Home Blog Page 6058

Caleg Sedikit, Bisa Cuma Numpang Lewat

MEDAN-Partai Garuda dan Partai Berkarya Sumatera Utara menjadi parpol yang paling sedikit mendaftarkan bakal calon legislatif pada sebaran 12 daerah pemilihan tingkat DPRD provinsi ke KPU Sumut. Kedua parpol baru peserta Pemilu 2019 itu, bahkan tidak sampai mendaftarkan kadernya 50 persen dari total 100 kursi DPRD Sumut.

“Partai Garuda cuma bisa mendaftarkan 20 orang Bacaleg di enam dapil. Sedangkan Partai Berkarya 30 Bacaleg di tujuh dapil. Keduanya memang parpol yang paling sedikit mendaftarkan bacalegnya,” kata Komisioner KPU Sumut Divisi Teknis, Benget Manahan Silitonga menjawab Sumut Pos, Kamis (9/8).

Benget mengungkapkan, kegagalan kedua parpol tersebut mengisi daftar Bacaleg dan sampai kehilangan hingga delapan dapil, disebabkan karena tidak mencukupinya kuota 30 persen keterwakilan calon perempuan. “Padahal (keterwakilan perempuan) inikan mutlak.

Kalau dalam satu dapil tidak terpenuhi, sesuai aturan semua calon di dapil tersebut akan gugur. Jadi memang gak bisa ditawar-tawar lagi soal ini,” terangnya.

Pihaknya menyayangkan bahwa aturan main atau yang menjadi syarat wajib tersebut ternyata tidak dipahami parpol bersangkutan.

Padahal sejak KPU membuka tahapan pendaftaran atau jauh-jauh hari sebelumnya, kerap menyosialisasikan hal ini ke seluruh parpol. “Dan setiap kali mereka datang berkonsultasi, kita juga jelaskan bahwa itu syarat mutlak yang harus dipenuhi. Tapi kenyataannya mereka tidak paham juga,” katanya.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumut berada di urutan ketiga dengan 65 persen mendaftarkan bacalegnya di 11 dapil. Kemudian disusul parpol lama seperti PBB dengan 79 calon di 12 dapil, PKS dengan 80 calon di 12 dapil, PPP sebanyak 95 calon di 12 dapil, dimana kalah dengan Partai Perindo sebanyak 99 calon di 12 dapil.

Sedangkan sisanya seperti PKB, Partai Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai NasDem, PAN, Partai Hanura, Partai Demokrat dan PKPI mendaftarkan seratus persen bacaleg mereka masing-masing dari 12 dapil yang tersedia. “Adapun total bacaleg yang didaftarkan seluruh parpol itu paskaperbaikan berkas ke KPU, sebanyak 1.372 orang,” kata Benget.

Namun untuk rincian dapil mana saja yang paling tinggi peminat dan dapil paling sedikit diisi bacaleg, pihaknya belum mau mengungkapkan. Sebab saat ini KPU tengah melakukan finalisasi hasil penelitian berkas seluruh Bacaleg. “Nanti saja detilnya akan kami riliskan pada saat tahapan DCS (Daftar Calon Sementara), dari tanggal 12-14 Agustus,” tandasnya.

Menyikapi partai baru tak mampu memenuhi kuota bacaleg di setiap dapil, pengamat politik dan pemerintahan dari UMSU, Rio Affandi Siregar menilai, parpol tersebut berpeluang tak mendapatkan kursi di DPRD Sumut. Selain harus bekerja keras melawan yang lain, parpol pendatang baru ini diprediksi bisa saja hanya sebagian ‘partai numpang lewat’.

Menurut Rio, partai baru saat ini, khususnya yang mendaftarkan calegnya hanya di beberapa dapil saja, menunjukkan trend negatif. Sebab, di samping popularitasnya di masyarakat, jumlah caleg yang akan bertarung meraih suara untuk partainya juga sedikit. Sehingga peluang untuk bisa bersaing ketat dengan partai lama, sangat kecil. “Dengan jumlah yang sedikit itu, tentu kekuatan untuk bisa meraih suara maksimal dari pemilih juga kecil.

