29 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 79

Bupati Dairi Antisipasi Kemacetan Libur Nataru, Gotong Royong Penyisipan Beram Jalan Sekitar Laependaroh

GOTONG ROYONG: Bupati Dairi Ir Vickner Sinaga pimpin gotong-royong penyisipan beram jalan di lintasan jalan nasional Sidikalang-Medan tepatnya sekitar Jembatan Lae Pendaroh, Sabtu (20/12).SUMUT POS/istimewa.
GOTONG ROYONG: Bupati Dairi Ir Vickner Sinaga pimpin gotong-royong penyisipan beram jalan di lintasan jalan nasional Sidikalang-Medan tepatnya sekitar Jembatan Lae Pendaroh, Sabtu (20/12).SUMUT POS/istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi Ir Vickner Sinaga memimpin gotong-royong penyisipan beram jalan di sekitar Laependaroh, Sabtu (20/12). Penyisipan beram jalan itu berguna untuk mengantisipasi kemacetan jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Dilansir di akun media sosial Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, Minggu (21/12), Bupati Dairi Ir Vickner Sinaga mengatakan, penyisipan beram jalan dilakukan untuk memperlancar arus lalu lintas selama libur Nataru. Kemudian, menghindari terjadinya kecelakaan. Mengingat lintasan jalan, sangat sempit dan beram jalan sangat dalam.

Dalam gotongroyong itu, Dinas Pengerjaan Umum dan Tata Tuang (PUTR) Dairi mengerahkan satu unit alat berat untuk melakukan penyisipan bahan sertu. Bupati Dairi berharap, penyisipan beram jalan akan memperlancar arus lalulintas yang diprediksi akan terjadi peningkatan volume kendaraan selama libur Nataru.

Vickner mengatakan, beram jalan di lintasan jalan nasional Sidikalang-Medan, lumayan dalam, sehingga terjadi penyempitan badan jalan dan kerap menimbulkan lalulintas macet.

Dia berharap semoga langkah yang dilakukannya di tengah efisiensi anggaran bisa mengurai masalah tersebut. Khususnya, memasuki libur Nataru.

“Sehingga masyarakat bisa menikmati liburan bersama dengan keluarga di daerah masing-masing lancar dan nyaman,” ungkap Vickner. (rud/azw).

DPPPA Labuhanbatu Sosiliasi Anti-Bullying di Sekolah

SAMPAIKAN: Kepala DPPPA Labuhanbatu Tuti Noprida saat menyampaikan materi edukasi penting mencakup bahaya bullying di SMA Panglima Polem Rantauprapat, Kamis (18/12).( Fajar/Sumut Pos)
SAMPAIKAN: Kepala DPPPA Labuhanbatu Tuti Noprida saat menyampaikan materi edukasi penting mencakup bahaya bullying di SMA Panglima Polem Rantauprapat, Kamis (18/12).( Fajar/Sumut Pos)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Labuhanbatu, Tuti Noprida menyampaikan materi edukasi penting mencakup bahaya bullying. Dan langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan oleh siswa, guru, maupun orang tua siswa, dalam mencegah terjadinya aksi bullying.

“Dengan penerapan sekolah ramah anak, para siswa akan dituntut lebih menanamkan sikap saling menghargai, dan memiliki rasa kepedulian sebagai makhluk sosial,” ungkap Tuti saat Sosialisasi Anti-Bullying di SMA Panglima Polem Rantauprapat (PPR), Jalan Cut Nyak Dien, Kecamatan Rantau Utara, Kamis (18/12) lalu.

Pada sosialisasi yang diinisiasi PD Salimah ini, Tuti mengatakan, para siswa juga dituntut untuk berani bersuara jika melihat adanya tindakan yang mencederai nilai kebersamaan.

“Dengan pendekatan yang ramah anak, siswa diajak untuk lebih memahami pentingnya sikap saling menghargai. Peduli terhadap sesama. Serta keberanian untuk bersuara ketika melihat tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebersamaan di sekolah,” tegasnya.

Tuti turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada PD Salimah, yang telah berkontribusi dalam meminimalisir aksi dan tindakan bullying di sekolah. Melalui kegiatan ini pula, dia berharap akan terciptanya budaya sekolah yang inklusif, dan bebas dari intimidasi dan tindakan bullying.

“Kami berharap tercipta budaya sekolah yang inklusif dan mendukung perkembangan karakter siswa secara positif. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua juga menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, bebas dari intimidasi, dan penuh semangat kebersamaan untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila,” pungkasnya.

