26 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 867

Merawat Demokrasi, Aktivis 98 Tolak Politik Dinasti

Dari kiri: Moderator Shandy Saraqi (kaca mata), Aktivis 98 M Taufik Umar Dani Harahap dan Sekretaris Umum GMNI Cabang Medan Ramot Josua Simarmata.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aktivis 98 M Taufik Umar Dani Harahap menilai dinasti politik menjadi persoalan ketika dinasti politik tersebut membajak dan membonsai demokrasi, khususnya untuk negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Bukan hanya itu saja, politik dinasti saat berkuasa dan untuk mempertahankan kekuasaannya memberlakukan aturan main tertutup atau close game,” jelasnya dalam kegiatan Democration Talk, Kaum Milenial: Merawat Demokrasi, Menolak “Politik Dinasti” di Qahwa Coffee Shop and Entertain Jalan Durung, Kecamtan Medan Tembung, Selasa (5/12) sore.

Taufik menuturkan, Politik dinasti perlu dicurigai. Biasanya mereka yang melakukan politik dinasti itu korupsi. Karena itu perampokan aset negara.

Lebih lanjut, Taufik juga bilang, demokrasi merupakan sistim memberlakukan dan membuat sistim yang sesuai kompetensinya dan bukan didesain tiba-tiba. Ini terjadi pada masa pemerintahan Presiden Jokowi.

Anaknya, Gibran Rakabuming terjun ke dunia politik, menjadi Walikota Solo, kini Cawapresnya Prabowo Subianto. Menantunya, Bobby Nasution, adalah Walikota Medan.

Lalu adik Ipar Presiden Jokowi adalah Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman, yang meloloskan sebagian gugatan batas usia capres-cawapres.

“Kita punya penduduk sebanyak 278 juta jiwa, 17 ribu pulau di Indonesia. Itu artinya mengurus Indonesia yang besar memerlukan otak, kematangan dan prestasi. Namun, dalam politik dinasti pasti mengabaikan itu,” tegasnya.

Menurutnya, banyak kasus di Indonesia, karena demokrasi elektoral hanya sekedar formalitas. Hal itu terjadi karena semua kekuatan politik dikendalikan, media massa dilemahkan, dan civil society dikooptasi. Politik dinasti juga menguasai sumber daya ekonomi dan bahkan koruptif.

“Kalau di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, tidak menunjukkan hal yang positif. Itu karena prosesnya membajak demokrasi dan ketika berkuasa mereka koruptif,” tuturnya.

Taufik menyebutkan negara-negara maju juga ada politik dinasti yang melalui proses sesuai dengan prosedur demokrasi.

Tidak ujung-ujung berkuasa, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui melalui pengkaderan dan rekrutmen politik yang sama seperti kader yang lain.

“Mereka juga memiliki kualifikasi dan kapasitas yang baik sehingga ketika berkuasa juga berhasil dengan baik, tidak koruptif. Jika gagal, publik tidak akan memilihnya kembali, ada punishment,” ungkapnya.

Taufik juga menilai jika kondisi politik dinasti berlanjut, bukan tidak mungkin demokrasi akan meradang.

“Untuk proyeksi ke depan, jika politik dinasti tetap bercokol dan menang dalam pemilu, demokrasi Indonesia akan terancam. Sekarang saja demokrasi Indonesia mengalami kemunduran, apalagi nanti jika yang berkuasa dinasti politik,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum GMNI Cabang Medan Ramot Josua Simarmata menuturkan, berpolitik itu punya etika. Namun, hal ini malah sedang dipertontonkan di seluruh Indonesia.

“Kita sepakat untuk menolak politik dinasti. Presiden Jokowi tidak patut membuat semuanya itu dengan merubah undang-undang hanya untuk kepuasaan nafsu belaka,” bebernya.

Ramot juga berharap konstitusi harus dijaga baik secara umum maupun pribadi. Jika tidak, banyak hal-hal yang tak diinginkan bakal terjadi di masa mendatang.

“Kita akan mengawal konstitusi agar tidak terjadi hal-hal seperti ini lagi. Kalau tidak, kita tidak tahu bakal gimana memperbaikinya nanti,” tukasnya.

