Home Blog Page 801

Sekarang Bisa Nabung Mulai dari Rp1 di Aplikasi GoPay

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – GoPay dan Bank Jago kini mempermudah pengguna untuk bisa menabung di aplikasi GoPay melalui GoPay Tabungan by Jago.

GoPay Tabungan by Jago adalah produk tabungan dari Bank Jago yang tersedia di dalam aplikasi GoPay dan menawarkan berbagai jenis rekening sesuai dengan kebutuhan pengguna, mulai dari pembayaran sehari-hari hingga menabung untuk masa depan.

Berdasarkan data Bank Indonesia tahun 2021, terdapat 97 juta orang dewasa di Indonesia yang masuk ke dalam kategori unbanked atau tidak memiliki akun di bank.

Menurut riset Bank Dunia (Global Findex Database 2021) sejumlah tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia diantaranya lokasi bank yang cukup jauh, keterbatasan uang, dan biaya administrasi yang mahal.

Lewat GoPay Tabungan by Jago, pengguna bisa menabung mulai dari Rp1 serta menikmati saldo yang bertumbuh, tanpa biaya administrasi bulanan. Selain itu, GoPay Tabungan by Jago diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia, serta saldo pengguna dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Andreas Santopen, Head of Banking and Financial Management GoPay, mengatakan, “Tidak lagi hanya untuk pembayaran, GoPay terus melengkapi layanan untuk membantu pengguna mengatur keuangan dengan lebih baik. Melalui GoPay Tabungan by Jago, sekarang pengguna bisa mengakses produk tabungan dengan mudah di dalam aplikasi GoPay.”

“Hal ini sejalan dengan misi GoPay dalam memberikan akses layanan keuangan bagi masyarakat luas, khususnya mereka yang belum memiliki akses ke layanan perbankan,” tambah Pen.

Berdasarkan data LPS pada 2022, rasio simpanan terhadap produk domestik bruto di Indonesia berada di angka 38,38%, yang artinya masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menabung. Rasio ini berada di bawah negara tetangga, termasuk Filipina (77,74%), Malaysia (122,59%), Thailand (135,69%) dan Singapura (141,14%). 

Rendahnya rasio tersebut dapat disebabkan oleh keterbatasan dana atau minimnya kebiasaan menabung di kalangan masyarakat.

Irene Santoso, Head of Customer Value Management Bank Jago, mengungkapkan, “Sebagai bank berbasis teknologi yang tertanam dalam ekosistem digital, Bank Jago terus memperdalam kolaborasi strategis dengan GoPay melalui GoPay Tabungan by Jago. Kami berkomitmen untuk terus memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses produk tabungan serta menambahkan fitur-fitur yang berguna bagi masyarakat untuk menumbuhkan kebiasaan menabung.” 

GoPay Tabungan by Jago menawarkan tiga jenis rekening tanpa minimum saldo maupun biaya administrasi bulanan, antara lain:

  • Rekening Utama untuk pembayaran sehari-hari, di mana pengguna dapat menikmati:
      • Saldo yang bertumbuh dengan bunga 2,5% per tahun.
      • Gratis transfer ke mana saja melalui aplikasi GoPay.
      • Bayar dan top up di mana saja.
  • Rekening Utama Syariah untuk pembayaran sehari-hari dengan prinsip Syariah, yang:
      • Menggunakan Akad Wadiah yang sesuai dengan fatwa DSN-MUI dan disupervisi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS).
      • Gratis transfer ke mana saja melalui aplikasi GoPay.
      • Bayar dan top up di mana saja.
  • Rekening Simpanan untuk tabungan fleksibel, dimana pengguna bisa menyisihkan dana untuk kebutuhan mendatang dengan:
    • Saldo yang bertumbuh dengan bunga 3,75% per tahun.
    • Menabung mulai dari Rp 1. 
    • Bisa ditarik kapan saja, tanpa dikenakan biaya.

Untuk menikmati kemudahan menabung di GoPay Tabungan by Jago, pengguna cukup download aplikasi GoPay di Google Play Store atau App Store dan aktivasi GoPay Tabungan by Jago. Proses aktivasi GoPay Tabungan by Jago pun dapat dilakukan secara singkat, hanya dalam dua menit.

