istimewa
GALANG DANA: Anggota PISI Kota Medan saat menggalang donasi untuk korban gempa Lombok, NTB, di persimpangan Jalan AH Nasution-Jalan Karya Wisata Medan, Selasa (11/9).
istimewa GALANG DANA: Anggota PISI Kota Medan saat menggalang donasi untuk korban gempa Lombok, NTB, di persimpangan Jalan AH Nasution-Jalan Karya Wisata Medan, Selasa (11/9).
MEDAN,SUMUTPOS.CO -Melihat saudara sesama sedang mengalami kesusahan setelah diterpa gempa berkekuatan 7,0 skala ritcher (SR), membuat Persatuan Insan Seni Indonesia (PISI) Kota Medan tergerak hatinya, untuk membantu mengumpulkan donasi yang nantinya akan diberikan kepada saudara-saudara di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketua PISI Kota Medan, Suriono mengatakan, pihaknya melakukan bakti sosial untuk membantu saudara-saudara di Lombok. Penggalangan dana tersebut, digelar di persimpangan Jalan AH Nasution-Jalan Karya Wisata, Medan Johor.
“Kami sebagai insan musik dan seniman yang tergabung dalam PISI Medan, berinisiatif mengumpulkan donasi. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan yang dikumpulkan ini, bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Lombok,” harap Suriono, Selasa (11/9).
“Pengumpulan dana untuk korban Lombok ini akan digelar dalam 10 hari. Setelah dana terkumpul, segera kami salurkan langsung kepada saudara-saudara di sana,” imbuhnya.
Lebih lanjut Suriono mengatakan, PISI Kota Medan juga akan memberitahukan kepada teman-teman lainnya, untuk mengumpulkan pakaian-pakaian yang tidak terpakai agar diberikan kepada saudara-saudara di Lombok.
“Harapan kami, mudah-mudahan bencana Lombok segera berakhir, dan masyarakat di sana yang selama ini mengungsi, bisa segera kembali ke rumahnya,” pungkasnya. (rel/saz)
ist
TERSANGKA:Tersangka pem-bobol ATM, Dedy Agustriono.
ist TERSANGKA:Tersangka pem-bobol ATM, Dedy Agustriono.
MEDAN,SUMUTPOS.CO-Aksi kejahatan Dedy Agustriono (37) warga Jalan Karya Bakti Kelurahan Sarirejo Medan Polonia terhenti. Tersangka yang mencoba menggasak ATM milik nasabah ini ditangkap usai kepergok polisi saat beraksi di Jalan Sisingamangaraja Medan Amplas, Kamis (6/9) pukul 17.00 WIB lalu.
Pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai sopir ini ditangkap petugas Subdit III/Jahtanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut), Ketika itu Dedy berupaya mencuri uang milik seorang nasabah pada ATM gerai toko Alfamidi di Amplas.
“Pelaku tertangkap tangan saat sedang melakukan percobaan pencurian uang dari mesin ATM di toko Alfamidi Amplas,” ungkap Kasubdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (11/9).
Maringan menjelaskan, saat beraksi, modus yang digunakan oleh Dedy ialah memasukkan potongan lidi kecil ke dalam mulut kartu mesin ATM dengan menggunakan alat penjepit. Setelah itu ia keluar menunggu korban yang masuk untuk mengambil uang dari ATM tersebut, lalu mengintip nomor pinnya.
“Karena sudah diganjal lidi, maka ATM tersebut tidak bisa melakukan transaksi. Selain itu kartu ATM juga tidak bisa keluar (tersangkut),” jelasnya.
Selanjutnya, terang Maringan, setelah pemilik ATM meninggalkan mesin ATM, Dedy pun mulai beraksi dengan mencolok mulut kartu ATM korbannya. Kemudian, stelah kartu keluar pelaku pun menggunakannya untuk menguras isi tabungan korban.
“Tapi karena pada saat itu ada anggota Polda Sumut yang melihat dan mencurigai pelaku, langsung dilakukan pengamananan. Saat itu, pelaku belum berhasil mengambil isi tabungan dari ATM korban,” terangnya.