Kegiatan Democration Talk, Kaum Milenial: Merawat Demokrasi, Menolak “Politik Dinasti” ini dihadiri ratusan mahasiswa dari UINSU (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Unimed dan Universitas Medan Area (UMA). (rel/tri)

PGN dan PT IAE Koordinasi Intensif Tindaklanjuti Rekomendasi BPK

PANTAU: Karyawan PGN saat memantau aliran gas secara online.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT PGN Tbk terus mengupayakan untuk menjaga keberlangsungan layanan bisnis gas bumi ke pelanggan dan pengelolaan gas bumi nasional, termasuk didalamnya untuk mengamankan kepastian kerja sama dengan berbagai mitra.

Dengan prinsip tersebut, PGN terus berkoordinasi untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK di mana salah satunya mengenai Pemberian Advance payment kepada PT Inti Alasindo Energi (PT IAE) senilai USD15.000.000,-. Sebagai informasi, PGN dan IAE merencanakan untuk bermitra guna penyaluran gas dari Lapangan BD-HCML oleh IAE kepada PGN. Saat pelaksanaan kerjasama, hal itu dilaksanakan dalam upaya untuk menjaga keamanan pasokan dan layanan penyaluran gas bumi ke pelanggan.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari menerangkan bahwa PGN senantiasa berkoordinasi dengan IAE perihal pengembalian advance payment yang telah dibayarkan PGN. Koordinasi ini penting untuk mendapatkan kepastian pengembalian advance payment dari bisnis IAE. Sampai saat ini berbagai upaya telah dilakukan kedua belah pihak dan menyisakan Advance Payment sebesar USD14.194.333,-.

“Kami mengusulkan agar sisa advance payment dapat dikembalikan melalui sebagian porsi revenue IAE dan berharap IAE dapat berkoordinasi internal dengan lender soal besaran porsinya,” ujar Rosa, Selasa (5/12/23).

Selain itu sehubungan dengan kondisi eksisiting yang oversupply, PGN belum dapat melanjutkan PJBG Interruptable dan mengusulkan IAE dapat menjual gas ke pelanggan lain. Dengan harapan dapat meningkatkan penjualan IAE, sehingga akan mempercepat proses pengembalian Advance Payment.

“Atas rekomendasi dari BPK RI, PGN juga telah melaksanakan koordinasi dengan PT Pertamina dan Kementerian BUMN terkait rencana pengembalian Uang Muka PT IAE,” ujar Rosa.

Rosa mengungkapkan bahwa pada prinsipnya IAE dapat menerima usulan dari PGN. IAE akan berkoordinasi internal dengan shareholder dan lender terkait porsi revenue yang dapat diberikan ke PGN. Setelah mendapatkan kesepakatan internal, stakeholder, dan lender, IAE mengharapkan agar opsi ini dapat segera dijalankan sehingga pengembalian Advance Payment dapat segera dilakukan.

“Untuk saat ini yang dapat kami sampaikan adalah PGN dan IAE akan menyiapkan detail skema pengembalian Advance Payment secara lebih lanjut. Secara pararel kami juga sudah meminta kepada IAE untuk melaksanakan kewajiban sesuai kontrak. Selain itu kami juga sudah menindaklanjuti rekomendasi BPK ini ke APH.” tutup Rosa. (rel/ram)

Harga Pangan Naik Jelang Akhir Tahun, Kemendag akan Intensifkan Pemantauan

SETPRES PASAR: Presiden Jokowi mengunjungi salah satu pasar, beberapa waktu lalu. Kemendag akan mengintensifkan pemantauan ketersediaan dan stabilisasi harga bahan pokok jelang Nataru.

SUMUTPOS.CO – Menuju akhir tahun 2023, sejumlah harga pangan menunjukkan pe-ningkatan. Mulai dari beras, gula, minyak goreng, bawang merah, telur dan khususnya cabai. Kementerian Perdagangan mengaku masih mencari jalan untuk meredam tren tahunan tersebut. Pemerintah menegaskan akan terus mengawasi kestabilan pasokan dan harga pokok menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kemendag mengaku akan mengintensifkan pemantauan ketersediaan dan stabilisasi harga bahan pokok (bapok) menjelang periode Nataru. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan langkah itu diambil untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok di tengah tingginya nilai jual sejumlah komoditas domestik, seperti beras dan cabai. “Harga belum turun. Untuk cabai masih kami terus cari jalan agar bisa diatasi karena akan berpengaruh kepada inflasi, meskipun memang setiap Desember seperti itu,” ujar Zulhas, kemarin (5/12).

