29 C
Medan
Monday, January 12, 2026
Home Blog Page 680

Lapas Medan Bagikan 300 Matras Baru ke Wargabinaan Pemasyarakatan

MATRAS: Lapas I Medan membagikan matras baru kepada wargabinaan, Selasa (16/1/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wargabinaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas I Medan, memperoleh bantuan 300 matras yang akan digunakan untuk perlengkapan kamar hunian. Matras tersebut dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).

Kepala Lapas Kelas I Medan, Maju Amintas Siburian menjelaskan, pemberian matras bersesuaian dengan pemenuhan hak-hak WBP yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah RI No 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak WBP Pasal 7 tentang Pemberian Perlengkapan Tidur.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ditjenpas. Kami harap WBP dapat menjaga dan memanfaatkan matras ini sebaik-baiknya,” kata Maju Amintas, Selasa (16/1/2024).

Ratusan matras tersebut langsung dibagikan kepada perwakilan warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas I Medan.

“Semoga dengan adanya bantuan matras ini membantu menciptakan kondisi kamar hunian yang tertata lebih rapi dan seragam, serta mewujudkan pelayanan merata kepada seluruh WBP,” harapnya.

Ia menyampaikan, nantinya 300 matras tersebut akan dicatat sebagai Barang Milik Negara di Lapas Kelas I Medan.

Pembagian matras turut dihadiri oleh Kepala Kesatuan Pengamanan, Kepala Seksi Perawatan, Kepala Regu Pengamanan dan Jajaran Perawatan. (man/ram)

Cegah Pungli, Kasat Lantas Polres Tebingtinggi Sidak ke Pelayanan Publik UPT Samsat

SIDAK: Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Agnis Juwita melakukan inspeksi mendadak ke unit sektor pelayanan publik seperti UPT Samsat Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO- Mencegah terjadinya pungutan liar (Pungli) yang ada di pelayanan publik, Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Agnis Juwita melaksanakan inspeksi mendadak ke beberapa kantor pelayanan publik di wilayah hukum Polres Tebingtinggi, Selasa (16/1/2024).

Dalam inspeksi mendadak tersebut, Kasat Lantas turut didampingi Kepala Jasa Raharja Perwakilan Tebingtinggi Sugeng Rahmudin Amrah, Kanit Regident Iptu Tahi Samosir, Kanit Laka Lantas Ipda HST Purba dan petugas Dinas Pendapatan Kota Tebingtinggi dengan melakukan sidak ke beberapa kantor pelayanan publik seperti UPT Samsat Kota Tebingtinggi Jalan Imam Bonjol dan Kantor Pelayanan SIM Jalan Langsat Kota Tebingtinggi.

Kasat Lantas AKP Agnis Juwita memastikan tidak adanya pungutan liar (pungli) diluar PNBP yang berlaku. Dan juga melakukan pengecekan kebersihan dan kelengkapan petugas ke ruangan ruangan, untuk mendukung kelancaran dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Pengecekan dilakukan untuk memastikan kelayakan ruang pelayanan publik di kantor Samsat dan SIM serta kesiapan petugas dalam melayani masyarakat. Selain itu, untuk memastikan tidak adanya pungutan liar diluar PNBP,” jelasnya.

AKP Agnis Juwita berharap kepada masyarakat untuk memberikan informasi dan laporan apabila melihat adanya pungutan liar saat melakukan pengurusan PNBP diluar biaya yang sudah ditentukan.

“Kepada petugas yang berkerja juga diharapkan kinerja dalam melayani masyarakat dengan memberikan pelayanan yang terbaik,” harap AKP Agnis Juwita. (ian/ram)

Dugaan Penganiayaan Panwascam, Kuasa Hukum Sebut Tak Berkaitan dengan Kampanye

KETERANGAN: Dwi Ngai Sinaga selaku kuasa hukum, memberikan keterangan terkait dugaan penganiayaan anggota Panwascam, Selasa (16/1/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus dugaan penganiayaan yang dialami oleh anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Medan Baru, Annur Raja Napator Siregar bukan berkaitan dengan kegiatan kampanye calon anggota DPD RI atau pemilu 2024, melainkan miskomunikasi.

