidikan Sergai Jhon Lukman, Kabid Pengembangan Karir Badan Kepegawaian Daerah (BKD)Erfin Fachrurozi, SSTP di ruang Aula Kantor Bupati Sergai, Selasa (18/9).

Wabup Darma Wijaya mengatakan, bahwa Pemkab Sergai telah menyampaikan usulan terkait masalah penerimaan CPNS di lingkungan Pemkab Sergai terkhusus penerimaan CPNS jalur K2. Selain itu, Pemkab melalui BKD telah menyurati pemerintahan pusat perihal masalah pembatasan usia dalan penerimaan CPNS.

Dalam pertemuan itu, FKGH menyampaikan bahwa mereka sangat kecewa setelah adanya peraturan pemerintah pusat mengenai usia 35 ke atas. Sebab, para honorer K2 yang telah melebihi batas usia tidak bisa lagi diangkat menjadi CPNS. Oleh karena itu, Pemkab Sergai memikirkan nasib mereka, yang telah lama mengabdi demi mendidik anak generasi bangsa
Hal serupa juga dirasakan para Penyuluh Pertanian Sergai yang telah mengabdi untuk masyarakat dan bangsa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat namun sebahagian besar telah mencapai usia di atas 35 tahun.

Mendengar keluhan nasib puluhan guru tersebut, Wabup Darma Wijaya mengatakan penerimaan CPNS bukanlah merupakan kewenangan pemerintah daerah, “Kami pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan akan penerimaan CPNS, akan tetapi semua itu merupakan kewenangan pemerintah pusat, kami pemerintah daerah hanya mengusulkan saja, namun apa yang menjadi keluhan nasib para puluhan guru tersebut akan menampung semua masukan dari pada guru.

Diakhir pertemuan, Darma Wijaya menyampaikan rasa terimakasih kepada para guru sekalian yang telah mendidik kami khususnya saya, tanpa peran dari kalian semua saya tidak akan bisa berdiri di sini sekarang.

Selain itu, Darma Wijaya juga menyampaikan terimakasih kepada Guru Honorer yang bertugas di Sergai yang mau mendidik generasi penerus bangsa dengan gaji yang sangat minim sekali.

Tentunya Pemkab Sergai akan mengevaluasi terkait dengan permasalahan gaji.”Kami dari pemerintah daerah akan terus berupaya keras agar semuanya dari Guru Honorer dapat menerima gaji yang lanyak atau seperti yang telah ditetapkan di perkantoran Komplek Kantor Bupati Sergai, gaji honorer sebesar Rp 1,6 juta dengan SK Bupati, “kata Wabup Darma Wijaya.

Setelah mendengarkan keterangan Wabup, para Honorer dalam FKGH Sergai Muhammad, Hendra Maha mengaku kedatangan mereka hanya untuk menanyakan nasib mereka sebagai Guru Honorer K2 yang usianya di atas 35 dan tidak lagi bisa mengikuti seleksi CPNS.

“Saya sampaikan terimakasih kepada pemerintah daerah, khususnya Wabup yang telah mau menerima dan menampung aspirasi kami serta akan memperjuangkan penghasilan kami, dengan akan menggaji kami setara dengan gaji Tenaga Honorer di lingkungan Kantor Bupati, “ kata nya. (sur/han)