Home Blog Page 6031

Menentang Segala Bentuk Penjajahan

NYALAKAN: Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw menyalakan obor secara simbolis tanda dilepasnya peserta pawai obor di depan Kantor Gubernur Sumut, Kamis (16/8).
NYALAKAN: Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw menyalakan obor secara simbolis tanda dilepasnya peserta pawai obor di depan Kantor Gubernur Sumut, Kamis (16/8).

Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution, menghadiri acara pelepasan pawai obor di depan Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Kamis (16/8) malam. Pelepasan pawai obor yang dilakukan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut dan Kota Medan ini, dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia 2018.

Setelah pelepasan pawai obor, acara akan diakhiri dengan upacara militer yang dilakukan tengah malam di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan Jalan Sisingamangaraja Medan.

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw, didampingi Pangdam I/BB Mayjen TNI Ibnu Widodo, Pj Gubernur Sumut Eko Subowo, Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, dan unsur Forkopimda Sumut lainnya, serta Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution, melepas pawai obor yang diikuti ribuan peserta, terdiri dari pelajar, anggota TNI Polri, Apratur Sipil Negara (ASN) sejumlah instansi lingkup Pemko Medan dan Pemprov Sumut, Pramuka, serta organisasi kepemudaan.

Sebelum pelepasan dilakukan, Paulus lebih dulu menyalakan obor seorang peserta pawai secara simbolis. Setelah itu, peserta pawai menghidupkan obornya masing-masing, dan selanjutnya dilepas.

Para peserta pawai selanjuntya berjalan beriringan mengikuti rute yang telah ditetapkan dengan langkah tegap dan penuh semangat. Sebab, pawai obor ini merupakan simbol semangat pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk merebut sekaligus mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Adapun rute pawai obor berakhir di depan TMP Bukit Barisan. Setelah itu, peserta pawai akan mengikuti apel kehormatan, sekaligus renungan suci pada pukul 00.00 WIB, tengah malam.

Usai acara pelepasan pawai obor, Akhyar mengungkapkan, sangat mendukung penuh digelarnya pawai obor, yang digelar rutin sehari jelang Hari Kemerdekaan.

Ia menilai, pawai obor merupakan simbol semangat perjuangan yang terus menyala dalam melawan segala bentuk penjajahan di atas dunia.

“Semangat ini harus terus menyala dalam jiwa kita masing-masing, untuk menentang segala bentuk penjajahan,” tutur Akhyar.

Akhyar juga mengajak masyarakat untuk selalu mengingat jasa para pahlawan, karena telah mengorbankan jiwa dan raganya, sehingga seluruh rakyat Indonesia dapat mengihirup udara kemerdekaan, seperti saat ini. “Untuk itu, mari kita isi kemerdekaan ini dengan pembangunan sesuai dengan bidangnya masing-masing, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Medan, serta kesejahteraan seluruh masyarakatnya,” harapnya. (ris/saz)

Harusnya Hasan Basri Tidak Memenuhi Syarat

Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos TMS: Hasan Basri seharusnya tidak memenuhi syarat (TMS) sebagai bakal calon anggota legislatif (Bacaleg).
triadi wibowo/sumut pos
TMS: Hasan Basri seharusnya tidak memenuhi syarat (TMS) sebagai bakal calon anggota legislatif (Bacaleg).

MEDAN-Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan, Raden Admiral menyebut aparatur sipil negara (ASN) tidak diperkenankan berpolitik. Maka dari itu, ia menilai seharusnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan menyatakan pencalonan Hasan Basri sebagai bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) tidak memenuhi syarat (TMS).

“Betul, tidak boleh ASN berpolitik. Kalau memang nama Hasan Basri yang diumumkan KPU sebagai daftar calon sementara (DCS) adalah ASN, maka dari awal harusnya sudah TMS,” jelas Raden, di Medan, Kamis (16/8).

Menurutnya, seharusnya partai politik (Parpol) tahu aturan. Meski begitu, pihaknya akan meminta klarifikasi kepada KPU Medan.

