29 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 729

Hampir Setahun Tertahan di Pelabuhan, Baznas Pastikan Daging Dam Jamaah Haji Aman

DAM: Baznas dan Kemenag saat menyaksikan penyembelihan hewan kurban untuk Dam petugas dan jamaah haji di RPH Al Ukaisiyah Makkah. istimewa/sumutpos.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sudah hampir satu tahun daging dam jamaah haji Indonesia 2023 tertahan di pelabuhan Jakarta. Daging itu belum bisa dikeluarkan, karena masih menunggu perizinan keamanan pangan dari kementerian terkait. Baznas memastikan daging dam tersebut aman dan layak konsumsi.

Perkembangan soal nasib berton-ton daging hewan dam itu, disampaikan Pimpinan Baznas bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan. “Bentuknya daging segar,” kata Saidah usai mengikuti pelaporan Sedekah Konsumen Alfamart di kantor Baznas, Senin (22/1)n

Saidah menegaskan, mereka masih menunggu perizinan dari kementerian terkait. Sehingga daging itu bisa segera dikeluarkan dari pelabuhan. Kemudian didistribusikan ke masyarakat kurang mampu di Indonesia. Untuk pemenuhan gizi masyarakat.

Dia mengatakan, pengiriman kembali daging dam jamaah haji Indonesia di 2023 itu adalah yang pertama kali dilakukan. Sehingga wajar masih ada persoalan dalam penanganannya. Dia berharap pada musim haji 2024 ini, tidak ada masalah lagi dalam pengiriman daging dam jamaah haji Indonesia ke tanah air. “Rencananya akan dikirim dalam bentuk olahan dan kemasan,” katanya.

Dengan wujud tersebut, diharapkan bisa lebih mudah masuk ke Indonesia. Ketimbang dalam wujud masih daging segar seperti musim haji 2023 lalu. Saidah juga berharap pada musim haji 2024 nanti, jumlah jamaah haji yang mengirimkan kembali daging hewan dam-nya ke tanah air semakin banyak.

Seperti diketahui pada musim haji 2023 lalu, sebanyak 3.166 ekor daging dam haji jamaah Indonesia dikirim kembali ke tanah air. Kebanyakan yang mengirim itu, adalah dari para petugas haji. Skemanya adalah pembayaran dam dititipkan ke Baznas yang sudah bekerjasama dengan mitra penyembelihan di Arab Saudi.

Setiap jamaah haji yang masuk kategori haji tamatuk, wajib membayar dam atau denda dengan cara memotong satu ekor kambing atau domba. Denda atau dam itu dijatuhkan, karena jamaah mencopot kembali kain ihramnya. Mayoritas jamaah haji dari Indonesia, masuk kategori haji tamatuk dan wajib membayar dam.

Selama ini pembayaran dam dilakukan secara tidak terstruktur. Yaitu dititipkan ke petugas haji, dititipkan ke sesama jamaah, atau bahkan lewat WNI yang ada di Makkah. Sehingga tidak bisa diawasi proses pendistribusiannya.

Untuk diketahui persoalan masih tertahannya daging dam haji di Tanjung Priok itu, pertama kali terungkap dalam rapat antara Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag dengan Kementerian Pertanian. Daging dam itu berasal dari 3.000 jamaah dan petugas haji Indonesia. Persoalannya, daging tersebut harus menjalani pemeriksaan karantina terlebih dahulu. Dalam pengiriman daging dam tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Saat ini masih menunggu clearance dari Kementan dan persyaratan apa yang harus kami penuhi,” kata Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief. Dia berharap masalah ini segera selesai, agar pilot project ini dapat berjalan. (jpc)

Pilihan Boleh Beda, Kapolres Labusel Ingatkan Warga Tidak Mudah Terprovokasi

Kapolres Labusel, AKBP Maringan Simanjuntak. Istimewa.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu Selatan (Labusel) terus menggiatkan pertemuan dengan warga di sejumlah desa, untuk memberikan rasa aman dan nyaman, terlebih menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

“Kita melaksanakan giat sambang dan cooling system Pemilu 2024 terhadap warga, di Dusun Pekan, Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labusel, agar tetap damai dan kondusif. Jangan mudah terprovokasi,” ujar Kapolres Labusel, AKBP Maringan Simanjuntak, Senin (22/1).

