Home Blog Page 8

Kritisi UU ASN, Penrad Siagian Sebut Status PPPK Picu Ketidakadilan Birokrasi

JAKARTA, SUMUT POS – Anggota Komite I DPD RI, Penrad Siagian, menyampaikan kritik keras terhadap implementasi Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menilai regulasi tersebut memicu diskriminasi status kepegawaian dan ketimpangan kesejahteraan yang tajam antar-daerah.

Kritik tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komite I DPD RI bersama Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas dan Prof. Dr. Agus Pramusinto di Gedung DPD RI, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Rapat ini agenda utamanya mengawasi implementasi serta menjaring masukan revisi UU ASN.

Penrad menyoroti pemisahan status antara ASN, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan PPPK paruh waktu sebagai bentuk ketidakadilan. Menurutnya, skema ini menciptakan perbedaan perlakuan yang nyata bagi sesama pelayan publik.

“Saya menangkap paradigma yang sangat tidak adil di undang-undang ini. Istilah ASN, P3K, lalu paruh waktu merupakan bentuk diskriminasi yang perlu direvisi,” ujar Penrad dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2026).

Ia mencontohkan adanya PPPK paruh waktu di daerah terpencil yang hanya menerima gaji Rp150.000 hingga Rp300.000 per bulan. Angka tersebut sangat timpang dibandingkan dengan pengabdian berat yang mereka lakukan di lapangan. Penrad mengusulkan agar seluruh aparatur negara disatukan dalam satu kategori ASN dengan skema kerja yang lebih adil.

Persoalan lain yang disoroti adalah penumpukan jumlah pegawai. Penrad menyebut lebih dari 60 persen ASN saat ini terkonsentrasi di Pulau Jawa dan wilayah perkotaan. Akibatnya, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) mengalami krisis tenaga kerja, terutama guru dan tenaga kesehatan.

“Di daerah 3T, kita lihat di satu sekolah gurunya relatif hampir tidak ada,” jelasnya. Ia mendesak revisi UU ASN ke depan memuat skema distribusi pegawai yang proporsional sesuai kebutuhan riil daerah.

Selain itu, Penrad mengkritik mekanisme rekrutmen nasional melalui BKN dan Kementerian PANRB yang dinilai terlalu terpusat. Akibatnya, formasi yang ditetapkan pusat sering kali tidak mengakomodasi usulan dan kebutuhan nyata pemerintah daerah.

Penrad juga menyebut penerapan sistem merit di kementerian dan lembaga saat ini masih belum berjalan sebagaimana mestinya. Penempatan pegawai dinilai belum sepenuhnya berbasis kompetensi dan keahlian, sehingga regulasi kepegawaian perlu dipetakan ulang.

Masalah kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan di luar Pulau Jawa turut menjadi catatan penutup. Kemampuan fiskal daerah yang berbeda menyebabkan ketimpangan pendapatan yang drastis antar-wilayah.

Sebagai solusi, Penrad mengusulkan penataan ulang skema belanja pegawai menggunakan standar nasional. Langkah ini diharapkan mampu menjamin keadilan pendapatan di seluruh pelosok Indonesia dan menciptakan sistem kepegawaian yang lebih adil. (adz)

Hiperteks: Eksplorasi Nilai Kearifan Lokal Melalui Iklan Model Pembelajaran Deep Learning di SMP Negeri 1 Halongonan Timur

UMN AL-WASHLIYAH: Penelitian Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMN Al-Washliyah di SMP Negeri 1 Halongonan Timur. (Istimewa/Sumut Pos)
UMN AL-WASHLIYAH: Penelitian Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMN Al-Washliyah di SMP Negeri 1 Halongonan Timur. (Istimewa/Sumut Pos)

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah melaksanakan penelitian dasar atau penelitian terapan pada April-Mei 2026.

Penelitian berjudul Hiperteks: Eksplorasi Nilai Kearifan Lokal Melalui Iklan Model Pembelajaran Deep Learning di SMP Negeri 1 Halongonan Timur. Penelitian ini didanai oleh UMN Al-Washliyah berdasarkan perjanjian pelaksanaan penugasan penelitian dosen tahun 2025.

