Home Blog Page 914

Berkunjung ke Asahan, Ganjar Siap Dengarkan Aspirasi Masyarakat

Foto: Tim Media Ganjar Pranowo MERAKYAT: Ganjar Pranowo menginap di rumah warga Desa Tanjung Alam, Asahan, Sumatera Utara pada Sabtu (11/11).

SUMUTPOS.CO – WAKTU menunjukkan pukul 21.30 WIB. Hujan juga turun dengan derasnya mengguyur Desa Tanjung Alam Kecamatan Sidadap Kabupaten Asahan, Sabtu (11/11). Namun, ratusan masyarakat Tanjung Alam tetap nekat bertahan demi menantikan kedatangan calon presiden 2024, Ganjar Pranowo.

Malam itu Ganjar akan menginap di rumah Mbah Sumadi, kakek berusia 103 tahun, warga Desa Tanjung Alam. Warga yang tahu kabar itu langsung berbondong-bondong mendatangi rumah Mbah Sumadi. Mereka menyiapkan sambutan meriah melalui pertunjukan kesenian reog Ponorogo dan kuda kepang.

Ganjar yang tiba di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB tak bisa menutupi rasa bahagianya. Usai seharian melakukan kunjungan ke beberapa kabupaten di Sumatera Utara, Ganjar bersiap untuk menginap dan menghabiskan malam bersama masyarakat Desa Tanjung Alam.

Mantan gubernur Jawa Tengah dua periode tersebut menjelaskan bahwa kunjungan ke rumah warga adalah kegiatan rutin yang dilakukannya sejak lama untuk mendengar keluhan dan aspirasi langsung dari masyarakat.

“Hobi saya sejak 10 tahun yang lalu di Jawa Tengah, rata-rata setiap minggu dua kali saya pergi ke desa-desa dan menginap di rumah masyarakat. Di sana, kami bisa merasakan secara langsung apa yang mereka sampaikan dan rasakan,” ungkap Ganjar.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Desa Tanjung Alam, Kabupaten Asahan, atas sambutan hangat dan kesempatan untuk menginap. Sebelum beristirahat, Ganjar menyempatkan diri untuk menyapa warga yang hadir di kediaman Mbah Sumadi. Dalam suasana bersenda gurau dan akrab, Ganjar mendengarkan keluhan dan aspirasi warga.

Menginap di rumah warga memang sudah menjadi kebiasaan Ganjar Pranowo sejak periode pertama menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. Kebiasaan ini dilakukan Ganjar minimal sepekan sekali di 35 kabupaten/kota di Jateng. Sambil menginap, Ganjar memanfaatkan momentum untuk mendengarkan aspirasi dari masyarakat dan memberikan solusi.

“Banyak hal bisa ditemui kalau bertemu langsung dengan masyarakat, tanpa sekat, tanpa ada birokrasi yang membuat mereka enggan menyampaikan aspirasi,” kata Ganjar.

Sementara itu, Mbah Sumadi mengaku bahagia dan tidak menyangka rumahnya akan dikunjungi Ganjar Pranowo. Dia bahkan sudah menyiapkan pantun spesial untuk menyambut Ganjar Pranowo.

“Putri khayangan hendak ke surga, naik ke bulan membawa berita. PDI Perjuangan pimpinan Bu Mega, 14 Februari Ganjar pilihan kita,” kata Mbah Sumadi.

Penganut Soekarnoisme ini berdoa agar Ganjar bisa terpilih menjadi presiden pada pemilihan 2024 nanti.”Saya harapannya, jika Pak Ganjar terpilih sebagai presiden, tidak ada lagi kemiskinan di negeri ini,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang masyarakat Desa Tanjung Alam, Asahan, Muhammad Dwi mengatakan, kedatangan Ganjar ke desa mereka memberikan dampak positif. Salah satunya adalah kampung mereka semakin dikenal masyarakat luas.

Selain itu, dia melihat langsung kesederhanaan Ganjar yang memang dekat dengan masyarakat dan merakyat. “ Kedatangan Pak Gajar banyak memberikan motivasi, “ ujarnya. (wir/dat)

Euromonitor: Aice Menangkan “Indonesia’s No.1 Ice Cream Brand”

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Produsen es krim terbesar Indonesia Aice Group mengumumkan bahwa perusahaan telah mendapatkan “Indonesia’s No.1 Ice Cream Brand” berdasarkan hasil riset oleh perusahaan riset global terkemuka, Euromonitor. Keberhasilan ini menjadi pengakuan publik atas dedikasi Aice Group dalam menyediakan produk es krim berkualitas dengan harga terjangkau dan memprioritaskan aspek kesehatan, higienis serta inovasi dalam bentuk dan rasa.

