27 C
Medan
Tuesday, April 14, 2026
Home Blog Page 81

KA Putri Deli Jadi Primadona di Momentum Nataru, Okupansi Tembus 110 Persen

MELONJAK: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumut mencatat lonjakan okupansi luar biasa hingga menyentuh angka 110 persen pada jadwal favorit KA Putri Deli selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.(ISTIMEWA)
MELONJAK: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumut mencatat lonjakan okupansi luar biasa hingga menyentuh angka 110 persen pada jadwal favorit KA Putri Deli selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.(ISTIMEWA)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara mencatat lonjakan okupansi luar biasa hingga menyentuh angka 110 persen pada jadwal favorit KA Putri Deli selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Tingginya angka keterisian ini terlihat nyata pada keberangkatan pukul 14.00 WIB dari Medan dan 12.35 WIB dari Tanjung Balai yang mengangkut 700 penumpang dari kapasitas 636 kursi berkat adanya pergerakan penumpang dinamis antarstasiun.

Plt Manager Humas Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo menegaskan, tren ini menjadi bukti kepercayaan publik yang sangat tinggi terhadap keandalan kereta api saat musim liburan.

“Hingga saat ini, total 58.970 tiket atau sekitar 86 persen dari total kapasitas 68.688 tempat duduk telah ludes terpesan oleh masyarakat yang ingin berwisata maupun bertemu sanak saudara,” ungkap Anwar saat memberikan keterangannya, Minggu (21/12).

Pencapaian ini sekaligus mempertegas kehadiran nyata pemerintah dalam menyediakan aksesibilitas yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat melalui skema subsidi (PSO). Dengan tarif yang sangat terjangkau sebesar Rp27.000, subsidi tersebut menjadi instrumen penting untuk menjamin mobilitas rakyat tanpa mengesampingkan standar kenyamanan serta ketepatan waktu perjalanan.

Kehadiran KA Putri Deli kini telah bertransformasi lebih dari sekadar alat transportasi, melainkan menjadi urat nadi yang merajut konektivitas antara enam wilayah administratif di Sumatera Utara. “Kami melihat kereta api ini sebagai jembatan ekonomi yang menghubungkan pusat kota dengan kabupaten, mulai dari Deli Serdang hingga Asahan, guna menghidupkan geliat UMKM di sepanjang lintasannya,” jelas Anwar.

Perjalanan sejauh 175 kilometer ini terbukti efektif menggerakkan roda perekonomian daerah melalui distribusi orang dan jasa yang lebih cepat serta efisien. Dampak ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar stasiun pemberhentian yang kini semakin terintegrasi dalam satu ekosistem transportasi yang solid.

Bagi masyarakat yang belum memiliki tiket, KAI mengingatkan agar segera merencanakan perjalanan mengingat ketersediaan kursi yang terus menipis di puncak musim libur ini. “Kami mengimbau pelanggan untuk menggunakan aplikasi Access by KAI. Prosesnya jauh lebih mudah, bisa dilakukan di mana saja tanpa perlu mengantri atau datang langsung ke stasiun,” tutup Anwar.(san/adz)

Bupati Dairi Pimpin Rapat Laporan Keuangan Pemkab

PIMPIN RAPAT: Bupati Dairi Ir Vickner Sinaga memimpin exit meeting Tim BPK dihadiri Kepala BPK Paula Henry Simatupang di Pendopo Bupati, Jumat (19/12).SUMUT POS/istimewa.
PIMPIN RAPAT: Bupati Dairi Ir Vickner Sinaga memimpin exit meeting Tim BPK dihadiri Kepala BPK Paula Henry Simatupang di Pendopo Bupati, Jumat (19/12).SUMUT POS/istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Ir Vickner Sinaga didampingi Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala memimpin exit meeting tim pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi Sumatera Utara (Prosu). Kegiatan dihadiri Kepala BPK Sumut, Paula Henry Simatupang yang berlangsung di Pendopo Bupati Dairi, Jumat (19/12).

