Home Blog Page 851

Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional ke-56, Sekarang Berjuang Ikut Peduli Masalah Sosial

Istimewa BERSAMA: PJ Ketua TP PKK Sumut Dessy Hassanudin diabadikan bersama rombongan di Halaman Aula T Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan.

SUMUTPOS.CO – Memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) ke-65, Pj Ketua TP PKK Sumatera Utara (Sumut), Dessy Hassanudin dan rombongan, mengunjungi para lanjut usia (lansia) di Panti Sosial Tresna Wedha Abadi, Jalan Perintis Kemerdekaan Binjai, Rabu (20/12). Mereka juga berbagi voucher belanja kepada anak yatim piatu.

Di Panti Sosial Tresna Wedha Abadi, yang dihuni sekitar 200 lansia, Dessy menyapa dan berbincang langsung dengan para penghuni panti. Dia pun memberikan semangat dan perhatian kepada para lansia, layaknya seorang anak kepada orang tua.

“Gimana kabarnya nek? Jaga kesehatan ya nek, tetap semangat,” ungkap Dessy, menyapa Yunis di Aula Herlina, UPTD Pelayanan Sosial Lansia Binjai, yang tidak jauh dari Wisma Panti. Yunis telah berusia 82 tahun, dan sudah lama tinggal di panti.

Dessy pun berkata, melihat para lansia membuatnya teringat dengan orangtuanya. Dia ingin para lansia tetap bahagia di sisa akhir hidupnya, meski tanpa keluarga di sampingnya. “Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional ini mempunyai sejarah. Pada saat agresi militer Belanda, ada semangat kesetiakawanan perjuangan untuk merdeka. Sekarang ini adalah semangat perjuangan untuk ikut peduli dengan permasalahan sosial, berbagi rezeki kepada masyarakat yang tidak mampu, dan memberdayakan masyarakat. Untuk itu, kita saat ini berbagi kebahagiaan untuk mereka,” tuturnya.

Para lansia pun terlihat sangat bergembira dengan kehadiran Pj Ketua TP PKK Sumut, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumut Dian Arief Trinugroho, Kepala Dinas Sosial Sumut Sri Suriani Purnawati, dan rombongan.

Kegiatan HKSN ke-65 di tempat ini, juga dirangkai dengan kegiatan senam sehat yang diikuti oleh para lansia. Senam sehat dilakukan agar jasmani para lansia tetap sehat.

Kepala Dinas Sosial Sumut, Sri Suriani Purnawati menyampaikan, selain kesehatan jasmani, kesehatan rohani para lansia juga menjadi perhatian. Bagi yang beragama Islam, rutin diadakan pengajian dengan mendatangkan tokoh agama. Begitu juga dengan yang non-Muslim, juga didatangkan para tokoh agama, seperti pendeta, agar mendapatkan ilmu agama yang lebih baik lagi, dengan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tidak hanya berasal dari Kota Binjai, para lansia penghuni panti juga ada yang berasal dari luar kota, namun mereka ditemukan di Kota Binjai.

“Tadi kami juga mengunjungi para lansia yang sedang bed rest di wisma-wisma panti. Tentunya mereka sangat senang dengan kunjungan yang kami lakukan,” tuturnya.

Usai mengunjungi para lansia di Panti Sosial Tresna Wedha Abadi, Pj Ketua TP PKK Sumut juga membagikan voucher belanja kepada ratusan anak yatim piatu di Halaman Aula T Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan. Voucher senilai Rp300.000 untuk berbelanja di Maju Bersama Jalan Ring Road Nomor 46, Medan Sunggal.

Menurut Sri, biasanya bantuan yang diberikan untuk anak yatim piatu berupa uang dan bahan sembako.

“Kali ini berbeda. Kami memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk memilih sendiri apa keinginan mereka. Tadi kami melihat, anak-anak membeli sejumlah jajanan makanan ringan, buku, dan yang mereka butuhkan,” bebernya.

Dia berharap, dengan berbagi kegembiraan kepada anak yatim piatu, maka akan memberikan kesenangan buat mereka.

Terlihat di super market tersebut, ratusan anak yatim piatu antusias membelanjakan voucher yang baru saja diberikan oleh Ketua Pj TP PKK Sumut. Begitu sampai, mereka langsung mengambil keranjang dan troli. Kemudian melihat etalase dan memilih kebutuhan mereka.

Bariq, anak panti yang duduk di Kelas 8, mengaku senang dengan voucher yang diterimanya. Dia membeli sandal, lantaran sandal yang dipakainya sudah putus.

