Home Blog Page 5950

Minta Separuh Uang Ganti Rugi

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PAPARAN: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto menunjukan barang bukti uang dari OTT Kepling Pangkalan Mansyur.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PAPARAN: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto menunjukan barang bukti uang dari OTT Kepling Pangkalan Mansyur.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Kepling Pangkalan Mansyur, Kamarudin Kaloko, sebelum terjaring operasi tangkap tangan (OTT), dia meminta separuh uang ganti rugi pelebaran jalan kepada korban senilai Rp30 juta serta menahan buku tabungan korban.

Ini diungkapkan Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, saat menggelar konferensi pers.

“Kamarudin Kaloko (55) Kepling X, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor meminta separuh dari uang ganti rugi kepada warga yang beralamat di Jalan Karya Wisata II No 19 Kelurahan Pangkalan Mansyur. Ia awalnya meminta pembagian separuh dari ganti rugi tanah yang diterima warganya tadi,” ujar Dadang sembari enggan menyebut nama warga yang menjadi korban, Senin (17/9).

Modus yang dilakukan oleh pelaku ada menahan buku tabungan milik korban yang dipegangnya sekaitan ganti rugi pelebaran Jalan Karya Wisata sepanjang 1 kilometer (Km). Diketahui tanah korban terkena pelebaran jalan selebar 22 meter dengan ganti rugi dari anggaran pemerintah daerah Rp330 juta.

“Di situ ada upaya pemaksaan untuk menyerahkan sejumlah uang. Awalnya minta separuh separuh. Karena buku tabungan korban ditahan pelaku. Setelah uang tersebut cair, pelaku memaksa untuk meminta Rp 30 juta. Pada saat menyerahkan sejumlah uang, pelaku diringkus oleh petugas,” kata Dadang.

Dadang menerangkan, saat ini pelakunya masih sebatas Kepling ini saja. Pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut.”Kalau untuk pelaku, baru satu yang kami amankan dan masih melakukan pendalaman. Karena kami baru memanggil beberapa saksi, yakni lurah dan camat. Korban yang melapor kepada kami baru satu. Kami berharap jika ada korban lainnya yang mendapat kejadian sama, untuk segera melapor,” katanya.

Diberitakan sebelumnya,Kamaruddin Kaloko (55) seorang Kepala Lingkungan (Kepling) X, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor diamankan personel Polsek Delitua pada Jumat (7/9) lalu. Ia diduga ia melakukan pungli kepada warga Jalan Karya Wisata II No. 19 Kelurahan Pangkalan Mansyur.

Dirinya diamankan di rumah makan SOP kambing yang berada di Jalan Jendral AH Nasution, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor.(dvs)

Gangguan di Gardu Induk Paya Geli Sudah Teratasi, Listrik Nyala Kembali

PLN
PLN

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Pantang pulang sebelum nyala. Hal itulah yang dilakukan para petugas PLN yang tengah memperbaiki gangguan kubikel 20.000 Volt dan Trafo Daya 150.000 Volt di Gardu Induk Paya Geli Medan.

“Tanpa lelah, petugas bekerja selama 24 jam tanpa henti. Proses perbaikan yang diperkirakan selesai dini hari tadi sempat mengalami kendala, sehingga dibutuhkan waktu lebih lama untuk penormalannya,” ujar Deputi Manager Hukum dan Humas PLN Wilayah Sumut.

Meskipun mengalami kendala, lanjutnya, namun petugas PLN tetap bekerja sesuai SOP untuk mempercepat proses penormalan distribusi listrik secara bertahap. Akhirnya pukul Senin (17/9) sekira pukul 11.15 WIB, seluruh pelanggan yang sempat mengalami pemadaman sudah menyala kembali.

“PLN Wilayah Sumut memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung PLN dalam mempercepat penanggulangan gangguan yang terjadi,” ucapnya.

Untuk info lebih lanjut terkait pelayanan PLN, lanjutnya, dapat menghubungi Contact Center PLN, melalui telepon rumah 123, telepon selular 061-123, facebook PLN 123, twitter @PLN_123, serta http://www.pln.co.id.

Atau silahkan download aplikasi PLN Mobile pada Google Playstore dan Apps Store.

Seperti diberitakan, Gardu Induk Paya Geli Medan, meledak secara tiba-tiba sekira pada Minggu dini hari (16/9) pukul sekitar pukul 03.31 WIB.

