24.9 C
Medan
Friday, March 28, 2025

Sekolah Hentikan PTM Bertambah, Kadisdik Medan Minta Prokes Diperketat

MEDAN, SUMUTPOS.CO โ€“ Sekolah di Kota Medan yang menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) karena adanya temuan kasus Covid-19, bertambah. Hingga kemarin, setidaknya ada enam sekolah yang menghentikan PTM.

KEPALA Dinas Pendidikan Kota Medan, Laksamana Putra Siregar, mengakui bertambahnya jumlah sekolah yang harus kembali melaksanakan pembelajaran daring. โ€œSaat ini ada 6 sekolah,โ€ kata Laksamana Putra Siregar saat dimintai konfirmasi wartawan, Rabu (9/2).

Adapun keenam sekolah itu yakni Man 1, MAN 2 Model, MTS GUPPI, SD 060837, Sekolah Santo Thomas 1 dan Sekolah Asisi. Laksamana menyebut, temuan kasus Covid-19 itu mulai dari siswa hingga tenaga pendidik. โ€œYang terkonfirmasi ada siswa dan ada tenaga pendidik,โ€ ujar Laksamana.

Dia menyebut, keenam sekolah itu menggelar sekolah jarak jauh hingga 14 hari kedepan. โ€œYa, 14 hari ke depan sesuai SKB 4 Menteri,โ€ ucap Laksamana.

Ditanya berapa persisnya jumlah siswa dan guru yang terpapar, Laksamana menuturkan, pihaknya masih menunggu laporan lebih lanjut dari pihak sekolah. โ€œSaat ini kita masih menunggu laporan dari pihak sekolah. Kami juga langsung berkoordinasi dengan satgas kecamatan untuk menindaklanjuti langkah awal kesehatan di sekolah,โ€ katanya.

Laksamana juga menyatakan, saat ini sekolah-sekolah tersebut dianjurkan untuk melakukan tes swab antigen. โ€œKami juga meminta kepada satgas agar siswa atau guru yang berhubungan erat dengan pasien untuk segera dites swab antigen,โ€ katanya.

Mengetahui bertambahnya siswa dan guru yang terpapar Covid-19, Laksamana meminta seluruh sekolah kembali memperketat prokes di sekolah. โ€œKita masih menunggu arahan dari Satgas ataupun Wali Kota Medan terkait pelaksanaan belajar tatap muka ini. Pastinya kita akan menaati semua aturan yang diberikan pemerintah,โ€ katanya.

Laksamana mengatakan, belum ada arahan dari Wali Kota Medan untuk mengalihkan belajar secara daring kembali. โ€œKarena belum ada arahan lebih lanjut maka kita tetap melakukan pembelajaran di sekolah dan hanya sekolah yang terpapar Covid-19 dialihkan ke pembelajaran daring,โ€ ucapnya.

Sementara, Kadis Kesehatan Kota Medan dr Taufik Ririansyah mengakui, adanya sejumlah siswa dan guru di Kota Medan yang terpapar Covid-19. Taufik mengaku sudah meminta seluruh Satgas tingkat kecamatan agar terus memantau pelaksanaan prokes di sekolah. โ€œPastinya apabila ada yang terpapar di sekolah kita langsung lakukan tracing testing dan tretment di sekolah itu agar virus Covid-19 itu tidak menyebar,โ€ucapnya.

Untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka, menurut Taufik, pihaknya akan menunggu arahan lebih lanjut dari Wali Kota Medan ataupun Gubernur. โ€œPastinya sekolah yang terpapar Covid wajib ditutup sementara selama 14 hari. Dan apabila angka Covid untuk sekolah sudah mencapai 5 persen sesuai arahan gubernur itu akan segera ditutup. Tapi pastinya kita masih terus menunggu arahan dari Walikota dan Gubernur,โ€ tukasnya.

3 Mahasiswa Polmed Terpapar Covid-19

Sementara, tiga mahasiswa Jurusan Akuntasi Politeknik Negeri Medan (Polmed) dilaporkan terkonfirmasi Covid-19. Dua di antaranya mahasiswa Program Studi Akuntansi dan satu mahasiswa lagi, Program Studi Perbankan. โ€œMemang benar, tiga mahasiswa Jurusan Akuntansi Polmed terkonfirmasi Covid-19 setelah melakukan PCR mandiri dan saat ini juga dilakukan isolasi mandiri,โ€ kata Humas Polmed, Sinta saat dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (9/2).

