Home Blog Page 79

Hemat Energi, Pemkab Karo Terapkan Car Free Day

SEPEDA: Bupati Karo bersepeda ke kantor dalam program car free day
SEPEDA: Bupati Karo bersepeda ke kantor dalam program car free day

KARO – Untuk penghematan energi serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup ramah lingkungan, Pemerintah Kabupaten Karo melaksanakan kegiatan Car Free Day menuju Kantor Bupati Karo.

Kegiatan yang diawali dari kawasan Berastagi Cottage ini diikuti  oleh Bupati Karo Antonius Ginting, Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting serta jajaran ASN) di lingkungan Pemkab Karo.

Para peserta mengikuti kegiatan dengan berjalan kaki, bersepeda, maupun menggunakan transportasi ramah lingkungan lainnya saat menuju kantor. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol gerakan penghematan energi, tetapi juga sebagai upaya konkret dalam mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan bermotor di lingkungan pemerintahan.

Pelaksanaan Car Free Day ini sekaligus merupakan tindak lanjut atas arahan pemerintah pusat terkait penerapan pola kerja fleksibel (Work From Home/WFH) serta kebijakan pengurangan penggunaan kendaraan dinas dan pribadi guna menekan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon.

Pemkab Karo berkomitmen untuk mengintegrasikan kebijakan tersebut melalui langkah nyata di lapangan.  Salah satunya dengan mendorong ASN untuk memanfaatkan moda transportasi alternatif serta mengoptimalkan sistem kerja yang efisien dan berkelanjutan.

Bupati Karo dalam keterangannya menyampaikan kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Melalui kegiatan Car Free Day ini, kita ingin memberikan contoh langsung bahwa penghematan energi dapat dimulai dari hal sederhana, termasuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Ini juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam penerapan WFH dan efisiensi penggunaan energi,” ujarnya.

Selain berdampak pada penghematan energi, kegiatan ini juga diharapkan dapat membentuk budaya hidup sehat di kalangan ASN serta menjadi contoh positif bagi masyarakat luas. Pemkab  Karo berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, serta menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan, mengurangi emisi, dan mendukung kebijakan nasional dalam efisiensi energi. (deo/ila)

Tifatul Sembiring: Cinta Damai adalah Karakter Bangsa Indonesia

MEDAN, SumutPos.co– Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Ir H Tifatul Sembiring menekankan, karakter cinta damai merupakan identitas sekaligus kekuatan bangsa Indonesia dalam menjaga keutuhan negara. Hal tersebut ia sampaikan saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di hadapan puluhan ibu-ibu majelis taklim dan tokoh agama di Medan, Selasa (17/3).

Dalam paparannya, Tifatul menyebut, kerukunan yang terjaga di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya bukanlah hal yang instan, melainkan karakter asli yang sudah mengakar.
“Cinta damai sudah menjadi kebiasaan dan karakter orang Indonesia. Meskipun kita berbeda-beda, kita tetap rukun dan guyub. Ini adalah anugerah Allah SWT yang wajib kita jaga bersama,” ujar Tifatul.

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) era Presiden SBY ini juga mengajak peserta menilik sejarah melalui Mosi Integral Mohammad Natsir tahun 1950. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan bukti nyata bahwa para pendiri bangsa (founding fathers) telah menanamkan benih persatuan dalam bingkai NKRI sejak awal.

Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan yang lahir dari rasa cinta damai berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. “Dengan cinta damai, rakyat merasa tenang menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga sosial. Hal ini tentu membuat kita semakin produktif sebagai bangsa,” tambahnya.

Dukungan Kemanusiaan untuk Palestina

Di sela pemaparan mengenai empat poin penting kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—Tifatul juga memberikan perhatian khusus pada isu kemanusiaan internasional. Ia mengajak peserta untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina.

“Kita tidak mau lagi ada kolonialisme di zaman modern ini. Dukungan bisa dalam bentuk materi, makanan, obat-obatan, maupun doa. Intinya, semangat anti-penjajahan harus tetap hidup,” tegas kader senior PKS tersebut.

Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan hangat dari warga Medan. Salah seorang peserta mengaku terkesan karena bisa berdialog langsung dengan wakil rakyatnya yang biasanya hanya terlihat di media sosial. “Senang bisa silaturahmi langsung, biasanya cuma lihat di medsos, sekarang bisa berjumpa dan mendengar langsung paparannya,” ungkapnya.

Melalui agenda ini, Tifatul berharap pemahaman masyarakat terhadap Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan tetap terjaga sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara. (adz)

Paskah Oikumene di Dairi, Bupati Ajak Wujudkan Daerah Damai dan Sejahtera

BERSAMA: Bupati Dairi Vickner Sinaga bersama unsur Forkopimda serta pemuka agama saat Paskah Oikumene Pemkab Dairi di GOR Sidikalang, Jumat (17/4).(istimewa).
BERSAMA: Bupati Dairi Vickner Sinaga bersama unsur Forkopimda serta pemuka agama saat Paskah Oikumene Pemkab Dairi di GOR Sidikalang, Jumat (17/4).(istimewa).

DAIRI— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi menggelar Perayaan Paskah Oikumene yang berlangsung khidmat di Gedung Olahraga (GOR) Sidikalang, Jumat (17/4). Kegiatan ini menjadi ajang refleksi iman sekaligus penguatan nilai-nilai kasih, perdamaian, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Ibadah Paskah dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), Pendeta Parsaoran Sinaga. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa makna Paskah tidak hanya sebatas perayaan keagamaan, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap sesama.

“Paskah yang kita rayakan saat ini adalah tentang kepedulian. Kristus yang bangkit menunjukkan bahwa Ia adalah Tuhan yang hidup dan penuh kuasa,” ungkapnya.

Bupati Dairi  Vickner Sinaga, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Paskah Oikumene merupakan momentum penting untuk merefleksikan kasih Kristus sekaligus memperkuat peran sebagai pelayan publik yang berlandaskan iman, harapan, dan kasih.

Ia menekankan bahwa Paskah bukan hanya seremonial tahunan, tetapi juga panggilan untuk menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Ini adalah momen berbagi kasih, perdamaian, dan kepedulian terhadap sesama serta merawat bumi. Paskah harus menjadi refleksi untuk menjadi terang dunia melalui tindakan nyata dan solidaritas,” ujar Vickner.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat Kabupaten Dairi yang beriman kepada Kristus untuk terus menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam keluarga dan lingkungan kerja.

“Mari kita wujudkan Dairi yang sejahtera dan berdaya saing dengan pemerataan pembangunan yang berkeadilan, dengan semangat pelayanan yang dilandasi kasih Kristus,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani, dalam kesempatan tersebut mengingatkan bahwa semangat Paskah harus diiringi dengan peningkatan kinerja dan tanggung jawab dalam pelayanan publik.

Ia menegaskan bahwa DPRD sebagai fungsi pengawasan akan terus memantau kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Dairi.

“Doa dan iman harus diimbangi dengan prestasi kerja. Jika ada OPD yang tidak mampu mengikuti ritme kerja pimpinan daerah, maka akan kami sampaikan untuk dievaluasi,” tegasnya.

Perayaan Paskah Oikumene ini turut dihadiri Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Rita Puspita Situmorang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran ASN di lingkungan Pemkab Dairi.

Acara berlangsung penuh kekhidmatan dan kebersamaan, mencerminkan semangat persatuan serta komitmen bersama dalam membangun Kabupaten Dairi yang damai, maju, dan sejahtera. (rud/ila)

Proyek Tambal Sulam Binjai Makan Korban, Pakar Hukum: PUTR Binjai Bisa Dipidana

BERLUBANG: Jalan berlubang dari proyek tambal sulam di Jalan Tengku Amir Hamzah Binjai yang tak kunjung diaspal usai dilakukan potong dan tidak diberi rambu penanda.(Teddy Akbari/Sumut Pos)
BERLUBANG: Jalan berlubang dari proyek tambal sulam di Jalan Tengku Amir Hamzah Binjai yang tak kunjung diaspal usai dilakukan potong dan tidak diberi rambu penanda.(Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI — Proyek perbaikan jalan dengan metode tambal sulam di Kota Binjai kini menjadi sorotan tajam setelah diduga menyebabkan sejumlah kecelakaan tunggal yang dialami pengendara sepeda motor.

