24 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 651

Penilaian Ombudsman Sumut, Pemko Binjai Zona Hijau

TERIMA: Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah (dua dari kanan) saat menerima penilaian standar pelayanan publik dari Ombudsman.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Binjai meraih zona hijau kepatuhan standar pelayanan publik tahun 2023. Penilaian ini dilakukan Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara.

Wali Kota Binjai, Amir Hamzah menerima penyerahan hasil penilaian kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik di Medan, Selasa (23/1/2024). Tidak hanya Binjai, 33 kabupaten/kota di Sumut yang diserahkan hasil penilaian kepatuhan tersebut.

Rinciannya, 15 kabupaten/kota mendapat opini penilaian kualitas tinggi dan 6 kabupaten/kota mendapat opini penilaian kualitas sedang. Hasil penilaian ini diserahkan langsung Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, James Marihot Panggabean kepada Amir.

Amir mengucapkan terima kasih kepada Ombudsman RI atas evaluasi atau penilaian terhadap kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik tersebut. Hasil evaluasi ini, kata Amir, cukup berarti untuk mengukur kinerja Pemko Binjai dalam mewujudkan pelayanan publik yang optimal.

“Pada kesempatan ini saya mendorong seluruh perangkat daerah di Kota Binjai untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Terima kasih atas penghargaan yang kami terima, kami siap dan selalu bersedia untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan Ombudsman dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik khususnya di Pemerintah Kota Binjai,” ujarnya. (ted/ram)

Komisi I Berharap Kejari Medan Bersikap Netral dan Mampu Awasi Pemilu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi I DPRD Medan meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan untuk bersikap netral pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang sudah di depan mata.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi I, Robi Barus didampingi para anggota komisi seperti Rudiyanto Simangunsong, Jaya Saputra, Abdul Rahman Nasution, Abdul Latif Lubis, Parlindungan Sipahutar, dan Abdullah Roni usai melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri Medan, Selasa (23/1/2024).

“Pada pertemuan tadi kita meminta Kejari Medan agar mengawasi jalannya pesta demokrasi ini dengan sebaik-baiknya. Alhamdulillah, Pak Kajari menyatakan kesediannya,” ucap Robi Barus.

Pada kesempatan itu, sambung Robi, pihaknya juga sempat membahas peristiwa rekaman suara yang viral karena mendukung salah satu paslon Presiden dan Wakil Presiden.

“Pada kunjungan tadi kita juga mempertanyakan peristiwa yang terjadi di Batubara, dan beliau mengaku kalau itu adalah hoax,” ujar politisi PDIP tersebut.

Disamping semua itu, terang Robi, kunjungan yang dilakukan juga untuk menjalin silaturahim antara DPRD Medan sebagai lembaga legislatif kepada Kejari Medan Medan sebagai lembaga yudikatif. Apalagi, Kejari Medan merupakan counterpart dadi Komisi I DPRD Medan.

“Lalu kunjungan tadi juga kita lakukan sebagai perkenalan, karena beliau (Kajari Medan) ini kan merupakan orang baru di Kota Medan,” ungkapnya.

Selain meminta Kejari Medan untuk turut menjaga netralitas, lanjut Robi, Komisi I DPRD Medan juga meminta Kejari Medan untuk turut menjaga kondusifitas Kota Medan, khususnya menjelang Pemilu 2024 yang sudah di depan mata.

“Karena situasi saat ini kan rentan dengan gesekan-gesekan. Ini harus kita minimalisir, sebab persatuan adalah yang utama dan harus kuta jaga dan rawat bersama,” lanjutnya.

Terakhir, Komisi I juga sempat menyinggung masalah maraknya narkoba di Kota Medan. Apalagi, Sumut telah dinobatkan sebagai provinsi dengan angka peredaran narkoba tertinggi di Indonesia.