Informasi lebih lanjut mengenai langkah aktivasi ke GoPay Tabungan by Jago, dapat diakses melalui tautan ini.(sih)

Bawa 45 Kg Sabu, 6 Terdakwa Terancam Hukuman Mati

SIDANG: Enam terdakwa kasus sabu menjalani sidang secara virtual di PN Medan, Rabu (31/1/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Enam terdakwa kasus narkotika jenis sabu seberat 45 Kg terancam hukuman mati, dalam sidang virtual di ruang Kartika, Rabu (31/1/2024).

Keenam terdakwa yakni, Safrizal (31) Mahadir Muhammad (27), Mhd Rahmad (37), Tgk Mansur (50), Nasrun alias Agam (40) keempatnya merupakan warga asal Aceh serta Nur Fadli (42) warga Medan Sunggal.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Febrina Sebayang dalam dakwaannya mengatakan, kasus ini berawal saat tim Polda Sumut terlebih dahulu mengamankan Luthfi (berkas tersendiri) di Bandara Internasional Kuala Namu (KNIA), Deliserdang, menyita barang bukti sabu seberat 6 kg dan dilakukan pemeriksaan.

“Sabu tersebut diperolehnya dari seorang pria bernama Aris (DPO). Tim Anti Narkoba Polda Sumut kemudian mendapat informasi Aris berada di sekitar Kota Langsa, Aceh. Selanjutnya, tim menggerebek sebuah mobil Daihatsu berwarna silver yang diduga digunakan Aris,” beber JPU.

Namun yang diamankan, lanjut jaksa, di dalam mobil terdakwa Safrizal dan Mahadir Muhammad dengan membawa 2 karung BB berisi kristal putih seberat 40 kg dan 5 bungkus bening total 5 kg dengan upah Rp135 juta.

“Saat pengembangan, menyusul penangkapan terdakwa Mhd Rahmad dan Tgk Mansur yang mengendarai mobil Suzuki Splash warna putih saat hendak menerima sabu dari Safrizal dan Mahadir Muhammad di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur,” katanya.

Saat diinterogasi, keduanya mengaku diinstruksikan oleh terdakwa Nasrun alias Agam untuk menerima sabu dari terdakwa Safrizal yang rencananya akan diantar ke penerima terdakwa Nur Fadli di kawasan Kota Langsa dengan menggunakan mobil Toyota Vios warna hitam.

“Tim mengembangkan lebih lanjut dan belakangan diketahui Nur Fadli mengaku disuruh oleh Nasrun alias Agam yang merupakan warga binaan (napi) di Lembaga Pemasyarakatan Negara (Rutan) Kelas I Medan, untuk menerima sabu yang akan diantar ke Lampung,” urainya lagi.

Lebih lanjut, kata JPU, setelah berkoordinasi dengan pihak berwajib, narapidana diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

“Para terdakwa disangkakan dengan Pasal 112 ayat (2) atau Pasal 114 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 55 ayat 1 KUHP, dengan ancaman maksimal hukuman mati,” pungkasnya. Majelis hakim kemudian melanjutkan sidang, dengan mendengarkan saksi mahkota. (man/ram)

Datangkan Ganjar Pranowo, Warga Kampung Nelayan Kurnia Apresiasi Paul Baja

DAMPINGI: Ketua TPD Ganjar-Mahfud Sumut, Paul Baja M Siahaan terus dampingi Capres Ganjar Pranowo saat melakukan orasi politik di Lapangan Astaka Jalan Pancing, Kabupaten Deliserdang, Minggu (28/1/2024). (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO — Warga Kampung Nelayan Kurnia Lingkungan VIII, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Paul Baja M Siahaan selaku Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud Sumatera Utara. Sebab telah memfasilitasi pertemuan secara langsung dengan Calon Presiden Republik Indonesia, Ganjar Pranowo, Minggu (28/1/2024).

Bagi mereka, kehadiran Ganjar yang diusung oleh PDI-P, PPP, Partai Perindo, dan Partai Hanura tersebut bukan sekadar memberi solusi atas kompleksitas permasalahan kaum nelayan maupun buruh. Kemudian Ganjar Pranowo adalah capres pertama yang mau hadir langsung ke kampung tersebut.