Sosialisasi itu, dilanjutkan dengan paparan oleh Deli Yanti Rambe, selaku pembicara, yang diikuti seluruh tenaga pendidik dan puluhan pelajar SMA PPR. Kegiatan juga dihadiri Kepala SMA PPR, Sumiati, Ketua PD Salimah Labuhanbatu Emmiyati Dalimunthe. (fdh/saz)

Warga Tanjungrejo Keluhkan Minimnya Pelayanan Pengakutan Sampah, dr Dimas Minta Pemko Tambah Armada dan Petugas

Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar dr Dimas Sofani Lubis saat menggelar reses di Kelurahan Tanjung Rejo, Medan Sunggal, Minggu (21/12).(Markus Pasaribu/Sumut Pos)
Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar dr Dimas Sofani Lubis saat menggelar reses di Kelurahan Tanjung Rejo, Medan Sunggal, Minggu (21/12).(Markus Pasaribu/Sumut Pos)

SUMUTPOS.CO – WARGA Kelurahan Tanjungrejo, Medan Sunggal, mengeluhkan minimnya pelayanan pengangkutan sampah oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan hingga ke tingkat lingkungan. Akibatnya, masyarakat terpaksa membuang sampah di badan jalan.

Hal itu disampaikan warga saat menghadiri kegiatan Reses IV Masa Persidangan I Tahun 2025-2026 Tahun Anggaran 2025 yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, dr Dimas Sofani Lubis di Jalan Perjuangan, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal, Minggu (21/12).

“Sebenarnya masyarakat pun tidak mau membuang sampah ke pinggir jalan. Masalahnya, Pemko Medan tidak mampu melayani pengutipan sampah dengan becak sampah sampai ke gang-gang tempat tinggal warga. Jadi warga terpaksa membuang sampah ke pinggir jalan besar, dengan harapan dikutip oleh petugas dengan truk sampah,” ucap salah seorang warga, Ridwan.

Dikatakan Ridwan pada kegiatan yang turut dihadiri Kepala Puskesmas Medan Sunggal, perwakilan Medan Sunggal, perwakilan Kelurahan Tanjungrejo, dan perwakilan Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) itu, jumlah becak sampah dan petugas bestari di Kelurahan Tanjung Rejo sangat minim. Ia menyebutkan, satu becak sampah harus beroperasi untuk melayani lebih dari satu lingkungan.

“Itulah yang membuat pengangkutan sampah tidak berjalan sampai ke gang-gang tempat tinggal warga. Jadi kami mohon supaya becak sampah dan petugas bestari ini bisa ditambah,” ujar Ridwan yang juga merupakan mantan Kepala Lingkungan di Kelurahan Tanjung Rejo.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kota Medan, dr Dimas Sofani Lubis, mengatakan bahwa saat ini Pemko Medan memang sedang dalam kondisi kekurangan armada pengangkut sampah, termasuk becak pengangkut sampah. Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hanya memiliki sekitar 1.000 becak sampah.

“Idealnya 1 lingkungan itu 1 becak sampah. Kota Medan itu terdiri dari 2.001 lingkungan, artinya Kota Medan masih kekurangan sekitar 1.001 becak sampah lagi. Untuk itu, Pemko Medan harus fokus dalam menambah armada pengangkut sampah dan petugasnya,” jawab dr Dimas.

dr Dimas yang merupakan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Medan itupun mengatakan, dirinya telah berkomunikasi dengan DLH Medan terkait kekurangan armada pengangkut sampah di Kota Medan.

“Kita akan kawal terus agar penambahan armada pengakutan sampah dapat terealisasi di tahun 2026, walaupun memang secara bertahap. Masyarakat dan kelurahan juga dapat bersurat secara resmi, berapa sebenarnya kekurangan becak sampah dan bestari disini, jadi akan kita kawal agar bisa dipenuhi,” tegasnya disambut aplaus meriah dari masyarakat yang hadir.

Pada kesempatan itu, dr Dimas juga mengatakan bahwa saat ini dirinya yang juga tergabung di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Medan sedang membahas sejumlah peraturan baru, termasuk perubahan atas Perda tentang Sistem Kesehatan Kota Medan. Nantinya di dalam Perubahan Perda tersebut, DPRD Medan akan memasukkan program UHC Premium.

“Nantinya, kita usulkan agar warga yang kecelakaan juga bisa dicover oleh UHC Premium Kota Medan, dan masih banyak kelebihan lainnya. Doakan saja, kita akan terus berjuang untuk membuat peraturan-peraturan yang berpihak kepada masyarakat,” tutupnya. (map/adz)

Aspirasi Warga di Reses Reinhart Jeremy, Percepat Pembangunan Jembatan Kota Bangun

SUMUTPOS.CO – WARGA Kelurahan Kota Bangun, Medan Deli, meminta Pemko Medan mempercepat pembangunan jembatan Kota Bangun. Pasalnya, keberadaan jembatan tersebut menjadi ”jantung” bagi masyarakat di sana.

