31 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 841

PGN, PTGN, dan PGE Teken PJBG 45 BBTUD untuk Industri di Aceh dan Sumatera Utara

KERJA SAMA: Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari, Direktur PGE Anis Haryono, Direktur PGE Eppy Gustiawan, dan President Director PTGN Aminuddin menunjukkan kerja sama pada ceremonial PJBG, Kamis (7/12). Penandatanganan ini juga dihadiri oleh Kadiv Monetisasi Minyak dan Gas Bumi BPMA M. Akbarul Syah Alam.

ACEH, SUMUTPOS.CO – PT PGN Tbk bersama PT Pertagas Niaga (PTGN) dan PT Pema Global Energi (PGE) menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas untuk PT Pupuk Iskandar Muda, industri di Aceh, serta industri di Sumatera Utara. PGE sebagai penjual memasok gas bumi maksimal sebesar 45 BBTUD kepada PGN dan PTGN.

PJBG ditandatangani oleh Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari, Direktur PGE Anis Haryono, Direktur PGE Eppy Gustiawan, dan President Director PTGN Aminuddin. Pada ceremonial PJBG, Kamis (7/12), dihadiri oleh Kadiv Monetisasi Minyak dan Gas Bumi BPMA M. Akbarul Syah Alam.

Sumber pasokan untuk PJBG ini berasal dari Wilayah Kerja (WK) “B”, dimana PGE berkedudukan sebagai Kontraktor dan Operator untuk WK “B”. Penggunaan sumber gas dari WK “B” telah berdasar pada rekomendasi Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) penunjukkan penjual gas bumi Bagian Negara dari WK “B” kepada PGE dan sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah tentang pengelolaan bersama sumber daya alam migas di Aceh.

“Pemanfaatan gas bumi dari WK “B” diharapkan dapat menjaga keberlangsungan penyaluran gas di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Lebih lanjut, dapat menjadi stimulus khususnya bagi PIM dalam proses produksi maupun industri-industri di wilayah Aceh dan Sumatera Utara agar perkonomian wilayah semakin berkembang,” ujar Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari, 10/12/2023.

PGN dan PTGN berharap bahwa alokasi gas dari WK “B” dapat diserap secara optimal kedepan. Tidak hanya memberikan benefit bagi badan usaha migas yang bersangkutan dan konsumen, tetapi juga dapat menjaga penerimaan negara dari sektor hulu migas.

“Kami akan menjaga kapabilitas penyaluran gas dari WK “B” seoptimal mungkin agar pasokan gas handal, sehingga operasional para konsumen dapat sustain dan memberi dampak terhadap perekonomian yang positif,” ujar President Director PTGN Aminuddin.

Rosa menambahkan bahwa PJBG ini juga mengimplementasi harga gas untuk industri tertentu yang meurujuk pada Kepmen 134K/ 2021 dan Kepmen 91K/ 2023. Maka akan dapat memberi andil yang cukup berpengaruh terhadap produktivitas dan daya saing industri penerima manfaat.

“Komitmen PGN, PTGN dan PGE ini bersama-sama untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik. Selain itu, bernilai strategis sebagai solusi penyediaan energi bagi wilayah Aceh dan Sumatera Utara,” tutup Rosa. (rel/ram)

Korupsi Dana BOS, Mantan Kasek dan Bendahara SMK Pencawan Dituntut 7,5 Tahun Penjara

BACA: JPU membacakan tuntutan terhadap kedua terdakwa kasus korupsi secara virtual, Senin (11/12/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pencawan 1 Medan, Restu Utama Pencawan dan Ismail Tarigan, selaku mantan Bendahara Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dituntut masing-masing 7,5 tahun penjara.

Kedua terdakwa dinilai terbukti atas kasus korupsi dana BOS senilai Rp2,1 miliar, sebagaimana Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana Jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan, menuntut para terdakwa masing-masing selama 7 tahun 6 bulan, denda Rp300 juta, subsider 4 bulan kurungan,” tegas JPU Fauzan Irgi Hasibuan, dalam sidang virtual di ruang Cakra 8 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (11/12/2023).