Hal itu ditegaskan Dwi Ngai Sinaga selalu kuasa hukum dua pria yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Cristian Hadi Chandra Halawa dan Kesatria Fernando Sitepu.

“Kasus dugaan penganiayaan ini bukan berkaitan dengan kegiatan kampanye, melainkan adanya kecurigaan masyarakat kepada korban yang tidak bisa menunjukkan identitasnya sebagai Panwascam,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (16/1/2024).

Menurutnya, sebelumnya warga pernah kehilangan atau kemalingan sepeda motor di lokasi kejadian. Dikarenakan kecurigaan tersebut, warga pun spontan mengamankan korban.

“Seharusnya, korban yang mengaku sebagai Panwascam bisa menunjukkan identitasnya dan memperkenalkan diri di acara kegiatan perlombaan audisi Sumatera Utara Mencari Bakat yang digelar di Cafe AJ tersebut,” katanya.

Dikatakan Dwi, kasus bermula pada Sabtu (13/1/2024) malam, korban mendatangi acara kegiatan tersebut. Namun pada saat itu, korban dinilai membuat risih warga dengan mengambil sejumlah foto tanpa memperkenalkan dirinya dan tidak dapat menunjukkan identitasnya.

“Ketika ditanya warga, korban mengaku dari Panwascam, namun dirinya tidak bisa menunjukkan identitasnya sebagai anggota Panwascam,” jelasnya.

Karena merasa curiga, sambungnya, sejumlah warga spontan langsung mengamankan korban dan kembali bertanya identitas korban. Namun saat itu, korban merasa keberatan. “Kemudian terjadilah cekcok antara warga dengan korban,” sebutnya.

Menurut Ketua Peradi RBA Medan itu, kasus tersebut merupakan miskomunikasi antara tersangka dan korban, dikarenakan korban tidak bisa menunjukkan identitasnya. Apalagi, dimana sebelumnya di lokasi tersebut pernah kehilangan sepeda motor.

“Beberapa waktu lalu, warga pernah kehilangan sepeda motor dan sudah melaporkan ke pihak kepolisian dengan nomor laporan: STTLP/B/639/VI/2023 SPKT SEK MDN BARU di lokasi yang sama. Oleh karena itu, kita tegaskan bahwa klien kita tidak ada niat untuk menghalang-halangi tugas Panwascam, apalagi melakukan penganiayaan,” tegas Dwi.

Bahkan, pihak Polrestabes Medan dalam paparannya bahwa kasus tersebut tidak ada menyinggung adanya pelanggaran kampanye maupun Pemilu.

“Dalam paparannya, Kapolrestabes Medan tidak ada menyinggung terkait pelanggaran pemilu dalam kasus ini. Oleh karena itu, kita meminta agar Bawaslu realistis, apakah anggotanya juga bekerja dengan SOP dan prosedur yang berlaku,” tegasnya lagi.

Kendati demikian, Ia berharap kasus ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan dikarenakan adanya miskomunikasi antara kliennya dengan korban.

“Kita berharap, kasus ini dapat diselesaikan secara keluarga karena klien kami tidak ada niat melakukan penganiayaan maupun menghalang-halangi tugas Bawaslu. Apalagi, klien kami merupakan tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai petugas parkir,” pungkasnya. (man/ram)

PWI Sergai Apresiasi Kasat Narkoba

PLAKAT: Ketua PWI Sergai, Edi Saputra didampingi pengurus menyerahkan plakat kepada Kasat Narkoba AKP Iwan Hermawan. (fad)

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Serdangbedagai (Sergai) memberikan apresiasi luar biasa kepada Kasat Narkoba Polres Sergai AKP Iwan Hermawan yang membangun komunikasi dengan insan pers guna mendukung kinerjanya.

“Dalam sejarah sejak adanya Polres Sergai baru ini Kasat yang welcome dengan media terlebih organisasi PWI dengan mengajak wartawan bersilaturahim,” puji Edi Saputra Ketua PWI Sergai, Selasa (16/1/2024) di Sergai Kupie.

Menurut Eed panggilan akrab Edi Saputra baru kali ini seorang Kasat terbuka dengan PWI dengan melakukan pertemuan ini.

