Home Blog Page 6061

Hari ini Launching Film sebelum Iblis menjemput di Medan

DAME AMBARITA/SUMUT POS JUMPA PERS: Dua pemain film Sebelum Iblis Menjemput, Chelsea Islan dan Karina Suwandi, saat meet and greet di Ringroad City Walks Medan, Sumatera Utara, Rabu (8/8).
DAME AMBARITA/SUMUT POS
JUMPA PERS: Dua pemain film Sebelum Iblis Menjemput, Chelsea Islan dan Karina Suwandi, saat meet and greet di Ringroad City Walks Medan, Sumatera Utara, Rabu (8/8).

Film horor Indonesia kembali bangkit menyajikan tontonan yang siap bikin penonton menjerit. Film ‘Sebelum Iblis Menjemput’ yang dibintangi Chelsea Islan, Pevita Pearce dan Karina Suwandi, berhasil menghadirkan ketakutan melalui teror mencekam. Penontont siap-siap saja sport jantung,  menyaksikan adegan demi adegan munculnya sosok iblis di film ini.

“Siap-siap saja  terkaget-kaget dan tercekat di kursi mananti teror-teror adegan film ini di bioskop,” kata sutradara film, Timo Tjahjanto. Kata Timo, ho- ror yang ingin diciptakan dalam film itu adalah kengerian, yang akan menjadi mimpi buruk bagi penonton.

Teror dalam film itu juga diakui dua aktor yang membintanginya, yakni Chelsea Islan dan Karina Suwandi. “Para pemain aja ikut menjerit saat pertama kali menonton premiere filmnya. Padahal kami sudah tau jalan ceritanya. Pokoknya nonton deh. Film ini tidak hanya menawarkan horor saja, tapi juga drama keluarga, action, dan thriller.

Karakter-karakternya kuat, sinematografinya menunjukkan level film horor Indonesia yang tidak kalah dari film Barat. Ritme filmnya yang cepat,” cetus Chelsea Islan didampingi Karina Suwandi, dalam Meet and Greet di Ringroad City Walks Medan, Sumatera Utara, Rabu (8/8/2018) sore.

Film ‘Sebelum Iblis Menjemput’ mengisahkan Alfie (Chelsea Islan), seorang perempuan muda yang dihantui masa lalunya yang kelam. Terpisah lama dengan sang ayah (Ray Sahetapy) yang menikahi perempuan lain (Karina Suwandi), Alfie mendapati ayahnya koma karena gejala penyakit misterius.

Adegan Teror Ternyata Muncul di Rumah Sakit.
Penasaran, gadis muda itu berusaha mencari tahu jawaban penyebab penyakit sang ayah, dengan mendatangi villa yang suka didatangi ayahnya. Di sana ia berusaha mencari tahu apa yang terjadi kepada ayahnya, dan ibunya yang dulu meninggal secara janggal. Di sana juga ia bertemu Maya (Pevita Pearce), saudari tirinya yang mempunyai agenda tersendiri.

Di villa tua itu, teror demi teror menguak rahasia mengerikan sang ayah, yang membawa mereka ke nasib yang lebih mengerikan dari kematian. Iblis… yang dulu memberi ayahnya kekayaan, dan kini menuntut tumbal.

“Kita syuting di vila yang sudah 40 tahun ditinggalkan. Dan itu benar-benar menantang. Agak mencekam saat pertama kali masuk ke dalam vila tua itu,” ujar Karina, menjawab wartawan.

Menurut Karina dan Chelsea, film ‘Sebelum Iblis Menjemput’ merupakah film horor mereka yang pertama. Tapi keduanya tidak mengalami kendala yang berarti saat menjalani syuting. “Karena persiapan filmnya matang. Dan kita fokus memerankan karakter di film tersebut,” ungkap Karina.

