Home Blog Page 965

Alween Ong Berdayakan Pahlawan Bisnis Lokal Melalui Workshop Digital Marketing bagi UMKM

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Banyak cara untuk mengaplikasikan diri dan berbakti di Hari Pahlawan. Bahkan, momen Hari Pahlawan adalah waktu yang tepat untuk memberdayakan pahlawan-pahlawan bisnis lokal.

“Hari Pahlawan adalah waktu yang tepat untuk memberdayakan pahlawan-pahlawan bisnis lokal kita. Saya percaya, dengan keterampilan digital yang kuat, UMKM kita dapat bersaing di pasar yang semakin terkoneksi secara global,” ujar Alween Ong yang merupakan Caleg DPR RI Sumut 1 saat menggelar kegiatan workshop wirausaha bagi UMKM di Marelan, Jumat (10/11/2023).

Workshop ini merupakan bagian dari program rutin KAMIS (Kawan Awen Mentoring Bisnis), yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan usaha masyarakat melalui pelatihan mindset digital, branding, dan digital marketing.

Alween Ong, sebagai pembicara utama, membawa pengalaman sebagai seorang wirausaha muda dan praktisi digital marketing. Ia adalah pemilik Narsis Digital Printing, sebuah perusahaan digital printing yang sukses di Medan, dan juga pendiri Mowiee Mowiee Wisata Edukasi Entrepreneurship.

Workshop ini terbagi dalam beberapa sesi, dengan fokus pada pelatihan mindset digital untuk mengubah pola pikir pengusaha, strategi branding guna meningkatkan citra produk atau jasa, dan taktik digital marketing yang efektif untuk memperluas jangkauan pasar.

Partisipasi aktif dari UMKM yang hadir mencerminkan antusiasme mereka terhadap pengembangan usaha mereka.

Alween Ong berharap kegiatan ini dapat menjadi titik awal bagi UMKM Marelan untuk mengoptimalkan potensi mereka. “Saya berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan usaha lokal, dan semoga workshop ini dapat menjadi langkah awal yang positif,” ujar Alween Ong.

Dengan adanya kegiatan workshop wirausaha ini, Alween Ong tidak hanya membuktikan dirinya sebagai seorang calon legislator, tetapi juga sebagai agen perubahan yang aktif dalam memberdayakan masyarakat melalui transfer pengetahuan dan keterampilan di bidang bisnis digital.

“Saya sangat berterima kasih kepada Alween Ong yang telah berbagi pengalaman dan ilmu. Ini sangat membantu kami dalam menghadapi tantangan bisnis di era digital,” kata salah satu peserta workshop. (ila)

Binjai Mall Gelar Kompetisi Model dan Tari Tradisional

ATRIUM: Lomba model dan tari tradisional di Atrium Binjai Mall, belum lama ini.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Binjai Mall menggelar kompetisi model dan tari tradisional, belum lama ini. Kegiatan digelar dalam rangka memajukan kreativitas anak remaja.

“Binjai Mall yang sudah berusia 16 tahun menggelar lomba dan kompetisi model yang diikuti 100 peserta dan 27 grup sanggar tradisional,” kata Marketing Komunikasi Binjai Mall, Sefri Bangun, Senin (13/11/2023).

Pendaftaran yang dibuka panitia, kata Sefri, tidak dipungut biaya alias gratis. “Kegiatan berlangsung pada Agustus dan November di Atrium Binjau Mall,” sambung Sefri.

Dia melanjutkan, peserta yang mengisi kegiatan ini berasal dari Medan, Binjai dan Langkat. Menurut dia, antusias peserta dalam mengikuti kegiatan ini cukup baik.

“Semangat adik-adik kita saat mengikuti lomba sangat antusias di acara tersebut. Terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan Binjai Mall sebagai pusat perbelanjaan nomor 1,” serunya.

“Pembagian hadiah sudah dilakukan pada Minggu (12/11/2023). Selamat kepada pemenang,” tukasnya. (ted)

Pengurus PPTSB Asahan Dilantik

TUNJUKKAN: Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani, Ketua KPU Emil Sofyan, dan Ketua Bawaslu Amsal Franky H Tambun, saat menunjukkan NPHD Pilkada yang ditandatangani.Istimewa.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Oktoni Eriyanto, mengikuti prosesi Pelantikan Pengurus Pomparan Toga Sinaga dan Boru (PPTSB) Cabang Kabupaten Asahan Periode 2023-2027 di Gedung Olahraga (GOR) Kisaran, Minggu (12/11). Turut hadir Ketua Pembina PPTSB, Ketua Wilayah Sumut 1 PPTSB, Ketua PPTSB Cabang Kabupaten Asahan, dan tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Oktoni Eriyanto, yang membacakan pidato Bupati Asahan, mengatakan, atas nama Pemkab Asahan dan segenap lapisan masyarakat Kabupaten Asahan, mengucapkan selamat kepada Pengurus PPTSB Cabang Asahan yang telah dilantik. Melalui pelantikan ini, tentunya akan memperkuat kepercayaan di masyarakat, serta diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi Pemkab Asahan.

