Home Blog Page 6057

Final!

SELEBRASI: Bagus Kahfi dkk merayakan kelolosan ke final.
SELEBRASI: Bagus Kahfi dkk merayakan kelolosan ke final.

Tim Nasional (Timnas) U-16 Indonesia berhasil menembus final Piala AFF U-16 2018. Anak asuh Fachri Husaini ini lolos ke partai puncak setelah menaklukkan Malaysia dengan skor tipis 1-0, Kamis (9/8). Gol kemenangan Indonesia dicetak oleh Amiruddin Bagus Kahfi melalui eksekusi tendangan penalti.

Indonesia tampil cukup mendominasi sejak menit pertama. Kesempatan perdana bagi Indonesia hadir dari tendangan bebas Yudha Febrian pada menit ketiga. Sayang bola melambung tipis di atas mistar. Indonesia terus menyerang Malaysia dari berbagai sisi. Hanya saja penggawa Garuda Asia terlalu terburu-buru dalam mengeksekusi peluang.

Malaysia menerapkan permainan keras untuk meladeni Indonesia. Mereka bermain sedikit keras pada 20 menit awal babak pertama. Berulang kali wasit harus menghentikan pertandingan karena ada pelanggaran terhadap pemain Indonesia.

Malaysia juga bermain sangat disiplin ketika bertahan. Indonesia sangat kesulitan untuk menembus lini belakang Malaysia walau babak pertama sudah berlangsung separuh jalan.

Kesempatan terbaik lndonesia diperoleh David Maulana pada menit ke-29. Sang kapten tim ini berlari kencang tanpa ada kawalan. Sayang ia terburu-buru dalam mengeksekusi peluang. Sepakan jarak jauhnya melambung tipis di atas gawang Malaysia.

Indonesia kembali tak beruntung ketika terjadi kemelut di depan gawang Malaysia pada menit ke-32. Andai tak mengenai tiang gawang, sontekan M. Supriadi sudah bikin Indonesia unggul.

Kekurangtenangan para pemain membuat banyak peluang pada babak pertama. Walaupun unggul penguasaan bola, tim asuhan Fachri Husaini hanya mencatat dua sepakan on target.

Alhasil skor imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum
Indonesia memasukkan Sultan Zico pada awal babak kedua, menggantikan Fajar Fathur Rachman. Kehadiran Zico membuat Amiruddin Bagus Kahfi digeser sebagai penyerang sayap.

Zico langsung menggebrak. Ia mendapat kans emas menit ke-42. Sayang bola sepakannya tersangkut di kolong kaki penjaga gawang Malaysia, Abdul Alim Al Amri.

Zico kemudian mendapatkan peluang dari tendangan jarak jauh pada menit ke-45. Kali ini sepakan jarak jauhnya mendarat di pelukan kiper Abdul Alim. Kiper Alim juga berhasil mengamankan gawangnya dari tendangan bebas Bagus Kahfi pada menit ke-50.

Supriadi tak mau ketinggalan. Ia menjajal peruntungan dari jarak jauh pada menit ke-60. Sayang sepakannya bersarang di atas mistar gawang Malaysia.

Berbeda dengan babak penyisihan, Indonesia banyak mengandalkan umpan-umpan panjang pada laga ini. Bola dari lini belakang langsung dikirim ke lini depan. Selain itu, Indonesia banyak melepaskan tendangan jarak jauh. Sayang akurasinya buruk.

Penonton di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pun pecah teriakannya pada menit 70. Indonesia mendapatkan hadiah penalti setelah Supriadi dilanggar kiper Abdul Alim di kotak terlarang. Bagus Kahfi mengeksekusi penalti itu dengan sempurna. Tembakannya bersarang ke sisi kiri gawang Malaysia. Gol, Indonesia unggul 1-0 pada menit ke-72.

Di sisa waktu pertandingan, Hamsa Lestaluhu mendapatkan kesempatan superemas pada menit ke-76. Sayang ia terlalu konsentrasi membawa bola sehingga tak sadar bahwa ia justru bergerak menjauh dari gawang.

Sama halnya dengan Hamsa, Zico juga membuang peluang pada menit ke-80. Skor 1-0 untuk Indonesia bertahan hingga laga usai. Kemenangan ini membawa Indonesia lolos ke final Piala AFF U-16 2018 untuk menghadapi Thailand. (bbs/jpc/don)

Renan Buka Keran Gol

net GOL: Renan (kiri) mencetak gol pertamanya untuk Persija.
net
GOL: Renan (kiri) mencetak gol pertamanya untuk Persija.

