Home Blog Page 835

Pemko Binjai Gelar RKPD 2025, Fokus Tingkatkan SDM dan Ekonomi

PIMPIN: Wali Kota Binjai Amir Hamzah saat pimpin Forum Konsultasi Publik RKPD 2025 di Aula Balai Kota Binjai, baru-baru ini.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemko Binjai menggelar forum konsultasi publik RKPD 2025 di Aula Balai Kota Binjai, belum lama ini. Ini dilakukan sebagai langkah awal dalam penyusunan program pemerintah 2025.

Wali Kota Binjai, Amir Hamzah menyatakan, pelaksanaan forum konsultasi publik merupakan rangkaian tahapan yang dilaksanakan dalam penyusunan perencanaan pembangunan tahunan sebelum perumusan rancangan akhir RKPD.

“Forum konsultasi publik ini merupakan satu metode perencanaan dengan pendekatan partisipatif yang dilaksanakan dengan melibatkan pemangku kepentingan,” ungkap Amir.

Adapun arah kebijakan pembangunan Pemko Binjai 2025, yakni perwujudan masyarakat Kota Binjai yang sejahtera, maju, berbudaya, dan religius. Dari hal tersebut, terdapat empat program prioritas, yakni terwujudnya pelayanan publik yang prima, pemantapan kapasitas SDM, pemantapan kapasitas dan daya saing ekonomi, serta terwujudnya masyarakat yang religius hingga berbudaya.

“Dari keempat program prioritas, yang paling menjadi perhatian kita adalah sumber daya manusia dan ekonomi. Sehingga tema yang kita usung pada RKPD 2025 adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia inovatif dan ekonomi inklusif,” tegas Amir.

Untuk memenuhi prinsip program prioritas, Amir berpesan, penyusunan RKPD 2025 lebih fokus kepada pemenuhan target kinerja kegiatan yang terkait dengan prioritas daerah, serta memberikan daya ungkit, sehingga berdampak langsung bagi masyarakat Kota Binjai.

“Saya berharap konsultasi publik ini benar-benar menjadi wadah untuk menjaring aspirasi dan masukan dari seluruh pemangku kepentingan. Mari kita bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi dalam mewujudkan Binjai yang lebih maju, berbudaya, dan religius,” pungkasnya. (ted/saz)

Berikan Rasa Aman, Polisi Jaga Kebaktian Minggu

JAGA: Personel Polres Tanah Karo saat melakukan pengamanan di depan gereja jajaran Kecamatan Kabanjahe.

KARO, SUMUTPOS.CO – Untuk memberikan rasa aman kepada warga yang beribadah, personel Polres Tanah Karo melaksanakan pengamanan di sejumlah gereja jajaran Kecamatan Kabanjahe.

Kegiatan pengamanan ini, juga dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, untuk melaksanakan pelayanan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman di tempat ibadah.

Kapolres Tanah Karo, AKBP Wahyudi Rahman, melalui Padal Pengamanan, Iptu Tina Parhusip menyampaikan, pengamanan di gereja dilaksanakan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, khusunya kepada umat Nasrani yang sedang melaksanakan ibadah.

“Tujuannya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaat gereja. Selain itu untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar gereja,” ungkap Tina.

Pengamanan ibadah, lanjut Tina, dilaksanakan secara rutin setiap Minggu, ataupun acara kebesaran umat Nasrani, dan agama lainnya.

“Harapan kami, agar umat Nasrani dapat melaksanakan ibadahnya dengan khitmad, karena adanya pengamanan yang dilakukan oleh anggota kepolisian,” pungkasnya. (deo/saz)

Wujudkan Pemilu Damai, Eddy: Moderasi Beragama Sangat Penting

DIABADIKAN: Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu diabadikan bersama Ketua Komisi 2 DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung, saat berkunjung ke Pondok Pesantren Sidikalang, Sabtu (20/1).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menegaskan, moderasi beragama sangat penting menjelang pelaksanaan Pemilu 14 Februari 2024 nanti. Menurutnya, pembinaan lewat moderasi beragama, akan meningkatkan pemahaman umat secara individu, sebuah perbedaan. Dengan begitu, Pemilu yang damai dan bergembira bisa terwujud.

Hal itu disampaikan Eddy di hadapan ratusan santri, saat menggelar kunjungan ke Pondok Pesantren Sidikalang, bersama Ketua Komisi 2 DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Sabtu (20/1) lalu.

Eddy juga mengatakan, membumikan moderasi beragama dibutuhkan pemahaman dan kolaborasi yang seragam antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama.

“Langkah ini penting dalam membangun harmoni keberagaman dan pemahaman keagamaan dalam masyarakat. Sebab hal inilah kunci kerukunan,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan, Pemilu merupakan sarana integrasi bangsa. Artinya, Pemilu menjadi pemersatu bangsa. Karena itu, menurutnya, tanpa pemilu, semuanya bisa tercerai berai.

Kepada para santri, Eddy berpesan, peran pemuda merupakan hal penting dalam mensukseskan Pemilu 2024. Pemuda harus cerdas dalam bertindak serta selektif dalam memilih pemimpin.

“Pemuda yang cerdas tidak boleh bersikap ikut arus dan oportunis. Jadi, melalui pembinaan umat ini, menjadi momentum penting untuk menyatukan tekad seluruh pemimpin, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, untuk menjaga kerukunan beragama dan menyukseskan Pemilu mendatang,” harapnya.

Ketua Komisi 2 DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung mengharapkan, supaya tidak menpolitisitasi agama. Namun, bentengilah umat dari politisasi agama.

“Ini tugas bersama kita. Sampaikan hal positif ini di masjid, gereja, vihara, dan pura, damai itu indah. Kita harus sepakat, rukun adalah budaya kita. Maka kita bisa hidup dalam kondisi apapun,” pungkasnya. (rud/saz)

Perbaikan Drainase Terus Dilakukan, Warga Medan Denai Masih Keluhkan Masalah Banjir

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Medan Denai menyampaikan keluhan tentang banjir yang kerap terjadi hingga saat ini dan belum juga dituntaskan. Padahal, pembangunan drainase telah dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan.

Hal itu disampaikan Imran, warga Jalan Pelajar Ujung pada Reses Sidang I Tahun Anggaran 2024 yang digelar Anggota DPRD Medan Dedy Aksyari Nasution ST di Jalan Menteng Raya, Lingkungan 17, Kelurahan Binjai, Medan Denai tepatnya disamping bantaran Sungai Denai, Minggu (21/1/2024).

“Masalah drainase di kelurahan Binjai, parit sulang salingnya arah buangan ke tempat kami jalan pelajar, jadi banjir,” kata Imran dalam reses yang dihadiri Anggota DPR-RI Fraksi Gerindra, Romo H.R. Muhammad Syafii, perwakilan Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, dan ratusan masyarakat tersebut.

Sementara, Erawati warga lingkungan 18 Kelurahan Binjai menanyakan cara untuk mengurus BPJS Kesehatan PBI yang dibiayai oleh pemerintah karena ia belum mendapatkannya.

Warga lainnya, Anwar Tanjung mengeluhkan masalah lampu penerangan jalan yang ada di lingkungan 17 agar dipasang. Begitu juga dengan Mardiah warga Jalan Bromo yang mengeluhkan masalah pembuatan KK dan KTP.

Menanggapi aspirasi warga, Dedy Aksyari Nasution mengatakan di tahun 2020, warga di kawasan Medan Amplas juga mengeluhkan hal serupa tentang banjir. Bahkan, air sampai setinggi dada orang dewasa.

“Setelah saya sampaikan ke dinas terkait agar dilakukan perbaikan drainase segera, Alhamdulillah saat ini banjir tidak terjadi lagi. Persoalan pak Imran juga nanti kita teruskan ke Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan agar segera diperbaiki drainase dan mengevaluasi pekerjaan yang dilakukan. Saya juga mengimbau masyarakat menjaga kebersihan parit sulang saling dari sampah, jangan buang sampah sembarangan,” ujarnya.

Mengenai BPJS PBI, Dedy Aksyari menyebutkan kuota sudah habis, namun DPRD Medan bersama Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution telah meluncurkan program Universal Health Coverage (UHC), sehingga warga cukup menunjukan KTP sudah bisa berobat bahkan saat emergency.

Untuk Mardiah, Dedy Aksyari Nasution mengaku siap membantu pembuatan akte, KK/KTP setiap warga, termasuk Mardiah.

“Silakan nantinya ke rumah aspirasi sehingga bisa untuk membuatnya,” saran Dedy Aksyari Nasution yang kembali maju sebagai calon anggota legislatif periode 2024-2029 dari Dapil IV Kota Medan meliputi Medan Amplas, Medan Denai, Medan Kota dan Medan Area.

Menanggapi persoalan lampu jalan, Dedy mengaku akan meminta ke Dishub Medan untuk segera memasang lampu jalan di lingkungan 17.

Sebelumnya, Anggota DPR-RI Fraksi Gerindra Romo H. R. Muhammad Syafii yang hadir dalam kegiatan reses itu menyampaikan tentang wawasan kebangsaan dan persoalan hukum. Raden Muhammad Syafii yang biasa dipanggil Romo ini memaparkan, setiap warga negara akan dilindungi oleh hukum.

Bahkan selama menjadi wakil rakyat di DPR-RI, dirinya bersama Romo Center telah mengadvokasi 3.000 perkara hukum yang dialami masyarakat, dan itu semua dapat dituntaskan sehingga mendapatkan rasa keadilan.

Ia pun meminta warga untuk menaati hukum yang berlaku, dimana setiap pelanggaran pasti ada sanksi yang diterima.

“Sebagai wakil rakyat, tentunya sudah merupakan kewajiban saya untuk memberikan perlindungan bagi warga yang membutuhkan bantuan hukum maupun permasalahan lainnya yang menyangkut nasib rakyat mulai dari masalah sosial, kesehatan dan pendidikan,” tutupnya. (map)

Daihatsu Terios 7 Wonders Nikmati Keindahan Danau Tolire dan Pantai Jikomalamo

SUMUTPOS.CO – Sebagai salah satu program ikonik petualangan khas untuk mengeksplorasi kekayaan alam dan ragam budaya nusantara, Daihatsu melalui program Terios 7 Wonders melakukan eksplorasi pesona keindahan alam Maluku Utara pada 14-19 Januari 2024.

Selain untuk mempromosikan keindahan dan pesona Indonesia, program ini sekaligus membuktikan ketangguhan Daihatsu Terios dalam melintasi berbagai kondisi medan jalan di Indonesia.

Setelah mengunjungi 5 destinasi Wonders sebelumnya, tim ekspedisi kembali melanjutkan ekspedisi menuju 2 destinasi terakhir, yaitu WONDERS 6: Danau Tolire Besar dan Kecil dan WONDERS 7: Pantai Jikomalamo.

Pada WONDERS 6, Danau Tolire Besar dan Kecil merupakan dua perairan yang memukau yang terletak di Pulau Ternate, Maluku Utara. Kedua danau ini memiliki keunikan dan pesona masing-masing. Pada Danau Tolire Besar merupakan danau air tawar yang terletak di kawah gunung berapi. Keindahan danau ini ditambah dengan latar belakang Gunung Gamalama yang megah. Air danau yang tenang menciptakan pantulan indah dari gunung di sekitarnya, memberikan pemandangan yang mempesona. Danau Tolire Besar juga dihiasi oleh hutan tropis yang lebat di sekelilingnya, menciptakan atmosfer alam yang menenangkan.

Sedangkan Danau Tolire Kecil berjarak tak jauh dari Danau Tolire Besar, yakni sekitar satu kilometer. Danau ini juga menawarkan pesona yang menakjubkan. Dikelilingi oleh pepohonan hijau dan vegetasi alami, danau ini menciptakan suasana damai dan asri.

Kedua danau ini juga dihubungkan oleh kanal kecil yang menambah keindahan panoramanya. Kedua Danau ini juga memiliki nilai histori dan budaya, karena dikelilingi oleh legenda dan cerita rakyat lokal yang memberikan kedalaman lebih pada pengalaman berkunjung.

Selanjutnya, tim Ekspedisi menuju destinasi terakhir pada WONDERS 7, yaitu Pantai Jikomalamo. Pantal Jikomalamo tak hanya menampilkan pemandangan yang memukau dengan kejernihan air lautnya, tetapi juga menawarkan keindahan terumbu karangnya. Terumbu karang yang memiliki variasi warna dan hidup di bawah permukaan laut menambah daya tarik lebih bagi para pengunjung.

Keragaman hayati laut yang melimpah di sekitar terumbu karang ini menciptakan pengalaman menyelam yang luar biasa, menjadikan Pantai Jikomalamo destinasi yang sempurna bagi para penyelam atau penggemar keindahan bawah laut. Dengan gabungan keindahan pantai dan kehidupan laut yang melimpah.

Tak heran, pantai ini menjadi salah satu tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi dalam menikmati keutuhan pesona alam di Maluku Utara.

Sebagaimana diketahui, petualangan Terios 7 Wonders tahun ini memasuki tahun ke-11, setelah sebelumnya sukses menjelajahi area Sumatera pada tahun 2012; disusul Jawa (2013); Sulawesi (2014); Kalimantan (2015); Flores (2016); Maluku Utara (2017); Maluku Selatan (2018); Bengkulu, Pontianak, dan Kolaka (2019); Kalimantan Timur, Sumba, dan Baubau (2022); serta Nusa Tenggara Barat (2023).(rel/han)

JNE Jalin Kerja Sama dengan Venambak dan Wanadri, Tingkatkan Kualitas Penambak Indonesia

FOTO BERSAMA: Perwakilan JNE dan perwakilan Vanembak foto bersama di sela-sela penan-datangan kerja sama.

SUMUTPOS.CO – Tantangan perekonomian yang dihadapi tahun 2024 dinilai akan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Oleh karena itu, seluruh sektor pendukung perekonomian harus melakukan langkah percepatan dan pemanfaatan teknologi untuk mencapai target yang diinginkan.

JNE sebagai Perusahaan asli Indonesia melakukan penandatanganan kerja sama Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dengan salah satu perusahaan rintisan Indonesia di bidang Teknologi Akuakultur cerdas iklim, Venambak.

Dalam kerja sama ini pun turut melibatkan Yayasan Wanadri, khususnya Unit Otonom West Java Conservation Trust Fund, yang aktif mengembangkan restorasi mangrove dengan pemberdayaan masyarakat sekitar mangrove lewat programnya yang berupa pengembangan kawasan pesisir terpadu.

Prosesi penandatanganan kerja sama dilaksanakan di Ekuator Hub, Jalan Cigadung Raya, Bandung dilakukan oleh Luthfi Safitri Zein selaku Strategic Business Partnerships Division Head JNE, Achmad Jerry selaku CEO & Founder Venambak, Irawan Marhadi selaku President Director West Java Conservation Trust Fund, serta dihadiri oleh Feby Nugraha selaku Ketua Divisi Lingkungan Yayasan Wanadri, Darto selaku Kepala Desa Mayangan, Kurnia Nugraha selaku Head of Media Communications JNE, Iyus Rustandi selaku Kepala Cabang Utama JNE Bandung), serta perwakilan Petambak Subang, Jawa Barat pada tanggal 16 Januari 2024.

Luthfi Safitri Zein selaku Strategic Business Partnerships Division Head JNE menyambut baik kerja sama ini. Hal ini merupakan komitmen JNE untuk terus bermanfaat bagi masyarakat luas yang sejalan dengan tagline JNE yaitu Connecting Happiness. “JNE yang telah hadir lebih dari 33 Tahun di Indonesia akan terus mendukung berbagai program untuk mendukung pengusaha, UKM, stakeholder, dan bersama – sama membangun perekonomian Bangsa”,kata Luthfi.

Masih dikatakan Luthfi, kerja sama ini merupakan suatu langkah nyata JNE untuk dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan dan peningkatan kualitas Petambak Indonesia dengan menyediakan alat aerator VENJET dari Venambak untuk para Petambak di wilayah Subang, Jawa Barat.

Achmad Jerry selaku CEO & Founder Venambak, menyampaikan, “Venambak mengembangkan sistem aerasi terintegrasi dengan mangrove guna meningkatkan produktifitas budidaya namun dengan resiko yang berkurang terhadap lingkungan. Saat ini fokus kami adalah para petambak individu dan tradisional, salah satunya di daerah pesisir.

Kolaborasi bersama JNE dan Yayasan Wanadri merupakan langkah strategis kami untuk mencapai tujuan besar yang kami harapkan, yaitu membantu para petambak untuk meningkatkan kapasitas usaha tambak berdaya saing dan berkelanjutan”.kata Ahmad Jerry. (sih)

Buronan Korupsi Harun Masiku Belum Ditangkap, KPK Digugat MAKI di PN Jaksel

net PROTES: Sejumlah massa saat memprotes buronan korupsi KPK, Harun Masiku yang belum ditangkap, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons gugatan praperadilan yang dilayangkan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, terkait tak kunjung menangkap daftar pencarian orang (DPO) Harun Masiku dan meminta untuk di sidangkan secara in absentia.

Wakil ketua KPK Alexander Marwata tak mempermasalahkan, gugatan praperadilan yang dilayangkan MAKI melawan KPK. Dia menyebut, justru hal itu agar semuanya berjalan menarik.

”Biarkan saja MAKI mempraperadilankan KPK. Biar seru dan ada beritanya,” kata Alex kepada wartawan, Minggu (21/1).

Alex menegaskan, sejatinya lembaga antirasuah tetap mencari keberadaan Harun Masiku. KPK selalu berupaya maksimal untuk mencari DPO Harun Masiku.

Dia juga menjelaskan bahwa KPK siap jika memang harus dipanggil pengadilan untuk memberikan keterangan. “Ya pastilah. Panggilan pengadilan harus kita hormati,” tegas Alex.

Sementara, Wakil ketua KPK Johanis Tanak juga mempersilahkan MAKI untuk mengajukan gugatan. Sebab, semua pihak punya hak untuk mengajukan gugatan sesuai peraturan.

“MAKI dapat saja mengajukan permohonan praperadilan sepanjang meresa dirugikan karena UU Hukum Acara Pidana memberi hak kepada siapa saja untuk mengajukan permohonan praperadilan sepanjang yang bersangkutan mempunyai kepentingan,” cetus Tanak.

Sebelumnya, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengajukan gugatan MAKI ke PN Jakarta Selatan yang teregister dengan nomor 10/Pid.Pra/2024/PN JKT.SEL. Adapun pihak termohonnya yakni pimpinan KPK

”Klasifikasi perkara sah atau tidaknya penghentian penyidikan,” bunyi SIPP PN Jakarta Selatan.

Dalam pokok perkaranya, MAKI mengajukan gugatan praperadilan tersebut lantaran penyidikan KPK yang tidak menunjukkan perkembangan dalam mencari Harun Masiku. MAKI menyebut sejatinya KPK harusnya tetap melimpahkan berkas Harun Masiku ke jaksa penuntut umum (JPU) KPK untuk dilakukan sidang in absentia.

”Termohon seharusnya melakukan pelimpahan berkas penyidikan kepada Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi, agar dapat segera dilakukan sidang in absentia sehingga perkara dapat dituntaskan melalui persidangan dan terdapat kepastian hukum melalui putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” bunyi permintaan MAKI dalam gugatan praperadilan.

Kemudian dalam gugatan MAKI itu, KPK diragukan bisa menangkap DPO Harun Masiku. KPK dinilai enggan menangkap Harun hingga MAKI menilai KPK telah menghentikan penyidikannya.

”Aku telah minta KPK melakukan sidang in absentia karena ragu Harun Masiku akan tertangkap. Atas keengganan KPK sidang in absentia, maka aku dalilkan KPK telah menghentikan penyidikan secara meterial sehingga untuk mendobraknya perlu langkah gugatan praperadilan untuk meminta hakim perintahkan KPK melakukan sidang in absentia,” ucap Koordinator MAKI Boyamin Saiman.

Boyamin menegaskan, gugatan praperadilan itu diajukan lantaran mencegah terjadinya komoditas kepada Harun Masiku jelang pemilu 2024. Gugatan itu juga dinilainya sebagai bentuk dukungan agar KPK tidak tersandera dengan kasus Harun.

”Gugatan praperadilan ini adalah dalam rangka mencegah kasus Harun Masiku dijadikan sandera atau komoditas politik menjelang pemilu. KPK harus menuntaskan perkara ini untuk mencegah perkara ini dijadikan gorengan politik untuk saling sandera atau serangan lawan politik,” pungkasnya. (jpc/azw)

Dalami Aliran Dana Hasil Love Scamming, Pelaku Lakukan Profiling sebelum Menyasar Target

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Bareskrim terus mendalami kasus mafia love scamming beromzet Rp50 miliar per bulan. Khususnya terkait ke mana aliran dana hasil penipuan terhadap 367 korban itu.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro menuturkan, saat ini sedang dilakukan pendalaman terhadap aset-aset kejahatan tersebut. Pihaknya juga memeriksa pelaku yang berperan membayar gaji untuk para pelaku love scamming. “Diperiksa ini yang bayar ke para pelaku,” jelasnya.

Ada satu pemimpin love scamming yang telah tertangkap. Dari situ akan didalami aliran dana hasil penipuan tersebut. “Sehingga semua bisa diungkapkan,” ujar Djuhandhani.

Petugas akan berupaya mengejar hasil kejahatan tersebut. Apakah dalam bentuk aset bergerak atau tidak bergerak. “Semua diupayakan untuk didapatkan,” imbuhnya.

Djuhandhani menambahkan, yang tidak kalah penting adalah modus pelaku yang melakukan profiling terhadap korban. Dari para pelaku diketahui bahwa dalam menyasar target mereka sudah mempelajari profilnya. “Agar dengan mudah bisa lebih dekat dengan korban,” terangnya.

Data identitas yang digunakan untuk profiling itu didapatkan dari beragam sumber. Bisa dari akun media sosial korban atau sumber lainnya. “Semua digabungkan untuk mengetahui bagaimana karakter korban,” jelasnya.

Soal komunikasi, menurut dia, tidak ada masalah. Pelaku menggunakan aplikasi penerjemah dalam berkomunikasi dengan korban yang mayoritas warga negara asing. “Misalnya, orang Argentina, ya pakai bahasa Argentina,” ujarnya.

Bareskrim Polri bekerja sama dengan Ditjen Imigrasi dan Kementerian Luar Negeri untuk mendeteksi pelaku. Juga untuk mengetahui apakah berhubungan dengan mafia lain di luar negeri. “Kami masih dalami lagi. Kan ada dua warga asing yang jadi pelaku,” tuturnya.

Sebagaimana diberitakan, Bareskrim membongkar mafia love scamming atau penipuan berkedok asmara. Sebanyak 19 warga negara Indonesia ditangkap di sebuah apartemen di Jakarta. Selain itu, ada dua warga negara asing yang diamankan. Jumlah korban mafia love scamming mencapai 367 orang dari berbagai negara. Omzet mafia tersebut Rp 40 miliar hingga Rp 50 miliar dalam sebulan.

Dalam aksinya, pelaku membuat identitas palsu dengan foto menarik dan seakan-akan mencari jodoh. Setelah target terjerat, para pelaku meminta nomor ponsel korban untuk bisa berkomunikasi lebih intens. Setelah dekat atau berpacaran online, pelaku merayu korban untuk berbisnis. Target diminta deposito Rp 20 juta. Dari situ para pelaku menggelapkan uang korban. (idr/c17/fal/jpc)