Apalagi partai baru belum banyak dikenal masyarakat, akan sangat sulit mendapatkan dukungan,” ujar Rio, Kamis (9/8).

Kemungkinan tersebut diperparah lagi dengan sistem penghitungna perolehan suara untuk menentukan kursi dari satu partai politik (parpol) di satu daerah pemilihan (dapil).

Skema penentuan kursi, Saint Lague menurut Rio mengutamakan jumlah suara terbanyak yang kemudian untuk kursi berikutnya, hasil perolehan dibagi tiga, lima, dan tujuh untuk selanjutnya.

“Semakin banyak caleg kan semakin banyak bisa memperkenalkan partainya. Apalagi suara partai itu penting karena tidak ada lagi bilangnya pembagi pemilih. Jelas kondisi ini ada dampaknya,” kata Rio.

Meskipun persentasenya kecil, namun parpol baru harus kerja keras untuk bisa mendapatkan suara sebanyak mungkin pada Pileg 2019 mendatang. Sehingga dalam hitungan bulan, pendatang baru mewajibkan seluruh kader dan calegnya maksimal. Apalagi jika ‘pemain’ yang maju, belum pengalaman dan kurang dikenal.

“Apapun ceritanya, harus kerja keras lah mereka (partai baru). Kalau tidak, siap-siap saja akan menjadi partai numpang lewat saja,” pungkasnya.

Namun sebelumnya, berdasar data yang diperoleh Sumut Pos dari KPU Sumut paskatahapan pendaftaran bacaleg usai, mayoritas parpol baru memang tidak mendaftarkan bacaleg sesuai alokasi kursi yang tersedia. Dimana dari 16 parpol peserta pemilu, tiga partai yang notabene pendatang baru seperti PSI, Partai Berkarya dan Partai Garuda terlihat tidak mendaftarkan bacaleg sebanyak 100 orang atau sesuai jumlah kuota alokasi kursi dari 12 dapil.

PSI hanya mendaftarkan 69 bacaleg mereka. Hal ini terjadi setelah alokasi bacaleg mereka tidak memenuhi jumlah maksimal alokasi kursi pada Dapil Sumut 4 (Serdangbedagai dan Kota Tebingtinggi), Dapil Sumut 5 (Asahan, Kota Tanjungbalai dan Batubara), dapil Sumut 6 (Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu Utara), Dapil Sumut 7 (Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas, Kota Padang Sidimpuan dan Padanglawas Utara), Dapil Sumut 8 (Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat dan Gunung Sitoli) dan dapil Sumut 11 (Dairi, Pakpak Bharat dan Karo). Pada dapil Sumut 6 PSI bahkan sama sekali tidak memiliki bacaleg.

Begitupun Partai Berkarya dimana mereka hanya mendaftarkan 54 bacaleg. Partai ini hanya memenuhi kuota sesuai alokasi kursi pada dapil Sumut 2 yakni Kota Medan B (Medan Sunggal, Helvetia Barat, Tuntungan, Johor, Maimun, Polonia, Baru, Petisah dan Selayang). Selebihnya, jumlah bacaleg mereka tidak memenuhi kuota sesuai alokasi kursi yang ada.

Ironisnya pendaftaran bacaleg pada beberapa dapil justru tidak memenuhi syarat keterwakilan perempuan seperti pada dapil Sumut 3 (Deli Serdang), dapil Sumut 6 (Labuhan batu, Labuhan Batu Selatan dan Labuhan Batu Utara), dapil Sumut 10 (Simalungun dan Kota Pematang Siantar) dan dapil Sumut 12 (Langkat dan Kota Binjai).