Dalam beberapa tahun terakhir, Aice Group berhasil meraih berbagai kesuksesan dan peningkatan dalam usahanya, yang kemudian menjadikan pencapaian ini sebagai penanda capaian signifikan Aice Group dalam industri es krim Indonesia. Hasil survei terbaru dari Euromonitor International tahun 2023 menunjukkan bahwa Aice Group selama ini mencatat pertumbuhan penjualan yang kuat, dan menjadikannya merek es krim terpopuler di Indonesia.

Data yang dibagikan Euromonitor, menunjukkan tren positif pada penjualan es krim di Indonesia yang terus meningkat sejak 2018. Bahkan di tahun lalu, penjualan es krim mampu mencapai sekitar Rp15,86 triliun. Angka tersebut menggambarkan tren positif nilai penjualan es krim nasional selama lima tahun terakhir. Sebagai produsen bervolume terbesarnya, Aice menjadi tulang punggung kemajuan industri es krim di Indonesia tersebut.

Juru Bicara dan Senior Brand Manager Aice Group Sylvana Zhong mengatakan, upaya ekspansi usaha melalui penguatan kualitas produk dan penambahan jaringan pemasaran ritelnya sudah cukup berhasil di tahun kesembilannya. Perusahaan meyakini performa usahanya tak bisa terlepas dari tingkat kepuasan konsumen yang diperoleh dari produk yang memiliki bahan dengan kualitas terbaik, inovatif dan mudah didapatkan di seluruh penjuru nusantara.

“Kami merasa terhormat menerima penilaian publik sebagai es krim no 1 dalam survei yang dilaksanakan Euromonitor. Ini adalah bukti nyata dari kepercayaan dan dukungan yang terus kami terima dari konsumen kami. Aice Group berkomitmen sesuai dengan misi kami agar konsumen bisa dengan mendapatkan kebahagian melalui berbagai varian rasa dan bentuk es krim kami, yang tidak hanya lezat tetapi juga sehat,” jelasnya.

Kunci Keunggulan Aice Group
Lebih lanjut, Aice memperkirakan, capaian penilaian publik yang tinggi dalam survei yang dilakukan Euromonitor ini, sangat terkait dengan kesuksesannya dalam menjalankan inovasi es krim berkesinambungan dan kemampuan produksi produk yang berkualitas. Ditambah dengan kesuksesan ekspansi usahanya ke berbagai negara Asia Tenggara, penghargaan lembaga riset global ini menjadi mudah dipahami dan diterima publik.

Dalam proses inovasi, Aice Group berhasil membuka banyak pasar baru berbagai segmen konsumen es krim Indonesia lewat strategi diferensiasi produk yang disesuaikan dengan peluang pasar terkini. Aice sukses meluncurkan berbagai varian rasa, termasuk favorit seperti Aice Mochi, serta varian baru yang sangat dinanti-nantikan, Aice Histeria Peach, Es krim mini cake stick rasa peach pertama di Indonesia. Ini menjadi bukti dari komitmen Aice untuk terus memperkaya pengalaman konsumen dengan banyak produk inovatif yang sulit ditandingi oleh pesaingnya.

Selain itu, Aice Group juga kuat di aspek skala dan teknologi produksinya. Saat ini, Aice dikenal karena kemampuannya membangun fasilitas produksi yang higienis, canggih, dan masif. Strategi fabrikasi tersebut memastikan bahwa setiap es krim yang mereka produksi tetap segar, berkualitas, dan aman untuk dikonsumsi. Aice memprioritaskan aspek higienis, bahan berkualitas, dan kandungan yang baik bagi kesehatan, dalam semua proses produksi mereka.

Menariknya lagi, saat ini kekuatan branding Aice Group tidak hanya terbatas pada pasar domestik. Dari tiga pabriknya yang berlokasi di Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Jawa Timur, Aice telah berhasil mencapai pasar ekspor regional. Brand ambassador kelas dunia macam Lionel Messi dan Kylian Mbappe juga telah mengisi strategi branding globalnya. Sekarang, Aice telah mendapatkan pengakuan dalam skala internasional, menjadikan mereka brand es krim yang kuat di tingkat global.