Maringan mengatakan, ketika diamankan, dari pelaku diperoleh barang bukti berupa 4 potong lidi kecil, 1 buah alat penjepit dan 8 buah kartu ATM BRI milik orang lain yang diduga hasil kejahatannya.
Selanjutnya untuk mengungkap identitas pemilik 8 buah kartu ATM BRI tersebut, akan dilakukan pemanggilan terhadap manajemen BRI, agar pemilik kartu ATM dapat dipanggil sebagai saksi.
“Pelaku sendiri saat ini sudah ditahan dan telah diterbitkan surat perintah penahanannya,” pungkasnya. (dvs/azw)
Sopian/sumutpos
Korban saat di rawat di rumah sakit
Sopian/sumutpos Korban saat di rawat di rumah sakit
TEBINGTINGGI,SUMUTPOS.CO – Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendapatan Pemko Tebingtinggi, berinisial TA (36), diadukan istrinya FR (33) ke Polres Tebingtinggi. TA dilaporkan istri karena menyeret dirinya dengan mobil di kawasan Jalan Jendral Sudirman Kota Tebingtinggi, Rabu (5/9).
Ditemui pada ruang rawat inap RSUD dr H Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi, Senin (10/9), korban FR yang menderita luka-luka itu menuturkan, peristiwa tersebut terjadi ketika dirinya mempergoki suaminya TA tengah berduaan dengan wanita selingkuhannya berinisial SN di dalam mobil yang lagi parkir di tepi jalan.
FR langsung menghampiri dan begitu mobil sedan TA dibuka pintunya. FR melihat suaminya itu sedang berduaan dengan SN yang juga PNS di Dinas Sosial.
Tak ayal, FR langsung menarik pakaian SN dan memintanya turun. Melihat istrinya memergoki perselingkuhan tersebut, bukannya mengaku salah ternyata TA lebih menyelamatkan wanita idaman lainnya yang berstatus janda itu dengan menjalankan mobilnya.
Akibatnya, FR yang masih merenggut SN terjatuh dan terseret beberapa meter oleh mobil hingga mengalami luka-luka di tubuhnya.
Beberapa warga yang melihat kejadian itu langsung menyelamatkan korban dan membawanya ke rumah sakit.
FR mengaku rumah tangga yang dibinanya selama 10 tahun itu terusik dengan kehadiran SN sebagai orang ketiga. Sekitar bulan Februari 2017 lalu, FR juga melihat di handphone suaminya, TA berchatting mesra dengan selingkuhannya SN. Dan kisruh rumah tangga mereka saat ini sudah masuk gugatan perceraian namun belum berkekuatan hukum.
Selain itu, FR juga menuding suaminya TA telah menelantarkan kehidupannya tanpa memberikan nafkah.
Kondisi TA dan FR yang sudah pisah ranjang membuat TA leluasa menjalin asmara dengan SN yang membuka Salon di kawasan Kelurahan Tambangan.
Korban kini harus menderita luka di hati dan tubuhnya, lengkap sudah penderitaan pegawai honor di Satpol PP tersebut. (ian /azw)
M Idris/sumut pos
MENGADU: Honorer RSU Pirngadi, Dewi Fortuna Soringoringo saat mengadu ke Komisi B DPRD Medan.
M Idris/sumut pos MENGADU: Honorer RSU Pirngadi, Dewi Fortuna Soringoringo saat mengadu ke Komisi B DPRD Medan.
Komisi B DPRD Medan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait pengaduan tenaga honor perawat di RSUD Dr Pirngadi Medan, Dewi Fortuna So-ringoringo, Senin (10/9).
Menurut pengakuan Dewi, ia menjadi korban pemecatan sepihak dengan tuduhan terlibat narkoba oleh pihak manajemen rumah sakit berplat merah tersebut sejak Maret 2018 lalu. Dalam pemutusan kontrak tersebut, ada tuduhan positif menggunakan narkoba. Padahal, setelah dilakukan tes urine oleh BNN ternyata hasilnya negatif.