Persija Jakarta sukses menyingkirkan Persikabo Bogor dalam ajang Piala Indonesia 2018 setelah menang dengan skor 2-0 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis (9/8) sore WIB. Gol Persija dicetak Renan Silva pada menit ke-6 dan Osas Saha menit ke-81.

Bagi Renan Silva, itu gol pertamanya bersama Persija dalam pertandingan resmi. Renan didatangkan pada bursa transfer putaran kedua. Persija langsung menekan sejak menit-menit awal. Bambang Pamungkas yang diturunkan sebagai starter sempat memberikan kejutan pada menit ketiga.

Bepe, sapaan akrabnya, melakukan tendangan voli dari luar kotak penalti. Sayangnya bola masih melambung di atas mistar gawang Persikabo. Selang 3 menit kemudian, Persija mengubah kedudukan.

Pemain belakang Persikabo melakukan handball di dalam kotak penalti. Wasit pun langsung menunjuk titik putih. Renan Silva yang menjadi algojo mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Persija unggul 1-0.

Unggul 1-0, Persija terus memberikan tekanan. Sayangnya serangan-serangan yang mereka lakukan masih mampu diredam oleh lini belakang Persikabo. Skor pun masih tak berubah hingga babak pertama berakhir.

Pada babak kedua, Persija semakin meningkatkan serangan. Peluang-peluang emas sempat didapatkan oleh Bambang Pamungkas cs. Tapi, kiper Persikabo cukup bermain dengan baik.

Pada menit ke-81, Persija akhirnya mampu menggandakan kedudukan. Umpan lambung dari Novri Setiawan berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh penyerang Osas Saha. Skor menjadi 2-0 dan bertahan hingga laga berakhir.

Dengan hasil ini, Persija terus melaju ke babak berikutnya di Piala Indonesia. Sementara Persikabo harus menunda mimpi melaju. (bbs/don)

Gajah Putih Penantangnya

net SELEBRASI: Thailand merayakan gol ke gawang Myanmar.
net
SELEBRASI: Thailand merayakan gol ke gawang Myanmar.

Thailand pastikan meraih satu tiket final Piala AFF U-16 2018. Satu tempat di tim laga puncak ini didapat setelah menaklukkan Myanmar dengan skor tipis 1-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (9/8) sore. Thailand akan menghadapi pemenang laga semifinal kedua antara Indonesia dan Malaysia.

Myanmar memberikan perlawanan sengit kepada Thailand. Sebuah peluang emas didapat dari sepakan keras Yan Kyaw Soe dari luar kotak penalti pada menit ke-26. Sayang bola membentur mistar gawang.

Thailand tak mau kalah. Mereka memperoleh dua kesempatan emas dari tendangan on target Thanakrit Laorkai pada menit ke-27 dan 29. Namun kedua tembakan Laorkai selalu berhasil digagalkan kiper Nay Lin Htet.

Myanmar kembali memperoleh kans emas dari aksi individu Aung Ko Oo menit ke-31. Walaupun tinggal berhadapan dengan kiper, sepakannya melenceng di kiri gawang.

Peluang emas kembali diperoleh Myanmar dari sundulan La Min Htwe menit ke-40. Namun bola berhasil diamankan kiper Anuchid Taweesri. Skor 0-0 bertahan hingga jeda.

Thailand akhirnya memecahkan kebuntuan pada menit ke-46 lewat gol Thanarin Thumsen. Tembakan Thumsen dari dalam kotak penalti gagal dibendung kiper Nay Lin Htet. Thailand unggul 1-0.

Usai gol ini, skuad muda tim Gajah Putih kembali mengancam dari tembakan Apidet Janngam dari dalam kotak penalti pada menit ke-64. Namun bola sukses digagalkan penjaga gawang Myanmar.

Myanmar terus berupaya menyamakan kedudukan. Satu peluang emas pada menit ke-69 nyaris berbuah gol. Sayang crossing Pyae Phyo Aung gagal dimaksimalkan La Min Htwe. Walaupun berdiri bebas di depan gawang, sontekan Min Htwe melambung di atas mistar.

