Home Blog Page 5973

Satu Tewas, Dua Kritis

Ilustrasi penembakan
Ilustrasi penembakan

SUMUTPOS.CO – Tiga nelayan tradisional asal Tanjungbalai diberondong peluru oleh orang tak dikenal (OTK) saat menangkap kerang, di perairan Bagan Siapiapi, Kepulauan Riau, Minggu (9/9) sekira pukul 22.00 WIB. Seorang di antaranya tewas, dan dua rekannya kritis.

Ketiga nelayan tersebut adalah Suharsono (38), warga Jalan Terisi Lingkungan II, Kelurahan Pematang Pasir, Kecamatan Teluk Nibung, Tanjungbalai.

Suharsono tewas dengan luka tembak di bagian dada. Sedangkan dua rekannya, yakni Irwansyah (31) dan Agus Salim (30), keduanya warga Jalan Rel Kereta Api, Lingkungan II, Kelurahan Pematang Pasir, Kecamatan Teluk Nibung, Tanjungbalai.

Irwansyah mengalami luka tembak di paha kaki sebelah kanan, sedangkan Agus Salim pada bagian pelipis kanan.

Informasi yang dihimpun, aksi koboi tersebut terjadi saat kapal boat tank kerang yang ditekongi (dinahkodai) oleh Sumpal dengan 10 Anak Buah Kapal (ABK) sedang mencari kerang di perairan tersebut.

Tiba-tiba, 1 unit kapal boat nelayan jaring merapat dan langsung melakukan penembakan ke arah kapal boat nelayan tank kerang. Usai insiden penembakan, Sumpal mengarahkan kapalnya dan melaporkan ke Polsek Pasir Limau Kapas, Polres Rokan Hilir, Riau.

Selanjutnya, Senin (10/9), ketiga korban tiba di Tangkahan Sei Loba Jalan Asahan, Kota Tanjungbalai dengan menggunakan 1 unit kapal ferry yang dikawal personel Polsek Pasir Limau Kapas. Ketiga korban langsung dilarikan ke RSU Tengku Mansyur, Kota Tanjungbalai, guna dilakukan visum.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai SH SIK membenarkan kejadian itu. “Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Dumai, Provinsi Riau dan korbannya nelayan warga Teluk Nibung,” jawabnya singkat.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto yang dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan pihaknya tidak berwenang mengusut kasus penembakan itu. Ia berdalih, penembakan terjadi di wilayah hukum Kepulauan Riau.

“Sudah ditangani Polda Kepri, lokos (lokasi kejadian) dan tempos (waktu) nya di sana. Jadi bukan wewenang kita,”terangnya kepada Sumut Pos.

Sementara itu, dua nelayan yang selamat kini tengah ditangani di Rumah Sakit H Adam Malik di antaranya Irwansyah (31) dan Agus Salim.

Kabag Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak membenarkan hal itu. Ia mengatakan keduanya masuk, Senin (10/9).

Dikatakan Rosario, kondisi Irwansyah sudah mulai stabil dan dirawat di rumah sakit kamar bedah. “Kalau keadaan terus membaik akan dipindah ke ruang rawat inap biasa. Irwansyah ditangani oleh dokter spesialis bedah orthopedi,” ungkapnya.

Sementara itu, kondisi Agus Salim masih dirawat intensif di ICU. Menurutnya, luka yang dialami Agus cukup serius.

“Ia masih menggunakan ventilator dan ditangani oleh dokter spesialis bedah syaraf,” tuturnya.

Informasi dihimpun, penembakan kapal nelayan itu dikabarkan oleh Satuan Polisi Air Polres Rokan Hilir (Rohil) lantaran diduga melakukan ilegal fishing dengan mencuri kerang.

Kapolres Rohil, AKBP Sigit Adiwuryanto membenarkan aksi penembakan itu terjadi, Minggu (9/9) sekitar pukul 22.40 WIB. Lokasinya di Perairan Pulau Panipahan, Kecamatan Palika dengan Perairan Pulau Halang di Kecamatan Kubu, Rohil, Riau. Tepatnya di titik koordinat N. 02°26.772 – E. 100°38.191.

Saat itu, petugas yang melakukan penindakan adalah Bripka Yoyon, Brigadir Naibaho dan Brigadir Alex Sitanggang.

xBegitu mendapatkan informasi tersebut, ketiga polisi melakukan pengejaran terhadap kapal pelaku.

Dikarenakan kapal satpolair tidak memungkinkan untuk melakukan pengejaran, personil satpolair meminjam kapal masyarakat yang lebih besar untuk melakukan pengejaran, setelah sampai di perairan sekitar Pulau Halang.

Di sana, personel melakukan penghadangan dan memberikan tembakan peringatan ke atas. Tetapi tidak digubris oleh para pelaku. Malahan, mereka mencoba menabrak kapal yang dibawa polisi.