Tidak penuhnya bacaleg sesuai kuota yang ada juga terjadi pada Partai Garuda, dimana mereka hanya mendaftarkan 20 bacaleg saja. Tercatat, partai ini hanya mendaftarkan caleg mereka untuk dapil Sumut 1 meliputi Medan A (Kecamatan Medan Kota, Denai, Deli, Belawan Amplas, Area, Marelan, Labuhan Tembung, Perjuangan dan Medan Timur), dapil Sumut 2 meliputi

Medan B (Medan Sunggal, Helvetia Barat, Tuntungan, Johor, Maimun, Polonia, Baru, Petisah dan Selayang), dapil Sumut 3 (Deli Serdang), dapil Sumut 6 (Labuhan batu, Labuhan Batu Selatan dan Labuhan Batu Utara), Dapil Sumut 7 (Tapanuli Selatan Mandailing Natal, Padang Lawas, Kota Padang Sidimpuan dan Padang Lawas Utara), dapil Sumut 8 (Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat dan Gunung Sitoli). Selebihnya pada dapil Sumut 4,5,9,10,11 dan dapil Sumut 12 mereka sama sekali tidak mendaftarkan calonnya. (prn/bal)

Lupakan Pra Musim

Premier League 2018/2019 akan dibuka dengan duel Manchester United kontra Leicester City di Stadion Old Trafford, Sabtu (11/8) dini hari. Setan Merah mengincar start mulus di kompetisi.

Manchester united menjalani pra musim yang buruk di Amerika Serikat. Mereka hanya bermain imbang dalam 3 pertandingan pertama mereka, sebelum kalah dari Liverpool.

Satu-satunya kemenangan United adalah melawan Real Madrid, tetapi mereka kalah dalam pertandingan terakhir melawan Bayern Munchen di Allianz Arena. Penyerang, Alexis Sanchez mengakui bahwa persiapan timnya menghadapi kompetisi musim ini penuh kendala. Akan tetapi ia mewajibkan rekan-rekannya untuk meraih kemenangan, termasuk di laga perdana lawan Leicester di matchday 1 EPL akhir pekan ini di Old Trafford.

Jose Mourinho juga sudah membawa timnya menjalani latihan pra-musim. Skuat MU juga sudah menjalani sejumlah pertandingan uji coba Akan tetapi rencana Mourinho bisa dibilang cukup berantakan. Pasalnya tak semua pemain bisa gabung latihan pra-musim itu. Ada pemain yang absen karena masih liburan usai bermain di Piala Dunia 2018. Ada juga pemain yang kemudian tak bisa ikut latihan secara penuh karena alasan keluarga.

Selain itu aktivitas transfer MU juga tak cukup baik. Setan Merah hanya menambah Fred dan pemain-pemain muda. Hal itu kerap kali dikeluhkan Jose Mourinho. Pasalnya para rival lain cukup rajin belanja pemain.

“Ini selalu pertandingan yang sulit melawan Leicester tetapi setiap pertandingan sulit di liga Inggris. Kami hanya berharap bahwa kami dapat memberikan penjelasan yang baik tentang diri kami pada hari pertama,” serunya seperti dilansir Sky Sports.

“Kami mungkin tidak dapat mengandalkan semua orang yang telah bermain di Piala Dunia, tetapi semua orang yang menjalani sesi pra-musim secara penuh sangat tertarik dan bersemangat untuk bermain dan semoga kami akan berada dalam kondisi yang baik,” ujar Sanchez.

Namun pemain asal Cile itu tetap optimis skuadnya bisa menumbangkan lawan. Apalagi MU bermain di kandang sendiri. “Ini adalah pertandingan yang harus dimenangkan, tetapi dengan Manchester United Anda berkewajiban untuk menang di setiap pertemuan yang Anda hadapi, kami harus membuktikan bahwa kami adalah salah satu klub terbesar yang ada di panggung dunia. Kami memiliki beberapa pemain berkualitas dan mari harap kami benar-benar dapat menunjukkan itu pada hari Jumat,” tandasnya.

Di sisi lain, musim awal The Foxes juga tidak menghasilkan hasil yang luar biasa. Mereka imbang dua kali dari 5 pertandingan pra-musim, meraih kemenangan melawan Notts County dan Lille tetapi kalah dari Udinese.

Kiper Leicester, Kasper Schmeichel, mengatakan leicester akan tampil berbeda musim ini. Apalagi pelatih Leicester, Claude Puel sangat menyukai sepak bola menyerang dengan menekankan pada ball possession.

