Home Blog Page 6030

11.233 Napi Terima Remisi Merdeka

Sebanyak 11.233 orang warga binaan rutan dan lembaga permasyarakatan (Lapas) se-Sumatera Utara, menerima remisi umum dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia. Secara simbolis, SK Remisi diberikan Pj Gubsu, Eko Subowo, kepada perwakilan warga binaan di Lapas Kelas 1 Tanjung Gusta Medan, Jumat (17/8).

PADA kesempatan itu, Pj Gubsu Eko Subowo mengajak kepada seluruh warga binaan yang ada di Sumut untuk berlomba berkelakuan baik, guna memperoleh pengurangan masa hukuman (remisi). HUT Kemerdekaan RI setiap tahun dapat dimanfaatkan warga binaan untuk mendapatkan remisi.

“Setiap Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, negara memberikan remisi kepada warga binaan permasyarakatan yang merupakan bagian dari sistem pembinaan bagi warga binaan. Diharapkan kelakuan warga binaan semakin baik dan memperoleh reward, yaitu remisi,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam sambutan Menteri Hukum HAM yang dibacakan Pj Gubsu Eko Subowo disebutkan, pemberian remisi kepada warga binaan merupakan perwujudan dari kemajuan dan perlindungan Hak Asasi Manusia, sebagai salah satu saran hukum yang penting dalam rangka mewujudkan tujuan sistem pemasyarakatan bagi warga binaan yang berkelakuan baik dan memenuhi syarat lainnya.

Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 merupakan puncak pergerakan kemerdekaan bangsa Indonesia, setelah berabad-abad mengalami pahit getir dalam himpitan belenggu kolonialisme. Kemerdekaan yang diraih tersebut adalah jembatan untuk memakmurkan seluruh rakyat Indonesia, “Untuk itu sebagai anak-anak bangsa, kita semua harus bekerja keras dengan penuh semangat dalam mengisi kemerdekaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sumatera Utara Drs Priyadi, Bc IP MSi mengatakan, remisi yang diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantive .

“Khususnya mereka yang berkelakuan baik dan aktif mengikuti program pembinaan yang ditentukan oleh lembaga permasyarakatan bersama-sama dengan balai permasyarakatan,” katanya.

Priyadi mengatakan, pemberian remisi kepada narapadina adalah sebagai upaya untuk restorative justice. “Untuk memastikan bahwa negara hadir tidak hanya di tengah-tengah masyarakat, tetapi juga di lembaga permasyarakatan,” ujarnya.

Dikatakan Priyadi, jumlah warga binaan di Provinsi Sumatera Utara pada saat ini 33.183 orang dengan kapasitas lapas dan rutan se Sumatera Utara 11.275 orang. “Ini berarti kapasitas lapas dan rutan di Sumatera Utara overload sekitar 164 persen dari jumlah warga binaan yang ada di Sumut,” ujarnya.

Sumut Bakal jadi Lumbung Listrik
Sebelumnya, Pj Gubsu Eko Subowo saat menjadi inspektur upacara HUT ke-73 Kemerdekaan RI di Lapangan Merdeka Medan, Jumat (17/8), mengatakan, pelaksanaan Pilkada serentak 2018 telah dilalui dengan lancar dan kondusif. Karenanya, diharapkan pelaksanaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) di Sumatera Utara juga berjalan dengan aman, damai, dan tenteran. Sehingga pembangunan di Sumatera Utara dapat terlaksana dengan baik di segala sektor.

“Saya harap Sumut semakin baik dari sebelumnya. Di hari kemerdekaan ini, marilah kita lewatkan dengan semangat Merdeka. Saya juga berterima kasih kepada warga Sumut telah melewatkan Pilkada dengan aman damai dan tentran tapi semoga Pilpres juga sejalan,” ucap Eko.

Pada kesempatan itu, dia juga berpesan agar pilpres dan legislatif kelak berjalan dengan aman dan tentram juga, sehingga pembangunan dapat terlaksana dengan baik, mengingat masih banyak terdapat infrastruktur yang belum memadai. “Untuk pembangunan infrastruktur Sumut perlu diprioritaskan karena masih banyak jalan desa-desa yang rusak dan tak memadai. Ke depannya, dengan usia Indonesia 73 tahun bisa mengatasi kemiskinan,” harapnya.

Eko juga mengimbau agar seluruh masyarakat bersatu, bekerja keras dan bahu membahu mewujudkan program pembangunan. “Sesuai dengan tema perayaan HUT tahun ini, kerja kita prestasi bangsa, bersama-sama kita wujudkan program-program prioritas nasional yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.

Kemarin kita dengar pidato pengantar RAPBN 2019, infrastruktur jadi salah satu fokus penting, khususnya infrastruktur konektivitas dan ekonomi,” jelas eko.

Eko juga menyinggung masalah energi di Sumut. Kata Eko, Sumut telah ditetapkan menjadi satu provinsi untuk menyusun rencana umum energi daerah (RUED) sesuai dengan acuan rencana umum energi nasional (RUEN) untuk menggunakan energi terbarukan.

Sumut merupakan salah satu lumbung energi terbarukan, termasuk panas bumi, air, atau pembangkit listrik tenaga air dan lainnya. “Sebentar lagi jika semua rampung, semoga Sumut bisa menjadi provinsi surplus listrik. Sehingga bisa menyumbang tenaga listrik untuk provinsi-provinsi lain yang membutuhkan,” ungkap Eko.

Tetap Stabil
Sehari sebelumnya, Kamis (16/8), saat mendengar pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo menyambut HUT RI, tentang APBN 2019 dan Nota Keuangan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumut, Eko mengajak seluruh elemen masyarakat Sumut merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia dengan sukacita sembari bertekad tetap bekerja keras dan meningkatkan prestasi. “Mari kita rayakan HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI dengan sukacita, disertai dengan tekad tetap bekerja keras dan berprestasi untuk tahun-tahun yang akan datang,” katanya.

Ia pun berharap kepada seluruh masyarakat Sumut agar menjadi tuan rumah yang baik dalam even-even nasional yang ada di daerah ini. Seperti Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Nasional (MTQN) XXVII yang digelar Oktober mendatang. “Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Sumut adalah masyarakat yang baik, berprestasi, masyarakat juara dan menjunjung tinggi fair play. Kita tunjukkan bahwa masyarakat Sumut siap menjadi terdepan menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa, khususnya Sumut,” ujarnya.