“Ini yang sangat kami apresiasi, ini formula baru yang diawali dengan pertemuan lewat coffe morning ini membuat mas Iwan ini tampil beda,” tambahnya.

Dirinya berharap hubungan kemitraan ke depan semakin erat, meski yang lalu juga baik dan untuk tidak sungkan-sungkan dengan PWI demi terbangunnya kemitraan.

Di bagian lain, Edi menginginkan adanya kerjasama seperti kegiatan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada pelajar.

“Pemberantasan narkoba ini tanggung jawab bersama, dari PWI upaya pencegahan adalah salah satu bagian terpenting dalam pemberantasan narkoba salah satunya dengan sosialisasi narkoba yang intens,” jelasnya.

Apresiasi serupa juga dilontarkan Sekretaris PWI Sergai Darmawan. Banyak Kasat (Kasat Narkoba) silih berganti ,baru ini Kasat yang mau mengajak PWI ngopi bareng yang tentunya demi mendukung kinerja Kasat.

“Sebagai bentuk apresiasi PWI ini memberikan plakat sebagai bentuk penghargaan atas welcomenya Kasat,” ujar Darmawan.

Menanggapi apresiasi PWI, Kasat Narkoba AKP Iwan Hermawan menyampaikan terimakasih.

“Saya hadir di Sergai sebagai perantau, saya bukan siapa-siapa. Tanpa mas-mas, sepuluh jari mohon bimbingannya, untuk bisa kerjasama yang baik,” ujar Iwan Hermawan.

Diutarakannya, bahwa keberhasilan Kepolisian sebagian ada peran media akan pincang tanpa ada peran media.

“Mohon terima saya dengan segala kekurangan saya terlebih jika dalam pelaksanaan tugas ada kesalahan. Bantu saya dalam hal pemberantasan narkoba yang sangat membutuhkan sinkronisasi,” papar Iwan Hermawan.

Diakhir pertemuan, Iwan Hermawan berucap.

“Dipundak saya ini banyak yang dipikul baik nama keluarga dan institusi. Untuk itu dirinya berharap komunikasi yang lebih intens,” tutupnya. (fad/ram)

Diisi Tausyiah Agama dan Simulasi Pencoblosan, JarPIM Deklarasi di Langkat

SURAT SUARA: Simulasi pencoblosan surat suara Pemilu 2024 oleh JarPIM di Stabat, Selasa (16/1).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

DEKLARATOR Jaringan Relawan Pendukung Indonesia Maju (JarPIM) bersama seribuan masyarakat di Langkat menyatakan dukungan pada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon Presiden dan wakil presiden RI.

”Bismillahirrahmanirrahim. Dengan mengharap rahmat dan ridho Allah SWT pada hari ini, Selasa tanggal 16 Januari 2024 dideklarasikan Jaringan Relawan Pendukung Indonesia Maju untuk mendukung dan memenangkan H Prabowo Subianto sebagai presiden Republik Indonesia dan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden Republik Indonesia pada Pemilihan Umum 14 Februari. Demikian, terima kasih. Atas nama: Al-Ustadz Drs H Samin Pane MA, Al-Ustadz Abbas Rambe, Al-Ustadz Farhan, Saharuddin, M Sahil, Ariswan, Munial dan Wan Aina.”

Naskah deklarasi ini dibacakan Ustadz Farhan (mewakili Ustadz Abbas Rambe SE selaku pembina) didampingi Saharuddin dan deklarator lain pada acara deklarasi di Gedung Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Langkat di Stabat, Selasa (16/1) petang.

Deklarasi JarPIM ini dihadiri berbagai elemen masyarakat termasuk abang becak dan ibu-ibu warga Langkat. Masyarakat yang yakin Prabowo-Gibran dapat menang satu putaran Pemilu, begitu antusias mengikuti acara deklarasi.

Deklarasi JarPIM ini diisi dengan tausyiah yang disampaikan Al-Ustadz Drs H Samin Pane MA yang akrab disapa Ustadz Sampan dan simulasi pencoblosan surat suara memilih Prabowo-Gibran. Ariswan dipilih jadi kordinator JarPIM.

Al-Ustadz Farhan mengatakan bahwa bersama tiga ribu relawan JarPIM, kita berjuang dengan suka rela memenangkan pasangan nomor urut 2 Prabowo-Gibran di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) dimana para relawan terdaftar sebagai pemilih.

Pembina JarPIM juga meminta relawan untuk
menyosialisasikan seluas-luasnya kepada orang-orang terdekat yang telah memiliki hak pilih pada Pemilu 2024. ”Minimal pada anak, istri/suami, saudara, teman dan tetangga,” tegasnya.

Al-Ustadz Farhan menambahkan bahwa kegiatan JarPIM tersebut digelar secara patungan dan swadaya antar-deklarator dan relawan. JarPIM secara marathon akan dilaksanakan pada 33 kabupaten maupun kota di Sumut.

Ia merinci bahwa pada Sabtu (21/1), JarPIM akan melakukan konsolidasi di Tangkahan Langkat. Kemudian berlanjut ke Tanjungpura, Medan, Deliserdang, Tanjungbalai Asahan, Labuhanbatu dan Toba Samosir.

”Agenda ini telah disusun sampai menjelang minggu tenang,” tambah Saharuddin selaku deklarator dan tim pengarah teknis JarPIM.

Al-Ustadz Drs H Samin Pane dalam tausyiah mengajak relawan bekerja ikhlas, sungguh-sungguh, memberi teladan dan etika luhur di tengah-tengah masyarakat sehingga memenangkan Prabowo-Gibran.

Ustadz Sampan mengingatkan tim JarPIM untuk tidak memberikan penilaian buruk pada calon presiden dan calon wakil presiden lainnya.

Sembari memberi contoh sederhana yang mengundang tawa, Ustadz Sampan juga memberi motivasi pada para relawan agar menjadi orang yang bermanfaat pada masyarakat serta mencintai bangsa dan negara. (dmp)

Plt Bupati Langkat Hadiri Tabligh Akbar Peringatan HUT ke 274 Tahun

Plt Bupati Langkat, H Syah Afandin saat mengikuti dan menghadiri tabligh akbar.Istimewa/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Plt Bupati Langkat H Syah Afandin menghadiri acara tabligh akbar dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Langkat ke 274 tahun di Lapangan Alun-alun Tengku Amir Hamzah, Stabat, Selasa (16/1/2024).

Ribuan masyarakat memadati Alun-Alun Tengku Amir Hamzah Stabat untuk mengikuti acara Tabligh Akbar serta mendengarkan Tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Anugrah Cahyadi, Finalis AKSI Indonesia 2022.

Dalam bimbingan dan arahannya, Plt.Bupati Langkat yang akrab disapa Ondim menyampaikan, tema yang diangkat dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Langkat ke 274 tahun yakni melangkah bersama mewujudkan Langkat sejahtera dan berbudaya.

“Semoga kehadiran kita pada hari ini diberi keberkahan untuk kita semua,” harapnya.

Pemerintah Kabupaten Langkat mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada bapak dan ibu para guru serta Santri TPQ, MDTA pondok pesantren yang setiap tahunnya mampu mengisi agenda kegiatan hari jadi Langkat menjadi lebih bermakna. Ini membuktikan bahwa daerah ini adalah bumi religius.

“Saya berpesan kepada anak-anak santri teruslah belajar, teruslah memahamkan agama. Sehingga kelak negeri ini akan diisi oleh generasi yang tidak saja menguat imannya akan tetapi memiliki kemampuan melanjutkan kemajuan daerah,” ujarnya.

Kepada seluruh komponen masyarakat Kabupaten Langkat, Ondim mengajak semuanya agar terus memperhatikan, mendekatkan dan membekali anak generasi, dengan ilmu agama tanpa mengesampingkan pengetahuan umum. Keduanya harus berjalan beriringan agar daerah ini memiliki sumber daya manusia seutuhnya.

“Mari tekadkan dalam diri, hiduplah bersama Al-Qur’an dan matilah bersama Al-Qur’an, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” serunya.

Khusus kepada kepanitiaan, Ondim ucapkan banyak terima kasih. Semoga segala yang dilakukan bagi bumi Langkat akan tercatat sebagai ibadah.