“Secara klasik, kami terbiasa dengan serangan balik. Tapi, pelatih menginginkan kami mengambil kendali permainan,” kata penjaga gawang tim nasional Denmark itu dalam situs resmi klubnya, mengutip dari Reuters, Kamis (9/8).

Apalagi, laga berlangsung di kandang lawan. Namun The Foxes yakin laga akan ketat. “Ini akan sulit karena kami jauh dari rumah kami. Tapi, ini sesuatu yang harus kami coba,” ujarnya. (bbs/don)

Calhaj Paluta Didominasi Petani

MEDAN- Hingga Jumat (10/8) dini hari tadi, sudah 18 kelompok terbang (Kloter) Embarkasi Medan telah berangkat ke Tanah Suci. Kloter 18 yang diisi jamaah asal Padanglawas Utara (Paluta) dan Kota Medan bertolak ke Bandara King Abdul Aziz Jeddah dari Bandara Kualanamu dini hari tadi, pukul 04.40 WIB.

Kepala Kantor Kemenag Paluta, Parmohonan Harahap mengungkapkan, jamaah calhaj asal Paluta ini didominasi petani, ada sekitar 190 orang. Kemudian, 54 orang diantaranya bekerja sebagai PNS, TNI, dan Polri “Sedangkan sisanya merupakan calhaj umum. Jadi sekitar 70 persen jamaah Paluta petani,” kata Parmohonan Harahap kepada wartawan, Kamis (9/8).

Disebutnya, umumnya para petani yang menunaikan ibadah haji tahun ini memiliki lahan perkebunan sawit dan karet di Paluta. “Kalau petani di Paluta kebanyakan mempunyai lahan perkebunan sawit dan karet sendiri,” sebutnya.

Sementara itu, lanjutnya, sebanyak empat orang calhaj Paluta gagal berangkat lantaran sebelum masuk Asrama Haji, meninggal dunia. Namun, saat ini calhaj yang gagal berangkat disebabkan meninggal dunia, belum bisa digantikan oleh ahli warisnya. “Program digantikan oleh ahli warisnya kan baru tahun 2018 ini. Sementara ahli warisnya mendesak supaya berangkat haji pada 2019, jadi belum bisa,” jelasnya.

Selain itu, terangnya, dalam keberangkatan haji ini, Pemkab Paluta membantu transportasi dan konsumsi calhaj, selama dalam perjalanan dari Gunung Tua ke Asrama Haji Medan. “Pemkab juga memberikan bantuan dua helai sarung untuk masing-masing jemaah calhaj Kabupaten Paluta yang berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini,” sebutnya.

Parmohonan berpesan, agar seluruh calhaj asal Paluta ini, dapat menjaga kesehatannya selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. “Jaga kesehatan serta mempersiapkan mental dan fisik, agar tidak terhalang dalam melaksanakan ibadah haji dan memegang teguh rasa ikhlas dan sabar selama pelaksanaan ibadah haji di tanah suci agar menjadi haji mabrur,” katanya. (man/adz)

Habibie: Kenapa Masih Impor?

PEKANBARU-Presiden ke-3 Indonesia BJ Habibie, menyoroti masih gencarnya pemerintah melakukan impor. Padahal, Indonesia sudah memiliki teknologi pangan yang bisa diandalkan.

Habibie mencontohkan teknologi untuk kedelai. Peneliti dan perekayasa bisa menciptakan teknologi yang menghasilkan kedelai bermutu baik dengan jumlah banyak.

“Kita punya teknologi pangan yang bagus. Biayanya mu rah, hasilnya banyak, tapi kenapa sampai sekarang masih impor kedelai juga?” ungkap Habibie, saat menjadi keynotespeaker dalam rangkaian kegiatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-23 di Pekanbaru, Riau, Kamis (9/8).

Habibie berandai-andai, akan terasa indah bila teknologi pertanian bisa menaungi industri di dunia. Sebab majunya peradaban dunia, tidak cukup dengan pendidikan dan pembudayaan, tapi juga teknologi. “Hanya teknologi yang bisa bikin satu negara maju,” jelasnya.

