29 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 64

GM PLN UID Sumatera Utara Ajak Insan PLN Melayani dengan Sepenuh Hati dan Utamakan K3

General Manager PLN UID Sumut, Mundhakir saat memastikan petugas memahami Prosedur pekerjaan pada kondisi ketinggian.
General Manager PLN UID Sumut, Mundhakir saat memastikan petugas memahami Prosedur pekerjaan pada kondisi ketinggian.

MEDAN— Manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara terus memperkuat komitmen pelayanan prima dengan melakukan kunjungan kerja ke unit-unit layanan terdepan yang berinteraksi langsung dengan pelanggan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kualitas pelayanan, keandalan pasokan listrik, serta penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang konsisten di seluruh lini operasional.

General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir, bersama Senior Manager Distribusi Dicky Hiwardi dan Senior Manager Perencanaan Efi Ziarman, melaksanakan rangkaian kunjungan kerja yang berlangsung pada 7–9 Januari 2026. Pada hari pertama, rombongan mengunjungi ULP Kisaran, ULP Simpang Kawat, ULP Aek Kanopan, ULP Aek Kota Batu, UP3 Rantau Prapat, dan ditutup di ULP Rantau Prapat Kota.

Dalam dialog langsung bersama para petugas, Mundhakir menegaskan bahwa Unit Layanan Pelanggan (ULP) merupakan garda terdepan PLN dalam menjawab kebutuhan serta keluhan pelanggan. Di tengah peran listrik yang kini telah menjadi kebutuhan primer masyarakat, layanan yang responsif, profesional, dan berempati menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik.

“Listrik hari ini bukan lagi sekadar penunjang, tetapi sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, mari kita layani pelanggan dengan sepenuh hati—dengan empati, kepedulian, dan semangat melayani,” ujar Mundhakir.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus berjalan seiring dengan disiplin penerapan K3. Setiap pekerjaan wajib dilaksanakan secara detail, terstruktur, dan terukur, dengan kepatuhan penuh terhadap standar operasional prosedur (SOP) serta ketentuan keselamatan kerja.

“Tidak ada pekerjaan yang lebih penting dari keselamatan. Pastikan setiap tugas dilaksanakan sesuai SOP dan prinsip K3. Kita ingin pekerjaan yang rapi, terencana, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga berdampak nyata bagi keandalan layanan dan keselamatan insan PLN,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Mundhakir juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh petugas yang telah berkontribusi dalam percepatan pemulihan kelistrikan di wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara pascabencana alam. Dedikasi dan kepedulian insan PLN dinilai menjadi energi positif dalam menghadirkan kembali terang sekaligus harapan bagi masyarakat.

Kunjungan kerja ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana evaluasi operasional, tetapi juga ruang penguatan nilai-nilai pelayanan sepenuh hati, keselamatan kerja, dan kolaborasi, sejalan dengan komitmen PLN UID Sumatera Utara untuk terus meningkatkan kualitas layanan yang andal, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. (ila)

Telkomsel Hadirkan Keandalan Jaringan, Siapkan 45 Ton BBM Dukung Pemulihan Pascabencana di Sumatera

Medan, Sumutpos.co — Di tengah proses pemulihan pascabencana yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Sumatera, Telkomsel memastikan masyarakat tetap dapat terhubung dan mengakses informasi penting. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat operasional jaringan telekomunikasi agar layanan tetap berjalan optimal meski pasokan listrik di beberapa lokasi belum sepenuhnya pulih.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Telkomsel siapkan bahan bakar dalam jumlah besar untuk mendukung operasional genset dan sistem catu daya sementara pada Base Transceiver Station (BTS) di wilayah terdampak. Dukungan energi ini memungkinkan BTS tetap beroperasi, sehingga layanan komunikasi masyarakat dapat terus terjaga selama masa darurat dan transisi pemulihan.

Langkah ini menjadi krusial mengingat stabilitas jaringan sangat dibutuhkan masyarakat, tidak hanya untuk berkomunikasi dengan keluarga, tetapi juga untuk mendapatkan informasi penting, mendukung koordinasi di lapangan, serta menunjang berbagai aktivitas pemulihan pascabencana.

*Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nugroho Adi Wibowo,* menyampaikan bahwa upaya tersebut merupakan wujud konsistensi Telkomsel dalam menjaga keandalan jaringan di situasi krisis.