Kondisi jalan yang telah dikeruk namun dibiarkan tanpa penanganan cepat dan tanpa rambu pengaman disebut sebagai bentuk kelalaian serius yang berpotensi menyeret pihak terkait ke ranah pidana.

Praktisi Hukum Kota Binjai, Ferdinand Sembiring, menegaskan bahwa tanggung jawab atas insiden tersebut dapat melekat pada penyelenggara jalan, dalam hal ini instansi terkait di Pemerintah Kota Binjai, jika terbukti lalai dalam memenuhi standar keselamatan.

Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya Pasal 273 yang mewajibkan penyelenggara jalan untuk segera memperbaiki kerusakan serta memasang rambu peringatan di area berbahaya.

“Jika kelalaian menyebabkan kecelakaan dengan luka ringan, ancamannya bisa enam bulan penjara atau denda Rp12 juta. Jika luka berat, hingga satu tahun penjara. Bahkan jika menyebabkan kematian, ancaman bisa mencapai lima tahun penjara,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, kondisi jalan yang telah dilakukan pemotongan (cutting) namun dibiarkan tanpa penanganan cepat serta tanpa rambu peringatan merupakan bentuk kelalaian yang tidak bisa dianggap sepele.

Bahkan, selain pidana, korban juga berhak mengajukan gugatan perdata berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 1365 untuk menuntut ganti rugi atas kerusakan kendaraan maupun dampak psikologis.

“Kalau tidak memasang rambu saja sudah bisa dipidana, apalagi ini jalan sudah dikorek lalu dibiarkan terbuka tanpa penanda bahaya,” tegasnya.

Diketahui, insiden kecelakaan terjadi di ruas Jalan Tengku Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara. Sejumlah pengendara dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal akibat menghindari kondisi jalan yang rusak dan tidak aman.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa pengerjaan tambal sulam sudah berlangsung sejak sekitar satu minggu, namun sebagian ruas jalan yang telah dikeruk belum segera dilakukan pengaspalan.

Lebih memprihatinkan, tidak terlihat adanya rambu peringatan atau pengaman di lokasi tersebut, sehingga membahayakan pengguna jalan.

Warga yang melintas mengaku resah dengan kondisi itu. Mereka menilai proyek yang seharusnya memperbaiki jalan justru berubah menjadi sumber bahaya baru bagi pengendara.

“Harusnya kalau sudah dikorek langsung dikerjakan, jangan dibiarkan berhari-hari tanpa tanda bahaya. Ini sudah makan korban,” keluh salah seorang warga yang merekam kejadian dan viral di media sosial.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Binjai mengakui adanya kegiatan pemeliharaan jalan dengan metode tambal sulam di sejumlah titik. Namun, pihak dinas belum memberikan penjelasan rinci terkait jadwal penyelesaian pengaspalan di lokasi yang telah dilakukan cutting.

Kepala Dinas PUTR Binjai Wahyu Umara, menyebutkan bahwa pekerjaan masih dalam tahap pelaksanaan di beberapa ruas jalan.“Pekerjaan sedang kita laksanakan tahap cutting di beberapa lokasi,” ujarnya singkat.

Ia juga menyebutkan bahwa terdapat sekitar belasan ruas jalan yang masuk dalam program perbaikan, di antaranya Jalan Amir Hamzah, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Ahmad Yani, hingga Jalan Kartini, dengan total anggaran mencapai ratusan juta rupiah pada tahun berjalan.