“Kita juga membahas terkait maraknya kasus narkoba di Kota Medan. Alhamdulillah, Pak Kajari Medan bilang bahwa kasus narkoba sudah menjadi atensi bersama Forkopimda Kota Medan, termasuk pihaknya di Kejari Medan,” pungkasnya.
(map/ram)

Hendrik Sitompul: Ormas Jadi Garda Terdepan Pemenangan Prabowo-Gibran

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Wakil Direktur Ormas Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Drs Hendrik H Sitompul MM menegaskan, organisasi kemasyarakatan (Ormas) menjadi garda terdepan dalam pemenangan pasangan Capres-Cawapres, Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024. Menurut Hendrik, keterlibatan dan peran ormas sangat efektif dalam menarik suara masyarakat di sisa waktu 21 hari ini menjelang hari pencoblosan.

“Ya, tentunya kita sangat yakin,” kata Hendrik kepada wartawan di Bandara Kualanamu sesaat tiba dari Jakarta, Rabu (24/1/2024).

Hendrik yang merupakan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat ini, baru saja menghadiri konsolidasi 215 ormas yang tergabung dalam Bidang Ormas Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran di Posko Pemenangan Ormas Prabowo-Gibran, Jalan Berkah Nomor 8, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (23/1/2024). Konsolidasi tersebut merupakan Silahturahmi Jilid III Bidang Ormas Komandan Charlie TKN Prabowo-Gibran bertajuk “Diskusi dan Pengarahan Khusus Ormas Pendukung Bersama Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran Menuju Pemenangan Sekali Putaran Pada Pemilu Tahun 2024” yang diinisiasi dirinya sebagai Wakil Direktur Ormas TKN Prabowo-Gibran bersama Direktur Ormas TKN Prabowo Gibran Ir H Mohamad Idris Laena MH.

Silaturahmi ini juga dihadiri Dewan Pengarah TKN Prabowo-Gibran Hashim Djojohadikusumo, Ketua TKN Prabowo-Gibran Rosan P Roeslani, Dewan pakar TKN Prabowo-Gibran Budiman Sudjatmiko, dan Komandan Charlie TKN Prabowo-Gibran Yandri Susanto. “Konsolidasi dan silaturahmi Ormas Pendukung Prabowo Gibran sudah dilaksakan sebanyak tiga kali. Untuk kegiatan kemarin, ada 215 ormas yang hadir dan siap mememangkan pasangan Prabowo-Gibran sekali putaran,” jelas Hendrik.

Hendrik juga menyampaikan, ormas-ormas yang tergabung di Bidang Ormas TKN ini tersebar di seluruh Indonesia dan memiliki struktur dari tingkat pusat hingga tingkat daerah atau kecamatan. “Saya sangat mengapresiasi keterlibatan perwakilan ormas di tingkat pusat dalam kegiatan ini. Sebagaimana dalam arahan Dewan Pengarah dan Ketua TKN Prabowo Gibran, tentunya kita akan terus bekerja dan semakin banyak menggandeng ormas-ormas untuk memenangkan pasangan Prabowo – Gibran,” tegas Politisi Partai Demokrat ini.

Hendrik juga mengingatkan semua ormas untuk tidak cepat puas diri, dengan hasil survei yang sudah mengarah menuju kemenangan sekali putaran. Hal senada juga disampaikan Direktur Ormas, Ir H Mohamad Idris Laena MH menyampaikan ,215 ormas ini bukan angka yang sedikit karena memiliki struktur yang berjenjang di seluruh Nusantara.

“Kami meyakini, dengan kekuatan-kekuatan ormas yang ada di bawah komando kami ini, sangat memberikan insentif elektoral terkapitalisasi besar dalam rangka pemenangan sekali putaran tersebut. Rasanya kemenangan sekali putaran pada pencoblosan tanggal 14 Februari akan terjadi”, ungkap politisi Golkar yang biasa disapa Idris Laena ini.