“Nanti akan kita tanya apa pertimbangan KPU Medan menetapkan Hasan Basri yang diduga sebagai ASN menjadi DCS. Apa yang mereka pertimbangkan sampai akhirnya memutuskan untuk memasukkan nama Hasan Basri sebagai DCS ,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari ratusan daftar calon sementara (DCS) yang diumumkan oleh KPU Medan terselip nama Hasan Basri.

Kepala Dinas Pendidikan Medan itu maju sebagai caleg DPRD Medan dari Partai Nasdem di daerah pemilihan V, dengan nomor urut 2. (mbd/ala)

Banyak Warga tak Tahu DCS

Sejumlah warga mengaku tidak tahu tentang adanya daftar calon sementara (DCS) Pileg 2019. Apalagi yang diumumkan untuk mendapatkan tanggapan masyarakat tentang bakal calon anggota legislatif (bacaleg) apakah punya latar belakang tertentu. Bahkan, nama-nama diketahui setelah ada alat peraga kampanye (APK) dan sosialisasi personal.

WARGA Perumnas Mandala Irwan Hasibuan (40) mengatakan, dirinya hanya mengenal beberapa nama anggota DPRD yang sering muncul. Sementara untuk nama bacaleg yang diumumkan di DCS sama sekali belum pernah diketahuinya.

Menurutnya, pendaftaran caleg ada di partai politik. Sehingga masuk atau tidak, tergantung pada partianya sendiri. Bukan dari KPU.

“Setahu saya itu dari partai dulu, dia dimasukkan atau tidak. Kemudian KPU mengumumkan nama-namanya. Setelah itu caleg berkampanye,” ujar Irwan, Jumat (17/8).

Dari beberapa kali ikut serta sebagai pemilih, dirinya mengetahui beberapa nama caleg baik DPRD kabupaten/kota, provinsi, DPR RI ataupun DPD RI setelah ada sosialisasi dan kampanye dari yang bersangkutan.

Selain itu, juga dari kedekatan kerabat, warga sekitar atau teman-teman yang dikenal.

“Kalau sudah jadi, itulah yang kita tahu. Atau kalau aktif dia di ormas, terkenal,” katanya.

Senada diungkapkan Dharma warga Jalan Pancing Medan. Ia mengaku sama sekali tidak tahu menahu soal DCS.

Menurutnya, nama yang sudah masuk dari partai politik ke KPU adalah orang yang akan menjadi caleg nantinya. Sedangkan untuk tanggapan masyarakat, dirinya tidak tahu bahwa ada tahapan meminta tanggapan masyarakat yang juga bisa menjadi penentu lolos atau tidaknya seseorang menjadi caleg yang diumumkan dalam daftar caleg tetap (DCT).

“Ya kalau udah diumumkan (DCS), sepertinya udah masuk itu. Kan nggak mungkin partai nggak seleksi siapa calegnya. Makanya kita pun nggak tahu ada seperti itu,” sebutnya.

Sementara, Samsiah (35) warga Deli Serdang menyebutkan dirinya pernah melihat ada nama-nama bacaleg ditampilkan melalui media.

Namun, karena jumlahnya banyak dan tidak ada nama yang dicari atau kenalan yang maju, ia pun mengabaikan hal itu.

“Saya nanti saja, nunggu suami kasi tahu siapa caleg yang bagus untuk dipilih. Kalau tanggapan masyarakat itu saya nggak tahu sepeti apa prosesnya,” katanya.

Dirinya bahkan mengaku bingung dengan banyaknya nama-nama yang muncul. Apalagi katanya, tidak ada yang dikenal sama sekali.

Sehingga siapapun yang muncul nantinya, akan diketahui dari bahan kampanye yang bisanya muncul di berbagai media.(bal/ala)

Malas Tanggapi DCS Bacaleg

SELAMA sembilan hari, mulai 12 hingga 21 Agustus 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) di semua tingkatan membuka tanggapan atau masukan masyarakat atas pengumuman daftar calon sementara (DCS) bakal calon legislatif yang akan bertarung di Pemilihan Legislatif 2019.