“Saya mewakili seluruh warga masyarakat Kampung Nelayan Kurnia Kelurahan Belawan Bahari mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Paul Baja M Siahaan. Beliau adalah salah satu orang di balik layar yang mampu menghadirkan langsung Bapak Ganjar Pranowo ke kampung kami,” ujar warga Kampung Nelayan Bahari, B Naibaho, Rabu (31/1/2024).

“Ganjar Pranowo adalah satu-satunya capres yang pernah datang ke tempat kami. Pada 2009, Bapak Boediono juga pernah ke Kampung Nelayan Kurnia dalam kapasitasnya sebagai cawapres kala itu. Tapi untuk capres, Pak Ganjar yang pertama kali dalam sejarah kampung. Tentu ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” katanya sembari tersenyum.

Padahal menurutnya sedari awal pihak panitia telah menentukan lokasi pertemuan Ganjar Pranowo dengan warga kampung nelayan di Kecamatan Medan Labuhan. Namun setelah ditinjau ulang oleh TPN Ganjar-Mahfud, TKD Sumut, dan sejumlah pengurus gabungan partai politik, lokasi kegiatan akhirnya diputuskan di tempat mereka.

“Ya, jadi dari Jakarta (TPN) dan TPD Sumut menganggap bahwa lokasi sebelumnya itu tidak representatif. Kemudian saya dihubungkan ke mereka untuk mempersiapkan acara di Kampung Nelayan Kurnia,” ujar pria yang sehari-harinya menjadi pedagang solar tersebut.

“Lalu saya diminta mengundang sedikitnya 3.000 warga untuk dapat hadir dan bertemu langsung dengan Pak Ganjar untuk mencurahkan permasalahan mereka, dan itu mendapat sambutan luar biasa,” sambung B Naibaho.

Lebih lanjut diungkapkannya, bahwa terselenggaranya pertemuan warga mereka dan sekitarnya tersebut sepenuhnya berkat dukungan dari TPD Ganjar-Mahfud Sumut yang dikomandoi Paul Baja M Siahaan.

“Tapi saya sedih sekali tidak melihat Pak Paul Baja M Siahaan berada di atas panggung bersama Pak Ganjar Pranowo. Saya pun tidak tau kalau dia hadir. Taunya saat adik saya mengirimkan fotonya bersama Pak Paul Baja lewat WhatsApp. Barulah saya tau kalau beliau benar-benar hadir,” katanya.

Menurutnya, warga mereka sangat terkesan dan bahagia dapat bertatap muka langsung dengan pria berambut putih tersebut. Apalagi terjadi interaksi yang intens untuk menjawab banyak persoalan kaum nelayan, kaum buruh, dan pekerja informal yang hadir dalam kegiatan itu.

“Kami optimis dengan kehadiran Pak Ganjar di Kampung Nelayan Kurnia, beliau akan meraih sampai 70 persen suara dibanding kedua paslon capres lainnya. Apalagi yang bawakan Bapak Paul Baja Siahaan yang sama kita ketahui sudah banyak berbuat untuk masyarakat Belawan selama ini. Kemudian didukung oleh partai PDI-P. Bobby Nasution saja dulu menang telak di kampung kami hampir 98 persen suaranya,” pungkasnya.

Pertemuan dengan kaum nelayan, buruh, dan pekerja informal di Kelurahan Belawan Bahari dan sekitarnya tersebut merupakan rangkaian dari kampanye akbar terbuka capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Selain blusukan, Ganjar-Mahfud secara aplusan melakukan orasi politik dari panggung ke panggung. Seperti di ‘Hajatan Rakyat’ Lapangan Astaka, Jalan Pancing, lalu di Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Asahan, sebelum akhirnya terbang ke Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menutup rangkaian kampanye akbar pada hari itu. (map)

Wabup Serdangbedagai Adlin Tambunan Terima Kunjungan Tim BPK RI

KUNJUNGAN: Wabup Sergai H. Adlin Tambunan didampingi sekdakab Sergai H Faisal Hasrimy saat terima kunjungan BPK RI.