Lanjut Idris, perkembangan survei dari beberapa lembaga survei untuk Paslon Prabowo-Gibran ini sudah berkisar antara 45, 46 bahkan sudah ada di angka 47 persen. “Artinya apa? Masih ada 4 hingga 3 persen yang akan kita capai. Bayangkan 215 ormas ini akan bergerak dan mereka langsung ke masyarakat dengan door to door campaign menggalang dari rumah ke rumah. Ini memberikan keyakinan yang kuat dan mantap target dapat tercapai sekali putaran untuk pemenangan Prabowo-Gibran,” ungkap Idris

Diakhir kegiatan, semua ormas yang bergabung mendapat Sertifikat Penghargaan dari Tim Kampanye Nasional atas dukungan dan partisipasi dalam Pemenangan Prabowo-Gibran yang diberikan oleh Dewan Pengarah TKN Prabowo-Gibran, Ketua TKN Prabowo – Gibran, Dewan Pakar TKN Prabowo – Gibran dan Komandan Charlie TKN Prabowo-Gibran. (adz)

DPRD Sumut Simpulkan Masalah Bansos Masih Jadi Keluhan Terbanyak

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting, menilai, masalah bantuan sosial (bansos) sebagai masalah yang masih menjadi keluhan terbanyak dari warga Kota Medan.

Baskami menyimpulkan hal itu, setelah dirinya baru saja menyelesaikan rangkaian kegiatan resesnya di Kota Medan, baik di awal tahun 2024 ini maupun selama periodesasi jabatannya selama menjadi Ketua DPRD Sumut, tepatnya sejak September 2019.

“Permasalahan yang disampaikan para warga memang beragam, akan tetapi paling banyak mengeluhkan tidak menerima bansos. Mulai dari bantuan lansia, pendidikan, sampai PKH. Rata-rata mereka mengaku berhak menerimanya, akan tetapi tidak pernah menerima bantuan tersebut,” ucap Baskami, Rabu (24/1/2024).

Dikatakan Baskami, saat melakukan reses, dirinya paling banyak mengundang masyarakat dengan kategori kaum ibu dan lansia. Sebab ia menilai, kaum lansia sangat rentan terhadap risiko dan guncangan ekonomi.

Menurut politisi senior PDI Perjuangan itu, bansos diperlukan untuk mengurangi angka kemiskinan pada lansia terkait kebutuhan dasar seperti makan, kesehatan, dan lainnya. Oleh sebab itu, keluarga penerima manfaat (KPM) yang memiliki anggota keluarga lansia berhak mendapatkan tambahan bantuan dana untuk mengurangi beban pengeluaran.

“Juga sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga penerima PKH yang mempunyai lansia,” tambahnya.

Baskai mengatakan, masalah belum meratanya bansos ini disebabkan oleh data yang belum sempurna. Oleh sebab itu, masalah pendataan, khususnya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) harus disempurnakan melalui pemutakhiran data lapangan yang harus dicermati dan disempurnakan.

“Strukturnya harus merata jangan ada ketimpangan. Kepling dan Kepala Dusun harus mengetahui warganya yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya.
(map/ram)

Dipanggil KPK, 12 Orang Jadi Saksi Kasus Dugaan Suap Bupati Labuhanbatu

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO- Sebanyak 12 orang telah menjalani pemanggilan dan pemeriksaan sebagai saksi oleh tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) dalam kasus dugaan suap oknum Bupati Labuhanbatu EAR. Pemanggilan ini dilaksanakan sebanyak 2 tahap, yaitu 6 orang pada Selasa 23 Januari dan 6 orang lainnya pada Rabu 24 Januari.

“Selama 2 hari sejak Selasa – Rabu 23 – 24 Januari 2024, sebanyak 12 orang menjalani penjadwalan pemanggilan dan pemeriksaan sejumlah para saksi,” ujar Juru Bicara KPK Bidang Penindakan, Ali Fikri, Rabu 24 Januari 2024 kepada Sumut Pos.

Tim penyidik KPK dalam perkara dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Labuhanbatu itu memanggil para saksi untuk hadir ke gedung Merah Putih KPK.

Adapun sejumlah nama yang dijadikan saksi dari kalangan swasta dan staf Dinas jajaran Pemkab Labuhanbatu.

“Tim Penyidik melakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi pada 23 Januari 2024. Yakni, Yusrial Suprianto Pasaribu (anggota DPRD). Mahrani (ASN/ Kepala Dinas P2KB dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kab. Labuhanbatu). Wahyu Ramdhani Siregar (Wiraswasta). Hendra Efendi Hutajulu (ASN). Zainuddin Siregar (PNS/ Ka BKPP Pemkab Labuhanbatu), dan Elviani Batubara (Staf fraksi/Honorer pada Sekretariat DPRD Labuhanbatu),” ungkap Ali Fikri.

