28 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 65

Karyanto Wibowo Pimpin AMDATARA, Siap Majukan Industri Air Minum Dalam Kemasan

Ketua Umum Terpilih AMDATARA, Karyanto Wibowo
Ketua Umum Terpilih AMDATARA, Karyanto Wibowo

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai asosiasi baru di industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), Perkumpulan Usaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) siap menjadi katalisator bagi kemajuan industri AMDK ke depan. Asosiasi yang resmi terbentuk pada medio Desember 2026 lalu ini akan fokus pada kolaborasi, integritas, dan keberlanjutan industri AMDK.

Ketua Umum Terpilih AMDATARA, Karyanto Wibowo mengatakan AMDATARA berdiri sebagai respons terhadap kebutuhan akan wadah resmi untuk menyatukan pelaku industri untuk bersama-sama mengatasi mengatasi tantangan dan membangun masa depan yang lebih sehat bagi masyarakat Indonesia. “Sebagai Ketua Umum, saya yakin AMDATARA akan menjadi katalisator bagi kemajuan industri AMDK, dengan fokus pada kolaborasi, integritas, dan keberlanjutan,” ujarnya.

Dia menegaskan sebagai rumah bagi industri AMDK yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan, AMDATARA siap membangun kolaborasi solid, memastikan kepatuhan regulasi, dan mendorong inovasi untuk menjaga kualitas produk, serta kontribusi positif terhadap lingkungan dan masyarakat.

Ke depan, lanjutnya, AMDATARA akan berperan sebagai platform kolaborasi antar anggota, advokasi kebijakan dengan pemerintah, edukasi publik tentang hidrasi sehat, sumber daya air pengelolaan sampah kemasan, standardisasi kualitas melalui SNI dan sertifikasi, serta penguatan investasi.

Menurutnya, AMDATARA juga berkomitmen mendukung transformasi industri menuju era 4.0, penerapan teknologi ramah lingkungan, dan sinergi lintas sektor untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

AMDATARA didukung puluhan perwakilan anggota dari seluruh Indonesia, termasuk perwakilan dari Sumatra Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara serta beberapa daerah lain di Indonesia.

Pembentukan AMDATARA ini disambut positif Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar di Direktorat Jenderal Industri Agro, Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria, berharap kehadiran AMDATARA ini memiliki peran strategis dalam mensinergikan pelaku industri AMDK dengan kebijakan pemerintah. “Saya berharap melalui kolaborasi yang konsisten, kita dapat mendorong transformasi menuju industri yang berkelanjutan, berdaya saing, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dia menyampaikan efek ganda keberadaan industri AMDK sangat luas dan berdampak positif terhadap tumbuhnya sektor perekonomian lainnya seperti jasa transportasi, penjualan retail, dan industri pendukung lainnya. “Karenanya, kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para pelaku usaha industri AMDK yang telah ikut berperan serta mengembangkan sektor industri minuman,” ucapnya.

Industri AMDK di Indonesia saat ini mengalami ekspansi signifikan, dengan nilai pasar mencapai puluhan triliun rupiah per tahun dan pertumbuhan tahunan rata-rata 5-8 persen.
Dimulai pada tahun 1973, hanya ada satu pabrik AMDK dengan kapasitas 6 juta liter per tahun. Kondisi ini terus berkembang hingga saat ini terdapat 707 pabrik dengan lebih dari 2.000 merek, dan total kapasitas produksi hingga 47 miliar liter per tahun.

Sektor ini menyerap hingga 46.000 tenaga kerja langsung dan berkontribusi pada ekspor makanan dan minuman, dengan tingkat utilisasi di atas 70% selama lima tahun terakhir.
Didorong oleh pertambahan penduduk, urbanisasi, perubahan gaya hidup, dan kesadaran kesehatan masyarakat, AMDK menjadi solusi utama untuk hidrasi aman dan higienis, terutama di segmen air mineral, air mineral alami, dan air demineral sesuai regulasi BPOM.

Meski demikian, industri AMDK menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks, termasuk implementasi SNI wajib, persepsi publik terkait pengelolaan sumber daya air, regulasi migrasi BPA pada kemasan, ketidaksinkronan regulasi pusat-daerah, pengelolaan sampah kemasan, penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) yang inklusif, pajak air serta kompetisi ketat di pasar. Industri AMDK juga menuntut adaptasi terhadap tren seperti penerapan ekonomi sirkular, digitalisasi, dan sertifikasi halal. (ila)

Awal Tahun 2026, RSUD dr Pirngadi Medan Layani 1.127 Pasien

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan mencatat jumlah kunjungan pasien yang mendapatkan pelayanan kesehatan pada awal tahun 2026 mencapai 1.127 orang. Data tersebut dihimpun selama periode 1 Januari hingga 5 Januari 2026.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Gibson Girsang, menyampaikan dari jumlah tersebut, 95 pasien tercatat menjalani rawat inap, 870 pasien memperoleh layanan rawat jalan, serta 162 pasien mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (Irawa

Menurut Gibson, secara umum jumlah pasien yang datang berobat ke RSUD dr. Pirngadi Medan pada awal tahun masih tergolong stabil dan tidak mengalami lonjakan yang signifikan. Ia menjelaskan, peningkatan kunjungan hanya terlihat pada layanan rawat jalan, namun jumlahnya masih dalam batas wajar. “Untuk rawat jalan memang ada kenaikan, tetapi hanya berkisar 50 hingga 100 pasien kunjungan, peningkatan ada, tapi tidak begitu signifikan,” jelasnya.