“Kami mengajak kepada Pengurus PPTSB Asahan dapat bersinergi dengan Pemkab Asahan, dalam mewujudkan Asahan yang lebih baik lagi. Sehingga impian kita, terwujudnya Asahan Sejahtera yang Religius dan Berkarakter, dapat terwujud,” ungkap Oktoni.

Oktoni juga berharap, kehadiran Pengurus PPTBS Kabupaten Asahan dapat memberikan solusi yanag konkret untuk kehidupan bernegara, terutama untuk meningkatkan kerukunan interen umat beragama, khususnya di Kabupaten Asahan. Terakhir, dia mengajak Pengurus PPTSB Kabupaten Asahan untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Asahan.

Di tempat sama, Ketua DPC PPTSB Kabupaten Asahan yang baru dilantik, Pardomuan Sinaga mengatakan, marga Sinaga merupakan bagian dari suku dan etnis Batak, dan sudah sejak lama memupuk persatuan dan kesatuan, baik di kalangannya sendiri, maupun antara marga lain, termasuk juga dengan suku-suku lain yang ada di masyarakat Indonesia.

Menurutnya, marga Sinaga menyadari sepenuhnya, persatuan dan kesatuan bukanlah tujuan akhir, tapi adalah merupakan sasaran untuk meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.

“Dengan persatuan dan kesatuan, rasa senasib sepenanggungan dapat dipupuk dan dikembangkan ke arah solidaritas yang tinggi dengan suatu kesadaran, orang yang lebih tua menjadi panutan, yang lebih muda disiapkan menjadi generasi penerus, yang pintar menjadi narasumber, yang tertinggal menjadi pintar, yang kaya membantu yang miskin, yang miskin menjadi kaya. Dan demikian seterusnya, sampai ketemunya kesejajaran sesama anak bangsa dan sesama ciptaan Tuhan,” pungkasnya. (dat/saz)

Cegah Tindak Pidana Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak, Mari Bangun Komitmen Bersama

BUKA: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Toba, Eston Sihotang, saat membuka Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Kekerasan Seksual, Perlindungan Perempuan dan Anak di Balai Pertemuan Kantor Camat Laguboti, belum lama ini.Istimewa.

TOBA, SUMUTPOS.CO – Pemkab Toba melalui Bagian Hukum Setdakab Toba, menggelar sosialisasi peraturan perundang-undangan, dengan tema, ‘Pencegahan Tindak Pidana Kekerasan Seksual, Perlindungan Perempuan dan Anak’, yang diselenggarakan di Balai Pertemuan Kantor Camat Laguboti, belum lama ini.

Acara tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman, kesadaran, dan ketaatan hukum pada masyarakat, dalam mencegah terjadinya tindak pidana kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, yang akhir-akhir ini marak terjadi di Kabupaten Toba.

Adapun yang menjadi peserta sosialisasi, yakni kepala desa, lurah, BPD, kepala sekolah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Laguboti. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Toba, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Eston Sihotang.

Dalam sambutannya, Eston menyampaikan, kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak merupakan hal yang sangat penting, dan harus ditangani secara serius.

“Mari kita bangun komitmen. Mari kita tanamkan nilai-nilai karakter serta kasih sayang terhadap perempuan dan anak dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Sehingga dapat mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga,” ungkap Eston. Di samping penguatan layanan pencegahan tindak pidana kekerasan seksual, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) diharapkan mampu bekerja secara maksimal, dalam bentuk pendampingan terhadap perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan.

Eston juga mengatakan, beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kekerasan seksual adalah keluarga broken home, faktor ekonomi, rumah yang tidak memiliki sekat, iming-iming diberikan uang oleh si pelaku, cara berpakaian, dan hilangnya kesadaran akibat pengaruh narkoba maupun alkohol. “Kemudian, orang tua yang tidak pernah datang ke tempat ibadah, sehingga anak juga tidak mau pergi ke gereja atau masjid. Karena apa yang dilakukan oleh orangtua (kaum bapak), itulah yang ditiru oleh anaknya,” jelasnya.