Film yang akan tayang perdana di bioskop pada Kamis, 9 Agustus 2018 dibintangi beberapa bintang papan atas, yakni Chelsea Islan sebagai Alfie, Pevita Pearce sebagai Maya, Samo Rafael sebagai Ruben, Ray Sahetapy sebagai Lesmana, Karina Suwandi sebagai Laksmi, dan beberapa pemain lainnya.

Film Sebelum Iblis Menjemput mendapatkan dukungan penuh dari BukaNonton by Bukalapak. Film ini nantinya akan ditayangkan juga di BukaNonton yang dapat dinikmati di aplikasi Bukalapak. Para pengguna dapat menyaksikan berbagai film Indonesia produksi Screenplay melalui BukaNonton, di mana saja dan kapan saja.

So, seperti apa kengerian dan teror yang bikin kalian tercekat di kursi penonton? Nikmati di bioskop mulai 9 Agustus. (mea/saz)

Ratusan Pengendara Disidang di Tempat

SOPIAN/SUMUT POS SIDANG: Sejumlah pengendara menjalani sidang ditempat oleh majelis hakim Pengadilan Negeri.
SOPIAN/SUMUT POS
SIDANG: Sejumlah pengendara menjalani sidang ditempat oleh majelis hakim Pengadilan Negeri.

TEBINGTINGGI-Ratusan pengendara roda dua, tiga dan roda empat dikenakan sanksi tilang dan langsung disidang di tempat usai terjaring razia gabungan di Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi, Kamis (9/8).

Pengendara dikenakan sanksi tilang karena tidak memiliki SIM, STNK, pajak kendaraan mati, izin gandeng untuk becak barang, plat kenderaan becak bermotor yang belum resmi plat kuning, tidak memakai sefty belt dan tidak menyalakan lampu utama saat mengendarai sepeda motor.

Para pelanggar ini langsung dilakukan tilang oleh pihak Sat Lantas Polres Tebingtinggi sesuai pasal dengan kesalahannya, begitu juga dengan pihak Dinas Perhubungan Kota Tebingtinggi yang juga banyak melakukan penindakan terhadap pengemudi becak bermotor.

Setelah itu, mereka langsung disidang oleh hakim Pengadilan Negeri Tebingtinggi yang di Ketuai Albon SH. Setelah diputus melakukan pelanggaran, pengendara pun diperintahkan membayar denda pelanggaran kepada pihak Kejaksaan Negeri Tebingtinggi yang juga berada di lokasi razia.

“Kebanyakan pelanggar harus membayar denda sebesar Rp 30.000- Rp 50.000 untuk kenderaan seperti sepeda motor dan betor, sedangkan untuk kesalahan pengemudi mobil, denda yang harus dibayarkan sebesar Rp100 ribu-Rp 150.000,”ujar petugas Kejari Tebingtinggi, Jenny SH.

Salah seorang warga, Wati (35) warga Pondok 5, Desa Paya Pinang, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Sergai mengaku ditilang karena tidak memiliki SIM saat mengendarai sepeda motor. “Saya mau kerja, tiba-tiba diberhentikan polisi. Tak punya SIM,”bilang Wati.

Karena tidak memiliki SIM, Watipun mengakui kesalahannya dan membayar denda tilang dengan sidang langsung sebesar Rp50 ribu.

Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi Iptu J Nainggolan mengatakan, bahwa razia gabungan dilakukan untuk menciptakan ketertiban dan penegakan peraturan lalulintas di jalan raya. (ian/han)

Ajak Mahasiswa Berpikir Cepat, Taktis, dan Strategis

ist Bupati Pakpak Bharat, Dr Remigo Yolando Berutu MFin MBA
ist
Bupati Pakpak Bharat, Dr Remigo Yolando Berutu MFin MBA

PAKPAK BHARAT-Untuk kesekian kalinya, Bupati Pakpak Bharat Dr Remigo Yolando Berutu MFin MBA mendapat kehormatan memberikan kuliah umum bagi para mahasiswa. Kali ini, Remigo berkesempatan memberikan kuliah umum kepada mahasiswa program pasca sarjana dan sarjana terapan di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi–Lembaga Administrasi Negara (STIA-LAN), Bandung, Kamis (9/8)pagi.