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Serdangbedagai (Wabup Sergai) H. Adlin Tambunan menerima kehadiran Tim Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dalam rangka pemeriksaan internal atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Sergai T.A. 2023, di ruang kerjanya di Komplek Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Rabu (31/1/2024).

Wabup Adlin Tambunan mengucapkan selamat datang kembali ke Kabupaten Sergai kepada Tim BPK RI yang kali ini diwakili oleh Ketua Tim Khairul Aulad.

Adlin Tambunan menyebut tahun lalu Kabupaten Sergai berhasil memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Itu merupakan kali kelima secara berturut-turut Sergai diganjar opini WTP.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPK RI yang telah memberi opini WTP kepada Pemkab Sergai,” kata Wabup Sergai.

Dirinya berharap besar hasil pemeriksaan atas LKPD Sergai tahun ini sama baiknya dengan tahun lalu bahkan agar ditingkatkan lebih baik lagi.

“Saya imbau seluruh pihak terkait, mulai dari Kepala OPD, Bendahara Penerimaan dan Pengeluaran serta semua yang terlibat di dalam kegiatan ini untuk bekerjasama dengan baik bersama tim Pemeriksa BPK RI dan memperhatikan hal-hal penting,” ucap Adlin Tambunan.

Sementara itu Ketua Tim BPK RI Khairul Aulad menyebut selama 25 hari ke depan dirinya dan tim akan melakukan pemeriksaaan internal terhadap kas, aset tetap, belanja barang-jasa, dan belanja modal.

“Kami berharap agar perwakilan BPK RI dan Pemkab Sergai dapat menjalin kerjasama yang baik agar pemeriksaan ini berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan ini di antaranya Sekdakab Sergai M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, dan perwakilan OPD terkait. (fad/ram)

Bapenda Kota Medan Mulai Distribusikan SPPT PBB Sebanyak 534 Ribu WP Tahun 2024

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna memaksimalkan percepatan realisasi capaian target Pajak Bumi Bangunan (PBB) tahun 2024, Pemko Medan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) telah mulai mendistribusikan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) kepada Wajib Pajak (WP) sejak akhir Januari 2024.

Pendistribusian SPPT dilakukan berkolaborasi dengan pihak UPT, Kecamatan, Kelurahan dan Kepala Lingkungan (Kepling).

“Kita harapkan dengan diterimanya SPPT lebih awal, maka WP akan terbantu melakukan percepatan pembayaran dan mengetahui jumlah besaran kewajibannya. Perlu diingat bahwa pajak bukanlah beban, tetapi kewajiban,” ucap Kepala Bidang BPHTB dan PBB Bapenda Kota Medan, Sutan Partahi, Rabu (31/1/2024).

Menurut Sutan didampingi Kordinator regional Hendra Asmilan dan Sektim Heri Suparjan Pasaribu, pendistribusian SPPT PBB di Januari untuk memaksimalkan penerimaan PAD dari sektor PBB.

“Jika tahun 2023 di bulan April, tahun 2024 ini pembagian SPPT kita percepat dalam upaya memaksimalkan hasil lebih baik,” ujarnya.

Diterangkannya, pihaknya sudah membuat target untuk realisasi capaian perolehan PBB di Triwulan I, bahkan selanjutnya Triwulan II, III dan IV.

“Kita berharap dukungan dari semua pihak agar capaian PBB dapat terealisasi. PBB untuk biaya pembangunan Kota Medan,” katanya.

Disampaikannya, adapun jumlah SPPT PBB yang didistribusikan Tahun 2024 ini adalah sebanyak 534.000 WP. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2023 yang berjumlah 524.000 WP. Penambahan objek pajak baru itu bersumber dari penerbitan pemecahan PBB lama dan pendirian bangunan baru.

“Itu pun kami tetap berupaya mencari potensi PBB yang lainnya,” terang Sutan.

Tahun ini, pihaknya akan melakukan langkah-langkah untuk memaksimalkan capaian target dengan meningkatkan imbauan dan sosialisasi kepada WP, melakukan Pojok PBB ditempat keramaian, mendatangi WP dan memberi sanksi, serta menjalin kerjasama dengan Kejari Medan.

