MEDAN – Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat melakukan penanganan terhadap tanggul jebol pada Daerah Irigasi (DI) Balakka Sitokkon yang berada di Kecamatan Barumun, Kabupaten Padanglawas (Palas). Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan fungsi jaringan irigasi yang selama ini terganggu dan menghambat aktivitas pertanian masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas SDA Sumut, Ir Gibson Panjaitan ST MM, mengatakan penanganan darurat dilakukan atas arahan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Menurutnya, perbaikan tanggul menjadi salah satu prioritas karena berkaitan langsung dengan kebutuhan air bagi lahan pertanian warga.
“Atas arahan Bapak Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, kami langsung melakukan penanganan darurat pada tanggul Daerah Irigasi Balakka Sitokkon agar fungsi irigasi dapat segera dipulihkan,” ucap Gibson saat memberikan keterangan, Rabu (3/6/2026).
Dalam proses perbaikan, Dinas SDA Sumut menerapkan metode bronjong sebagai upaya memperkuat struktur tanggul sekaligus mengembalikan fungsi jaringan irigasi. Selain itu, pihaknya juga mengerahkan tenaga Operasi dan Pemeliharaan (OP) serta mendistribusikan material kawat bronjong guna mempercepat pekerjaan di lapangan.
“Penanganan dilakukan menggunakan metode bronjong. Hal ini dilakukan agar irigasi Balakka Sitokkon dapat kembali melayani kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat,” ujarnya.
Gibson menjelaskan, pekerjaan tersebut tidak dilakukan sendiri oleh pemerintah provinsi. Penanganan dilakukan secara kolaboratif bersama masyarakat setempat dan Pemerintah Kabupaten Palas agar proses perbaikan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
“Pelaksanaan penanganan ini dilakukan secara kolaboratif bersama masyarakat dan Pemkab Palas. Kami berharap melalui sinergi seluruh pihak, kerusakan tanggul dapat segera teratasi sehingga aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali berjalan normal,” ucapnya.
Diketahui, tanggul DI Balakka Sitokkon mengalami kerusakan akibat diterjang derasnya aliran air pada awal tahun 2024. Kerusakan tersebut menyebabkan terganggunya pasokan air irigasi ke areal persawahan di sekitar lokasi.
Akibatnya, ratusan hektare lahan pertanian tidak dapat ditanami padi sehingga berdampak terhadap produktivitas pertanian masyarakat di wilayah tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah karena sektor pertanian merupakan salah satu penopang perekonomian masyarakat setempat.
Menurut Gibson, upaya pemulihan irigasi Balakka Sitokkon juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah tersebut sejalan dengan program pemerintah pusat untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Perbaikan ini merupakan bagian dari komitmen Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam memperkuat ketahanan pangan di Sumut sekaligus mendukung program Presiden Republik Indonesia menuju swasembada pangan nasional,” katanya.
Dengan percepatan penanganan yang dilakukan, pemerintah berharap distribusi air ke lahan pertanian dapat segera kembali normal sehingga para petani di Kabupaten Palas dapat kembali menggarap sawah mereka dan meningkatkan produksi padi yang sempat terganggu akibat kerusakan tanggul tersebut.(san/azw)