Secara pribadi ia mengaku optimis bahwa tahun depan kondisi dalam negeri termasuk Provinsi Sumut, tetap stabil secara politik dan juga ekonomi. Sesuai dengan pidato presiden, menurutnya, bahwa APBN 2019 masih berpihak kepada infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia, dan menggerakkan ekonomi kecil dengan berbagai insentif.

Selain itu anggaran dengan porsi besar juga untuk kesehatan dan pendidikan. “Yang terbesar lagi adalah untuk infrastruktur yang mencapai Rp 400 triliun lebih. Dan ini sangat bagus untuk kemajuan perekonomian kita,” ujarnya.

/// Upacara Penurunan Bendera Khidmat
Upacara penurunan Bendera di Lapangan Merdeka Medan berlangsung khidmat, Jumat (17/8) sore. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Ketua Pengadilan Tinggi Medan Cicut Sutiarso dan bertindak sebagai Komandan Upacara Letkol Gusti Bagus. Dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD Pemprovsu/Pemko Medan, FKUB, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprovsu dan Kota Medan, mahasiswa dan pelajar, serta undangan lainnya.

Usai upacara, dibacakan Surat Keputusan Presiden Indonesia tentang Penganugerahan Satya Lencana kepada ASN yang berprestasi dari beberapa Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara dan sekaligus menyematkan tanda kehormatan oleh Pj Gubsu Eko Subowo didampingi Ketua Pengadilan Tinggi Medan Cicut Sutiarso.

Selain itu, juga diumumkan pemenang perlombaan kebersihan dan dekorasi ruangan kerja bertemakan Hari Kemerdekaan Indonesia di lingkungan Setdaprovsu. Perlombaan ini diselenggarakan dalam memperingatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-73.

Penilaian dilakukan pada tanggal 14 Agustus oleh tim penilai yang merupakan gabungan dari beberapa OPD dan instansi yang berbeda untuk memastikan objektifitas dalam penjurian.

Dari penilaian panitia, Biro Humas dan Keprotolan meraih poin tertinggi di lingkungan Sekretariat Pemerintah Sumatera Utara, 548 poin kemudian diikuti Biro Hukum di posisi kedua dan Biro Pemerintahan di posisi ketiga. Adapun juara harapan I diraih Biro Sosial dan Kesejahteraan, harapan II Biro Umum dan Perlengkapan, harapan III Badan Kepegawaian.

Tidak hanya di lingkungan Setdaprovsu, panitia juga mengadakan lomba ini di lingkungan OPD Provinsi Sumatera Utara. Juara pertama berhasil di raih Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, juara kedua Dinas Pemuda dan Olahraga, ketiga Badan kesatuan Bangsa dan Politik. Sedangkan untuk harapan I, II, III (berurut) Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan dan terakhit Dinas Pendidikan.

Poin dari perlombaan ini adalah kebersihan, kerapian, keasrian dan keramahtamahan di ruangan setiap peserta. Panitia juga ingin melihat Biro, OPD dan peserta lainnya membangun suasana seperti kriteria yang diinginkan panitia.

Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus merasa bangga biro pimpinannya menjadi yang terbaik di lingkungan Setdaprovsu. “Kita tentu bangga Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu berhasil meraih juara pertama. Ini merupakan hasil kerja keras teman-teman di Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu. Ini juga melambangkan semangat kemerdekaan yang ada di Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu,” ungkap Ilyas.

“Kita tentu juga ingin hal-hal seperti ini bisa dipertahankan terutama kerja keras dan gotong royongnya,”

Piala dan hadiah diserahkan langsung oleh Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Eko Subowo usai Upacara Penurunan Bendera Pusaka di Lapangan Merdeka, Medan.(prn)

Paulus: Kalau Cuma Duduk di Kantor, Semua Laporan ‘Beres Pak’

Istimewa PAMITAN: Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw, mengucapkan kata perpisahan saat pamitan ke Pondok Pesantren Babussalam njelang akhiri tugas, Jumat (17/8).
Istimewa
PAMITAN: Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw, mengucapkan kata perpisahan saat pamitan ke Pondok Pesantren Babussalam njelang akhiri tugas, Jumat (17/8).

Tiga belas bulan memimpin Polda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw akan mengakhiri tugasnya secara resmi, Senin (20/8) lusa. Sebelum kembali ke Mabes Polri, Paulus menyempatkan diri bereuni dengan teman semasa sekolahnya, mulai SD dan SMP di Sibolangit, sekaligus bersilaturahmi dengan awak media dan pamitan ke Pondok Pesantren Subussalam.

“MULAI Senin saya akan dilantik di tempat tugas saya yang baru. Malam ini kita buat acara silaturrahmi. Meski dadakan, tapi terimakasih kepada awak media, serta para teman SD dan SMP saya yang sudah menyempatkan waktu datang ke sini,” kata, Irjen Pol Paulus Waterpauwn
saat memberi kata sambutan di acara reuni dan silaturahim, di The Hill Sibolangit, Kamis (16/8).

Paulus mengatakan, setelah 13 bulan bertugas di Sumut, dirinya akan menjadi dosen di Lemhanas. “Tiga belas bulan memimpin Polda Sumut, membuat saya lebih paham mengenai keberagaman dan sejarah dari Sumut,” cetusnya.

Pada kesempatan ini, Paulus menceritakan isi hatinya selama menjabat sebagai Kapoldasu. Mulai dari blusukan ke beberapa Polres untuk mengetahui apa yang terjadi di lini bawah, hingga mengenang kisah Bung Karo saat diasingkan Belanda di Pesanggrahan Bung Karno di Parapat.

“Saya memang suka ke mana-mana saat menjadi Kapolda. Tapi ini bukan hanya sekedar jalan-jalan. Ini merupakan kunjungan kerja, yang sering saya anggap sebagai blusukan,” tuturnya.

Ada satu blusukan yang berkesan baginya. Saat itu ia menemani bekas ajudannya yang datang dari Papua ke Kota Medan. Kedatangan mereka untuk melihat-lihat Danau Toba. “Saya setir sendiri mobil mulai dari Tomok, Tele, Dairi, Tanah Karo, Brastagi, dan Kota Medan. Selama 8 jam perjalanan saya nyopir sendiri untuk melihat kondisi di lapangan,” ujarnya.

