Home Blog Page 67

Polres Sergai Tekan Aksi 3C dan Balap Liar

SERGAI – Polres Serdang Bedagai (Sergai) mengintensifkan patroli Kegiatan Rutin Yang Diperkuat (KRYD) dengan menyasar aksi kejahatan 3C (curat, curas, curanmor) serta balap liar di sejumlah titik rawan, Sabtu (25/4) malam. Kegiatan itu dilakukan dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di wilayah hukum Polres Sergai.

Kegiatan patroli tersebut dipimpin Kasat Reskrim AKP Binrod Sirungkir SH MH dan Kasat Lantas AKP Gokma Silitonga SH MH dengan melibatkan sebanyak 28 personel gabungan dari piket fungsi, Satreskrim, serta Turjawali Satlantas Polres Sergai.

Dalam pelaksanaannya, patroli dibagi menjadi dua tim dengan rute berbeda yang menyasar wilayah Kecamatan Teluk Mengkudu, Pantaicermin, dan Tanjungberingin yang dinilai rawan terhadap potensi gangguan kamtibmas.

Tim pertama di bawah komando Kasat Lantas AKP Gokma Silitonga bersama Ipda Susanto dan Ipda Irwan Fauzy menyisir sejumlah titik di wilayah Pantaicermin, di antaranya Dusun I Desa Pantaicermin Kiri, Jalan Lintas Pantaicermin Desa Kotaparih, hingga Dusun X Desa Celawan.

Sementara itu, Tim kedua yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Binrod Sirungkir didampingi Ipda Hendri Ika Pandu Winata melakukan pemantauan di sepanjang Jalan Umum Teluk Mengkudu-Tanjungberingin, termasuk Dusun III dan V Desa Pematangguntung serta Dusun IV dan V Desa Pekan Tanjungberingin.

Sasaran patroli meliputi kerumunan masyarakat, objek vital, serta ruas jalan yang sepi dan berpotensi terjadi tindak kriminalitas. Selain itu, personel juga menyambangi lokasi yang kerap menjadi titik kumpul remaja guna mengantisipasi aksi balap liar maupun tawuran.

Dalam kegiatan tersebut, petugas turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap kejahatan 3C dan peredaran narkoba. Warga juga diajak untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan serta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan melalui Call Center 110.

Tak hanya itu, patroli juga difokuskan pada pencegahan gangguan kamtibmas seperti premanisme, pungutan liar, penggunaan knalpot brong, hingga kepemilikan senjata tajam.

Kapolres Sergai melalui Kasi Humas AKP Bringin Jaya SH MH menegaskan bahwa kegiatan KRYD merupakan langkah preventif yang terus dilakukan secara berkelanjutan guna menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

“Patroli ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam meningkatkan pengawasan, khususnya di titik-titik rawan kriminalitas, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa peran serta masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif.

Selama pelaksanaan patroli hingga Minggu (26/4) pukul 02.30 WIB, situasi terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya aksi kejahatan maupun pelanggaran lalu lintas yang menonjol.

Polres Serdang Bedagai memastikan kegiatan serupa akan terus ditingkatkan sebagai upaya preventif dalam menekan angka kriminalitas di wilayah hukumnya. (fad/azw)

Sosok Dedi Saputra Pane Siap Bawa Karang Taruna Jadi Garda Terdepan Wujudkan Medan untuk Semua

MEDAN, SumutPos.co– Perhelatan pemilihan calon Ketua Karang Taruna Kota Medan segera bergulir seiring berakhirnya masa kepengurusan periode 2021-2026 yang saat ini dipimpin Yopie HI Batubara. Kali ini seorang sosok muda dengan membawa tema ‘Perubahan’ guna mewujudkan “Medan untuk Semua” bersiap sebagai suksesor.

Adalah drg Dedi Saputra Pane, seorang praktisi yang telah berkiprah tak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga peduli dengan kegiatan sosial untuk masyarakat seperti kegiatan olahraga. Ia mengusung misi menjadikan Karang Taruna Kota Medan sebagai wadah yang inovatif, mandiri, dan berakhlak tinggi.