Dalam kesempatan itu, warga diingatkan agar tetap damai menghadapi pemilu, menjaga persatuan dan kesatuan. “Pilihan boleh beda, tetapi persatuan tetap dijaga,” tegas Maringan.

Selain itu, lanjutnya, disampaikan juga kepada masyarakat tentang bahaya narkoba karena musuh bersama serta harus menjauhinya. Kemudian, terkait pencurian buah sawit.

“Jangan ikut-ikutan dalam melakukan pencurian buah kelapa sawit atau perbuatan yang jahat lainnya,” pungkasnya.

Dalam kegiatan itu, turut dihadiri PJ Kepala Desa (Kades Sampean), Babinsa dan kepala dusun (kadus). (dwi)

Ombudsman RI Dukung Pengembangan Fasilitas Layanan RSU Haji Medan

WAWANCARA: Anggota Ombudsman RI Dadan S Suharmawijaya saat diwawancarai wartwan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ombudsman RI melakukan kunjungan ke rumah sakit RSU Haji Medan. Ombudsman RI mendukung pengembangan fasilitas layanan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tersebut. Dukungan itu diberikan saat Ombudsman RI melakukan kunjungan ke rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Dadan S Suharmawijaya S.IP, MIP mengatakan, RS Haji Medan Provinsi Sumut melayani masyarakat dengan membangun beberapa tower layanan atau meningkatkan kapasitas kamar dari 200 kamar menjadi 400 kamar.

“Kita juga melihat progres-progres RS Haji ini seperti apa, karena kualitas pelayanan publik yang prima tidak semata memenuhi standar pelayanan atau quality control, tetapi juga harus ada quality improvement,” ujar Dadan, Senin (22/1).

Menurutnya, basic pembangunan tower itu adalah kebutuhan, dan kebutuhan itu memang realitas dengan banyaknya jumlah pasien di Poli, rawat inap begitu membeludak, sehingga memang perlu ada peningkatan.

“Jumlah pasien yang membeludak, menunggu antrean dengan berdesakan, ada di lorong-lorong kalau dari segi kenyamanan, saya rasa masih kurang nyaman. Makanya, Direktur RS Haji Medan ingin mempercepat pembangunan fasilitas sehingga tumpukan pasien-pasien tidak lagi seperti sekarang ini. Maka Kita harus mendukung pengembangan fasilitas kesehatan RS Haji,” terangnya.

Dari hasil tinjauan ke sejumlah lokasi pelayanan, dia mengaku pelayanan di RS Haji Medan bagus, tetapi standar fasilitas kurang. Standar fasilitas yang masih kurang ini menjadi dilema, karena di sisi lain manajemen RS Haji ingin pelayanan terlihat bagus, tapi tidak bisa membatasi jumlah pasien yang dilayani sehingga terjadi antrean panjang dan pembludakan pasien.

Sementara itu, Direktur RSU Haji Medan Provinsi Sumut dr. Rehulina Ginting, M.Kes mengatakan, RS Haji Medan Prov Sumut akan menambah fasilitas pada tahun 2025. “Tapi tim kami akan memperbaiki situasi crowded sekarang ini. Artinya kita akan menambah ruang tunggu untuk spesialis jantung agar tidak padat di daerah antrean pendaftaran. Ini salah satu yang akan kami perbaiki,” tutur Rehulina Ginting.

Rehulina Ginting mengatakan, ke depan akan ada pembangunan satu tower untuk UGD dan Poliklinik. “Jumlah pasien kita cukup tinggi, rawat jalan hampir 500 pasien tiap hari. Alhamdulillah, RS Haji Medan menjadi pilihan masyarakat,” pungkasnya. (ila)

Apel Gabungan Pemko Binjai, Seluruh Instansi Dukung Suksesnya Konsultasi Publik RPJPD

GABUNGAN: Apel gabungan di Balai Kota Binjai.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Staf Ahli Wali Kota Binjai, Harimin Tarigan memimpin apel gabungan di lingkungan Pemko Binjai, Senin (22/1/2024). Apel gabungan dengan pelaksana apel Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Binjai ini digelar di balai kota.