Dengan mengangkat tema ‘Transformasi Pembangunan Daerah Dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah’ Bupati Remigo memukau ratusan mahasiswa dengan mengupas habis kondisi kekinian terkait perubahan yang terjadi di dunia.

Dengan mengutip isi buku Disruption karya Rhenald Kasali, Remigo mengajak seluruh hadirin untuk berfikir cepat, taktis dan strategis dalam rangka bertransformasi menghadapi perubahan di dunia yang begitu cepat, sekaligus mengilustrasikan bagaimana disruption yang sedang populer di Indonesia, tidak lain adalah keberadaan para angkutan online yang perlahan, tapi pasti mampu menggerus laba dari angkutan tradisional seperti taxi.

“Ini yang menjadi salah satu faktor Pemkab Pakpak Bharat bertransformasi secara cepat, dengan menyesuaikan diri terhadap kondisi yang ada, salah satunya adalah penerapan beragam aplikasi pelayanan publik ataupun aplikasi penunjang lainnya yang dikenal dengan nama e-Government”, papar Bupati Remigo.

Gayanya yang khas dalam berinteraksi, lugas serta humoris dan mampu memahami kondisi kekinian, Bupati Remigo mengingatkan para mahasiswa yang diklasifikasikannya sebagai generasi milenial, meminta ke depannya harus mampu menyelesaikan beragam persoalan sosial kemasyarakatan yang ada, serta pembangunan dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Jangan menjadi penambah permasalahan, tetapi jadilah solusi untuk Indonesia”, pesannya.

Secara khusus Bupati Remigo juga menggugah semangat ke Indonesiaan anak negeri ini, untuk lebih memikirkan persoalan kebangsaan yang penuh tantangan di era sekarang. Hal itu semakin terekspresikan ketika Bupati Remigo mengajak seluruh mahasiswa menyanyikan bersama lagu Indonesia Pusaka dengan penuh penghayatan dan rasa cinta. Beliau memang sosok yang mampu menggugah hati untuk lebih mencintai negeri.

Ketua STIA LAN Bandung, Dr H Joni Dawud, DEA yang turut hadir bersama jajarannya, mengajak seluruh hadirin untuk belajar kepada Bupati Pakpak Bharat ini.

“Beliau mampu membuat perubahan dari Kabupaten yang baru lahir dan kini menjadi percontohan bagi wilayah lain, khususnya dalam hal inovasi”, terangnya.

Kehadiran Bupati Remigo menurut Ketua STIA LAN, tidak hanya sebuah kehormatan besar, tetapi juga menjadi energi baru dalam bertransformasi, paling tidak pada iklim pendidikan tinggi di STIA LAN.

Hal senada juga diutarakan salah seorang mahasiswi S-1 bernama Firda dari jurusan ABSP angkatan 2017 yang begitu serius mengikuti kuliah umum ini, bahwa Bupati Remigo sangat inspiratif sehingga memiliki gambaran ke depan seperti apa yang dihadapi dalam era globalisasi kini.

Sementara itu salah seorang mahasiswa S-2, Erwin Setiawan mengutarakan bahwa arah ke depan semakin jelas sebagaimana diungkapkan Bupati Remigo.

“Dan banyak hal tersirat yang sungguh menggugah generasi muda”, pungkas pria yang juga seorang prajurit TNI-AD.

Acara kemudian diakhiri dengan tukar-menukar cinderamata antara STIA LAN Bandung dengan Pemkab Pakpak Bharat hingga foto bersama. (tam/han)

Nyinyir, Apa Hukumnya?

Allah telah memerintahkan umatnya untuk senantiasa berbuat baik dalam perbuatan maupun lisan. Dan Allah telah memberikan teladan yang baik melalui Rasulullah SAW.