Konsistensi Aice Menjaga Kualitas & Inovasi
Adhitya Nugroho selaku Senior Research Director Euromonitor menambahkan, adanya penilaian baik dari masyarakat terhadap Aice yang dibuktikan dari hasil survei, tidak terlepas dari kontribusi Aice yang tidak hanya berfokus dalam memberikan produk yang inovatif dan berkualitas, namun juga turut andil dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan adanya dukungan yang diberikan, serta pendistribusian es krim Aice.

“Aice, yang merupakan pendatang baru di industri es krim Indonesia, mampu bersaing dengan merek-merek es krim lainnya. Aice semakin dikenal ketika menjadi salah satu sponsor resmi Asian Games 2018 lalu yang berlangsung di Jakarta. Hal ini tentunya turut mendorong kesadaran konsumen dan mendukung penjualan Aice,” jelas Adhitya.

“Aice sendiri berfokus pada es krim impulsif yang merupakan kategori es krim terpenting di Indonesia. Strategi Aice dalam memanfaatkan toko serba ada serta warung-warung kecil, menjadi saluran distribusi penting dalam industri es krim di Indonesia. Hal inilah yang kemudian menjadikan Aice sebagai merek es krim nomor satu di Indonesia pada tahun 2022 ” imbuhnya.

Komitmen Aice Group dalam menyebarkan kebahagiaan kepada masyarakat Indonesia dan kualitas produk es krim yang diberikan oleh Aice, telah banyak diganjar berbagai penghargaan, termasuk Top Brand dan Top Brand Kids selama lima tahun berturut-turut (2018-2023), penghargaan “Superbrands 2021,” serta “Top CSR Awards 2022” melalui program CSR membagikan total 67 juta masker medis yang mendukung pencegahan penularan virus Covid-19.

“Aice Group berkomitmen untuk terus memberikan produk inovatif yang dapat membawa kebahagiaan kepada semua masyarakat Indonesia. Dengan kualitas produk yang tak tertandingi dan inovasi produk yang sulit ditandingi, mereka berusaha untuk tetap menjadi pilihan nomor satu bagi pecinta es krim di seluruh Indonesia,” pungkas Sylvana. (rel/adz)

Bobby Diminta Segera Evaluasi Kepala OPD

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi I DPRD Kota Medan, Rudiyanto Simangunsong, meminta Wali Kota Medan, Bobby Nasution untuk mengevaluasi kinerja setiap Kepala OPD di lingkungan Pemko Medan yang terbukti tidak maksimal dalam menjalankan program-program kerja pada OPD yang dipimpinnya.

 Evaluasi tersebut diharapkan harus lebih tegas dilakukan kepada para kepala OPD yang terbukti tidak maksimal dalam menuntaskan lima program kerja prioritas yang selalu digaungkan Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

 “Bila ada OPD yang terbukti tidak maksimal dalam menuntaskannya, padahal program kerja prioritas itu merupakan bagian dari tanggungjawab OPD yang dipimpinnya, maka Wali Kota Medan, saudara Bobby Nasution harus segera mengevaluasi kepala OPD tersebut,” ucap Rudiyanto kepada Sumut Pos, Jumat (24/11/2023).

 Dikatakan politisi senior PKS tersebut, sejatinya pihaknya di DPRD Kota Medan sangat menilai baik dan mendukung penuh lima program kerja priorotas Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Diantaranya penanganan di bidang kesehatan, pembangunan infrastruktur, penuntasan masalah banjir, penanganan masalah kebersihan, serta pembenahan kawasan heritage dan pemberdayaan UMKM.

 “Lima program kerja prioritas ini kita nilai sangat baik. Bila kelimanya terealisasi, tentu akan sangat baik Kota Medan. Tapi yang kita sayangkan, belum semua program kerja prioritas tersebut dikerjakan dengan baik,” ujarnya.

 Rudiyanto pun memberikan sejumlah contoh. Seperti misalnya masalah pembangunan infrastruktur berupa jalan dan drainase yang saat ini sangat gencar dilakukan Pemko Medan melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK).