Janngam dan Laorkai sempat menghadirkan dua peluang Thailand pada menit ke-79. Sayang mereka gagal mencetak gol. Skor 1-0 untuk kemenangan Thailand bertahan hingga laga usai. (jpc/don)

Egy Debut di Kasta Kelima Polandia

Pemain muda Indonesia, Egy Maulana Vikri, akhirnya secara resmi melakoni debut di Liga Polandia. Namun dia harus mengawali eksistensinya di sana bersama Lechia Gdansk II melawan GKS Przodkowo, Rabu (8/8).

Dalam laga itu, Egy dipercaya sebagai starter. Dia tampil secara impresif dengan mencatatkan sejumlah peluang, salah satunya pada menit ke-15.

Dilansir laman resmi klub, Egy melakukan aksi individual melewati sejumlah pemain. Namun, peluang Egy berhasil dipatahkan kiper lawan.

Sayangnya, Egy cuma tampil selama 45 menit dalam laga itu. Dia digantikan oeh Milos Krasic, eks gelandang Juventus. Dalam laga itu, Lechia Gdansk II juga harus takluk 0-1 dari GKS Przodkowo.

Lechia Gdansk II sendiri berlaga di Kompetisi 4. Ligi alias kasta kelima Polandia. Kompetisi tersebut memakai format 21 divisi yang berjalan paralel dan terbagi ke dalam sejumlah regional. Setiap divisi diikuti 16 hingga 20 klub. Total, sebanyak 368 klub mengikuti level ini.

Egy memang terlebih dahulu dicoba di tim cadangan agar adaptasinya berjalan lancar. Andai bisa berkembang, tentu dia bisa saja menembus tim utama Lechia Gdansk.

Menurut Maciej Nierzwicki dari Lechia.net kepada Goal, Egy sudah menunjukkan debut yang cukup baik. Hanya saja dia harus lebih percaya diri. “Menurut pelatih, Egy sudah bermain dengan baik. Level permainannya masih di atas pemain lain.

Dia mampu melepaskan umpan yang baik, tak terbendung lawan, tapi Egy harus lebih mempercayai kemampuannya sendiri.”
“Ketimbang mencetak gol, dia lebih sering menggiring bola dan terus beraksi. Padahal, semua orang mempercayai kemampuan dan keterampilannya.”

“Untuk menembus skuat utama, dia harus meningkatkan massa otot. Ingat, rata-rata orang Polandia 15-20 sentimeter lebih tinggi daripada orang Indonesia,” pungkasnya. (ies/jpc/don)

Kuota PBI di Medan Lebih 300 Ribu Orang

ist ADMINISTRASI: Sejumlah warga saat mengurus administrasi di Kantor BPJS Kesehatan Medan, Jalan Karya Medan, belum lama ini.
ist
ADMINISTRASI: Sejumlah warga saat mengurus administrasi di Kantor BPJS Kesehatan Medan, Jalan Karya Medan, belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tunggakan iuran 200 ribu warga Medan hingga mencapai Rp100 miliar, dipastikan tidak akan mengganggu pelayanan rumah sakit terhadap peserta BPJS Kesehatan. Sebab, pembayaran klaim rumah sakit yang masuk ke BPJS Kesehatan langsung dibayar sesuai ketentuan yang berlaku.

“Mengenai pelayanan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang lainnya, masih berjalan seperti biasa, tidak terganggu dengan besarnya tunggakan iuran yang ada di Kota Medan,” kata Humas BPJS Kesehatan Cabang Medan, Redo kepada Sumut Pos, Kamis (9/8).

Menurutnya, BPJS Kesehatan terus berupaya untuk mengurangi tunggakan dengan melakukann tagihan melalui SMS untuk peserta yang menunggak 1 hingga 3 bulan. Kemudian melalui telecollecting untuk peserta yang menunggak 4 hingga 6 bulan, dan melalui kunjungan kader dan petugas BPJS Kesehatan untuk peserta yang menunggak 7 hingga 12 bulan. “Hasilnya cukup mengembirakan. Sampai Juni 2018, tunggakan yang berhasil dikumpulkan kurang lebih Rp6 miliar. Tentu masih jauh dari total tunggakan yang ada namun ini tetap berproses,” ungkapnya.