Ketika tiba di Sibolangit, mereka melihat arus lalu-lintas yang macet total mulai dari Sibolngait sampai perbatasan Kota Medan. Macet di jalur Brastagi ternyata kerab terjadi saat hari libur tiba. Penyebab kemacetan itu, menurut Kapoldasu ke-41 ini, karena ada pertigaan dan penyempitan jalan.

“Melalui telepon seluler, saya langsung mengumpulkan para Kasatlantas, dan bertanya kenapa tidak pernah mencoba rekayasa jalan menuju Brastagi? Saya bilang, coba lakukan sistem buka tutup arus lalu-lintas, sehingga kemacetan dapat diurai,” kenangnya.

Sistem buka tutup jalur, menurutnya, rutin dilakukan para Kasatlantas dan polisi dari Polsek terdekat di Puncak Ciawi, Jawa Barat, setiap Sabtu dan Minggu.

“Kenapa kalian tidak lakukan itu? Kenapa tunggu Kapolda turun baru kalian bergerak? Sistem buka tutup arus ini ‘kan bisa diatur? Jam berapa sampai jam berapa buka tutup arus bisa disosialisasikan. Jadi maksud saya, kehadiran kita harus ada solusi dan perubahan. Kalau kita cuma duduk di kantor dan makan enak di ruangan, mana mungkin kita bisa lihat fenomena kecil seperti ini? Kalau cuma terima laporan dari bawah, pasti mereka bilang: semua beres Pak,” katanya.

Fenomena lain, sambung Paulus, saat dirinya melintas di Tele, ada kebakaran hutan dan lokasinya dekat dengan Polres setempat. “Saya tegur langsung Kapolresnya. Masak ada kebakaran di depan Polres, tapi tidak ada inisiatif untuk berusaha memadamkannya? Kalau kita kurang turun ke bawah, kita tidak akan pernah ketemu barang itu. Itu yang saya lakukan selama menjabat sebagai Kapolda,” ungkapnya lagi.

Paulus sekaligus mohon pengertian karena belum sempat berkunjung ke kantor-kantor media, karena ada beberapa kendala teknis. “Sudah sempat direncanakan. Tapi mendadak ada panggilan tugas. Sebenarnya dimana pun saya ditempatkan, saya selalu berteman baik dengan media. Untuk itulah, sebelum sertijab, saya ingin berpamitan dengan insan media,” katanya tersenyum.

Kepada para teman-teman sekolahnya saat SD dan SMP yang datang reuni, ia menuturkan kisah tentang Bung Karno yang diasingkan Belanda di Pesanggrahan Parapat. “Ternyata dari rumah penahanannya, beliau masih bisa memberi strategi perjuangan lewat ayam dan kangkung. Heran kan? Tak banyak yang tau kan?” kata anak Papua yang mengaku sangat mengagumi para pemimpin ini.

Ia juga menceritakan, ternyata dari Pasanggrahan Bung Karno itu, ada dua terowongan yang dibangun Belanda, yang tembus hingga ke Pantai Bebas Parapat. “Tidak banyak yang tau kisah itu. Nah malam ini saya ceritakan kisah itu untuk teman-teman yang datang langsung dari Surabaya dan Jakarta,” cetusnya.

Teman semasa sekolah SD dan SMP Paulus, juga bergantian bercerita tentang kisah-kisah Paulus semasa sekolah. “Mulai dari SMP sampai SMA, dia itu selalu dapat rangking di kelas. Dia orangnya rapi, cekatan, dan tak mudah menyerah. Cuma.. badannya dulu tak sebesar sekarang,” kata Billy Patty, teman Paulus Waterpauw sewaktu SMP Negeri 6 dan SMA Negeri 5 Surabaya.

Dikatakan Billy, sangkin rapinya, Paulus selalu lama saat berdandan apalagi saat menyisir rambut. “Bisa-bisa memakan waktu setengah jam untuk menyisir rambut. Setelah lama di sisir, eh ternyata rambutnya susah diatur karena kribo rambutnya,” kata Billy lagi, membuat hadirin tertawa.

“Paulus mempunyai sisir khusus untuk rambutnya saat masih sekolah,”kata Billy sambil terkekeh. Yang paling unik, kalau sisirnya tidak ada, Paulus bisa jadi tidak sekolah.

Masih cerita Billy, ia dan Paulus mempunyai kenangan yang sulit dilupakan. Kenangan itu saat ia dan Paulus sama-sama mendaftar polisi dari jalur Akpol. “Kami menaiki motor Suzuki butut milik saya untuk bisa mendaftar. Alhamdulillah, kami selamat sampai ke tempat pendaftaran.

Namun yang lulus ya si Paulus. Saya gagal karena kurang tinggi,” katanya sembari tertawa.

Malam itu, reuni bareng teman sekolah cukup meriah, dengan hiburan dan kisah-kisah cinta semasa SMP dan SMP, juga kisah-kisah dengan guru-guru. Serta kisah-kisah kendala bahasa yang dialami Paulus, saat dia baru pindah dari Papua di Jawa. Malam reuni dan silaturahim itu berlangsung penuh gelak tawa dan hiburan.

Pamitan ke Pondok Pesantren Babussalam
Masih dalam rangka berpamitan, Jumat (17/8), Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw beserta rombongan, meneruskan silaturahmi ke Pondok Pesantren Babussalam Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, sekaligus berpamitan kepada Tuan Guru Syekh Hasyim Al-Syarwani.

Di pondok pesantren, Kapolda disambut Tuan Guru Syekh Hasyim Al-Syarwani. Rombongan dipersilakan masuk ke dalam rumah panggung.

Di hadapan Tuan Guru, Paulus menyampaikan dirinya akan mengakhiri tugas sebagai Kapolda Sumut. Sekaligus memohon doa di tempat tugas barunya. “Terima kasih sudah datang kemari (pondok pesantren). Selamat jalan dan selamat bertugas di tempat yang baru,” ucap Syekh Hasyim Al-Syarwani kepada Paulus.

Kepada wartawan, Paulus menyampaikan, maksud kedatangannya untuk berpamitan. “Pada Juli 2017 atau 3 hari menjadi Kapolda, saya bersilaturahmi menitip diri dengan Tuan Guru. Jadi sangat eloklah setelah mengakhiri tugas ini, saya juga mohon pamit,” ujar Kapolda.