Selain itu, terdakwa Restu Pencawan juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp2.122.042.000. Sementara, terakwa Ismail Tarigan tidak dikenakan membayar uang pengganti karena dinilai tidak ikut menikmati.

Menurut JPU, hal memberatkan kedua terdakwa, perbuatan terdakwa tidak sejalan dengan program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Kemudian, berbelit-belit memberikan keterangan dan belum mengembalikan kerugian keuangan negara.

“Hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan sopan selama persidangan,” kata JPU.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, hakim ketua M Nazir memberikan kesempatan kepada penasehat hukum terdakwa, untuk menyampaikan pembelaan (pledoi) pada sidang pekan depan.

Mengutip dakwaan, semula SMK Pencawan Medan menerima Dana BOS sebesar Rp1.139.880.000 dengan kebutuhan Rp1.400.000 per siswa per tahun pada TA 2018. Pada TA 2019, Triwulan I dan II sebesar Rp749.760.000, yang ditransfer oleh Kemendikbud ke rekening BRI atas nama SMK Pencawan 1 Medan.

Sejumlah item belanja (pengeluaran) ada dilakukan ada dilampirkan pada Laporan Pertanggung jawaban kedua terdakwa namun diduga kuat tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

Antara lain, pembelian buku paket berupa Lembaran Kerja Siswa (LKS) tetapi buku tersebut pembeliannya dilakukan dengan mengutip uang dari siswa/siswi. Restu Utama Pencawan bersama-sama dengan Ismail Tarigan dalam mengelola dana BOS telah melakukan belanja-belanja fiktif.

Terdakwa tidak ada melakukan pembahasan atau musyawarah terkait dengan penerimaan dan penggunaan Dana BOS Tahun 2018 dan Tahun 2019 triwulan I dan II dengan dewan guru dan komite sekolah.

Restu Utama Pencawan bersama Ismail Tarigan melakukan pencairan tahap I Pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) tahun 2019, tetapi tidak ada melakukan pembangunan terhadap RPS tersebut.

Seyogianya dana BOS dimaksud dipergunakan untuk pengembangan perpustakaan meliputi penyediaan buku teks utama, pemeliharaan buku/koleksi perpustakaan, peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan.

Pengembangan data base perpustakaan, pemeliharaan dan pembelian perabot perpustakaan dan atau pemeliharaan dan pembelian AC perpustakaan.

Penggandaan formulir pendaftaran siswa baru, administrasi pendaftaran, penentuan minat/psikotes, publikasi atau pengumuman PPDB, biaya kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dan atau konsumsi penyelenggaraan kegiatan dan transportasi.

Biaya kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler yang meliputi kegiatan pengadaan alat habis pakai praktikum pembelajaran, biaya pengadaan bahan habis pakai praktikum pembelajaran, pembiayaan untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran intrakurikuler, ekstrakurikuler serta pengembangan karakter.

Kegiatan evaluasi pembelajaran yang meliputi kegiatan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan semester, ulangan kenaikan kelas dan atau USBN dan lainnya. (man/ram)

BACA: JPU membacakan tuntutan terhadap kedua terdakwa kasus korupsi secara virtual, Senin (11/12/2023).

Antisipasi Balap Liar, Polsek Tebingtinggi Lakukan Razia Tengah Malam

RAZIA: Jajaran Personel Polsek Tebingtinggi Resor Tebingtinggi melakukan razia antisipasi balap liar di wilayah hukum Polres Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Jajaran Polsek Tebingtinggi menggelar razia kepada pengendara sepeda motor yang mencurigakan melakukan balap liar, yang dilakukan oleh kaum remaja di wilayah hukum Polres Tebingtinggi tepatnya di daerah Jalan Paya Bagas Kecamatan Tebingtinggi dan Jalan Sei Sarimah Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Minggu (10/12/2023) dini hari.