Menurutnya, besarnya tunggakan yang ada di Kota Medan disebabkan dua factor, yakni karena kemauan untuk membayar yang rendah, dan kemampuan membayar yang rendah. “Untuk kemauan membayar yang rendah, sering diakibatkan masyarakat lupa membayar atau sibuk sehingga tidak ada waktu untuk membayar,” bebernya.

Untuk itu, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan empat bank, di antaranya BNI, BRI, Mandiri dan BCA melaksanakan program autodebet pembayaran iuran dan memperbanyak tempat-tempat pembayaran iuran, bisa di Indomaret, Alfamart, Kantor Pos, dan PPOB. “Sementara itu untuk peserta baru yang memilih kelas 1 dan 2, diwajibkan untuk autodebut di ke empat bank tersebut,” ungkapnya.

Sedangkan untuk masalah kemampuan membayar iuran yang rendah, BPJS Kesehatan bekerjasama dengan BNI melalui program tabungan sehat agar peserta yang menunggak dapat melakukan cicilan. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk membayar iuran tepat waktu sebelum tanggal 10 setiap bulannya, untuk menghindari denda pelayanan,” jelas Redo.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Medan, Masrita SKM MKes melalui stafnya, Salmon, mengatakan, saat ini setidaknya ada 300 ribu lebih masyarakat tidak mampu di Kota Medan yang terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI). “Itu PBI untuk yang anggaran APBD Kota Medan, ya. Nah, kuota yang PBI yang belum terpenuhi saat ini masih ada 15 ribu lagi,” ungkapnya.

Dia mengatakan, hal ini terjadi karena tak terakomodirnya dengan baik masyarakat kurang mampu. Dia menjelaskan, untuk bisa menjadi peserta PBI bisa melalui sejumlah jalur. “Bisa melalui Dinas Sosial, melalui Puskesmas, rekomendasi anggota dewan, melapor ke Dinkes Medan juga bisa. Teknisnya kalau ada masyarakat tak mampu yang datang ke ke kita akan diarahkan Puskesmas untuk didata ulang,” sebutnya.

Caranya, kata Salmon, bagi warga miskin yang ingin menjadi PBI, bisa meminta surat pernyataan tidak mampu dari pihak kelurahan. “Jadi dengan surat tidak mampu itu dibawa ke kita untuk kemudian nanti dilaporkan ke BPJS Kesehatan. Nanti mereka yang akan melakukan verifikasi kembali,” pungkasnya.

Pidato Gatot di Sumut Dikritik Akademisi

DOK SUMUT POS PIDATO: Jendral Purnawirawan Gatot Nurmantyo berpidato pada kampanye terakhir Eramas, beberapa waktu lalu.
DOK SUMUT POS
PIDATO: Jendral Purnawirawan Gatot Nurmantyo berpidato pada kampanye terakhir Eramas, beberapa waktu lalu.

JAKARTA – Pemilihan gubernur Sumatera Utara (Sumut) telah usai. Hasilnya, berdasarkan hitung cepat, pasangan Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah sementara ini unggul dari lawannya. Namun, yang cukup menarik adalah kahadiran Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo saat kampanye terakhir, Sabtu (23/6).

Gatot dengan semangat berapi-api saat itu menyerukan, bahwa memilih pemimpin Sumut bukan dari warga Sumut adalah penghinaan terhadap warga Sumut sendiri.

“Dalam diri putra-putri Sumatera Utara mengalir darah pemimpin. Warga Sumatera Utara bukan mental tempe,” tegas Gatot.

Namun, ucapan Gatot ini pun dianggap bertolak belakang dengan jargon “menjaga NKRI” yang selalu digembor-gemborkan oleh sang Jenderal bintang empat itu.

“Sepertinya tidak terlihat adanya konsistensi dari klaim NKRI yang selalu beliau ucapkan dalam setiap pidatonya. Artinya di satu sisi mengklaim nasionalis, di sisi lain menyerukan kepala daerah harus putra daerah,” kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing saat dihubungi wartawan, Rabu (27/6).

Selain itu, menurut Emrus, kesan yang dibaca publik adalah seruan itu ditujukan kepada pasangan yang didukungnya yaitu Edy-Ijeck. Dimana Edy Rahmayadi merupakan juniornya di TNI. Secara relasi, Emrus menilai, Gatot dan Edy memiliki kedekatan.

“Dari sisi komunikasi, di balik itu Gatot ingin mengarahkan pandangannya kepada salah satu paslon di Pilkada Sumut,” sambungnya.