Alhasil, polisi menembak tepat ke arah kapal pelaku. Tembakan mengenai badan kapal dan mengenai ketiga nelayan. Meski telah dilumpuhkan, kata Kapolres, pelaku masih berupaya kabur ke wilayah Panipahan. Tak ingin buruannya kabur, polisi mengumpulkan informasi. Akhirnya didapat informasi dari Polsek Panipahan, bahwa pelaku yang tertembak dibawa ke puskesmas sekitar untuk berobat.

Sementara itu, ada 8 orang rekan mereka yang diamankan. Diantaranya Sumiran alias Sumpel, 41, Izil alias Geleng, 34, Nuryadin Saputra, 23, Zulkifli alias Ikip, 24, Hery, Herman, 25, Karlan dan Safrudin, 25. Mereka semua berasal dari Asahan, Sumatera Utara.

Adapun barang bukti yang diamankan dari para pelaku adalah kapal penangkap kerang milik seorang perempuan bernama Omsi, 39. Ada juga 50 goni berisi kerang dan tiga unit alat penangkap kerang atau tank kerang. (dvs/han)

159 Jamaah Haji Kota Tebingtinggi Kembali

sopian/sumut pos SAMBUT: Wakil Wali Kota Tebingtinggi Ir Oki Doni Siregar ketika menyambut jemaah haji asal Kota Tebingtinggi usai menunaikan ibadah haji di Mekkah.
sopian/sumut pos
SAMBUT: Wakil Wali Kota Tebingtinggi Ir Oki Doni Siregar ketika menyambut jemaah haji asal Kota Tebingtinggi usai menunaikan ibadah haji di Mekkah.

TEBINGTINGGI,SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Tebingtinggi Oki Doni Siregar, Ka Kamenang dan para OPD menyambut kembalinya 159 jamaah usai menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah, di Masjid Raya Nur Addin, Jalan Suprapto kota Tebingtingi, Senin (10/9) sekitar pukul 2.15 WIB.

Dalam sambutannya, H Oki Doni Siregar menyampaikan rasa syukur kepada Allah karena masih dapat bertemu kembali dengan sanak keluarga.

“Harapan kami tentunya kepada haji dan hajjah yang baru, kembali mendoakan agar saudara-saudara kita yang belum berangkat ke tanah suci Mekkah, didoakan agar diberikan kesempatan oleh Allah untuk menunaikan ibadah haji,”bilangnya.

Mewakili para jamaah haji, Daulat P Sibarani menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemko Tebingtinggi atas segala fasilitas yang diberikan dari mulai keberangkatan hingga kembali ke Tebingtinggi.

“Kepada para jamaah yang sudah kembali ke tengah kerabat dan handai tolan, bawalah kenangan yang baik-baiknya saja selama menjalan ibadah di Mekah, tak usah ceritakan yang jelek-jeleknya sesuai pesan Wali Kota H Umar Zunaidi Hasibuan saat penyambutan di Asrama Haji Medan.

Jemaah haji asal Tebingtinggi yang tergabung dalam kloter VIII, berangkat berjumlah 160 orang, sudah termasuk 3 orang petugas.

Namun sekembalinya hanya 159 orang saja, dikarenakan salah seorang jamaah atas nama Baina Bainur Siregar meninggal dunia di Mekkah. (ian/han)

Kolaborasi PFI Medan dan ACT Sumut

SPANDUK: Anggota PFI Medan saat menunjukkan spanduk kolaborasi PFI Medan dan ACT Sumut sebelum berangkat ke Lombok, Selasa (11/9).(foto : Ist/Sumut Pos)
SPANDUK: Anggota PFI Medan saat menunjukkan spanduk kolaborasi PFI Medan dan ACT Sumut sebelum berangkat ke Lombok, Selasa (11/9).(foto : Ist/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumut berkerjasama untuk menggalang dana bagi korban gempa Lombok. Kerjasama ini berupa kolaborasi dimana anggota PFI Medan akan mengabadikan keadaan lombok saat ini, dan kemudian akan diadakan pameran foto, dimana penjualanan foto akan diberikan langsung kepada para korban gempa.

Kepala Cabang ACT Sumut, Roni Romantika mengatakan ide ini muncul saat acara di pusat jajanan Kota Medan beberapa waktu yang lalu. Setelah itu, mengembangkan ide dan meminta pendapat dari pusat, ide ini dianggap baik.

“Jadi, saya langsung membicarakan ini dengan ketua PFI Medan, Rahmad Suryadi. dan diapun setuju,” ujarnya.

Dijelaskannya, kosentrasi untuk membantu korban gempa di Lobok dikarenakan gempa ini termasuk kuat, bila dibandingkan dengan gempa di Jogya maupun di Padang. Sehingga untuk mengembalikan potensi daerahnya termasuk lama membutuhkan waktu hingga tahunan.