Tausiah yang disampaikan Ustad Anugrah Cahyadi dalam peringatan Hari Jadi Langkat ke 274 tahun yakni, mengingatkan kepada ibu-ibu agar selalu taat kepada suami dan menjaga marwahnya. Sebab seorang istri yang ingin masuk surga, harus taat terhadap suaminya. (ted)

Aksi Sinergitas Kapolsek Kotarih Peduli ODGJ Bersama TNI-Polri

ODGJ: Kapolsek Kotarih Iptu Mula Purba, beserta personel bersama Bhabinsa Koramil saat amankan terduga ODGJ untuk dilakukan penanganan. (istimewa/sumutpos.co)

SERDANG BEDAGAI, SUMUTPOS.CO- Implementasi Sinergitas TNI-Polri, Polsek Kotarih
Polres Serdangbedagai (Sergai) me-respons langsung mendatangi rumah warga yang mengalami dugaan Gangguan Jiwa (ODGJ), di Dsn II Desa Pagar Manik Kecamatan Silinda Kabupaten Serdang Bedagai pada Selasa (16/1/2024),

Kegiatan aksi peduli ODGJ dipimpin langsung Kapolsek Kotarih Iptu Mula Purba, didampingi Wakapolsek Ipda Brimen, bersama personel Polsek dan Bhabinsa Koramil Sertu Adi.

“Esensi dari kegiatan ini adalah implementasi sisi humanis TNI-Polri me-respons keresahan warga atas gangguan ODGJ dan memastikan solusi terbaik bersama Stakeholder terkait,” ujar Kapolsek.

Me-respons keresahan warga terhadap ODGJ (SDS, 36 Tahun) yang sering mengganggu aktivitas warga sehingga atas kesepakatan orangtua, Camat, Kapolsek, Kades dan Puskesmas maka ODGJ dibawa ke RSU Sultan Sulaiman untuk tindakan Medis.

“Kita bersyukur adanya titik temu solusi atas terganggunya aktivitas warga dari ODGJ dengan membawa ODGJ ke RSU Sultan Sulaiman untuk tindakan medis selanjutnya,” tegasnya.

Mertiani Manulang selaku Ibu Kandung ODGJ mengatakan anaknya telah meresahkan warga sekitar karena sering mengganggu bahkan dengan kekerasan pemukulan atau menggunakan benda lainnya.
.
“Kami menyampaikan terimakasih atas kepedulian Kapolsek Kotarih, Kades, Pak Babin dan Puskesmas yang datang dan peduli kepada anak kami yang mengalami Gangguan Jiwa, saya sudah tidak tahan terancam dan meminta tolong Kades agar anak kami diobati medis,” imbuhnya. (fad/ram)

Kepala Pelaksana BPBD Deliserdang Bantah Pemecatan Sepihak Tapi karena Kontrak Telah Berakhir

Kantor BPBD Deliserdang.Istimewa/Sumut Pos.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Terkait 32 honorer yang menyebut dipecat sepihak, ditepis oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Deliserdang, Amos F Karo-karo, Selasa (16/1/2024). Mantan Camat Sibolangit ini menegaskan, tidak ada pemecatan yang dilakukan sepihak.

“Mereka bukan dipecat tapi kontrak mereka berakhir di bulan Desember 2023 serta dievaluasi yang dilakukan secara berkala,” kata Amos ketika diwawancarai di Sunggal.

Amos menegaskan, mereka yang dipecat seluruhnya bukan tenaga honorer. “Ada 20 orang yang kontraknya tidak diperpanjang serta dievaluasi oleh panitia seleksi atas kinerja dan absensi. Dari 20 orang ini, 19 merupakan relawan atau satgas dan seorang honorer administrasi,” urai Amos.

Dia menambahkan, mereka tidak diperpanjang kontraknya karena sikap dan tingkah lakunya yang beragam. Mulai dari kinerja hingga kedisplinan.

“Lengkap semuanya mereka tidak disiplin dan tidak bisa bekerjasama sebagai tim dalam penanganan bencana. Terkait hal ini sudah saya laporkan kepada Pak Bupati dan Pak Sekda,” sambung Amos.