“Bagaimana pemuda, khususnya Karang Taruna bisa berdaya guna dan berdaya hasil. Karena dengan wadah ini, ada kesempatan bagi kita anak muda untuk bisa menjadi mitra pemerintah yang strategis dalam menguatkan dan menyukseskan program pembangunan di Kota Medan,” ujar Dedi Saputra Pane kepada wartawan, kemarin.

Dedi sendiri punya catatan sebagai sosok yang kerap menggelar kegiatan bakti sosial seperti pengobatan kesehatan umum, kesehata gigi, pemberian obat, pemeriksaan, konsultasi dan lainnya secara gratis. Bahkan hingga kini kelembagaan DSP Centre masih tetap berperan.

“Kalau itu (bakti sosial) memang beberapa kita gelar begitu saja, dan tidak semua dipublikasi. Tetapi sebenarnya yang banyak berperan adalah rekan-rekan muda kita. Mereka secara sukarela menyampaikan program bakti sosial kepada masyarakat yang kurang mampu,” sebut Dedi.

Karena itu kata Dedi, kehadiran Karang Taruna harus tetap berdampak pada perwujudan generasi tangguh, mandiri dan berkualitas. Sehingga pemuda bisa lebih berkarya, maju dan sejahtera, dengan meningkatkan ekonomi produktif, mutu pendidikan, hingga kepedulian terhadap lingkungan sosial, termasuk penanggulangan masalah sosial.

“Bagaimana bisa aktif dan instens dalam olahraga serta penggiat UMKM. Sehingga nanti, kader Karang Taruna kedepannya, kami berdayakan dalam keolahragaan, melek lingkungan yang sehat dan support wirausaha yang melahirkan kader yang berdaya, mandiri dan mampu mengurangi kesenjangan sosial,” ujar Dedi.

Dengan begitu lanjut Dedi, dirinya berkeyakinan Karang Taruna memberikan manfaat bagi masyarakat melalui gerakan perubahan, menguatkan kemitraan strategis dengan Pemerintah Kota Medan, mewujudkan visi Medan untuk Semua. (adz)

Pasangan Michael Wattimena-Penrad Siagian Deklarasi Maju Pimpinan PIKI, Usung Misi Kembalikan Marwah Intelektual

JAKARTA, SumutPos.co– Peta persaingan menuju Kongres VII Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) mulai mengerucut. Pendeta Penrad Siagian secara resmi mendeklarasikan kesiapannya maju sebagai Calon Sekretaris Jenderal, mendampingi Michael Wattimena yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum. Pasangan ini mengusung tajuk “Bertanding untuk Bersanding” sebagai manifesto perjuangan mereka.