“Kalau sulit dari pemerintah, tugas kita yang di swasta lah untuk mengembalikan citra dan potensi Lombok yang terkenal dengan pariwisatanya,” jelasnya.

Selain itu, dirinya mengharapkan mata lensa dari anak Medan bisa menggerakkan masyarakat di Kota Medan pada umumnya dan Sumatera Utara pada khususnya untuk menampilkan berbagai dampak dari gempa Lombok tersebut. Dimana, saudara kita masih sangat membutuhkan uluran tangan, baik untuk kebutuhan, maupun fasilitas yang sudah rusak.

“Kalau yang ambil foto anak Medan, mereka pasti tahu, bagian mana yang paling menarik untuk ditampilkan sehingga layak untuk menjadi donasi,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua PFI Medan, Rahmat Suryadi meyambut baik kolaborasi ini. Karena dengan kerjasama ini membuktikan bahwa PFI Medan sangat profesional dalam menjalankan profesinya.

“Sebagai pewarta foto, kita mengabadikan moment. Baik itu yang berupa seremoni maupun bencana. Dan kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kami para anggota PFI Medan profesional menjalankan profesinya,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk kerjasama ini, PFI Medan mengirimkan empat anggotanya, yaitu Hermansyah, Rizki Cahyadi, Hendra Syamhari, dan Fauzi Cahniago. Keempatnya bertolak ke Lombok pada Selasa (11/9).

Keempatnya akan berada selama 5 hari di Lombok dan mendokumentasikan posko-posko ACT di Lombok dan menjadi saksi telah dibangunnya ratusan Integrated Comunity Shelter, yang mulai dihuni oleh masyarakat yang terdampak gempa bumi di Lombok.

Selain itu, dalam waktu dekat sepulangnya mereka dari Lombok, hasil foto mereka nantinya juga akan dipamerkan serta akan dilakukan lelang, yang rencananya akan dilaksanakan di rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara pada Malam Charity Dinner, 21 September mendatang.

Hasil lelang foto-foto terbaik mereka akan didonasikan kembali kepada masyarakat terdampak Gempa Bumi di Lombok Nusa Tenggara Barat.(rel/ram)

Semester I Labar Bersih PGN Rp670 M

PERS: Direksi PGN saat temu pers usai melakukan RUPS LB di Jakarta, Senin (10/9).( foto : M. Idris/Sumut Pos)
PERS: Direksi PGN saat temu pers usai melakukan RUPS LB di Jakarta, Senin (10/9).( foto : M. Idris/Sumut Pos)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab atas instruksi Pemerintah, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada Senin (10/9). Agenda mata acara RUPSLB tersebut di antaranya ialah pemaparan dan evaluasi kinerja Semester I-2018.

Di hadapan para pemegang saham, manajemen PGN memaparkan pencapaian kinerja perusahaan yang menorehkan kinerja yang positif sepanjang semester I 2018 dengan membukukan pendapatan sebesar US$ 1,62 miliar dan laba bersih mencapai US$ 145,94 juta atau lebih dari Rp 2 triliun (kurs rata-rata 6 bulan di tahun 2018 sebesar Rp 13.765 per dolar).

Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada semester I 2017, PGN memperoleh pendapatan sebesar US$ 1,41 miliar dengan laba bersih US$ 50 juta atau Rp 670,3 miliar. Artinya selama Januari-Juni 2018, perusahaan berhasil meningkatkan laba bersih sebesar 191,8%.

Sumbangan terbesar bagi pendapatan dan laba bersih PGN selama setengah tahun ini, berasal dari pendapatan distribusi gas bumi sebesar US$ 1,27 miliar dan penjualan minyak dan gas (migas) US$ 308 juta.

Pendapatan dari kegiatan usaha utama bisnis PGN tersebut meningkat dibandingkan realisasi semester I 2017 sebesar US$ 1,16 miliar dari distribusi gas bumi dan sebesar US$ 212 juta dari penjualan migas.

“Tahun ini penuh tantangan bagi PGN, terutama akibat dampak dari masih melambatnya perekonomian global. Kami juga bekerja keras untuk mensukseskan integrasi PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai anak usaha PGN,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, dalam keterangan resmi.

Sampai akhir Juni 2018, volume gas bumi yang didistribusikan PGN termasuk di dalamnya anak usaha PT Gagas Energi Indonesia ke pelanggan mencapai sebanyak 835,56 BBTUD, naik 11,55% dibandingkan realisasi semester I tahun lalu sebanyak 749,02 BBTUD.