Tim peneliti terdiri Rahmat Kartolo, M.Pd, Ph.D (ketua penelitian), Prof. Sutikno, M.Pd, Ph.D, Sutarini, S.Pd, M.Pd, Slamet Riadi dan Aita Maharani. Sedangkan Prof. Dr. Samsul Bahri, M.Si (kordinator research group) dan Dr. Alkausar Saragih, M.PdI (ketua LPPI).

Rahmat Kartolo, M.Pd, Ph.D kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (4/6) menjelaskan bahwa deep learning bukanlah konsep baru. Tetapi merupakan pendekatan pembelajaran yang fokus pada pemahaman yang lebih mendalam dan bermakna. Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif siswa melalui interaksi sosial dan emosional serta meningkatkan keterampilan seperti pemecahan masalah, inovasi dan kerja sama.

“Peneliti mengimplementasikan pembelajaran deep learning di SMP Negeri 1 Halongonan Timur pada materi teks iklan kelas VIII yang diintegrasikan dengan nilai kearifan lokal,” katanya.

Penelitian deskriptif, lanjutnya, merupakan strategi penelitian dimana didalamnya peneliti menyelidiki kejadian, fenomena kehidupan individu-individu dan meminta seseorang atau sekelompok individu untuk menceritakan kehidupan mereka.

“Siswa sangat antusias dengan pembelajaran berbasis teknologi. Karena hal tersebut, peneliti akan mengimplementasi pembelajaran digital yang diintegrasikan dengan kearifan lokal,” kata ketua tim peneliti.

Rahmat Kartolo, M.Pd, Ph.D menerangkan bahwa media pendukung digunakan adalah hiperteks yang mampu memadukan beberapa media sesuai kebutuhan. Bisa pula menyediakan link ke bagian-bagian lain yang bisa memperkaya atau memperdalam pemahaman siswa.

Sedangkan iklan, jelas ketua tim peneliti, menjadi sebuah jalan untuk menciptakan kondisi budaya atau sosial yang ideal dan menjadi seseorang seperti yang diinginkannya. “Siswa diberi tugas membuat iklan dengan unsur kearifan lokal,” katanya.

Ia menambahkan bahwa hasil penelitian ini menjadi dasar untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sesuai dengan kurikulum yang digunakan yaitu kurikulum nasional dengan pendekatan pembelajaran mendalam. (dmp)

Tingkatkan Layanan Kesehatan Mata, Gubsu Gandeng RS Mata Cicendo

TANDA TANGANI: Gubsu Muhammad Bobby Afif Nasution menandatangani Nota Kesepahaman antara Pemprovsu dengan RS Mata Cicendo Bandung, Rabu (3/6/2026). (Foto : Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut)
TANDA TANGANI: Gubsu Muhammad Bobby Afif Nasution menandatangani Nota Kesepahaman antara Pemprovsu dengan RS Mata Cicendo Bandung, Rabu (3/6/2026). (Foto : Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut)

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang jejaring pengampuan mata dengan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya layanan kesehatan mata.

Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (3/6/2026).

Gubernur Bobby Nasution mengatakan, kerja sama tersebut sejalan dengan program prioritas Pemprov Sumut di bidang kesehatan. Setelah memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, Pemprov Sumut kini fokus pada peningkatan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.

“Pemprov Sumut, hari ini salah satu program prioritas di bidang kesehatan yang pertama kali kami capai adalah bagaimana masyarakat Sumut bisa mengakses layanan kesehatan, sudah kami coba di awal masa jabatan kami. Hari ini setelah masyarakat mendapat layanan kesehatan, kami coba meningkatkan kualitas layanannya,” kata Bobby.

Menurut Bobby, peningkatan kualitas layanan kesehatan dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari pembenahan fasilitas kesehatan hingga penguatan kapasitas layanan rumah sakit.
“Kami coba memperbaiki baik fasilitas kesehatan itu sendiri seperti rumah sakit, Puskesmas, RSUD. Hari ini (nota kesepahaman) bagian dari pengoptimalan layanan rumah sakit, khususnya rumah sakit mata yang dimiliki Provinsi Sumut,” ujarnya.