Deklarasi yang berlangsung di Sekretariat Pengurus Pusat (PP) GMKI pada Sabtu (25/4/2026) tersebut menjadi momentum penegasan arah baru organisasi. Penrad Siagian mengungkapkan bahwa keputusannya menggandeng Michael Wattimena didasari oleh kesamaan visi besar untuk mengembalikan PIKI ke “fitrah” aslinya.
“Dari berbagai figur yang muncul, Bung Michael Wattimena adalah sosok yang paling siap, baik secara pengalaman maupun substansi visi-misi. Kami memiliki kerinduan yang sama: menjadikan PIKI sebagai rumah intelegensia yang kembali berpengaruh bagi bangsa dan negara,” tegas Penrad.
Mengembalikan Khitah Intelektual
Dalam pemaparannya, Penrad yang juga merupakan Anggota DPD RI ini menggarisbawahi pentingnya reposisi PIKI. Menurutnya, PIKI bukanlah organisasi kader layaknya organisasi kepemudaan (OKP) pada umumnya. PIKI harus berdiri sebagai wadah strategis bagi para pakar, akademisi, dan intelektual lintas bidang.
Ia menyoroti tren penurunan kontribusi pemikiran Kristen dalam kebijakan nasional selama beberapa tahun terakhir. Mengacu pada data riset, Penrad menyebut adanya jurang pemisah antara sejarah intelektual Kristen yang dulu menentukan arah republik dengan realitas saat ini.
“Inilah urgensi kami. PIKI harus kembali menjadi kekuatan intelektual yang relevan dan memberikan sumbangsih nyata bagi kebijakan publik serta gereja,” tambahnya.
Agenda Strategis dan Respons Global
Senada dengan Penrad, Michael Wattimena—atau yang akrab disapa BMW—menyoroti tantangan global yang tengah menghimpit. Mantan Anggota DPR RI dua periode yang kini menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina International Shipping (PIS) ini menilai, di tengah turbulensi ekonomi dan politik dunia, Indonesia membutuhkan masukan-masukan cerdas dari kelompok intelegensia.
Pasangan BMW-PS berkomitmen untuk tidak sekadar berdiskusi di menara gading. Mereka merancang langkah konkret melalui pengawalan Program Legislasi Nasional (Prolegnas).
“Kami ingin memastikan pemikiran intelegensia Kristen masuk ke dalam proses pengambilan kebijakan di DPR dan pemerintah melalui naskah akademik dan kajian sistematis,” jelas Michael.
Pasangan ini merumuskan tiga agenda besar sebagai pilar gerakan mereka:

1. Riset Terstruktur: Memperkuat basis data dan kajian akademik dalam setiap usulan kebijakan.
2. Konsolidasi Intelektual: Menjadikan PIKI sebagai rumah besar bagi keberagaman latar belakang suku, sinode, dan teologi.
3. Distribusi SDM: Berperan sebagai pusat distribusi kader-kader ahli Kristen ke berbagai sektor strategis negara.

Menutup deklarasi, pasangan BMW-PS berharap dukungan penuh dari para pemilik suara dalam Kongres VII PIKI yang dijadwalkan berlangsung pada 30 April hingga 2 Mei 2026 di Jakarta. Mereka optimistis, kembalinya PIKI ke fitrah intelektual akan menjadi berkat besar bagi kemajuan Indonesia. (adz)

Konsisten Akselerasi Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Region I / Sumatera 1 Salurkan KUR Rp677,5 Miliar hingga Februari 2026

MEDAN, SumutPos.com- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memacu pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Melalui Region I / Sumatera 1, bank bersandi saham BMRI ini mencatatkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp677,5 miliar hingga Februari 2026.

Angka tersebut setara dengan 16,5 persen dari total target KUR Bank Mandiri tahun 2026 untuk wilayah Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau. Langkah masif ini menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Regional CEO Bank Mandiri Region I / Sumatera 1, I Gede Raka Arimbawa, menjelaskan bahwa penyaluran ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mengakselerasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Penyaluran KUR hingga Februari 2026 didominasi oleh sektor produktif sebesar Rp371 miliar atau mencapai 55 persen dari total penyaluran. Hal ini menjadi bukti nyata sinergi antara perbankan dan sektor usaha dalam menggerakkan ekosistem ekonomi rakyat,” ujar I Gede Raka Arimbawa dalam keterangan resminya.

Di tengah ekspansi pembiayaan yang progresif, Bank Mandiri tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Terbukti, kualitas kredit KUR di wilayah Sumatera 1 terjaga di level yang sehat dengan tingkat Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,07 persen. Rendahnya angka NPL ini mencerminkan keunggulan tata kelola risiko dan pembinaan yang berkelanjutan terhadap debitur.

Secara nasional, rekam jejak Bank Mandiri dalam mendukung program KUR sangat signifikan. Sejak diluncurkan pada 2008 hingga Februari 2026, total akumulasi penyaluran KUR Bank Mandiri telah menembus Rp310,59 triliun. Pembiayaan ini telah menjangkau lebih dari 3,65 juta debitur di seluruh Indonesia, membantu mereka naik kelas dan memperluas pangsa pasar.