 

Sementara volume gas yang ditransportasikan melalui jaringan pipa PGN dan anak usahanya PT Kalimantan Jawa Gas total sebanyak 727,4 BBTUD, naik sedikit dibandingkan volume penyaluran gas semester I 2017 sebesar 723,9 BBTUD.

Seluruh energi baik tersebut disalurkan oleh PGN dan anak-anak usaha yaitu PT Kalimantan Jawa Gas, PT Transportasi Gas Indonesia, dan PT Gagas Energi Indonesia ke berbagai segmen pelanggan. Mulai dari industri besar dan pembangkit listrik, pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit), Usaha Kecil Menengah (UKM), dan pelanggan rumah tangga.

“Jumlah pelanggan PGN bertambah signifikan. Sampai akhir semester I 2018, total pengguna gas bumi kami sebanyak 203.151 pelanggan. Naik 16,96 persen dibandingkan total pelanggan di semester I 2017 sebanyak 173.681 pelanggan,” kata Rachmat.

Pelanggan PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua.

 

Komitmen Investasi

Rachmat mengatakan, sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan perekonomian nasional, PGN optimistis kinerja perusahaan juga akan semakin baik. Meskipun kondisi perekonomian mengalami perlambatan, PGN tetap mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat.

PGN akan tetap agresif membangun infrastruktur gas bumi untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional. Selama semester I 2018, PGN mampu menyelesaikan pembangunan pipa sepanjang lebih dari 87 km, sehingga panjang pipa yang dioperasikan PGN berjumlah 7.481 km.

Selama semester I 2018, PGN juga berhasil menyelesaikan sejumlah proyek dengan tepat waktu seperti penyaluran gas pembangkit listrik Muara Karang, pengembangan jaringan pipa distribusi ke wilayah Karawang, dan pemasangan infrastruktur gas customer attachment di seluruh wilayah kerjanya, serta menyelesaikan pembangunan jaringan pipa distribusi Duri-Dumai.

Perusahaan dengan kode saham PGAS juga tengah meneruskan pembangunan sejumlah proyek infrastruktur. Diantaranya jaringan pipa transmisi Dumai, mengembangkan jaringan pipa distribusi ke wilayah Banten, serta pemasangan infrastruktur gas ke rumah tangga di area Jakarta, Bogor, Bekasi, Palembang, Tangerang, dan Pasuruan.

“Di tengah banyaknya tantangan bisnis saat ini, PGN tetap berkomitmen membangun dan memperluas infrastruktur gas nasional,” tegas Rachmat. (rel/ram)

 

Kepling Pangkalan Mansyur Kena OTT

Kepling Pangkalan Mansyur Medan
Kepling Pangkalan Mansyur Medan

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Kepala lingkungan (Kepling) X, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor Kamaruddin Kaloko (55), diciduk Polsek Delitua dari Rumah Makan Sop Kambing Jalan Jenderal AH Nasution, Kecamatan Medan Johor, Jumat (7/9) pukul 14.00 WIB.

Kapolsek Delitua Kompol BL Malau yang dikonfirmasi mengatakan, penangkapan terhadap warga Jalan Karya Wisata II ini dilakukan atas laporan korban, Roger Taruna (40) warga Johor Indah Permai Blok M 1 Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor, dengan nomor LP/819/IX/2018 Polrestabes Medan tanggal 7 September 2018.”Dari pelaku, diamankan barang bukti uang tunai Rp30 juta dan buku tabungan Bank Sumut atas nama Roger Taruna,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (11/9).

BL Malau mengatakan, penangkapan ini bermula, karena pada Jumat (7/9) pukul 12.30 WIB, sang Kepling meminta uang untuk pengurusan ganti rugi tanah kepada korban yang terkena pelebaran Jalan di Jalan Karya Wisata. “Karena merasa keberatan, lalu korban melaporkannya kepada petugas kepolisian,” ujarnya.

Atas laporan tersebut, lanjutnya, tim gabungan Kepolisian bergerak memantau korban yang akan bertemu Kepling di rumah makan sop kambing Jalan Jenderal AH Nasution. “Setelah Korban menyerahkan uang yang diminta, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap Kepling itu,” jelasnya.

Namun, ketika ditanya apa sebenarnya yang terjadi sehingga oknum Kepling tersebut berani meminta sejumlah uang untuk pengurusan ganti rugi lagan itu, Malau enggan memberikan penjelasan detail. Menurutnya, kasus itu sudah tidak ditanganinya lagi dan dilimpahkan ke Polreatabes Medan untuk penyelidikan lebih lanjut. “Itu kasusnya sudah dilimpahkan ke Polrestabes Medan, sudah ditangani di sana. Boleh ditanyakan ke sana, ya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha yang dikonfirmasi via selulernya terkait hal ini belum memberi keterangan. (dvs/ila)