Habibie mengaku bersyukur, masih bisa memperingati Hakteknas. 23 tahun lalu, Habibie menepati janjinya kepada Presiden Soeharto untuk mendaratkan pesawat terbang buatan anak bangsa, bekerja sama dengan Spanyol.

“Saya tepati janji yang diberikan kepada presiden 28 Januari 1974, 10 tahun lagi Indonesia sudah bisa kuasai teknologi pesawat terbang,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan Harteknas ke-23, semua pihak bekerja sama sebagai satu tim dan fokus kepada kebutuhan rakyat.

“Itu akan berkembang jika kita mengembangkan dasar-dasar pikiran dari ekonomi pasar Pancasila,” pungkas Habibie. (esy/jpnn/saz)

Wali Kota: Kemas Semenarik Mungkin

Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, menerima audiensi Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Sumut di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (8/8) lalu. Audiensi ini dalam rangka mengundang Eldin dan mengharapkan dukungannya dalam acara Indonesia International Bikers Gathering.

Ketua IMI Sumut Faisal Nasution mengatakan, HDCI Sumut bekerja sama dengan Xtrim Sumut, akan menggelar Indonesia International Bikers Gathering. Event ini rencananya digelar pada 30 November hingga 2 Desember 2018 mendatang di Lapangan Benteng Medan. Selama penyelenggaran nantinya, akan ada ribuan bikers yang turun ke Kota Medan, dan akan melakukan touring dengan mengambil rute jalan pedesaan.

“Sepanjang jalan pedesaan tersebut, nantinya kami akan melakukan penghijauan, dengan menanam pohon mangga, dengan harapan ke depannya buah mangga tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat,” tutur Faisal, didampingi Ketua HDCI Medan T Rinel, Ketua Harian Xtrim Medan Gultom, dan sejumlah panitia.

Selain itu, para bikers yang mengikuti event ini, nantinya akan disuguhi hiburan kesenian dan kuliner khas Kota Medan, sehingga para peserta yang berasal dari luar Kota Medan dan wisatawan, yang menyaksikan event ini, dapat mengenal lebih jauh kesenian dan kuliner khas Kota Medan.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, didampingi Asisten Administrasi Umum Ikhwan Habibi Daulay, Kepala Dinas Kebudayaan Suherman, Kepala Dinas Pariwisata Agus Suriyono, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Marah Husin Lubis, cukup mengapresiasi dan mendukung kegiatan Indonesia Internasional Bikers Gathering yang dipusatkan di Kota Medan.

Eldin berpesan kepada panitia penyelenggara, agar event ini dikemas semenarik mungkin. Sehingga mampu mengundang minat wisatawan untuk datang ke Kota Medan. “Event seperti ini harus dimanfaatkan untuk menarik minat wisatawan berkunjunga ke Medan,” jelasnya. (ris/saz)

Makan Ayam, Terbang ke Malaysia

AYAM: Menu istimewa dari Almaida Chicken, ayam crispy dengan sambal petir. Saat ini, setiap transaksi berkesempatan untuk terbang ke Malaysia.
AYAM: Menu istimewa dari Almaida Chicken, ayam crispy dengan sambal petir. Saat ini, setiap transaksi berkesempatan untuk terbang ke Malaysia.

Almaida Chicken membuat program jalan-jalan untuk anak Medan. Hanya dengan bertransaksi senilai Rp50 ribu, setiap pelanggan akan mendapatkan kupon untuk mengikuti program ini.

Owner Almaida Chicken, Qodrisyah Siregar menyatakan program makan ayam gratis ke Malaysia ini sebagai cara untuk menambah pelanggan dan yang pada umumnya pelanggan dari Almaida Chicken adalah anak muda.

“Nah, generasi millenial itukan sangat senang jalan-jalan. Travelling bagi anak muda itu adalah gaya hidup. Dan segmen ya kita adalah remaja dan anak muda,” ujarnya.