Hal ini menyebabkan terganggunya pada kubikel 20.000 Volt dan Trafo Daya 150.000 Volt, sehingga terjadinya gangguan suplay energi listrik yang mengakibatkan pemadaman listrik di beberapa kawasan Kota Medan. (rel/ila)

Pelindo 1 Raih 11 Penghargaan Pelayanan Prima

ist senyum: Para General Manager Cabang Pelabuhan Pelindo 1 tersenyum menerima Penghargaan Pelayanan Prima dari Kementerian Perhubungan.
ist
senyum: Para General Manager Cabang Pelabuhan Pelindo 1 tersenyum menerima Penghargaan Pelayanan Prima dari Kementerian Perhubungan.

JAKARTA,SUMUTPOS.CO – PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 tahun 2018 ini meraih Penghargaan Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik Sektor Transportasi Tahun 2018 dari Kementerian Perhubungan. Pelindo 1 mendapatkan 11 (sebelas) Penghargaan Pelayanan Prima dari 9 (sembilan) cabang yang berada dibawah pengelolaan Pelindo 1, yang diserahkan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Jakarta, Senin (17/9).

ACS Humas Pelindo 1, Fiona Sari Utami menjelaskan cabang-cabang yang meraih penghargaan pelayanan prima diantaranya adalah Terminal Penumpang Sri Bintan Pura cabang Tanjung Pinang meraih penghargaan Prima Utama, Belawan International Container Terminal (BICT), Terminal Petikemas Domestik Belawan dan Terminal Petikemas Perawang Cabang Pekanbaru meraih penghargaan Prima Madya, serta Terminal Curah Kering Belawan, Terminal Curah Cair Dumai, Terminal Penumpang Bandar Deli Belawan, Terminal Penumpang Tanjung Balai Karimun, Terminal Penumpang Pelabuhan Dumai, Terminal Penumpang Pelabuhan Tembilahan, dan Terminal Penumpang Teluk Nibung Cabang Tanjung Balai Asahan meraih penghargaan Prima Pratama.

“Hal ini adalah wujud komitmen Pelindo 1 dalam mengoptimalkan kinerja pelayanan di 16 (enam belas) cabang dalam melayani pelanggan (customer focus), yang secara konsiten terus meningkatkan kinerja dan kualitas layanan di setiap cabangnya,” jelas Fiona.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan penghargaan pelayanan prima kepada unit pelayanan publik di lingkungan perhubungan yang telah berprestasi dalam kegiatan penilaian pelayanan prima 2018. Menhub mengatakan bahwa kegiatan penilaian yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan tersebut diikuti oleh 147 unit pelayanan publik sektor transportasi di Indonesia.

“Saya menyambut baik kegiatan penganugerahan ini. Kegiatan ini pasti memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengevaluasi unit kegiatan di seluruh Indonesia. Baik darat, laut, kereta api dan udara dan saya harapkan kegiatan ini selalu diaktifkan dan jadi suatu yang lebih detil untuk menentukan konsep baru untuk membuat lebih baik pelayanan,” jelas Budi Karya.

Penilaian kinerja pelayanan publik merupakan tingkat keberhasilan hasil kerja baik secara individual maupun institusi yang dinilai dari aspek kualitas pelayanan yang diberikan. Selain aspek kualitas pelayanan tersebut terdapat aspek lain seperti responsivitas , responsibilitas (responsibility) dan akuntabilitas .

Penghargaan ini merupakan upaya untuk mendorong perbaikan penyelenggaraan pelayanan. (sih/ram)

Bagi Gratis Sembako kepada Fakir Miskin

istimewa BAGI SEMBAKO: Asong (tengah) foto bersama pengurus dalam acara bagi sembako gratis kepada fakir miskin di Jalan Perwira 5 Medan, Minggu (16/9).
istimewa
BAGI SEMBAKO: Asong (tengah) foto bersama pengurus dalam acara bagi sembako gratis kepada fakir miskin di Jalan Perwira 5 Medan, Minggu (16/9).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Klenteng Tri Dharma Go Lau Sapek melakukan bakti sosial. Ratusan fakir miskin dan kaum duafa di Jalan Perwira 5 dan sekitarnya mendapat bantuan gratis sembako dari Pemilik dan Pengurus Yayasan Kelenteng Tri Dharma Go Lau Sapek yang berlangsung di Jalan Perwira V Nomor 78/80 Medan, Minggu (16/9).

