Home Blog Page 941

Bagaimana Mengenal Penyakit Parkinson yang Harus Diwaspadai

Penyakit Parkinson (Parkinson’s disease) adalah suatu penyakit sistem saraf pusat yang bersifat menahun dan progresif. Sebagian besar kasus terjadi karena alasan yang tidak diketahui, tetapi ada juga yang diturunkan.

Perkiraan insidensi penyakit Parkinson secara kasar per tahunnya adalah 15 per 100.000 penduduk dengan prevalensi 18-328 kasus per 100.000 penduduk. Sebuah studi di Amerika Serikat mengkonfirmasi, bahwa ras Asia memiliki insidensi penyakit Parkinson yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan ras hispanik, kulit putih, dan afrika, yaitu sebesar 11,3 per 100.000 penduduk dalam satu tahun.

Meningkatnya usia harapan hidup akan menyebabkan peningkatan angka kejadian penyakit satu ini. Pada tahun 2030, jumlah penderita Parkinson akan diproyeksikan menjadi 2,5 kali lipat lebih banyak daripada saat ini.

Gejala penyakit Parkinson bisa berbeda-beda tiap penderitanya. Gejala yang berkaitan dengan gangguan gerak tubuh adalah:

1.Tremor
2.Gerak tubuh melambat (bradikinesia)
3.Otot kaku
4.Gangguan koordinasi gerak dan keseimbangan tubuh
5.Kejang atau kram
6.Kelainan pada postur tubuh

Selain tanda-tanda di atas, penyakit Parkinson juga menimbulkan gejala yang tidak berkaitan dengan gerak tubuh, seperti:
1.Ekspresi wajah berkurang
2.Perubahan cara dan nada bicara menjadi lambat, cepat, atau tidak jelas
3.Tulisan tangan menjadi lebih kecil atau sulit dibaca
4.Gangguan kecemasan
5.Mudah lelah
6.Penurunan berat badan
7.Depresi
8.Kesulitan menelan makanan (disfagia)
9.Kekurangan minat pada suatu kegiatan atau pekerjaan
10.Produksi air liur berlebih
11.Sulit menahan buang air kecil
12.Konstipasi atau sembelit
13.Gangguan tidur
14.Kehilangan indra penciuman (anosmia)

Hingga saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit parkinson. Meski begitu, dokter tetap akan memberikan terapi obat untuk meringankan gejala yang ditimbulkan. Solusi lainnya, dokter dapat melakukan tindakan bedah untuk mengurangi gejala tremor.

Namun, baik terapi obat maupun tindakan bedah, tujuan utamanya tetap sama, yakni untuk membantu pasien menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri. Selain itu, pasien juga wajib menjaga pola hidup sehat untuk menjaga kondisi tubuh.(*)

Bakal Gelar Jambore Anak Sekolah Minggu, Panitia Beraudiensi ke Kantor Sinode GKPI

PEMATANGSIANTAR, SUMUTPOS.CO – Panitia Jambore Sekolah Minggu GKPI beraudensi ke Kantor Sinode GKPI di Pematangsiantar, Jumat (17/11).

Adapun panitia yang hadir, yakni Ketua Pelaksana Dr Chrisofel Lumbantobing, Sekretaris Daniel Colin Damanik, Bendahara Maria Siahaan, serta beberapa anggota bidang 1, 2, dan 3, didampingi Ketua BKS Sekolah Minggu Sinode GKPI Dra Tetty Aritonang.

Mereka disambut Pimpinan Sinode Pdt Abdul Hutauruk MTh, Sekretaris Jendral Dr Pdt Humala Tobing MTh, Kepala Departemen Pastorat Pdt Teddy Paul Sihombing, dan Kepala Departemen Diakonat Pdt Maria Linawati Simatupang MTh.

Dalam pertemuan ini, panitia memaparkan rencana pelaksanaan Jambore Sekolah Minggu GKPI, yang bakal dilaksanakan pada 19-22 Juni 2024 mendatang di Taman Retreat Center GBKP, Sukamakmur.

“Jambore ini akan dihadiri sekitar 800 anak dan guru Sekolah Minggu, yang berasal dari jemaat khusus dan resort yang ada di wilayah pelayanan GKPI,” ungkap Chrisofel.

Pimpinan Sinode Pdt Abdul Hutauruk MTh, pun menyambut baik kehadiran panitia. Menanggapi hal yang disampaikan, dia dan jajaran mengaku mendukung pelaksanaan acara tersebut sepenuhnya.