Dilansir di akun media sosial Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, Bupati Dairi, Ir Vickner Sinaga menegaskan, bahwa Pemkab Dairi berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan BPK secara sungguh-sungguh.

“Tepat waktu dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sebagai wujud penerapan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” kata Vickner.

Sementara itu, Paula Henry Simatupang menyampaikan, exit meeting merupakan tahapan pemeriksaan interim atas laporan keuangan Pemkab Dairi yang bertujuan menyamakan persepsi atas hasil pemeriksaan yang dilakukan.

Paula juga menekankan pentingnya tindak lanjut rekomendasi seluruh perangkat daerah. Ia juga mengapresiasi kerja sama dan keterbukaan.
Paula berharap kualitas pengelolaan keuangan daerah dapat terus meningkat ke depannya.

Dalam kegiatan itu, hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Dairi Surung Charles Lamhot Bantjin, para staf ahli dan asisten, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Dairi. (rud/azw).

Kunker ke Boronadu, Nisel, Gibran Tinjau Pembangunan Jembatan

TINJAU: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau pembangunan jembatan gantung di Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nisel, didampingi Gubernur Sumut dan Wakil Bupati Nisel. (Istimewa)
TINJAU: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau pembangunan jembatan gantung di Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nisel, didampingi Gubernur Sumut dan Wakil Bupati Nisel. (Istimewa)

NISEL, SUMUTPOS.CO – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Nias Selatan (Nisel) untuk meninjau pembangunan jembatan gantung di Kecamatan Boronadu, Minggu (21/12).

Gibran pun melihat langsung kondisi geografis Sungai Gomo, dan jembatan yang selama ini menjadi satu-satunya jalur penghubung vital bagi masyarakat setempat. Ketergantungan warga terhadap penyeberangan manual ini, dinilai berisiko tinggi, terutama saat musim hujan.

Dalam keterangannya, Gibran menegaskan, pembangunan jembatan di Boronadu bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan kebutuhan mendesak demi keselamatan warga dan keberlanjutan aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

“Saya telah meminta rencana pembangunan jembatan tersebut segera ditindaklanjuti secara terpadu, dengan memperhatikan kondisi geografis dan aspek keselamatan,” ungkap Gibran.

Gibran juga menekankan, Sungai Gomo yang kerap meluap dan menyebabkan terputusnya akses antarwilayah, berpotensi mengisolasi sedikitnya empat desa di seberang sungai, sekaligus membatasi mobilitas harian warga. Dan dampak paling nyata dirasakan di sektor pendidikan. Karena sekitar 60 persen siswa SMKN 1 Boronadu diketahui bermukim di seberang Sungai Gomo, dan sangat bergantung pada jalur penyeberangan tersebut. Ketika air sungai meningkat, kegiatan belajar mengajar kerap terganggu, karena siswa tidak dapat menyeberang dengan aman.

Selain pendidikan, aktivitas ekonomi masyarakat juga terdampak. Jalur Sungai Gomo menjadi akses utama distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok. Terputusnya akses berarti terhentinya pergerakan barang dan jasa, yang secara langsung memukul perekonomian warga desa.

Dalam kunker ke Nisel, Gibran didampingi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution. Keduanya sepakat, wilayah dengan keterbatasan akses membutuhkan perhatian khusus melalui pembangunan infrastruktur dasar yang tepat sasaran.

Gibran juga menekankan pentingnya perencanaan matang agar jembatan gantung yang dibangun benar-benar aman, tahan terhadap kondisi alam, dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Dia meminta agar seluruh pihak terkait bersinergi, mulai dari pemerintah daerah hingga kementerian teknis.

“Infrastruktur seperti jembatan ini harus dirancang dengan serius, bukan hanya dibangun, tapi juga menjamin keselamatan dan manfaat jangka panjang,” tegasnya.

Menurut Gibran, kehadiran negara harus dirasakan secara nyata oleh masyarakat, terutama di daerah terpencil dan rawan terisolasi. Dia menilai, pembangunan jembatan di Boronadu akan menjadi simbol konkret kehadiran negara dalam menjawab persoalan mendasar warga. (eri/saz)

Hibur Anak-anak Korban Banjir, Kesdam I/BB Gelar Trauma Healing

TRAUMA HEALING: Kesdam I/BB saat menggelar kegiatan trauma healing di Panti Asuhan Al Wasliyah Pulo Brayan, Medan Deli, Sabtu (20/12).
TRAUMA HEALING: Kesdam I/BB saat menggelar kegiatan trauma healing di Panti Asuhan Al Wasliyah Pulo Brayan, Medan Deli, Sabtu (20/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kesehatan Daerah Militer I/Bukit Barisan (Kesdam I/BB) menggelar trauma healing dengan metode Psychological First Aid (PFA) terapi aktivitas kelompok bagi anak-anak korban banjir yang terjadi beberapa pekan lalu. Kegiatan ini berlangsung di Panti Asuhan Al Wasliyah Pulo Brayan, Medan Deli, Sabtu (20/12).

Kegiatan tersebut dilaksanakan Kesdam I/BB bersama Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ranting 5 Kesehatan Cabang IV PD I/BB sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap pemulihan kesehatan mental dan psikososial anak-anak pascabencana.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap mengatakan, trauma healing dilakukan melalui berbagai aktivitas interaktif seperti mendongeng, bermain bersama, dan menggambar. “Pendekatan ini bertujuan membantu anak-anak mengurangi trauma, mengekspresikan emosi secara positif, serta menumbuhkan kembali rasa aman dan kepercayaan diri,” ujarnya, Minggu (21/12).

Adapun, kegiatan ini didampingi tenaga profesional, yakni psikiater Mayor Ckm dr Ivan Paulus SpKJ, MARS dan Psikolog Retno Artanti, psikolog yang secara aktif membimbing dan mendampingi anak-anak selama proses pemulihan psikologis berlangsung.

Selain pendampingan psikologis, jelas Asrul, Kesdam I/BB juga menyalurkan bantuan kepada para peserta berupa perlengkapan mandi, alat tulis, meja belajar portabel, mainan anak, serta 130 kotak makanan ringan.

“Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan sehari-hari sekaligus memotivasi anak-anak untuk kembali beraktivitas secara positif,” tandasnya. (Dwi)

Satlantas Polres Sergai di 2026, Komitmen Tingkatkan Pelayanan Prima, Akuntabel, dan Bebas Calo

LAYANI: Personel Satlantas Polres Serdangbedagai sedang melayani permohonan pembuatan SIM.(Tomi Sanjaya/Sumut Pos)
LAYANI: Personel Satlantas Polres Serdangbedagai sedang melayani permohonan pembuatan SIM.(Tomi Sanjaya/Sumut Pos)

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Serdangbedagai (Sergai) berkomitmen terus meningkatkan pelayanan sebagai Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) kepada masyarakat pada 2026 nanti. Mereka terus menciptakan pelayanan publik yang prima, akuntabel, dan bebas dari praktik percaloan.

Hal ini disampaikan Kasatlantas Polres Sergai AKP Fauzul Arasy di Mako Satlantas Polres Sergai, Jalan Lintas Sumatera, Sergai, Jumat (19/12) lalu. Dia menjelaskan, saat ini Satlantas Polres Sergai yang merupakan Satpas Surat Izin Mengemudi (SIM) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), terus menerapkan pengendalian dalam pelayanan pembuatan SIM, mulai dari pengawasan internal, penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), hingga pemanfaatan teknologi digital.

“Satlantas Polres Sergai terus memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat dalam pembuatan SIM,” ungkap Fauzul.

Fauzul juga mengatakan, tujuan pelayanan prima tersebut, untuk memastikan layanan berjalan lancar, cepat, transparan, dan bebas dari percaloan. Menurutnya, komponen utama sistem pengendalian tersebut, pertama adalah Standar Operasional Prosedur (SOP). Setiap Satpas wajib memiliki dan menerapkan SOP yang terperinci sebagai acuan dalam bertindak. SOP ini mencakup seluruh alur proses, mulai dari pendaftaran, ujian teori (menggunakan sistem AVIS/e-AVIS), ujian praktik, hingga penerbitan SIM.

“SOP ini bersifat internal dan eksternal, digunakan untuk mengukur kinerja petugas dan menilai akuntabilitas pelayanan di mata masyarakat,” jelas Fauzul.

Kedua, lanjut Fauzul, melakukan pengawasan internal dan eksternal. Pengawasan internal dilakukan secara berjenjang oleh pimpinan dan unit pengawasan internal, seperti Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) di tingkat Polres.

“Pengawasan ini bertujuan untuk mendisiplinkan petugas dan menindak pelanggaran seperti pungli atau percaloan,” tegasnya.
Untuk pengawasan eksternal, masyarakat dan lembaga eksternal, seperti Ombudsman RI dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), juga berperan dalam mengawasi pelayanan melalui saluran pengaduan dan evaluasi standar pelayanan publik.

Ketiga adalah pemanfaatan teknologi digital. Polri mengadopsi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi, sekaligus mengurangi interaksi langsung yang berpotensi terjadinya praktik korupsi. Sistem Ujian Elektronik (AVIS/e-AVIS) menggunakan komputer untuk ujian teori, memastikan penilaian yang objektif dan mengurangi intervensi manusia.

Keempat yakni evaluasi kinerja dan kualitas pelayanan. Kinerja pelayanan dievaluasi secara berkala dengan mengacu pada standar pelayanan yang telah ditetapkan. Evaluasi ini dapat menggunakan model seperti CIPP (Context, Input, Process, Product) untuk mengidentifikasi masalah dan melakukan perbaikan berkelanjutan.

“Hasil evaluasi digunakan untuk memberikan pelatihan bagi petugas serta memberlakukan sistem reward and punishment,” beber Fauzul.
Dan kelima, pendekatan humanis dan edukasi. Setiap petugas Satpas juga didorong untuk memberikan pendampingan dan arahan yang jelas kepada pemohon, terutama yang baru pertama kali mengurus SIM, untuk memastikan mereka memahami prosedur dan mengurangi kebingungan.

“Pendekatan ini merupakan bagian dari implementasi program Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, Berkeadilan) dalam meningkatkan kepercayaan publik,” pungkas Fauzul. (omi/saz)

Sambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Angsapura Kembali Salurkan Bantuan ke Tujuh Panti Asuhan

BANTUAN: Yayasan Sosial Angsapura Medan menyalurkan bantuan ke tujuh panti asuhan di Kota Medan dan sekitarnya pada Hari Jumat (19/12) dan Sabtu (20/12).(ISTIMEWA)
BANTUAN: Yayasan Sosial Angsapura Medan menyalurkan bantuan ke tujuh panti asuhan di Kota Medan dan sekitarnya pada Hari Jumat (19/12) dan Sabtu (20/12).(ISTIMEWA)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyambut Hari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Yayasan Sosial Angsapura (Yasora) Medan kembali menyambangi dan menyalurkan bantuan kepada tujuh panti asuhan di Kota Medan dan sekitarnya. Bantuan tersebut disalurkan selama dua hari, yakni Jumat (19/12) dan Sabtu (20/12).