Terkhusus di KPU Sumut, selama sepekan tahapan ini dibuka, diklaim sudah ada tanggapan atau masukan masyarakat atas data DCS tersebut. Hanya saja soal antusiasme masyarakat menanggapi nama-nama para bacaleg belum diketahui secara rinci oleh KPU Sumut.

“Menurut laporan sekretariat sudah ada. Tapi saya belum dapat laporan lengkapnya, besoklah ya,” ungkap Komisioner KPU Sumut Divisi Teknis, Benget Manahan Silitonga saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (17/8).

Dia menyebutkan, ada 1.333 DCS Anggota DPRD Sumut Pemilu 2019 yang berasal dari 16 partai politik. Merekalah nantinya yang akan memperebutkan 100 kursi anggota DPRD Sumut pada 12 daerah pemilihan (Dapil).

“Oleh sebab itu, menjadi penting sejak dini mendorong partisipasi publik, khususnya pemilih, mengetahui dan mendalami kualitas dan rekam jejak mereka. Supaya nanti 17 April 2019 terpilih wakil-wakil rakyat yang mampu memproduksi kebijakan publik yang berkeadilan dan mensejahterakan masyarakat Sumut,” katanya.

Adapun rincian alokasi bacaleg di 12 Dapil tersebut, antara lain, PKB 100 calon (12 dapil), Partai Gerindra 100 calon (12 dapil), PDI Perjuangan 99 calon (12 dapil), Partai Golkar 100 calon (12 dapil), Partai NasDem 100 calon (12 dapil), Partai Garuda 18 calon (6 dapil), Partai Berkarya 19 calon (6 dapil), PKS 79 calon (12 dapil), Partai Perindo 91 calon (12 dapil), PPP 92 calon (12 dapil), PSI 57 calon
(10 dapil), PAN 100 calon (12 dapil), Partai Hanura 99 calon (12 dapil), Partai Demokrat 100 calon (12 dapil), PBB 79 calon (12 dapil), dan PKPI 100 calon (12 dapil).

“DCS anggota DPRD Sumut Pemilu 2019 lebih lengkap dapat diunduh di http://kpud-sumutprov.go.id. Suka atau tidak suka, senang atau kurang senang, merekalah nantinya yang akan menjadi politisi yang menentukan kualitas kebijakan publik bagi rakyat Sumut lewat 3 kewenangan yang dimiliki yakni legislasi, pengawasan dan penganggaran,” pungkasnya.

Terpisah, Pengamat Politik Universitas Medan Area (UMA), Agus Suriadi berpandangan minat masyarakat untuk menanggapi DCS bacaleg ini masih tetap rendah. Menurutnya, ada dua alasan yang melatarbelakangi rendahnya antusiasme masyarakat ini.

“Pertama, masyarakat jenuh dan bosan terhadap proses ini semua. Ditambah tokoh-tokoh yang muncul di elite politik orangnya itu-itu saja,” jelas Agus.

“Kedua ekspektasi masyarakat terhadap elite politik sudah mulai hilang. Karena setelah mereka duduk pun tak ada perubahan yang signifikan terhadap nasib masyarakat,” sambungnya. Meski begitu, mekanisme dan tahapan yang dilakukan KPU sesuai Undang-undang memang harus dilakukan untuk me minta masukan atau tanggapan masyarakat.

“Kalaupun ada tanggapan masyarakat yang masuk, bukan karena rasa kritis masyarakat. Tetapi lebih kepada ada kepentingan antarcalon yang saling jegal. Apalagi bila kita belajar dari pengalaman setiap kali pemilu, sepertinya masyarakat kurang antusias untuk persoalan-persoalan seperti itu,” ujar Agus.