 Rudiyanto pun menyinggung viralnya video jalan licin di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan baru-baru ini yang disebut tidak maksimal dalam melakukan pembangunan infrastruktur. Ditambah lagi banyaknya aduan warga terkait masalah pembangunan drainase yang sering dikeluhkan karena sangat mengganggu aktivitas.

 “Contohnya pedagang yang tidak bisa berjualan karena drainase yang dikorek membuat tanah galiannya sampai ke badan jalan, tapi pemasangan u-ditch nya tidak langsung dilakukan. Saya rasa saudara Wali Kota Medan perlu melakukan evaluasi kepada OPD terkait,” katanya.

Begitu juga dengan penuntasan masalah banjir yang ia nilai belum maksimal.”Pelaku UMKM kita juga masih banyak yang mengeluhkan berbagai persoalan. Semua ini harus lebih diperhatikan,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Rudiyanto berharap agar seluruh kepala OPD di lingkungan Pemko Medan dapat meningkatkan fokusnya pada lima program kerja prioritas Wali Kota Medan.”Namun bila tetap tidak maksimal, kita meminta kepada saudara Wali Kota Medan untuk melakukan evaluasi,” pungkasnya. (map)

22 Guru Besar jadi Dewan Penasehat dan Dewan Pakar DMDI Sumut

GURU BESAR: Prof Dr Tarmizi MHum (kiri) bersama guru besar dan pimpinan perguruan tinggi pada acara pelantikan DMDI Sumut. (DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS)

SEBANYAK 22 guru besar dari perguruan tinggi negeri dan swasta menjadi dewan penasehat dan dewan pakar Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Sumut periode 2023-2026.

Dewan Pakar DMDI Sumut yakni Prof Dr Agussani MAP, Prof Dr Achyar Zein MAg, Prof Dr Ahmad Rafiqi Tantawi MS, Prof Dr Basyarudin MS, Prof Dr H Fachrudin Azmi MA dan Prof Dr Ilmi Abdulah MSc.

Kemudian Prof Dr Muhammad Assad MSi, Prof Dr H Muhammad Hatta, Prof Dr Muhammad Ramadhan MA, Prof Dra Pujiati MSocSc PhD, Prof T Silvana Sinar Dipl TEFL MA PhD, Prof Dr Tarmizi MHum, Prof Dr T Thyrhaya Zein MA, Prof Dr Umar Zein DTM&H SpPD KPTI, Prof Dr Nurhayati MP, Prof Dr Nurhayati MAg dan Prof Dr OK Saidin MHum.

Sedangkan guru besar yang jadi Dewan Penasehat DMDI Sumut diantaranya Prof Dr H Muzakkir MAg, Prof Dr Tri Harsono MSi, Assoc Prof KH Amiruddin MS MA MBA PhD, Assoc Prof Dr Ismail Effendi MSi dan Assoc Prof Dr Shafwan Hadi Umry MHum.

Tokoh lain yang menjadi dewan kehormatan adalah Tuan Guru Syekh Dr H Zikmal Fuad MA, Dr H Abdul Rahim MHum, Datoq Seri Adil Freddy Haberham SE, Mayjen TNI Purn M Hasyim, Hj Nuriandy BA, Novan Effendy SE MSi, Dr Syafrida MSi, Dra Siti Amnah MPsy, Dr Tapi Rondang Ni Bulan MSi, Dr Wardayani MSi dan KH Zulfikar Hajar LC.

DMDI Sumut juga dilengkapi dewan kehormatan dengan sejumlah tokoh penting di Sumut. Sedangkan Ketua DMDI Sumut adalah Dr HM Isa Indrawan MM.

Pelantikan Dr HM Isa Indrawan MM (ketua), Chairul Amri SH (sekretaris) Sai Naldi Al Idrus Amd (bendahara) bersama pengurus lainnya digelar di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu baru-baru ini. Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatangan kerja sama DMDI Sumut dengan pimpinan beberapa perguruan tinggi seperti STIM Sukma, Institut Kesehatan Helvetia, Universitas Amir Hamzah dan Universitas Panca Budi (Unpab).

DMDI Sumut juga menggelar kolaborasi dengan Unpab berupa pemberian beasiswa kepada mahasiswa bekerja sama dengan Plt Bupati Langkat H Syah Affandin membuat program satu desa, lima sarjana.

