Dosen Polmed Kembangkan Aplikasi Berbasis AI untuk Tingkatkan Produktivitas Lahan Pertanian

KARO – SUMUTPOS.CO-Sejumlah dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) mengembangkan aplikasi rekomendasi varietas tanaman adaptif berbasis kecerdasaan buatan atau Artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Sinaman, Kabupaten Karo, belum lama ini.

Pengembangan aplikasi tersebut dilakukan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat. Pemanfaatan teknologi AI di sektor pertanian ini diharapkan mampu membantu petani mengambil keputusan yang lebih tepat dalam menentukan varietas tanaman sesuai kondisi lingkungan dan karakteristik lahan.

Koordinator Program Studi Teknik Komputer Polmed yang juga selaku ketua tim pengabdian, Junus Sinuraya ST MKom, mengungkapkan program ini merupakan bagian dari skema penerapan teknologi tepat guna kepada masyarakat. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Komputer Polmed sebagai bagian dari pembelajaran langsung di tengah masyarakat.

Dikatakannya, Kabupaten Karo dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura terbesar di Sumatera Utara. Namun, petani masih kerap memilih varietas berdasarkan kebiasaan turun-temurun atau ikut-ikutan tetangga. Padahal, kondisi cuaca saat ini makin sulit ditebak. Pilihan varietas yang tidak cocok dengan kondisi lahan dan musim dapat menurunkan hasil panen, memicu serangan hama dan penyakit, serta merugikan petani secara ekonomi.

“Petani di desa tersebut sebenarnya punya pengalaman yang luar biasa. Namun memang, belum ada alat bantu untuk mengolah data lahan dan cuaca menjadi keputusan tanam yang lebih tepat,” ujar Junus Sinuraya didampingi anggota tim Marliana Sari ST MMSI, Weno Syechu MKom, Wiwin SA Banjarnahor MSc, dan M Riki Atsauri MKom, Jumat (6/11/2026).

Dijelaskan Junus, aplikasi yang diterapkan tim Polmed ini dirancang sederhana agar mudah digunakan petani. Pengguna cukup memasukkan informasi lahan, seperti kondisi tanah, ketinggian, dan musim tanam.
Selanjutnya, model kecerdasan buatan menganalisis data tersebut dan merekomendasikan varietas tanaman yang paling adaptif. “Rekomendasi disertai penjelasan singkat, sehingga petani memahami alasan di balik setiap saran.
Aplikasi ini dibuat ringan agar dapat berjalan di telepon pintar biasa. Dengan begitu, petani tidak memerlukan perangkat mahal untuk memanfaatkannya,” terang dia.

Lebih lanjut dikatakan, melalui program ini tim Polmed berharap petani di Desa Sinaman dapat menekan risiko gagal panen dan meningkatkan produktivitas lahan. Selain itu, pengetahuan tentang teknologi digital juga diharapkan menular ke generasi muda desa.

“Tim Polmed berkomitmen melakukan pendampingan lanjutan dan memperbarui aplikasi berdasarkan masukan petani. Teknologi baru bermakna jika benar-benar dipakai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Itu yang ingin kami pastikan,” tegas Junus sembari menambahkan, kegiatan ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi vokasi dalam menghadirkan teknologi tepat guna yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat desa.

Sementara itu, Kepala Desa Sinaman, Candra Arifin Surya Atmaja Ginting menyambut baik kegiatan tersebut. “Selama ini kami menanam berdasarkan perkiraan. Dengan aplikasi ini, kami punya pegangan yang lebih jelas sebelum memilih bibit,” ujarnya. (azw)

KARO – SUMUTPOS.CO-Sejumlah dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) mengembangkan aplikasi rekomendasi varietas tanaman adaptif berbasis kecerdasaan buatan atau Artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Sinaman, Kabupaten Karo, belum lama ini.

Pengembangan aplikasi tersebut dilakukan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat. Pemanfaatan teknologi AI di sektor pertanian ini diharapkan mampu membantu petani mengambil keputusan yang lebih tepat dalam menentukan varietas tanaman sesuai kondisi lingkungan dan karakteristik lahan.

Koordinator Program Studi Teknik Komputer Polmed yang juga selaku ketua tim pengabdian, Junus Sinuraya ST MKom, mengungkapkan program ini merupakan bagian dari skema penerapan teknologi tepat guna kepada masyarakat. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Komputer Polmed sebagai bagian dari pembelajaran langsung di tengah masyarakat.

Dikatakannya, Kabupaten Karo dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura terbesar di Sumatera Utara. Namun, petani masih kerap memilih varietas berdasarkan kebiasaan turun-temurun atau ikut-ikutan tetangga. Padahal, kondisi cuaca saat ini makin sulit ditebak. Pilihan varietas yang tidak cocok dengan kondisi lahan dan musim dapat menurunkan hasil panen, memicu serangan hama dan penyakit, serta merugikan petani secara ekonomi.

“Petani di desa tersebut sebenarnya punya pengalaman yang luar biasa. Namun memang, belum ada alat bantu untuk mengolah data lahan dan cuaca menjadi keputusan tanam yang lebih tepat,” ujar Junus Sinuraya didampingi anggota tim Marliana Sari ST MMSI, Weno Syechu MKom, Wiwin SA Banjarnahor MSc, dan M Riki Atsauri MKom, Jumat (6/11/2026).

Dijelaskan Junus, aplikasi yang diterapkan tim Polmed ini dirancang sederhana agar mudah digunakan petani. Pengguna cukup memasukkan informasi lahan, seperti kondisi tanah, ketinggian, dan musim tanam.
Selanjutnya, model kecerdasan buatan menganalisis data tersebut dan merekomendasikan varietas tanaman yang paling adaptif. “Rekomendasi disertai penjelasan singkat, sehingga petani memahami alasan di balik setiap saran.
Aplikasi ini dibuat ringan agar dapat berjalan di telepon pintar biasa. Dengan begitu, petani tidak memerlukan perangkat mahal untuk memanfaatkannya,” terang dia.

Lebih lanjut dikatakan, melalui program ini tim Polmed berharap petani di Desa Sinaman dapat menekan risiko gagal panen dan meningkatkan produktivitas lahan. Selain itu, pengetahuan tentang teknologi digital juga diharapkan menular ke generasi muda desa.

“Tim Polmed berkomitmen melakukan pendampingan lanjutan dan memperbarui aplikasi berdasarkan masukan petani. Teknologi baru bermakna jika benar-benar dipakai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Itu yang ingin kami pastikan,” tegas Junus sembari menambahkan, kegiatan ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi vokasi dalam menghadirkan teknologi tepat guna yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat desa.

Sementara itu, Kepala Desa Sinaman, Candra Arifin Surya Atmaja Ginting menyambut baik kegiatan tersebut. “Selama ini kami menanam berdasarkan perkiraan. Dengan aplikasi ini, kami punya pegangan yang lebih jelas sebelum memilih bibit,” ujarnya. (azw)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru