Home Blog Page 6060

Beri Pemahaman tentang Perekonomian

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos PEMBICARA: Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Andiwiana S.
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
PEMBICARA: Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Andiwiana S.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut melalui ‘Bank Indonesia Mengajar’ memberikan pemahaman perekonomian kepada ratusan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Aula SMK Swasta Istiqlal di Jalan Stasiun Delitua Kabupaten Deliserdang, Kamis (9/8) pagi. Kegiatan ini mengusung tema ‘Mengenal Lebih Dekat Peran Bank Sentral Dalam Perekonomian Nasional’.

Dengan pembicara Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Andiwiana S Ratusan siswa SMK Istiqlal tampak antusias mengikuti seluruh kegiatan dalam acara tersebut.

Andi mengatakan Indonesia saat ini, penduduk mayoritas kaum muda. Kemudian, Indonesia sebagai penduduk dunia masyarakatnya paling banyak anak muda. Dengan itu, ia mengungkapkan setiap memberikan pemahaman kebijakan harus duduk bersama dengan anak muda seperti kegiatan ini. “Rata-rata anak muda Indonesia rata-rata usia 32 tahun dengan jumlah 62 persen. Namun, anak muda di dunia perilaku dan kebiasaan berbeda dengan orangtua,” ucap Andi.

Andi juga menjelaskan peran dan tugas dari BI mempunyai tugas untuk mengawasi dan menjaga kestabilan perekonomian. Tapi, ia miris dengan kondisi perekonomian Indonesia dengan nilai tukar mata uang rupiah anjlok dihantam oleh dolar.

“Kalau Bank Indonesia, jangan dijadikan bank. Tapi, kami pas dibilang saudaranya polisi. Kalau polisi menjaga keamanan negara, kalau Bank Indonesia menjaga kestabilan perekonomian. Kita prihatin dengan nilai tukar uang kita. Tugas Bank Indonesia simple, menjaga tabungan kalian juga,” jelas Andi.

Kemudian, tugas BI juga menjaga inflasi. Dengan itu, Andi mengimbau kepada seluruh peserta melihat dan mengetahui secara detail apa-apa saja tugas BI dari keseluruhannya. Dijelaskannya lagi, apa lagi SMK Istiqlal mempunyai jurusan multimedia. Jurusan gambaran perekonomian untuk masa depan. “Kami Bank Indonesia sangat peduli dengan dunia pendidikan. Karena di situ anak-anak muda Indonesia berada,” tutur Andi.

Acara BI Mengajar ini, merupakan rangkai ulang tahun BI ke-65 dan ikut serta merayakan ulang tahun Republik Indonesia ke-73. Kemudian, Andi menjelaskan tujuan acara ini, agar para peserta mendapatkan pemahaman dasar dari ekonomi disampaikan oleh BI.

“Jika mereka terjun ke dunia profesional mereka sudah tahu. Minimal mereka tahu informasi-informasi itu, karena ekonomi yang menjaga Bank Indonesia dan pemerintah,” ungkap Andi.

Sementara, Kepala Sekolah (Kasek) SMK Swasta Istiqlal, Rosmidar mengucapkan terima kasih kepada BI Sumut dan bisa bertatap muka serta memberikan pelajaran kepada siswa SMK Swasta Istiqlal.

“Yayasan Perguruan Swasta Istiqlal, terdiri 4 unit, terdiri MTs, SMP, SMA, dan SMK. Ada 3 ribu siswa sekolah ini, untuk SMK 1.600 siswa. Alhamdulillah 2003 sampai 2018 terus meningkat. SMK Istiqlal masuk 3 besar sekolah terbesar di Deliserdang. SMK ada memiliki 100 staf pengajar,” papar Rosmidar.

Rosmidar berharap kehadiran BI ini tidak sampai di acara ini saja, tapi berkelanjutan dengan melakukan kerja sama antara BI dan SMK Swasta Istiqlal ke depannya. Tujuannya, agar siswa medapatkan ilmu perbank dan perekomoni lebih dari BI.

“Untuk ke depannya, kerja sama terus berjalan untuk mengenalkan kemajuan perbankan untuk mendapatkan ilmu dari orang-orang yang kompeten,” tandasnya. (gus/azw)

Diteriaki Maling, Jambret Ditangkap Warga

DIAMANKAN: Petugas Reskrim Polsek Stabat mengapit Adi Surya (tengah), seolah-olah telah mengamankan pelaku jambret tersebut.
DIAMANKAN:
Petugas Reskrim Polsek Stabat mengapit Adi Surya (tengah), seolah-olah telah mengamankan pelaku jambret tersebut.

LANGKAT-Alih-alih berhasil menjambret kalung milik Marhamah (42), Adi Surya (25) malah ditinggal kabur rekannya. Alhasil, warga Jalan Sudirman, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Langkat itu ditangkap warga, Kamis (9/8).

Rabu (8/8) sekira pukul 17.30 WIB, Marhamah berangkat dari rumahnya di Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Dalam perjalanan, Marhamah singgah di Dusun 3 Tebasan untuk belanja keperluan sehari-hari.

Tiba-tiba, dua pria mengendarai sepeda motor Honda Vario menjambret kalung emas yang dikenakannya.

Saat itu juga, Marhamah berusaha mengejar kedua pelaku. “Maling maling maling,” pekik korban seperti ditirukan Kasubag Humas Polres Langkat AKP Arnold Hasibuan..

Mendengar teriakan Marhamah, beberapa masyarakat sekitar kemudian membantu mengejar pelaku. Tak lama, satu pelaku berhasil ditangkap warga. Sedangkan seorang pelaku lainnya kabur.

“Saat ditanya warga, pelaku bernama Adi Surya,” tutur AKP Arnold.

Warga kemudian memeriksa tubuh pelaku. Dari dalam kantong celana pelaku, warga menemukan kalung emas korban. Tersangka dan barang bukti kemudian diamankan oleh anggota Opsnal Polsek Stabat guna proses hukum selanjutnya.

“Salah satu pelaku sudah kita amankan. Saat ini anggota tengah memburu tersangka lain yang identitasnya sudah kita kantongi,” kata Kasubag Humas Polres Langkat AKP Arnold Hasibuan. (bam/ala)

Terpilih Kembali Anggota Paskibraka di Istana Negara

ist DIABADIKAN: Ruth Cheline E Purba diabadikan bersama kedua orangtuanya setelah terpilih menjadi anggota Paskibraka pada tahun 2017.
istimewa/sumutpos
BERSAMA: Ruth Cheline Purba bersama kedua orangtuanya.

Untuk keduakalinya Ruth Cheline Purba, pelajar kelas XII Sekolah Menengah Negeri 2 Binjai terpilih menjadi anggota Paskibraka pada upacara peringatan HUT RI ke-73 di Istana Negara pada 17 Agustus 2018 mendatang.

Kembalinya siswa asal Binjai tersebut sebagai anggota Paskibraka berdasarkan Surat Tugas Nomor 38/PP.P.PI/VIII/2018 yang dilayangkan pengurus Pusat Purna Paskibraka Indonesia ditandatangani Ketua Umum Gousta Feriza, dan Sekretaris Jenderal Eris Anwar Firdaus.

Posisi apa yang bakal ditempati oleh Ruth dalam keanggotaan Paskibraka, belum diketahui pasti. Tapi tahun 2017 lalu, Ruth bertugas pembawa baki saat upacara penurunan sang saka merah putih.

Melihat prestasinya, menjadi pukulan telak bagi Pemko Binjai. Pasalnya, membuktikan kalau perempuan yang pernah berbisik dengan Presiden Joko Widodo saat perayaan Proklamasi pada 17 Agustus 2017 lalu, belum mendapat perhatian Pemko Binjai.

Ruth Cheline Purba, merupakan putri dari pasangan Aiptu Nelson Purba dan Lisbeth Pandiangan. Aiptu Nelson Purba pun tak menyangka kegigihan Ruth berbuah manis. Apalagi, sejak awal pilihan Ruth menjadi Paskibra tak pernah disupport Nelson sepenuhnya. Pasalnya, Nelson khawatir nilai dan prestasi di sekolah dapat mengganggu buah hatinya itu.

“Saya awalnya nggak mendukung Ruth ikut-ikut Paskibra. Saya maunya Ruth itu fokus belajar saja. Tapi anaknya tetap gigih dan dia buktikan prestasinya tetap bagus,”ujar Aiptu Nelson Purba, Kamis (9/8).

Pria yang berdinas di unit Paminal Polres Binjai mengaku bangga atas torehan prestasi Ruth. Kata dia, Ruth saat ini masih latihan. Dalam waktu dekat ini juga akan bertolak ke Jakarta. “Ruth tahun ini tepanggil lagi membawa bendera di hari besar Proklamasi Republik Indonesia ke-73. Rasanya bangga sekali punya anak yang berprestasi sejauh ini,” ujar Nelson.

Ruth juga dikenal sebagai perempuan yang memiliki hobi bermain basket. Dia diketahui tinggal di Jalan Gunung Bendahara, Binjai Selatan. (ted/han)

Ashari-Yusuf Sah sebagai Bupati dan Wabup Terpilih Deliserdang

Batara/sumut pos TEKEN: Ashari Tambunan disaksika Ketua DPRD Deliserdang menandatangi hasil sidang paripurna soal penetapan Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang Terpilih.
Batara/sumut pos
TEKEN: Ashari Tambunan disaksika Ketua DPRD Deliserdang menandatangi hasil sidang paripurna soal penetapan Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang Terpilih.

LUBUKPAKAM-DPRD Deliserdang menggelar rapat paripurna istimewa pengumuman dan usul pengesahan pengangkatan pasangan calon (paslon) Bupati dan calon Wakil Bupati menjadi Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2019-2023 yaitu H Ashari Tambunan dan HMA Yusuf Siregar, di Gedung DPRD Deliserdang, Kamis (9/8).

Sidang dipimpin Ketua DPRD Ricky P bersama Wakil Ketua Imran Obos dan dihadiri Bupati H Ashari Tambunan, Wakil Bupati terpilih HMA Yusuf Siregar, unsur FKPD, Sekdakab Darwin Zein, Staf Ahli, para Asisten, Kepala OPD, KPU dan Panwaslu Deliserdang, BUMN, BUMD, veteran, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan para camat.

Ricky mengatakan, hasil rapat Badan Musyawarah DPRD Deliserdang, Selasa (7/8) disepakati rapat paripurna istimewa tersebut. Usai paripurna, selanjutnya hasilnya diteruskan kepada Menteri Dalam Negeri RI melalui Gubernur Sumatera Utara untuk diproses sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sementara Sekretaris DPRD Drs Rahmad MAP pada sidang itu membacakan berita acara yang mengatakan telah disepakati pengusulan pengangkatan H Ashari Tambunan sebagai Bupati Deliserdang dan HMA Yusuf Siregar sebagai Wakil Bupati Deliserdang periode 2019-2023. Hal itu berdasarkan keputusan KPU Deliserdang nomor 330/PL.03.7-Kpt/1207/KPU-Kab/VII/2018 pada 24 Juli 2018 tentang penetapan paslon Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

Sementara Ashari Tambunan mengaku belum mengetahui jadwal pelantikannya sebagai Bupati dengan HMA Yusuf Siregar sebagai Wabup Deliserdang terpilih. “Tentang pelantikan sampai saat ini saya belum tau, karena jabatan saya dengan pak Zainuddin Mars (Wabup saat ini-red) berakhir 14 April 2019,” akunya.

Sejauh ini informasi yang diperoleh, tutur Ashari, ada berbagai versi salah satunya menyampaikan bulan Oktober 2018 pelantikannya usai pelantikan Gubernur Sumut terpilih. “Namun persoalannya kalau itu yang dilaksanakan, berarti tidak sejalan dengan Undang-Undang yang mengatur masa jabatan kami bersama pak Zainuddin selama 5 tahun,” terangnya.

Sebelumnya, Ashari Tambunan menyampaikan terimakasih atas suksesnya pelaksanaan Pilkada serentak 2018 yang berjalan dengan damai, aman dan tertib. “Izinkan saya menyampaikan terimakasih kepada segenap anggota DPRD Deliserdang yang telah memprakarsai rapat paripurna istimewa. Sehingga tahapan dalam pengesahan dan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang berlangsung sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.((btr/han)

Nonton Keyboard, Dua Pemuda Ditikam di Pangkalan Brandan

BAMBANG/SUMUT POS TERKAPAR: M Rizky terkapar di bangsal rumah sakit akibat ditikam OTK saat menonton musik keyboard di acara pesta pernikahan, Kamis (9/8).
BAMBANG/SUMUT POS
TERKAPAR: M Rizky terkapar di bangsal rumah sakit akibat ditikam OTK saat menonton musik keyboard di acara pesta pernikahan, Kamis (9/8).

Asik menonton keyboard di pesta pernikahan, dua pemuda tiba-tiba rubuh ditikam oleh orang tak dikenal (OTK). Kuat dugaan, motifnya hanya karena saling adu pandang.

PERISTIWA itu terjadi di Lingkugan Taman Bunga, Kelurahan Berandan Barat, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Kamis (9/8).

Kedua korban masing-masing, Muhammad Rizky (18) warga Jalan Telaga Said, Gang Sepakat, Lingkungan III, Kelurahan Pelawi Utara, Kecamatan Babalan dan Hafis (18) warga Jalan Pompa Air, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan.

“Ya benar, ada peristiwa penganiayaan disertai dengan senjata tajam,” ujar Kapolsek Brandan, AKP Jhonson M Sitompul.

Dijelaskannya, dua remaja malang ini ditikam menggunakan senjata tajam. Sehingga Rizky mengalami luka pada dada sebelah kiri. Sedangkan Hafis mengalami luka pada bagian bahu sebelah kiri.

“Dua remaja ini ditikam saat nikamti musik organ tunggal (keyboard) di acara pesta pernikahan. Dugaannya motifnya karena tidak senang saling lirik-lirikan. Mereka ditikam oleh OTK yang masih diselidiki,” kata Kapolsek.

Saat ini, orang tua korban menduga pelakunya seorang penarik becak bernama Sorasa (60). Warga Jalan Telaga Said, Gang Sepakat, Lingkungan III, Kelurahan Pelawi Utara, Kecamatan Babalan itu pun sudah dilaporkan orang tua korban ke Mapolsek Pangkalan Brandan.

“Hingga saat ini, pelaku penganiayaan belum diketahui. Masih dalam penyelidikan pihak Polsek Pangkalan Berandan,” jelas Kapolsek.

Korban Hafis saat ini dirawat intensif di Rumah Sakit Pertamina. Sedangkan korban Muhammad Rizky dirujuk ke RSU H Adam Malik Medan. Karena mengalami luka serius pada bagian dada sebelah kiri.(bam/ala)

Penyidik Dalami Mekanisme Hukum Pembagi Dana

BINJAI-Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR)Polres Binjai terus mendalami kasus penyelewengan dana pembinaan organisasi kepemudaan (OKP) yang disalurkan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Kanit Tipikor Iptu Irvan Pane mengatakan, pihaknya fokus mendalami mekanisme dan dasar hukum Ketua KNPI Binjai Arif Rahman Nasution membagikan dana hibah yang dianggarkan Dinas Pemuda dan Olahraga itu. “Kita masih dalami mekanisme pembagian dia (Ketua KNPI Binjai). Kita mau lihat, apa payung hukumnya dia membagikan dana itu.

Apa seenaknya saja membagikan dana sebesar Rp7,2 itu apa alasannya,”ujar Pane.

Disebutkan Irvan, pihaknya telah memintai keterangan beberapa ketua OKP yang ada di Binjai. “Ada sekitar 5 Ketua OKP tadi,” sambungnya.

Ditegas Irvan, pihaknya terus dan tak menghentikan kasus di tengah jalan. “Ini masih panjang, nanti ada perkembangan lanjut kan ketahuan itu semua,” tegasnya.

Hal senada pun ditegaskan Kapolres Binjai, AKBP Donald Simanjuntak. Dikatakannya, penyidik tetap konsisten dalam melakukan penyelidikan dugaan penyelewengan dana hibah untuk OKP tersebut. “Kami (penyidik) bekerja secara professional. Tidak akan terpengaruh dengan adanya intervensi pihak tertentu,”ujarnya, Rabu (8/8).

Kapolres pun menegaskan pihaknya akan memeriksa siapa saja yang terlibat menerima dana hibah yang berasal dari dana negara tersebut itu. “Kami tidak main-main dalam mengungkapnya (penyelidikan),”tegasnya.

Itu dilakukan penyidik Tipikor Polres Binjai lantaran dugaan penyelewengan dana hibah yang masih dalam tahap penyelidikan itu sudah menjadi konsumsi dan perhatian publik. “Siapa saja yang coba-coba pengaruhi kami dan intervensi kami, jelas tidak akan ditanggapi. Jadi sekali lagi, kami bekerja sesuai SOP dan profesional,” ujar Donald. (ted/han)

Alami Gangguan Jiwa Acui Tewas di Gudang

BELAWAN-Bertahun-tahun alami gangguan jiwa, Acui (70) ditemukan tewas di kamar tidur rumahnya, Jalan Syahbuddin Yatim, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (8/8) sekira pukul 10.00 WIB.

Tewasnya Acui pertama kali ditemukan familinya, Sumolam saat akan memberikan makan kepada korban. Tewasnya pria turunan tionghoa itu dengan kondisi telungkup membuat pihak keluarga terkejut.

Petugas Polsek Medan Labuhan menerima informasi itu langsung turun ke lokasi. Saat polisi tiba, kondisi jenazah sudah dipasang pakaian persemayaman.

Polisi kemudian melakukan olah TKP. Hasilnya, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga tidak keberatan atas tewasnya pria yang sudah mengalami gangguan jiwa sejak tahun 1998 tersebut.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Hendris Tampubolon mengatakan, pihaknya sudah mengecek tubuh korban. Tidak ada tanda kekerasan.

“Selama ini korban tinggal sendiri di gudang. Korban mengalami gangguan jiwa. Jadi, keluarga sudah membuat pernyataan tidak keberatan,” kata Hendris.(fac/ala)

3 Mahasiswa UMN & 1 Pelajar Hanyut Belum Ditemukan

ist PENCARIAN: Tim SAR dan BPBD Asahan melakukan pencarian terhadap tiga mahasiswa UMN dan satu pelajar yang hanyut di Sungai Asahan.
ist
PENCARIAN: Tim SAR dan BPBD Asahan melakukan pencarian terhadap tiga mahasiswa UMN dan satu pelajar yang hanyut di Sungai Asahan.

Tiga Mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) dan satu pelajar hanyut di Sungai Asahan, tepatnya di Desa Marjanji, Kecamatan Aek Songsongan.

Ketiga mahasiswa UMN yang hanyut itu adalah Maya Daulay (21), warga Deliserdang, Maulidia Batubara (21) warga Deli Serdang, dan Dwihadi Hendra (21) asal Sumatera Barat dan seorang pelajar, Fery (14) asal Siumbut-umbut.

Ketiga mahasiswa dan satu pelajar yang hanyut itu hanyut saat berekreasi di sungai yang panjangnya 12 kilometer dan dikenal berarus deras.

Kepala BPBD Asahan, Syahruddin Harahap mengatakan bahwa sampai Kamis (9/8) pukul 16.00 WIB, pihaknya bersama warga dan kepolisian yang melakukan pencarian belum membuahkan hasil.

“Sejauh ini tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap 3 mahasiswa Universitas Muslimin Nusantara (UMN) Medan dan seorang pelajar yang hilang di Sungai Asahan”katanya.

Dijelaskan Syahruddin, pihaknya mengerahkan sekitar 80 orang personel untuk melakukan pencarian. Dalam pencarian ini, BPBD Asahan dan Basarnas dibantu Mapala UMN.

Masyarakat dari Toba Samosir dan Kecamatan Bandar Pulau juga turut menjadi relawan untuk melakukan pencarian. “Arus yang sangat deras, tebing yang ada di Sungai Asahan juga menyulitkan tim pencarian korban yang hanyut di Sungai Asahan,”katanya.

Dikatakan Syaruddin lagi, setelah menggelar rapat koordinasi dengan muspika Asahan, upaya pencarian akan dilakukan hingga 5 hari kedepan.

Selain itu, terdapat dua posko yang telah digunakan dalam pencarian ini. Pertama di Desa Marjandi Aceh, Aek Songsongan, dan kedua, di Bandar Pulau.

Sementara itu, Effendy Daulay (59) orangtua Maya Fadila Daulay mahasiswi UMN Medan yang menjadi salah seorang korban hanyut berharap anak bungsunya segera ditemukan.

Harapan itu disampaikan warga Jalan Padang Bolak Tembung, Kabupaten Deliserdang saat turut bersama tim pencarian korban menyusuri aliran sungai Asahan dengan menggunakan perahu milik warga.

Effendy yang ditemani anak sulungnya, Rudi Daulay mengatakan, anak bungsu dari 4 bersaudara itu sudah sebulan di Asahan untuk mengikuti KKN.

Dan beberapa saat sebelum hanyut, Maya sempat berkomunikasi dengan ibunya lewat video call(VC).

“Maya juga sempat berpamitan dengan mamanya, akan mengadakan tamasya ke pantai wisata alam Bedeng yang merupakan aliran sungai Asahan di Dusun III, Desa Marjanji Aceh, Kecamatan Aek Songsongan. Mamanya yang diberi tau, langsung melarangnya agar tidak mengikuti wisata tersebut,”bilangnya.

Untuk itulah dirinya berharap pihak Basarnas maupun BPBD Asahan tidak jemu-jemu untuk dapat segera menemukan putrinya.

Sementara itu, Kapolsek Bandar Pulau, AKP Victor Simanjutak mengatakan, “langkah pencarian masih dilakukan. Dimana penyelam juga sudah menyisir lokasi yang dianggap rawan, serta menyisir akar rumpun bambu yang ada di pinggir sungai Asahan ini, kami mohon doa agar semua korban hanyut ini segera dapat dievakuasi,”bilangnya.(omi/man/han)

Satpol Air Amankan Kapal Pukat Trawl

SERGAI-Satuan Polisi Perairan (Satpol Air) Polres Sergai mengamankan 1 unit kapal pukat trawl asal Pagurawan, Kabupaten Batubara, saat beraksi diperairan laut Sergai, Selasa (8/8) pagi.

Diamankannya Kapal Pukat Trawl tersebut, setelah petugas Satpol Air Polres Sergai menerima telepon dari nelayan tradisional asal Bagan Kuala, yang mengatakan adanya penangkapan ikan yang menggunakan alat tangkap jenis pukat trawl oleh nelayan asal Pagurawan.

Mendapat informasi tersebut, petugas Satpol Air Polres Sergai,terjun ke lokasi dengan menggunakan Kapal KP II 2029 dari dermaga Mako Satpol Air Sergai yang berada di Desa Pekan Tanjung Beringin.

Setibanya dilokasi, personel menemukan kapal jenis kapal pukat lagi beraksi dengan menarik hasil tangkapannya menggunakan jenis trawl.

Kemudian, personel mengamankan 1 unit kapal pukat dan memboyongnya ke Mako Sat Pol Air Sergai. Selain itu, personel juga mengamankan seorang Nakhoda M Irwan (32) warga Medang Deras, Kecamatan Pagurawan Kabupaten Batubara, dan 2 ABK Syamsir (46) dan M Maliki (16) warga yang sama.

Menurut petugas, kapal tersebut sudah melanggar ketentuan yang telah berlaku dengan menangkap ikan terlalu ke pinggir laut berjarak 1/2 mil dari bibir pantai dengan titik koordinat 03 – 15 – 50 BT , 99 – 31 .00 LU, sehingga terjadi pelanggaran dan gesekan yang bisa menimbul keributan di laut, antara nelayan tradisional dan nelayan pukat trawl.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Kapal pukat trawl tersebut menggunakan mesin dompeng PK 30, saat personel melakukan penggeledahan ditemukan alat isap sabu, berupa, kaca, jarum dan mancis di kotak rokok, lalu dilakukan pemeriksaan badan oleh Nakhoda dan ABK tidak ditemukan narkotika jenis sabu. Dari keterangan saksi alat isap sabu tersebut milik nakhoda yang menggunakannya semalam sebelum melaut.

Kasat Pol Air Polres Iptu CT Situmorang membenarkan pihaknya telah mengamankan 1 unit kapal jenis trawl tanpa nama asal Pagurawan, dan pukat hela dasar berpapan besi, selain itu ikan campur sebanyak 27,1 kg, 1 unit baterai 1 unit fiber.

“Tersangka kini kita jerat dengan pasal 9 ayat 1 subs pasal 85 dari UU Perikanan Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 2004. pihaknya kini masih melakukan proses penyelidikan,” terang Iptu Situmorang. (sur/han)

Komplotan Rampok Dihajar Massa ,Satu Pelaku Akhirnya Tewas

ist/Sumut Pos PELAKU: Dua pelaku perampokan rumah mewah di Komplek Pondok Surya, Medan Helvetia diamankan di Polsek Helvetia.
ist/Sumut Pos
PELAKU: Dua pelaku perampokan rumah mewah di Komplek Pondok Surya, Medan Helvetia diamankan di Polsek Helvetia.

BELAWAN,SUMUTPOS.CO – Perampok yang sempat diuber korban dan meletuskan senjata, belakangan diketahui bernama Pak Muel Siregar (35). Warga Martubung, Kecamatan Medan Labuhan itu akhirnya tewas di RS Bhayangkara Medan, Kamis (9/8) sekira pukul 01.00 WIB.

Sedangkan, dua temannya, Anto Pasaribu (33) warga Lintong Nihuta, Kabupaten Humbahas dan Adek Candra Ginting (34) warga Simpang Pos, Padang Bulan telah diproses Polsek Helvetia.

“Kasusnya sudah kita limpahkan ke Polsek Helvetia, kedua tersangka yang diamankan sudah diproses. Untuk lebih lanjut, kasusnya mereka (Polsek Helvetia) yang tangani,” kata Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan, Kamis (9/8).

Diberitakan sebelumnya, empat pelaku menumpang mobil Toyota Avanza BK 1231 QB menyatroni sebuah rumah mewah di Komplek Pondok Surya, Kecamatan Medan Helvetia, Rabu (8/8) pukul 15.00 WIB.

Naas, saat itu korban pulang dan melihat mobil pelaku parkir di halaman rumahnya. Pelaku kemudian mengelakson mobil pelaku.

Sadar aksinya ketahuan, para pelaku keluar dan langsung tancap gas. Korban kemudian menguber pelaku hingga ke Kecamatan Medan Deli.

Apes, ban mobil yang ditumpangi pelaku bocor. Seorang pelaku sekarat menjadi bulan-bulanan warga. Dua pelaku lain berhasil diamankan polisi, sedangkan seorang pelaku lagi kabur.(fac/ala)