Kapolsek Tebingtinggi yang di wakili oleh Aipda Sutarno dan Aipda L Maharaja dan personel kepolisian lainnya turun ke lapangan melakukan razia sekaligus patroli antisipasi balap liar, karena di daerah ini sering dijadikan arena balap liar oleh anak-anak remaja.

“Karena banyak laporan masyarakat atas keresahan yang ditimbulkan dari balap liar ini, dimana pengguna jalan lainnya terganggu akibat adanya balap liar,” bilang Aipda Sutarno.

Selain mengantisipasi balap liar, tujuan kegiatan ini adalah melaksanakan patroli blue light untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminal, premanisme dan kejahatan jalanan (street crime) maupun gangguan kamtibmas lainnya seperti curas, curat dan curanmor.

“Tidak hanya itu, petugas patroli juga melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di persimpangan dan di daerah yang dianggap rawan kemacetan, untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas, knalpot brong dan tawuran. (ian/ram)

Puncak Got Talent SMA Negeri 1 Gido Sukses

GONG: Anggota DPRD Provinsi Penyabar Nakhe, Anggota DPRD Nias Fatou’osa Waruwu, Direktur PT. MNC Energy Investment (Tbk) Leader DS Daeli, Man Harefa, ketua panitia kegiatan Judiaro Zebua dan Kepala SMA Negeri 1 Gido Buala’atulo Zebua SPd mendampingi Bupati Nias Ya’atulo Gulo saat memukul gong pada pembukaan kegiatan Got Talent SMA Negeri 1 Gido Kabupaten Nias, Kamis (7/12/2023).

NIAS, SUMUTPOS.CO – Puncak kegiatan got talent atau ajang pencarian bakat di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Gido Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara berjalan sukses dan meriah, berbagai pertunjukan seni suara, tari, bela diri dan lainnya cukup memukau para hadirin, yang berlangsung di Lapangan SMA Negeri 1 Gido Jalan Karya Nomor 3 Hiliweto Gido Kabupaten Nias, Kamis (7/12/2023).

Kegiatan ini diawali penampilan seni budaya dari para pelajar yang membawakan tarian tradisional dari berbagai daerah di wilayah Nusantara, penampilan para finalis, juga turut disemarakkan dengan kehadiran para tokoh mayarakat Kepulauan Nias, seperti Penyabar Nakhe (anggota DPRD Prov Sumut), Bupati Nias, anggota DPRD Kabupaten Nias, dan lainnya.

Kepala SMA Negeri 1 Gido Buala’atulo Zebua mengungkapkan kegiatan got talent merupakan salah satu program pengurus OSIS SMA Negeri 1 Gido tahun 2023. Acara ini bertujuan menggali talenta, baik dalam bidang seni suara, seni tari, seni bela diri dan bidang-bidang lainnya yang dimiliki oleh siswa/siswi dalam berbagai bentuk pertunjukan.

“Selain kegiatan got talent, pada kesempatan ini juga akan ditampilkan berbagai kegiatan dari hasil Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5 yang merupakan implementasi pada kurikulum merdeka,” ungkap Buala’atulo Zebua Kepada Sumut Pos di ruang kerjanya, Kamis (7/12/2023).

Ada pun kegiatan got talent yang telah terlaksana antara lain : audisi pencarian bakat dari 26 peserta pada tanggal 24 November 2023 yang lalu, pemilihan pengurus OSIS SMA Negeri 1 Gido masa kerja 2024 dan kegiatan pemberian tali asih dalam bentuk santunan kepada anak yatim piatu.

“Pada acara puncak yang kita laksanakan pada adalah penampilan 10 finalis got talent, penampilan spektakuler bakat-bakat dari peserta didik SMAN 1 Gido pada P5 final show dan pelaksanaan pameran hasil karya dan bazar,” jelas Buala’atulo.

Sedangkan pembiayaan pelaksanaan kegiatan ini menghabiskan dana lebih kurang Rp100 juta, berasal dari para sponsor seperti Bank Sumut, Raja Koki, MNC Group, UD Cipta Perkasa, RRI dan lainnya serta sumbangan perorangan yang sifatnya tidak mengikat.

“Kegiatan ini dapat terlaksana atas dukungan dari semua pihak, terkhusus kepada para sponsor dan penyumbang tanpa kami sebutkan, kami mengucapkan terimakasih semoga kegiatan ini dapat terus kita tingkatkan di masa mendatang,” ucapnya.

Sementara Anggota DPRD Sumatera Utara, Penyabar Nakhe menyambut baik serta mengapresiasi kegiatan got talent di SMA Negeri 1 Gido. Sebab menurutnya pagelaran seni budaya salah satu terobosan pemajuan pariwisata di daerah.

“Pengembangan pariwisata di Indonesia ini lebih diutamakan budaya dari pada destinasinya. Secara kalkulasi 60 persen porsi anggaran ke budaya, 35 persen destinasi dan 5 persen untuk alat,” ujar Penyabar Nakhe kepada Sumut Pos di SMA Negeri 1 Gido, Kamis (07/12/2023).

“Maka selain dapat melahirkan bakat para adik-adik pelajar, kegiatan got talent ini juga bisa membangkitkan budaya. Sehingga nantinya dengan talent yang dimiliki adik-adik para pelajar, baik pemerintah Daerah, Provinsi dan pemerintah pusat dapat menaruh perhatian,” sambungnya.

Penyabar Nakhe, politisi PDI Perjuangan itu berharap, kegiatan got talent di SMA Negeri 1 Gido dapat dilaksanakan secara rutin, sehingga lebih mematangkan persiapan para pelajar dalam hal membangkitkan semangat serta mendorong mereka berkreatif.

Pada kesempatan ini Penyabar Nakhe berpesan kepada kepala daerah di kepulauan Nias untuk lebih peduli terhadap pemajuan pariwisata di daerahnya masing-masing. “Kita tahu daerah Jogja itu pariwisatanya lebih maju, karena Pemdanya sudah faham bahwa pengembangan pariwisata itu porsi anggarannya lebih banyak di bidang budaya. Maka perlu niat dan kerja keras supaya pariwisata di daerah kita kepulauan Nias dapat lebih maju,” pungkas Nakhe.

Dalam sambutannya Bupati Nias Ya’atulo Gulo mengajak para siswa/siswi SMA Negeri 1 Gido untuk terus kreatif dan berlatih memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, sehingga mampu bertahan dan bersaing di era perubahan yang tidak menentu sekarang ini.

“Kami apresiasi kegiatan ini dan berharap ditingkatkan di masa mendatang. Teruslah tingkatkan kualitas belajar, menciptakan iklim belajar yang sehat antara guru dan murid supaya anak didik terbiasa berkolaborasi dan bersinergi,” ujar Ya’atulo.

Kegiatan Got Talent SMANSA Gido ini dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Sumut Penyabar Nakhe, Bupati Nias, anggota DPRD Nias, Kapolsek Gido, tokoh masyarakat, para sponsor, Sekretaris Dinas Pariwisata, unsur forkopimcam, para siswa/siswi dari berbagai sekolah dan undangan laninnya. Hadir juga musisi legendaris Nias Man Harefa dan Fati Zebua. (adl/ram)

Bongkar Gedung Eks Sekolah Perjuangan, Operator Excavator Dilaporkan ke Polisi

BONGKAR: Puing-puing pembongkaran gedung eks sekolah Yayasan Perjuangan di Jalan Ahmad Yani Rantauprapat. (fajar)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Pengusaha ruko ‘David Jaya Maju’, Paulina melaporkan operator excavator pembongkaran gedung Sekolah eks Yayasan Perjuangan di Jalan Ahmad Yani, Rantauprapat ke Mapolres Labuhanbatu.

Pasalnya, dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) beromor: STTLP/1398/XII/2023/SPKT/Polres Labuhanbatu/polda Sumatera Utara itu disebutkan terlapor Sappetua Simbolon sebagai operator excavator melakukan kesalahan saat melakukan tugas pembongkaran gedung.