Sedangkan pemanggilan 6 saksi lainnya pada Rabu 24 Januari 2024, diantarnya Maya Hasmita (Dokter), Agus Kaspohardi (Swasta), Triyono (Swasta). M Sanusi Nasution (Swasta), Muhammad Riduan Dalimunte (Swasta), dan Susi Susanti (Staf Dinas DPPKB).

Sebelumnya, Bupati Labuhabatu EAR bersama Kadis Kesehatan Labuhanbatu, dan mantan anggota DPRD Labuhanbatu serta pihak swasta terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis lalu (11/1/2024).

Tim KPK dalam Operasi Tangkap Tangan tersebut, mengamankan terduga pelaku sebanyak 10 orang diantaranya penyelenggara negara dan pihak swasta. Dalam OTT itu, tim penyidik KPK juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp551,5 juta.

Selanjutnya hasil penyidikan KPK menetapkan empat orang tersangka. Keempat tersangka itu terdiri dari Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga (EAR) dan Anggota DPRD Rudi Syahputra Ritonga (RSR) selaku penerima suap. KPK juga menetapkan dua pihak swasta bernama Effendy Saputra (ES) dan Fazar Syahputra (FS) tersangka pemberi suap. (fdh/ram)

Pelni Medan Maksimalkan Koordinasi untuk Arus Mudik Lebaran 2024

Kepala Cabang PT Pelni Medan Biwa Abi Laksana.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Medan maksimalkan koordinasi guna melancarkan pelayanan penumpang periode Lebaran 2024.

“Kami melakukan koordinasi dengan semua ‘stakeholder’ di Pelabuhan Belawan,” ujar Kepala Cabang PT Pelni Medan, Biwa Abi Laksana ,Rabu (24/01/2024).

Biwa menjelaskan, guna mensukseskan angkutan Lebaran 2024, pihaknya belajar dari pengalaman mudik Lebaran 2023 serta mudik Nataru 2023-2024. “Saat itu, Pelni Medan mencatat puluhan ribu penumpang berangkat dan tiba di Pelabuhan Belawan,” jelasnya.

“Tercatat Maret-April 2023, termasuk masa Lebaran 2023, ada sekitar 23.673 penumpang Pelni yang turun di Pelabuhan Belawan,” ungkap Biwa.

Biwa menambahkan, pada saat mudik Nataru 2022-2024, yaitu periode 18 Desember sampai dengan 8 Januari, kapal milik Pelni yaitu KM Kelud dan KM Dorolonda membawa 20.244 penumpang dari Pelabuhan Belawan. Selanjutnya 22.830 penumpang yang turun di Pelabuhan Belawan. Para penumpang tersebut sebahagian besar tujuan dan keberangkatan dari Batam.

Biwa juga menyampaikan, ada beberapa hal yang menjadi catatan pihaknya, khususnya sepanjang Nataru 2023-2024, yakni perbaikan minor beberapa infrastruktur di Pelabuhan Belawan.

Hal tersebut sudah dikomunikasikan dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). “Jadi semua teratasi. Kami akan terus berkoordinasi dengan para ‘stakeholder’ mulai Februari 2024,” ujarnya.

Pelni Medan nantinya akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan seperti Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang dalam hal ini Dinas Perhubungan Sumut, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Kantor Kesyahbandaran Utama (KSU) Belawan, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, Polri dan TNI. Selanjutnya, Pelni Medan juga memastikan keamanan dan keselamatan pelayaran kapal-kapal mereka.

“Alhamdulillah pada masa Natal dan Tahun Baru semua lancar, tidak ada ‘accident’,” ujar Biwa. (mag-1/tri)

Pj Gubernur Sumut Soroti Sarana dan Prasarana Pendidikan di Kepulauan Nias

Pj Gubernur Sumut, Hassanudin.(ist/SUMUT POS)

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin menyampaikan empat poin penting dalam pembangunan di Kepulauan Nias tahun 2025. Keempat poin tersebut antara lain Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, infrastruktur dasar dan tata kelola pemerintahan.