Pengamat dari Universitas Sumatera Utara (USU), Bimby Hidayat mengatakan, persoalan substansi bukan pada ada atau tidaknya partisipasi masyarakat dalam memberi tanggapan, namun lebih kepada kejujuran bacaleg sendiri.

“Diutamakan apakah dirinya memang layak dan pantas untuk mewakili suara rakyat kelak. Selain itu kelembagaan parpol dalam rekrutmen politik haruslah memasukkan poin penting, yakni caleg yang memiliki kualifikasi baik dan bersih. Sehingga layak dicalonkan sebagai bakal calon,” katanya.

Ia menyarankan KPU menggandeng beberapa lembaga kredibel seperti BNN, KPK, IDI, psikolog guna bisa memastikan bahwa bacaleg itu sehat fisik dan mental, juga steril dari masalah korupsi. Ini penting, agar KPU memroleh data yang jelas dan valid. (prn/ala)

Lions Club Medan Gelar Donor Darah

Istimewa/sumut pos DIABADIKAN: Pengurus Lions Club Medan Merdeka District 307-A2 Indonesia diabadikan di sela-sela kegiatan bakti sosial donor darah di Centre Point Medan, Jumat (17/8).
Istimewa/sumut pos
DIABADIKAN: Pengurus Lions Club Medan Merdeka District 307-A2 Indonesia diabadikan di sela-sela kegiatan bakti sosial donor darah di Centre Point Medan, Jumat (17/8).

MEDAN-Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan RI, Lions Club Medan Merdeka District 307-A2 Indonesia bekerja sama dengan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Medan dan Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan bakti sosial donor darah di lantai UG Centre Point Medan, Jumat (17/8).

Presiden Lions Club Medan Merdeka periode 2018-2019, Suryani Susilo didampingi Ketua Panitua Donor Darah Eddy Tiogana mengatakan, pihaknya menargetkan 120 kantong darah terkumpul dalam gelaran kali ini.

“Untuk kepengurusan baru, ini menjadi donor darah pertama yang kami lakukan. Acara ini untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia, sebelumnya kami ziarah ke makam pahlawan  dan tadi pagi melaksanakan upacara bendera di PPMLI  dan dilanjutkan ke acara donor darah ini. Kami menargetkan bisa mengumpulkan 120 kantong darah,” katanya.

Pemilihan lokasi donor darah di Centre Point, pihaknya menargetkan pedonor pemula dan juga para karyawan di Centre Point yang mungkin tidak bisa donor darah terhalang dengan waktu dan tempat.

“Kita targetkan pendonornya dari pengunjung, khususnya anak muda atau pendonor pemula. Kemudian para karyawan di Centre Point,” tambah Eddy. Acara Donor Darah dilakukan sejak pukul 09.30 WIB sampai pukul 15.00 WIB. Antusias pengunjung cukup besar, tercatat ada sekitar 300 kantong darah yang terkumpul.

Seorang pendonor, Melisa (19) mengaku baru pertama kalinya melakukan donor darah. Ia mengapresiasi acara yang diadakan Lions Club Medan Merdeka dan Imaji di Centre Point.  ”Alhamdulilah acaranya diadakan di sini, karena kalau di luar, saya tidak bisa ikut,” tuturnya. (ris/azw)

APJII-GCR Dukung Pemerintah Kembangkan Smart City

BERSAMA: Reynal Nasrial (Sales Manager Edgecore), Robert Tan (Komisaris PT SSI), Ketua APJII Sumut (Bambang Heru wijaksono), Andi Tanudiredja (Country Manager GCR), dan  M Hafizullah aulia (Managing Director PT SSI), berfoto bersama di Medan. usai pembukaan Open Networking Platform Technology Seminar yang digelar di Medan, Rabu (15/8). ()
BERSAMA:
Reynal Nasrial (Sales Manager Edgecore), Robert Tan (Komisaris PT SSI), Ketua APJII Sumut (Bambang Heru wijaksono), Andi Tanudiredja (Country Manager GCR), dan  M Hafizullah aulia (Managing Director PT SSI), berfoto bersama di Medan.
usai pembukaan Open Networking Platform Technology Seminar yang digelar di Medan, Rabu (15/8). ()

MEDAN-Asosiasi Penyelenggara Jasa Intenet Indonesia (APJII) dan Global Channel Resources (GCR) berkomitmen mendukung pemerintah, khususnya Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dalam pengembangan smart city. Hal itu disampaikan Ketua APJII Sumut, Bambang Heru Wijaksono dalam Open Networking Paltform Technology Seminar di Medan, Rabu (15/8).