Hadirkan Dirut Bank Sumut dan Guru Besar

Rektor Unpab Dr H Muhammad Isa Indrawan SE MM (kedua dari kiri) memberikan cendermata kepada Dirut Bank Sumut Dr Edie Rizliyanto SE MM seusai pembukaan Seminar “Menuju Program Studi World Class University” di Kampus Unpab, baru-baru ini.(foto : istimewa/Sumut Pos)
Rektor Unpab Dr H Muhammad Isa Indrawan SE MM (kedua dari kiri) memberikan cendermata kepada Dirut Bank Sumut Dr Edie Rizliyanto SE MM seusai pembukaan Seminar “Menuju Program Studi World Class University” di Kampus Unpab, baru-baru ini.(foto : istimewa/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan (EP) Fakultas Sosial Sains (FSS) Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) menghadirkan Direktur Utama (Dirut) PT Bank Sumut Dr Edie Rizliyanto SE MM dan Guru Besar Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta Prof Dr Ing Darwin Sebayang pada seminar “Menuju Program Studi World Class University” di Ruang A Seminar Kampus Tamadun Mandiri Unpab, Jalan Gatot Subroto Km 4,5 Medan, baru-baru ini.

Seminar yang dibuka Dekan FSS Unpab Suryanita SH MHum itu dihadiri Rektor Unpab Dr H Muhammad Isa Indrawan SE MM, Ketua Prodi EP FSS Unpab Saimara Sebayang SE MSi, dan para dosen di lingkungan FSS Unpab. Seminar dipandu Lia Nazliana Nasution SE MSi yang juga ketua panitia kegiatan tersebut.

Dirut PT Bank Sumut Edie Rizliyanto dalam seminar itu menjelaskan tentang karakteristik lulusan yang dibutuhkan pengguna lulusan di era globalisasi. Menurutnya, Indek Prestasi Kumulatif (IPK) bukan hal terpenting dalam menjamin kualitas intelektual seseorang, melainkan sekadar memberikan secara singkat tentang parameter kompetensi, skill, dan knowledge (pengetahuan) seseorang.

“Selain itu penting bagi mahasiswa terjun langsung ke lapangan untuk mendapatkan soft skill dan memperdalam serta meningkatkan keterampilan juga kreatifitas diri dalam lingkungan yang sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya,” kata Edie.

Ditegaskannya, agar mampu bersaing di era globalisasi, perguruan tinggi harus membekali lulusannya dengan empat hal. Yakni attitude (sikap) yang baik, skill (keterampilan), knowledge (pengetahuan), dan experience (pengalaman).

Selain itu, kata Edie, kalangan akademisi harus tanggap terhadap perubahan model bisnis di era digital ini. Setidaknya, akademisi lebih maju lima tahun di depan daripada dunia usaha.

“Untuk itu, sebaiknya perguruan tinggi juga memakai dosen dari kalangan praktisi. Dengan demikian perguruan tinggi mampu mendeteksi hal-hal yang akan menjadi model perubahan ke depan,” harapnya.

Sedangkan Guru Besar UMB Jakarta Prof Darwin Sebayang mengatakan, untuk menjadi world class university (universitas berkalas dunia), maka harus dilakukan perubahan kurikulum yang merujuk kepada kebutuhan dunia, serantau (ASEAN), Indonesia di masa kini dan mendatang

“Aktivitas proses belajar dan mengajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat sebaiknya disesuaikan dengan  visi, misi dan pilar filosofi pendiri Unpab Prof Kadirun Yahya, yakni tampil beda,” kata Darwin yang mengaku murid Alm Prof Kadirun Yahya ini.

Menuju world class university, tambah pria yang 10 tahun menjadi dosen di Malaysia ini, merupakan proses yang berkesinambungan. Oleh karena budaya life long leaning harus dimulai dari PAUD, SD, SMP, SMA sehingga menjadi unggulan di dalam dan luar negeri.

Sebelumnya, Rektor Unpab Dr H Muhammad Isa Indrawan SE MM dalam sambutannya mengatakan, Prodi Ekonomi Pembangunan (EP) Unpab yang kini terakreditasi A dari BAN-PT sangat penting peranannya dalam pembangunan daerah dan wilayah. Karena seringkali pembangunan tidak memakai standar-standar akademik dan struktur jelas. Akibatnya, pembangunan yang dilakukan hanya bersifat parsial dan tidak berkesinambungan.