“Kiranya panitia saling bekerja sama, agar kegiatan ini terlaksana dengan baik. Dan dapat memberikan manfaat bagi pelayanan Sekolah Minggu di GKPI dan kemuliaan bagi nama Tuhan,” harap Abdul. (rel/saz)

Polres Dairi Berhasil Tangkap Tersangka Pembunuhan Terhadap Ibu Tiri

JELASKAN: Kapolres Dairi, AKBP Agus Bahari memberikan keterangan terkait pengungkapan kasus pembunuhan berencan terhadap ibu tiri pelaku di Desa Tanjung Saluksuk, Kecamatan Pegagan Hilir di Mapolres Dairi, Jumat (17/11/2023).RUDY SITANGGANG/Sumutpos.Jawapos.com.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Resor Dairi, berhasil menangkap, DHS (29) tersangka pembunuhan berencana terhadap ibu tirinya, Rosdiana (57) di Desa Tanjung Saluksuk, Kecamatan Pegagan Hilir, 1 Maret 2023 lalu.

Tersangka berhasil ditangkap Satreskrim Polres Dairi bekerjasama dengan Ditreskrimum Polda Sumut ditempat persembunyianya di Jambi pada, 13 November 2023.

Kata Kapolres Dairi AKBP Agus Bahari didampingi Kasat Reskrim, AKP Meetson Sitepu dan Kasi Humas Polres, Iptu Donny Saleh dalam keterangan pers, Jumat (17/11/2023).

Kapolres menerangkan, tersangka DHS, berhasil ditangkap atas kerjasama dengan tim Ditreskrimum Polda Sumut.

Agus mengatakan, DHS ditangkap dari persembunyianya di Provinsi Jambi setelah buron 8 bulan.

Adapun kronologi kejadian pada, 1 Maret 2023 sekira pukul 10 malam diarea perladangan.
Korban yang pada malam itu, sedang menginap atau tidur digubuk yang ada diladang menjaga buah durian bersama suaminya, Aslim Situngkir.

Selanjuntnya, pelaku mendatangi korban ke ladang. Saat itu, korban keluar sendiri dari dalam gubuk dengan maksud mengambil buah durian yang jatuh.

Melihat anak tirinya datang, lalu korban masuk ke dalam gubuk dan memberitahu ke suaminya bahwa tersangka datang.

Selanjutnya, suaminya yang juga ayah kandung pelaku, bangun dan menanyakan anaknya itu dengan berkata, “Ngapain Kau Datang?. Si tersangka bertanya, Yang Ngak Bisa Kami Ambil Durian?, tanyanya.

Kemudian, ayahnya menjawab, “Bisa, Siapa Yang Melarang”, jawab Aslim Situngkir. Selanjuntnya, abang pelaku yakni, Irwansyah Situngkir yang mengikuti dari belakang langsung melerai dan mengajak adiknya pulang kerumah.

Dan pelaku pun menuruti ajakan abangnya itu. Namun, sekitar 10 menit kemudian, dengan mengenderai sepeda motor miliknya, pelaku pergi kembali ke ladang, setelah sebelumnya sudah membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.

Pelaku mendatangi gubuk itu, saat itu korban sedang sendiri digubuk karena suaminya pergi mengikatkan ternak lembu mereka berjarak 20 meter. Lalu, didalam gubuk, pelaku berkata, “Ininya Permintaanmu Mak”, dan saat itu pelaku menyiramkan Pertalite ke tubuh korban.

Tubuh korban yang sudah disirami Pertalite, langsung disambar api yang sebelumnya sudah ada menyala didalam gubuk untuk menghangatkan mereka.

Korban berteriak minta tolong. Selanjutnya, teriakan korban didengarkan suaminya. Aslim Situngkir, berlari ke gubuk dan berusaha memadamkan api dengan cara memeluk istrinya.

Sayang, jilatan api disekujur tubuh korban cukup besar sehingga, Aslim juga ikut terbakar. Keduanya, berteriak minta tolong. Teriakan itu didengar anak korban, Irwansyah Situngkir.

Irwansyah berusaha memadamkan api dan dia pun ikut terbakar. Kejadian itu diketahui tetangga, dan berusaha membantu dan melarikan korban ke RSU D Sidikalang.

Selanjutnya, korbanpun dirujuk ke Rumah Sakit Bina Kasih Medan. Dan pada, 5 Maret 2023, korban Rosdiana meninggal dunia. Kapolres AKBP Agus Bahari menambahkan, motiv pembunuhan masih didalami.

” Sekarang tersngka serta barang bukti sudah kita amankan di Mapolres Dairi. Kita berterimakasih kepada Dirkrimum Polda Sumut, atas kerjasamanya sehingga pelaku bisa kita tangkap, ” ujarnya.

Pasal yang dipersangkakan terhadap pelaku Pasal 340 Subs Pasal 338 Leboh Subs Pasal 354 ayat (2) KUHPidana, ungkap AKBP Agus Bahari.