Pelantikan pengurus DMDI Sumut Ketua DMDI Indonesia Datuk Seri H.Said Aldi Al Idrus disaksikan Presiden DMDI Tun Seri Setia Dr HM Ali Rustam dan
Pj Gubsu diwakili Asisten Kesra Setdaprovsu.

Turut hadir Sultan Deli, Sultan Serdang, Sultan Asahan, Plt Bupati Langkat Syah Affandin, pimpinan DMDI dari Singapura, Pulau Penang, Johor, Brunai Darussalam, Putrajaya, Sabah, Selangor, Konjen Amerika Serikat dan Malaysia serta undangan lainnya.

Ketua DMDI Indonesia Datuk Seri Said Aldi Al Idrus SE mengapresiasi banyak guru besar di DMDI Sumut. Menurut dia, jumlah guru besar di DMDI Sumut lebih banyak daripada di DMDI Indonesia.

Ketua umum mengajak generasi milenial bersatu padu membangun peradaban budaya Melayu melalui pemberdayaan destinasi wisata, budaya dan UMKM guna menuju Indonesia yang makmur dan sejahtera. Apalagi DMDI telah hadir di 23 negara di dunia.

Ketua DMDI Sumut Dr HM Isa Indrawan MM yang juga ketua Aptisi Sumut dan rektor Unpab mengatakan ada empat program DMDI Sumut yakni pendidikan, perekonomian, kesehatan dan kemanusiaan. (dmp)

Bentengi Diri dari Kehamilan Dini

KULIAH TAMU: Prof Dorien De Tombe MSc PhD menerima ulos dari Wakil Rektor I USM Indonesia Ns Janno Sinaga SKep MKep SpKMB (kanan) dan Dekan FEIS USM Indonesia Heri Enjang Syahputra SE MAk (ketua panitia) kuliah tamu di USM Indonesia.DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

GURU besar asal Belanda dari Delft University of Technology Prof Dorien De Tombe MSc PhD mengingatkan mahasiswa dan generasi muda agar dapat membentengi diri dari kehamilan dini di usia belia.

Permintaan ini disampaikan Prof Dorien De Tombe MSc PhD saat memberi kuliah tamu di Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia. Kegiatan internasional ini bertema: Guest lecture
Aspects of education and law concerning early pregnancy: a complex societal problem.

Dalam kuliah umum di Ign Washington Purba Hall Kampus USM Indonesia, Rabu (23/11) dipaparkan aspek pendidikan dan hukum tentang kehamilan dini dan permasalahan masyarakat yang kompleks.

Guru besar asal Belanda ini mengingatkan generasi muda untuk membentengi diri agar tidak melakukan perbuatan asusila sebelum menikah. Ia menyebut banyak risiko buruk terhadap kesehatan dan kesulitan meraih masa depan yang baik.

GURU besar asal Belanda dari Delft University of Technology Prof Dorien De Tombe MSc PhD mengingatkan mahasiswa dan generasi muda agar dapat membentengi diri dari kehamilan dini di usia belia.

Permintaan ini disampaikan Prof Dorien De Tombe MSc PhD saat memberi kuliah tamu di Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia. Kegiatan internasional ini bertema: Guest lecture
Aspects of education and law concerning early pregnancy: a complex societal problem.

Dalam kuliah umum di Ign Washington Purba Hall Kampus USM Indonesia, Rabu (23/11) dipaparkan aspek pendidikan dan hukum tentang kehamilan dini dan permasalahan masyarakat yang kompleks.

Guru besar asal Belanda ini mengingatkan generasi muda untuk membentengi diri agar tidak melakukan perbuatan asusila sebelum menikah. Ia menyebut banyak risiko baik kesehatan dan masa depan kehidupan yang jelek.

Kuliah tamu ini dihadiri wakil rektor I, III dan IV, dekan, ketua program studi dan dosen serta ratusan mahasiswa. Wakil Rektor I USM Indonesia Ns Janno Sinaga SKep MKep SpKMB mengatakan banyak hal penting yang perlu dipahami mahasiswa.

”Masalah ini masih sering terjadi. Perlu dipahami secara global tentang risiko dan bahaya dari kehamilan dini yang mengancam masa depan,” kata Ns Janno Sinaga SKep MKep SpKMB.