Bidang IPM perlu perhatian pada pendidikan, kesehatan dan perekonomian masyarakat. Pertumbuhan ekonomi perlu peningkatan UMKM, pariwisata dan kemandirian pangan. Sedangkan infrastruktur dasar akses jalan utama perlu ditingkatkan, irigasi yang lebih baik, serta ketersediaan air minum. Terakhir, tata kelola pemerintahan, perlunya peningkatan komunikasi dan kerja sama antarpemerintah di Kepulauan Nias.

“Berdasarkan riset Kementerian Pendidikan tahun 2022 ada 490 anak putus sekolah di Kepulauan Nias, 50 sekolah rusak dan 22,3% stunting, ini perlu menjadi perhatian kita bersama,” kata Pj Gubernur Hassanudin pada pembukaan Pra Musrembang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumut tahun 2025, Zona Kepulauan Nias, di Aula STT Sunderman, Gunungsitoli, Rabu (24/1/2024).

Tingginya angka kemiskinan, juga menjadi perhatian khusus di Kepulauan Nias, terutama Kabupaten Nias Utara, Nias Selatan, Nias Barat dan Nias. Hassanudin meminta Pemkab dan Pemko di Kepulauan Nias berkomitmen, berinovasi, serta memperkuat kerja sama dengan daerah lain.

“Sekitar 10% produksi perikanan tangkap Sumut berasal dari Nias, Nias juga punya sektor pariwisata yang mendunia, ini harus terus kita pacu untuk kesejahteraan masyarakat, hilangkan ego sektoral agar tercipta sikronisasi dan integrasi antardaerah,” kata Hassanudin, yang datang bersama Pj Ketua TP PKK Sumut Dessy Hassanudin.

Pada pembukaan Pra Musrenbang ini, Hassanudin juga memberikan bantuan peralatan pertanian, bibit cabai dan pupuk organik. Kemudian meninjau stan-stan UMKM yang berada di lokasi, dia pun berharap ekonomi kerakyatan di Nias, terus berkembang.

“Saya senang melihat masyarakat sudah mulai menanam cabai, ada juga padi, ini untuk ketahanan pangan kita, apalagi inflasi di sini cukup tinggi,” kata Hassanudin.

Sementara itu, Plt Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli menjelaskan, salah satu penyebab rendahnya pendapatan masyarakat adalah permasalahan infrastruktur yang belum memadai dan kurangnya pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, perhatian khusus dari Pemprov Sumut, sangat diharapkan.

“Infrastruktur terutama jalan masih sangat perlu dukungan dari Pemerintah Provinsi, karena ini sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat, begitu juga dengan pemberdayaan masyarakat kita terutama bidang pertanian, perikanan,” kata Sowa’a Laoli.

Hadir pada Pra Musrenbang Kepulauan Nias Bupati Nias Ya’atulo Gulo, Bupati Nias Selatan Holarius Duha dan Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu. Hadir juga OPD terkait Pemprov Sumut, Sekda se-Kepulauan Nias serta OPD se-Kepulauan Nias.(gus/ram)

Muhammad Husni Jadi Kadis Lingkungan Hidup

LANTIK: Wali Kota Medan, Bobby Nasution melantik Pimpinan Tinggi Pratama di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Rabu (24/1/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Wali Kota Medan, Bobby Nasution melantik dan mengambil sumpah empat Pimpinan Tinggi Pratama di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Rabu (24/1/2024).

Adapun keempat pimpinan tinggi pratama yang dilantik tersebut, yakni Muhammad Husni Kepala Dinas Lingkungan Hidup, sebelumnya Husni menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kemudian, Alexander Sinulingga sebagai Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (PKPCKTR), sebelumnya Alexander merupakan Sekretaris Bappeda. Alexander terpilih sebagai Kadis PKPCKTR setelah lulus dalam proses lelang jabatan.

Selanjutnya ada nama Dammikrot Harahap sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Sebelumnya, Dammikrot menjabat sebagai Staff Ahli Wali Kota Medan Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.

Terakhir, ada nama Suryadi Panjaitan yang dilantik sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik untuk menggantikan Dammikrot. Sebelumnya, Suryadi menjabat sebagai Kadis Lingkungan Hidup.