Dijelaskannya, program “Makan Ayam, Bisa Terbang ke Malaysia” ini akan berakhir pada tanggal 22 Agustus mendatang, sedangkan untuk pengindian kupon akan dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus. Dan pengumuman pemenang akan ditampilkan di media sosial dan outlet Almaida Chicken yang terletak di Jalan Kapten Muslim no 75 Medan.

Di Malaysia nanti, para pemenang akan menginap selama 2 hari, 3 malam. Selama waktu itu, para pemenang akan diberikan kesempatan untuk mengunjungi berbagai kawasan wisata.

“Kita akan mencari 2 pemenang. Dan pemenang kita berikan kesempatan untuk menentukan kapan dia mau berangkat ke Malaysia. Dan itu kita gratiskan, mulai dari tiket pulang pergi, penginapan, dan kunjungan ke tempat wisata,” tambahnya.

Qodri menyatakan bahwa bila program ini berhasil dilaksanakan, maka ada kemungkinan program ini akan menjadi program rutin dan akan dilaksanakan kembali tahun depan.

“Dan ada kemungkinan akan ada promo dan program lainnya. Apalagi, pada bulan September kita akan grand launching. Akan ada penambahan menu makanan yang mengangkat khas Sumut,” tambahnya.

Nah, ke depannya akan ada menu tambahan seperti bakso dengan menu andaliman, kopi, dan lainnya.

Untuk harga di Almaida Chicken ini juga akan sangat terjangkau, mulai dari Rp9 ribu sampai Rp40 ribu.

“Menu yang harganya Rp40 ribu itu merupakan paket untuk bertiga. Isinya, 2 nasi putih, 3 ayam crispy, dan 2 minum,” tutupnya.

Adapun menu yang tersedia seperti, Chicken Geprek sambal petir, Chicken geprek mozarella, chicken geprek cheese, dan mie level. (ram)

BPKP Segera Keluarkan Hasil Audit

ist ADMINISTRASI: Sejumlah warga saat mengurus administrasi di Kantor BPJS Kesehatan Medan, Jalan Karya Medan, belum lama ini.
ist
ADMINISTRASI: Sejumlah warga saat mengurus administrasi di Kantor BPJS Kesehatan Medan, Jalan Karya Medan, belum lama ini.

Pemerintah memutuskan untuk mengaudit keuangan BPJS Kesehatan yang disebut defisit, karena lebih banyak membayar ketimbang mendapat pemasukan dari iuran pesertanya.

Audit ini juga akan menentukan dilanjutkan atau tidaknya Peraturan Direktur (Perdir) Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Nomor 2, 3, dan 5, terkait pelayanan katarak, persalinan bayi, dan rehabilitasi medik.

Menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, audit ini dilakukan Badan Pengawasan dan Keuangan Pembangunan (BPKP). Hasilnya baru keluar pekan depan.

“Sepekan ini kami tunggu hasilnya,” tutur Fachmi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kamis (9/8).

Lebih lanjut Fachmi menuturkan, pembiayaan program Jaminan Kesehatan Nasional menggunakan prinsip anggaran berimbang. Pihaknya bersama Menteri Keuangan, Menteri Kesehatan, dan Dewan Jaminan Sosial Nasional, juga telah merencanakan anggaran pada 2018, dan sama-sama mengetahui adanya defisit.

Namun Fachmi memastikan, walau ada defisit, pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus tetap berjalan. Sementara, tugas pemerintah adalah melakukan penyesuaian pada anggaran.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, audit dilakukan secara internal oleh BPKP untuk melihat kondisi keuangan BPJS Kesehatan secara rinci.

“Nanti dilihat, tagihan yang sudah dibayarkan oleh pemerintah sampai dengan 2018 pada Juli lalu, dan komponennya. Kemudian kami ingin melihat polanya selama ini ke belakang, sehingga diketahui tren dari masyarakat dalam menggunakan fasilitas kesehatan itu seperti apa,” jelasnya.

Diketahui, rapat tertutup ini dipimpin Menko PMK Puan Maharani, kemudian dihadiri Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris. (cuy/jpnn/saz)

Pemkab Musi Rawas Belajar Kendalikan Inflasi

Tim Pemkab Musi Rawas berkunjung ke Pemko Medan, Rabu (8/8) lalu. Kunjungan ini dalam rangka mempelajari, sekaligus berkonsultasi, soal pengendalian inflasi di Ibukota Sumatera Utara (Sumut) ini.