Sebagai informasi, Rumah Sakit Mata Cicendo merupakan Pusat Mata Nasional yang menjadi rujukan pelayanan kesehatan mata di Indonesia.

Direktur Utama Rumah Sakit Mata Cicendo Antonia Kartika menjelaskan, program jejaring pengampuan mata difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dokter dan perawat mata di Sumut.

“Dan kita akan memulai, sebenarnya sudah dimulai beberapa waktu yang lalu untuk tahap satu, yaitu kita melakukan peningkatan dari basic science atau teori melalui zoom meeting. Dan besok kita akan melakukan workshop kepada dokter mata dari sekitar 49 rumah sakit di Sumatera Utara, dan juga perawat mata, dan sehari setelahnya kita akan melakukan pendampingan operasi katarak,” kata Kartika.

Selain peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, program pengampuan juga diarahkan untuk menekan angka kebutaan di Indonesia yang hingga saat ini masih tergolong tinggi.

Menurut Kartika, prevalensi kebutaan di Indonesia mencapai sekitar 3%. Karena itu, program pengampuan diharapkan mampu meningkatkan penanganan berbagai penyakit penyebab kebutaan.

“Kami melakukan pengampuan untuk menurunkan angka tersebut, terutama pada penyakit penyebab kebutaan seperti katarak, diabetik retinopati, glukoma dan lainnya,” kata Kartika.(san/ila)

Dukung Pemulihan Pertanian Daerah Irigasi Palas, SDA Sumut Tangani Tanggul Jebol di Balakka Sitokkon

PENANGANAN: Dinas SDA Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat melakukan penanganan terhadap tanggul jebol pada Daerah Irigasi Balakka Sitokkon yang berada di Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas. (Dok : Dinas SDA Sumut)
PENANGANAN: Dinas SDA Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat melakukan penanganan terhadap tanggul jebol pada Daerah Irigasi Balakka Sitokkon yang berada di Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas. (Dok : Dinas SDA Sumut)

MEDAN – Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat melakukan penanganan terhadap tanggul jebol pada Daerah Irigasi (DI) Balakka Sitokkon yang berada di Kecamatan Barumun, Kabupaten Padanglawas (Palas). Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan fungsi jaringan irigasi yang selama ini terganggu dan menghambat aktivitas pertanian masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas SDA Sumut, Ir Gibson Panjaitan ST MM, mengatakan penanganan darurat dilakukan atas arahan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Menurutnya, perbaikan tanggul menjadi salah satu prioritas karena berkaitan langsung dengan kebutuhan air bagi lahan pertanian warga.

“Atas arahan Bapak Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, kami langsung melakukan penanganan darurat pada tanggul Daerah Irigasi Balakka Sitokkon agar fungsi irigasi dapat segera dipulihkan,” ucap Gibson saat memberikan keterangan, Rabu (3/6/2026).

Dalam proses perbaikan, Dinas SDA Sumut menerapkan metode bronjong sebagai upaya memperkuat struktur tanggul sekaligus mengembalikan fungsi jaringan irigasi. Selain itu, pihaknya juga mengerahkan tenaga Operasi dan Pemeliharaan (OP) serta mendistribusikan material kawat bronjong guna mempercepat pekerjaan di lapangan.

“Penanganan dilakukan menggunakan metode bronjong. Hal ini dilakukan agar irigasi Balakka Sitokkon dapat kembali melayani kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat,” ujarnya.

Gibson menjelaskan, pekerjaan tersebut tidak dilakukan sendiri oleh pemerintah provinsi. Penanganan dilakukan secara kolaboratif bersama masyarakat setempat dan Pemerintah Kabupaten Palas agar proses perbaikan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.

“Pelaksanaan penanganan ini dilakukan secara kolaboratif bersama masyarakat dan Pemkab Palas. Kami berharap melalui sinergi seluruh pihak, kerusakan tanggul dapat segera teratasi sehingga aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali berjalan normal,” ucapnya.