Dari paparan Prof Dorien De Tombe MSc PhD, kata wakil rektor, mssalah itu dikaji dari aspek pendidikan dan hukum berakibat kehilangan masa depan yang cerah. ”Untuk itu bentengi diri dengan iman, pahami bahaya hamil dini dan jangan lakukan seks sebelum menikah,” katanya. (dmp)

Prodi Sarjana Farmasi IKH dan IPPT USM Bertam Gelar PKM, Dagusibu Obat Antibiotik yang Aman

PEMATERI: Ketua Tim PKM Prodi Sarjana Farmasi Fakultas Farmasi dan Kesehatan IKH memberikan materi pengabdian masyarakat. (ISTIMEWA)

PROGRAM Studi (Prodi) Sarjana Farmasi
Fakultas Farmasi dan Kesehatan Institut Kesehatan Helvetia (IKH) dengan Institut Perubatan dan Pergigian Termaju (IPPT) Universiti Sains Malaysia (USM) Bertam mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) internasional.

Pengabdian ini tentang Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang (Dagusibu) obat antibiotik yang aman pada Pusat Jagaan Damai Permai di Jalan Bertam, 13200 Kepala Batas, Penang-Malaysia pada 4 Agustus 2023 lalu. Demikian disampaikan Ketua Tim PKM Prodi Sarjana Farmasi Fakultas Farmasi dan Kesehatan IKH Kota Medan apt Siti Fatimah Hanum SSi MKes di Medan, Jumat (24/11).

Tim pengabdian juga diikuti beberapa dosen yakni apt Adek Chan SSi MSi, apt Darwin Syamsul SSi MSi dan Siti Aisyah SST MKM serta mahasiswa. Sedangkan Ketua Tim Pengabdian Masyarakat IPPT USM Bertam Dr Eshaifol Azam bin Omar.

apt Siti Fatimah Hanum SSi MKes mengatakan bahwa pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, motivasi dan kualitas hidup sehat pada orangtua dan masyarakat yang dirawat di Pusat Jagaan Damai Permai tersebut terhadap penggunaan obat-obatan khususnya penggunaan obat antibiotik yang aman.

”Konsep Dagusibu bertujuan memahami penggunaan obat sehingga meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam menggunakan, mengelola dan pengawasan penggunaan obat,” katanya.

INTERNASIONAL: Dosen dan mahasiswa Prodi Sarjana Farmasi IKH melaksanakan pengabdian masyarakat internasional di Malaysia. (ISTIMEWA)

Ketua Tim PKM Prodi Sarjana Farmasi Fakultas Farmasi dan Kesehatan IKH Kota Medan apt Siti Fatimah Hanum SSi MKes menjelaskan bahwa untuk meningkatkan derajat kesehatan maka masyarakat harus mengetahui cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar sehingga tercapai penggunaan obat yang aman dan baik.

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi kesehatan manusia. Tidak jarang akan mengalami kesulitan dalam mengobati penyakit menular atau penyakit disebabkan infeksi dikarenakan obat antibiotik menjadi kurang efektif dalam pengobatan. ”Pada saat ini kondisi cuaca di Penang Malaysia kurang baik sehingga penyakit menular maupun penyakit disebabkan infeksi dapat meningkat,” sebutnya.

Pada kegiatan PKM juga diberikan pelatihan senam lansia oleh mahasiswa program studi sarjana farmasi yang diikuti bapak dan ibu di Pusat Jagaan Damai Permai. Selain itu diberikan hiburan berupa tarian dan menyanyikan lagu Dagusibu. (dmp)

Pemko Tebingtinggi akan Laksanakan Gerakan Pangan Murah

PIMPIN: Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebingtinggi Marimbun Marpaung, Satgas Pangan dan Forkompinda melakukan rapat kordinasi terkait akan digelarnya Gerakan Pangan Murah di Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Guna mengantisipasi kenaikan harga sejumlah barang kebutuhan pokok, Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi menggelar rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pangan ruang Mawar Gedung Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Jumat (24/11/2023).

Rapat dipimpin Kadis Ketahanan Pangan (Ketapang) dan Pertanian, Marimbun Marpaung, beliau menjelaskan bahwa data ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok per tanggal 22 November 2023 ialah, beras sebanyak 2.785,97 ton, cabe merah 52,60 ton, cabe rawit 44 ton, bawang merah 43,5 ton, bawang putih 31,5 ton. Kemudian, daging sapi sebanyak 132,29 ton, daging ayam ras dan daging ayam buras 149,20 ton, telur ayam ras 102,02 ton, gula pasir 707 ton, minyak goreng 130,69 ton.