Berdasarkan survei Bank Indonesia, Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Desember 2023 sebesar 131,2 atau lebih tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong periode Nataru, libur akhir tahun, masa reses sekolah, serta kecenderungan konsumsi yang meningkat, sesuai dengan pola musiman. Pada November 2023, inflasi secara bulanan tercatat sebesar 0,38 persen. Sementara secara tahunan, inflasi November 2023 mencapai 2,86 persen. Inflasi tersebut masih terjaga sesuai kisaran di rentang 2-4 persen.

Menurut Zulhas, salah satu upaya membantu menekan harga bapok seperti cabai adalah melalui subsidi ongkos kirim. Pemerintah daerah, lanjut dia, dapat menyubsidi ongkos kirim untuk pengiriman dalam jumlah besar. “Tadi kami juga minta kalau banyak, nanti angkutnya itu bisa disubsidi pemerintah daerah,” urainya.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim tak menampik memang harga cabai tengah mahal di beberapa daerah, khususnya yang tidak memiliki sentra produksi cabai. Misalnya, Kalimantan Utara yang harga cabai mencapai sekitar Rp130.000-Rp150.000 per kg. Berbeda halnya dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur yang memiliki sentra produksi cabai, sehingga kenaikan harga cabai tidak setinggi itu.

Sementara terkait dengan upaya pemerintah untuk mengintervensi kenaikan harga cabai di wilayah DKI Jakarta, Isy mengatakan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional telah melakukan distribusi cabai dari daerah surplus ke defisit guna menekan harga. “Badan Pangan Nasional sudah distribusikan cabai. Maksudnya didistribusikan dari sentra lain, ke Jakarta,” urainya.

Terpisah, Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menuturkan, cabai merah memang menjadi biang kerok inflasi sepanjang November 2023. ’’Perkembangan harga cabai merah dan cabai rawit menunjukkan tren yang terus meningkat,’’ ujarnya pada rakor inflasi bersama Kemendagri, Senin (4/12).

Amalia memerinci, penyumbang inflasi November 2023 secara bulanan didominasi oleh komoditas yang masuk dalam kategori volatile foods. Terutama komoditas hortikultura seperti cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah. Tingkat inflasi ketiga komoditas itu relatif lebih tinggi dibandingkan dengan bulan yang sama di 2 tahun sebelumnya.

Data BPS mencatat, dari sisi wilayah, komoditas cabai merah dan cabai rawit juga menjadi kontributor utama pada kenaikan indeks perkembangan harga (IPH) di Pulau Sumatera dan Jawa. Amalia menyebut, di Sumatera, cabai merah menjadi kontributor nomor satu pada IPH. ’’Kalau di Jawa, cabai rawit yang jadi komoditas utama penyumbang IPH. Jadi kalau di Sumatera lebih butuh cabai merah, kalau di Jawa lebih suka mengkonsumsi cabai rawit,’’ imbuhnya.

Jumlah kab/kota yang mengalami kenaikan harga cabai merah pun terus meningkat. Saat ini ada 360 kab/kota yang mengalami kenaikan harga cabai merah. Disusul 355 kab/kota mengalami kenaikan harga gula pasir, serta 325 kab/kota mengalami kenaikan harga cabai rawit.

’’Ada 5 komoditas yang harus diperhatikan untuk minggu ini, minggu depan, dan dalam minggu berikutnya. Yaitu cabai merah, gula pasir, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras. Harga cabai merah dan cabai rawit belum ada tanda-tanda melandai,’’ tutur Amalia.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengimbau pemda mewaspadai kenaikan inflasi. Sebab, selama tiga bulan terakhir, angka inflasi di daerah cenderung meningkat. ’’(Peningkatan angka inflasi) terjadi variasi tiap daerah, ada daerah-daerah yang tinggi, ada daerah yang rendah. Saya terus terang akan juga melihat prestasi para Pj (kepala daerah) juga dilihat dari data-data ini, termasuk data BPS,’’ jelas dia pada kesempatan yang sama.

Tito juga meminta pemda mengawasi kenaikan harga komoditas, khususnya cabai merah. Apalagi kenaikan tersebut diketahui terjadi di daerah yang relatif subur. Menurutnya, perlu ada gebrakan yang aktif dari kepala daerah agar harga cabai merah dapat terkendali.