Guna mempercepat penyaluran sekaligus menjaga kualitas, Bank Mandiri menerapkan pendekatan closed-loop. Strategi ini mengintegrasikan nasabah wholesale dengan pelaku UMKM dalam satu rantai nilai (supply chain). Dengan pembiayaan berbasis ekosistem, efisiensi bisnis para mitra dapat lebih optimal dan berkelanjutan.

Selain dukungan modal, Bank Mandiri juga memperkuat literasi keuangan digital melalui Mandiri Agen. Para agen yang tersebar di pelosok daerah ini memfasilitasi transaksi harian hingga pembayaran angsuran, memastikan pelaku UMKM lebih melek teknologi dan inklusif dalam mengelola keuangan.

Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen terus mendukung target pemerintah tahun 2026 melalui penguatan sinergi di internal Mandiri Group. Fokus utama tetap pada penguatan sektor produksi unggulan di berbagai wilayah demi memperkokoh fondasi ekonomi nasional secara menyeluruh. (adz)

Dosen Jurusan Akuntansi Polmed Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pembukuan dan Digitalisasi di Tenank Café Medan

MEDAN, SumutPos.co– Dosen Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Medan (Polmed) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan UMKM melalui kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PMKM) yang dilaksanakan di Tenank Café Medan pada Sabtu, 25 April 2026. Dua program unggulan digelar dengan fokus pada peningkatan kapasitas pembukuan sederhana serta transformasi usaha kuliner melalui branding dan digitalisasi.

Kegiatan pertama mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Pembukuan Sederhana Berbasis UMKM pada Tenank Café Medan”. Program ini dilaksanakan oleh tim yang diketuai oleh Cahyoginarti, S.E., M.Si., dengan anggota Darmawati, S.E., M.Si., Ratna, S.E., M.Si., Jojor Lisbet Sibarani, S.E., M.Si., serta Bernadetta A.J. Simbolon, S.E., M.Si.

Pada kegiatan ini, pemateri utama adalah Darmawati, S.E., M.Si. dan Ratna, S.E., M.Si. yang merupakan pakar akuntansi keuangan. Keduanya menyampaikan materi tentang pentingnya pembukuan sederhana berbasis UMKM, meliputi teknik pencatatan transaksi harian, pengelolaan arus kas, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta penyusunan laporan laba rugi sederhana. Materi disampaikan secara aplikatif agar mudah dipahami dan langsung diterapkan oleh pelaku usaha.

“Pembukuan yang baik akan membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan secara jelas, sehingga dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan terukur,” jelas pemateri dalam sesi pelatihan.

Sementara itu, kegiatan kedua bertajuk “Transformasi Usaha Kuliner Tradisional menjadi Berdaya Saing Melalui Branding dan Digitalisasi pada Tenank Café Medan” dilaksanakan oleh tim yang diketuai Jonni Hamonangan Silaen, S.E., M.Si., dengan anggota Supaino, S.E., M.Si., Rehulina Bangun, S.E., M.Si., Sudarsono, S.E., M.M., serta Benhur Pakpahan, S.E., M.Si.

Dalam kegiatan ini, materi disampaikan oleh Jonni Hamonangan Silaen, S.E., M.Si. yang merupakan pakar di bidang branding product, serta Supaino, S.E., M.Si. sebagai pakar ekonomi digital. Keduanya memberikan pemahaman strategis mengenai pentingnya membangun identitas merek yang kuat, menentukan positioning produk kuliner tradisional, serta memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Selain itu, peserta juga dibekali dengan teknik promosi melalui media sosial dan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing usaha.

Kedua kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pengelola Tenank Café. Mereka menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan usaha saat ini, terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif di era digital.