Diungkapkan Bambang, saat ini di Sumut ada 37  provider internet  yang menjadi anggota APJII Sumatera Utara dan  secara nasional ada sekitar 400. Keberadaan provider internet di Sumut tentu akan ini menjadi pendukung bagi pengembangan smart city. “Smart city merupakan suatu keniscayaan , di mana cepat atau lambat harus diimplementasikan terutama di ibu kota provinsi,”kata Bambang.

Di samping itu, persaingan bisnis di dunia internet yang semakin ketat menuntut provider internet untuk harus terus berinovasi dan berkolaborasi dengan vendor lain, sehingga pengembangan smart city akan semakin cepat terlaksana.

Country Manager GCR Indonesia, Andi Tanudiredja mengungkapkan, sebagai perusahaan global sourcing yang fokus pada jaringan B2B (Business to Business), yang menyediakan solusi Internet of Things (IoT) dan jasa cloud sejak tahun 2013, GCR menjadi jembatan bagi channel partner di berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Dengan provider solusi, GCR berkomitmen untuk bersama-sama dengan pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan bisnis dan selalu mengikuti perkembangan zaman Internet of Things dan Cloud Computing saat ini,” kata Andi Tanudiredja didampingi oleh Business Development Manager GCR, Ernita Chen.

Ditambahkan Andi, GCR juga menyediakan solusi e-commerce pada jaringan Business to Business (B2B), yang tak hanya mendukung pengembangan smart city tapi juga penggabungan solusi smart city yang ada.

“Smart city merupakan penggabungan yang mencakup banyak hal. “Di antaranya,  smart education, smart building, smart factory, smart transportation, dan hal-hal lainnya yang berujung pada public service,”kata Andi Tanudiredja.

Sementara itu, Komisaris PT Sumatera Sistem Integrasi (SSI), Robert Tan selaku perusahaan yang bergerak di bidang sistem integrator, menyatakan siap memberikan layanan konsultasi, design dan implementasi Smart City Deployment bagi pemerintah kota yang siap menerapkannya.

Kegiatan Open Networking Platform Technology Seminar merupakan kerjasama APJII, GCR, dan PT Sumatera Sistem Integrasi (SSI). Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja APJII Sumut, yang bertujuan untuk meng-update teknologi dan trend di industri internet bagi seluruh anggota APJII Sumut. “ Kami harapkan seminar ini akan memberikan manfaat bagi seluruh anggota APJII Sumut dan juga bagi  perencanaan implementasi smart city yang ada di Sumatera Utara, “ kata Robert Tan lagi. (ris/azw)

18 Aktivis Perebutkan Kursi DPRD Sumut

MEDAN-Dari 1.335 bakal calon anggota DPRD Sumatera Utara yang tercatat dalam daftar calon sementara (DCS), sedikitnya 10 orang pada zamanya dikenal sebagai sosok berintegritas. Berada di barisan terdepan, gigih memperjuangkan demokrasi, penegakan Hak Azasi Manusia (HAM) serta pemberantasan korupsi.

Mereka adalah aktivis-aktivis yang kerap berada di kerumunan rakyat tertindas yang hak-haknya dikebiri atau dirampok. Sebagian dari para aktivis ini, pada era perjuangan reformasi 1998, berstatus mahasiswa. Namun, ada pula aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Beberapa di antaranya adalah mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik Aswan Jaya dan Kamaluddin Pane.