Menurut Marimbun, untuk penyaluran Bantuan Pangan Tahap I, II dan III untuk alokasi KPM Tebingtinggi sebanyak 891 Keluarga Resiko Stunting (KRE) yang dilaksanakan bertempat di Kantor Pos Cabang Tebingtinggi dengan bantuan pangan yang diberikan berupa 1 karkas ayam dengan berat 0,9 kg sampai dengan 1,1 kg dan 10 butir telur.

“Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk bantuan pangan Kota Tebingtinggi berupa beras diberikan kepada penerima Bantuan Pangan, telah dilaksanakan baik untuk Tahap I, II dan III,” ungkap Marimbun.

Kembali diungkapkan Marimbun bahwa dalam rangka Pengendalian Inflasi dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bekerjasama dengan Perum Bulog Kantor Cabang Medan berencana akan mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh Kecamatan se Kota Tebingtinggi.

“GPM tersebut akan diselenggarakan mulai tanggal 27 November 2023 sampai 1 Desember 2023 dengan total komoditi beras sebanyak 15 ton, gula pasir 2,5 ton, minyak goreng 2,5 ton,” jelas Marimbun.

Sedangkan untuk jadwal pelaksanaan GPM pada setiap kecamatan, Kecamatan Padang Hulu tanggal 27 November 2023, Kecamatan Tebingtinggi Kota tanggal 28 November 2023, Kecamatan Padang Hilir tanggal 29 November 2023, Kecamatan Bajenis tanggal 30 November 2023 dan Kecamatan Rambutan tanggal 1 Desember 2023.

Turut dihadiri Kabag Perekonomian dan SDA Ir Nasrullah, Kepala Gudang Bulog Paya Pasir Aryo Wibisono, Kadis Perdagangan UMKM dan Koperasi Zahidin, Kadis Ketenagakerjaan Boy Hutapea. (ian/ram)

Ketum Gapeksindo Sumut Yakin, Proyek Rp2,7 Triliun Tidak akan Selesai Desember 2023

DISKUSI: Gapeksindo Sumut menggelar diskusi terkait dana dana APBD Sumut Rp2,7 triliun secara multiyears di Kafe Dante, di Jalan Saudara, Kota Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Sumatera Utara, menggunakan dana APBD Sumut Rp2,7 triliun secara multiyears. Mendapat sorotan dari Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Sumut.

Penggiat Medsos dan pemerhati Jasa Kontruksi, Ronald Sinaga menjelaskan mega proyek Rp2,7 triliun, tidak akan selesai sesuai dengan perencanaan, yang dibuat antara Dinas PUPR Sumut, dengan Kerja Sama Operasi (KSO) PT Waskita Karya, PT Sumber Mitra Jaya (SMJ) dan PT Pijar Utama.

“Kita dapatkan datanya dari orang dalam yang terlibat proyek ini yang sudah capek, yang sudah pengen ada perubahan,” kata Ronald dalam diskusi digelar oleh Gapeksindo Sumut, di Kafe Dante, di Jalan Saudara, Kota Medan, Jumat (24/11/2023).

Dalam data dimilikinya, Ronald mengungkapkan bahwa Waskita dan KSO harus mengerjakan 162 ruas dalam satu kontrak. Sehingga dinilai pengerjaan tidak dapat terkontrol dengan baik dalam penyelesaiannya dan tidak akan memberikan pengerjaan yang maksimal dalam pembangunan infrastruktur dirasakan masyarakat nantinya.

“Sayang sekali proyek sebegitu besar. Saya kalau punya dana Rp1,4 Triliun saya gak akan berani mengerjakan proyek 162 ruas dalam satu kontrak. Alasannya bagaimana kita mau mengatur orang di titik-titik berbeda dengan ratusan kilometer. Saya mengerjakan tol cilincing 35 kilometer hanya untung di satu titik,” kata Ronald.

Ronald mempertanyakan siapa yang mengusulkan dan menyarankan dalam proyek Rp2,7 triliun dengan 162 titik pengerjaan, dilakukan dalam satu kontrak tersebut.