Sejumlah Pengurus Yayasan Sosial Angsapura Medan yang turut dalam penyaluran bantuan tersebut, yakni Ketua Umum Dr Ir Fuad Halimoen MM, Plt Ketua Membidangi Organisasi dan Humas Lim Hok Lai ST, Ketua Membidangi Sosial dr Sudimin Sumarto, Ketua Membidangi Kesehatan dr Lolianto, Kabid Balai Persemayaman Angsapura (BPA) Tanda Selamat ST MKom, Wakabid II BPA Handy Halim, Wakabid Tempat Persemayaman Angsapura (TPA) Andres Kennedi, Wakabid III Pemeriksaan dan Keuangan Sabaruddin Sjarifuddin, dan Wakabid IV Pemeriksaan dan Keuangan Suyarta Cokro Ng SE.

Ketujuh panti asuhan yang mendapatkan bantuan yakni Panti Asuhan Kasih Murni Teladan Jalan Saudara Ujung, Panti Asuhan Kasih Nurani Jalan Pengabdian II Laut Dendang, Panti Asuhan Anugerah Kasih Abadi Jalan Pelaksanaan Pancing Percut Seituan, Panti Asuhan Cahaya Jasmin Indonesia Jalan Damar II Pulo Brayan Darat II, Panti Asuhan Lima Bintang Jalan Matahari Raya Helvetia, Panti Asuhan Dorema Nusantara Jalan Abd Kadhin Harun Nuh Tanjung Gusta, dan Panti Asuhan Sameri Anak Bangsa Jalan Pacar I Medan Tuntungan.

Adapun bantuannya berupa beras 100 Kg, kacang hijau 25 Kg, gula 10 Kg, mie instan 10 kotak, minyak goreng 1 duz (12 bungkus), telur 5 papan, deterjen 6 bungkus, pasta gigi 15 pcs, sikat gigi 12 pcs, handuk 12 pcs, sabun mandi 12 pcs, pembersih lantai 6 pcs, karbol 6 pcs, bedak Caladine 6 Pcs, minyak kayu putih 40 ml 1 lusin 12 pcs, bingkisan Natal 37 bungkus dan uang sekolah Desember 2025 Rp557.500.

Ketua Umum Yayasan Sosial Angsapura Medan Dr Ir Fuad Halimoen MM mengatakan, Angsapura tidak sepenuhnya bisa memenuhi kebutuhan anak-anak di panti asuhan. Namun, bantuan yang diberikan bisa membantu sebagian kebutuhan yang bisa meringankan beban pengurus dan anak panti asuhan.

“Ini bentuk solidaritas dan kepedulian Keluarga Besar Angsapura Medan dalam menyambut hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru. Saya berharap, anak-anak di panti asuhan tidak sepenuhnya tergantung dari bantuan orang lain, namun suatu saat kelak bila berhasil menjadi orang yang sukses dan mapan, juga bisa seperti Angsapura memberikan bantuan yang sama. Selamat Hari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” kata Fuad Halimoendalam siaran pers yang diterima, Minggu (21/12)

Sementara Ketua Membidangi Sosial dr Sudimin Sumarto menjelaskan, pemberian bantuan ini seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni dalam rangka hari besar keagamaan menyambut Natal dan Tahun Baru. Tahun ini, bantuan yang diberikan masih tetap seperti tahun sebelumnya yaitu 7 panti asuhan yang ada di Kota Medan dan sekitarnya.

“Dari penyaluran bantuan terdapat jumlah dan item yang berbeda dari satu panti dengan panti asuhan lainnya. Hal itu dikarenakan penyesuaian jumlah anak yang ada di panti asuhan serta kebutuhan yang ada di panti asuhan masing-masing tersebut,” jelas Sudimin.

Ia berharap, perbedaan bantuan tersebut tidak menjadi beban dan pemikiran yang negatif dari berbagai pengurus panti asuhan. Intinya, kata Sudimin, Angsapura tetap akan mengakomodir segala kebutuhan dan permintaan pengurus panti. “Tapi, dengan catatan bahwa permintaan tersebut masih wajar-wajar dan sesuai dengan kesanggupan dan kemampuan Keluarga Besar Yayasan Sosial Angsapura,” tegas Sudimin.