Dia menambahkan, mereka semula diangkat berdasarkan DPA-P BPBD tahun anggaran 2023. Ini sesuai dengan Keputusan Kepala Pelaksana BPBD Deliserdang pada Oktober 2023.

Pengangkatan para relawan ini hanya 3 bulan, dan karenanya mereka harus menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik serta bertanggungjawab. Bahkan tugas yang beragam harus dilewati mereka.

Mulai dari piket yang harus siaga sewaktu-waktu ada bencana, merespon cepat informasi ketika ada kejadian hingga dapat bekerja sama secara tim. Selain itu dalam surat keputusan juga dituliskan bahwa para relawan ini wajib hadir di hari Senin dan Jumat di Kantor BPBD Deliserdang di Lubukpakam yang dibuktikan dengan mengisi daftar hadir.

Para relawan diingatkan jika tidak hadir selama 3 hari pada sebulan akan dilakukan evaluasi. Dan para relawan ini pun diminta untuk bertanggungjawab dalam bekerja hingga beretika.

“Nah selama 3 bulan, mereka yang dievaluasi tidak menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik. Karena itu dievaluasi dan tidak di perpanjang kontraknya,” katanya.

Dikarenakan kontrak Relawan Satgas BPBD Deli Serdang berakhir pada Desember 2023, BPBD Deliserdang membuka kesempatan kepada masyarakat untuk mengisi formasi relawan satgas formasi kontrak pada 2024. Karenanya, dilakukan penerimaan dengan membuka lowongan tersebut.

“Pelamar yang melayangkan lamarannya mencapai 99 orang, namun yang diterima hanya 64 orang untuk formasi Satgas Petugas Penanganan dan Penanggulangan Bencana (PPPD), sehingga dilakukan seleksi dan penjaringan,” pungkasnya. (ted/ram)

Restui Pengunduran Diri Marlindo, Pj Gubsu Tunjuk Mulyono sebagai Plt Kadis PUPR Sumut

Sekdaprov Sumut, Arief S Trinugroho.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara, Hassanudin, memberikan restu pengunduran diri, Marlindo Harapan dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sumut. Kemudian, menunjuk Mulyono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR Sumut

Hal itu, dibenarkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Arief S Trinugroho. Ia berharap Mulyono mampu mengemban tugas dengan baik menjadi pucuk pimpinan di Dinas PUPR Sumut.

“Betul, betul, pak Mulyono sebagai Plt Kadis PUPR Sumut,” kata Arief kepada wartawan, di Kota Medan, Selasa (16/1/2024).

Untuk diketahui, Mulyono sebelumnya menjabat Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdaprov Sumut, dan Pj Sekda Kota Pematangsiantar.

Arief mengungkapkan ada pertimbangan menjadi landasan Hassanudin menunjuk Mulyono sebagai Plt Kadis PUPR Sumut, yaitu mampu menyelesaikan mega proyek Rp 2,7 triliun, yang tengah dijalani saat ini.

“Iya kita lihat beliau tentunya pengalaman, kemudian latar belakang pendidikan dan lain sebagainya, dan juga dari sisi kinerjanya juga kan,” ucap Arief .

Sebenarnya untuk Plt Kadis PUPR, Arief mengungkapkan bahwa bisa dari kalangan pejabat eselon II, juga dari pejabat eselon III seperti sekretaris dinas. “Tapi yang terbaik pak Mulyono,” sambungnya.

Lalu soal status Marlindo, Sekdaprov Arief mengatakan masih berstatus pejabat eselon II. Namun tidak memiliki jabatan alias staf. Sebab yang bersangkutan dibebastugaskan dari jabatannya sebagai Kadis PUPR karena mengundurkan diri.

Lebih lanjut soal status Marlindo tersebut ke depan, kata Sekdaprov lagi, masih menunggu rekomendasi dari Pemerintah Pusat, dalam hal ini Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk pemberhentian tetap.

Sementara itu, menanggapi pengunduran diri Marlindo yang dikaitkan dengan isu karena adanya tekanan dalam pekerjaan proyek Rp2,7 triliun, Sekdaprov Arief tidak mau berandai-andai.