Dengan begitu, pihak Jurusan Akuntansi Polmed memberlakukan perkuliahan secara daring. Hal tersebut, tertuang dalam pengumuman dengan nomor :B/66/PL5.23/PK.01.00/2022.

โ€œSehubungan dengan ditemukannya tiga kasus Covid-19 di Jurusan Akuntansi selama Proses Belajar Mengajar (PBM) Semester B 2021/2022 yang dilaksanakan pada minggu 1 s/d 3, maka berdasarkan keputusan rapat fungsionaris Jurusan dengan Pimpinan Politeknik Negeri Medan, untuk sementara waktu proses PBM di Jurusan Akuntansi dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi SIPADI mulai tanggal 9 s.d. 19 Februari 2022,โ€ tulis dalam pengumuman itu.

โ€œKegiatan PBM kembali dilakukan daring dan luring pada tanggal 21 Februari 2022 sesuai aturan PBM di Program Studi masing-masing,โ€ sebut dalam pengumuman tersebut.

Selama pelaksanaan semester B tahun akademik 2021/2022, Sinta mengatakan, pihak Polmed menggelar PKM terbatas. Namun, seorang dosen curiga dengan mahasiswa tidak masuk kuliah dan ditelpon oleh dosen. Diketahui demam dan hasil swab mandiri positif. โ€œNamun saat ini, untuk jurusan akuntansi memang sudah diberlakukan kembali kuliah daring selama 10 hari ke depan untuk pencegahan virus tersebut,โ€ kata Sinta.

Selain itu, Sinta menjelaskan, Polmed juga sudah melakukan Prokes yang ketat untuk pencegahan penyebaran virus tersebut. โ€œPolmed melakukan Proses Belajar Mengajar (PBM) secara Hybrid (50 persen daring dan 50 persen luring) sesuai dengan SK 4 Menteri,โ€ pungkasnya.(dtc/trb/gus/adz)

 

MEDAN, SUMUTPOS.CO โ€“ Sekolah di Kota Medan yang menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) karena adanya temuan kasus Covid-19, bertambah. Hingga kemarin, setidaknya ada enam sekolah yang menghentikan PTM.

KEPALA Dinas Pendidikan Kota Medan, Laksamana Putra Siregar, mengakui bertambahnya jumlah sekolah yang harus kembali melaksanakan pembelajaran daring. โ€œSaat ini ada 6 sekolah,โ€ kata Laksamana Putra Siregar saat dimintai konfirmasi wartawan, Rabu (9/2).

Adapun keenam sekolah itu yakni Man 1, MAN 2 Model, MTS GUPPI, SD 060837, Sekolah Santo Thomas 1 dan Sekolah Asisi. Laksamana menyebut, temuan kasus Covid-19 itu mulai dari siswa hingga tenaga pendidik. โ€œYang terkonfirmasi ada siswa dan ada tenaga pendidik,โ€ ujar Laksamana.

Dia menyebut, keenam sekolah itu menggelar sekolah jarak jauh hingga 14 hari kedepan. โ€œYa, 14 hari ke depan sesuai SKB 4 Menteri,โ€ ucap Laksamana.

Ditanya berapa persisnya jumlah siswa dan guru yang terpapar, Laksamana menuturkan, pihaknya masih menunggu laporan lebih lanjut dari pihak sekolah. โ€œSaat ini kita masih menunggu laporan dari pihak sekolah. Kami juga langsung berkoordinasi dengan satgas kecamatan untuk menindaklanjuti langkah awal kesehatan di sekolah,โ€ katanya.

Laksamana juga menyatakan, saat ini sekolah-sekolah tersebut dianjurkan untuk melakukan tes swab antigen. โ€œKami juga meminta kepada satgas agar siswa atau guru yang berhubungan erat dengan pasien untuk segera dites swab antigen,โ€ katanya.