Dijelaskan Paulina, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu 9 Desember 2023 siang. Saat itu, dirinya bersama keluarga sedang di rumah toko yang juga tempat usaha. Tiba-tiba terdengar suara dentuman dari arah dinding bangunan ruko mereka.

“Tiba-tiba terdengar suara keras. Kami bersama pekerja keluar dari ruko dan melihat tembok bangunan sebelah kiri telah retak dan jebol,” ujar Paulina, Senin 11 Desember 2023.

Sedangkan tembok bangunan ruko sebelah kanan rusak dan mengenai mesin cetak stiker di dalam ruko.

“Kerasnya benturan benda keras itu hingga merusak dinding ruko. Bahkan ikut merusak aset berupa mesin pencetak stiker,” tambahnya.

Akibat peristiwa kerusakan fisik gedung dan mesin cetak tersebut, kata Paulina pihaknya mengalami kerugian material sekitar Rp1,050 miliar.

Pantauan di lokasi kejadian, puing-puing runtuhan gedung berserakan di lokasi. Bahkan, kerusakan juga mengenai gedung lain di kiri dan kanan bekas gedung sekolah Yayasan Perjuangan tersebut. Juga sebuah Excavator Hitachi PS 110 warna orange tampak terparkir tanpa dioperasikan. Lokasi juga terlihat sedang dalam police line

Sementara itu, Kepala Lingkungan Simpang Mangga, Ros ketika dikonfirmasi terkesan mengelak. Dirinya mengaku tidak mengetahui siapa pemilik gedung eks Yayasan Perjuangan tersebut.

“Kabarnya sudah dialihkan dari pemilik sebelumnya. Yakni keluarga marga Tarigan. Sekarang tidak diketahui siapa pemiliknya. Kabarnya juga dialihkan kepada bermarga Tarigan,” ujarnya.

Dalam STPL tersebut disebutkan tindakan operator dinilai merupakan dugaan Tindak Pidana Membahayakan Keamanan Umum UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201.

Kepala Polisi Resor Labuhanbatu AKBP James H Hutajulu melalui Kasi Humas Iptu Parlando Napitupulu belum berhasil dikonfirmasi terkait hal ini. (fdh/ram)

DKP PWI Sumut Gelar Pelatihan Jurnalistik, Penguatan Etika Profesi Jurnalis Berkualitas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Kehormatan Provinsi Persatuan Wartawan Indonedia (DKP PWI) Sumut menggelar pelatihan jurnalistik, Senin (11/12/2023) di Hotel Grand Ina Medan. Pelatihan ini sebagai bentuk kepedulian dalam penguatan etika profesi mewujudkan jurnalisme berkualitas.

Pelatihan jurnalistik tersebut dibuka Asisten Administrasi Umum Setdaprovsu Ir Lis Andayani Siregar mewakili Pj Gubernur Sumut.

Pj Gubernur melalui sambutan tertulisnya menyebutkan, jurnaslistik tidak bisa berdiri sendiri, tapi semua pihak termasuk pemerintah dengan media harus saling bersinergi dalam menyampaikan informasi melalui berita-berita yang akurat, tentunya dengan etika jurnalistik.

Dalam penyampaian informasi, Pj Gubernur berharap wartawan tidak membuat informasi hoax atau berita propaganda yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa ini.

Karena itu, Pj Gubernu Sumut mengajak media untuk meningkatkan indeks kemerdekaan pers Sumatera Utara berdasarkan supremasi hukum karena Sumut saat ini berada pada urutan 28 dari 33 provinsi. “Padahal tokoh PWI berasal dari Sumut, tapi indeks kebebasan pers urutan 28,” ujar Lis.

Ketua PWI Sumut H Farianda Putra Sinik SE mengatakan, etika pers sangat pen ting bagi wartawan dan harus ditaati dan dilaksanakan. Karena itu PWI Sumut terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, wawasan dan etika profesi wartawan termasuk terkait kode etik jurnalistik melalui UKW (Uji Kompetensi Wartawan).