Seluruh ASN dan non ASN hingga pimpinan OPD, camat maupun lurah mengikuti apel tersebut. “Dalam penyusunan RPJPD, kita sudah sampai pada penyusunan ranwal (perencanaan awal) dan pada 24 Januari 2024 mendatang, akan diadakan konsultasi publik RPJPD. Karena itu, saya harapkan kepada semua perangkat daerah dan semua instansi terkait agar ikut serta dalam mendukung suksesnya pelaksanaan konsultasi tersebut,” kata Harimin.

Dia menyampaikan, pihaknya akan menggelar Musrenbang Kelurahan dan Kecamatan pada 22 Januari 2024 hingga 30 Januari 2024. Tujuannya demi mewujudkan visi misi wali kota dan sekaligus menampung aspirasi masyarakat.

“Semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat, maka semakin komplit juga aspirasi yang disampaikan kepada pemerintah. Namun, kita juga harus mampu memilih program prioritas dari seluruh program yang ada,” serunya.

Pada kesempatan ini, Staf Ahli Wali Kota mengimbau kepada seluruh camat, lurah dan seluruh pemangku kepentingan agar benar-benar serius dalam mengikuti Musrenbang. “Hal ini agar terwujudnya kualitas perencanaan pembangunan dan memberikan manfaat kepada masyarakat Kota Binjai,” pungkasnya. (ted/ram)

Warga Medan Deli Cemas karena Pemasangan Kabel Listrik Tidak Pakai Tiang

TANPA TIANG: Pemasangan listrik di kawasan Medan Deli membuat warga resah karena tidak menggunakan tiang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Ratusan Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di lingkungan 13 Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli, mengaku cemas dan was-was dikarenakan pemasangan kabel listrik ke rumah warga yang tidak menggunakan tiang listrik. Puluhan rumah di sana terpasang listrik, namun hanya melalui mustang dari rumah ke rumah yang lain.

“Puluhan, bahkan ratusan unit rumah terpasang aliran listrik hanya nyambung menyambung dari mustang tidak menggunakan tiang listrik. Ini kan rawan arus pendek atau korsleting listrik,” ucap warga, R Sitinjak, Senin (22/1/2024).

Menurut penuturan Sitinjak yang juga tokoh masyarakat itu, ratusan rumah di lingkungan 13, persisnya di Gang Nusantara, Gang Bersama, Gang Angrek, Gang Rido, Gang Gereja dan Gang Perintis yang mendapat aliran listrik. Namun, listrik yang terpasang tidak satupun dari tiang listrik, tetapi hanya dari mustang rumah ke rumah.

“Pemasangan listrik nyambung menyambung dari mustang ke mustang. Kami selaku pemilik rumah minta PLN supaya menata kembali. Ini rentan terjadi korsleting listrik, padahal kami pelanggan resmi PLN,” ujarnya.

Pernyataan R Sitinjak dikuatkan pemilik rumah lainnya, mereka khawatir dengan instalasi yang dipasang tidak sesuai SOP. Untuk itu, pihaknya meminta DPRD Kota Medan agar dapat memfasilitasi keluhan mereka ke PLN.

“Mohon kepada wakil rakyat di DPRD Medan agar dapat memfasilitasi keluhan kami ini ke pihak PLN,” pungkasnya. (map/ram)

Berbagi Kebahagiaan! Grup Musim Mas Salurkan 350 Paket Sembako Gratis, Jelang Tahun Baru Imlek 2024

Menjelang Tahun Baru Imlek 2024, Grup Musim Mas yang merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit terintegrasi terbesar di dunia dengan operasional utamanya di Indonesia bersama dengan Yayasan Anwar Karim, berbagi kebahagiaan dengan membagikan sembako pada 350 keluarga prasejahtera di Sembilan wilayah sekitar operasional perusahaan, Pemberian paket sembako ini dilakukan di Gedung STMB Multi Smart, Medan Labuhan, Jumat, (19/01/2023).

MEDAN LABUHAN, SUMUTPOS.CO – Menjelang Tahun Baru Imlek 2024, Grup Musim Mas yang merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit terintegrasi terbesar di dunia dengan operasional utamanya di Indonesia bersama dengan Yayasan Anwar Karim, berbagi kebahagiaan dengan membagikan sembako pada 350 keluarga prasejahtera di Sembilan wilayah sekitar operasional perusahaan, Pemberian paket sembako ini dilakukan di Gedung STMB Multi Smart, Medan Labuhan, Jumat, (19/01/2023).