Selain beberapa faktor tersebut, lanjutnya, yang paling penting adalah supaya dapat menjaga hati, pikiran, dan kepribadian masing-masing, agar berpikir positif, dan tidak melakukan hal yang tidak semestinya.

“Kepada peserta yang hadir juga diminta untuk saling mengingatkan keluarga atau orang terdekat, apabila dijumpai kondisi yang berpotensi menyebabkan terjadinya kekerasan seksual. Paling tidak dengan memberikan saran atau nasehat, meskipun tidak bisa terlalu jauh mencampuri urusan keluarga orang lain,” pungkas Eston.

Turut memberikan sosialisasi sejumlah narasumber lainnya, di antaranya Kejaksaan Negeri Toba Samosir, Unit PPA Polres Toba, dan Kepala Dinas PMD PPA Kabupaten Toba. (*/mag-10/saz)

Polwan Polres Tebingtinggi Gelar Minggu Kasih dan Sosialisasi Khamtibmas

KUNJUNGI: Polwan Polres Tebingtinggi yang dipimpin Iptu Elprida Rumahorbo, melakukan imbauan khamtibmas di gereja-gereja Kota Tebingtinggi.Istimewa.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Polwan Polres Tebingtinggi yang dipimpin Iptu Elprida Rumahorbo, selaku perwira pengendali, melaksanakan gelaran Minggu Kasih dan menyampaikan sosialisasi pada beberapa gereja yang ada di Kota Tebingtinggi, Minggu (12/11).

Kegiatan Minggu Kasih dilaksanakan di 3 gereja, yakni Gereja Katolik St Yoseph Jalan Pahlawan, Gereja HKBP Jalan Kartini, dan Gereja GBI Jalan Langsat. Hal ini dilaksanakan untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada jemaat yang akan melaksanakan Ibadah Minggu.

Di sela kegiatan, Elprida mengajak jemaat untuk tetap menjaga keamanan saat melaksanakan ibadah dengan memarkirkan kendaraan di tempat yang telah disediakan, dan tidak menggunakan aksesoris yang berlebihan.

“Silakan seluruh jemaat gereja untuk memarkirkan kendaraannya di tempat yang telah disediakan. Jangan lupa untuk mengunci kendaraan, dan bila perlu ditambah dengan kunci tambahan,” ungkap Elprida.

Di pengujung kegiatan, para polwan juga menyampaikan kepada jemaat, jika membutuhkan bantuan dan memerlukan kehadiran kepolisian, dapat menghubungi emergency call di 110, dan WhatsApp Center di nomor 081260664044.

“Apabila melihat orang yang mencurigakan, segara melaporkan kepada pihak berwajib. Karena tindakan kriminalitas ada apabila kita lengah dan tidak awas,” kata Elprida.

Seorang jemaat gereja, R Napitupulu, mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Tebingtinggi, khusunya para polwan yang datang melakukan kunjungan ke gereja-gerja, untuk memberikan imbauan kepada jemaat agar tetap awas dan hati-hati saat melaksanakan ibadah di gereja. (ian/saz)

Warga Desa Lae Luhung Dambakan Perbaikan Jalan

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Desa Lae Luhung, Kecamatan Siempatnempu Hilir, Kabupaten Dairi, sangat mendambakan perbaikan jalan yang mengalami longsor di Dusun Lae Bahbah.

Informasi dari warga sekitar, kerusakan jalan penghubung antardesa itu sudah ada 4 tahun lalu sejak terjadinya longsor. Namun, hingga saat ini tidak ada upaya serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi untuk melakukan perbaikan.

“Longsor terjadi 4 tahun lalu lebih, merusak serta memutus jalan antardesa. Pemerintah tak kunjung melakukan perbaikan,” kata pengumpul hasil bumi (toke), Janti Siagian (42) penduduk Desa Siboras Kecamatan Silima Punggapungga kepada wartawan belum lama ini. Janti menjelaskan, Dusun Lae Basbas merupakan penghubung Desa Pardomuan-Lae Luhung hingga ke Desa Sinarpagi. “Ragam komoditas dikelola warga di sana, di antaranya durian, kopi, jengkol, jagung, cabai, pinang, pisang, dan kakao,” jelasnya.

Janti menyebut, perjalanannya ke sana adalah untuk mencari/mengumpulkan hasil bumi guna dijual.

Dia terkejut melihat fasilitas umum sebegitu parah terjadi di sana. Dia pun mencari info dari warga sekitar mengapa kondisi jalan itu bisa terjadi. “Saya kecewa ke Bupati Dairi, masa sudah begitu parah tetapi tak kunjung diperbaiki,” keluh Janti.

Cerita warga, kata Janti, awalnya ukuran bencana itu masih kecil. Lama-lama melebar. Saat ini, sulit dilewati kendaraan. Bahkan, titik longsor tak jauh dari rumah warga.

Seorang kepala desa di Kecamatan Siempatnempu Hilir mengatakan, sepengetahuannya longsor sudah 4 tahun lebih. Pejabat telah turun tetapi tindak lanjutnya nihil.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Rekonstruksi dan Rehabilitasi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi, Provet Sitanggang mengatakan, bahwa infrastruktur dimaksus sudah ditangani. Hanya saja, kata Provet, penanganan tidak bisa maksimal lantaran ada pemilik lahan tidak bersedia menyerahkan tanahnya untuk digunakan sebagaian untuk dikeruk.

Provet menyebut, untuk penanganan yang lebih baik, badan jalan harus diturunkan untuk mengurangi longsoran. “Ketika itu kita minta sama pemilik lahan, warga itu tidak bersedia menghibahkan tanahnya,” bebernya. (rud/azw)

Bupati Toba: Selamat Hari Tani Nasional

HARI TANI: Bupati Toba Poltak Sitorus (tengah) dalam acara Hari Tani Nasional Tingkat Kabupaten Toba yang dirangkai dengan Pelantikan Pengurus Kecamatan FPT di Lapangan Kantor Camat Porsea, Sabtu (23/9).Istimewa.

TOBA, SUMUTPOS.CO – Bupati Toba Poltak Sitorus mengapresiasi adanya Forum Petani Toba (FPT) di Kabupaten Toba. Organisasi ini adalah wadah sesama petani untuk menambah pengetahuan tentang bertani.

“Dalam forum ini, kalau tahu (hal bertani) dipakai, kemudian menambah ilmu pengetahuan dari teman-teman , sharing ilmu pengetahuan. Pulang dari sini, ilmu bertani dipergunakan sebaik-sebaiknya,” kata Poltak Sitorus berpesan dalam acara Hari Tani Nasional Tingkat Kabupaten Toba yang dirangkai dengan Pelantikan Pengurus Kecamatan FPT di Lapangan Kantor Camat Porsea, Sabtu (23/9).

Hari Tani Nasional diperingati setiap tanggal 24 September. FPTmengusung motto ‘Petani Maju, Mandiri Modern dan Bangga Jadi Petani.’

Poltak Sitorus mengatakan pekerjaan petani itu adalah mulia. “Atas nama pemerintah saya menyampaikan selamat dan sukses buat para petani merayakan Hari Tani Nasional,”katanya.

Ia juga menyampaikan harapan agar persoalan pupuk kimia subsidi yang kurang atau langka dapat teratasi dengan beralih secara perlahan ke pupuk organik.Kepada para petani yang tergabung dalam FPT, Bupati Toba berpesan agar di tiap kecamatan masing-masing buat demplot untuk membuat contoh bertani unggul.

Pada kesempatan ini, Poltak Sitorus menyerahkan surat keputusan dan pataka kepada pengurus di tiga Kecamatan (Uluan,Silaen,dan Bonatualunasi) yang baru dilantik oleh Ketua FPT, Ronal Tambunan.

Dalam acara FPT ini digelar juga pameran hasil pertanian dan bazar murah dari Dinas Ketahanan Pangan Toba.

Hadir dalam acara ini, Kadis Pertanian Toba TH Sitorus, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Cws Medan, Sorta Simatupang, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Sekretaris Koperindag, dan lainnya, demikian. (mag-10/azw)

Pemko Medan Gelar Pertemuan Tokoh antar Agama

FOTO BERSAMA:  Wali Kota Medan Bobby Nasution foto bersama Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, Ketua FKUB Yasir Tanjung, Ketua Baznas Kota Medan Muhammad Nursyam, tokoh agama ustad Amiruddin, ustad Amhar Nasution dan KH. Zulfikar Hajar dan lainnya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah tokoh agama di Kota Medan bertemu dan berkumpul pada pertemuan yang digelar Pemko Medan dalam rangka meningkatkan kebersamaan dan toleransi antar umat beragama di Hotel Grand Antares, Senin (13/11/2023).