Lalu Mulana Samosir yang dikenal sebagai dedengkot Kelompok Studi Mahasiswa Merdeka, Janri Damanik (GMNI), Leonardo Marbun (pembela nelayan), Parlin Manihuruk (pejuang buruh), Safaruddin Siregar (pembela petani), Irham Buana Siregar (mantan Direktur LBH Medan), Harun Nuh (pejuang reforma agraria), Harris Nixcon Tambunan (penentang berdirinya pabrik bubur kertas PT Toba Pulp Lestari) dan sebagainya.

Kini, nama-nama aktivis pejuang rakyat tersebut telah sah berada di dalam DCS. Tak lagi berteriak di pinggir jalan sebagai parlemen jalanan, agaknya mereka ingin memindahkan arena perjuangannya selama ini di gedung DPRD Sumut sebagai anggota legislatif.

“Walau sedikit terlambat, terjunnya para mantan aktivis ini menjadi bakal anggota dewan merupakan berita baik bagi perkembangan demokrasi di tingkat Sumut,” tutur Direktur Eksekutif Suluh Muda Indonesia (SMI), Kristian Redison Simarmata, beberapa waktu lalu.

SMI merupakan lembaga swadaya masyarakat yang bergiat mendorong terciptanya praktik demokrasi dalam arti sesungguhnya, bukan prosedural, di Sumut.

Menurut mantan aktivis dari Forsolima dan Front Perjuangan Pemuda Indonesia ( FPPI) ini, seharusnya Mulana, Aswan, Kamaluddin, Janri dan yang lainnya sudah sejak 20 Tahun lalu bertarung merebut kursi parlemen.

Yakni, saat terjadinya kekosongan akan sosok-sosok yang peduli pada penguatan demokrasi, pemberantasan korupsi, penegakan keadilan dan sebagainya.

“Tapi nggak apa walau terlambat,” ujar Kristian, yang juga anggota Dewan Kerja Jaringan Advokasi Buruh Sumatera Utara.

Berikut nama-nama mantan aktivis yang bertarung memperebutkan kursi anggota DPRD Sumatera Utara pada Pemilu Legislatif 2019. Mereka masing-masing, Tunggul CE Butar-butar, mantan aktivis PRD, Dapil Sumut 10 PKB; Leonardo Marbun, pejuang nelayan, Dapil Sumut 1 PDIP; Surya Adinata, pegiat LBH Medan, Dapil Sumut 1 PDIP; Aswan Jaya, mantan aktivis PRD, Dapil Sumut 2, PDIP dan Sarma Hutajulu, anggota DPRD Sumut incumbent, Dapil Sumut 9 PDIP.

Kemudian, Mulana Samosir, mantan pendiri KSMM, Dapil Sumut 9 PDIP; Jantoguh Damanik, anggota DPRD Sumut incumbent, Dapil Sumut 10 PDIP; Janri Parkinson Damanik, aktivis GMNI, Dapil Sumut 10 PDIP; Irham Buana Nasution, mantan Direktur LBH Medan, Dapil Sumut 1 Golkar dan Harris Nixcon Tambunan, penentang PT TPL, Dapil Sumut 6 Golkar.

Selanjutnya, Natanail Ketaren, aktivis GMNI, Dapil Sumut 2 Nasdem; Harun Nuh, pejuang landreform, Dapil Sumut 3 Nasdem; Arnold Lumban Gaol, aktivis GMKI, Dapil Sumut 2 PSI; Gindo Nadapdap, pejuang hak-hak buruh, Dapil Sumut 3 PSI dan Parlin Manihuruk, pejuang buruh dan petani, Dapil Sumut 1 Demokrat.

Selain itu, Safaruddin Siregar, pejuang petani, Dapil Sumut 7 Demokrat; Kamaluddin Pane, mantan aktivis PRD, Dapil Sumut 12 Demokrat dan terakhir Marasamin Ritonga, pembela hak-hak anak, Dapil Sumut 7 PBB. (bbs/ala)

Cak Imin Bisa Dianggap Sosok Gigih

ist/SUMUT POS MASIH AKUR: Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin saat masih akur.
ist/SUMUT POS
MASIH AKUR: Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin saat masih akur.