Kata Paulus, selama bertugas di Sumut, dirinya merasa terbantukan melalui doa Tuan Guru. “Berkat Tuan Gurulah berita itu ke mana-mana. Walaupun saya seorang Kristiani, tapi saya sangat dekat dengan orang muslim,” katanya.

Pada kesempatan ini, Kapolda didampingi istri Megawati Pasaribu dan Direktur Pam Obvit, Kombes Pol Heri Subiansauri, menyerahkan bantuan satu ekor lembu dan sembako. “Bersamaan dengan Hari Raya Qurban, kami menyerahkan bantuan lembu dan sembako. Ini hal yang biasa kami lakukan,” tandas Paulus.

Bantuan lembu dan sembako secara simbolis diterima anak Syekh Hasyim Al-Syarwani.

Usai bertugas sebagai Kapoldasu, Irjen Pol Paulus Waterpauw akan menduduki jabatan baru sebagai Pati Lemdiklat Polri (Penugasan PD Lemhannas RI). (gusman)

Tersangka Hanya Martin, 4 Kasek Lolos

PAPARAN OTT: Wakapolres dan Kasat Reskrim memaparkan kasus OTT di Disdik Langkat di halaman Mapolres, Kamis (16/8) sore. Saat paparan ini, Polres Langkat tak menyertakan tersangka.
PAPARAN OTT: Wakapolres dan Kasat Reskrim memaparkan kasus OTT di Disdik Langkat di halaman Mapolres, Kamis (16/8) sore. Saat paparan ini, Polres Langkat tak menyertakan tersangka.

LANGKAT – Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang kembali mengguncang Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, dipaparkan Polres Langkat, Kamis (16/8) sore .

Menurut polisi, tersangka kasus pungli tunjangan profesi guru (TPG) sebesar Rp200 ribu per guru hanya satu orang, yakni Martin (51), Koordinator UPTD Kutambaru Dinas Pendidikan Langkat. Saat paparan, tersangka tidak dihadirkan.

Paparan diawali pembacaan teks perkara oleh Wakapolres Langkat, Kompol Hendrawan, didampingi Kasat Reskrim, AKP Firdaus dan Kanit Tipikor. “Pelaku yang kena OTT oleh Satreskrim, saat itu menerima uang yang berasal dari para guru SD. Di tangan saudara M (Martin) ditemukan uang kontan senilai Rp5,15 juta. Selanjutnya, pelaku dan barang bukti kami bawa ke Polres Langkat,” kata Wakapolres, saat membaca teks perkara.

Saat OTT, tersangka Martin selaku koordinator UPTD Disdik Langkat di Kecamatan Kutambaru, dibawa ke Polres berikut 12 orang saksi, yakni empat kepala sekolah, operator, dan sejumlah guru. Uang pungli yang diberikan para Kepala Sekolah Dasar se-Kutambaru kepada Martin itu, adalah uang sertifikasi guru periode ketiga yang sebelumnya dikutip para kasek dari para guru untuk Koordinator UPTD.

Soal motif korupsi atau pemerasan, Wakapolres mengatakan, termasuk pungli pemerasan. Empat oknum empat Kasek yang memberikan uang kepada Martin, tidak ditetapkan tersangka meski terjerat OTT. “Para kasek tidak ditahan. Karena tersangka M yang meminta uang dari para Kasek ydng bersumber dana sertifikasi guru-guru SD, ada Rp50 ribu per guru hingga Rp300 ribu,” jelasnya.

Martin disebut telah memeras para guru SD semenjak ia menjabat sebagai Koordinator TPTD, persisnya satu tahun tiga bulan.

Ditanya wartawan kenapa hanya barang bukti berupa uang tunai dan amplop yang ditampilkan, sedangkan tersangka Martin tidak dihadirkan, Wakapolres dan Kasat Reskrim saling lirik. Lalu Wakapolres menjawab. “Ada di dalam, masih diperiksa lagi,” kata Wakapolres, setelah saling berbisik dengan Kasat Reskrim.

Diketahui 13 orang yang sempat diamankan dalam OTT tersebut yakni, Koordinator UPTD Kutambaru, Martin (ANS), Agung (honor UPTD Dinas P dan P Kecamatan Kutambaru), Saryono (ASN-penjaga kantor UPTD Dinas P dan P Kecamatan Kutambaru), Pasti Malem (Kepala SDN 055976 Cangkulan), Bena Malem (Kepala SDN 054891 RIH Sogong), Banci Malem PNS (Kepala SDN 050641 Namotongan), Ayem (Kepala SDN 057738 Buluh kumpal), Elvina Wiraswasta (operator sekolah SD 057736 Sulkam), Muklis (operator SDN 054891 RIH Sogong), Agnes Tasya Mahasiswa (operator sekolah SD 053960 Maryke), Wenly Alias Puput (operator sekolah SD 053960 Maryke), Amelia (operator sekolah SD 050640 Kutambaru), Suardini (operator sekolah SD 057737 Tanjung Gunung Baru).

Tersangka Martin dipersangkakan Pasal 12 huruf e Jo Pasal 12 huruf f UU RI. No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar,” ujarnya. Juga diamankan barang bukti berupa amplop kuning bertuliskan SD 41 Namotongan berisi uang Rp600.000, amplop putih bertuliskan SD Cangkulan berisi uang Rp950.000, amplop kuning bertuliskan “MULANA PA RIELINA RIH SOGONG” berisi uang Rp400.000 dan uang tunai sebanyak Rp3.200.000.

OTT dilakukan di ruang kantor UPTD Dinas P&P, di Dusun Haleban, Desa Kutambaru, Kecamatan Kutambaru, Langkat, Rabu (15/8) pukul 10.30 WIB. OTT dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa ada pungutan liar di UPTD Dinas P&P Kecamatan Kutambaru.

Kasus OTT pungli di Disdik ini merupakan OTT kedua. Sebelumnya pada Oktober 2017 lalu, Salam Syahputra yang saat itu menjabat Kepala Disdik Langkat, juga terjaring OTT kasus pungli. (bam)

Jokowi Pilih Pakaian Adat Aceh saat Upacara di Istana

istimewa BAJU ADAT: Presiden Jokowi mengenakan baju adat Aceh dan Ibu Negara Iriana memakai baju adat Minangkabau, Sumatera Barat, saat peringatan HUT ke-73 RI di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (17/8).
istimewa
BAJU ADAT: Presiden Jokowi mengenakan baju adat Aceh dan Ibu Negara Iriana memakai baju adat Minangkabau, Sumatera Barat, saat peringatan HUT ke-73 RI di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (17/8).