Kedatangan rombongan tamu yang dipimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Pemkab Musi Rawas Syaiful Anwar Ipna ini, diterima Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik, Sulaiman Harahap di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Medan.

Didampingi staf Bagian Perekonomian Setda Kota Medan, Sulaiman memaparkan profil Kota Medan, serta berbagai program dan langkah yang dilakukan Pemko Medan dalam pengendalian inflasi. Sulaiman menyampaikan, angka komulatif inflasi Kota Medan sampai Juli 2018 ini, yakni 0,01 persen, lebih kecil dari Sumut yang mencapai 0,21 persen, dan lebih kecil dari nasional 2,09 persen.

Sulaiman juga mengatakan, Pemko Medan mempunyai berbagai program pengendalian inflasi dan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Di antaranya tetap melakukan monitoring dan evaluasi terhadap harga sembako dan kebutuhan bahan pokok strategis lainnya ke pasar-pasar tradisional, membangun pasar induk di Kecamatan Medan Tuntungan, merevitalisasi pasar tradisional, juga melakukan operasi pasar beras, gula pasir, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih, yang bekerja sama dengan Perum Bulog.

Selain itu, yang menarik perhatian rombongan tamu, adalah kebijakan Pemko Medan yang memberikan beras jimpitan kepada keluarga anak gizi buruk/gizi kurang, serta rumah tangga rawan pangan di Kota Medan. Beras jimpitan ini dipungut dari para ASN Pemko Medan secara sukarela setiap bulannya.

“Sejak 2017, Pemko Medan bersama unsur lainnya, telah membentuk Satgas Pangan, guna mengantisipasi gejolak harga/spekulan pada hari-hari besar keagamaan tertentu, dalam usaha mengendalikan inflasi,” tutur Sulaiman.

Tidak hanya itu, Sulaiman mengungkapkan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Medan juga telah melaksanakan pilot project penanaman komoditas bawang merah dan cabai merah pada 2014 lalu.

Dan selanjutnya pada 2017, Pemko Medan melalui Distanla menyelesaikan program pembangunan Rumah Bawang di Kecamatan Medan Marelan, untuk penanganan pasca panen. “Sejak awal Ramadan lalu, TPID Medan bersama PD Pasar Medan, Perum Bulog Sub Divre Medan, dan Bank Indonesia, juga membuka outlet Kedai Kita, sebagai rujukan harga pasar. Outlet ini ditempatkan di Pusat Pasar,” bebernya.

Pertemuan ini berlangsung dalam suasana santai namun serius. Sulaiman menjawab dengan tenang setiap rasa ingin tahu para tamu. Rasa kekeluargaan pun terjadi dengan baik pada dialog tersebut. Di akhir acara, dilakukan saling tukar cenderamata antara Pemko Medan dan Pemkab Musi Rawas. (ris/saz)

Gugatan Pilkada Padanglawas Gugur

JAKARTA-Mahkamah Konstitusi ( MK) menggugurkan perkara perselisihan hasil pemilihan (PHP) Bupati dan Wakil Bupati Sinjai, Sulawesi Selatan.

Hakim Konstitusi Anwar Usman, sekaligus ketua sidang menyebutkan, pemohon tidak hadir tanpa terlebih dulu memberikan alasan yang sah.

“Dengan demikian mahkamah berpendapat pemohon tidak bersungguh-sungguh dengan pemohonannya, sehingga permohonan dinyatakan gugur,” ungkap Anwar, saat menyampaikan pembacaan keputusan atau ketetapan dis missal di Ruang Sidang MK, Jakarta, Kamis (9/8).

Sebelumnya, kata Anwar, panitera MK telah menerima permohonan tertanggal 9 Juli 2018, yang diajukan oleh pa-sangan calon (paslon) nomor urut 2, yakni Sabirin Yahya dan Andi Mahyanto Mazda.