“Beli buku, makanan, siwak, sandal. Sandal saya putus tadi,” pungkasnya. (gus/saz)

MKMK Permanen Aktif Mulai 8 Januari, Hakim MK Bakal Lebih Terawasi

Enny Nurbaningsih, Juru bicara hakim MK.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) permanen akhirnya dibentuk. Kemarin, Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi mengumumkan tiga nama yang anggota MKMK.

Pembentukan MKMK permanen sendiri sesuai dengan ketentuan pasal 27 a UU MK. Selain itu, percepatan juga menjadi salah satu amanat dalam putusan MKMK saat menangani kasus Anwar Usman beberapa waktu lalu.

Ketiga nama anggota MKMK baru adalah pakar hukum yang juga mantan Rektor Universitas Andalas Prof Dr Yuliandri mewakili akademisi, mantan hakim MK dua periode Dr. I Dewa Gede Palguna mewakili tokoh masyarakat, serta Dr Ridwan Mansyur mewakili hakim MK aktif.

Juru bicara hakim MK Enny Nurbaningsih mengatakan, terpilihnya ketiga nama didasarkan pada hasil rapat permusyawaratan hakim (RPH). “Sehingga keanggotaan MKMK ini telah disepakati secara aklamasi oleh seluruh Hakim,” ujarnya di Gedung MK Jakarta.

Terkait pertimbangannya, Enny menegaskan penjajakan terhadap ketiga nama sudah dilakukan dengan menelusuri track record. Secara ketentuan, ada syarat yang harus dipenuhi. Seperti berwawasan, independen, berintegritas, hingga memahami konstitusi dan putusan MK.

“Prof Dr Yuliandri beliau cukup dikenal oleh berbagai macam kalangan, beliau adalah mantan rektor dari Unand dan ahli hukum tata negara dan beliau sangat intens di dalam kajian-kajian peradilan konstitusi,” ujarnya membeberkan. Begitu juga dengan Palguna yang dinilai punya track record bersih dan paham dengan dinamika MK.

Sementara terpikihnya Ridwan Masyur dari perwakilan hakim aktif, Enny beralasan karena yang bersangkutan baru dan belum pernah mendapat sanksi etik dari MKMK. Berbeda dengan delapan hakim lainnya yang sempat mendapatkan sanksi etik dalam kasus putusan syarat usia capres. “Untuk menjaga supaya ini tidak terkait dengan hal itu sehingga yang ditentukan adalah yang mulia pak Ridwan Masyur,” jelasnya.

Di sisi lain, Ridwan yang berasal dari unsur Mahkamah Agung juga punya pengalaman terkait kode etik. Dengan adanya MKMK permanen, Enny berharap upaya pengawasan terhadap sembilan hakim MK bisa lebih maksimal. Di sisi lain, publik juga memiliki saluran yang pasti jika menemukan indikasi pelanggaran etik oleh hakim.

Apalagi, tantangan di depan cukup besar mengingat MK akan mengadili perselisihan hasil pemilu 2024. Sebagai peradilan politik, Enny mengakui MK rawan akan tarikan kepentingan. “Namanya peradilan politik ya. Sehinga perlu ada daya upaya dari kami sendiri untuk tetap menjaag etika,” tuturnya.

MKMK permanen sendiri direncanakan akan mulai berlangsung 8 Januari 2024 bersamaan dengan pelantikan ketiga anggotanya. Mereka akan dilantik untuk masa jabatan satu tahun. Pemberian masa jabatan hanya satu tahun disebabkan adanya proses revisi UU MK yang masih berlangsung dan berpotensi terjadi perubahan norma. (far/jpg)

BRI Medan Sisingamangaraja Berikan Penghargaan Kepada Karyawan Masa Bakti Hingga 30 Tahun

Pinca BRI BO Medan Sisingamangaraja, Inoe Koerniawan saat tumpengan bersama karyawan BRI. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Rakyat BRI ke 128, BRI Branch Office (BO) Medan Sisingamangaraja melakukan pemotongan tumpeng dan memberikan penghargaan kepada karyawan BRI, di Kantor BRI BO Medan Sisingamangaraja, Senin (18/12).

Penghargaan ini diberikan kepada karyawan BRI BO Medan Sisingamangaraja, dengan masa kerja 15 tahun, 20 tahun, 25 tahun dan 30 tahun.

Pemimpin Cabang (Pinca) BRI BO Medan Sisingamangaraja, Inoe Koerniawan mengatakan, acara yang dilaksanakan secara khidmat ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME, serta rasa terima kasih kepada para karyawan BRI yang sudah mengabdi selama puluhan tahun.