“Itu otaknya siapa yang mengatur ini bisa jadi satu kontrak?. Mau berapa project manager?. Berarti melaporkan ke satu, kenapa gak dipecahin berpuluh-puluh kontrak yang bisa dijamin jadi. Sejago-jagonya perusahaan baik itu swasta maupun BUMN itu tidak akan bisa mengerjakan satu kontrak begini,” sebut Ronald.

Sementara itu, Ketua Umum Gapeksindo Sumut, Erikson Lumbantobing mengungkapkan pesimis terkait penyelesaian proyek Rp2,7 triliun itu.

“Dari seluruh proyek jalan ada 39 titik yang belum dijamah. Untuk jembatan dari total 20, yang baru dijamah 5 titik. Kita yakin hingga 2 Desember 2023, ini tidak mungkin akan selesai,” jelas Erickson.

Erikson mengatakan sejak awal prosesnya, proyek tahun jamak (multi years) ini banyak melanggar aturan. Ia menduga ada persekongkolan buruk antara PT Waskita Karya dengan Dinas PUPR Sumut.

“Sejak awal persyaratan supaya bisa menang tender itu harus punya dana senilai Rp 1,4 triliun. Sementara di Rapat Dengar Pendapat (RDP) terakhir dengan anggota dewan PT Waskita mengaku bajwa proyek terhambat karena mereka tidak punya uang,” sebut Erikson.

Dikatakannya, pihaknya sudah banyak menyuarakan aspirasi para pengusaha konstruksi di Sumut yang melihat banyak kejanggalan terhadap proyek Rp2,7 triliun.

“Kenapa BUMN terus yang dikasih? Kita mampu tapi tidak dikasih kesempatan. Kalau penyedia jasa konstruksi Sumut digunakan akan ada multiplier effect, banyak pekerja dipakai, banyak pajak terserap. Ini tidak, perusahaan semua dari luar Sumut, yang berasal dari Sumut tidak digunakan,” katanya.

Sementara itu, Tim Ahli sekaligus Ketua Umum Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Sumatra Utara, T.M Pasaribu mengatakan sejak awal direncanakan, pihaknya telah mempertanyakan kenapa 162 ruas digabungkan dalam proyek Rp2,7 triliun.

“Setelah diumumkan adanya tender proyek Rp2,7 triliun saya sendiri langsung dengan asosiasi perusahaan mendatangi PUPR Sumut. Kami bermaksud menanyakan mengapa proyek ini dijadikan satu kontrak. Ini resikonya besar, apalagi titiknya di berbagai lokasi yang berbeda,” ujarnya.

Dikatakan T.M Pasaribu, menurut informasi yang didapat bahwa dari 162 ruas, yang bisa dihitung progresnya hanya 21 persen.

“Karena ini project yg dihitung adalah outputnya, keselesaiaan dari outputnya harus sempurna. Kemajuan mereka 56 persen tidak sampai, sementara tanggal 2 Desember harus selesai,” katanya.

T.M Pasaribu menyebut banyak pelanggaran hukum yang sudah dilakukan dalam proses pembangunan. Termasuk pemberian peringatan yang sudah lebih dari tiga kali.

“Harusnya sudah putus kontrak dari tahun lalu, karena persentase proyek yang selesai tidak sesuai perjanjian, tetapi herannya kenapa dilanjutkan terus sampai sudah mau berakhir,” tandasnya.

Kerja Sama Operasi (KSO) PT Waskita Karya, PT Sumber Mitra Jaya (SMJ) dan PT Pijar Utama berkomitmen menuntaskan mega proyek strategis senilai Rp2,7 triliun, berupa desain, pembangunan jalan dan jembatan yang tersebar di 33 Kabupaten/Kota, di Sumatera Utara dan ditargetkan akan selesai Desember 2023.

Hingga per bulan November ini progres keseluruhan pekerjaan KSO telah mencapai 63,996% persen, dengan posisi ini. Dengan itu, maka total panjang ruas yang telah ditangani sepanjang 262 kilometer dari total 450 kilometer di seluruh Sumatera Utara.

Namun, Kepala Dinas PUPR, Marlindo Harahap saat dikonfirmasi Sumut Pos, enggan merespon atas apa disampaikan Gapeksindo Sumut tersebut.(gus/ram)