Sementara itu, tersangka DHS kepada wartawan mengaku, ia tidak sengaja melakukan pembunuhan. Ia melakukan pembunuhan itu karena sakit hati tidak mendapatkan kasih sayang sebagai seorang ibu dari ibu tirinya itu.

“Saya anak bungsu dari 7 bersaudara pak. Saya sejak kelas 5 SD sudah bersama ibu tiri kami itu. Saya tidak pernah mendapat kasih sayang dari dia, padahal dia saya anggap mamak saya. Gara-gara dia, kamipun dijauhi ayah saya. Dan paling saya benci, ibu tiri kami itu melarang abang-abangku dan saya mengambil durian. Aku sangat kasihan sama abangku pak, mereka tidak ada yang berani melawan.
Sehingga aku jengkel dan sakit hati dan sayapun nekat melakukan pembunuhan itu, ” kata pelaku. Selama pelarianya di Jambi, pelaku mengaku sebagai buruh tani diareal perladangan sawit sebelum akhirnya tertangkap. Ia pun menyesali perbuatanya. (rud)

Panitia Perayaan Kristus Raja Semesta Alam Gereja Khatolik Paroki MPOK Sidikalang

AUDENSI: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu menerima audensi panitia Perayaan Kristus Raja Semesta Alam Gereja Khatolik Paroki MPOK Sidikalang dipimpin Pastor Alfonsus A Manik, O. Carm didampingi Ketua Panitia, Amper Nainggolan di Pendopo Bupati.Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, menerima audensi panitia Perayaan Kristus Raja Semesta Alam Gereja Khatolik Paroki Maria Pertolongan Orang Kristen Sidikalang.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Anggara Sinurat, Sabtu (18/11/2023) mengatakan, audensi sendiri yang dipimpin Pastor Alfonsus A Manik, O. Carm didampingi Ketua Panitia, Amper Nainggolan telah dilaksanakan di Pendopo Bupati, Kamis (16/11/2023).

Dalam pertemuan, kata Anggara, Eddy KA Berutu menyambut baik kehadiran panitia perayaan ini seraya berharap acara nanti akan berjalan lancar.

“Kami dari pemerintah tentu mendukung program dan acara yang akan digelar. Kami berharap acara berjalan lancar serta mampu meningkatkan keimanan umat,” katanya.

Ketua Panitia, Amper Nainggolan menyampaikan, perayaan ini merupakan pesta puncak perayaan tahun liturgi Gereja Khatolik.

Perayaan Kristus Semesta Alam juga merupakan perayaan sebelum memasuki masa Adven yang akan diperingati 2 minggu ke depan. Atas nama panitia kami menyampaikan terimakasih kepada Bupati telah mensupport serta mendukung kegiatan yang akan digelar .

“Perayaan ini biasanya dirayakan meriah oleh setiap Paroki terkhusus wilayah Keuskupan Agung Medan. Jadi kami tunggu kehadiran pak Bupati,” ucap Amper. Bupati didampingi Asisten 2, Suasta Ginting dan Staf Ahli Bupati, Dapot Tamba. (rud)

Pemkab Dairi Akan Pamerkan Dalam Kejuaraan Aquabike Jetski, Inilah Pesona Ulos Silalahi

IKUTI PAMERAN: Ketua Dekranasda yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Dairi, Ny Romy Mariani Simarmata saat memamerkan Ulos Silalahi saat mengikuti pameran beberapa waktu lalu.Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Kabupaten Dairi, Anggara Sinurat, Sabtu (18/11/2023) mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, akan memamerkan kedunia Ulos Silalahi lewat ajang kejuaraan Aquabike Jetski World Championship Lake Toba Tahun 2023.

Aguabike sendiri akan dihelat di Kawasan Danau Toba Pantai Silalahi pada, 22-23 November 2023 mendatang, ucap Anggara.

Diuraikanya, Ulos Silalahi merupakan satu kearifan lokal atau mahakarya dari Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi yang sudah turun temurun sejak ratusan tahun yang lalu.

Dengan kekhasannya yang berbeda dari ulos-ulos lain di sekitar Danau Toba, Ulos Silalahi mungkin menjadi yang paling jarang didengar masyarakat.

Keberadaan Ulos Silalahi tidak terlepas dari latar belakang budaya yang ada. Pengenalan akan sejarah Silahisabungan menjadi benang merah keunikan Ulos Silalahi di dalam kehidupan masyarakat.