“Perencanaan pembangunan seringkali tidak berdasarkan potensi daerah. Misalnya produksi industri tidak mendekatkan diri dengan bahan baku yang berakibat pada cost yang tinggi. Akibatnya kita tak bisa bersaing dengan produk negara lain. Kita berharap Prodi Ekonomi Pembangunan Unpab berperan agar pembangunan yang dilakukan di Sumut mengikuti kaidah-kaidah akademik,” harapnya. (gus/ris/azw)

UMSU Kirim Dua Mahasiswa ke Inalum

BERSALAMAN: Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP (tengah) bersalaman dengan Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia (FHCI) Herdi Harman.saat penandatanganan MoU dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara.(foto : Istimewa/Sumut Pos)
BERSALAMAN: Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP (tengah) bersalaman dengan Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia (FHCI) Herdi Harman.saat
penandatanganan MoU dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara.(foto : Istimewa/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Unversitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengirim dua mahasiswa dari Fakultas Teknik mengikuti magang bersertifikat profesi ke PT Inalum Asahan. Tujuannya, untuk menambah pengalamanan secara akademis.

Dekan Fakultas Teknik UMSU Munawar ST MT mengatakan magang tersebut sebagai tindaklanjut penadatanganan kerjasama antara UMSU dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam bidang pendidikan.

“Untuk sementara dan sebagai tahap awal kita akan mengirimkan dua mahasiswa Fakultas Teknik jurusan elektro untuk magang bersertifikat profesi di BUMN. Ke depan secara bertahap pengiriman mahasiswa magang bersertifikat profesi ini diharapkan bisa segera diwujudkan ke seluruh BUMN,” ucap Munawar kepada wartawan, baru-baru ini.

Selain magang bersertifikat profesi kerja sama BUMN, Munawar menjelaskan Fakultas Teknik UMSU juga tengah mempersiapkan mahasiswanya mengikuti program magang ke luar negeri, tepatnya ke Jepang.

“Saat ini, ada 39 mahasiswa hasil seleksi yang mendapatkan pelatihan secara intensif bahasa Jepang. Dari 39 itu dua di antaranya akan segera diberangkatkan ke Jepang, sisanya menunggu untuk berangkat secara bertahap,” tutur Munawar.

Munawar mengungkapkan program mahasiswa magang di BUMN dan ke luar negeri ini diharapkan akan menjadi bekal bagi mahasiswa sehingga benar-benar memiliki kemampuan dan keterampilan sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan industri.

“Melalui magang ini diharapkan mahasiswa bisa menambah pengalaman berupa wawasan dan keterampilan,” sebut Munawar.

Untuk diketahui,  UMSU bersama sejumlah perguruan tinggi lainnya menandatangani nota kesepahaman tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian BUMN  di Aula Serbaguna PT Angkasa Pura II Cabang Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, beberapa waktu lalu.

Penandatanganan MoU tersebut digelar di sela-sela pertemuan, “Sharing Session Talent Mobility and People Analytics in Implementation” yang diikuti puluhan Direktur SDM seluruh BUMN di Indonesia. Penandatanganan MoU itu disaksikan Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra dan Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia (FHCI) Herdi Harman.

Sementara, Rektor UMSU Dr Agussani mengaku sangat gembira dengan kerja sama tersebut karena memberikan peluang bagi mahasiswanya untuk magang di berbagai BUMN. Agussani menilai Kerjasama ini, sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan dan keterampilan serta pengalaman di dunia kerja.

“Melalui magang bersertifikat profesi ini, mahasiswa bisa belajar mengaplikasikan ilmu yang diterimanya di perguruan tinggi dengan pengalaman bekerja di perushaan BUMN sehingga nantinya bisa lebih siap menghadapi persaingan di dunia kerja,” tandasnya.(gus/azw)

Wali Kota Tebingtinggi Lepas Pawai Takruf 1 Muharram

SOPIAN/SUMUT POS LEPAS: Wali Kota Tebingtinggi, Ir Umur Zunaidi Hasibuan didampingi Wakil Wali Kota Ir Oki Doni Siregar bersama Forkompinda melepas peserta pawai Takruf.
SOPIAN/SUMUT POS
LEPAS: Wali Kota Tebingtinggi, Ir Umur Zunaidi Hasibuan didampingi Wakil Wali Kota Ir Oki Doni Siregar bersama Forkompinda melepas peserta pawai Takruf.

TEBINGTINGGI,SUMUTPOS.CO -Ribuan masyarakat muslim Kota Tebingtinggi mengikuti pawai Takruf Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah di depan Masjid Raya Nur Addin, Jalan Suprapto kota Tebintinggi, Selasa (12/9).

Wali Kota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan mengucapkan terimakasih kepada pelajar, ormas Islam yang ikut pawai takruf. Dalam bulan Hijriah, Rasulullah melakukan perjalanan yakni untuk proses kemajuan. Kita harus bertekad untuk memberantas kebodohan, memberantas kemiskinan, dan harus mempunyai kemajuan dalam menghadap kepada Allah.

“Dalam menyambut Tahun Baru Islam, kita berdoa agar kota Tebingtinggi diberikan rahmat oleh Allah SWT. Mari kita tunjukkan, bahwa Islam itu damai, rukun, dan sejahtera.