“Mungkin tahun ini akan diberlakukan regulasi dengan adanya juru sita bagi objek yang menunggak pajak,” ungkapnya.

Sedangkan untuk WP bagi ASN Pemko Medan, Sutan mengaku Bapenda telah melakukan kerjasama dengan BKD agar membantu realisasi percepatan pembayaran PBB.

“Nantinya, ASN jajaran Pemko Medan supaya ikut memberikan kesadaran bagi keluarganya dan handai tolan membayar PBB tepat waktu,” sebutnya.

Diakui Sutan, masih banyak WP PBB yang menunggak di Tahun 2023 dan tahun sebelumnya. Untuk itu, Bapenda Kota Medan tetap akan memberikan keringanan dan menyerap aspirasi terkait alasan menunggak.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Medan, Hendri Duin Sembiring, mendukung langkah Bapenda Kota Medan yang telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Medan dari sektor PBB. Salah satunya, dengan mempercepat pendistribusian SPPT PBB.

“Semakin cepat SPPT PBB dibagikan semakin baik, jadi masyarakat tahu berapa besaran PBB yang harus dibayar. Bila ingin mengajukan keringanan biaya, bisa diajukan lebih cepat juga, dengan begitu realisasi PBB bisa lebih cepat tercapai,” ucap Duin kepada Sumut Pos, Rabu (31/1/2024).

Dikatakan Duin, meningkatnya jumlah WP dan objek pajak di tahun 2024 juga diharapkan dapat meningkatkan jumlah pendapatan daerah dari sektor PBB.

“Kita harapkan Bapenda Kota Medan bisa terus menggali potensi objek pajak yang baru. Karena Kota Medan ini kota besar, pembangunan di Kota Medan berjalan dengan pesat, bangunan bertumbuh dengan cepat, artinya objek pajak juga meningkat signifikan dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Politisi PDI Perjuangan Kota Medan itu berharap agar Bapenda Kota Medan dapat terus meningkatkan upaya penagihannya kepada wajib pajak. Khususnya kepada Wajib Pajak yang masih menunggak di Tahun 2023 dan tahun-tahun sebelumnya.

“Mumpung masih di awal tahun dan PBB tahun 2024 belum jatuh tempo, maka sebaiknya Bapenda Kota Medan dapat berfokus untuk melakukan penagihan kepada wajib pajak yang masih menunggak di tahun 2023 dan tahun-tahun sebelumnya. Bapenda bisa berkolaborasi dengan aparat penegak hukum seperti Kejari Medan dalam melakukan penagihan tersebut,” pungkasnya.
(map/ram)

Polres Tebingtinggi Gagalkan Peredaran 10 Kg Sabu Dan 30 Ribu Ekstasi Jaringan Internasional

JELASKAN: Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon didampingi Waka Polres Kompol Asrul Robert Sembiring ketika memaparkan tertangkap pelaku membawa narkoba Internasional.

TEBINTINGGI, SUMUTPOS CO- Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon memimpin pelaksanaan press release pengungkapan kasus peredaran gelap narkotika jaringan internasional Malaysia Indonesia, di aula Kamtibmas Polres Tebingtinggi, Jalan Pahlawan Kota Tebingtinggi, Rabu (31/1/2024).

Turut hadir dalam kegiatan Waka Polres Tebingtinggi Kompol Asrul Robert Sembiring, Kasat Narkoba AKP Wisnugraha, Kasi Humas AKP Agus Arianto dan personel Sat Narkoba Polres Tebingtinggi.

Dalam keterangan Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon bahwa penangkapan dipimpin langsung Kasat Narkoba AKP Wisnugraha bersama dengan beberapa personel Sat Narkoba dengan mendatangi lokasi di Jalan Lintas Sumatera Desa Perlompongan Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan.

Menurutnya, sebelumnya petugas Sat Narkoba melakukan pengintaian kepada pelaku berinisial AR (34) dengan alamat Rokan Hilir Provinsi Riau, yang merupakan pelaku peredaran gelap narkotika jaringan internasional Malaysia Indonesia sejak tahun 2023 lalu.