JAKARTA-Tidak ada alasan khusus mengapa Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menjatuhkan pilihan pada pakaian adat Nanggroe Aceh Darussalam saat mengikuti Upacara Peringatan Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (17/8).

Jokowi mengatakan, Indonesia terdiri dari 714 suku yang berdiam di 43 provinsi, serta 154 kota dan kabupaten. Hampir setiap suku punya pakaian adat. Ia pun hanya ingin menunjukkan, betapa kayanya Indonesia akan ragam adat budaya.

“Negara kita kan tradisinya banyak sekali. Pakaian adatnya ratusan, bahkan mungkin ribuan. Jadi banyak pilihan dan yang saya pilih, ini (Aceh),” tutur Jokowi, sesaat sebelum mengikuti upacara bendera.

Busana yang Jokowi kenakan bukan sewa, tidak pula beli. Supaya tetap pas di badan, ia menjahit busana itu sendiri. Ibu Negara Iriana Jokowi, juga mengenakan busana adat. Iriana memilih mengenakan busana adat Minangkabau, Sumatera Barat (Sumbar).

Sebelum mengikuti rangkaian upacara, Iriana sempat mengabadikan momen dirinya bersama Jokowi dengan ponsel. Swafoto itu dilakukan di dalam ruangan kerja presiden, persis di balik pintu.

Tidak hanya Presiden Jokowi dan Iriana saja yang mengenakan busana adat, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), ajudan, beserta sekretaris presiden, juga tampak mengenakan busana adat berbagai daerah.

Ada yang mengenakan busana adat Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Bali, dan Jawa Timur. Diberitakan, Istana Kepresidenan kembali menggelar upacara bendera dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-73 RI, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat pagi. Ada 6.250 tamu yang diundang ke istana. Sebanyak 35 persen adalah para pejabat negara, sementara 65 persen adalah masyarakat.

Upacara dimulai dengan tembakan meriam, lalu dilanjutkan dengan pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Presiden Jokowi selaku inspektur upacara lalu mengajak semua hadirin untuk mengheningkan cipta untuk para pahlawan yang gugur saat berjuang membawa Indonesia merebut kemerdekaan.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Setelah itu, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) beraksi. Tim Nusa, demikian nama yang disematkan, berhasil mengibarkan Sang Saka Merah Putih menjulang di halaman Istana Merdeka. (kps/saz)

Nazarudin ‘Didiskon’ 6 Bulan

Pemerintah memberikan remisi kepada narapidana (napi) di seluruh lapas dan rutan Indonesia, dalam rangka HUT ke-73 Kemerdekaan RI.

Di Lapas Sukamiskin, Bandung, sejumlah napi tindak pidana korupsi (tipikor) mendapat remisi.

Kepala Lapas Sukamiskin, Tejo Herwanto menjelaskan, total ada 103 napi yang mendapat remisi. Khusus napi kasus korupsi ada 28 orang.

“Tiga di antaranya mendapat remisi 6 bulan, yakni Nazarudin, Budiyono, dan Bayu Bidinanto,” ungkap Tejo, seperti dilansir RMOL Jabar (Grup Sumut Pos).

Untuk ketiga napi tipikor yang mendapat remisi 6 bulan, sesuai dengan persyaratan yang telah dipenuhi. “Misal seperti Nazarudin, bersedia jadi JC (justice colaborator), dan sejak 2013 sudah dapat remisi,” beber Tejo.

Tejo juga mengatakan, untuk napi yang mendapat remisi bebas, atau remisi umum (RU) 2, di Lapas Sukamiskin ada satu orang. “Ada satu orang ya, dari napi pidana umum,” katanya.

Sumut 11.233 Napi, 349 Langsung Bebas
Sementara di Sumatera Utara (Sumut), ada 11.233 napi yang memperoleh remisi. Dari jumlah tersebut, 349 di antaranya langsung bebas, setelah mendapatkan pemotongan masa tahanan. “Untuk RU 1 berjumlah 10.884 orang, sedangkan yang langsung bebas berjumlah 349 orang,” ungkap Humas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumut Josua Ginting.

Para napi ini, lanjut Josua, mendapatkan remisi bervariasi. Masa tahanan yang dipotong berkisar antara satu bulan hingga 6 bulan. Keputusan pemberian remisi itu, langsung mereka terima dari Direktorat Jendral Pemasyarakatan Kemenkumham RI.

“SK-nya disampaikan masing-masing lapas dan rutan di Sumut,” jelasnya.

Berdasarkan data per 15 Agustus 2018, napi yang menghuni lapas dan rutan seluruh Sumut berjumlah 32.167 orang. Napi pria berjumlah 20.948 orang, napi wanita sebanyak 1.186 orang. Selain napi, terdapat lebih dari 10 ribu tahanan di lokasi-lokasi itu.

“Tahanan pria berjumlah 9.592 orang, dan tahanan wanita 441 orang,” pungkas Josua. (mam/jpg/jpc/bbs/saz)

Kado HUT RI

JAKARTA- Tim nasional (Timnas) Indonesia U-23 meraih kemenangan keduanya pada cabang sepak bola putra Asian Games 2018. Hansamu Yama dkk menumbangkann
Laos 3-0. Kemenangan ini menjadi kado yang manis untuk Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-73.

Kemenangan ini membuka kans Indonesia untuk lolos ke babak 16 besar. Indonesia mengoleksi enam poin, di bawah Palestina dengan tujuh poin.

Sejak awal laga, Merah Putih mendominasi. Ancaman dimulai Stefano Lilipaly, namun aksinya masih bisa digagalkan kiper Hong Kong, Saymanolinh Paseuth.

Serangan yang dilakukan Indonesia akhirnya berhasil berbuah gol pada menit ke-14. Adalah Alberto Goncalves yang berhasil mencetak gol dengan sepakan kaki kanannya, setelah menerima umpan tarik dari Saddil Ramdani. Skor pun berubah 1-0.

Unggul satu gol, Indonesia tak mengendurkan serangan. Peluang demi peluang kembali didapatkan skuat asuhan Luis Milla Aspas. Sontekan Lilipaly masih bisa diantisipasi Paseuth. Begitu juga tendangan Evan Dimas masih melambung di atas gawang Laos. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Di paruh kedua, Garuda Muda melanjutkan tekanannya. Hasilnya Beto Goncalves kembali mencatatkan namanya di papan skor saat babak kedua baru berjalan dua menit. Gol tercipta lewat proses indah memanfaatkan umpan tumit Stefano Lilipaly.