Semasa hidupnya Rasulullah SAW tidak pernah mencela apapun apalagi nyinyir. Bukan hanya terhadap sesama manusia, Rasulullah SAW bahkan tidak pernah mencela makanan sekalipun beliau tidak suka.

Diriwayatkan oleh Aisyah ra, beliau berkata, “Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah mencela makanan yang tidak disukainya. Jika beliau menyukai, maka beliau akan memakannya, jika tidak maka beliau akan meninggalkannya.”

Sayangnya, pada masa sekarang banyak orang yang saling berkomentar miring alias nyinyir. Apalagi didukung media sosial dan internet. Akhirnya nyinyir menjadi sebuah kegiatan yang turut mewarnai dunia maya.

Lalu, bagaimana Islam memandang perbuatan nyinyir tersebut?
Perbuatan nyinyir hampir sama dengan menyindir, mencemooh atau mencela, maka dapat disimpulkan hukumnya tidak jauh berbeda dengan hukum menyindir orang dalam Islam.

Nyinyir tidak diperbolehkan dan akan menjadi dosa apabila tujuannya buruk dan menyakiti orang lain, misalnya nyinyir dengan tujuan untuk menghina, balas dendam dan untuk riya. Jelas, hukummenyakiti hati orang lain dalam Islam adalah dosa.

Allah telah memperingatkan hambanya untuk tidak mencela ataupun mencemooh orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Seperti firman Allah dalam (QS. Al-Hujurat[11] :
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, karena boleh jadi mereka yang (yang diolok-olokkan lebih baik dari mereka yang (mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan mengolok-ololk perempuan yang lain, karena boleh jadi perempuan (yang diolok-olok) lebih baik daripada yang mengolok-olok.

Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (paggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Dan dalam ayat tersebut, Allah SWT menegaskan janganlah para perempuan memperolok perempuan yang lain. Mengapa hanya perempuan? Karena seperti yang telah diketahui bahwa perempuan lebih banyak bicara dibandingkan laki-laki dan biasanya kaum perempuan yang lebih sering membicarakan orang ketimbang kaum laki-laki. Maka dari itu kenapa Allah menegaskan janganlah perempuan-perempuan mengolok-olok perempuan yang lain, agar para perempuan lebih menjaga lisannya dan akhlaknya.

Demikianlah, nyinyir yang merupakan dosa lisan memang kasusnya cenderung didominasi perempuan seperti halnya ghibah. Maka, bukan hanya hati yang harus disucikan, melainkan juga lisan dan perbuatan. Ini berlaku bagimuslim maupun muslimah.

Nyinyir hanya diperbolehkan apabila bertujuan baik, seperti untuk membuat perilaku dan sifat seseorang agar menjadi lebih baik, namun haruslah memakai aturan sumber syariat Islam serta dasar hukum Islam. (dalamislam/ram)

KACA, Bukti Kejayaan Peradaban Islam

SECARA alami, kaca merupakan hasil lelehan batu yang kemudian mengeras dengan tekanan tinggi. Bahan bakunya memang telah tersedia di alam, namun diperlukan keterampilan khusus dan  teknologi untuk mengubahnya menjadi sesuatu yang memiliki nilai tinggi. Dan, ternyata para Ilmuwan Islam memiliki andil yang besar dalam mengembangkan teknologi ini di masa lampau.

Menurut sejarawan Romawi Kuno, Pliny (23-79 SM), para pedagang Phoenic sudah menemukan kaca di wilayah yang sekarang disebut Suriah pada 5.000 tahun SM. Dan, 3500 tahun SM manusia mulai membuat kerajinan tangan dari kaca alami tersebut. Hal ini bisa ditemukan di Mesir dan Mesopotamia Timur.