“Di masa darurat, konektivitas menjadi kebutuhan esensial bagi masyarakat. Selama pasokan listrik utama belum sepenuhnya pulih, kami memastikan BTS tetap beroperasi melalui dukungan energi yang berkelanjutan agar layanan komunikasi masyarakat tidak terputus,” ujarnya.

Distribusi bahan bakar dilakukan secara bertahap ke berbagai BTS prioritas di Area Sumatera dengan mempertimbangkan kondisi akses, kebutuhan riil di lapangan, serta tingkat urgensi layanan di masing-masing wilayah. Upaya ini melengkapi langkah-langkah pemulihan lainnya yang terus dilakukan Telkomsel, seperti pengoperasian perangkat Combat, penguatan kapasitas jaringan, serta koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.

“Fokus kami adalah memastikan masyarakat di wilayah terdampak tetap terhubung dan dapat beraktivitas dengan dukungan jaringan yang andal. Telkomsel akan terus mengerahkan seluruh sumber daya dan berkolaborasi dengan berbagai pihak hingga kondisi jaringan dan pasokan listrik kembali pulih secara optimal,” tambah Nugroho.

Ke depan, Telkomsel akan terus memantau kondisi jaringan dan perkembangan pemulihan infrastruktur pendukung di seluruh wilayah Sumatera. Perusahaan berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat, tidak hanya di saat normal, tetapi juga dalam menghadapi masa-masa paling menantang.

Edukasi Kebencanaan Dinilai Kunci Pengurangan Dampak Banjir

Oleh: Muhammad Putra Rezky Fakhriannoor dan Rezha Tri Atmaja
(Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UNISKA Banjarmasin)

Banjir dinilai tidak semata-mata sebagai bencana alam, melainkan juga mencerminkan rendahnya kepedulian terhadap lingkungan dan lemahnya kesiapsiagaan masyarakat. Hampir setiap musim hujan, bencana banjir kembali melanda berbagai wilayah di Indonesia, menyebabkan ribuan warga terdampak, aktivitas ekonomi terganggu, serta kerugian materi yang terus berulang.

Penguatan edukasi kebencanaan dipandang sebagai faktor penting dalam menekan dampak banjir. Masyarakat yang memahami penyebab serta langkah penanganan banjir dinilai lebih siap, lebih tenang, dan lebih sigap dalam menghadapi situasi darurat. Kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga saluran air tetap bersih, serta mengenali tanda-tanda awal banjir diharapkan dapat menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.

Sejumlah kejadian banjir di berbagai daerah menunjukkan bahwa faktor manusia masih menjadi pemicu utama, antara lain tumpukan sampah di saluran air, alih fungsi lahan resapan, serta pembangunan yang kurang memperhatikan aspek lingkungan. Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa solusi banjir tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, tetapi harus dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat melalui pendidikan dan pembinaan yang berkelanjutan.

Pemerintah daerah didorong menjadikan edukasi kebencanaan sebagai program prioritas. Program tersebut dinilai perlu dilaksanakan secara sistematis dengan melibatkan sekolah, tokoh masyarakat, organisasi sosial, relawan, hingga dunia usaha. Edukasi sejak dini kepada pelajar dianggap penting untuk membentuk generasi yang lebih sadar lingkungan dan memiliki pemahaman tentang risiko bencana.

Selain edukasi, kegiatan simulasi bencana juga dinilai perlu digiatkan. Melalui latihan rutin, masyarakat diharapkan mampu bertindak cepat dan tepat saat banjir terjadi, seperti mematikan aliran listrik, menyelamatkan dokumen penting, membantu kelompok rentan, serta menuju lokasi evakuasi yang aman. Pengalaman menunjukkan bahwa masyarakat yang terlatih mampu menekan risiko korban jiwa dan kerugian.

*Kewaspadaan Pascabanjir Menentukan Keselamatan Masyarakat*

Fase pascabanjir dinilai sebagai tahap krusial dalam penanganan bencana yang kerap kurang mendapat perhatian. Meski air telah surut, lingkungan masih menyimpan berbagai risiko, baik dari sisi kesehatan, keselamatan, maupun keamanan.

Pembersihan lumpur, sampah, dan sisa material pascabanjir dipandang sebagai langkah penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Penggunaan alat pelindung diri seperti sepatu bot, sarung tangan, dan masker dianjurkan untuk mencegah paparan bakteri dan zat berbahaya yang terbawa air banjir.

Ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian utama. Sumber air yang sempat terendam banjir disarankan tidak langsung digunakan tanpa proses pembersihan dan sterilisasi. Kebiasaan merebus air sebelum dikonsumsi dinilai sebagai langkah efektif dalam mencegah penyakit menular.

Dari sisi keselamatan, warga diimbau memastikan kondisi instalasi listrik dan peralatan elektronik benar-benar aman sebelum kembali digunakan guna menghindari risiko sengatan listrik maupun kebakaran. Pemeriksaan struktur bangunan, termasuk dinding, pondasi, dan kerangka rumah, juga perlu dilakukan untuk menjamin keselamatan penghuni.

Masa pascabanjir juga merupakan periode rawan munculnya berbagai penyakit seperti diare, infeksi kulit, demam, dan gangguan pernapasan. Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala penyakit.

Selain itu, semangat gotong royong dalam membersihkan lingkungan dan menghilangkan genangan air dinilai berperan penting dalam mempercepat pemulihan serta memperkuat solidaritas sosial.

Keberhasilan pemulihan pascabanjir pada akhirnya sangat ditentukan oleh kesadaran kolektif dan kerja sama seluruh pihak, baik masyarakat, pemerintah, maupun relawan, guna membangun wilayah yang lebih aman dan tangguh menghadapi bencana di masa depan.

Dishub Diminta Evaluasi Median Jalan

Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak.

MEDAN – Keberadaan sejumlah median atau pembatas jalan di Kota Medan menuai keluhan dari masyarakat. Kondisi tersebut mendapat sorotan serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan yang menilai penempatan dan panjang median jalan justru kerap merepotkan warga serta memicu kemacetan.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak laporan masyarakat terkait median jalan di Jalan Karya Wisata dan Jalan Sisingamangaraja. Penutupan median yang terlalu panjang dinilai membuat pengendara harus memutar terlalu jauh untuk berbalik arah.

“Banyak laporan dari masyarakat yang merasa sangat keberatan karena median jalan ditutup terlalu panjang. Akibatnya, warga harus memutar cukup jauh dan ini sangat merepotkan,” ujar Paul Mei Anton, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, kebijakan penempatan median jalan seharusnya mempertimbangkan kenyamanan dan mobilitas masyarakat. Bukannya mengurai kemacetan, median yang terlalu panjang justru menciptakan penumpukan kendaraan di titik-titik putar arah.

“Kondisi ini tidak tepat dan harus dievaluasi. Jangan sampai kebijakan lalu lintas justru membuat kemacetan semakin panjang dan masyarakat dirugikan,” tegas politisi tersebut.
Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Suriono S.SiT., MT, menjelaskan bahwa untuk Jalan Karya Wisata, Dishub Medan telah menyiapkan lokasi putar arah atau open median di depan Komplek J-City.

“Untuk Jalan Karya Wisata, median tidak sampai ke Taman Cadika. Kami sudah membuka putar arah di depan Komplek J-City sehingga pengendara masih bisa berbalik arah di sana,” jelas Suriono.

Ia mengakui bahwa keberadaan median jalan di beberapa titik memang sempat menuai keluhan dari masyarakat, terutama dari pihak sekolah yang aktivitasnya terdampak akibat pembatasan akses kendaraan.

“Keluhan banyak datang dari sekolah, khususnya terkait aktivitas siswa SD. Namun saat ini sudah ada dua titik yang kami buka untuk kepentingan sekolah. Yang kami prioritaskan adalah pergerakan orang, bukan kendaraan,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait median jalan di Jalan Sisingamangaraja, Suriono menyebutkan pihaknya akan kembali melakukan kajian dan berkoordinasi dengan instansi terkait, mengingat status jalan tersebut bukan merupakan kewenangan Pemerintah Kota Medan.
“Untuk Jalan Sisingamangaraja, kami akan pelajari kembali dan selanjutnya berkoordinasi dengan pihak terkait,” pungkasnya.