Selanjutnya Timnas semakin percaya diri menekan. Sundulan Irfan Jaya yang baru masuk di babak kedua berhasil ditepis secara gemilang oleh Paseuth. Hingga akhirnya, Ricky Fajrin berhasil mencetak gol ketiga untuk Indonesia pada menit ke-75 lewat sontekannya di depan gawang yang meneruskan umpan sundulan Hansamu. Skor pun berubah kembali menjadi 3-0.

“Saya selalu katakan, setiap pertandingan adalah final jadi kami selalu mengincar kemenangan dan harus 100 persen. Kita lupakan hari ini dan fokus untuk melawan Hong Kong. Kami masih punya peluang untuk lolos sampai menit akhir,” kata Beto.

Dengan hasil ini, sudah dipastikan Laos tersingkir dari Asian Games karena menelan tiga kekalahan beruntun. Sementara Indonesia masih harus menang atas Hong Kong untuk bisa lolos dari fase grup. “Sejak hari pertama datang ke sini, lawan yang paling sulit untuk dihadapi bagi kami adalah Indonesia, bukan Hong Kong, bukan Palestina,” ucap pelatih asal Singapura itu, selepas pertandingan.

“Hari ini sangat sulit bagi kami, timnas Indonesia sangat bagus dan kami tidak cukup kompetitif. Laga ini benar-benar didominasi satu tim,” pungkas mantan arsitek Brunei Darussalam itu.

Di laga lainnya, kejutan diciptakan Malaysia yang sukses membungkam tim raksasa Korea Selatan dengan skor tipis 2-1 di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Bandung. Dua gol kemenangan Malaysia diciptakan Muhammad Safawi Rasid. Sementara satu-satunya gol Korsel diciptakan Hwang Ui Jo. (bbs/don)

Dinkes Tunggu Kepastian Halal MUI

MEDAN- Tidak berjalannya program pemberian vaksin Measles Rubella (MR) kepada anak-anak di Labuhanbatu, disebabkan adanya penolakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Labuhanbatu. Karenanya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara masih menunggu rekomendasi halal dari MUI. Kepala Seksi (Kasi) Imunisasi Dinkes Sumut, Suhadin mengungkapkan, rencananya program imunisasi vaksin MR ini dilaksanakan di Labuhanbatu pada 7 Agustus lalu.

Namun karena ada penolakan dari MUI Labuhanbatu, akhirnya program ini ditunda pelaksanaannya. “Jadi bukan karena ada penolakan msssal dari masyarakat makanya imunisasi MR fase II di Labuhanbatu 0 persen, tapi karena memang belum dilakulan. Rencananya waktu itu mulai tanggal 7 Aguatus. Tapi ada permintaan MUI mungkin, maka ditunda,” jelas Suhadi kepada Sumut Pos, Jumat (17/8).

Ia mengatakan, Dinkes Sumut masih terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk menuntaskan program nasional ini. Dipaparkan Suhadi, dalam melaksanakan kegiatan tersebut, mereka tetap berpedoman kepada Surat Edaran Menteri Kesehatan (Menkes). “Peran kita dari Dinkes provinsi dan kabupaten/kota berjalan dengan berpedoman serta menindaklanjuti edaran Menkes No.HK.02.01/Menkes/444/2018 Tgl.6/8/2018,” paparnya.

Diketahui menurut edaran itu, Menkes Nila Moeloek mengirimkan surat edaran kepada bupati dan gubernur tentang pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) yang boleh ditunda untuk sementara bagi masyarakat yang mempertimbangkan aspek kehalalan atau kebolehan vaksin MR.

Dalam surat edaran itu, Menkes mengatakan, pelaksanaan Imunisasi MR bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan aspek syar’i dilakukan secara profesional sesuai dengan ketentuan teknis. Sedangkan pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat yang mempertimbangkan aspek kehalalan dan atau kebolehan vaksin secara syar’i dapat menunggu sampai MUI mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan Imunisasi MR ini.

“Mudah-mudahan minggu depan sudah ada kepastian soal rekomendasi halal vaksin. Kami mohon dukungan dari rekan-rekan media dalam mensukseskan terlaksananya program ini,” ungkap Suhadi.

Pemprovsu Dorong Farmasi Temukan Vaksin Halal
Sementara, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu), Hj R Sabrina mengatakan, Pemprovsu memberi kebebasan kepada masyarakat, apakah anak-anaknya diimunisasi atau tidak. “Mana mungkin kita larang setiap orang yang mau divaksin (MR). Kalaulah kondisinya sudah kritis, tentu perlu divaksin. Namun untuk keamanan yang dirasa penting bagi masyarakat, alangkah baiknya tunggu keputusan MUI,” kata Sabrina kepada wartawan, Jumat (17/8).

Dia mengungkapkan, pemerintah maupun MUI sejauh ini sudah sama-sama menjalankan peran dan tugasnya. Artinya, pemerintah sudah menyampaikan imbauan terkait manfaat vaksin MR kepada masyarakat. Sedangkan MUI masih mencari tahu secara seksama soal kehalalan atas bahan-bahan vaksin tersebut. “Dengan kata lain, tinggal masyarakat yang memilih. Pilihan ada sama masyarakat sendiri bagaimana menginterpretasinya,” ujarnya.

Namun di sisi lain, Sabrina mendorong perusahaan farmasi mengambil peluang dengan menciptakan formula baru yang tentu halal digunakan masyarakat. “Dari sisi bisnis, saya kira dunia farmasi dapat berlomba-lomba mendapatkan vaksin halal. Sebab, sekarang ini menjadi kebutuhan bagi masyarakat untuk mendapatkan vaksin MR. Menurut saya ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi industri obat-obatan kita. Dunia riset kita tentu harus bergerak dalam hal ini,” ujarnya.

Sebagai contoh, Sabrina menggambarkan, bagaimana pintarnya Thailand menciptakan makanan halal yang bisa dikonsumsi umat Islam. Sebut saja seperti Tomyam, yang pada akhirnya dapat dikonsumsi semua orang meski sebelumnya tergolong makanan non-halal. “Sekarang inikan sudah banyak hal tersebut dilakukan. Thailand menjadi leader khusus halal food ini. Pemerintah kita juga mungkin bisa mencarikan solusi atas hal ini. Bisa dicari subsitusi dengan sesuatu yang lain. Dari sisi bisnis pun, jika mampu menemukan vaksin yang halal akan menjadi peluang besar,” kata mantan Staf Ahli Kementerian LHK itu.