Awalnya tampilan kaca tidaklah bening seperti yang ada saat ini. Jerih payah para ilmuan Islam lah yang membuat kaca terlihat bening mempesona hingga beraneka warna. Ilmuan Islam yang berhasil menyulap kaca menjadi suatu seni yang berkualitas tinggi itu antara lain:

Abbas bin Firnas. Dunia mengenalnya sebagai manusia pertama yang mampu terbang di udara. Berkat kemampuannya di bidang fisika, beliau berhasil menemukan silica, senyawa murni yang digunakan untuk pembuatan kaca.

Sebelum itu, Jabir Ibnu Hayyan (721 M) telah menjelaskan 58 resep asli untuk memproduksi gelas atau kaca berwarna yang ditulisnya dalam kitab al-Durra al-Maknunaatau (The Book of the Hidden Pearl) dan kitab al-Marrakishi.

Atas risalah karya Ibnu Sahl (940-1000 M) yang menjelaskan tentang cermin parabola,  peradaban Islam pun tercatat sebagai yang pertama menemukan kaca cermin yang jelas.

Dan sejak abad ke 7 hingga 14 M teknologi pembuatan kaca yang dipelopori oleh ilmuan Islam berkembang begitu pesat. Namun, teknologi tersebut kemudian dikuasai oleh  barat seiring kemunduran pemerintahan Islam. (redaksiislam/ram)

Dicopot, Proses Pidana Lanjut

JAKARTA – Pencopotan jabatan Kapusdikmin Lemdikpol yang diemban Kombes Ekotrio Budhiniar tak membuat kasus pidana penganiayaan terhadap tujuh anak buahnya hilang.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto memastikan kasus pidana rekan seangkatan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Akpol itu terus berjalan di Polda Jawa Barat.

“Untuk kasus pidananya masih diproses,” kata Setyo di Mabes Polri, Rabu (27/6).

Jenderal bintang dua ini menambahkan, proses hukum berlanjut. Karena Polda Jabar sudah menerima laporan tujuh orang petugas jaga Pusat Pendidikan Administrasi Lembaga Pendidikan Polri yang dianiaya oleh Kombes Ekotrio.

Polda Jabar telah menindaklanjuti laporan dari tujuh orang petugas jaga yang menjadi korban penganiayaan.

Sebelumnya diketahui, Kombes Ekotrio diduga menganiaya tujuh anak buahnya sehingga mengakibatkan petugas jaga itu terluka. Mereka terluka karena dihantam dengan helm baja di bagian kepala.

Berdasarkan penuturan Setyo pada Selasa (26/6), tujuh petugas jaga mengalami luka sobek di kepala. Bahkan ada yang sampai muntah-muntah.

Atas ulah brutal itu, Kombes Ekotrio kini secara resmi dicopot dari jabatan Kapusdikmin Lemdikpol dan dimutasi menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Sespimmen Sespim Lemdiklat Polri.(mg1/jpnn/ala)

Langgar Hak Wanita

Pemerintah Denmark resmi melarang pemakaian cadar dan burka, 1 Agustus 2018 silam. Tak sedikit warga yang protes atas kebijakan itu, termasuk desainer fashion Reza Etamadi.

Pria yang lahir di Iran itu pun melakukan aksi protes dengan cara yang elegan. Copenhagen Fashion Week ia jadikan sebagai panggung untuk menyuarakan pendapatnya.

Reza menampilkan model-model bercadar dan memakai burka yang membawakan koleksi busana terbarunya dari label MUF10, Rabu (8/8). Tujuannya satu, mendukung kebebasan berekspresi.

“Saya punya tugas mendukung kebebasan semua wanita dalam berbicara dan berpikir,” kata Reza, seperti dikutip dari Daily Mail.

Menurut Reza, larangan memakai cadar atau burka sama saja melanggar hak-hak wanita dalam kebebasan memilih dan mengekspresikan diri. Padahal di banyak negara barat, kebebasan berpendapat dan berekspresi adalah hal yang dijunjung tinggi.

Sejumlah model tampak melenggang di runway berpakaian hitam-hitam. Tampak cadar menutupi wajah mereka. Ada pula model mengenakan hijab dengan busana bergaya tumpuk perpaduan warna beige dan putih.