’’Ini betul-betul menjadi perhatian bagi kita dan saya juga pasti akan mengawasi betul daerah-daerah mana saja yang bisa mengendalikan, mana yang konsisten tidak bisa mengendalikan yang menjadi bahan penilaian,’’ ujar Tito.

Dia meminta agar pemda melakukan berbagai upaya untuk menekan kenaikan harga cabai, sama seperti upaya yang dilakukan untuk menekan kenaikan harga beras yang sempat melambung beberapa waktu lalu. Gerakan pasar murah juga diharapkan terus digalakkan. Dengan demikian, tekanan pada inflasi juga bisa diminimalisir.

’’Saya minta tolong untuk rekan-rekan kepala daerah semua melakukan gerakan yang sama. Seluruh daerah (dapat) menggunakan anggaran reguler bansos maupun belanja tidak terduga, bisa juga menggandeng para pengusaha untuk melakukan gerakan pasar murah. Jadi, jual sembako murah, dijual harganya subsidi. Ini juga dapat menekan inflasi,’’ tuturnya.

Di lain pihak, Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam menjelaskan, inflasi secara siklus memang selalu naik di penghujung tahun. Karena terdapat momen natal dan tahun baru (nataru). Terutama pada produk-produk bahan pangan.

Selain perayaan hari besar, kebutuhan barang pangan sangat tergantung pada kondisi suplai. Saat ini, situasinya sejumlah wilayah Indonesia baru saja mengalami El Nino. Alhasil, stok barang pangan terbatas.  “Saya kira ini fenomena yang biasa kita alami. Tapi sekaligus menunjukkan bahwa harus ada sesuatu yang dilakukan oleh pemerintah. Masak penyakitnya itu-itu terus. Nggak bisa kita atasi,” ujar Piter saat ditemui di kawasan Mega Kuningan.

Menurut dia, bantuan sosial (bansos) tidak bisa mengatasi inflasi. Bansos itu tujuannya untuk mengurangi beban masyarakat, khususnya kelompok bawah, ketika terjadi hantaman inflasi yang meningkat sehingga menggerus daya beli mereka. Di sisi lain, tantangan pendistribusian bansos yang tepat sasaran masih terjadi. “Bansos ini semacam pain killer. Persoalan utamanya tidak diselesaikan. Jadi masih banyak lagi pekerjaan rumah yang belum selesai . Baik itu dalam menjaga supply barang pangan maupun dari sisi distribusinya,” ujarnya. (jpg/ila)

TPD Ganjar-Mahfud Optimis Raih Suara Lebih Tinggi dari Periode Sebelumnya di Binjai

FOTO BERSAMA: TPD Ganjar-Mahfud Binjai foto bersama saat rakor dengan parpol pengusung.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Tim pemenangan daerah Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sudah dibentuk di Kota Binjai. M Syarif Sitepu terpilih sebagai Ketua TPD Ganjar-Mahfud di Kota Binjai.

Pembentukan TPD Ganjar-Mahfud usai rapat koordinasi partai politik pendukung terdiri dari PDI-Perjuangan, Partai Hanura, PPP dan Perindo di Sekretariat PDIP, Jalan Baskom, Kelurahan Nangka, Binjai Utara, akhir Oktober 2023 lalu.

“TPD Ganjar-Mahfud di Kota Binjai sudah terbentuk dan sejumlah persiapan telah dilakukan. Mulai dari konsolidasi partai pengusung hingga konsolidasi dengan relawan maupun tokoh-tokoh di Kota Binjai,” ujar Syarif, Selasa (5/12).

Syarif Sitepu saat ini sebagai Wakil Ketua DPRD dan Ketua DPC PDIP Binjai. Dia mengaku optimis perolehan suara Ganjar-Mahfud di Kota Binjai lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya saat Pilpres 2019 lalu.

“Optimis perolehan suara lebih tinggi dibanding sebelumnya. Sebab, tren dukungan ke Ganjar-Mahfud menanjak naik karena rekam jejak keduanya diyakini mampu meyakinkan masyarakat untuk Indonesia lebih maju lagi,” ujar Syarif.

Kepada parpol pengusung Ganjar-Mahfud, dia mengajak untuk sama-sama bergotong-royong untuk memenangkan dan meraup suara di Kota Binjai. Juga berkoordinasi dengan relawan. “Kami juga telah melakukan sosialisasi Ganjar-Mahfud oleh partai pengusung maupun calegnya dan relawan yang dilakukan secara door to door,” pungkasnya.