“Sabtu (27/1/2024) sore, petugas menerima informasi akan adanya transaksi narkotika dengan jumlah skala besar. Petugas mendatangi lokasi di Jalan Lintas Sumatera Desa Perlompongan Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan dan melakukan pengintaian,” jelas AKBP Andreas Luhut.

Pada saat itu, petugas Sat Narkoba melihat sebuah mobil warna silver yang berada di parkiran sebuah rumah makan yang dikemudikan pelaku. Kemudian dilakukan penggeledahan kepada pelaku dan barang bawaan pelaku yang ada di dalam mobil.

“Setelah dilakukan penggeledahan, petugas berhasil menemukan sebanyak 10 bungkus plastik warna cokelat emas berisi narkotika jenis sabu dengan berat sekitar 10 kilogram dan 6 bungkus plastik transparan berisi narkotika jenis ekstasi warna cokelat sekitar 30 ribu butir dari dalam sebuah tas jinjing,” sebut Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya.

Sedangkan pelaku AR mengaku bahwa dia mendapat barang tersebut dari seseorang yang ada di Kabupaten Labuhan Batu Utara, pelaku juga mengaku baru pertama sekali mengantarkan narkotika jenis sabu dan ekstasi tersebut, dengan diimingi uang Rp15 juta bila pelaku berhasil mengantarkan barang tersebut ke Kota Medan.

Usai melakukan penangkapan, kemudian petugas membawa pelaku dan seluruh barang bukti berupa 10 bungkus sabu, 6 bungkus ekstasi, 1 buah tas jinjing merk Atto, handphone android, handphone dan 1 unit mobil daihatsu xenia ke Mapolres Tebingtinggi untuk pemeriksaan secara intensif.

“Dari penangkapan tersebut, bila diestimasikan, Polres Tebingtinggi berhasil menyelamatkan sekitar ratusan ribu jiwa dari kejahatan narkoba. Pengungkapan kasus ini, merupakan wujud nyata Polres Tebingtinggi dalam memberantas peredaran gelap narkoba, seperti dengan program prioritas Kapolda Sumut, Narkotika Musuh Bersama,” tegasnya.

Sedangkan kepada pelaku lainnya kini Polres Tebingtinggi masih melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut kepada siapa narkotika jenis sabu dan ekstasi didapat. (ian/ram)

Pemko Binjai Salurkan Bantuan Pangan Beras

BANTUAN: Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah saat menyerahkan bantuan beras cadangan pangan pemerintah kepada penerima.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Bantuan cadangan pangan pemerintah mulai disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima di Kota Binjai. Penyaluran bantuan cadangan pangan pemerintah tahun 2024 ini disalurkan langsung oleh Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah. Penyaluran berlangsung di Kantor Pos Binjai, Jalan Sutomo Nomor 25, Rabu (31/1/2024).

Bantuan pangan ini merupakan program Badan Pangan Nasional melalui Perum Bulog yang disalurkan dinas terkait ke seluruh wilayah di Indonesia.

Untuk kota rambutan, bantuan beras akan disalurkan ke 5 kecamatan di Kota Binjai dengan jumlah penerima sebanyak 16.394 sasaran. Amir menyatakan, pemberian bantuan beras cadangan pangan pemerintah ini merupakan bentuk perhatian.

Juga sekaligus komitmen dari pemerintah yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan bantuan beras ini bisa membantu masyarakat kita dalam menghadapi naiknya harga bahan pokok termasuk beras. Diharapkan juga melalui program penyaluran cadangan beras ini dapat memberikan bantuan kongkrit kepada masyarakat Kota Binjai dalam menghadapi tantangan pangan dan membantu memperkuat ketahanan pangan di daerah,” ujarnya. (ted/ram)

Indosat Rilis Film Pendek ‘Jaga Raya’, Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Lewat Kampanye Tanam Oksigen

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan lewat kampanye Tanam Oksigen. Kampanye yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan ancaman kerusakan lingkungan tersebut hadir melalui karya film pendek sains fiksi berjudul Jaga Raya.