Hal itu terungkap saat Bendahara Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Medan Reinhart Jeremy Anindhita menjemput aspirasi masyarakat melalui Reses IV Masa Sidang I Tahun Sidang 2025-2026 di Jalan Perak, Kelurahan Kota Bangun, Medan Deli, Sabtu (20/12). Asiah Selian, warga Lingkungan 6 Kelurahan Kota Bangun mengungkapkan, setiap hari ribuan orang dengan segala aktivitasnya melintasi jembatan tersebut.

“Pascabanjir, jembatan itu ditutup karena tidak bisa dilintasi. Sebagai pedagang, usaha kami sepi karena tidak ada orang lewat. Jadi, tolonglah dipercepat pembangunannya, jangan dianggap sepele,” kata Asiah.

Senada dengan itu, Alin juga meminta agar pembangunan jembatan dipercepat. Apalagi telah ditinjau Wali Kota Medan baru-baru ini. “Keberadaan jembatan mengurai kemacatan di simpang Titi Papan. Sejak jembatan ditutup, sekarang simpang Titi Papan itu macet,” ujarnya.

Sementara M Agus, meminta Pemko Medan agar memperhatikan Kota Bangun dalam melaksanakan pembangunan. “Kota Bangun ini sangat tertinggal. Sejumlah usulan pembangunan sudah disampaikan setiap Musrenbang, tapi sampai sekarang usulan itu tidak terealisasi. Tolong ini menjadi perhatian,” pintanya.

Sedangkan Kepala Puskesmas Medan Deli, dr Budiarti meminta gang menuju Puskesmas ditinggikan, agar tidak terkena banjir. “Puskesmas Medan Deli itu berada di dalam gang. Mobil tidak bisa masuk dan saya titipkan di depan. Sejak di sisi kiri dibangun gudang dan bekas lokasi MTQ ditinggikan, hujan deras selama 2 jam saja, mobil saya terendam. Saya sudah minta berulang-ulang agar ditinggikan, namun belum terealisasi. Melalui Pak Reinhart ini, saya sampaikan agar kiranya dapat terealisasi,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga menyampaikan keluhan terkait pelayanan kesehatan, infrastruktur jalan, drainase, banjir dan LPJU. Menyikapi itu semua, Reinhart Jeremy Anindhita menyampaikan, semua aspirasi yang disampaikan menjadi masukan bagi DPRD untuk di teruskan kepada Pemko Medan dalam sidang paripurna guna di tindaklanjuti menjadi program pembangunan ke depan.

“Inilah gunannya Reses, jadi kami tahu keluhan dan keinginan masyarakat terkait pembangunan di Kota Medan. Reses ini juga memperkuat silaturahmi dalam percepatan pembangunan kota,” kata legislator dari Dapil III meliputi Kecamatan Medan Timur, Medan Perjuangan, Medan Tembung dan Medan Deli itu.

Pada kesempatan itu, Reinhart juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan. “Saya kemari melalui jalan pinggir sungai itu. Saya lihat di sepanjang Sungai Deli banyak sampah. Jadi, mari kita menjaga kebersihan lingkungan kita,” ajak anggota Komisi I itu.

Pada kesempatan itu, Reinhart mengaku sangat menyayangkan ketidakhadiran perwakilan Dinas SDABMBK. “Malu saya karena Dinas SDABMBK tidak hadir. Padahal, keluhan masyarakat banyak terkait dengan OPD ini,” kesalnya. (map/adz)

KA Putri Deli Jadi Primadona di Momentum Nataru, Okupansi Tembus 110 Persen

MELONJAK: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumut mencatat lonjakan okupansi luar biasa hingga menyentuh angka 110 persen pada jadwal favorit KA Putri Deli selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.(ISTIMEWA)
MELONJAK: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumut mencatat lonjakan okupansi luar biasa hingga menyentuh angka 110 persen pada jadwal favorit KA Putri Deli selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.(ISTIMEWA)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara mencatat lonjakan okupansi luar biasa hingga menyentuh angka 110 persen pada jadwal favorit KA Putri Deli selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Tingginya angka keterisian ini terlihat nyata pada keberangkatan pukul 14.00 WIB dari Medan dan 12.35 WIB dari Tanjung Balai yang mengangkut 700 penumpang dari kapasitas 636 kursi berkat adanya pergerakan penumpang dinamis antarstasiun.