Gibson menambahkan, data jumlah pasien ini menjadi salah satu indikator dalam melihat kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di awal tahun. Oleh karena itu, pihak rumah sakit terus melakukan pemantauan terhadap tingkat kunjungan pasien di setiap unit pelayanan.

Gibson juga menegaskan, RSUD dr. Pirngadi Medan tetap berupaya memberikan pelayanan kesehatan secara optimal kepada seluruh pasien, baik rawat inap, rawat jalan, maupun IGD, sesuai dengan prosedur dan standar pelayanan yang berlaku. (ila)

Telkomsel Salurkan Bantuan CSR Logistik untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Aceh Utara

Aceh Utara, sumutpos.co – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana banjir di Aceh Utara, Telkomsel menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) berupa bantuan logistik untuk membantu meringankan kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascabencana.

Bantuan logistik yang disalurkan Telkomsel meliputi Sembako, Selimut, Kelambu, Handuk, Pakaian Dalam dan Tikar, yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak. Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Telkomsel untuk hadir lebih dekat dan memberikan dukungan nyata bagi masyarakat di tengah situasi darurat.

Bantuan tersebut diserahkan melalui Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, SE, MM, dan Sekretaris Daerah Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., yang turut memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran kepada masyarakat terdampak.

General Manager Consumer Business Region Sumbagut Telkomsel, Agung E. Setyobudi, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk empati dan kepedulian Telkomsel terhadap masyarakat yang terdampak banjir. “Telkomsel memahami bahwa di masa pascabencana, masyarakat membutuhkan dukungan nyata untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Melalui penyaluran bantuan logistik ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban warga dan mendukung proses pemulihan yang sedang berlangsung,” ujar Agung.

Selain penyaluran bantuan logistik, Telkomsel juga terus memastikan layanan komunikasi di wilayah terdampak tetap berjalan dengan baik agar masyarakat dapat tetap terhubung dengan keluarga, mengakses informasi penting, serta mendukung aktivitas sehari-hari di masa pemulihan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan setempat untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” tambah Agung.

Telkomsel berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat Aceh Utara melalui berbagai inisiatif sosial dan layanan komunikasi, sejalan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati dalam setiap kondisi.(rel)

Sekolah Terendam Lumpur, Laznas AQL Peduli Salurkan Buku Iqro untuk Puluhan Murid TK Al-Ikhlas Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG, SumutPos.co— Laznas AQL Peduli menyalurkan bantuan berupa buku Iqro kepada anak-anak TK Al-Ikhlas di Desa Tanah Terban, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1). Bantuan ini diberikan menyikapi kondisi sekolah yang masih terendam lumpur akibat banjir, sehingga aktivitas belajar mengajar belum dapat kembali dilakukan di ruang kelas.

Kepala Sekolah TK Al-Ikhlas, Salma mengatakan, meskipun sekolah sudah mulai masuk, kondisi gedung sekolah belum memungkinkan untuk digunakan karena lumpur masih menutupi sebagian besar area sekolah. “Sekolah sudah mulai masuk, tapi kondisi sekolah masih terendam lumpur. Akibat kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar sementara dialihkan ke area posko kemanusiaan,” kata Salma.

Salma menambahkan, terdapat sekitar 60 murid TK Al-Ikhlas yang terdampak langsung akibat banjir tersebut dan harus mengikuti kegiatan belajar di posko pengungsian.

Ihsan, tim Laznas AQL Peduli menjelaskan, para murid dan guru saat ini menggunakan Posko Laznas AQL Peduli di Masjid Al-Ikhlas sebagai tempat belajar sementara. “Untuk sementara, murid-murid dialihkan belajar dan mengajar di area posko,” kata Ihsan.

Ainun, seorang guru TK Al-Ikhlas mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan buku Iqro yang disalurkan. Menurutnya, hampir seluruh buku Iqro milik anak-anak rusak karena terendam lumpur saat banjir melanda.

“Alhamdulillah, terima kasih telah menyalurkan Iqro kepada anak-anak. Karena hampir semua Iqro mereka terendam lumpur,” ujar Ainun.

Selain buku Iqro, menurut Ainun, saat ini anak-anak masih membutuhkan perlengkapan belajar lainnya seperti buku tulis dan pensil warna untuk menunjang kegiatan belajar di posko.