Panggung runway ditata berbeda dari fashion show biasanya. Selain model yang membawakan busana, hadir pula model berpakaian polisi, untuk menggambarkan peristiwa demonstrasi yang dilakukan para wanita berhijab sebagai protes atas kebijakan kontroversial tersebut, beberapa waktu lalu.

Reza juga menempatkan karangan bunga di panggung, sebuah motor, dan dua model bermasker sedang duduk di lantai dengan tangan terikat.

Ada momen haru ketika model yang berpakaian polisi memeluk salah satu model yang mengenakan niqab.

Dengan kata lain, fashion show ini bukan hanya tentang pakaian.

Fashion show Reza pun jadi viral namun mendapat pujian, karena dianggap telah berani mengangkat isu sensitif dan kontroversial di Denmark.

Bahkan, fashion show ini bukan hanya viral di negara bagian Eropa, tetapi juga Asia dan Timur Tengah.

Sebelumnya, parlemen Denmark meloloskan undang-undang yang melarang pemakaian burka dan niqab di tempat-tempat umum. Disebutkan dalam aturan hukum ini bahwa memakai burka yang menutupi seluruh wajah atau niqab yang hanya menunjukkan bagian mata di tempat umum bisa dijerat hukuman denda 1.000 kroner (Rp 2,1 juta).

Hukuman denda itu hanya berlaku untuk pelanggaran pertama. Sedangkan untuk pelanggaran berulang kali bisa dikenai denda hingga 10 ribu kroner (Rp 21,5 juta).

Selain Denmark, negara Eropa lainnya seperti Austria, Belgia dan Prancis juga memberlakukan larangan serupa. Tahun lalu, pengadilan HAM Eropa menguatkan larangan burka di tempat umum yang diberlakukan pemerintah Belgia. (dtc/ram)

Suka Voli, Jogging, dan Berkebun

Padatnya jadwal kerja terkadang membuat seseorang kesulitan untuk menyalurkan hobinya. Seperti yang dialami Ketua Pengurus Cabang Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Medan, Suryadi SE MM. Kesibukannya sehari-hari membuat dirinya terpaksa melupakan bola voli.

“Kalau saat muda dulu, mulai dari SMA saya suka olahraga bola voli. Hampir setiap sore saya bersama teman-teman bermain bola voli di dekat rumah,” ujar Suryadi kepada Sumut Pos, kemarin.

Namun seiring perjalanan waktu, mantan Wakil Ketua Pengcab IPSI Kota Medan itu mulai melupakan bola voli. Pekerjaan yang sibuk membuatnya tidak memiliki waktu untuk bermain olahraga itu. “Semenjak menjadi PNS, saya mulai melupakan bola voli, karena tidak ada waktu bermain,” ungkap Kabid Pemuda Dispora Medan tersebut.

Meski begitu, ayah empat anak tersebut tetap melakukan aktivitas olahraga. Dia beralih ke cabang atletik. Lari pagi atau joging pun kerap dilakukan di seputaran rumahnya. “Kalau dulu, hampir se-tiap pagi saya joging. Tapi belakangan ini mulai berkurang karena faktor usia. Sekarang saya joging sekali dua hari,” tambahnya.

Suami dari Suhartini ini mengungkapkan, dia kerap lari bersama teman-teman seusianya. “Kami memiliki semacam komunitas lari yang beranggotakan pria berusia 50 tahun ke atas. Nah, bersama mereka saya kerap melakukan joging,” sebut warga Marindal itu.

Kesukaannya terhadap lari membuat Suryadi menerima amanah ketika dipilih menjadi Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Medan. “Saya suka lari karena memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Karena itu juga saya bersedia saat diberi amanah menjadi Ketua PASI Medan,” papar ayah dari Diki Surya Handoko, Dira puspita Sari, Cici Tria Ulfa dan Dita Fatimah tersebut.