Dalam pembagian sembako tersebut dihadiri senjumlah pengurus kelenteng, Ketua Indra Gunawan alias Asong, Wakil Ketua Saleh, Skretaris Jony, Bendahara Ameng, dan pemilik Klenteng Minsen.

Ketua Panitia pembagian sembako, Asong mengatakan, pembagian sembako ini merupakan tradisi tahunan sebagai wujud ucapan terima kasih dan mohon perlindungan kepada TuhanYang Maha Esa, Para Buddha, Para Bodhisatwa, Para Dewa yang telah melindungi negara serta warga negara dalam keadaan damai dan sejahtera, di sisi lain juga sebagai wujud rasa berbakti kepada para leluhur atas segala jasa yang telah mereka berikan.

“Sebelumnya umat di Klenteng Tri Dharma Go Lau Sapek melakukan ritual sembahyang Poh Toh / Chau Tu pada tanggal 3 September dengan tujuan untuk mengenang dan mendoakan para leluhur serta sahabat-sahabat yang telah mendahului.” jelas Asong didampingi pengurus Klenteng Go Lau Sapek.

Kata Asong, dalam sembahyang Poh Toh / Cau Tu kemarin itu ada beberapa donatur yang memberikan sumbangan dalam bentuk beras ke klenteng. Dan,  sebagian ada juga sumbangan dari pengurus untuk dibagikan bagi fakir miskin dan kaum duafa.

Adapun sembako yang dibagikan kepada masyarakat itu berupa,  1 papan telur ayam, 1 dus mie instan. 10 kilogram beras, dan 1 kilogram minyak goreng. “Dalam pembagian kami tidak memandang suku dan agama, yang mana warga layak kami bantu itu kami berikan, dan ini merupakan program tahunan bagi Klenteng Tri Dharma Go Lau Sapek.

Mohon dengan sangat jangan dilihat dari nilainya atau barangnya, yang penting silahturahim kita lebih akrab, lebih kepada persaudaraan kita, Kita itu semua sama, kita adalah adalah saudara. Kita adalah satu jiwa,” tutur Asong. (azw/ila)

Dukung Perbaikan Gizi Nasional, Indomaret Bersama Frisian Flag Gelar Penyuluhan Posyandu

DIABADIKAN: Pimpinan Indomaret bersama Frisian Flag dan warga diabadikan usai Penyuluhan Posyandu.
DIABADIKAN: Pimpinan Indomaret bersama Frisian Flag dan warga diabadikan usai Penyuluhan Posyandu.

SUMUTPOS.CO – PT. Indommarco Prismatama (Indomaret) Cabang Medan bekerja sama dengan Frisian Flag menggelar kegiatan Penyuluhan Posyandu Kompetisi Gerak 456 Dukung si Kecil Tumbuh Pintar Kuat dan Tinggi. Acara bertempat di Jalan Kapten Sumarsono No. 74 Kelurahan Kampung Lalang Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang, Sabtu (15/9) kemarin.

Kegiatan ini disambut meriah warga sekitar, terlihat dari banyak warga yg antusias datang. Tujuan daripada acara ini diadakan sebagai wujud nyata kepedulian indomaret dan frisian flag Indonesia (susu bendera) kepada masyarakat dalam mendukung perbaikan gizi nasional bagi anak bangsa.

Berbagai kegiatan juga digelar pada kesempatan itu diantaranya posyandu, seminar edukasi dan berbagai lomba anak seperi lomba kompetisi gerak 456. Untuk kegiatan posyandu sendiri di ikuti sebanyak 226 balita dan lomba gerak 456 di ikuti 75 anak.

Deputi Branch Manager (DBM) Indomaret Medan, Muhammad Ikhwana mengatakan bahwa Indomaret melayani tidak hanya di toko tapi juga peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Dengan mengadakan kegiatan Posyandu yang bekerjasana dengan Frisian Flag Indonesia dan terus akan dilakukan demi mendukung program pemerintah Indonesia Sehat,”ungkapnya.

Selanjutnya Manager Development Indomaret Medan, Gilig Lilo Samadyo menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyampaikan kepada warga sekitar pentingnya kegiatan posyandu untuk memberikan perlindungan dini bagi bayi.