“Kita mengapresiasi bagi mereka yang telah setia mengabdi kepada BRI sebegitu lamanya, yakni yang terlama 30 tahun. Ini menjadi penghormatan dan penghargaan kita bagi mereka,” ujarnya. (dwi)

Memeriahkan HUT, BRI BO Medan Sisingamangaraja Gelar Lucky Dip

Manajer Operasional dan Layanan BRI BO Medan Sisingamangaraja, Renita Ariani saat memberikan hadiah bagi nasabah yang beruntung mengikuti games lucky dip, di Kantor BRI Medan Sisingamangaraja, Senin (18/12). Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Rakyat Indonesia (BRI) ke 128, BRI Branch Office (BO) Medan Sisingamangaraja mengadakan games lucky dip buat para nasabah, di Kantor BRI Medan Sisingamangaraja, Senin (18/12).

Manajer Operasional dan Layanan BRI BO Medan Sisingamangaraja, Renita Ariani Hutagalung yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memanjakan para nasabah BRI yang datang untuk melakukan transaksi di Kantor BRI Medan Sisingamangaraja.

Adapun, lanjut Renita, hadiah yang disediakan bagi nasabah yang beruntung, yakni berupa tas, payung, tupperware, mug dan jam dinding.

“Terlihat nasabah begitu antusias mengikuti games lucky dip tersebut dan mereka mengaku sangat senang dengan pelayanan BRI selama ini,” tandasnya. (dwi)

Peranan dan Dukungan Ulama Lebih Diharapkan Dalam Pemilu Serentak 2024

SOSIALISASI: Ketua Komisioner KPU Kota Tebingtinggi Emil Sofyan didampingi Muhammad Idan Syahri Ramadhan dan Dr Marahsamin Lubis dalam sosialisasi partisipasi dan dukungan tokoh agama dalam mensukseskan Pemilu Serentak tahun 2024. (Sopian/Sumut Pos)

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tebingtinggi menggelar penyuluhan bertajuk “Partisipasi dan Dukungan Pemuka Agama dalam Menyukseskan Pemilu Serentak 2024 di Aula Kopi Dolok, Jalan Imam Bonjol Kota Tebingtinggi, Rabu (20/12). Hadir anggota KPU Kota Tebingtinggi Muhammad Syahri Ramadhan, pengurus Nahdlatul Ulama, MUI, Al Washliyah, Dewan Masjid Indonesia, Muhammadiyah, Aisiyah, KAHMI, Fahtayat NU, perwakilan HKBP, Khatolik, Budha, Pancasila dan Khonghucu Kota Tebingtinggi serta awak media.

Ketua Komisioner KPU Kota Tebingtinggi Emil Sofyan mengatakan, tahapan Pemilu serentak tahun 2024 sedang dalam tahapan krusial, yaitu dimana KPU Kota Tebingtinggi saat ini sedang melakukan rekrutmen anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Dalam KPPS ada 9 orang petugas. Saat ini KPU sedang melakukan tahapan seleksi administrasi, tanggal 25 Januari 2023, SK Ketua KPPS keluar dan akan dilantik. Pada Pemilu Serentak tahun 2024, Petugas KPPS juga dibayarkan prime asuransi kesehatan,” bilang Emil Sofyan.

Menurut Emil Sofyan, dalam pelaksanaan Pemilu serentak ini ada pemangkasan waktu, tidak seperti waktu pelaksanaan Pemilu tahun 2019 lalu, dimana tiga KPPS akan melakukan sistem informasi rekap, dimana nantinya di setiap satu TPS akan disediakan satu alat scan.

Hasil penghitungan suara langsung di-scan dan dikirim ke KPU pusat, tetapi KPU Kota Tebingtinggi akan mengumumkan hasil pemilihan secara manual. “Kita hitung berjenjang mulai dari TPS, dimulai dari kotak suara diantarkan di tingkat Kecamatan di rekapitulasi di Kecamatan, semua akan diinput data,” ujarnya.

Jika ada kekeliruan penghitungan, maka di PPK harus bersih, sampai tingkat kota dilakukan rekapitulasi sampai angka penghitungan itu bersih. “Apabila ada kecurangan, maka ini adalah peranan penguasa, kalau di KPU tidak ada kecurangan, seperti money politik yang dilakukan oleh peserta pemilu,” jelas Emil Sofyan.

Emil berharap kepada ulama dan tokoh agama agar dapat menyampaikan pada masyarakat dalam dakwah-dakwahnya dan gereja untuk mensukseskan pemilu serentak tahun 2024,” jelasnya.