Yuandy selaku Corporate Affairs Manager PT Musim Mas mengatakan, “Agenda tahunan ini menjadi bentuk kepedulian kami pada masyarakat sekitar area perusahaan. Pada pembagian sembako ini, kami juga bekerjasama dengan masyarakat relawan setempat, agar paket dapat diterima oleh masyarakat yang tepat sasaran. Harapannya, aksi sosial ini dapat memberikan kebahagiaan bagi masyarakat dalam menyambut Tahun Naga Kayu ini”.

Pembagian sembako pada tahun ini, tersebar di sembilan lokasi, yaitu Titi Papan, Kota Bangun, Martubung, Sungai Mati, Rengas Pulau, Simpang Kantor, Hamparan Perak, Belawan, dan Pekan Labuhan. Masing-masing kepala keluarga menerima produk dari Grup Musim Mas, diantaranya 1 liter minyak goreng M&M, 5 buah sabun cuci Ok Klin, 6 buah sabun mandi Champion, dan produk lainnya berupa 10 kg beras,1 kotak mie instan serta 1 kaleng biskuit assorted.

Beberapa warga yang hadir dalam aksi tahunan ini mengaku senang dan merasakan manfaatnya bersama keluarga. Salah satunya Bapak Ali atau yang akrab disapa Acek Ali, penerima bantuan masyarakat Kota Bangun.

“Saya merupakan pekerja lepas yang setiap tahunnya selalu menerima bantuan dari Musim Mas, saya sangat senang menerima bantuan dan dapat bermanfaat untuk Imlek tahun ini. Harapannya untuk Musim Mas tetap aktif berbagi setiap tahunnya untuk warga prasejahtera dan semoga Musim Mas semakin berjaya” ucap Acek Ali.

Musim Mas memiliki komitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Terdapat 7 pilar yang menjadi pedoman untuk menjalankan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yaitu Agama, Sosial Budaya, Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Infrastuktur, dan Pendidikan.

Sebagai perusahaan global yang memiliki operasional di kota Medan, berbagai kegiatan CSR telah dilakukan oleh Musim Mas di kota ini, antara lain pada program Kesehatan, terdapat donor darah, pencegahan stunting, dan pemeriksaan Kesehatan gratis. Adapun program bidang Ekonomi, seperti pemberian mobil tangki air dan pemberian steling untuk pengembangan UMKM, juga program Infrastruktur, seperti pengadaan tong sampah, dan becak sampah serta beragam program dan kegiatan lainnya.

“Kami ingin kehadiran Musim Mas dapat memberikan dampak positif, terutama kepada masyarakat sekitar operasional. Ke depannya, kami akan terus menjaga hubungan baik dan berkontribusi lebih melalui rangkaian kegiatan CSR.” tutup Yuandy.(mag-1)

Puskesmas Ajak Damai Atas Viralnya Ditolak Warga Berobat Tidak Membawa Kartu BPJS

MEDIASI: Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi melalui Kabid P2P RB Daulay dan Kepala Puskesmas Tanjung Marulak dr Kurnia Dinata melakukan mediasi kepada Abdullah Sani Hasibuan dan pegawai pelayanan Puskesmas Tanjung Marulak Yenni yang sempat viral.

TEBINTINGGI, SUMUTPOS.CO – Puskesmas Tanjung Marulak Jalan KL Yos Sudarso Kota Tebingtinggi, akhirnya pihak Puskesmas Tanjung Marulak mengajukan perdamaian dan melayangkan surat melalui Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi, Pasca viralnya kasus penolakan berobat tidak membawa kartu BPJS Kesehatan yang dialami Abdullah Sani Hasibuan warga Kelurahan Tanjung Marulak Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi beberapa waktu lalu.

Abdullah Sani Hasibuan yang juga Ketua PWI Kota Tebingtinggi bersama anggota PWI Kota Tebingtinggi mendatangi Puskesmas Tanjung Marulak, di aula tersebut diterima oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi RB Dauly Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kabid Pelayanan dan SDK dr Derlina Nasution, Kasubbag Kepegawaian Ferryadi Siregar, Kepala Puskesmas Tanjung Marulak dr Kurnia Dinata, Dewi Sinamo dan pegawai pelayanan yang sempat viral Yenni Novita.