“Pertanyaannya kemudian, putra daerah itu juga seperti apa? Apakah paslon di daerah tersebut benar-benar putra daerah. Jangan-jangan putra dari provinsi tertentu tetapi dia kecil di sana (Sumut). Misalnya saya suku Batak tapi saya lahir di Aceh, apakah saya putra Sumatera Utara atau putra aceh. Jadi tergantung dari perspektif mana melihat,” tambah Emrus.

Karena itu, menurut dia, tidak perlu lagi ada dikotomi antara putra daerah atau bukan putra daerah. Sebab, Indonesia bukan negara federal melainkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Artinya sangat indah sekali kalau misalnya warga Suku Batak jadi gubernur di Jawa Tengah. Kenapa tidak? Salahkah menurut undang-undang? Tidak. Kalau memang kita konsekuen dengan NKRI dan nasionalisme kita, jangan lagi mempersoalkan putra daerah atau nonputra daerah, tapi putra-putri Indonesia,” jelas Emrus.

Sementara itu saat ditanya soal peluang Gatot untuk maju dalam perhelatan Pilpres 2019, Emrus mengatakan, masih berat. Gatot dinilai masih memiliki dua kelemahan.

Pertama Gatot bukan orang partai. Kedua, elektabilitas Gatot masih rendah untuk maju sebagai capres.

Sekuat apapun upaya dia untuk memperkuat basis massa, kata Emrus, kalau tidak ada partai yang usung Gatot, pasti percuma. Karena pemilu 2019 adalah hajatan partai.

“Jadi partai menjadi sesuatu yang strategis dan penentu. Nah apakah partai-partai akan mengusung Gatot? Saya kira bargaining position Gatot tidak begitu kuat dalam posisi tawar menawar dengan partai. Saya malah mengatakan masih lemah,” pungkasnya.(gwn/jpc/ala)

Lima Wakil di Perempat Final

ist LOLOS: Pasangan Agatha Imanuela dan Siti Fadia Silva Ramadhanti memastikan lolos ke perempat final Vietnam Terbuka.
ist
LOLOS: Pasangan Agatha Imanuela dan Siti Fadia Silva Ramadhanti memastikan lolos ke perempat final Vietnam Terbuka.

Indonesia meloloskan total lima wakilnya ke babak perempat final Vietnam Terbuka 2018. Selain Rinov Rivaldy/Phita Haningtyas Mentari dan Alfian Eko Prasetya/Gischa Marsheilla Islami di sektor ganda campuran, dua wakil dari ganda putri dan satu wakil dari tunggal putra ikut menyusul.

Dari sektor ganda putri, hanya Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Pitha Haningtyas Mentari/Virni Putri yang berhasil lolos dari empat wakil yang bertanding di babak kedua, Kamis (9/8).

Agatha/Fadia melaju ke babak delapan besar setelah memenangi perang saudara atas Mychelle Chrystine Bandaso/Serena Kani dengan skor 21-14, 20-22, dan 21-13. Sementara, Mentari/Virni ikut menyusul setelah memulangkan Chen Yingxue/Lin Fangling (Tiongkok) 21-16, 14-21, dan 21-11.

Satu wakil lainnya, yakni Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto gagal mengikuti langkah dua partnernya usai dipulangkan wakil Tiongkok Chen Lu/Xu Ya 19-21 dan 18-21.

Dari sektor tunggal putra, Shesar Hiren Rustavito yang merupakan satu-satunya wakil tersisa berhasil melenggang ke perempat final usai mengalahkan Lu Chia Hung (Taiwan) 21-12 dan 21-12. (kar/jpc/don)

Marquez Sadar Ancaman Ducati

Marc-Marquez, pada Motogp Valencia GP 2017.
Marc-Marquez, pada Motogp Valencia GP 2017.

SUMUTPOS.CO – Pentas MotoGP kembali digelar akhir pekan ini. Setelah Republik Ceko, kini giliran Austria yang menjadi tuan rumah.

Jelang tampil di Sirkuit Red Bull Ring, Marc Marquez mengaku cemas dengan keberadaan tim Ducati. Hal ini wajar terjadi sebab dalam dua musim terakhir Ducati selalu menempatkan pembalapnya di atas podium tertinggi.