Selain lari, Suryadi juga memiliki hobi lainnya. Sejak 10 tahun belakangan ini, dua suka berkebun. “Beberapa tahun belakangan ini saya memang suka berkebun. Kebun saya ada di kawasan Patumbak. Tidak terlalu luas, tapi saya memanfaatkanya untuk menanam ubi dan kacang,” sebutnya.

Bukan hanya itu, dia juga membuat kolam di ladangnya tersebut. Kolam tersebut berisi ikan mas dan nila. “Saat ini saya belum bisa setiap hari ke kebun itu, karena waktu kerja. Mungkin nanti setelah pensiun, saya bisa fokus ke sana,” pungkasnya. (ris/ram)

Eksis di Media Sosial, Kuras Kocek demi Botol Parfum Bekas

Punya botol parfum kosong dari brand ternama seperti Chanel atau Jo Malone? Jangan langsung dibuang ke tong sampah. Kamu mungkin bisa menjual lagi botol-botol kosong itu dengan harga yang cukup lumayan.

Penjualan botol kosong bekas produk high-end kini jadi incaran di situs eBay. Pembelinya, kebanyakan blogger atau selebgram yang ingin ‘pamer’ koleksi barang high-end mereka di Instagram.

Seperti dilansir Daily Mail, muncul tren baru dalam dunia belanja online, orang-orang menjual botol parfum atau wadah produk kecantikan lainnya sebagai properti foto ‘shelfie’. Shelfie, merupakan istilah yang digunakan ketika pengguna Instagram mem-posting foto rak atau lemari berisi barang-barang favoritnya.

Demi estetika foto, maka botol-botol cantik dari brand ternama pun diperlukan. Isinya belum tentu produk asli dari botol tersebut. Bisa jadi botolnya kosong, atau diisi produk lain.

Meskipun hanya botol kosong, harga yang dipatok tak juga bisa dibilang murah. Satu kotak kemasan eau de toilette Chanel Coco Mademoiselle misalnya, dijual di eBay dengan harga 19.95 poundsterling atau sekitar Rp 373 ribu.

Adapun botol bekas cologne Jo Malone ukuran 30 ml, dijual 5.99 poundsterling atau Rp 112 ribuan. Botol bekas produk sabun pencuci tangan Aesop juga jadi salah satu yang cukup laris. Botol Aesop Reverence Aromatique Hand Wash ukuran 500 ml dibuka dengan harga 5.19 poundsterling atau Rp 57 ribuan.

Ada hal menarik dalam penulisan nama produk botol-botol kosong yang ditawarkan. Penjualnya biasanya menuliskan nama produk dengan ‘Instagram Blogger Props’, ‘Blogger Instagram Prop Flatlay’ atau ‘Blogger Prop Styling’.

Apakah ini sebuah langkah ‘putus asa’ para blogger untuk selalu terkesan glamor dan memiliki barang-barang mahal? Bagi sebagian orang mungkin iya, tapi jika ditilik lebih dalam, taktik jual-beli botol atau kemasan bekas sebenarnya merupakan langkah yang ramah lingkungan.

Botol-botol kosong itu tidak harus menumpuk di tempat pembuangan sampah. Penumpukan sampah pun bisa berkurang secara signifikan, melihat adanya peningkatan pengguna eBay yang menjual botol bekas untuk para blogger.

Tren ini juga bisa membantu orang mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjual botol bekas pakai mereka. Bahkan, pembeli yang hanya membutuhkan botol untuk keperluan foto, bisa menjualnya kembali setelah foto di-posting.

Fenomena jual-beli botol bekas ini tidak terlepas dari berkembangnya tren ‘shelfie’ yang telah disebutkan sebelumnya di atas. Para pengguna Instagram khususnya selebgram, kini hobi memamerkan produk-produk kecantikan yang mereka miliki di dalam lemari atau rak. Bahkan ada pula yang menyusun barang-barang mereka dengan palet warna yang senada.