Dalam kesempatan RB Daulay mengatakan pihaknya meminta maaf atas kejadian ini, diharapkan kejadian yang sama kedepannya tidak terulang kembali dan diharapkan kepada Abdullah Sani Hasibuan bisa memaafkan kejadian tersebut, intinya karena sudah viral dan kejadian itu sangat memalukan, akan ada tindakan yang akan diambil Dinas Kesehatan kepada jajaran unit pelayanan Puskesmas Tanjung Marulak.

“Kepada pihak yang lalai dalam hal kejadian viral ini, Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi akan melakukan pembinaan kepada pegawai yang menolak warga berobat tidak membawa kartu BPJS. Karena di Kota Tebingtinggi bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di puskesmas dengan menunjukan KTP ataupun KK,” jelas RB Daulay, Senin (22/1/2024).

Masih menurut RB Daulay, hendaknya saling menyelesaikan dan tidak menambah berkepanjangan. Dan kejadian ini menjadi catatan dan pelayanan teknis di Dinkes. Dinkes Kota Tebingtinggi mengambil kesimpulan akan menjadikan ini bahan evaluasi kepada secara internal dan kejadian ini tidak terulang kembali, agar pelayanan memberikan akses atau pelayanan penerima dan berhadapan dengan semua orang dan kondisi sesuai SOP.

“Dari dahulu kita mengetahui bahwa warga Kota Tebingtinggi yang memiliki KTP wajib dilayani untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di puskesmas, karena saat ini 85 persen masyarakat Kota Tebingtinggi memiliki BPJS Kesehatan. Dinkes akan melakukan supervisi kepada semua puskesmas yang ada di Kota Tebingtinggi,” harap RB Daulay.

Sedangkan pihak yang dirugikan atas kejadian tersebut, Abdullah Sani Hasibuan mengatakan akan memberikan maaf kepada pegawai di unit pelayanan Puskesmas Tanjung Marulak. “Memanfaatkan kakak kami, waktu itu saya datang kondisi sakit perut, kejadian viral ini saya juga tidak mau terjadi, tapi ada pelajaran diambil bahwa antara manusia dan manusia bisa kemana mana pemikiran ketika sedang sakit,” bilang Abdullah Sani.

“Biasanya kami dilayani menggunakan kartu perobatan, tapi semalam memang kondisi saya sedang sakit dengan muntah-muntah, saya telpon dokter tidak mengangkat handphone. Karena ibu ini seorang ibu yang punya keluarga dan melihat video itu menjadi viral, kita terima dan anggap sebagai pelajaran. kita sendiri ketika tidak terkontrol pada saat membutuhkan pengobatan, maka kejadian ini terjadi, yang sudah berlalu biarkan berlalu dan proses itu akan berkembang dengan sendirinya,” ungkapnya.

Diungkapkan Sani kembali, bahwa pertemuan ini menjadi titik pelajaran bagi Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi melalui Unit Puskesmas yang ada di Kota Tebingtinggi, karena akibat kejadian itu, kalaupun ada evaluasi dari puskesmas sesuai ketentuan yang berlaku.

Pegawai pelayanan Puskesmas Tanjung Marulak, Yenni Novita yang terlihat menangis dan trauma meminta maaf, karena setelah viral kasus ini, dirinya mengaku malam tidak bisa tidur.

“Nama baik saya dan punya keluarga merasa malu sekali, sebagai manusia biasa saya minta maaf beribu maaf, karena kasus viral ini berimbas dengan keluarga. “Pak Sani, saya meminta maaf atas kejadian ini,” ujar Yenni.

Dengan mediasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi melalui Puskesmas Tanjung Marulak, kedua belah pihak saling memaafkan dan meminta kejadian seperti ini tidak terulang kembali. (ian/ram)

Akun Tiktok Diduga Milik WBP Rutan Tanjungpura Aktif Terus, Kakanwil Sumut Berang

AKTIF: Akun tiktok diduga milik WBP Rutan Tanjungpura kasus pembunuhan berinisial LSG terlihat masih aktif.Istimewa/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Sebuah akun tiktok dengan nama @boss.tg0 terpantau selalu aktif dan mengunggah beragam postingan. Mulai dari postingan tentang keluarganya hingga memberikan dukungan kepada salah satu calon legislatif DPRD Sumut dapil Binjai-Langkat berinisial JT.