Narasumber Dr Marahsamin Lubis mengatakan, peranan ulama dan tokoh masyarakat saat melakukan dakwah adalah mempersatukan dan memberikan kesejukan kepada semua jamaah kita untuk mensukseskan Pemilu Serentak tahun 2024. “Peranan dari tokoh agama dan ulama semangkin baik maka partisipasi politik juga akan semangkin meningkat,” jelasnya.

Peranan tokoh agama dalam menyampaikan dan menggiring masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada 14 Februari 2024. Mencerdaskan masyarakat dalam mencerna informasi yang dalam bentuk tentu ada kebenaran akan dianggap didengar. “Kalau sudah para kiyai, para tokoh agama lainnya yang bicara pasti didengar oleh jamaah. Jangan jadi tokoh yang membingungkan jamaah,” jelasnya.

Politik identitas, menurut Marahsamin adalah biasanya digunakan untuk meraih simpati masyarakat, disisi lain, cara ini juga dapat menjadi pemicu atau membakar emosi massa. Pemilu sebagai sarana integrasi bangsa adalah dengan terlibatnya para tokoh agama. “Peran sentral tokoh agama memberikan pemahaman suatu agama dalam rangka menuju keteraturan masyarakat dalam berbagai aspek,” tutup Marahsamin. (ian/adz)

Dinas Kelautan dan Perikanan Bagikan 43 Kapal Kepada Kelompok Nelayan

SERAHKAN: Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nias Selatan, Seksama Sarumaha, ketika menyerahkan kapal kepada kelompok nelayan secara simbolis dan didampingi para kelompok nelayan, Rabu (20/12/2023).

NIAS SELATAN, SUMUTPOS.CO – Demi mensejahterakan masyarakat Nias Selatan khususnya nelayan, Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nias Selatan (Diskanla Nisel) membagikan 43 perahu motor kepada 26 kelompok nelayan di ruang halaman perkantoran Diskanla Nisel di Jalan Pasir Putih Kelurahan Pasar Teluk dalam Kabupaten Nias Selatan, Rabu (20/12/2023).

Wabup Nisel, Firman Giawa dalam sambutannya menyampaikan bahwa bantuan yang diserahkan kepada kelompok nelayan agar tidak disalahgunakan pemanfaatannya dimana perahu motor tersebut murni untuk membantu para nelayan.

“Kepada para kelompok nelayan supaya memelihara peralatan dan mengenai hasil pendapatan para nelayan agar dapat ditabung untuk perbaikan peralatan bila mengalami kerusakan nantinya,” harap wabup.

Selanjutnya, Kadis Perikanan dan Kelautan Nias Selatan, Seksama Sarumaha, dalam laporannya menyampaikan bahwa demi mewujudkan pengembangan perekonomian produktif dan bukan konsumtif dilaksanakan program pemberian bantuan untuk pemberdayaan para nelayan kepada 26 kelompok nelayan di wilayah Kabupaten Nias Selatan.

Ia menambahkan bahwa bantuan perahu motor ini secara keseluruhan berjumlah sebanyak 43 unit dan anggarannya bersumber dari DAU Tahun 2023.

“Jumlah unit keseluruhan adalah 43 unit, terdiri dari 0’5 GT dengan Jumlah 23 unit, 1 GT dengan Jumlah 18 unit, 1 GT, dan sedangkan 5 GT sebanyak 2 unit,” kata Seksama Sarumaha.

Kemudian, Seksama Sarumaha berharap kepada kelompok nelayan agar tetap semakin bersemangat untuk menjalankan aktivitas di laut, guna mendapatkan penghasilan di laut dan juga semoga kelompok nelayan ini terus merawat apa yang sudah disampaikan oleh pemerintah daerah supaya bisa berlanjut aktivitas mereka.

“Jangan ada lagi sikap-sikap untuk memindah tangankan ataupun ada juga yang menjual, karena hal ini akan merugikan kelompok itu sendiri. Dan kemudian, kedepannya kita akan membuat program yang tidak sama dengan ini, tentu masih ada kelompok lain yang diperhatikan,” ujarnya.

Sementara mewakili kelompok nelayan, Motuhogolo Gee mengucapkan terimakasih dan senang karena dapat membantu masyarakat kecil khususnya nelayan di kabupaten Nias Selatan.

“Kami merasa senang karena ini bisa membantu dalam memajukan ekonomi masyarakat kecil khususnya nelayan,” ungkapnya. (mag-8/ram)