“Saya tidak ahli agama, tapi kalau dalam kondisi darurat, vaksin tersebut tentu sangat dibutuhkan. Konten sesuatu hal yang halal ataupun haram, memang domain dari MUI menyampaikan kepada masyarakat. Namun lagi-lagi, tergantung kepada masyarakat kita,” sambungnya.

Di kesempatan itu, dirinya menyarankan agar yayasan konsumen selalu menyuarakan terkait kehalalan vaksin MR ini, bilamana sudah ada perusahaan farmasi yang melakukan riset bahkan menemukan bahan vaksin yang tidak diragukan lagi penggunaannya. “Saya kira, kenapa tidak meriset secara umum akan hal ini? Kami tentu sangat mendukung langkah perusahaan obat-obatan menciptakan formula halal vaksin MR tersebut. Sebab sampai sekarang kami pun masih menunggu keputusan MUI,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pro kontra pemberian vaksin MR kepada anak-anak di Sumut, membuat target program ini tidak bisa berjalan sesuai rencana. Buktinya, hingga saat ini realiasi pemberian vaksin MR baru sekitar 17,88 persen (710.312 anak) dari target 4.291.857 anak yang ditetepkan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Sumut, sejumlah kabupaten/kota yang penduduknya mayoritas muslim, presentase anak usia 9 bulan hingga 15 tahun yang menjadi sasaran penerima imunisasi ini sangat minim. Hal ini menyusul kabar belum adanya rekomendasi halal vaksin MR tersebut.

Kepala Seksi Imunisasi Dinkes Sumut, Suhadi mengatakan, pihaknya tidak akan melakukan penghentian program tersebut sebelum ada arahan dari Kemenkes RI. Pihaknya kata dia hanya pelaksana di daerah. Ia pun mengakui, terus terjadi penolakan terhadap pelaksanaan imunisasi MR. Bahkan hingga 15 hari pelaksanaan Imunisasi MR Fase II, masih ada satu kabupaten yang terdata belum satupun anak yang menerima imunisasi MR.

“Terhitung hingga tanggal 14 Agustus dengan jumlah sasaran 4.291.857, baru 710.312 atau 17,88 persen anak yang menerima vaksin. Meski terus ada penolakan dari orangtua, kita tetap melaksanakan sesuai instruksi dari pusat (Kemenkes),” katanya, Rabu (15/8).Dari data yang ada, dari target 152.630 anak di Kabupaten Labuhanbatu, belum ada satu pun yang divaksin MR alias masih 0 persen. Ini terindikasi masyarakat di sana masih menolak program imunisasi ini.

Sementara, penerima vaksin MR tertinggi ada di Kabupaten Simalungun sebesar 50,68 persen. “Begitupun, kita tidak memaksa kepada orangtua, namun upaya yang kita lakukan tetap dengan memberikan advokasi tentang pentingnya vaksinasi ini,” ungkapnya. (dvs/prn)

Memupuk Kebersamaan dengan Senam Sehat

SURYA/SUMUT POS SENAM BERSAMA: Bupati Ir H Soekirman bersama Sekda Drs H Hadi Winarno senam sehat bersama jajaran ASN Pemkab Sergai, Rabu (15/8).
SURYA/SUMUT POS
SENAM BERSAMA: Bupati Ir H Soekirman bersama Sekda Drs H Hadi Winarno senam sehat bersama jajaran ASN Pemkab Sergai, Rabu (15/8).

SERGAI-Bupati Serdangbedagai (Sergai)Ir H Soekirman mengatakan berbagai macam cara dapat kita lakukan untuk membangun kebersamaan, dan cinta terhadap tanah air dengan senam sehat.

Hal itu disampaikan Soekirman dalam gelaran senam sehat bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman kantor Bupati Sergai, baru-baru ini.

Dengan olahraga, lanjut Soekirman, selain memupuk rasa kecintaan kita terhadap tanah air, juga diharapkan akan menjadi manfaat bagi kesehatan tubuh. “Disamping itu juga dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan kekompakan, serta mempererat silaturahim dan rasa persaudaraan,”kata Soekirman.

Sebelumnya, Sekretariat Daerah (Sekda) melalui Pemkab Sergai juga telah mengimbau melalui Surat Edaran Nomor 18.20/660/4283/2018 kepada seluruh OPD hingga ke pemerintahan desa untuk melakukan bersih-bersih yang dimulai dari lingkungan kantor masing-masing.

Turut hadir dalam kegiatan sehat bersama tersebut, Bupati Ir H Soekirman, Sekda Drs H Hadi Winarno MM, Ketua PKK Sergai Ny Hj Marliah Soekirman, Ketua DWP Ny Hj drg Khairani Hadi Winarno, para Staf Ahli, Asisten, OPD dan seluruh jajaran ASN Pemkab Sergai. (sur/han)

Momentum Bersama Membangun Medan

foto-foto pemko medan for sumut pos SERAHKAN: Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin menyerahkan Bendera Merah Putih kepada seorang anggota Paskibra Kota Medan untuk dibawa dan dikibarkan pada Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan ke-73 RI di Lapangan Benteng Medan, Jumat (17/8).
foto-foto pemko medan for sumut pos
SERAHKAN: Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin menyerahkan Bendera Merah Putih kepada seorang anggota Paskibra Kota Medan untuk dibawa dan dikibarkan pada Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan ke-73 RI di Lapangan Benteng Medan, Jumat (17/8).

Pemko Medan menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia 2018 di Lapangan Benteng Medan, Jumat (17/8). Pada pelaksanaan upacara yang berlangsung tertib dan penuh khidmat tersebut, Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan Camat Medan Tuntungan Gelora Kurnia Putra Ginting menjadi komandan upacara.

Prosesi pengibaran bendera dimulai sekira pukul 08.00 WIB, diawali dengan laporan komandan upacara kepada inspektur upacara. Diteruskan dengan pembacaan doa yang dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan H Al Ahyu.