JAKARTA-Pernyataan Mahfud MD yang menyebut Muhaimin Iskandar alias Cak Imin merupakan salah seorang aktor di balik drama kegagalannya menjadi cawapres Jokowi. Itu diungkap Mahfud pada acara Indonesia Lawyer Club (ILC) beberapa hari lalu. Hal tersebut dinilai dapat memengaruhi perolehan kursi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Pemilu 2019.

Menurut pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing, pengaruhnya bisa positif atau negatif. Tergantung para kader, simpatisan, warga NU dan masyarakat pemilih menyikapi pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

“Pernyataan Pak Mahfud bisa saja memengaruhi perolehan kursi PKB. Tapi bisa positif atau negatif, karena kan harus dilihat dari berbagai variabel,” ujar Emrus kepada JPNN (Grup Sumut Pos), Jumat (17/8).

Pengajar di Universitas Pelita Harapan ini menilai, bisa saja para kader menyambut positif langkah Cak Imin. Dia bisa dinilai telah berupaya maksimal agar calon yang duduk sebagai cawapres Jokowi sosok yang dinilai paling baik.

Selain itu, Cak Imin juga diketahui terus berjuang agar dapat duduk sebagai cawapres pendamping Jokowi, beberapa bulan terakhir.

“Saya melihat, sebagai pemimpin partai dia optimistis dan berani maju. Pemimpin yang baik harus begitu, membuat konstituennya yang militan akan bangga. Jadi tak tertutup kemungkinan langkah Cak Imin justru berkorelasi positif terhadap elektabilitas PKB,” katanya.

Meski demikian, Direktur Eksekutif EmrusCorner ini menilai Cak Imin dan pengurus PKB lainnya tetap perlu bekerja keras. Tidak cukup hanya mengandalkan kemungkinan-kemungkinan yang hasilnya belum pasti.

“Dialek politik dan sosial itu sangat cair. Masyarakat menunggu, melihat dan menanti apa yang mereka tawarkan untuk menyejahterakan masyarakat. Kalau program yang disampaikan terukur, saya kira hasilnya akan sangat dahsyat,” pungkas Emrus.(gir/jpnn/ala)

490 Napi Terima Remisi

BATARA/SUMUT POS REMISI: Wabup Deliserdang Zianuddin Mars memberikan sertifikat remisi kepada perwakilan narapidana Lapas Klas II B Lubukpakam, Jumat (17/8).
BATARA/SUMUT POS
REMISI: Wabup Deliserdang Zianuddin Mars memberikan sertifikat remisi kepada perwakilan narapidana Lapas Klas II B Lubukpakam, Jumat (17/8).

Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars menyerahkan remisi (pengurangan hukuman) kepada 490 narapidana (Napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Lubukpakam,
18 di antaranya langsung bebas.

Penyerahan remisi tersebut langsung diberikan Wakil Bupati usai pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-73 RI, di Lapas Lubuk Pakam, Jumat (17/8).

Adapun napi yang mendapatkan remisi bebas diantaranya, Ardian Permana Munthe, Arman Bin Alm Jaiman, Azhari Bin Abdullah Amin dan Tomi Mandala Putra.

Wabup Zainuddin membacakan sambutan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Yasonna H Laoly mengatakan, bahwa remisi merupakan salah satu sarana hukum yang penting dalam mewujudkan apresiasi pencapaian perbaikan diri yang tercermin dari sikap dan prilaku sehari-hari.

Perbaikan itu tercermin dari sikap warga binaan yang taat selama menjalani pidana, lebih disiplin, lebih produktif dan dinamis. Tolok ukur pemberian remisi tidak didasarkan pada latar belakang pelanggaran hukumannya, akan tetapi didasarkan pada prilaku mereka selama menjalani tahanan.