Melalui kegiatan PMKM ini, dosen Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Medan tidak hanya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM. Diharapkan, sinergi antara akademisi dan pelaku usaha ini dapat terus berlanjut guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. (adz)

Dukung Keberlanjutan UMKM, Dua Tim Dosen Polmed Gelar Pendampingan Literasi Keuangan dan Akuntansi di Tenank Cafe Medan

MEDAN, SumutPos.co– Dalam upaya mendukung keberlanjutan usaha mikro dan peningkatan kualitas layanan, dua tim dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PMKM) di Tenank Cafe Medan pada Sabtu 25 April 2026. Kegiatan ini berfokus pada penguatan literasi keuangan serta pendampingan akuntansi sederhana bagi pelaku usaha.

Kegiatan pertama mengusung tema “Penguatan Literasi Keuangan untuk Mendukung Keberlanjutan Usaha Tenank Cafe Medan”. Program ini dilaksanakan oleh Tim 1 yang terdiri dari Riswanto, S.E., M.M., Khairul, S.E., M.Kom., Cut Nizma, S.E., M.Si., Diena Fadhilah, S.E., M.Si., dan Jasa Ginting, S.E., M.Agr.

Dalam kegiatan ini, materi literasi keuangan disampaikan oleh Pakar Keuangan, Riswanto, S.E., M.M., yang memberikan pemahaman mendalam mengenai pengelolaan keuangan usaha, perencanaan keuangan, serta pentingnya pencatatan yang sistematis guna menjaga stabilitas dan keberlanjutan bisnis.

Sementara Tim 2, melaksanakan kegiatan bertajuk “Pendampingan Akuntansi Sederhana untuk Mendukung Kualitas Layanan pada Tenank Cafe Medan”. Tim ini terdiri dari Dr. Muhammad Zuardi, S.E., M.M., Sally Maya Vida, S.E., M.Si., Adhi Surya Harahap, S.E., M.Si., Sabarita Tarigan, S.E., M.Si., serta Dra. Heddy, Dipl. Tesol., M.Hum.

Selain pendampingan akuntansi sederhana, materi tentang kualitas layanan sebuah kafe disampaikan oleh Pakar Manajemen Pelayanan Kuliner, Sabarita Tarigan, S.E., M.Si., yang menekankan pentingnya pelayanan prima dalam meningkatkan kepuasan pelanggan dan loyalitas konsumen.

Kedua kegiatan ini disambut antusias oleh pengelola Tenank Cafe. Dengan adanya pendampingan tersebut, diharapkan pelaku usaha dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan secara lebih profesional, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas layanan serta daya saing usaha di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.

Melalui program Pengabdian Kemitraan Masyarakat ini, para dosen tidak hanya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro di Kota Medan. (rel/adz)

Perkuat Infrastruktur Tahan Bencana, HATTI Sumut Fokus Inovasi Geoteknik

PELANTIKAN: Pelantikan pengurus baru HATTI Komda Sumut di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nomensen, Kamis (23/4/2026).
PELANTIKAN: Pelantikan pengurus baru HATTI Komda Sumut di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nomensen, Kamis (23/4/2026).

MEDAN – Meningkatnya intensitas bencana alam seperti banjir dan longsor di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh mendorong langkah serius dari kalangan ahli teknik. Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia Komisariat Daerah Sumatera Utara pun mengambil peran strategis dengan menekankan pentingnya inovasi geoteknik dalam pembangunan infrastruktur tahan bencana.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar (Kuliah Umum) 2026 yang digelar di Universitas HKBP Nommensen, Kamis (23/4/2026), sekaligus pelantikan pengurus baru. Mengusung tema mitigasi dan rehabilitasi bencana, forum ini menjadi ajang konsolidasi pemikiran antara akademisi, praktisi, dan pemerintah.

Ketua HATTI Sumut Berlin A. Tampubolon, menegaskan bahwa geoteknik harus menjadi fondasi utama dalam setiap pembangunan, khususnya di wilayah dengan karakteristik tanah yang kompleks. “Pembangunan tanpa memahami kondisi tanah adalah risiko besar. Geoteknik harus menjadi dasar dalam merancang infrastruktur yang aman dan berkelanjutan,” ujarnya didampingi Sekretaris Ir Irwan Suranta Sembiring, ST, MT, PhD, Ketua Panitia Dr Ir Ernesto M. Silitonga, ST, DEA serta Bidang Pembinaan Profesi Dr Ir Immanuel Panggabean, ST, MT, Bidang Ilmiah dan Pengembangan Profesionalisme Ir Adi Yesaya Sukatendel, ST, MT.