Kami mengimbau dalam kegiatan pawai Takruf harus damai, hati-hati di jalan, jaga barisan dengan kokoh, Islam jangan tercerai berai, mari besarkan Islam,”bilang Umar Zunaidi Hasibuan.

Dalam tauziahnya, Ketua MUI Kota Tebingtinggi Drs Ahmad Dalil Harahap mengatakan, hati orang yang bertaqwa dekat dengan Allah. Pelaksanaan tahun baru Islam diharapkan akan terus meramaikan gema takbir Islam di Kota Tebingtinggi.

Dikatakan Ahmad Dalil, akidah harus diperkuat. Sebab, saat ini akidah manusia sudah rusak, maka jagalah akidah demi kebesaran umat Islam.

“Mari kita jadikan persatuan dan kesatuan ini menjadi akidah yang hakiki, seperti kita mempersatukan umaroh dan ulama. Kita juga mengajak pemerintah untuk menjaga ulama,”katanya.

Pawai Takruf dilaksanakan menyusuri Jalan Suprapto, Sudirman dan berkumpul di titik terakhir, yaitu Masjid Agung di Jalan KL Yos Sudarso Kota Tebingtinggi.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi, Ketua MUI Drs Ahmad Dalil Harahap, Wakil Ketua DPRD Muhammad Hazly Azhari Hasibuan, Ketua FKUB Abu Hasyim Siregar, Kakankemenag Saprudin, pimpinan OPD, Camat, Lurah dan Forkompinda Kota Tebingtinggi. (ian/han)

Juanda: Murni Keinginan Rakyat…

Masjid Al Amin Medan terpasang Spanduk 2019 Ganti Presiden.
#2019 Ganti Presiden.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Partai Keadilan Sejahtera Sumatera Utara membantah bahwa tanda pagar atau #2019GantiPesiden bukan milik PKS, melainkan murni atas keinginan masyarakat. PKS juga mendukung hastaq #2019GantiPresiden selama dilakukan dengan jalur konstitusional.

“Kami meminta agar masyarakat tidak terpecah-belah dan saling menghargai terkait perbedaan politik jelang Pemilu 2019 serta mengedepankan kepenting-an bangsa dan negara,” kata Humas PKS Sumut, Juanda Sukma, menyikapi sekelompok massa yang berunjuk rasa soal isu #2019GantiPresiden ke Kantor DPW PKS Sumut, Jalan Kenanga Raya, Tanjung Sari Medan, Senin (10/9).

Terpisah, Ketua Bidang Polhukam DPW PKS Sumut Zulfikar menyebut bahwa tudingan sekelompok massa yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Sumut Selamatkan NKRI terhadap pihaknya sangat tidak mendasar. “Saya pikir tudingan tersebut tidak berdasar. Kita tidak pernah menggunakan isu SARA baik Pilpres, Pileg dan pilkada. Kalau ummat atau rakyat berafiliasi seperti itu, ya sah-sah saja,” katanya.

Pihaknya menekankan tidak pernah mengakomodir umat dan menggiring kepada isu agama dalam setiap even politik. Begitupun soal tagar 2019 ganti presiden, kata Zulfikar, juga tidak masalah sebab hal itu merupakan konstitusi. “Kalau PKS disebut menginginkan ganti presiden dengan yang sekarang ini, bukan kemauan PKS semata. Kita berkomitmen mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 bersama PAN, Gerindra dan Demokrat,” katanya.

Namun di sisi lain, pihaknya berpandangan bahwa aksi protes seperti itu adalah bentuk dinamika dan bagian dari iklim demokrasi di Indonesia. “Proses demokrasi yang harus kita bangun dengan hal kesiapan berdemokrasi berbeda pendapat dan pilihan. Artinya bukan ditarik sampai ke ranah pertumpahan darah.

Kemudian kita ini sudah sepakat bahwa NKRI harga mati. Dan kita sudah sepakat Pancasila merupakan asas falsalafah bangsa kita. Jangan seolah-olah kita anti NKRI dan anti Pancasila. Mari kita sama-sama membangun negeri ini,” pungkas Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut tersebut.

Diberitakan sebelumnya, saat berunjuk rasa di depan kantor PKS Sumut, massa dari Gerakan Masyarakat Sumut Selamatkan NKRI menilai gerakan #2019GantiPresiden yang digagas politikus PKS, Mardani Ali Sera bertujuan mengganti dasar negara Pancasila.

Menurut pengunjuk rasa, gagasan #2019GantiPresiden sengaja digerakkan PKS karena kecewa dengan sikap pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla yang membubarkan Organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Massa membentangkan spanduk bertulisan Gerakan #2019GantiPresiden sebagai percobaan makar. Selain membentangkan spanduk, massa yang didominasi pemuda dan mahasiswa Universitas Sumatera Utara tersebut membakar ban bekas persis di depan kantor DPW PKS.