Hingga saat ini, kata Farianda, PWI Sumut sudah melaksanakan kegiatan UKW lima kali dan dua kali lagi akan disusul pelaksanaannya. Bagitulah pentingnya UKW bagi wartawan.

Karena, lanjut Farianda, sehebat apapun wartawan jika tidak beretika, tidak ada gunanya. Untuk itu, PWI selalu menanamkan kepada wartawan bahwa etika profesi jurnalis sangat penting. “Etika itu mahkota bagi profesi wartawan harus dilakukan,” tambahnya.

Sementara Ketua DK PWI Pusat Sasongko Tedjo mengapresiasi DKP PWI Sumut, karena yang pertama di Indonesia melakukan kegiatan setelah Kongres PWI Bandung, ini menunjukkan orang-orang Sumut memiliki kreativitas cukup baik. Disini juga terlihat dari tokoh-tokoh PWI cukup banyak berasal dari Sumut. Seperti CH P Bangun saat ini menjabat Ketua PWI Pusat menggantikan Atal S Depari yang juga berasal dari Sumut.

Dalam kesempatan itu, Sasongko juga menyebutkan, pers saat ini sedang tidak baik-baik saja, karena target mencapai audiensi (pembeli dan pembaca) menurun, sehingga secara otomatis akan mempengaruhi produsen media pers, khususnya surat kabar.

Namun demikian, tambahnya, kondisi itu tidak mempengaruhi untuk mewujudkan profesional jurnalisme yang berkualitas. Karena pers itu tidak profesional tanpa etika jurnalis atau di PWI lebih dikenal dengan KEJ (Kode Etik Jurnalistik).

“Jika etika jurnalis dilakukan, wartawan tidak perlu kuatirkan adanya hambatan dan larangan kebebasan pers dan insya Allah aman semua,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua DKP PWI Sumut Drs Muhammad Syahrir MIKom melaporkan kegiatan pelatihan jurnalistik bertemakan penguatan etika profesi mewujudkan jurnalistik berkualitas diikuti sekira 100 peserta dari pengurus PWI Sumut, mahasiswa dan unsur intelektual perguruan tinggi.

Selain peningkatan kualitas, katanya, PWI Sumut melalui DKP selaku punggawa etik para anggotanya, berkewajiban mensosialisasikan sekaligus memberi pemahaman terhadap regulasi dan aturan di PWI melalui Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Kode Prilaku Wartawan (KPW) serta Peraturan Dasar- Peraturan Rumah Tangga (PD-PRT) PWI yang baru disahkan dalam Kongres PWI Bandung tahun 2023.

Dalam pelatihan ini, tambah Syahrir, DKP menghadirkan beberapa narasumber, Ketua DK PWI Pusat Sasongko Tedjo dan Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Dewan Pers, Paulus Tri Agung Kristanto (Wapemred Harian Kompas) untuk membahas perkembangan pers nasional sekaligus hal-hal yang terkait dengan KEJ, KPW dan PD-PRT. (sih)

Kondisi Pasar Kapuas Belawan Memprihatinkan

PRIHATIN: Kondisi pasar Kapuas yang berada di Jalan Jawa, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, sangat memprihatinkan, itu terlihat dari amatan Sumut Pos, Senin (11/12/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Kondisi Pasar Kapuas yang berada di Jalan Jawa, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, sangat memprihatinkan, pada Senin (11/12/2023).

Dari amatan wartawan Sumut Pos, pasar tersebut hanya tinggal lantai karena atap dan kayu kayunya sudah banyak yang dijarah. Bahkan, dibeberapa kios tampak sudah rata sama tanah, sedangkan yang masih utuh disewakan oleh oknum-oknum tertentu.

Kondisi pasar yang sudah tidak nyaman, membuat para pedagang memilih berjualan di luar Pasar Kapuas, tepatnya di sepanjang Jalan Jawa.

Tokoh masyarakat Belawan, H Suratman mengatakan hancurkan pasar tradisional di Belawan karena Dinas Pusat Pasar Medan terkesan tidak peduli dan melakukan pembiaran saat pelaku pencurian menghabisi material pasar, seperti atap dan rangka rangkanya.