Melalui film pendek ini, Indosat mengambil langkah proaktif mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk memahami peran penting mangrove sebagai biofilter polusi dan penghasil oksigen. Film pendek ini tayang secara eksklusif di saluran YouTube resmi Indosat Ooredoo Hutchison.

Steve Saerang, SVP – Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan, Kampanye Tanam Oksigen melalui film pendek sains fiksi Jaga Raya menjadi cerminan tanggung jawab Indosat Ooredoo Hutchison terhadap keberlanjutan lingkungan melalui edukasi pentingnya keberadaan mangrove dalam ekosistem lingkungan.

“Kami yakin kehadiran film pendek ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus berkontribusi dalam menjaga udara bersih secara berkelanjutan di bumi dengan kemasan yang menarik dan mudah diterima masyarakat,” ujarnya.

Produksi film pendek yang berkolaborasi dengan Hatma Creative Agency dan Migunani Creative Cult mengisahkan tentang keprihatinan seorang peneliti biologi bernama Raya. Di dunia multiverse, Raya menjadi salah satu korban dari kondisi lingkungan yang sudah buruk dan tercemar.

Namun kegigihannya mengalahkan rasa sakit yang diderita dengan tetap meneliti benih mangrove untuk dibawa ke masa sekarang oleh kekasihnya bernama Jaga. Hal tersebut dilakukan dengan harapan dapat mencegah terjadinya situasi kerusakan lingkungan yang sedang terjadi di dunia paralel mereka.

Upaya Jaga dan Raya untuk mencegah kerusakan bumi di masa depan tidak dapat mereka lakukan berdua saja, melainkan harus menjadi kepedulian semua pihak.

Melalui program Tanam Oksigen, masyarakat juga dapat berpartisipasi langsung melalui ioh.co.id/tanamoksigen dengan melakukan pembelian bibit mangrove seharga Rp80.000 per pohon. Tanam Oksigen didedikasikan untuk mencegah punahnya udara bersih akibat masifnya emisi karbon dioksida, dengan cara mengembalikan dan melindungi ekosistem mangrove di hutan Indonesia yang keberadaannya semakin terancam.

Saat ini, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki hutan mangrove seluas 3,36 juta, dan sebanyak 326 ribu Ha di antaranya berada di Kalimantan Utara. Menurut data yang dilansir dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa setiap tahunnya 99% penduduk dunia menghirup udara berpolusi, dan emisi karbon dioksida telah mencapai rekor tertinggi pada tahun 2022 lalu. Keberadaan udara bersih semakin langka, dan Indosat ingin mengajak masyarakat untuk berkontribusi dengan melakukan aksi nyata.

Saksikan film pendek sains fiksi Jaga Raya di kanal YouTube Indosat Ooredoo Hutchison dan bergabung bersama Indosat di ioh.co.id/TanamOksigen untuk berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di Indonesia. (rel/ram)

PLN dan Pemerintah Kota Medan Dukung Penambahan Infrasturktur Kendaraan Listrik di Le Polonia Hotel Medan

Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution (tengah) di dampingi Senior Manager Perencanaan Moses Allo (kanan) dan General Manager Hotel Le Polonia meresmikan Charging Station di halaman parkir Hotel Le Polonia (30/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komitmen PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara dalam pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Sumatera Utara terus dilakukan.
Kali ini, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara Bersama Pemerintah Kota Medan meresmikan Charging Station yang dibangun secara swadaya oleh Hotel Le Polonia Medan pada Selasa (30/1/2024).

Peresmian Charging Station ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi Senior Manager Perencanaan Moses Allo dan General Manager Le Polonia Hotel Medan Handoko. Usai menggunting pita, Wali Kota Medan beserta rombongan meninjau Charging Station dan melakukan pengisian kendaraan Listrik.

Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan pemerintah Kota Medan terus mendorong para stakeholder untuk menyediakan stasiun pengisian kendaraan listrik seperti yang dilakukan oleh Hotel Le Polonia. Pemerintah Kota Medan bersama para stakeholder akan terus mendorong percepatan pembangunan fasilitas pendukung kendaraan listrik di Sumatera Utara khususnya di Kota Medan.