Informasi dirangkum, akun tiktok tersebut diduga milik warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Tanjungpura berinisial LSG alias Tosa. Adapun kasus yang menjerat LSG adalah perkara pembunuhan yang korbannya mantan Anggota DPRD Langkat bernama Paino.

Pada akhir pekan lalu, akun tiktok tersebut tidak diprivasi atau dikunci. Siapa saja dapat melihat postingan yang diunggahnya.

Namun kini Senin (22/1/2024), akun tiktok tersebut sudah dikunci. Meski berstatus sebagai WBP Rutan Tanjungpura, namun tetap saja LSG bebas bermain hp.

Muncul dugaan, LSG menjadi WBP yang diistimewakan dalam Rutan Tanjungpura. Kakanwil Kemenkumham Sumut, Jahari Sitepu berang ketika dikonfirmasi.

“Siapa namanya itu, kasih tahu saya,” tegas Jahari yang menghubungi Sumut Pos.

Dia tidak memberikan toleransi terkait hal tersebut. Bahkan, dia juga terdengar marah melihat kelakuan anak buahnya di Rutan Tanjungpura yang seakan memberi keistimewaan kepada WBP LSG.

“Kalau memang terbukti, kita pindahkan dia (WBP) ke Siborong-borong sana,” tukas mantan Kalapas Binjai ini.

Diketahui, LSG dijatuhi vonis pidana 15 tahun kurungan penjara oleh Pengadilan Negeri Stabat atas kasus pembunuhan berencana pada awal September 2023 lalu. Putusan yang dijatuhi Ketua PN Stabat ini mendapat kecaman dari keluarga korban dan masyarakat Dusun Bukit Dinding, Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, kaeena telah menciderai rasa keadilan dan juga melukai hati. (ted/ram)

Peringatan HUT ke-51 PDI Perjuangan, Robi Barus Serahkan Mobil Ambulans Gratis

GRATIS: Ketua DPC PDIP Kota Medan, Robi Barus saat memberikan satu unit Mobil Ambulans Gratis untuk warga Medan Baru.Markus Pasaribu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperingati HUT ke-51 PDI Perjuangan (PDIP), Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Medan, Robi Barus menyerahkan satu unit mobil ambulans gratis kepada warga Kecamatan Medan Baru melalui STM As-Siddik.

Robi Barus mengatakan, pemberian mobil ambulans gratis ini sebagai bentuk kepedulian PDI Perjuangan untuk warga Kota Medan.

“Sesuai instruksi Ketua Umum PDIP, Ibu Megawati, PDIP adalah partai wong cilik, maka PDIP harus selalu bersama rakyat. Pada HUT ke-51 PDIP ini, kita ingin semakin dekat dengan wong cilik. Mobil Ambulans gratis ini sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan kita dengan rakyat wong cilik, khususnya masyarakat di Medan Baru,” ucap Robi kepada Sumut Pos, Senin (22/1/2024).

Dijelaskan Robi, sebelumnya warga Medan Baru melalui STM As-Siddik sudah menyampaikan keinginannya untuk memiliki satu unit Mobil Ambulans gratis agar dapat dipergunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Berangkat dari aspirasi warga tersebut, Robi Barus pun menyanggupinya.

“Begitu mendapatkan aspirasi tersebut, saya langsung turun ke lapangan, dan benar masyarakat sangat membutuhkan mobil ambulans gratis. Sebagai kader PDI Perjuangan, saya siap membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, kebutuhan rakyat wong cilik,” ujar Sekretaris DPC PDIP Kota Medan itu.

Robi Barus pun berharap, Mobil Ambulans gratis tersebut dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk masyarakat.

“Seperti halnya PDIP yang ingin selalu memberikan sebesar-besarnya manfaat bagi masyarakat, kita harapkan Mobil Ambulans gratis yang kita berikan ini juga dapat menjawab keluhan masyarakat dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya.
(map/ram)