“Saya berharap, Dinas Pasar Medan segera memperbaikinya dan dicarikan investor untuk mengelolanya,” ujarnya.

Dijelaskannya, beberapa tahun yang lalu Pasar Kapuas dan Pasar Pisang telah direnovasi oleh Dinas Pasar Medan. Tetapi, karena tidak dikelola dengan baik, bahan bangunan habis dicuri orang yang tidak bertanggung jawab. (mag-1/ram)

Tifatul: Setiap Warga Negara Sama Kedudukannya di Mata Hukum

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Tifatul Sembiring menegaskan, tidak boleh adalagi yang namanya hukum tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Pasalnya, semua warga negara sama kedudukannya di mata hukum.

“Masih segar dalam ingatan kita, kasus nenek yang dihukum 2,5 tahun karena mencuri singkong untuk cucunya yang kelaparan. Sedangkan di saat yang sama, banyak pendompleng uang negara masih bebas berkeliaran,” kata Tifatul ketika Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Jalan Tuamang, Medan Tembung, Sabtu (2/12) lalu.

Politisi senior PKS ini menegaskan, hukum yang adil adalah pengamalan dari Pancasila yaitu sila ke-5 yang berbunyi; Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. ”Artinya, keadilan yang merata untuk seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

“Keadilan di sini, bisa beruapa perlakuan yang sama di depan hukum, perlakuan yang sama di bidang pendidikan, perlakuan yang sama di bidang ekonomi, dan perlakuan yang sama di bidang kesehatan,” imbuh mantan Presiden PKS ini.

Peserta yang hadir pada Sosialisasi 4 Pilar ini berasal dari para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang ada dikota Medan. Salah seorang peserta mengaku senang bisa bertemu langsung dengan Tifatul. “Rasanya beda bertemu langsung dengan hanya melihat di televsi. Dengan bertemu langsung banyak hal yang bisa dibahas,” jelasnya.

Pada pemaparannya tentang 4 Pilar MPR RI ini, Tifatul menjelaskan beberapa point krusial yang terkandung di dalamnya seperti Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi dan ketetapan MPR RI, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara pungkasnya. (rel/adz)

Berhasil Ungkap Kasus Narkoba, AMBe Beri Apresiasi ke Polres Pelabuhan Belawan

PENGHARGAAN: Organisasi Suku Melayu yang tergabung dalam Anak Melayu Bersatu (AMBe) memberikan piagam penghargaan Kepada Kapolres dan Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, Senin (11/12/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Polres Pelabuhan Nelawan dan jajaran Satuan Narkoba, Anak Melayu Bersatu (AMBe) memberikan piagam penghargaan kepada Polres Pelabuhan karena berhasil mengungkap jaringan narkoba di wilayah Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang, Senin (11/12/2023).

Penghargaab yang diberikan oleh Organisasi Suku Melayu yang digawangi Ustaz Muhammad Adami Sulaiman ini diterima langsung Kapolres dan Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Josua Tampubolon, menyatakan pihaknya merasa terhormat dengan datangnya masyarakat yang mengatasnamakan organisasi AMBe.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kita, Polres Pelabuhan Belawan untuk bekerja lebih baik lagi,” ujarnya.

Presiden AMBe Muhammad Adami Sulaiman sekaligus anggota Komisi 1 DPRD kabupaten Deliserdang dari Fraksi PPP, memberikan suport untuk para jajaran polres Pelabuhan Belawan.

Khususnya kepada Kapolres dan Kasat Narkoba polres Pelabuhan Belawan yang baru AKP Muhammad Abdi Harahap. Ke depan untuk menekan peredaran narkoba yang marak di wilayah hukum polres, salah satunya di Kecamatan Hamparan perak.