Secara geologis, Sumatera Utara memiliki dominasi tanah lempung, batuan lapuk, serta kontur perbukitan curam yang rentan terhadap pergerakan tanah, terutama saat curah hujan tinggi. Kondisi ini diperparah oleh sistem drainase yang kurang optimal serta alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

HATTI menilai, pendekatan penanganan bencana harus bergeser dari reaktif menjadi preventif. Melalui analisis teknis seperti stabilitas lereng, pengendalian air, hingga pemetaan zona rawan, risiko bencana dapat ditekan sejak tahap perencanaan.

Berbagai solusi teknis pun didorong, mulai dari pembangunan dinding penahan tanah, penggunaan soil nailing dan ground anchor, hingga pemanfaatan material geosintetik dan sistem drainase modern.

Tak hanya itu, inovasi teknologi juga menjadi fokus utama. HATTI memperkenalkan pemanfaatan Building Information Modeling yang terintegrasi dengan data geospasial (GeoBIM), memungkinkan visualisasi kondisi bawah tanah secara tiga dimensi untuk meningkatkan akurasi perencanaan.

Langkah ini dinilai mampu membantu pemetaan risiko secara lebih detail serta mensimulasikan ketahanan struktur sebelum pembangunan dilakukan.

Ke depan, HATTI Sumut juga berencana menggelar seminar nasional pada September 2026 guna memperkuat sinergi lintas sektor. Selain itu, program pengembangan seperti “HATTI Muda” dan lomba karya ilmiah mahasiswa turut digagas untuk mencetak generasi baru ahli geoteknik. (san/ila)

Disnaker Sumut Siapkan Peringatan May Day Terpusat di Astaka, Ajak Buruh Gelar Aksi Damai

Kadis Ketenagakerjaan Sumut, Yuliani Siregar.
Kadis Ketenagakerjaan Sumut, Yuliani Siregar.

Menyambut peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei mendatang, Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara menyiapkan konsep perayaan terpusat yang diharapkan menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan para pekerja.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara, Yuliani Siregar, menyampaikan bahwa peringatan tahun ini akan digelar di kawasan Astaka Pancing dengan konsep yang tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.

Menurut Yuliani, rangkaian kegiatan akan mencakup seremoni hingga penyerahan simbolis sebagai bagian dari agenda utama. Namun, ia menegaskan bahwa detail teknis masih menunggu koordinasi lanjutan dengan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

“Rencananya tetap kita pusatkan di Astaka seperti tahun lalu. Untuk detail kegiatan, akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur sebelum diumumkan secara resmi,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Selain persiapan acara, kata Yuliani, Disnaker Sumut juga mengantisipasi potensi aksi unjuk rasa yang kerap mewarnai peringatan May Day. “Kami siap menerima rekan-rekan buruh yang ingin menyampaikan aspirasi, termasuk di kantor gubernur. Yang penting, tetap menjaga ketertiban dan kedamaian,” tegasnya.

Ia berharap momentum May Day tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga wadah konstruktif untuk menyampaikan tuntutan pekerja secara langsung dan terorganisir. Terlebih, kegiatan ini telah rutin dilaksanakan selama kurang lebih satu dekade di Sumatera Utara.

Dengan pendekatan dialogis dan persiapan yang matang, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara optimistis peringatan May Day 2026 dapat berlangsung aman, kondusif, serta memberikan ruang nyata bagi buruh untuk didengar.

“Harapan kami, semua aspirasi bisa disampaikan dalam forum ini sehingga dapat langsung kami respons demi peningkatan kesejahteraan pekerja,” pungkas Yuliani. (san/ila)