“April 2019 pemilu dan pilpres secara serentak dilakukan. Kita semua ingin pesta demokrasi itu damai. Ajakan ganti presiden 2019 sebelum April 2019 berpotensi membenturkan masyarakat. Bahkan ajakan tersebut akan mereka gaungkan lebih besar lagi jika calon presiden yang didukung PKS kalah April 2019,” kata Koordinator Aksi, Syaid Akbar Pamungkas.

Massa secara tegas juga meminta agar PKS jangan gunakan isu SARA secara berlebihan di masyarakat Sumut. Lalu jangan jadikan isu agama untuk kepentingan politik yang bisa memicu perpecahan. “Berdemokrasilah secara sehat, jangan bawa isu agama yang meresahkan masyarakat, kami minta untuk menjaga dan melindungi keutuhan NKRI, jangan ada upaya untuk merubah sistem yang berujung pada makar sehingga dapat menghancurkan NKRI, kerukunan masyarakat Sumut harga mati dan prioritas,” imbuh Akbar.

Ratusan polisi berpakaian dinas dan sipil menjaga aksi unjuk rasa. Akibat aksi ini, jalan di depan kantor DPW PKS yang menghubungkan Jalan dr Mansyur dengan Jalan Ringroad Medan macet. Polisi terpaksa mengalihkan arus lalu lintas. (prn/dvs/ila)

Dewan Segera Panggil Danlanud

MELINTAS: Kendaraan melintas di Jalan Adi Sucipto Lanud Suwondo Medan. Danlanud AU Suewondo D P Lengkey menerapkan aturan stiker bagi pengguna kendaraan yang melintas di sana. menggunakan stiker saat melintasi jalan tersebut, Penerapan tersebut menurut Danlanud Suwondo agar lebih memudahkan pihak mereka membedakan warga umum dan warga yang tinggal di komplek lanud suwondo.
MELINTAS: Kendaraan melintas di Jalan Adi Sucipto Lanud Suwondo Medan. Danlanud AU Suewondo D P Lengkey menerapkan aturan stiker bagi pengguna kendaraan yang melintas di sana. menggunakan stiker saat melintasi jalan tersebut, Penerapan tersebut menurut Danlanud Suwondo agar lebih memudahkan pihak mereka membedakan warga umum dan warga yang tinggal di komplek lanud suwondo.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Komisi A DPRD Medan mengagendakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komandan Lanud (Danlanud) Soewondo Medan pada pekan depan. RDP tersebut terkait wacana kebijakan menerapkan stiker izin melintas di kawasan Pangkalan TNI AU Soewondo Rencannya, dalam RDP tersebut Komisi A DPRD akan memanggil Danlanud.

Anggota Komisi A DPRD Medan Roby Barus mengatakan, wacana kebijakan TNI AU Soewondo menimbulkan keresahan dan polemik di masyarakat. “Kita ingin mengetahui landasan dasar diberlakukan stiker itu, karena jalan tersebut untuk umum meski berada di kawasan militer. Untuk itu kita panggil Danlanud Soewondo Medan di RDP nantinya biar persoalan ini menjadi terang,” kata Roby kepada wartawan, Senin (10/9).

Menurut Roby sampai saat ini jalan tersebut masih dalam perawatan Pemko Medan dan tidak ada larangan melewati jalan itu. “Dulunya jalan itu adalah fasilitas masyarakat menuju Bandara Udara Polonia,” ucapnya.

Roby sangat menyayangkan tindakan mengeluarkan kebijakan tanpa ada musyawarah terlebih dahulu dengan pihak legislatif dan eksekutif, yaitu pemerintah kota dan DPRD Medan. Sebab, jalan tersebut berada di wilayah Kota Medan.”Kalau memang itu untuk keamanan, kenapa baru sekarang diberlakukan stiker itu? Anehnya, di sana sudah banyak berdiri tempat bisnis,” tukasnya.

Sementara, Ketua Komisi A DPRD Medan Andi Lumbangaol menuturkan, pihak TNI AU Soewondo dapat mempertimbangkan lagi wacana yang akan diberlakukan dengan stiker izin melintas. “Dahulukan kepentingan umum di atas kelompok atau golongan. Dikhawatirkan, jika tetap diberlakukan muncul masalah baru,” ujar Andi.

Diakui dia, keberadaan jalan yang berada di kawasan militer tersebut sebagai salah satu solusi atau sangat membantu mengurangi kemacetan. Apabila diterapkan stiker izin melintas, kemungkinan masyarakat akan enggan melewati jalan tersebut. “Bisa dipertimbangkan lagi wacana tersebut, apakah benar-benar untuk kepentingan umum atau tidak,” pungkasnya. (ris/ila)