“Ada kejanggalan atas pemecatan terhadap saya yang dilakukan oleh manajemen Pirngadi. Makanya, saya mengadu ke DPRD Medan agar bisa dibantu. Sebab, saya sudah 13 tahun bekerja di rumah sakit itu sebagai perawat,” kata Dewi.
Dewi juga mengaku, selain dituduhkan sebagai pengguna narkoba, pihak RSUD Dr Pirngadi Medan beralasan pemecatan terhadap dirinya karena kondisi keuangan. “Sangat tidak logis alasan kondisi keuangan maka saya dipecat. Terkecuali, rumah sakit itu memang benar-benar tutup,” ucapnya.
Menanggapi keluhan Dewi, Wakil Ketua Komisi B DPRD Edward Hutabarat yang memimpin pertemuan merekomendasi agar pihak rumah sakit dapat mempekerjakan kembali. Sebab, alasan-alasan yang disampaikan rumah sakit dinilai kurang tepat.
“Kalau melakukan pemutusan tenaga kontrak harus jelas, alasan apa dan kenapa dikeluarkan. Jangan ada kesan dikondisikan karena tidak suka atau diskriminasi. Makanya, kita minta dan rekomendasi untuk dipekerjakan kembali,” tegasnya.
Menurut Edward, pemutusan hubungan kerja terhadap Dewi terkesan cari-cari alasan dan akal-akalan. “Tidak akan bangkrutlah Pemko Medan karena membayar gaji ibu Dewi. Kasihan dia, sudah bekerja 13 tahun dan memiliki keluarga lalu tiba-tiba dipecat,” tukasnya.
Sementara, Kabag Humas RSUD Dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin mengaku bahwa pemutusan kerja terhadap Dewi merupakan kebijakan pimpinan dengan alasan keuangan. Pun begitu, akan disampaikan hasil dari pertemuan ini.”Kita akan sampaikan kepada pimpinan hasil dari rekomendasi pertemuan tersebut. Namun, kita tidak bisa mengambil keputusan dan karena kebijakan berada di tangan direksi,” ujarnya. (ris/ila)
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Panitia Pembangunan Masjid Ikatan Arbiturent Yaspendhar (IAY) Medan akan menggelar acara Tabligh Akbar dengan menghadirkan penceramah kondang Ustad Abdul Somad Lc MA. Acara syiar Islam yang dihelat dalam rangka menyambut dan memeriahkan tahun baru Islam 1 Muharam 1440 Hijriah tersebut akan digelar di Jalan Karya Wisata Ujung, Medan Johor, Jumat (14/9) pukul 16.00 Wib.
Ketua Panitia, Hadi Ashari Nasution didampingi Koordinator Bidang Publikasi, H Farianda Putra Sinik SE kepada wartawan mengungkapkan, kegiatan tabligh akbar ini setiap tahun mereka laksanakan dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Islam 1 Muharram. “Tabligh akbar ini merupakan agenda rutin kami setiap tahun dalam rangka menyambut dan memeriahkan Tahun Baru Islam 1 Muharram,” ungkap Hadi, Selasa (11/9).
Hadi mengatakan, selain untuk syiar Islam, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi sesama alumni arbiturent Yaspendhar (Yayasan Pendidikan Harapan), dan juga untuk memakmurkan Masjid IAY yang pembangunannya saat ini telah mencapai 90 persen rampung. Lebih teristimewa, imbuh Hadi, kegiatan ini juga dirangkai dengan acara syukuran telah dilantiknya Ketua Umum Ikatan Alumni Arbiturent Yaspendhar, Musa Rajeck Shah sebagai Wakil Gubernur Sumut, yang baru saja dilantik oleh Presiden Joko Widodo.
“Acara syukuran ini berupa doa kepada Bapak Edy Rahmayadi dan Bapak Musa Rajeck Shah, dengan harapan semoga diberi kekuatan dan keselamatan sehingga mampu mengemban amanah yang dipercayakan rakyat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut,” kata Hadi.
Hadi menambahkan, acara tabligh akbar ini tidak hanya terbatas dihadiri oleh alumni dan keluarga besar Yaspendhar saja. Tapi terbuka luas untuk segenap kaum muslimin dan muslimat.