Sehingga menghasilkan cikal bakal pertumbuhan yang baik untuk kedepannya. Serta pentingnya makanan utama bagi si kecil dengan tujuan di tahapan tahun pertama sebagai periode emas dikehidupan si kecil. Sebab pada masa itu sangat menentukan kualitas jangka panjang baik kecerdasan maupun emosional anak.

“Semua itu ditentukan dari nutrisi awal untuk perkembangan pertumbuhan si kecil tentang pentingnya gizi bagi pertumbuhan anak. Supaya kita sadar bahwa untuk menjadi anak yang baik dan hebat harus dimulai dari sejak dini,”jelasnya.

Kemudian Regional Account Manager Frisian Flag, Rahmat Akmal pada kesempatan itu juga berharap semoga dengan terlaksananya kegiatan ini bisa bermanfaat bagi para orang tua agar lebih memperihatikan gizi si kecil.

“Jangan sampai tumbuh kembang si kecil terhambat karena mengalami kekurangan gizi karena ketidak tauan orang tua tentang ini,”harapnya. (rel/ram)

Angkot Ringsek Tabrak Mahoni

sopian/sumut pos TONTONAN:Angkot CV TTB yang menabrak pohon mahoni di Jalan KL Yos Sudarso Kota Tebingtinggi menjadi tontonan warga.
sopian/sumut pos
TONTONAN:Angkot CV TTB yang menabrak pohon mahoni di Jalan KL Yos Sudarso Kota Tebingtinggi menjadi tontonan warga.

TEBINGTINGGI,SUMUTPOS.CO – Diduga ugal-ugalan di jalan raya, Angkutan Kota (Angkot) CV TTB BK 1914 NC yang dikemudikan Ebron Silalahi tabrak pohon mahoni di Jalan KL Yos Sudarso, Lingkungan I, Kelurahan Lalang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, Senin (17/9).

Tidak ada korban jiwa, tetapi tiga orang penumpang mobil angkot mengalami luka-luka, dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan angkot mengalami ringsek berat.

Ketiga penumpang yang menjadi korban adalah Evalina Br Manungkalit (40) warga Jalan Damar Laut, Kelurahan Bagelen, Kota Tebingtinggi mengalami luka koyak dibagian kepala dan kaki. Korban lainnya, Darwina Hanim (64) warga Jalan Gunung Kelud, Kelurahan Lalang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi me ngalami luka lecet dan tangan kiri terkilir.

Sedangkan korban ketiga, seorang pelajar bernama Reni Afriani (14) warga Jalan Bukit Kubu, Lingkungan I, Kelurahan Rantau Laban, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi.

Kanit Laka Polres Tebingtinggi, Ipda M Samosir mengatakan, menurut saksi dan hasil olah TKP bahwa angkot CV TTB BK 1914 NC datang dari arah Simpang Beo Kota Tebingtinggi menuju Terminal Bandar Kajum Tebingtinggi.

Setibanya di TKP. Angkot CV TTB mengemudi dengan kecepatan tinggi dan hendak mendahului kendaraan lain yang berada satu arah di depannya dengan mengambil jalur kiri.

Namun pengemudi tidak mempunyai ruang gerak yang cukup dan tidak dapat mengemudikan kenderaannya secara wajar, sehingga menabrak pohon Mahoni yang berada diberam jalan. “Angkot CV TTB BK 1914 NC sudah diamankan di Polres,”ujar Ipda Samosir. (ian/han)

OPD Diminta Dukung Perda KTR

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar pertemuan dengan sejumlah pemerintah daerah (Pemda) dalam upaya melindungi masyarakat dari bahaya paparan rokok.

Kemenkes menilai, Pemda merupakan garda terdepan dan kementerian itu memerlukan dukungan tiap-tiap pemda dalam membuat serta mengimplementasikan peraturan di tingkat daerah tentang perlindungan masyarakat terhadap paparan asap rokok, iklan dan serta pembatasan produk tembakau, khususnya kepada anak dan ibu hamil.