Dilanjutkan pengibaran bendera oleh 44 anggota Paskibra Kota Medan, yang berasal dari sejumlah SMA di Kota Medan, dipimpin Tengku Muhammad Iklil Yaoedin dari SMA Swasta Al Ulum, dan pembawa baki Bendera Merah Putih, yakni Anggie Reka Fatmala, dari SMA Swasta Panca Budi.

Diteruskan dengan pembacaan naskah Proklamasi oleh Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung. Setelah itu Eldin membacakan teks Pancasila, yang diikuti seluruh peserta upacara.

Proses pengibaran bendera berjalan lancar, para Paskibra Kota Medan dengan langkah tegap melakukan sejumlah formasi berhasil mengibarkan Bendera Merah Putih dengan baik, diiringi lagu Indonesia Raya.

Selain Apratur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemko Medan, upacara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution, Sekda Kota Medan H Syaiful Bahri Lubis, unsur Forkopimda Kota Medan, di antaranya Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, Dandim 0201/BS Letkol Inf Yuda Rismansyah, Ketua TP PKK Kota Medan Hj Rita Maharani, Wakil Ketua TP PKK Nurul Khairani, asisten, pimpinan OPD, camat, kepala lingkungan, pelajar, serta undangan.

Usai upacara, Eldin mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, agar memaknai Hari Kemerdekaan yang telah dipersembahkan para pahlawan bangsa, dengan mengorbakan seluruh jiwa dan raga. Ia mengatakan, pemaknaan itu dapat diwujudkan dengan senantiasa mengingat serta menghargai jasa-jasa para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

“Itu bisa diaplikasikan dengan selalu menjiwai dan meneladani pergorbanan yang telah dilakukan para pejuang. Tugas kita sekarang, mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di segala bidang. Insha Allah dengan kebersamaan, kita bisa menjadikan kota yang kita cintai ini menjadi lebih baik lagi ke depannya,” tutur Eldin.

Karena itu, Eldin mengajak semua pihak untuk berjuang bersama, dalam membangun Kota Medan. Sebab, pembangunan yang dilakukan Pemko Medan saat ini berdasarkan aspirasi dari masyarakat terbawah. “Apapun hambatannya, harus diperjuangkan bersama, sehingga pembangunan yang dilakukan dapat terwujud,” harapnya.

Selain itu, Eldin juga mengatakan, pembangunan yang dilakukan juga harus mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut), maupun Pemerintah Pusat. Semua dukungan itu disatukan untuk membangun Kota Medan.

Jika pun dalam pembangunan yang dilakukan masih ditemukan kekurangan, sehingga belum memuaskan masyarakat sepenuhnya, Eldin menyampaikan, permintaan maaf. Ia mengatakan, seluruh jajaran Pemko Medan akan terus bekerja maksimal untuk memberikan yang terbaik bagi warga Kota Medan.

“Kami akan terus meningkatkan kinerja, sehingga hasil pembangunan yang dilakukan dapat dirasakan masyarakat. Meski demikian, saya kembali mengingatkan, Pemko tidak dapat membangun sendiri tanpa dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, mari jadikan momentum Hari Kemerdekaan ini untuk membangun Medan bersama-sama,” pungkas Eldin. (ris/saz)

Bagikan Bendera di Depan TMP

PASANG: HT Dzulmi Eldin memasangkan bendera yang dibagikan secara gratis kepada pengendara kendaraan bermotor.
PASANG: HT Dzulmi Eldin memasangkan bendera yang dibagikan secara gratis kepada pengendara kendaraan bermotor.

Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin membagikan bendera merah putih gratis kepada pengguna jalan yang melintas di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (16/8) lalu.

Kegiatan ini sengaja dilakukan untuk memotivasi masyarakat agar mau memasang bendera di kendaraan bermotor masing-masing, terutama sepeda motor, guna menyambut sekaligus memeriahkan Hari Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia 2018.

Pembagian bendera ini dilakukan Eldin usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan di Gedung DPRD Medan.

Pada pembagian bendera tersebut, Eldin tidak sendiri, selain Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution, juga dilakukan oleh pimpinan DPRD Medan, unsur Forkopimda Kota Medan, serta sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemko Medan.

Masyarakat pengguna jalan yang tengah melintas, terutama sepeda motor, langsung dihentikan. Setelah itu Eldin memberikan bendera kepada pengemudi, agar memasangnya di kendaraan milik mereka. Tidak hanya memberikan, ia pun ikut memasangkan bendera tersebut di sejumlah kendaraan bermotor.

Masyarakat pengguna jalan sangat mengapresiasi dilakukannya pembagian bendera tersebut. Ditambah lagi, pembagian bendera dilakukan langsung 2 pejabat tinggi di lingkup Pemko Medan, bersama unsur Forkopimda Kota Medan. Selain gembira lantaran mendapat bendera gratis, ada juga pengemudi sepeda motor yang tampak takut-takut, karena mengira tengah berlangsung razia kendaraan bermotor.

Ada ratusan bendera yang dibagikan kepada para pengendara. Umumnya para pengendara memasang bendera yang dibagikan di tiang spion kendaraannya. Mereka sangat senang dan mengucapkan terima kasih. Di samping itu, mereka juga tidak menyangka di tengah kesibukan tugas yang cukup padat, namun Wali Kota bersama Wakil Wali Kota dan unsur Forkopimda Kota Medan, masih menyempatkan waktu untuk membagikan bendera.

“Pembagian bendera yang dilakukan ini sebagai bentuk motivasi kepada masyarakat agar mereka mau memasang bendera di kendaraan, guna menyambut sekaligus memeriahkan Hari Kemerdekaan. Jika kendaraan bermotor milik masyarakat dipasangi bendera, tentunya nuansa Hari Kemerdekaan di kota yang kita cintai ini, akan meriah dan lebih semarak lagi,” kata Eldin.

Eldin juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Kemerdekaan sebagai momentum untuk bersama-sama membangun Kota Medan, agar menjadi lebih baik lagi ke depannya. “Perjuangan yang telah dilakukan para pahlawan dengan mengorbakan jiwa dan raga ketika merebut kemerdekaan, harus dihargai dengan mengisi hasil perjuangan mereka dengan pembangunan,” ungkapnya.

Sementara Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung, yang didampingi Wakil Ketua Iswanda Nanda Ramli dan Ikhwan Ritonga, menyebutkan, kegiatan ini untuk memotivasi masyarakat agar mau memasang bendera di kendaraan bermotor, sekaligus memeriahkan Hari Kemerdekaan. (ris/saz)