Mengetahui bertambahnya siswa dan guru yang terpapar Covid-19, Laksamana meminta seluruh sekolah kembali memperketat prokes di sekolah. โ€œKita masih menunggu arahan dari Satgas ataupun Wali Kota Medan terkait pelaksanaan belajar tatap muka ini. Pastinya kita akan menaati semua aturan yang diberikan pemerintah,โ€ katanya.

Laksamana mengatakan, belum ada arahan dari Wali Kota Medan untuk mengalihkan belajar secara daring kembali. โ€œKarena belum ada arahan lebih lanjut maka kita tetap melakukan pembelajaran di sekolah dan hanya sekolah yang terpapar Covid-19 dialihkan ke pembelajaran daring,โ€ ucapnya.

Sementara, Kadis Kesehatan Kota Medan dr Taufik Ririansyah mengakui, adanya sejumlah siswa dan guru di Kota Medan yang terpapar Covid-19. Taufik mengaku sudah meminta seluruh Satgas tingkat kecamatan agar terus memantau pelaksanaan prokes di sekolah. โ€œPastinya apabila ada yang terpapar di sekolah kita langsung lakukan tracing testing dan tretment di sekolah itu agar virus Covid-19 itu tidak menyebar,โ€ucapnya.

Untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka, menurut Taufik, pihaknya akan menunggu arahan lebih lanjut dari Wali Kota Medan ataupun Gubernur. โ€œPastinya sekolah yang terpapar Covid wajib ditutup sementara selama 14 hari. Dan apabila angka Covid untuk sekolah sudah mencapai 5 persen sesuai arahan gubernur itu akan segera ditutup. Tapi pastinya kita masih terus menunggu arahan dari Walikota dan Gubernur,โ€ tukasnya.

3 Mahasiswa Polmed Terpapar Covid-19

Sementara, tiga mahasiswa Jurusan Akuntasi Politeknik Negeri Medan (Polmed) dilaporkan terkonfirmasi Covid-19. Dua di antaranya mahasiswa Program Studi Akuntansi dan satu mahasiswa lagi, Program Studi Perbankan. โ€œMemang benar, tiga mahasiswa Jurusan Akuntansi Polmed terkonfirmasi Covid-19 setelah melakukan PCR mandiri dan saat ini juga dilakukan isolasi mandiri,โ€ kata Humas Polmed, Sinta saat dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (9/2).

Dengan begitu, pihak Jurusan Akuntansi Polmed memberlakukan perkuliahan secara daring. Hal tersebut, tertuang dalam pengumuman dengan nomor :B/66/PL5.23/PK.01.00/2022.

โ€œSehubungan dengan ditemukannya tiga kasus Covid-19 di Jurusan Akuntansi selama Proses Belajar Mengajar (PBM) Semester B 2021/2022 yang dilaksanakan pada minggu 1 s/d 3, maka berdasarkan keputusan rapat fungsionaris Jurusan dengan Pimpinan Politeknik Negeri Medan, untuk sementara waktu proses PBM di Jurusan Akuntansi dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi SIPADI mulai tanggal 9 s.d. 19 Februari 2022,โ€ tulis dalam pengumuman itu.

โ€œKegiatan PBM kembali dilakukan daring dan luring pada tanggal 21 Februari 2022 sesuai aturan PBM di Program Studi masing-masing,โ€ sebut dalam pengumuman tersebut.

Selama pelaksanaan semester B tahun akademik 2021/2022, Sinta mengatakan, pihak Polmed menggelar PKM terbatas. Namun, seorang dosen curiga dengan mahasiswa tidak masuk kuliah dan ditelpon oleh dosen. Diketahui demam dan hasil swab mandiri positif. โ€œNamun saat ini, untuk jurusan akuntansi memang sudah diberlakukan kembali kuliah daring selama 10 hari ke depan untuk pencegahan virus tersebut,โ€ kata Sinta.

Selain itu, Sinta menjelaskan, Polmed juga sudah melakukan Prokes yang ketat untuk pencegahan penyebaran virus tersebut. โ€œPolmed melakukan Proses Belajar Mengajar (PBM) secara Hybrid (50 persen daring dan 50 persen luring) sesuai dengan SK 4 Menteri,โ€ pungkasnya.(dtc/trb/gus/adz)

 

Artikel Terkait

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Terpopuler

Artikel Terbaru