Saat pelantikan, Wali Kota Medan, Bobby Nasution, mengingatkan banyaknya pekerjaan fisik yang ditargetkan selesai pada 2024. Oleh sebab itu, Bobby meminta Dinas PKPCKTR untuk memastikan setiap pekerjaan di lapangan sesuai dengan progress.

“Jangan ada keterlambatan, dan target penyelesaian agar bisa dipenuhi,” ucap Bobby Nasution dalam kegiatan yang dihadiri antara lain oleh Sekda Wiriya Alrahman, Ketua TP PKK Medan Kahiyang Ayu Bobby Nasution, Inspektur Sulaiman Harahap, dan Kepala BKDPSDM Sutan Tolang Lubis itu,

Bobby Nasution juga mengingatkan Kadis PKPCKTR untuk memperbaiki citra yang kurang baik akhir-akhir ini. Bobby mengaku tidak ingin mendengar lagi tentang kewajiban setor bagi kontraktor yang mendapat pekerjaan di Dinas tersebut.

“Saya minta tolong hal ini dipastikan tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Saat itu, Bobby Nasution juga meminta Dinas Lingkungan Hidup agar dapat menyelesaikan target-target yang sudah ada. Prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) dalam mengelola sampah harus bisa benar-benar dilakukan pada tahun ini.

“Harus ada produknya, harus ada dalam bentuk barang jadi. Bantu para pelaku, penggiat lingkungan hidup, yang hari ini sudah melakukan reduse dengan beberapa jenis produk. Dibantu bukan hanya masalah produksinya, juga masalah perizinannya,” kata Bobby.

Selanjutnya, Bobby juga mengingatkan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga pada 2024 ini bahwa Sumut dan Aceh menjadi tuan rumah PON.

“Medan sebagai ibu kota Provinsi Sumut harus melakukan persiapan, baik itu SDM, maupun bila ditunjuk sebagai salah satu venue,” pesannya.

Orang nomor satu di Pemko Medan itu juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga agar menjaga aset-aset Pemko Medan.

“Pastikan aset-aset yang di bawah Dinas Pemuda dan Olahraga jangan sampai hilang, jangan sampai diambil oleh siapa pun sejengkal pun,” tegas Bobby Nasution seraya menambahkan, aset-aset itu harus bisa dimanfaatkan untuk memajukan olahraga dan meningkatkan kualitas SDM.

Terakhir Bobby Nasution kembali mengingatkan agar pejabat yang dilantik ini tidak melakukan korupsi dan pungli.

“Jadikan jabatan ini sebagai amanah yang baik bagi masyarakat Medan, keluarga, dan diri sendiri,” pungkasnya. (map/ram)

Tips Memilih AC, Biar Tagihan Listrik Tetap Hemat

Interior poster mock up living room with colorful white sofa . 3D rendering.

SUMUTPOS.CO – Perangkat pendingin udara (air conditioner – AC) semakin menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Berada di iklim tropis, apalagi area perkotaan, membuat kenikmatan udara sejuk dan nyaman dalam sebuah hunian menjadi dambaan. Namun, untuk memilih AC supaya tetap hemat bukan perkara sepele.

Dengan kecenderungan penggunaan dalam jangka waktu panjang, seperti pada waktu istirahat malam, AC jadi perangkat elektronik yang punya kontribusi tinggi pada tagihan listrik.

Alih-alih dapat udara sejuk dan nyaman, malah justru bingung dihadapkan dengan tingginya tagihan listrik bulanan.

Setidaknya ada lima hal yang patut diperhatikan sebelum memutuskan membeli atau mengganti AC.
1. Sesuaikan kapasitas AC dengan luas ruang penempatan AC punya kapasitas pendinginan yang dikenal dengan sebutan PK atau paardenkracht.

Kapasitas pendinginan ini mesti disesuaikan dengan luas ruang penempatan. Terlalu kecil, bakal buat AC kerja ekstra untuk mendapatkan suhu yang diinginkan. Sementara jika PK terlalu besar, selain ruangan terasa terlalu dingin, kapasitas pendinginan besar ini akan membuat tagihan listrik lebih tinggi.