Pemko Medan disebut-sebut sebagai salah satu Pemda yang cukup berhasil dalam perjalanan menciptakan Perda KTR dan terus berupaya, agar implementasi perda berjalan maksimal untuk dipatuhi.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Medan, drg Hj Usma Polita Nasution mewakili Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S,Msi pada Asia Pacific Conference on Tobacco or Health (APACT)baru-baru ini, Kamis (13/9) kemarin di Hilton Bali Resort Nusa Dua Selatan, Bali, dalam konferensi internasional se-Asia Pasifik, membahas bagaimana pentingnya melindungi masyarakat yang tidak merokok dari bahaya paparan asap rokok.

Usma Polita, melalui Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Medan, Masrita SKM MKes menerangkan di forum yang bergerak untuk pengendalian tembakau ini membahas apa yang perlu dilakukan di negara ini, khususnya di daerah-daerah untuk mengendalikan tembakau.

“Jadi sejumlah perwakilan dari beberapa di sana hadir, duduk bersama dan membahas bagaimana cara untuk menekan bahaya dari asap rokok. Perlu disadari, bahwa rokok bukan saja menimbulkan masalah kesehatan namun juga masalah dari sektor lain seperti ekonomi dan pembangunan negara serta SDM pada generasi mendatang,” ungkapnya, Senin (17/9).

Di Medan sendiri, terkait Perda KTR sudah ada 20 titik kawasan bebas asap rokok, seperti rumah sakit, kantor polisi, Polda Sumut dan Polrestabes Medan, kemudian mall-mall.

Dijelaskannya, implementasi Perda KTR pada dasarnya bukan hanya menjadi tugas dari Dinkes Medan dan jajarannya, dalam hal ini Puskesmas dan RSUD Pirngadi. Implementasi perda tersebut harusnya mendapat dukungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain.

“Seperti Satpol PP misalnya dalam menertibkan iklan rokok luar ruangan. Kemudian, BPPRD yang mengelola pajak dari produk tembakau untuk digunakan dalam setiap kegiatan pengimplementasian Perda KTR tersebut,” sebutnya.

Dikatakannya, saat ini tengah mereka -galakkan ada soal pemberian tindak pidana ringan (Tipiring) yang melibatkan Satpol PP dan polisi terhadap perokok yang masih merokok di lokasi yang menjadi kawasan bebas asap rokok.

“Kalau untuk Tipiring ini terus dilakukan oleh Satpol PP sebagai OPD yang berwenang. Dari segi kesehatan, Dinkes Medan terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar perokok tidak merokok di sana,” sebutnya.

Ia menyebut, Walikota Medan sangat mendukung mengenai implementasi Perda KTR itu sendiri. Terbukti, Medan sudab memiliki perda ini sejak lama. “Perlu diketahui, banyak Pemda lain yang datang ke Medan untuk melihat dan mempelajari implementasi Perda KTR di sini. Harapannya ke depan Kota Medan semakin bersih dari asap rokok,” ungkapnya. (dvs/han)

Ranperda Narkoba Difokuskan pada Anak Sekolah

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba yang dibahas di DPRD Sumut akan mengarah kepada kalangan remaja atau usia sekolah.

Regulasi ini nantinya lebih difokuskan pada ruang lingkup pencegahan mulai dari lingkungan pemerintah daerah, sekolah dan kegiatan kemasyarakatan lain.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumut H Musa Rajekshah dalam nota jawaban gubernur yang disampaikan pada rapat paripurna DPRD Sumut, Senin (17/9).

Adapun Ranperda tersebut menekankan pada fasilitas rehabilitasi dengan tujuan melakukan pencegahan awal, sehingga kalangan remaja atau ASN dan masyarakat tidak terjerumus lebih jauh.

“Atas saran dan pendapat anggota dewan yang terhormat, dapat kami sampaikan dengan telah disahkannya Ranperda fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya, sosialisasi akan lebih dititikberatkan pada kalangan remaja, sekolah-sekolah dan kelompok kelompok masyarakat terutama kelompok masyarakat yang rentan terhadap penyalahgunaan Napza, dengan demikian diharapkan tingkat penyalahgunaan penggunaan Napza berkurang,” kata Musa.

Selanjutnya, produk hukum dimaksud juga akan diikuti dengan peraturan lanjutan yaitu peraturan gubernur (pergub) sebagai petunjuk teknis pelaksanaan. Dimana Pasal 1 Ayat 20 juga, menyatakan salah satu bentuk fasilitasi tersebut adalah pendanaan.