“Saya mewakili masyarakat Hamparan perak dan AMBe mengucapkan terimakasih kepada pak Kapolres Pelabuhan Belawan Bang Josua dan Pak Kasat Narkoba, karena sudah berhasil mengungkap jaringan gembong narkoba di Kecamatan Hamparan perak pekan lalu. Kami atas nama AMBe mendukung penuh terhadap pemberantasan jaringan bandar narkoba lainya. Kalau bisa sikat sapu bersih semuanya bang, kami selalu mendukung,” tutup Adami. (mag-1/ram)

Era Baru Galaxy AI akan Segera Datang

SUMUTPOS.CO – Internet kini di ujung jari. Kamera di saku. Lalu, kecerdasan buatan meningkatkan kehidupan sehari-hari kita.

Samsung Galaxy membantu mendemokratisasi akses internet dan mengubah kamera menjadi alat komunikasi yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. Dan meskipun semua mata tertuju pada AI, beberapa manfaat terbaiknya belum masuk ke teknologi mobile. Galaxy akan mengubah hal ini.

Tidak ada perusahaan yang dapat memanfaatkan potensi AI seperti Galaxy. Mengapa? Karena Galaxy menempatkan keterbukaan dalam genggaman penggunanya. Dirancang untuk memberdayakan semua orang, di mana saja, Galaxy AI adalah kecerdasan universal pada ponsel yang belum pernah kita lihat sebelumnya.

Dalam segala aspek yang paling penting – mulai dari komunikasi tanpa hambatan, produktivitas yang disederhanakan, hingga kreativitas yang tak terbatas – Samsung Galaxy membuka berbagai kemungkinan baru.

Galaxy AI adalah pengalaman mobile AI yang komprehensif, didukung oleh AI on-device yang dikembangkan di Samsung dan AI berbasis cloud yang dimungkinkan oleh kolaborasi terbuka kami dengan para pemimpin industri yang berpikiran sama. Ini akan mengubah pengalaman mobile sehari-hari dengan ketenangan pikiran yang diperoleh dari keamanan dan privasi Galaxy.

Untuk melihat sekilas satu manfaat yang akan diberikan oleh Galaxy AI, kita lihat kegunaan ponsel pada awalnya, yaitu menelepon satu sama lain. AI Live Translate Call akan segera memberikan penerjemah pribadi bagi pengguna ponsel terbaru yang disertai Galaxy AI, kapan pun mereka membutuhkannya.

Karena fitur ini terintegrasi ke dalam fitur telepon, kerumitan dalam pengggunaan aplikasi pihak ketiga akan hilang. Terjemahan audio dan teks akan muncul secara real-time saat pengguna berbicara, sehingga menelepon seseorang yang berbicara bahasa lain semudah menyalakan teks saat kita menonton streaming. Dengan sifat on-device Galaxy AI, kita dapat percaya bahwa apa pun skenarionya, percakapan pribadi tidak akan pernah meninggalkan ponsel pengguna.

Hadir awal tahun depan, Galaxy AI akan membawa kita lebih dekat ke dunia di mana beberapa hambatan paling umum dalam bersosialisasi dapat dihilangkan, dan komunikasi menjadi lebih mudah dan lebih produktif dari sebelumnya.

Itulah AI yang mengubah dunia dan hidup menjadi lebih baik.

“Teknologi mobile memiliki kekuatan luar biasa untuk mendukung hubungan, produktivitas, kreativitas, dan banyak lagi untuk orang-orang di seluruh dunia, tetapi hingga saat ini, kami belum melihat mobile AI memicu hal tersebut dengan cara yang benar-benar berarti,” kata Wonjoon Choi, EVP and Head of R&D, Mobile eXperience Business.

“Galaxy AI adalah penawaran cerdas kami yang paling komprehensif hingga saat ini, dan ini akan mengubah cara kita berpikir tentang ponsel selamanya,” imbuhnya.

Pengalaman terobosan yang memberdayakan hubungan nyata dan membuka kemungkinan baru langsung dari ponselmu. Itulah janji Galaxy.

Ini hanyalah sekilas dari apa yang akan datang. Hidup semakin terbuka dengan Galaxy, jadi bersiaplah untuk era baru mobile AI. (rel/adz)