“Austria merupakan jalur dimana Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo bisa menjadi lebih kuat. Namun kami akan berusaha tampil cepat sejak awal,” ucap Marquez yang dikutip dari Crash.

“Hasil latihan di Sirkuit Brno cukup bagus. Kami menemukan beberapa hal positif yang bisa dipelajari. Itu akan kami coba di Sirkuit Red Bull Ring. Kita lihat saja seperti apa hasilnya nanti,” tambahnya.

Pada 2016 lalu, MotoGP Austria dimenangkan oleh Andrea Iannone yang saat itu masih berada di tim Ducati. Setahun kemudian, balapan dirajai Andrea Dovizioso yang juga menang di GP Republik Ceko akhir pekan kemarin.

Peluang Ducati mengulang prestasinya di Austria makin terbuka lebar sebab Lorenzo yang saat ini bekerja untuk mereka sudah menemukan bentuk penampilan terbaiknya. Musim ini Lorenzo sudah dua kali merebut podium tertinggi. Terakhir, ia finis ketiga di GP Republik Ceko. (bep/jpc/don)

Oli Transmisi STP® CVT Fluid dan STP® ATF MV Dilaunching

ist HADIR: Peresmian kehadiran merk STP asal Amerika di Indonesia, belum lama ini.
ist
HADIR: Peresmian kehadiran merk STP asal Amerika di Indonesia, belum lama ini.

STP sebagai brand ternama dari Amerika yang produknya telah dipasarkan dilebih dari 200 negara di dunia sejak tahun 1954 dan aktif dalam ajang balap NASCAR, hadir di Indonesia dengan berbagai produk otomotif yang cukup lengkap mulai dari oli mesin, oli transmisi, minyak rem, aditif bahan bakar, cairan power steering, cairan multi fungsi dan produk berkualitas lainnya.

Setelah lebih dari puluhan tahun meramaikan dunia otomotif dunia dan kini di tahun ini STP genap berusia 40 tahun yang telah hadir di Indonesia. Bertepatan dengan ulang tahun itu pun STP mengeluarkan produk terbaru, yaitu STP SYN Full Synthetic CVT Fluid dan STP SYN Full Synthetic ATF MV.

Dijelaskan oleh Mr Marc Jarvis, sekalu General Manager STP, “STP SYN Full Synthetic CVT Fluid dirancang khusus sebagai cairan transmisi Continuous Variable Timing untuk digunakan pada mayoritas kendaraan Jepang masa kini. Diformulasikan khusus dari pelumas full sintetis dan aditif terkini untuk memastikan pengoperasian transmisi yang lebih halus dan konsisten di berbagai kondisi jalan dan temperature”. STP SYN Full Synthetic CVT Fluid memberikan performa maksimal dalam melindungi transmisi CVT dari karat, korosi, oksidasi serta dapat mencegah kerusakan seal dan kebocoran oli.

Selain itu, STP juga mengeluarkan oli transmisi STP SYN Full Synthetic ATF MV. “Oli transmisi otomatis Multi-Vehicle full sintetis ini dirancang khusus untuk berbagai jenis transmisi otomatis yang memberikan performa transmisi lebih lama, perpindahan transmisi lebih halus dan efisien. Oli ini juga melindungi transmisi dari karat, korosi, oksidasi dan melepaskan panas sehingga performa transmisi tetap terjaga.” dijelaskan Marc.

Kedua varian oli transmisi Full Sintetik tersebut di banderol seharga Rp 150,000. Selain meluncurkan oli transmisi tersebut, STP juga meningkatkan level API Service di beberapa oli mesin, meningkatkan kualitas oli, dan termasuk penyegaran kemasan oli mesin dan oli transmisi. Hal ini STP lakukan demi mengikuti perkembangan teknologi kendaraan yang terus berkembang.

Di beberapa oli mesin terdapat peningkatan API Service yang mulanya API Service SM menjadi API Service SN/CF dimana oli mesin ini dapat digunakan untuk kendaraan bertipe mesin bensin maupun diesel dan dengan kualitas yang lebih baik, seperti peningkatan perlindungan mesin di temperature tinggi terhadap kerak dan lumpur serta kompabilitas terhadap seal mesin. Selain itu, oli ini juga membuat lebih irit BBM, proteksi terhadap mesin turbocharged, kontrol terhadap emisi gas buang, dan perlindungan menyeluruh pada komponen mesin.