Jadi ketimbang membeli berbagai produk high-end yang bisa menguras kantong hingga berjuta-juta rupiah, para pengguna Instagram, blogger atau selebgram memilih membeli botol kosong yang harganya tentu lebih murah.

“Tren di Instagram dan blog untuk pamer shelfie memang kini ada momentumnya, dan masuk akal jika blogger ingin memunculkan kesan estetis (pada lemarinya) dengan menggunakan kemasan produk kosong,” komentar Lee Pycroft, seorang makeup artist dan terapis, seperti dikutip dari Daily Mail.

Cara ini dilakukan bukan semata-mata karena ingin pamer atau hidup dalam kepalsuan. Tapi merupakan strategi marketing para selebgram dan blogger untuk menjaring penggemar, dan pada akhirnya, perusahaan maupun brand yang tertarik menjadikan mereka sebagai endorser.

“Bukan hal yang tak biasa bagi blogger dan influencer memasarkan diri mereka sendiri untuk menunjukkan kehidupan mereka yang telah ‘diedit’, karena sebenarnya yang mereka jual ada bakat dan pelayanan (dalam beriklan), dan membuat diri mereka menarik bagi brand yang akan berkolaborasi dengan mereka,” kata Lee. (dtc/ram)

Asian Games 2018 Tunggal Putra Optimis

net OPTIMIS: Anthony Sinisuka Ginting menjadi salah satu andalan Indonesia di sektor tunggal putra.
net
OPTIMIS: Anthony Sinisuka Ginting menjadi salah satu andalan Indonesia di sektor tunggal putra.

Seretnya prestasi sektor tunggal putra membuat publik pesimistis mereka bisa menjadi harapan di Asian Games 2018. Walau demikian, pelatih tunggal putra PBSI Hendry Saputra menyatakan bahwa ia yakin anak-anak didiknya bisa berkontribusi untuk Asian Games 2018.

“Kans (dapat medali emas, Red) selalu ada. Kita harus selalu yakin meskipun kenyataannya memang berat,” ujar Hendry, Kamis (9/8).

Untuk diketahui, PBSI mengirim Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting untuk berlaga di nomor beregu dan perorangan Asian Games 2018 yang akan bergulir pada 19-28 Agustus nanti. Baik Jojo maupun Ginting merupakan dua dari sekian wakil Merah Putih yang mendapat kritikan keras dari publik lantaran kerap kali tampil mengecewakan di sederet turnamen.

Dari sekian turnamen BWF World Tour 2018 yang sudah diikuti tahun ini, tunggal putra baru menyumbang satu gelar dari Ginting yang menjuarai Indonesia Masters 2018. Jojo sendiri hampir meraih gelar juara di Selandia Baru Terbuka 2018, namun harus puas menjadi runner up setelah ditekuk Lin Dan (Tiongkok) di babak final.

Namun, penampilan mereka di turnamen lainnya bisa dibilang mengecewakan. Di Kejuaraan Dunia 2018 pekan lalu, Jojo langsung tumbang di babak pertama setelah dipecundangi Daren Liew (Malaysia), sementara Ginting dihentikan Kanta Tsuneyama (Jepang) di babak kedua.

Hasil minor ini kian membuat publik bulu tangkis Tanah Air tidak yakin dengan performa mereka di Asian Games 2018. Namun, di tengah keraguan tersebut, Hendry tetap yakin bahwa Jojo dan Ginting layak diperhitungkan di Asian Games 2018, baik di sektor beregu maupun perorangan.

“Kita harus fokus dua-duanya, karena Asian Games ini adalah event yang cuma empat tahun sekali. Persiapan mereka sejauh ini sudah oke, dan saya harap bisa main bagus dan konsisten. Mereka punya hasil yang cukup bagus di beberapa turnamen. Tinggal kematangannya saja. Mudah-mudahan bisa terulang di Asian Games 2018,” tutupnya. (bbs/jpc/don)