“Saya kan bicara yang formalnya, yang tertulis (usulan pengunduran diri) ya. Itu betul beliau memang kesehatan ya, lalu saya cek beliau memang sering ke Penang, memeriksakan kesehatannya, kan bukti itu. Kalau tiba-tiba bilang kesehatan tapi masih ternyata tidak pernah, masih lari 10 kilo tiap hari, nah itu nggak betul juga itu,” jelas Arief.

Terakhir Sekdaprov berpesan sesuai, yang diharapkan Pj Gubsu Hassanudin, agar kinerja seluruh ASN di Dinas PUPR Sumut, dapat lebih dimaksimalkan lagi. Tujuannya untuk menggenjot program pembangunan infrastruktur, yang juga salah satu prioritas Pemprov Sumut.(gus/ram)

DPRD Medan Minta Pemko Medan Cek Kebenaran Video Pejabat Disdik Medan Kampanyekan Paslon Capres

Anggota Komisi I DPRD Kota Medan, Rudiyanto Simangunsong.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi I DPRD Kota Medan, Rudiyanto Simangunsong, angkat bicara atas viralnya video pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan yang mengkampanyekan salah satu pasangan calon (paslon) capres – cawapres pada Pemilu 2024 kepada sejumlah kepala sekolah (kepsek) yang ada di Kota Medan.

Rudiyanto meminta, Pemko Medan dapat segera menindaklanjuti hal itu dengan mencari tahu kebenaran video tersebut.

“Terhadap temuan baru adanya video viral di Kota Medan tentang Kabid SMP Dinas Pendidikan yang juga Sekretaris PGRI Kota Medan yang mengarahkan untuk mendukung salah satu calon Capres, kami meminta Sekda dan stakeholder lainnya untuk melakukan cek dan ricek tentang kebenaran video tersebut,” ucap Rudiyanto kepada Sumut Pos, Selasa (16/1/2024).

Tak hanya kepada Pemko Medan, kata Rudiyanto, pihaknya juga meminta Bawaslu Kota Medan untuk dapat memeriksa kebenaran video tersebut.

“Lalu kami juga kembali mengingatkan kepada seluruh ASN untuk dapat bersikap netral dalam even demokrasi di tahun 2024 ini,” ujarnya.

Dijelaskan Rudiyanto, bila pada akhirnya video viral tersebut benar adanya, maka Pemko Medan harus mengambil sikap tegas akan hal itu.

“Kalau video itu benar, kami minta saudara Sekretaris Daerah untuk dapat melakukan tindakan tegas dan terukur serta membina ASN yang melanggar netralitas mereka,” katanya.

Selanjutnya, politisi PKS itu pun meminta agar tidak ada pihak manapun yang mengintervensi para ASN untuk menentukan pilihannya secara independent.

“Terkadang saya melihat ASN juga serba salah, atau terkadang berada dalam tekanan. Karena itu kami meminta seluruh pejabat yang punya kekuasaan untuk dapat membiarkan ASN menjaga netralitasnya dengan nyaman dan aman” tegasnya.

Oleh sebab itu, Rudiyanto pun meminta para ASN, khususnya di lingkungan Pemko Medan untuk benar-benar menentukan pilihannya secara independent dan tidak terpengaruh dengan intervensi dari pihak manapun.

“Betapa indahnya jika seluruh warga merdeka menentukan dan menikmati pesta demokrasi tanpa tekanan atau intimidasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Sumut Pos berusaha mengonfirmasi terkait viralnya video berdurasi 2 menit 15 detik tersebut ke Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Benny Sinomba Siregar. Sayang, Benny tidak berkenan dikonfirmasi dan hanya membaca pesan yang dikirimkan tanpa membalas pesan tersebut.

Begitu juga saat Sumut Pos berusaha mengkonfirmasi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Medan, Sutan Tolang Lubis, terkait upaya yang akan dilakukan Pemko Medan terhadap ASN yang diduga terlibat dalam video viral tersebut. Sutan pun tidak berkenan dikonfirmasi dan hanya membaca pesan yang dikirimkan tanpa membalas pesan.
(map/ram)