Plt Manager Humas Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo menegaskan, tren ini menjadi bukti kepercayaan publik yang sangat tinggi terhadap keandalan kereta api saat musim liburan.

“Hingga saat ini, total 58.970 tiket atau sekitar 86 persen dari total kapasitas 68.688 tempat duduk telah ludes terpesan oleh masyarakat yang ingin berwisata maupun bertemu sanak saudara,” ungkap Anwar saat memberikan keterangannya, Minggu (21/12).

Pencapaian ini sekaligus mempertegas kehadiran nyata pemerintah dalam menyediakan aksesibilitas yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat melalui skema subsidi (PSO). Dengan tarif yang sangat terjangkau sebesar Rp27.000, subsidi tersebut menjadi instrumen penting untuk menjamin mobilitas rakyat tanpa mengesampingkan standar kenyamanan serta ketepatan waktu perjalanan.

Kehadiran KA Putri Deli kini telah bertransformasi lebih dari sekadar alat transportasi, melainkan menjadi urat nadi yang merajut konektivitas antara enam wilayah administratif di Sumatera Utara. “Kami melihat kereta api ini sebagai jembatan ekonomi yang menghubungkan pusat kota dengan kabupaten, mulai dari Deli Serdang hingga Asahan, guna menghidupkan geliat UMKM di sepanjang lintasannya,” jelas Anwar.

Perjalanan sejauh 175 kilometer ini terbukti efektif menggerakkan roda perekonomian daerah melalui distribusi orang dan jasa yang lebih cepat serta efisien. Dampak ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar stasiun pemberhentian yang kini semakin terintegrasi dalam satu ekosistem transportasi yang solid.

Bagi masyarakat yang belum memiliki tiket, KAI mengingatkan agar segera merencanakan perjalanan mengingat ketersediaan kursi yang terus menipis di puncak musim libur ini. “Kami mengimbau pelanggan untuk menggunakan aplikasi Access by KAI. Prosesnya jauh lebih mudah, bisa dilakukan di mana saja tanpa perlu mengantri atau datang langsung ke stasiun,” tutup Anwar.(san/adz)

Bupati Dairi Pimpin Rapat Laporan Keuangan Pemkab

PIMPIN RAPAT: Bupati Dairi Ir Vickner Sinaga memimpin exit meeting Tim BPK dihadiri Kepala BPK Paula Henry Simatupang di Pendopo Bupati, Jumat (19/12).SUMUT POS/istimewa.
PIMPIN RAPAT: Bupati Dairi Ir Vickner Sinaga memimpin exit meeting Tim BPK dihadiri Kepala BPK Paula Henry Simatupang di Pendopo Bupati, Jumat (19/12).SUMUT POS/istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Ir Vickner Sinaga didampingi Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala memimpin exit meeting tim pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi Sumatera Utara (Prosu). Kegiatan dihadiri Kepala BPK Sumut, Paula Henry Simatupang yang berlangsung di Pendopo Bupati Dairi, Jumat (19/12).

Dilansir di akun media sosial Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, Bupati Dairi, Ir Vickner Sinaga menegaskan, bahwa Pemkab Dairi berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan BPK secara sungguh-sungguh.

“Tepat waktu dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sebagai wujud penerapan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” kata Vickner.

Sementara itu, Paula Henry Simatupang menyampaikan, exit meeting merupakan tahapan pemeriksaan interim atas laporan keuangan Pemkab Dairi yang bertujuan menyamakan persepsi atas hasil pemeriksaan yang dilakukan.

Paula juga menekankan pentingnya tindak lanjut rekomendasi seluruh perangkat daerah. Ia juga mengapresiasi kerja sama dan keterbukaan.
Paula berharap kualitas pengelolaan keuangan daerah dapat terus meningkat ke depannya.

Dalam kegiatan itu, hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Dairi Surung Charles Lamhot Bantjin, para staf ahli dan asisten, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Dairi. (rud/azw).

Kunker ke Boronadu, Nisel, Gibran Tinjau Pembangunan Jembatan

TINJAU: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau pembangunan jembatan gantung di Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nisel, didampingi Gubernur Sumut dan Wakil Bupati Nisel. (Istimewa)
TINJAU: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau pembangunan jembatan gantung di Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nisel, didampingi Gubernur Sumut dan Wakil Bupati Nisel. (Istimewa)

NISEL, SUMUTPOS.CO – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Nias Selatan (Nisel) untuk meninjau pembangunan jembatan gantung di Kecamatan Boronadu, Minggu (21/12).