Musa pun menyampaikan, alokasi akan pendanaan disesuaikan dengan kebutuhan dan ditempatkan pada perangkat daerah terkait. (bal/han)

Basyaruddin Nasution Terpilih jadi Ketua DPD Golkar Tebingtinggi

IST MUSDA GOLKAR:Suasana Musda pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kota Tebingtinggi yang digelar di Kantor DPD Golkar Sumatera Utara, Jalan Wahid Hasyim Medan.
IST
MUSDA GOLKAR:Suasana Musda pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kota Tebingtinggi yang digelar di Kantor DPD Golkar Sumatera Utara, Jalan Wahid Hasyim Medan.

TEBINGTINGGI,SUMUTPOS.CO – Musyawarah Daerah (Musda)Partai Golkar ke IX DPD Kota Tebingtinggi yang digelar di DPD Golkar Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Senin (17/9), menghasilkan Basyaruddin Nasution terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Tebingtinggi.

Musda pemilihan calon Ketua DPD Partai Golkar Tebingtinggi tersebut, sebelumnya diikuti dua calon yakni Ibrahim Nasuiton dan Basyaruddin Nasution yang keduanya merupakan kader Golkar dan anggota DPRD Tebingtinggi.

Setelah dilakukan pemilihan, Basyaruddin memperoleh 5 suara. Sedangkan Ibrahim Nasution tidak mendapatkan satu pun suara, sementara 3 suara absen.

Pada saat musda, Ibrahim memprotes dan meminta pemilihan harus dijalankan sesuai AD/RT Partai Golkar.

“Saya pribadi ihklas tidak terpilih dan rela menyerahkan jabatan sebagai Ketua Partai Golkar Tebingtinggi kepada yang ditunjuk pimpinan, tapi saya berharap dilakukan sesuai aturan. Saya terus terang kecewa sekali sebagai Ketua Panitia Musda Tebingtinggi, namun acara musda diambil alih oleh Sumut,”ujar Ibrahim.

Aksi protes juga disampaikan anggota DPRD Tebingtinggi Pahala Sitorus, agar musda dilakukan sesuai aturan, dan tidak membenturkan anggota dengan acara musda yang dilaksanakan mendadak.

“Saya sangat cinta kali Golkar dan saya tidak ada kepentingan untuk memenangkan ketua Partai Golkar Tebingtinggi. Saya hadir hanya sebagai undangan, dan saat ini Ketua Golkar Tebingtinggi masih sah adanya,”tegas Pahala.

Sedangkan Wakil Sekretaris Golkar Kota Tebingtinggi, Edi Azhar Nasution juga menyampaikan protes, agar sesame kader Golkar tidak bertengkar.

Sebab, lanjut Edi Azhar, dalam waktu dekat pelaksanaan pemilihan umum tahun 2019 untuk memenangkan Partai Golkar. “Saya mohon kegiatan ini jangan di lanjutkan,”tukasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Sumut, H Ahmad Muda Siregar SH menyatakan dengan tegas adanya Musda sesuai perintah dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Sumut.

“Kami diperintah langsung oleh ketua, karena musda di Tebingtinggi terdapat kendala-kendala yang selama ini tidak bisa selesaikan di Musda Tebingtinggi, maka kita melaksanakannya di sini,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Kota Tebingtinggi terpilih, Basyaruddin Nasution belum bisa dihubungi melalui selulernya. (ian/han)

Nias Kini Surplus Listrik, PLN MoU dengan Pemkab Nias

PLN
PLN

GUNUNGSITOLI,SUMUTPOS.CO – PT Perusahan Listrik Negara (PLN) merangkul seluruh stakeholder untuk bahu-membahu wujudkan Nias 100 persen terlistriki dengan mengadakan Seminar Kelistrikan serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Kantor Bupati Nias, hari ini, Selasa (18/9).

GM PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto mengatakan, dengan kapasitas daya mampu 56,4 MW, Nias saat ini memiliki Beban Puncak (BP) rata-rata sebesar 31,5 MW, dengan panjang jaringan tegangan menengah 8.603,01 kms dan tegangan rendah 1,413.77 kms, serta jumlah Gardu Induk sebanyak 2 buah, terletak di Gunungsitoli dan Teluk Dalam, dengan kapasitas masing-masing 70 kv.

“Kondisi surplus ini tentunya, sangat mendukung PLN dan Pemda, serta seluruh stakeholder untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Pulau Nias,” kata Feby kepada wartawan, Senin (18/9).