“Jadi pada kesempatan ini kami sekaligus memberitahukan dan mengundang saudara-saudara kami kaum muslimin dan muslimat, agar beramai-ramai menghadiri tabligh akbar ini,” kata Hadi. (adz/ila)
Solideo
TEMUAN: BNN Karo menunjukkan daun ganja yang ditemukan.
Solideo TEMUAN: BNN Karo menunjukkan daun ganja yang ditemukan.
KARO,SUMUTPOS.CO -Personel Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karo menemukan ladang ganja di kawasan hutan Lauhbuah Desa Ujungteran Kecamatan Merdeka. Ladang ganja ditemukan Senin (10/9) siang.
Dari lokasi ladang ganja disita tanaman ganja sebanyak 312 batang, dengan rincian 40 batang dengan tinggi 70 cm hingga 272 cm, 272 batang tanaman ganja masih kecil.
Seluruh tanaman ganja itu dicabut personel BNN Karo untuk diamankan guna proses penyidikan Hingga kini BNN Karo masih mengusut pemilik kebun ganja tersebut.
Sebelumnya petugas Satnarkoba Polres Karo menggagalkan peredaran 200 kg lebih ganja kering yang hendak dikirim ke Sukabumi,Jawa Barat,Rabu (5/9).
Ganja yang sudah dibungkus dalam bal ini hendak dikirim dengan kedok ekpedisi jeruk dari Tanah Karo. Ganja susunan bersama dalam wadah keranjang bambu. Selain barang bukti, polisi juga mengamankan tersangka berinisial MG (67).
Warga Jalan Jamin Ginting, Pajak Roga itu berperan sebagai kurir dengan membawa ganja tersebut menggunakan mobil Mitsubishi L 300. Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi dari masyarakat yang resah dengan adanya peredaran ganja di Desa Rumah Kabanjahe.
Menindaklanjuti info itu, petugas pun turun ke lokasi dan berhasil menemukan sebanyak 38 keranjang jeruk siap kirim yang ternyata di dalamnya ada ganja kering yang hendak dikirim ke Sukabumi.
Dari penemuan itu, petugas pun menangkap Mdi Jalan Jamin Ginting simpang Pajak Roga Berastagi dini hari. Saat ditangkap kurir tersebut tidak melakukan perlawanan dan mengakui kepemilikan ganja tersebut.
Kepada petugas tersangka mengaku,ganja itu disusun atau dikemas di ladang miliknya di desa Berastepu. Petugas pun ke lokasi dan menemukan sisa sisa ganja, lakban, kertas koran untuk membungkus ganja di gubuk ladang tersangka.
Petugas pun memboyong tersangka dan barang bukti ke Mapolres Karo. Saat dibongkar keranjang jeruk yang siap kirim itu, dari 38 keranjang ini sebanyak 37 keranjang berisi bal ganja yang ditutupi buah jeruk. Dari tiap 1 keranjang berisi 5 sampai 7 bal ganja.
Tersangka mengaku hanya sebagai pengantar ganja itu dengan upah Rp 300.000 per keranjang. Ganja itu diperoleh dari warga Aceh yang masih dalam lidik.(deo/azw)
RIBUAN UMAT MUSLIM: Tabligh Akbar di Lapangan Benteng Medan dihadiri ribuan umat muslim, di Lapangan Benteng Medan, Selasa (11/9).
RIBUAN UMAT MUSLIM: Tabligh Akbar di Lapangan Benteng Medan dihadiri ribuan umat muslim, di Lapangan Benteng Medan, Selasa (11/9).
Meski hujan mengguyur sejak pagi, tidak menjadi penghalang bagi ribuan umat Islam Kota Medan untuk menghadiri Tabligh Akbar, dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1440 H di Lapangan Benteng Medan, Selasa (11/9).
Dengan penuh antusias dan khusyuk, mereka pun memenuhi lapangan untuk mendengarkan tausiah yang disampaikan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof DR Nasaruddin Umar MA.