Gibran pun melihat langsung kondisi geografis Sungai Gomo, dan jembatan yang selama ini menjadi satu-satunya jalur penghubung vital bagi masyarakat setempat. Ketergantungan warga terhadap penyeberangan manual ini, dinilai berisiko tinggi, terutama saat musim hujan.

Dalam keterangannya, Gibran menegaskan, pembangunan jembatan di Boronadu bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan kebutuhan mendesak demi keselamatan warga dan keberlanjutan aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

“Saya telah meminta rencana pembangunan jembatan tersebut segera ditindaklanjuti secara terpadu, dengan memperhatikan kondisi geografis dan aspek keselamatan,” ungkap Gibran.

Gibran juga menekankan, Sungai Gomo yang kerap meluap dan menyebabkan terputusnya akses antarwilayah, berpotensi mengisolasi sedikitnya empat desa di seberang sungai, sekaligus membatasi mobilitas harian warga. Dan dampak paling nyata dirasakan di sektor pendidikan. Karena sekitar 60 persen siswa SMKN 1 Boronadu diketahui bermukim di seberang Sungai Gomo, dan sangat bergantung pada jalur penyeberangan tersebut. Ketika air sungai meningkat, kegiatan belajar mengajar kerap terganggu, karena siswa tidak dapat menyeberang dengan aman.

Selain pendidikan, aktivitas ekonomi masyarakat juga terdampak. Jalur Sungai Gomo menjadi akses utama distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok. Terputusnya akses berarti terhentinya pergerakan barang dan jasa, yang secara langsung memukul perekonomian warga desa.

Dalam kunker ke Nisel, Gibran didampingi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution. Keduanya sepakat, wilayah dengan keterbatasan akses membutuhkan perhatian khusus melalui pembangunan infrastruktur dasar yang tepat sasaran.

Gibran juga menekankan pentingnya perencanaan matang agar jembatan gantung yang dibangun benar-benar aman, tahan terhadap kondisi alam, dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Dia meminta agar seluruh pihak terkait bersinergi, mulai dari pemerintah daerah hingga kementerian teknis.

“Infrastruktur seperti jembatan ini harus dirancang dengan serius, bukan hanya dibangun, tapi juga menjamin keselamatan dan manfaat jangka panjang,” tegasnya.

Menurut Gibran, kehadiran negara harus dirasakan secara nyata oleh masyarakat, terutama di daerah terpencil dan rawan terisolasi. Dia menilai, pembangunan jembatan di Boronadu akan menjadi simbol konkret kehadiran negara dalam menjawab persoalan mendasar warga. (eri/saz)

Hibur Anak-anak Korban Banjir, Kesdam I/BB Gelar Trauma Healing

TRAUMA HEALING: Kesdam I/BB saat menggelar kegiatan trauma healing di Panti Asuhan Al Wasliyah Pulo Brayan, Medan Deli, Sabtu (20/12).
TRAUMA HEALING: Kesdam I/BB saat menggelar kegiatan trauma healing di Panti Asuhan Al Wasliyah Pulo Brayan, Medan Deli, Sabtu (20/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kesehatan Daerah Militer I/Bukit Barisan (Kesdam I/BB) menggelar trauma healing dengan metode Psychological First Aid (PFA) terapi aktivitas kelompok bagi anak-anak korban banjir yang terjadi beberapa pekan lalu. Kegiatan ini berlangsung di Panti Asuhan Al Wasliyah Pulo Brayan, Medan Deli, Sabtu (20/12).

Kegiatan tersebut dilaksanakan Kesdam I/BB bersama Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ranting 5 Kesehatan Cabang IV PD I/BB sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap pemulihan kesehatan mental dan psikososial anak-anak pascabencana.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap mengatakan, trauma healing dilakukan melalui berbagai aktivitas interaktif seperti mendongeng, bermain bersama, dan menggambar. “Pendekatan ini bertujuan membantu anak-anak mengurangi trauma, mengekspresikan emosi secara positif, serta menumbuhkan kembali rasa aman dan kepercayaan diri,” ujarnya, Minggu (21/12).

Adapun, kegiatan ini didampingi tenaga profesional, yakni psikiater Mayor Ckm dr Ivan Paulus SpKJ, MARS dan Psikolog Retno Artanti, psikolog yang secara aktif membimbing dan mendampingi anak-anak selama proses pemulihan psikologis berlangsung.

Selain pendampingan psikologis, jelas Asrul, Kesdam I/BB juga menyalurkan bantuan kepada para peserta berupa perlengkapan mandi, alat tulis, meja belajar portabel, mainan anak, serta 130 kotak makanan ringan.

“Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan sehari-hari sekaligus memotivasi anak-anak untuk kembali beraktivitas secara positif,” tandasnya. (Dwi)