Pada semua varian oli STP SYN Full Synthetic terdapat formula Anti Wear yang mempunyai keunggulan, yaitu: Scientifically Engineered Anti-Wear Additives yang memberikan perlindungan ekstra pada mesin akibat gesekan antar metal di suhu ekstrem, Advanced Friction Modifiers yang mengurangi hambatan yang terjadi pada komponen mesin, Antioksidant yang melindungi mesin dari karat dan korosi, dan Powerful Cleaning Agent yang membersihkan/mengurangi deposit berbahaya pada komponen mesin.

Sedangkan pada semua varian oli STP SYN Synthetic mempunyai Tropical Formula yang dirancang khusus dengan tambahan aditif oli untuk pemakaian ideal pada iklim tropis dengan daya pelumasan yang stabil walau di suhu ekstrem sekalipun.

Dengan penambahan varian oli transmisi diharapkan mampu menjawab kebutuhan konsumen. (rel/ila)

BI Sebut Energi di Sumut Sumber Kemajuan Perekonomian

MEDAN-Kantor Perwakilan Bank Indonesia†(BI) Sumut mendukung pengeksploran energi di Sumut sebagai wujud untuk memajukan perekonomian dan mensejahterakan rakyat dari potensi energi yang dimiliki saat ini.

Hal itu, diungkapkan oleh Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Andiwiana S. Ia mengatakan untuk mengeksplorkan energi secara maksimal perlu dilakukan duduk bersama dan mensinkronkan masing-masing program antar instansi.

“Bukan berarti sekarang tidak sinkron, tetapi kalau mau optimal, lakukan sinkronisasi, menyamakan pemahaman dulu,” ucap Andi kepada wartawan di Medan, Kamis (9/8).

Energi yang dimaksud untuk pengembangan energi listrik yang tengah dikembangkan oleh PLN. Untuk itu, BI siap menjadi insiator untuk mendukung pengembangan potensi energi demi memajukan perekonomian di Sumut dan dapat dirasakan oleh masyarakat sendiri manfaatnya.

“Kami Bank Indonesia optimis, cukup dan berlebih sumber energi dan sumber ekonomi di Sumatera Utara . Mari kita duduk bersama melihat bagaiman terbaik Sumatera Utara. Cukup berlebih dan belum dieksplor. Kalau dieksplor energi akan lebih dari kondisi energi saat ini,” jelas Andi.

Ia menilai banyak sumber energi belum eksplor secara maksimal seperti Sungai Asahan yang sebenarnya masih bisa dikembangkan. Bila dimanfaatkan secara optimal mungkin hasilnya bisa beberapa kali lipat dari sumber eneri yang ada sekarang. Belum lagi geothermal, Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumewa, menyebutkan terkait dengan ketersediaan energi. Dimana, pembangunan PLTA Batang Toru harus segera berjalan bila seluruh perizinan sudah diperoleh.

Ia menilai Sumut sebagai salah satu daerah yang pertumbuhan listriknya terus berkembang, sehingga sangat butuh pembangkit baru. Dengan itu, kondisi candangan listrik di Sumut surplus.

“Sumatera Utara kebutuhan listriknya naik setiap tahun 7-8 persen. Jadi PLTA ini seharusnya bisa memenuhi beban puncak untuk wilayah Sumatera bagian Utara,” ucap Fabby.

Fabby mendukung proyek ini dan mendorong pemerintah untuk mempercepat proses pengerjaannya.

Dikatakannya, setiap melakukan proyek besar, pemerintah pasti sudah memikirkan seluruh aspek pendukung, di antaranya ada kajian dampak lingkungan, studi Amdal dan lainnya, termasuk status lahan yang menjadi titik pembangunan PLTA Batang Toru berstatus Areal Penggunaan Lain (APL).

PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) sendiri ketika Rapat Dengar Pendapat bersama masyarakat dan DPRD Sumut, 31 Juli 2018, memastikan sudah mendapat izin yang dibutuhkan, mulai dari izin lokasi dari Pemkab Tapanuli Selatan hingga izin prinsip penanaman modal. Lokasi proyek bukan kawasan hutan melainkan bekas kebun masyarakat yang berstatus Areal Penggunaan Lain (APL).

Dari izin lokasi seluas 7.200 Hektar yang diberikan untuk keperluan survey dan studi lapangan. (gus/ram)