Selain ribuan umat Muslim, Tabligh Akbar turut dihadiri Wali Kota Medan Drs H T dzulmi Eldin S MSi bersama Ketua TP PKK Kota Medan Hj Rita Maharani SH, Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi, Ketua DPRD Medan Jhon Henry Hutagalung diwakili Wakil Ketua H Iswanda Nanda Ramli, unsur Forkopimda Kota Medan, Kakan Kemenag Kota Medan H Al Ahyu MA, pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan, Camat, lurah serta kepala lingkungan.
Dalam tausiahnya, Nasaruddin mengajak seluruh umat Islam yang hadir untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan ibadah kepada Allah SWT sekaligus mewujudkan masyarakat berkualitas menuju Medan Rumah Kita yang multikultural, berdaya saing humanis, sejahtera dan religius.
Nasaruddin juga mengajak umat Islam untuk hijrah (pindah) menjadi yang lebih baik lagi. Untuk mewujudkan hal itu, harus dibekali dengan rasa kesabaran yang tinggi, lebih ikhlas dan pandai bersyukur.
Untuk kesabaran, Nasaruddin mengatakan ada tiga tingkatan yang harus diraih yakni sabir, masabir dan asshobur. Dari ketiga tingkat kesabaran itu, asshobur yang paling tinggi. Di sini dituntut menjadi orang sabar tanpa batas.
“Orang yang telah berada dalam tingkat asshobur ini, dia senantiasa sabar atas segala bentuk bpbaan maupun ujian yang diberikan Allah SWT kepadanya,” kata Nasaruddin.
Umat Islam juga dituntut harus memiliki rasa ikhlas yang tinggi. Rasa ikhlas yang tinggi terbagi dalam dua kelompok dua yakni mukhlis dan mukhlas. Adapun mukhlis, melakukan kebaikan tetapi masih mengingat kebaikan yang diberikannya. Sehingga rentan berubah menjadi ria.
Sedangkan mukhlas, melakukan kebajikan tanpa ingin diketahui siapapun. “Orang yang sudah masuk kategori mukhlas, senantiasa melakukan kebaikan tanpa pamrih sedikit pun dan tidak maupun diketahui siapapun. Akan tetapi apabila kebaikan yang dilakukannya mendapat pujian, otomatis dia langsung bersedih,” ungkapnya.
Selain sabar dan ikhlas, Nasaruddin mengatakan, umat Islam juga dituntut harus memiliki rasa syukur kepada Allah SWT. Nasaruddin menjelaskan, rasa syukur ada dua yaitu syukur dan assyakur. “Syukur itu menerima atau menghargai nikmat yang telah diberikan Allah SWT, sdangkan assyakur artinya mensyukuri semua yang datang dari Allah SWT baik itu kebaikan maupun musibah. Artinya sekalipun musibah yang datang, orang yang masuk dalam tingkat assyakur tetap bersabar dan menjalaninya dnegan penuh keikhlasan. Dia yakin ada hikmah di balik musibah yang dialaminya tersebut,” pungkasnya.
Sebelumnya Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi dalam sambutannya, mengajak seluruh umat Muslim Kota Medan agar menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H sebagai awal yang baru, untuk kian merekatkan ikatan persaudaraan sesama ikhwanul Muslim (umat Muslim). Sebab, umat Islam saat ini dinilai mulai terpecah belah akibat ada perbedaan pandangan dalam berpolitik.
Ditegaskan Wali Kota, bukan alasan bagi sesama Muslim untuk saling membenci, menghujat dan bermusuhan. Justru jadikan perbedaan dalam dalam agama Islam sebagai sumber kekayaan yang makin memperkuat tali silaturahmi dalam agama rahmatan lil alamin. “Dengan masuknya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H, semoga semakin mempererat tali silaturahmi dan insha Allah akan muncul kemenangan yang gilang-gemilang dengan semangat baru,” harapnya.
Selanjutnya menyambut datangnya tahun politik 2019 yang akan diwarnai dengan Pemilihan Presiden pada bulan April mendatang, Wali Kota pun berharap agar momentum Tahun Baru Islam dapat menjadi perekat ikatan persaudaraan sesama umat muslim yang lebih erat lagi. Kemudian dengan semangat baru disertai dengan niat yang tulus dan ikhlas, Wali Kota pun berharap semua rencana yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik.