DPRD Medan berharap Dishub Kota Medan lebih responsif terhadap keluhan masyarakat dan melakukan penataan lalu lintas yang berorientasi pada kenyamanan, keselamatan, serta kelancaran aktivitas warga sehari-hari. (map/ila)

Menjaga Konektivitas di Masa Pemulihan, Telkomsel Terus Pulihkan Jaringan Aceh

Aceh, sumutpos.co – Telkomsel terus mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Hingga saat ini, progres pemulihan jaringan Telkomsel di Aceh telah mencapai 99%, sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan layanan komunikasi tetap andal dan dapat diakses masyarakat selama masa pemulihan.
Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nugroho A. Wibowo, menegaskan bahwa Telkomsel berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan jaringan agar tetap andal di tengah tantangan pascabencana. “Pemulihan jaringan di Aceh terus kami lakukan secara berkelanjutan. Dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk Combat, genset sebagai back up power, serta peningkatan kapasitas jaringan, kami berupaya memastikan masyarakat tetap dapat berkomunikasi dan mengakses informasi penting di masa pemulihan,” ujar Nugroho.
Sejak awal bencana, Telkomsel mengerahkan seluruh sumber daya pendukung yang tersedia untuk menjaga keberlangsungan layanan jaringan di wilayah terdampak. Berbagai upaya dilakukan secara bertahap dan terukur, mulai dari pemulihan infrastruktur jaringan hingga penguatan kapasitas layanan agar kebutuhan komunikasi masyarakat tetap terpenuhi.
Dalam proses pemulihan tersebut, Telkomsel memanfaatkan beragam perangkat pendukung, di antaranya:
5 Perangkat Combat (Compact Mobile BTS) untuk memperkuat cakupan jaringan di lokasi terdampak dan Huntara
316 Genset sebagai sumber listrik cadangan, mengingat pasokan catu daya di sejumlah wilayah masih belum sepenuhnya stabil
Peningkatan kapasitas jaringan guna menjaga kualitas layanan seiring meningkatnya kebutuhan komunikasi masyarakat pascabencana
Telkomsel juga terus melakukan percepatan pemulihan di lokasi-lokasi yang masih terdampak, dengan mengedepankan aspek keselamatan tim, mempertimbangkan kondisi akses di lapangan, serta menyesuaikan dengan ketersediaan pasokan listrik di masing-masing wilayah.
“Kami akan terus menjaga jaringan agar tetap stabil dan andal hingga seluruh layanan di Aceh pulih sepenuhnya. Komitmen kami adalah selalu hadir mendampingi masyarakat, terutama di saat-saat yang paling membutuhkan konektivitas,” tambah Nugroho.
Telkomsel akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, pemangku kepentingan terkait, serta masyarakat setempat untuk mendukung pemulihan jaringan dan memastikan layanan telekomunikasi dapat kembali beroperasi secara optimal di seluruh wilayah Provinsi Aceh.

Laznas AQL Salurkan Bantuan Sandang ke Dua Dusun Terpencil di Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG, SUMUTPOS.CO— Laznas AQL Peduli terus menyalurkan bantuan sandang ke dusun terpencil di Kabupaten Aceh Tamiang, yakni Dusun Alur Jambu dan Dusun Batang Ara, pada Selasa, 7 Januari 2025. Bantuan sandang yang disalurkan meliputi mukena, pakaian, celana, serta kebutuhan sandang lainnya bagi warga terdampak banjir.

Eko dari Tim Lapangan Laznas AQL Peduli menyampaikan, penyaluran bantuan sandang kali ini difokuskan di dua dusun terpencil di Aceh Tamiang. “Hari ini kami menyalurkan kebutuhan sandang ke dua dusun yang tergolong terpencil, yaitu Dusun Alur Jambu dan Dusun Batang Ara,” katanya, Rabu (7/1/2026) malam.

Eko menerangkan, penyaluran bantuan sandang tersebut menjadi penting, mengingat kondisi warga pascabanjir, sebagaimana kondisi korban banjir, banyak diantara warga tidak memiliki pakaian, peralatan ibadan dan lainnya. “Bantuan sandang ini tidak kalah penting, karena pascabanjir besar banyak warga yang hanya memiliki pakaian yang melekat di badan,” katanya.

Sementara Andi, seorang warga di Dusun Alur Jambu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterima. “Alhamdulillah, perjuangan relawan untuk sampai ke tempat kami ini sangat luar biasa, sebab jarak kami sangat jauh dari ibukota Aceh Tamiang. Saya mewakili warga di Dusun Alur Jambu, mengucapkan banyak terima kasih kepada relawan yang sudah jauh-jauh datang ke dusun kami. Bantuan pakaian ini sangat kami butuhkan, dan masih sangat banyak warga yang kekurangan pakaian, di sin,i” ujarnya seraya menggenggam tangan relawan saat menyerahkan bantuan kemanusian dari Laznas AQL.