Murniwati Zebua selaku Pimpinan Panti Asuhan Kasih Murni Teladan Medan mewakili sejumlah pengurus panti asuhan, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Keluarga Besar Angsapura Medan yang masih mau peduli dan masih mau berbagi kasih terhadap panti asuhan yang diasuhnya. “Pemberian ini tentu tidak bisa kami membalasnya.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kesehatan, umur yang panjang, serta kesuksesan terus menaungi Yayasan Sosial Angsapura Medan. Teruslah menebar kebaikan, sehingga anak-anak panti asuhan terus tumbuh dan berkembang sesuai keinginan kita bersama, menjadi orang sukses yang bisa mengikuti aksi peduli dan mau berbagi seperti Yayasan Sosial Angsapura,” pungkasnya. (ila/adz)

Banjir Terjang Rumah hingga Roboh di Sei Lepan Langkat, Masyarakat Masih Ngungsi

Kondisi rumah masyarakat korban banjir di Desa Harapan Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Langkat yang hancur dihantam derasnya arus air. (Istimewa/Sumut Pos)
Kondisi rumah masyarakat korban banjir di Desa Harapan Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Langkat yang hancur dihantam derasnya arus air. (Istimewa/Sumut Pos)

STABAT, SUMUTPOS.CO – Masyarakat pada satu desa di Kecamatan Sei Lepan, Langkat, masih mengungsi hingga tiga pekan berlalu musibah banjir. Di Kecamatan Sei Lepan, dilaporkan ada 14 desa dan kelurahan yang terdampak banjir.

Namun kini, dilaporkan sudah surut. Pun begitu, masyarakat pada satu desa masih mengungsi.

Camat Sei Lepan, M Iqbal mengungkapkan alasan masyarakat masih mengungsi. “Hanya satu desa saja yang masih ada pengungsi, itu dari Desa Harapan Makmur,” ungkap Iqbal, akhir pekan kemarin.

Musibah banjir merusak rumah masyarakat Desa Harapan Makmur. Arus air yang deras itu juga menghanyutkan puing-puing rumah, pasca dihantam banjir.

Dia menyebut, masyarakat dari Desa Harapan Makmur mengungsi bukan karena banjir yang masih merendam. Namun, banyak rumah masyarakat yang sudah hancur.

“Itu alur sungai yang keluar, lokasinya di perbatasan Sei Lepan dan Brandanbarat,” bebernya.

Pemerintah saat ini juga tengah fokus kepada rumah korban banjir yang rusak dihantam banjir bandar tersebut. Hal tersebut agar mereka mendapatkan tempat tinggal yang layak huni.

“Hari ini kami fokuskan ke situ dulu, dan membantu logistik. Kemudian yang menjadi perhatian kami yang lainnya yaitu di Desa Lama untuk menutup bedungan yang pecah,” kata Iqbal.

“Kalau ini makin pecah, air akan masuk sampai ke Kecamatan Babalan. Apalagi kondisi cuaca saat ini hujan rintik-rintik,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUTR Langkat, Khairul Azmi menjelaskan, pihaknya mulai memperbaiki infrastruktur pasca bencana. “Untuk kegiatan infrastruktur pasca bencana mana yang bisa kita tangani, pasti ditangani. seperti jembatan sementara, dan tanggul-tanggul yang kecil yang pecah,” ujarnya.

Selebihnya, kata Azmi, karena keterbatasan dana di Langkat, pemkab telah memproses pengajuan Jitu Pasca Bencana (Jitupasna), untuk mengambil dana rehabilitasi pasca bencana. “Mungkin proses dalam satu bulan ini harus selesai, insya allah anggarannya turun antara bulan Februari dan Maret 2026,” ujar Azmi.

“Tapi tanggul-tanggul yang kecil itu akomodir sama pemda, sedangkan yang besar tanggungjawab pusat,” pungkasnya. (ted)