“Dengan datangnya Tahun Baru Islam ini, semoga Kota Medan yang kita cintai bersama ini, insha Allah akan menjadi kota masa depan yang religius bagi tumbuh dan berkembangnya keluarga kita. Semua itu dapat terwujud tentunya dengan terus membangun rasa kebersamaan dan senantiasa menjadikan perbedaan yang ada sebagai modal kekuatan untuk membangun Kota Medan menjadi lebih baik lagi ke depannya,” harapnya.
Pelaksanaan Tabligh Akbat berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Sebelumnya di tengah guyuran hujan, umat Muslim Kota Medan mulai pukul 07.00 WIB datang berduyun-duyun untuk mengikuti Tabligh Akbar bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota beserta unsur Forkopimda maupun ibu-ibu.
Sebelum Tabligh Akbar dimulai, acara diisi dengan pembacaan Shalawat Nabi oleh qori yang tergabung sejumlah qori yang tergabung dalam Ikatan Qori-Qoriah dan Hafiaz-Hafidzah (IPQAH) Kota Medan
Selain untuk menyambut dan memperingati Tahun Baru Islam, Tabligh Akbar digelar untuk membangun komuinikasi dalam rangkat mempererat tali silaturahmi antara sesama umat. Di samping itu Tabligh Akbar juga memberi dan berbagi ilmu agama melalui tausiah yang disampaikan pentausiah. (ris)
INTEROGASI: Briptu JHL alias ucok (dua kiri) saat diinterogasi kepolisian.
INTEROGASI: Briptu JHL alias ucok (dua kiri) saat diinterogasi kepolisian.8
GUNUNGSITOLI,SUMUTPOS.CO -Oknum polisi yang bertugas di Polres Nias berinisial JHL alias Ucok pangkat brigadir polisi satu (briptu) ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Gunungsitoli di depan RSUD Gunungsitoli, Rabu (5/9) lalu. JHL ditangkap karena mengedarkan sabu-sabu.
Kepala Seksi Penindakan BNN Kota Gunungsitoli Kompol Arifeli Zega SH MH mengakui bahwa mereka menangkap Briptu JHL alias Ucok.
“Dalam penangkakan ini merupakan pengembangan dari warga sipil berinisial FM alias Ama Wilman yang ditangkap terlebih dahulu,” terang Arifeli.
Hal senada disampaikan Kepala BNN Kota Gunungsitoli AKBP Faduhusi Zendrato SH MH kepada wartawan di kantornya di Jalan Yos Sudarso, Kota Gunungsitoli, Jumat (7/9).
“Setelah kita lakukan penangkapan terhadap Ama Wilman personel BNN langsung melakukan pengembangan kasus, dan akhirnya kita berhasil menangkap Briptu JHL alias Ucok di Jalan Karet, Kota Gunungsitoli”,Terang Faduhusi.
Faduhusi menuturkan, Briptu JHL sempat melawan dan berusaha kabur namun berhasil di tangkap kembali. “Waktu diboyong ke kantor BNN, Briptu JHL sempat melawan dan kabur, tetapi berhasil kita tangkap kembali”, Ujar Faduhusi.
Kata Faduhusi, Briptu JHL merupakan mantan narapidana kasus narkoba yang baru satu bulan keluar dari Lembaga Pemasyarakatan. Dan penangkapan kali ini merupakan penangkapan JHL kali ke empat atas kasus yang sama.
Ditambahkannya barang bukti atas kasus tersebut yakni narkoba jenis sabu seberat 0,16 gram, telepon selular, dan sejumlah uang.
“Kedua pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat 1 dan pasal 112 undang undang republik Indonesia tahun 2009 dengan hukuman minimum 5 tahun dan maksimum 20 tahun penjara,” pungkasnya. (mag-5/azw)
Pemko Binjai dan UMN Jalin MoU.( foto : Istimewa/Sumut Pos)
Pemko Binjai dan UMN Jalin MoU.( foto : Istimewa/Sumut Pos)
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Binjai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah di Kampus UMN Jalan Garu II Medan, Senin (10/9).