Namun demikian, masyarakat menyoroti lambannya pengerjaan serta minimnya pengamanan di lokasi proyek. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya, terutama di jalan yang memiliki lalu lintas padat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana teknis proyek belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait dugaan kecelakaan yang terjadi maupun langkah antisipasi ke depan. (ted/ila)

The Reiz Suites Rayakan Easter Day dengan Aktivitas Kreatif untuk Anak-anak Tamu

MEDAN, SumutPos.co- Dalam rangka memperingati Hari Paskah, The Reiz Suites menghadirkan rangkaian kegiatan bertema Easter Day yang berfokus pada pengalaman keluarga (family-friendly experience). Acara yang berlangsung pada Minggu (5/4) ini dirancang khusus untuk menciptakan momen kebersamaan yang hangat bagi para tamu, terutama anak-anak.
The Reiz Suites menyediakan berbagai aktivitas kreatif bagi anak-anak dari tamu yang melakukan proses check-in pada hari tersebut. Agenda utama meliputi dekorasi dan pewarnaan patung gypsum berbentuk kelinci serta telur Paskah yang menjadi simbol khas perayaan. Untuk mendukung kreativitas tersebut, pihak manajemen juga menyediakan colouring kit lengkap sebagai sarana bagi anak-anak untuk mengekspresikan imajinasi mereka.
Selain sebagai sarana hiburan, kegiatan ini juga membawa nilai edukatif yang bertujuan melatih motorik halus dan kemampuan berekspresi anak dalam suasana hotel yang nyaman dan interaktif.
Anton Subiyakto, Cluster General Manager The Reiz Suites, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya hotel untuk memberikan pengalaman menginap yang lebih bermakna.
“Kami ingin setiap momen menginap di The Reiz Suites tidak hanya sekadar menjadi tempat beristirahat, tetapi juga menghadirkan kenangan yang berkesan. Melalui perayaan Easter ini, kami menghadirkan aktivitas sederhana namun penuh keceriaan untuk mendukung quality time keluarga,” ujar Anton.
Langkah ini mempertegas posisi The Reiz Suites sebagai serviced apartment pilihan di Kota Medan yang konsisten menghadirkan program tematik yang relevan dengan momen hari besar. Ke depannya, The Reiz Suites berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan yang berorientasi pada pengalaman tamu guna menciptakan standar baru dalam industri hospitality. (adz)

193 Tahun Kabupaten Simalungun, Bank Sumut Pertegas Peran Strategis Lewat Sinergi dan Transformasi

PEMATANG RAYA – Memasuki usia ke-193, Kabupaten Simalungun mempertegas langkah menuju kemajuan melalui kolaborasi strategis dengan PT Bank Sumut. Sinergi ini terbukti efektif dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, serta memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui capaian kinerja perbankan yang signifikan.

Dalam peringatan Hari Jadi ke-193 Kabupaten Simalungun pada Sabtu (18/4), Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, mengungkapkan, Bank Sumut Cabang Pematang Raya mencatatkan tren pertumbuhan positif. Aset tercatat tumbuh 5,25 persen menjadi Rp1,04 triliun, sementara laba meningkat tajam 10,96 persen menjadi Rp77,62 miliar.

Lonjakan paling mencolok terlihat pada Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 30,04 persen menjadi Rp902,9 miliar, disusul penyaluran kredit yang tumbuh 6,11 persen mencapai Rp1,03 triliun. “Ini bukan sekadar angka, tetapi refleksi dari kepercayaan masyarakat dan efektivitas kolaborasi dengan pemerintah daerah,” ujar Heru.

Sebagai pemegang saham dengan penyertaan modal senilai Rp100,05 miliar, Pemerintah Kabupaten Simalungun menerima dividen sebesar Rp22,8 miliar. Selain kontribusi fiskal, Bank Sumut juga memperkuat dukungan sosial melalui realisasi CSR sebesar Rp3,3 miliar dalam lima tahun terakhir. Salah satu proyek mercusuarnya adalah pembangunan videotron di Pantai Bebas Parapat senilai Rp700 juta guna mendukung pariwisata lokal.

Selaras dengan semangat transformasi “Berubah, Bertumbuh, dan Berprestasi,” Bank Sumut masif mendorong digitalisasi. Hingga kini, telah terbentuk 156 agen Sumut Link dan 65 merchant QRIS aktif. Inovasi unggulan berupa QRIS Mata Pajak kini memfasilitasi sekitar 385.000 wajib pajak PBB untuk bertransaksi secara transparan dan akuntabel, sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Untuk memastikan aksesibilitas, Bank Sumut kini mengoperasikan 1 kantor cabang, 6 kantor cabang pembantu, layanan di Mal Pelayanan Publik, hingga 3 layanan kas Samsat yang tersebar di wilayah Simalungun.

Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, SE, MM, memberikan apresiasi tinggi atas peran Bank Sumut sebagai motor penggerak ekonomi. Menurutnya, kolaborasi dengan mitra strategis adalah kunci utama mewujudkan visi Simalungun Maju.

“Pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga harus memperkuat karakter dan jati diri masyarakat,” tegas Bupati Anton saat membuka rangkaian pesta rakyat tersebut.

Peringatan Hari Jadi ke-193 ini turut dihadiri Asisten Umum Provinsi Sumut, DR. Muhammad Suib Sitorus, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat, yang secara kolektif menegaskan bahwa sinergi adalah fondasi utama pembangunan daerah di masa depan. (adz)

Gelaran HBH Lintas Parsadaan Tabagsel Gelorakan Percepatan Provinsi Sumatera Tenggara

JAKARTA, SumutPos.co– Momentum silaturahmi masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) di perantauan tahun ini mencatatkan sejarah baru. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sejumlah organisasi kedaerahan besar di Jakarta dan sekitarnya menggelar Halal Bihalal (HBH) dan pelantikan pengurus secara kolaboratif di Sekolah Al-Jannah, Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (18/4/2026).

Acara bertajuk “Gelaran HBH Lintas Parsadaan” ini dihadiri sedikitnya 1.500 warga Tabagsel. Di balik kemeriahan tarian Tor-Tor Naposo Nauli Bulung dan alunan musik khas daerah, tersirat pesan politik yang kuat: Desakan kolektif untuk mewujudkan Provinsi Sumatera Tenggara.

Kolaborasi ini melibatkan empat organisasi besar, yakni Forum Komunikasi Lintas Parsadaan Masyarakat Tabagsel (FKLPM-TBS), Ikatan Alumni Mahasiswa IPB Tabagsel (IKAMATABAGSEL), Parsadaan Siregar Boru dohot Babere (PSBB), dan Parsadaan Alumni Pelajar Padangsidempuan dan Sekitarnya (PAPPSI).

Ketua Umum PAPPSI yang juga Staf Ahli Kementerian Dalam Negeri, Prof Dr Brigjend (Purn) Hoiruddin Hasibuan menegaskan, aspirasi pemekaran ini sudah mengakar selama 75 tahun dan tidak bisa ditunda lagi.

“Saya sebagai Ketua PAPPSI sekaligus bagian dari Kemendagri akan berupaya sekuat mungkin untuk mengawal permohonan pemekaran provinsi baru ini agar segera terwujud,” tegas Hoiruddin dalam sambutannya.

Senada dengan Hoiruddin, Komjen Pol (Purn) Dr Saud Usman Nasution menyoroti pentingnya persatuan di tanah rantau. Ia menyebut, berkumpulnya ribuan perantau ini sebagai bukti nyata eksistensi dan kekompakan masyarakat Tabagsel.

“Singkirkan ego sektoral, mari kita bangun kampung halaman. Kita jaga kekompakan demi tujuan bersama, yakni berdirinya Provinsi Sumatera Tenggara,” ujar mantan Kepala BNPT tersebut.

Sementara itu, diplomat senior Bomer Pasaribu menekankan, selain perjuangan administratif, pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi harus menjadi prioritas utama dalam memajukan Bona Pasogit.

Hadirnya Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan para perantau. Acara ini juga dihadiri oleh deretan tokoh nasional asal Tabagsel, di antaranya Mulia P Nasution (Mantan Sekjen Kemenkeu), Samsir Siregar (Mantan Kepala BIN), Saud Usman Nasution (Mantan Kepala BNPT), Hoiruddin Hasibuan (Staf Khusus Kemendagri), dan Bomer Pasaribu (Diplomat RI).

Pertemuan akbar ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah pusat bahwa aspirasi pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak yang didukung penuh oleh lintas tokoh, akademisi, hingga praktisi di tingkat nasional. (adz)