Dia mengajak masyarakat Kota Binjai untuk menjatuhkan pilihannya pada pasangan Ganjar-Mahfud pada Pilpres nanti. “Dengan kerendahan hati izinkan kami mengajak saudara-saudara untuk menjatuhkan pilihan kepada Bapak Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Keduanya telah teruji, berintegritas, berani dan merakyat. Tentu ini menjadi modal yang baik untuk melanjutkan pembangunan yang sudah baik ini,” pungkasnya.

Pada Pilpres 2019, Joko Widodo-Ma’ruf Amin meraih 55.813 suara di Kota Binjai. (ted)

Target 2 Emas, Pembalap Sumut Fokus Tingkatkan Fisik

DIABADIKAN: Tim balap motor road race dan pelatih diabadikan bersama Tim Visitasi Posko Publikasi PON XXI di sirkuit balap Jalan Pancing, Medan, Selasa (4/12) siang. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kemampuan fisik yang prima merupakan modal tak kalah penting yang harus dimiliki oleh pembalap Sumut dalam upaya meraih target 2 medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.

Kabid Roda Dua Pengprov IMI Sumut yang juga pelatih grastrack Pelatda Balap Motor Sumut, H Syabra Buana mengatakan hal tersebut saat menerima Tim Visitasi Posko Publikasi PON XXI/2024 Wilayah Sumut di sirkuit balap motor Jalan Pancing, Selasa (4/12).

Pengprov IMI Sumut menurut H Syabra membidik 2 medali emas. “Satu emas dari Grastrack dan satu emas dari Road Race,” jelas H Syabra.

“Kemampuan fisik prima merupakan modal penting dimiliki seorang pembalap untuk meraih target 2 medali emas dari balap motor. Sebab itu, pembalap Sumut kita minta terus meningkatkan kemampuan fisiknya,” ucap H Syabra Buana.

H Syabra gembira dengan kesungguhan pembalap Sumut meningkatkan kemampuan fisiknya, delapan pembalap yang masuk Pelatda PON Sumut menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam tes fisik yang diadakan KONI Sumut. “Hasil tes fisik pembalap cukup baik,” ujar H Syabra.

H Syabra dalam kesempatan itu, berharap agar tim balap Sumut bisa memiliki motor balap sendiri, sehingga latihan bisa berjalan lancar. “Di PON nanti, sepeda motor road race Standart saja, sementara dalam latihan kita pakai motor tuneup sehingga sebetulnya tidak sesuai spesifikasinya,” ungkap Syabra.

Dijelaskan, delapan pembalap Sumut yang masuk Pelatda berasal dari berbagai daerah, dan mereka kini menjalankan program latihan mandiri. Pembalap Sumut dari nomor balap motor road race, Fahri Irawan yang berasal dari Kisaran, mengatakan berdasarkan instruksi dari pelatih, dirinya menjalankan latihan fisik selama berlatih mandiri di Kisaran.

Fahri Irawan berlatih jogging 3 sampai 4 kali dalam sepekan, selain itu ia berlatih push-up dan sit-up. Fahri mengaku cukup terbantu dengan latihan fisik yang diinstruksikan tim pelatih, sebab menurut jogging bagus untuk meningkatkan kemampuan pernafasan, sementara push-up untuk memperkuat kekuatan tangan.

Saat ini ada empat pembalap nomor road race yang tergabung dalam tim Pelatda PON. Selain Fahri Irawan, ada Andrian Aritonang, Deri Satrio dan M Iksan, dengan pelatih Aket. Tim road race Sumut akan turun pada nomor Bebek Standart (perorangan/beregu) dan Bebek Modifikasi (perorangan/beregu).

Sementara untuk nomor Grastrack, juga ada 4 pembalap yang tergabung di Pelatda. Keempat pembalap juga sedang menjalani Pelatda Mandiri di daerah masing. Dari keempat pembalap, 2 pembalap Grastrack, dua diantaranya kebetulan mempunyai sirkuit sendiri, sehingga dirasakan cukup membantu.

Salah satu pembalap Grastrack Sumut, Ahmad Yusrizal kini tergabung dalam tim balap RPMX Bandung. Tiga pembalap Grastrack Sumut lainnya adalah Ahmad Fadillah, Rizky Revanza, Bima Artawibowo.