Cara menghitung PK agar sesuai dengan kebutuhan ruang, didapat dengan perhitungan luas ruang dikali dengan satuan panas British Thermal Unit (BTU) dan kemudian dibagi dengan 9,000 BTU.

Besarnya satuan BTU ini, bergantung pada kecenderungan tingginya suhu ruang.

Semakin panas, semakin besar. Untuk suhu rata-rata misalnya, cukup kalikan dengan 600 BTU. Namun bila suhu ruang cenderung panas dari lingkungan sekitar, atau ada di lantai basement, tinggikan angkanya misalnya hingga 1,000 BTU.

Contoh sebuah kamar berukuran 3×4 meter persegi dengan suhu ruang rata-rata. Perhitungannya menjadi (3x4x600) : 9000 = 0,8 yang berarti kamar tidur tersebut membutuhkan AC dengan kapasitas yang mendekatinya yaitu 0,75 atau ¾ PK. Sesuaikan perhitungan ini dengan perubahan luasan ruang dan suhu rata-ratanya.

2. Ketahui sumber panas dalam ruang

Masih terkait dengan pemilihan kapasitas pendinginan yang pas, perlu perhatikan juga sumber panas dalam ruang. Tak cuma lampu dan perangkat elektronik lainnya, tapi termasuk juga jendela. Makin banyak sumber panas, maka makin tinggi juga kapasitas pendinginan AC yang mesti dipilih.

Setelahnya, penempatan AC juga perlu jadi perhatian. Pasang unit AC jauh dari sumber panas.Hal ini karena bila berdekatan dengan sumber panas, memaksa AC bekerja lebih keras sehingga membuat konsumsi daya listrik membengkak dan pendinginannya jadi tidak maksimal.

3. Sesuaikan suhu AC dengan suhu udara sekitar

Yang banyak terjadi, saat suhu ruang terasa panas, AC cenderung disetel pada suhu terendah. Kebanyakan orang berpikir, menyetel AC pada suhu minimum, akan buat pendinginan lebih baik. Padahal sebenarnya tidak demikian. Yang terjadi, karena suhu yang disetel tak pernah tercapai membuat kerja AC makin berat dan konsumsi daya listrik menjadi lebih tinggi.

Bagi yang tinggal di perkotaan dengan suhu udara rata-rata diatas 32 derajat celcius, menyetel AC pada 10-15 derajat lebih rendah dibandingkan suhu udara sekitar dapat menjadi acuan. Jadi ketika suhu udara sekitar berada di 34 derajat celcius, sebaiknya AC disetel pada suhu 24 derajat.

4. Instalasi Benar dan Perawatan berkala

Instalasi yang tak sesuai prosedur akan mengakibatkan kerja AC lebih berat sehingga menurunkan efektivitas dan ketahanan AC. Misalnya, penempatan unit outdoor AC yang tak memadai dari sisi pembuangan panas atau penggunaan panjang pipa melewati batas maksimum pemipaan unit.

Instalasi yang salah dalam kasus lebih buruk lagi, dapat menghilangkan garansi. Maka, pastikan teknisi yang melakukan instalasi adalah teknisi berpengalaman dan tersertifikasi.

Jangan lupa juga soal perawatan berkala. Pada unit indoor terdapat filter udara dan heat exchanger yang akan tersumbat jika tidak dibersihkan dan dapat menyebabkan timbulnya
berbagai masalah pada AC.

Mulai dari kontrol suhu tidak mencukupi, kehilangan kapasitas, kebocoran air, kebisingan abnormal, konsumsi daya meningkat hingga 20% sampai terjadinya kerusakan spareparts. Tak hanya unit indoor, unit outdoor pun perlu dibersihkan supaya tidak terjadi perubahan pada siklus AC. Untuk pemakaian AC setiap hari, direkomendasikan agar melakukan perawatan setiap tiga bulan.

5. Pilih AC dengan Tanda Hemat Energi 5 Bintang

Kini tinggal satu langkah lagi. Yaitu pilih AC yang memang teruji hemat energi. Untuk hal ini sebenarnya tidak susah.