Terdapat 15 jenis Ulos Silalahi yang ditemukan di daerah Silahisabungan dan digunakan dalam upacara adat Batak. Ulos tersebut adalah Ulos Gobar, Ulos Simangkat-angkat, Ulos Siantar-antar, Ulos Jungjung, Ulos Sakkot Borna, Ulos Hatirongga, Ulos Polang-polang, Ulos Bintang Maratur, Ulos Sitorop Gatip, Ulos Sidosdos, Ulos Pangiring, Ulos Suri-suri Sanggar, Ulos Gipul, Ulos Sigara Topi, dan Ulos Silada-lada.

Dari segi warna, Ulos Silalahi memiliki tiga warna utama yaitu hitam, merah, dan putih serta tambahan warna pendukung lainnnya seperti warna abu-abu (campuran putih dengan hitam), warna merah maron (campuran merah dengan hitam), dan warna biru dongker (warna hitam yang agak gelap yang diberi campuran blau ketika mengunggas).

Kesederhanaan inilah yang menunjukkan ciri khas Ulos Silalahi. Dari segi motif, Ulos Silalahi memiliki motif sederhana yang hanya berupa siluet garis di lembar kainnya, seperti motif Ulos Gobar dan Ulos Pangiring.

Kini Pemerintah Kabupaten Dairi dengan dukungan masyarakat Dairi, khususnya Silahisabungan senantiasa berupaya melestarikan Ulos Silalahi serta mengembangkannya menjadi produk ready to wear (siap pakai), sehingga tercipta kombinasi yang baik antara pelestarian adat dan peningkatan kesejahteraan penenun.

Ulos Silalahi telah dikembangkan menjadi sebuah fesyen tanpa mencederai budaya yang telah ada sejak turun temurun. Ulos Silalahi sebagai fesyen menggunakan motif adat, motif modern, dan ditenun menggunakan benang katun sehingga lebih nyaman untuk digunakan.

Ulos Silalahi sebagai fesyen juga menggunakan pewarna alam dari tumbuhan sekitaran Tao Silalahi yang kemudian diformulasi sehingga menghasilkan warna-warna menarik. Upaya pelestariannya memberikan peningkatan kesejahteraan bagi petenun di Silahisabungan.

Berkat upaya Pemerintah Kabupaten Dairi di bawah pimpinan Bupati Eddy Berutu, kini Ulos Silalahi semakin dikenal dan diminati masyarakat luas, bahkan hingga luar negeri.

Pada tahun 2019, Ulos Silalahi pernah tampil dalam ajang Eco Fashion Indonesia 2019 yang digelar di Antoon Van Dijk Brasserie, Antwerpen Belgia.

Ulos Silalahi juga pernah tampil di Hari Ulang Tahun Dekranasda ke-43 di Medan, Pameran Busana di Alun-alun Grand Indonesia Mall yang berkolaborasi dengan Merdi Sihombing, Gala Dinner F1H2O di Balige, dan beberapa kegiatan bergengsi lainnya. (rud)

Bupati Dairi Gelar Rapat Kesiapan Even Aquabike Jetski World Championship Lake Toba 2023

RAPAT. Bupati Dairi, Eddy KA Berutu gelar rapat dengan unsur Forkopimda bahas persiapan kejuaraan Aquabike Jetski World Championship Lake Toba 2023.Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menggelar rapat untuk membahas kesiapan penyelenggaraan even Aquabike Jetski World Championship 2023. Even itu sendiri akan berlangsung di Kawasan Danau Toba tepatnya di Pantai Silalahi, Kecamatan Silahibungan, 22-23 November 2023 mendatang.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Anggara Sinurat, Sabtu 18/11/2023) mengatakan, rapat itu sendiri telah berlangsung kemarin yang dihadiri unsur Forkopimda.

Berbagai ide dan pemikiran dalam pertemuan itu diterima Bupati sebagai bahan untuk koordinasi bersama seluruh pihak yang akan terlibat dalam even nanti.

Disampaikan Bupati, diperkirakan even ini akan mengumpulkan banyak orang. Diperkirakan, sedikitnya 4000-5000-an orang akan memadati kawasan Silahisabungan.

Sehingga persiapan harus matang dari seluruh unsur. Disamping itu, kata Bupati, keunikan yang ada di Silahisabungan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk hadir dan meramaikan kejuaraan dimaksud.

“Kita butuh kesiapan yang betul-betul matang. Karena even ini hampir bersamaan dengan pesta Tugu Silalahi. Jadi, agar semua berjalan baik dan lancar, komunikasi dan koordinasi mutlak diperlukan,” katanya.

Perlu perhatian khusus untuk lokasi kantong parkir, peningkatan BTS untuk komunikasi dan ketersedian fasilitas umum lainnya.

“Saya berharap adanya simulasi jelang even sesungguhnya untuk menguji kesiapan kita sekaligus bahan evaluasi,” pungkasnya. (rud)