Saat ini, lanjutnya, rasio elektrifikasi Pulau Nias adalah sebesar 51.38%, dengan jumlah pelanggan sebanyak 90.456 pelanggan serta jumlah desa berlistrik sebanyak 669 desa atau sama dengan 70% dari total jumlah desa di Pulau Nias sebanyak 950 desa.”Hal ini tentunya memerlukan kerja sama dari seluruh insan untuk membangun kelistrikan di Pulau Nias, terutama di desa-desa yang belum terjangkau oleh listrik,” ungkapnya.

Menurut Feby, kerja sama ini merupakan wujud kerja nyata PLN bersama seluruh stakeholder untuk meningkatkan rasio elektrifikasi, serta pengawasan dan pengamanan penggunaaan tenaga listrik di Pulau Nias.

“Nias, salah satu Pulau di Nusantara yang keindahan situs pariwisatanya konon menyaingi Pulau Bali ini, kini dijadikan salah satu prioritas utama dalam peningkatan rasio elektrifikasi. Pulau dengan keindahan tepi laut yang tidak kalah dari Bali dan Lombok ini, masih memerlukan peningkatan rasio elektrifikasi yang tinggi agar seluruh penduduk pulau Nias dapat memiliki kesempatan yang sama untuk membuka peluang pariwisata dengan kondisi kelistrikan yang mumpuni,” ujarnya Senin (18/9) sehari sebelum acara MoU dimulai.

Kata Feby, PLN menuangkan tujuan, visi serta misi kerja sama dalam rangka mendukung Nias Terang dpada tahun 2019 dengan membuat komitmen bersama untuk mendukung kelancaran pembangunan jaringan dan pengelolaan pemakaian tenaga listrik.

Kelancaran pembangunan jaringan listrik diwujudkan dengan kelancaran yang diberikan oleh Pemda di Nias dalam hal perizinan perampalan dan penebangan pohon, pembebasan maupun hibah lahan kepada PLN agar dapat dimanfaatkan untuk pembangunan serta pemeliharaan jaringan listrik.

Sedangkan untuk pengelolaan pemakaian tenaga listrik, diwujudkan dengan kelancaran Pemerintah Daerah dalam membayar rekening listrik setiap bulannya, pengawasan dan sosialiasi pemakaian tenaga listrik kepada masyarakat, termasuk dalam hal menghindari pencurian listrik dan pembayaran rekening listrik tepat waktu.

“Kerja sama ini sangat penting karena melalui media kerja sama ini, semua pihak dapat dilibatkan secara langsung untuk membangun kelistrikan di Pulau Nias,” terangnya.

Dalam mewujudkan Nias Terang 2019 ini, PLN, melalui MoU Nias Terang 2019 ini, didukung penuh oleh 5 (lima) Pemerintah Daerah, yaitu Pemerintah Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat serta Pemerintah Kota Gunungsitoli.

Dengan MoU ini, implementasi utama yang dilakukan adalah dibentuknya “Tim Terpadu”, yang merupakan regu atau kelompok terdiri dari pihak PLN dan Pemda, untuk melaksanakan tujuan, visi dan misi dari MoU tersebut.

Acara penandatangan MoU yang disertai Seminar Kelistrikan ini juga turut dihadiri oleh Dirjen Ketenagalistrikan Kementrian ESDM, Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Departemen Teknik Elektro Universitas Sumatera Utara (DTE USU), sebagai pemateri dan narasumber demi terwujudnya program Nias Terang 2019 ini.

PLN mengharapkan agar masyarakat di Nias juga turut andil dalam mewujudkan Nias Terang 2019 ini. Contact Center PLN 123 menjadi garda depan bagi PLN untuk berkomunikasi dengan pelanggan secara langsung melalui sistem online selama 7×24 jam, yang dapat diakses melalui Telepon: 123, HP: (kode area) 123, E-mail: pln123@pln.co.id, Facebook: PLN 123, Twitter: @PLN_123, dan Website: http://www.pln.co.id.

Atau bagi pengguna smartphone, dapat juga mengunduh aplikasi PLN Mobile di Play Store maupun App Store untuk Layanan Informasi, Tagihan Listrik, Pengaduan Gangguan, Pemasangan Baru, Perubahan Daya dan sebagainya. (rel/ila)