Penandatanganan dilakukan oleh Wali Kota Binjai, HM Idaham dan Rektor UMN Al Washliyah H Hardi Mulyono, disaksikan jajaran organisasi perangkat dareah (OPD) Pemko Binjai, dan dosen UMN.
Idaham mengatakan, tujuan dari dilaksanakannya nota kesepahaman ini dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki kedua belah pihak untuk saling membantu dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Kerja sama dan kolaborasi ini penting guna menciptakan SDM yang berkualitas. Pemko Binjai sebelumnya telah melakukan kerja sama beberapa universitas, di antaranya USU dan Politeknik Negeri Medan,” ungkapnya.
Kerja sama dengan UMN merupakan yang kali ketiga dengan kampus. Pertama dengan USU, dan kemudian dengan Politeknik Negeri Medan, kemudian UMN. Untuk membangun kota cerdas di Kota Binjai, maka dilakukan dengan bantuan Politeknik Negeri Medan sebagai pendamping. Saat ini sebanyak dua dosen dan 7 mahasiswa melakukan pendampingan di Binjai Command Center (BCC).
“Pemko berencana di tahun 2019 akan menambah sebanyak 5 hektare lahan yang akan ditanami padi organik, apakah Fakultas Pertanian UMN siap menjadi pendamping,” ujar Idham sembari bertanya.
Kemampuan berkolaborasi sangat tergantung hubungan emosional yang kuat dari pimpinan daerahnya. Keberhasilan Kota Binjai bukan karena Sumber Daya Alam yang berlimpah, tetapi kemampuan kami dalam berkolaborasi dan menjalin kerja sama,” pungkas Idaham.
“SDM yang kami miliki masih belum cukup, berharap dengan kerja sama ini dapat meningkatkan SDM, saya menantang UMN untuk menjadi pendamping kepada kelompok tani menanam padi organik, semoga MoU ini bermanfaat bagi kita semua demi menciptakan generasi berprestasi ke depan,” harap Idaham.
Rektor UMN Al Washliyah, H Hardi Mulyono, mengungkapkan rasa bahagia dan apresiasi atas kunjungan Wali Kota Binjai ke kampus UMN untuk menjalin kerja sama. Ia berharap MoU ini memberikan hasil yang terbaik untuk Pemko Binjai dan UMN. (ted/azw)
MEDAN,SUMUTPOS.CO -Peduli dengan dunia pendidikan, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I memberikan kontribusi dalam bentuk bantuan uang tunai sebesar Rp200 juta. Bantuan diri berikan kepada Sekolah SMP Sidratul Ulya dan perguruan Nur Azizi, Medan.
Penyarahan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan, diserahkan secara langsung oleh General Manager Pertamina MOR I, Joko Pitoyo kepada masing-masing perwakilan Sekolah, di Gedung Serbaguna Kantor Pertamina Medan.
Joko Pitoyo menjelaskan bantuan ini, bisa digunakan dengan baik untuk membangun fasilitas pendidikan yang lebih memadai bagi Sekolah SMP Sidratul Ulya dan perguruan Nur Azizi. Hal ini, untuk wujudkan pendidikan lebih baik lagi kedepannya.
“Melalui bantuan ini, kami berharap masyarakat di kawasan Sekolah SMP Sidratul Ulya dan perguruan Nur Azizi bisa mendapatkan pelayanan pendidikan yang lebih baik dan kedepannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Joko dalam keterangan pres diterima Sumut Pos, Selasa (11/9).
Joko mengungkapkan Pertamina terus berkontribusi untuk bangsa dibidang lingkungan, kesehatan dan pendidikan. Dengan tujuan, menciptakan generasi penerus bangsa yang lebih cerdas, sehat dan bersih.
“Kami juga mengajak semua pihak untuk turut berpartisipasi dan menciptakan iklim pendidikan yang lebih kondusif untuk menunjang generasi penerus bangsa yang berkualitas,” kata Joko.(gus/ram)