Lathiful Hakim dari tim media Laznas AQL Peduli, menyampaikan komitmen lembaganya untuk terus mendampingi para korban banjir, khususnya dalam memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi.

“Laznas AQL Peduli akan terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga memastikan proses belajar anak-anak tetap berjalan meski dalam keterbatasan,” ujar Lathiful Hakim. (rel/adz)

Telkomsel Percepat Pemulihan Jaringan di Aceh Tengah, Desa Owaq Kembali Terkoneksi

Aceh Tengah, sumutpos.co – Telkomsel berhasil memulihkan layanan jaringan telekomunikasi di Desa Owaq, setelah sebelumnya terdampak gangguan akibat keterbatasan infrastruktur dan pasokan listrik pascabencana. Pemulihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Telkomsel untuk memastikan masyarakat di wilayah pedalaman tetap dapat terhubung dan mengakses layanan komunikasi.

Dalam proses pemulihan jaringan di Desa Owaq, Telkomsel mengoperasikan site dengan dukungan genset sebagai sumber listrik, seiring dengan kondisi sistem catu daya di wilayah tersebut yang hingga kini masih terbatas dan belum sepenuhnya stabil. Langkah ini dilakukan agar layanan komunikasi dapat kembali berjalan dan masyarakat dapat mengakses informasi penting serta berkomunikasi dengan keluarga.

Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nugroho A. Wibowo, menyampaikan bahwa pemulihan jaringan di Aceh Tengah terus menunjukkan progres positif. “Pemulihan jaringan di Desa Owaq merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan konektivitas tetap hadir hingga ke wilayah-wilayah dengan tantangan akses dan catu daya. Meski masih bergantung pada genset, kami memastikan layanan dapat kembali digunakan oleh masyarakat,” ujar Nugroho.

Secara keseluruhan, lebih dari 95% jaringan Telkomsel di Kabupaten Aceh Tengah telah berhasil dipulihkan. Saat ini, masih terdapat 5 site yang meng-cover wilayah Aceh Tengah dan terus dikejar pemulihannya oleh tim Telkomsel di lapangan.

“Kami terus mempercepat proses pemulihan di lokasi-lokasi lainnya dengan mengedepankan keselamatan tim, mempertimbangkan kondisi akses di lapangan, serta menyesuaikan dengan ketersediaan pasokan listrik di masing-masing wilayah,” tambah Nugroho.

Telkomsel akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak serta masyarakat setempat untuk memastikan kualitas jaringan tetap terjaga, sekaligus mendukung aktivitas dan pemulihan kehidupan masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah hingga seluruh layanan kembali normal.(rel)

Gotong Royong Bersama Warga, Telkomsel Pulihkan Jaringan di Desa Pulo Gelime, Gayo Lues

Gayo Lues, sumutpos.co – Telkomsel berhasil memulihkan layanan jaringan telekomunikasi di Desa Pulo Gelime, Kecamatan Teripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues. Pemulihan jaringan ini berlangsung di tengah keterbatasan infrastruktur pascabencana dan tidak lepas dari semangat gotong royong masyarakat setempat, yang turut membantu tim Telkomsel agar layanan komunikasi dapat kembali dinikmati oleh warga desa.

Dalam proses pemulihan jaringan di Desa Pulo Gelime, Telkomsel mengoperasikan site dengan dukungan genset sebagai sumber listrik, mengingat sistem catu daya di wilayah tersebut hingga kini masih belum sepenuhnya stabil. Langkah ini dilakukan agar layanan komunikasi tetap dapat berjalan dan masyarakat kembali terhubung dengan keluarga serta akses informasi penting.

Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nugroho A. Wibowo, mengakatakan “Pemulihan jaringan di Desa Pulo Gelime menjadi bukti bahwa kolaborasi dan gotong royong antara masyarakat dan Telkomsel mampu mempercepat hadirnya kembali konektivitas. Meski masih dihadapkan pada keterbatasan pasokan listrik, kami memastikan layanan tetap berjalan dengan dukungan genset agar masyarakat dapat kembali berkomunikasi,” ujar Nugroho.

Secara keseluruhan, jaringan Telkomsel di Kabupaten Gayo Lues telah pulih sekitar 81%, atau setara dengan 34 site yang telah kembali beroperasi. Telkomsel terus melanjutkan percepatan pemulihan di sejumlah lokasi lain yang masih terdampak, dengan menghadirkan berbagai alat dan pasokan pendukung seperti genset dan lainnya.

“Kami akan terus melakukan pemulihan secara bertahap dan berkelanjutan hingga seluruh layanan kembali normal. Telkomsel berkomitmen untuk selalu hadir mendampingi masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang membutuhkan dukungan konektivitas di masa pemulihan pascabencana,” tambah Nugroho.

Telkomsel akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dan masyarakat setempat guna menjaga kualitas jaringan tetap optimal, sekaligus mendukung aktivitas dan pemulihan kehidupan masyarakat di Kabupaten Gayo Lues.