Pendiri Laznas AQL Peduli KH Bachtiar Nasir menyampaikan, penyaluran bantuan sandang merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk hadir membersamai masyarakat terdampak bencana.

Di tempat terpisah, saat dihubungi, Koordinator AQL Wilayah Aceh–Sumatera Utara, Affan, menyampaikan, AQL Peduli terus berupaya hadir dan mendampingi masyarakat terdampak hingga kondisi berangsur pulih. (adz)

Kapal Kemanusiaan Gelombang II Tiba di Belawan, Ketua DMI Sumut: Amanah Pak JK Segera Kami Salurkan

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumatera Utara (Sumut) secara resmi menyambut kedatangan kapal kemanusiaan, Kalla Lines di Pelabuhan Belawan Medan, pada Rabu malam (7/1/2026). Kedatangan kapal hasil kolaborasi Palang Merah Indonesia (PMI) dan DMI ini merupakan pengiriman gelombang ke-2 yang membawa bantuan logistik dan medis untuk didistribusikan kepada masyarakat di wilayah bencana Sumut dan sekitarnya.

Kedatangan kapal ini merupakan tindak lanjut dari pelepasan secara resmi yang dilakukan Ketua Umum DMI sekaligus Ketua Umum PMI, HM Jusuf Kalla (JK), di Jakarta pada 4 Januari lalu.

Dalam sambutannya di dermaga Pelabuhan Belawan, Ketua DMI Sumut H Irhamuddin MA menyampaikan apresiasi yang mendalam atas konsistensi pusat dalam membantu daerah. Ia mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum DMI Jusuf Kalla yang sangat peduli kepada korban bencana banjir di Sumut, Aceh, Sumatera Barat.

“Kami sangat bersyukur bantuan gelombang kedua ini telah tiba dengan selamat. Ini adalah wujud nyata kolaborasi antara masjid dan lembaga kemanusiaan untuk hadir di tengah kesulitan umat. Amanah dari Pak JK ini akan segera kami salurkan bersama tim di lapangan,” kata Irhamuddin.

Menurutnya, DMI Sumut siap berkolaborasi dengan PMI dalam memberikan bantuan kepada masjid-masjid berupa pengeras suara atau toa. “Terima kasih kasih kepada Bapak Yusuf Kalla. Semoga Bapak sehat selalu dan mendapatkan Ridho Allah SWT,” ujarnya didampingi Sekretaris Iwan Rosadi Hasibuan SPdI MSi dan Wakil Sekretaris Fathul Umra SPdI.

“Pak Jusuf Kalla menargetkan, sebelum Ramadan masjid-masjid sudah bersih dan bisa digunakan untuk beribadah dan warga bisa kembali ke rumah saat Ramadan,” imbuhnya.

Menurut Irhamuddin, bantuan yang tiba kali ini mencakup berbagai kebutuhan dan fasilitas pendukung lainnya, di antaranya alat berat untuk pembersihan mesjid dan area terdampak.

Adapun peralatan atau perlengkapan untuk masjid yang terdampak banjir dan longsor di Aceh dan Sumut berupa pengeras suara, sajadah, ambal, dan lainnya Selain itu, obat-obatan dan mobil tangki air bersih.

Irhamuddin juga menegaskan, distribusi akan dilakukan dengan melibatkan pengurus masjid di tingkat cabang yang terdampak banjir. Hal ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan.

Pelepasan kapal ini yang membawa ekscavator sebelumnya di Jakarta menjadi simbol bahwa semangat gotong royong nasional tetap kuat di awal tahun 2026. Dengan tibanya bantuan ini di Belawan, diharapkan beban masyarakat dapat segera teringankan melalui kerja sama yang solid antara relawan PMI dan pengurus DMI di Sumut.

Turut hadir Ketua PMI Sumut Dr H Rahmat Shah, Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat Marsekal Madya Purn Dr. H. Tribowo Budi Santoso, MM., M. Tr (Han) dan Kepala Markas PMI Pusat Arifin MH dan PP DMI. (adz)