“Apresiasi kepada Hotel Le Polonia yang memberikan fasilitas Charging Station bukan hanya untuk pengunjung hotel saja, namun fasilitas Charging Station ini dapat digunakan oleh masyarakat umum pemilik kendaraan Listrik,” kata Bobby.

Bobby Nasution menambahkan penggunaan Charging Station ini masih free (gratis), tentunya fasilitas ini dapat bermanfaat bagi masyarakat pengguna kendaraan listrik dalam melakukan pengisian baterai.

“Kita menargetkan pertumbuhan Charging Station seperti ini dapat terus dilakukan khususnya di tempat fasilitas umum seperti Hotel, Mall dan Cafe. Artinya masyarakat bisa nongkrong sambil mengisi baterai kendaraan listriknya,” jelas Bobby.

General Manager Hotel Le Polonia Handoko menjelaskan bahwa tersedianya _Charging Station di hotel bertujuan untuk mendukung program pemerintah terkait percepatan penggunaan kendaraan listrik atau energi ramah lingkungan. Diakuinya Charging Station yang ada di hotel ini juga didukung oleh PLN UID Sumatera Utara.

“Dengan adanya Charging Station ini merupakan wujud terhadap program pemerintah. Artinya kami mendukung penggunaan energi ramah lingkungan dan kami percaya program ini senantiasa akan berkembang di Kota Medan,” jelas Handoko.

Dalam wawancara terpisah, General Manager PLN UID Sumatera Utara Awaluddin Hafid menyampaikan PLN berkomitmen untuk terus mendukung tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik. Hal tersebut dilakukan agar memberikan kenyamanan bagi masyarakat untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan ramah lingkungan.

“Layanan Charging Station ini di inisiasi langsung oleh Hotel Le Polonia. Kami mengajak para pengelola perhotelan, pengelola mall, pengelola café dan fasilitas umum lainnya untuk turut mendukung program pemerintah menuju Net Zero Emission di tahun 2060 dengan memperbanyak stasiun pengisian kendaraan Listrik. Apa yang dilakukan Hotel Le Polonia merupakan langkah nyata dukungannya terhadap program Net Zero Emission,” pungkas Awaluddin. (Ila)

PLN UID Sumatera Utara Imbau Jarak Aman Pemasangan Alat Peraga Kampanye

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menghimbau agar peserta pemilu 2024 tidak memasang alat peraga kampanye di instalasi kelistrikan baik di tiang, gardu distribusi, atau dekat jaringan distribusi karena berpotensi menimbulkan bahaya kelistrikan bagi masyarakat.

General Manager PLN UID Sumatera Utara Awaluddin Hafid menjelaskan selama masa kampanye Pemilu 2024, banyak alat peraga kampanye berupa bendera, baliho, maupun umbul-umbul yang dipasang di tempat umum, termasuk di dekat jaringan listrik (30/1/2024).

“Kami mengimbau agar peserta pemilu 2024 tidak memasang alat peraga kampanye di tiang listrik atau gardu distribusi karena akan berpotensi bahaya listrik ketika tersentuh jaringan,” ujar Awaluddin.

Awaluddin menambahkan selama masa kampanye Pemilu 2024, banyak alat peraga kampanye berupa bendera, baliho, maupun umbul-umbul yang dipasang di tempat umum. Oleh karena itu, ia mengimbau agar pemasangan alat peraga kampanye memperhatikan jarak aman dengan jaringan Listrik.

“Saat melakukan pemasangan alat peraga kampanye aga memperhatikan jarak aman dengan kabel dan instalasi listrik demi keamanan dan keselamatan masyarakat. jarak aman antara APK dengan jaringan PLN kurang lebih 2,5 meter dari kabel tegangan menengah, sedangkan jarak dari kabel tegangan rendah kurang lebih satu meter,” tambah Awaluddin.

Awaluddin menekankan bahwa potensi bahaya yang ditimbulkan akibat alat peraga kampanye yang menempel pada jaringan listrik adalah korsleting listrik sampai bahaya ledakan dan kebakaran.

Apabila masyarakat menemukan potensi bahaya kelistrikan atau memerlukan layanan kelistrikan, PLN juga menghimbau masyarakat untuk dapat melaporkannya melalui aplikasi PLN Mobile. (ila)