Remisi dapat dipandang sebagai sebuah instrument yang penting dalam pelaksanaan sistem permasyarakatan, yaitu dalam kerangka untuk memberikan stimulus bagi narapidana agar selalu berkelakuan baik.

Dalam tatarannya dapat dikatakan, bahwa remisi merupakan alat untuk memodifikasi prilaku narapidana. Karena jika mereka tidak mempunyai prilaku baik, maka hak remisi tidak akan diberikan.(btr/han)

Alfamidi Serahkan CSR untuk Pejuang

IST/Sumut Pos BERSAMA: Karyawan Alfamidi berfoto bersama veteran dan tamu dalam acara pemberian CSR berupa sembako di Tobasa, Kamis (16/8).
IST/Sumut Pos
BERSAMA: Karyawan Alfamidi berfoto bersama veteran dan tamu dalam acara pemberian CSR berupa sembako di Tobasa, Kamis (16/8).

Alfamidi selaku perusahaan nasional yang bergerak di bidang jaringan retail supermarket, melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Veteran Indonesia.

di Aula kantor Dinas Bupati Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara pada Kamis (16/8). Acara ini merupakan bentuk kerjasama yang di gelar antara pemerintahan Kabupaten Tobasa dengan Alfamidi.

Branch Manager Alfamidi wilayah Sumatera Utara, Rudy Widodo mengatakan, penyerahan bingkisan kepada veteran ini merupakan salah satu agenda dalam rangkaian peringatan Hari Veteran yang selalu diperingati oleh Alfamidi. Bantuan ini  merupakan bentuk kepedulian dari Alfamidi kepada masyarakat atau lingkungan di sekitar perusahaan.

“Dengan program CSR ini, kami berbagi kepada masyarakat, dari sebagian keuntungan yang didapat oleh perusahaan,” ujarnya.

Dijelaskannya,  Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan strategi bisnis perusahaan agar perusahaan tetap hidup dan ada di masyarakat. Karena sebagai perusahaan jaringan retail nasional, Alfamidi sadar perusahaan tidak akan berkembang tanpa dukungan masyarakat.

Alfamidi membagikan paket sembako untuk para veteran yang turut andil dalam memerdekan Indonesia. Dimana kini, kita bisa menikmati hasil kerja keras dan perjuangan para veteran.

Sementara itu, Marketing Manager Alfamidi Eilayah Sumatera, Rudy Irwansyah menyatakan acara ini merupakan cara Alfamidi mengenang, menghargai pengorbanan dan jasa para pejuang bangsa.

Pengorbanan dan jasa mereka tak pantas untuk dilupakan begitu saja. Bahkan, sebesar apa pun penghargaan yang kita berikan, tidak akan pernah sebanding dengan kontribusi yang telah mereka berikan bagi bangsa ini.

“Dan kita berharap, agar bantuan yang diberikan ini sebagai wujud rasa syukur kita karena telah merasakan kemerdekaan. Dengan CSR perusahaan berharap akan mendapat keuntungan investasi di masa mendatang,” ujarnya.

Dalam acara ini, dihadiri juga oleh Ir. Darwin Siagian, tokoh-tokoh masyarakat dan berserta muspida.

Sementara itu, Asisten 2 Bidang Pembangunan dan Perekonomian Kabupaten Toba Samosir, Jhon Pitter Silalahi mengatakan rasa syukur dan terima kasihnya atas kepedulian Alfamidi selaku perusahaan retail kepada masyarakat sekitar. “Semoga bantuan CSR ini dapat memberikan manfaat buat masyarakat dan lingkungan.

Dan sudah seharusnya  Alfamidi dan masyarakat bisa secara sinergis melakukan  kerjasama dengan pemerintah Tobasa, sehingga proses pembangunan ekonomi, khususnya di Tobasa menjadi lebih aktif dan cepat perkembangannya,” ujarnya. (rel/ram)