MK, lanjutnya, telah menyelenggarakan pemeriksaan pen dahuluan terhadap permohonan tersebut, melalui sidang panel pada 26 Juli 2018. Hal itu guna memeriksa kelengkapan dan kejelasan materi permohonan. Namun, Sabirin-Andi tidak hadir, tanpa memberikan alasan yang sah. Kemudian Kepaniteraan MK berupaya mengkonfirmasi kepada keduanya pada 26 Juli 2018, dan yang bersangkutan menyatakan tidak akan melanjutkan permohonannya.

Sebelumnya, pemohon mengajukan permohonan pembatalan berita acara KPU Kabupaten Sinjai tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara di Tingkat Kabupaten Sinjai dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sinjai 2018 bertanggal 5 Juli 2018.

Hal yang sama, MK juga menggugurkan gugatan pa-sangan calon Toni Rondi Tua-Syarifuddin Hasibuan pada Pilkada Kabupaten Padanglawas, Sumatera Utara (Sumut), 2018. Pasalnya, pemohon tidak hadir dalam persidangan pendahuluan tanpa alasan yang sah dan patut.

“Permohonan dinyatakan gugur dengan merujuk pasal 30 ayat 1 Peraturan MK 5 2017, permohonan pemohon harus dinyatakan gugur,” pungkas Anwar. (bbs/jpnn/saz)

Electronic City Roadshow 2018, 12 Kelebihan Bagi Anggota

ist FOR SUMUT POS BERSAMA: Perwakilan dari Electronic City dan rekan media berfoto bersama usai Media Gathering 2018 di Medan, Kamis (9/8).
ist FOR SUMUT POS
BERSAMA: Perwakilan dari Electronic City dan rekan media berfoto bersama usai Media Gathering 2018 di Medan, Kamis (9/8).

MEDAN- Electronic City merupakan pelopor retail elektronik modern di Indonesia. Berdiri sejak 2001 yang lalu, PT Electronic City Indonesia Tbk sudah tercatat di pasar saham dengan kode ECII. Diusianya yang menginjak usia 17 tahun, Electronic City memberikan kemudahan kepada pelanggan setianya berupa keanggotaan bernama E-Cityzen.

Head Marketing Communications Electronic City, Arlene Junita menyatakan ada 12 kelebihan yang akan dimiliki oleh para E-Cityzen, seperti harga khusus, asuransi petir dan banjir, pengiriman barng dalam waktu 6 jam, dan lainnya.

“Dan kelebihan lain, bagi anggota tidak perlu menggunakan kartu, cukup hanya dengan menyebutkan nama dan nomor telepon, jadi cardless yang sangat memudahkan,” ujarnya dalam Media Roadshow Electronic City di Medan, Kamis (9/8) kemarin.

Dijelaskannya, E-Cityzen ini sudah mulai dikonsepkan sejak Desember 2017 yang lalu, dan hingga berita ini diturunkan setidaknya sudah 20 ribu member yang mendaftar. Dan untuk mendaftarnya juga sangat mudah, cukup melalui website atau langsung melalui customer service toko.

Kelebihan menjadi E-Cityzen ini menurut Arlen yang paling disenangi oleh para pelanggan adalah memperoleh poin yang dapat ditukar dengan berbagai hadiah menarik yang tersedia. Bukan hanya itu saja, member juga mendapatkan info promo, dan selalu ada saja hadiah menarik yang akan diberikan oleh Electronic City.

“Untuk di website bisa melalui www.electronic-city.com atau aplikasi di android. Sedangkan untuk ke customer service toko, untuk di Kota Medan sendiri, berada di Plaza Medan Fair yang terletak di Jalan Gatoto Subroto Medan,” jelasnya.

Seperti diketahui, untuk di Kota Medan sendiri, Electronic City sudah ada sejak 10 tahun yang lalu. Setidaknya ada lebih dari 100 merk yang kerjasama dengan Electronic City yang menjual berbagai perlengekapan elektronik, mulai dari peralatan untuk makanan, peralatan rumah, hingga gadget dan laptop. (ram)