Pemerintah sudah menerapkan kewajiban penempelan stiker Tanda Hemat Energi untuk setiap AC yang beredar di Indonesia yang dilambangkan dengan bintang. Makin banyak jumlah bintangnya, makin tinggi kemampuannya dalam penghematan energi. Peringkat teratas ditunjukkan dengan raihan lima bintang dalam stiker Tanda Hemat Energi ini.

Bila Anda sudah siap untuk membeli, AC DAIKIN inverter dapat menjadi pilihan. Soal kemampuan penghematan energi, tak perlu diragukan lagi. Tiap model AC inverter DAIKIN telah memiliki peringkat bintang lima Tanda Hemat Energi.

Kapasitas pendinginannya pun beragam, mulai dari ½ PK hingga kapasitas lebih tinggi yang siap menyesuaikan kebutuhan ruang Anda.

Ragam modelnya pun memiliki kelengkapan fitur menarik. Mulai dari penjaga kelembapan dari AC DAIKIN Premium inverter, hingga AC EVO inverter yang juga dilengkapi dukungan Gin-Ion filter untuk kemampuan lebih baik dalam mengeliminasi virus dan bakteri.

Dukungan layanan konsumen DAIKIN pun menjadi daya tariknya. Mulai dari konsultasi kebutuhan, instalasi, pemeliharaan hingga perbaikan dilayani secara terpusat dan terpantau lewat DAIKIN CONTACT CENTER.

Layanan telepon bebas pulsa dengan nomor 0800-108-108-1 ini didukung dengan teknisi yang telah tersertifikasi. Untuk lebih lengkap mengetahui AC inverter DAIKIN, dapat mengunjungi website resminya www.daikin.co.id.(rel)

Gimmick Hal Yang Biasa Dalam Debat, Bobby: Kalau Mau Lebih Santai Diganti Ajang Sillaturahim Saja

Cawapres nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tokoh muda Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution merespon komentar terkait gimmick Gibran Rakabuming Raka saat debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) kedua yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) beberapa hari lalu. Di mana, pendukung kandidat lain menilai gimmick Gibran kurang beretika.

Bobby yang juga adek ipar Gibran menilai, apa yang dilakukan Gibran masih tahap wajar. Bahkan, dia mengaku heran dengan apa yang disampaikan para pendukung lain tersebut. “Ketika kami bertanya dianggap tidak beretika, nggak sopan. Giliran kita diserang, kami diam-diam aja dibilangnya,” ujar Bobby Nasution, Selasa (23/1/2024) malam.

Menurutnya, hal seperti itu merupakan hal biasa yang lumrah dalam suasana debat. Bobby menegaskan jika debat selalu dituntut dengan mematuhi etika, lebih baik tidak perlu berdebat.

“Jika ingin suasana yang lebih santai, sebaiknya dijadikan sebagai ajang silaturahmi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Sumut, Ade Jona Prasetyo yang juga merupakan calon legislatif DPR-RI dari Sumut mengungkapkan, dalam situasi debat, sudah seharusnya pihak-pihak yang terlibat menunjukkan respons yang tajam dan kontroversial.

Hal ini dikarenakan tak bisa dipisahkan dari dinamika politik. Ia juga membandingkan acara debat seperti di Amerika Serikat. Di mana, seperti tidak memiliki aturan. Bahkan, di Amerika Serikat para pedebat saling mengeluarkan kalimat-kalimat yang cukup kasar demi mendukung argumen mereka. Walau begitu, dirinya juga tidak membenarkan hal tersebut.

Selain itu, Ade Jona menyatakan sejalan dengan pandangan Bobby Nasution, bahwa dalam suasana debat, ketegangan dan kontroversi merupakan hal yang umum yang sering terjadi.

“Di luar sesi debat, Mas Gibran selalu menunjukkan sikap yang baik kepada yang lebih tua. Selalu menunduk, memberi salam, bahkan memeluk yang lebih tua,” jelasnya.

Ini menandakan, lanjutnya, bahwa gestur kontroversial yang ditunjukkan selama debat seharusnya tidak dianggap sebagai masalah yang besar dan personal. “Lebih baik kita fokus mengomentari pada substansi debat. Dimana, ide dan gagasan cawapres dapat disampaikan dengan jelas kepada pemilih,” tandasnya. (dwi/ram)