Diketahui, tanggul DI Balakka Sitokkon mengalami kerusakan akibat diterjang derasnya aliran air pada awal tahun 2024. Kerusakan tersebut menyebabkan terganggunya pasokan air irigasi ke areal persawahan di sekitar lokasi.

Akibatnya, ratusan hektare lahan pertanian tidak dapat ditanami padi sehingga berdampak terhadap produktivitas pertanian masyarakat di wilayah tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah karena sektor pertanian merupakan salah satu penopang perekonomian masyarakat setempat.

Menurut Gibson, upaya pemulihan irigasi Balakka Sitokkon juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah tersebut sejalan dengan program pemerintah pusat untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Perbaikan ini merupakan bagian dari komitmen Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam memperkuat ketahanan pangan di Sumut sekaligus mendukung program Presiden Republik Indonesia menuju swasembada pangan nasional,” katanya.

Dengan percepatan penanganan yang dilakukan, pemerintah berharap distribusi air ke lahan pertanian dapat segera kembali normal sehingga para petani di Kabupaten Palas dapat kembali menggarap sawah mereka dan meningkatkan produksi padi yang sempat terganggu akibat kerusakan tanggul tersebut.(san/azw)

Program Pembinaan Kemandirian Wargabinaan, Lapas Binjai Panen Sayuran

PANEN SAYUR: Kalapas Binjai Mochamad Mukaffi saat panen sayur dalam program pembinaan kemandirian wargabinaan. (Humas Lapas Binjai/Sumut Pos)
PANEN SAYUR: Kalapas Binjai Mochamad Mukaffi saat panen sayur dalam program pembinaan kemandirian wargabinaan. (Humas Lapas Binjai/Sumut Pos)

Program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai kembali membuahkan hasil positif. Melalui pemanfaatan sistem pertanian hidroponik, jajaran Lapas Binjai bersama warga binaan berhasil melaksanakan panen raya berbagai jenis sayuran segar, mulai dari selada, sawi hingga pakcoy.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan ruang di lingkungan lapas tidak menghalangi upaya menciptakan kegiatan produktif yang bernilai ekonomi sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan.

Kepala Lapas Binjai Mochamad Mukaffi, mengatakan panen raya yang dilakukan merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menjalani masa pidana.

“Ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ruang bukan menjadi hambatan untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas, sehat, dan bernilai ekonomis,” ujar Mukaffi, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, warga binaan diberikan pelatihan budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik yang modern dan ramah lingkungan. Metode tersebut dipilih karena lebih efisien dalam penggunaan lahan, mudah diterapkan, serta mampu menghasilkan produk pertanian dengan kualitas yang baik.

Panen kali ini menghasilkan berbagai komoditas sayuran segar yang selama beberapa bulan terakhir dirawat secara intensif oleh warga binaan di bawah pendampingan dan pengawasan petugas lapas.

“Panen raya kali ini menghasilkan selada, sawi, dan pakcoy yang telah melalui proses perawatan secara intensif oleh warga binaan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran dan bekal keterampilan yang bermanfaat setelah mereka kembali ke tengah masyarakat,” katanya.

Mukaffi menilai program pembinaan kemandirian melalui budidaya hidroponik tidak hanya bertujuan menghasilkan produk pertanian, tetapi juga membentuk karakter warga binaan agar lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat untuk berkarya.

Ia pun mengapresiasi semangat dan kerja keras seluruh jajaran petugas serta warga binaan yang terlibat dalam program tersebut hingga mampu menghasilkan panen yang memuaskan.

“Panen raya ini merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan proses pembinaan yang berkelanjutan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh warga binaan melalui budidaya hidroponik dapat menjadi bekal yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat, sehingga mampu hidup mandiri dan produktif,” ujarnya.

Program pertanian hidroponik yang dijalankan Lapas Binjai juga sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong terciptanya pembinaan yang lebih humanis dan produktif di lingkungan pemasyarakatan.

Dengan keberhasilan panen raya tersebut, Lapas Binjai menunjukkan bahwa proses pemasyarakatan tidak sekadar menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga membuka peluang bagi warga binaan untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan masa depan yang lebih mandiri. (ted/ila)