Petugas Tim Visitasi Posko PON XXI/2024 Wilayah Sumut M Yahya Anuari berharap agar atlet Pelatda balap motor dapat terus meningkatkan latihan sampai penyelenggaraan PON XXI nanti, sehingga dapat meraih prestasi dan memenuhi targetnya.

Yahya Anuari menyayangkan tak hadirnya Wasping Balap Motor dari KONI Sumut dalam acara visitasi ini. Padahal, menurut pria yang akrab disapa Ari, Wasping mempunyai peran sangat penting dalam pengawasan dan pendampingan atlet Pelatda Balap Motor PON Sumut. (dek)

FOPI Sumut Ingin TC di Thailand

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Atlet cabang olahraga (cabor) petanque Sumatera Utara (Sumut) terus bersiap menyongsong perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 Sumut dan Aceh. Usai menggelar dua try out di Pulau Jawa, kini persiapan menyasar pada pemusatan latihan (training camp).

Pelatih Kepala (head coach) tim petanque Sumut, Ibrahim Sembiring mengungkapkan, Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Sumut, menjadwalkan training camp bagi atlet pemusatan latihan daerah (Pelatda) PON 2024 di Thailand.

Hal itu dia sampaikan saat Visitasi Petugas Posko Publikasi PON XXI/2024 Aceh-Sumut dipimpin Febrina Chairunisa ke Lokasi Pelatda Cabor PON XXI2024 di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Medan (Unimed), Selasa (5/12/2023) siang.

“Setelah Lebaran kita minta training camp di Thailand. Di sana permainan tradisionalnya petanque ini. Master sudah banyak di sana, jadi kita fokus tryout dan training camp di Thailand. Jadwalnya antara bulan Februari atau pasca Lebaran, tergantung kesepakatan dengan KONI Sumut,” ujar pria yang juga Sekretaris FOPI Sumut itu.

Menurutnya, kegiatan training camp dilakukan untuk mempersiapkan mental atlet menuju PON 2024. Sementara itu, hingga akhir 2023, Ibrahim menyebut atlet FOPI Sumut telah mengikuti tryout yang juga bagian dalam rangka persiapan. Kendati belum semaksimal harapan, menurutnya sejumlah kemajuan terlihat pada atlet Sumut.

“Program try out, kemarin sudah dua kali kita try out di nasional, itu kita mengikuti kejuaraan yang ada di Surabaya. Kemudian di Unesa International Petanque, persiapannya untuk atlet-atlet sendiri, secara teknik dan strategi sudah ada kemajuan dari masing-masing atlet itu,” jelas Ibrahim.

Dia menjelaskan, dari hasil tryout, atlet petanque Sumut menembus seminfinal di dua nomor, sementara untuk ajang internasional satu nomor hanya menembus 16 besar.

Sebagai langkah persiapan lainnya, tahun 2024 mendatang, atlet petanque Sumut kembali akan menggelar tryout. Menurutnya, tryout diperlukan dalam rangka mematangkan persiapan para atlet.

“Pada dasarnya, kita memang kekurangan tryout. Rencananya di Jawa, karena kita di Sumut lawan kurang memadai tryout harus ke luar kota,” tambahnya.

Menurutnya, perlunya menggelar tryout di daerah seperti di Surabaya ditengarai kurang representatifnya kualitas lapangan di Sumut. Selain lapangan, kualitas bola juga memengaruhi kemampuan atlet dalam pertandingan. Untuk itu, FOPI Sumut berharap para atlet mendapatkan bola baru.

“Lapangan mereka (seperti di Surabaya) paving blok yang keras, kita di sini kerikil lebih tebal. Lapangan mempengaruhi, kualitas bola juga mempengaruhi. Dari segi perlengkapan kami, bola ini udah aus, di pertandingan nanti bola harus baru,” tandasnya.

Untuk itu, Ibrahim berharap, Dinas pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut menyediakan bola baru bagi para atlet. Dia berharap, setidaknya 20 atlet yang terdiri dari 10 putra dan 10 putri pelatda petanque diberikan dua set bola.

“Bola paling perlu dan penting karena merupakan senjata bagi atlet. Bola yang dipakai terus-menerus akan aus dan menipis. Bagi bola yang serinya tidak kelihatan tidak boleh dimainkan. Jadi minimal dua set bola untuk tiap atlet sebelum berangkat,” pungkasnya. (dek)