Pertemuan tokoh agama  yang bertema membangun kebersamaan dan toleransi dalam kebhinekaan mewujudkan Medan berkah ini dihadiri langsung Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, Ketua FKUB Yasir Tanjung, Ketua Baznas Kota Medan Muhammad Nursyam, tokoh agama ustad Amiruddin, ustad Amhar Nasution dan KH. Zulfikar Hajar.

Dalam sambutannya Wali Kota Medan Bobby Nasution mengungkapkan, diketahui bersama Kota Medan memiliki keragaman yang sangat luar biasa baik itu kebudayaan, suku dan etnis. Berbagai keberagaman yang ada ini tentunya  kita menginginkan pemersatunya adalah agama.

“Etnisnya banyak, sukunya banyak pemersatunya adalah agama. Karena tidak ada satu agama yang menyuruh kita untuk saling menghina dan memusuhi bahkan mencaci maki. Justru sebaliknya agama menyuruh  kita sesama umat manusia untuk saling mengasihi dan menyayangi,” Kata Bobby Nasution.

Dikatakan Bobby Nasution, hal yang disampaikan tadi sangat bermanfaat untuk kita dalam menghadapi pesta demokrasi Pemilu di tahun depan.

“Artinya apapun etnis dan suku kita agama yang kita anut dapat menjadi pemersatu dan pendingin. Jangan kita jadikan agama untuk menjadi perpecahan dan cikal bakal membenci seseorang apalagi di masa pesta demokrasi, ini harapan saya untuk masyarakat kota Medan,” ujar Bobby Nasution yang hadir didampingi Asisten Pemerintahan dan Sosial Muhammad Sofyan, Kepala Kesbangpol Andi Mario Siregar.

Bobby Nasution berharap melalui pertemuan tokoh antar agama yang digelar ini, para tokoh agama dapat menyampaikan kepada masyarakat akan pentingnya persatuan dan kesatuan kita didalam keberagaman yang dimiliki kota Medan. Pertemuan ini dapat semakin mempererat hubungan kita antar umat beragama.

Pinandita M. Manogren tokoh agama yang juga sebagai Ketua PJS PHDI Kota Medan menilai pertemuan yang dilakukan oleh Pemko Medan ini sangat menyentuh bagi masyarakat. Karena ditengah keberagaman suku, agama dan etnis yang ada di kota Medan, tokoh – tokoh agama berkumpul di acara ini.

“Pertemuan ini saya nilai menjadi cikal bakal bagaimana nantinya masyarakat bisa memahami keberagaman baik itu agama suku dan etnik antara satu dengan lainnya menjadi kekuatan kita,” tuturnya.

Ditambahkan Panindita, pemahaman terkait dengan keberagaman ini harus terus diketahui masyarakat apalagi kita akan menghadapi Pesta demokrasi. Tentunya walaupun berbeda pilihan namun kita tetap satu, yakni satu Indonesia.

“Jangan karena beda pilihan menjadi persoalan bagi anak bangsa. Oleh karena itu siapapun pemimpin di masa depan harus kita dukung, jadi melalui pertemuan yang baik ini kita terus berikan pemahaman kepada masyarakat,” sebutnya.

Tokoh agama lainnya dari agama Budha, Ridwan Sekretaris Walubi Medan juga menilai pertemuan tokoh agama yang digelar Pemko Medan ini sangat bagus. Artinya melalui pertemuan yang setiap tahunnya rutin dilakukan ini para tokoh agama di Kota Medan dapat berkumpul sehingga dapat bermanfaat bagi merawat kerukunan umat beragama di Kota Medan.

“Apa yang dilakukan bapak Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam merawat kerukunan beragama sudah bagus. Kita dapat melihat bersama antar lintas agama cukup rukun, seperti yang terlihat dalam pertemuan tokoh lintas agama hari ini,” jelasnya.

Terkait dengan pesta demokrasi yang akan berlangsung di tahun 2024, Ridwan menghimbau kepada masyarakat khususnya umat Budha, kita boleh berbeda pilihan namun kebersamaan itu harus tetap ada tidak boleh saling menjelekkan kontestan pemilu.

Selanjutnya Pertemuan Tokoh Agama kota Medan diisi dengan pemaparan oleh sejumlah narasumber diantaranya dari Polrestabes Medan, Kodim 0201/Medan, Kementerian Agama dan FKUB. (rel)