Mahasiswa Alfalah: Cerdas Digital, Kuat Adab dan Siap Jadi Solusi Generasi Z

Rektor Institut Kesehatan Helvetia Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang diikuti 1.300 mahasiswa baru. PKKMB digelar di kampus II Institut Kesehatan Helvetia Jalan Gedung Arca Teladan, Rabu (23/9).

Pembukaan PKKMB dihadiri pembina, ketua yayasan dan ketua BPH Institut Kesehatan beserta wakil rektor, dekan, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, ketua BEM dan panitia PKMB. PKKMB Institut Kesehatan Helvetia dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (24/9).

“Tepuk tangan dulu untuk diri kalian sendiri! Kalian bukan mahasiswa kebetulan. Kalian adalah lima persen yang terpilih dari ribuan pendaftar. Kalian adalah yang Allah titipkan untuk menjadi penerus peradaban Alfalah. Cerdas digital, kuat adab dan siap jadi solusi generasi Z,” kata rektor mengawali sambutannya.

Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si mengutarakan bahwa mahasiswa baru masuk di tahun yang tidak biasa yakni tahun 2026. Tahun dimana kecerdasan buatan atau AI bisa bikin skripsi lima menit. “Tapi AI tidak bisa bikin adab. Chat GPT bisa jawab semua soal, tapi tidak bisa jaga amanah dan tidak bisa salat berjamaah,” tegasnya.

World Economic Forum, menurut Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si, 65 persen pekerjaan di tahun 2030 mendatang belum ada hari ini. Artinya ijazah saja tidak cukup. “Saya lihat tiga krisis Gen Z hari ini. Krisis adab (pintar tapi tidak sopan), krisis fokus (ingin serba instan) serta krisis mental health (mudah cemas dan mudah menyerah),” rinci rektor.

Untuk itu, Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si menegaskan bahwa PKKMB hadir bukan untuk merundung. Tapi untuk melatih ketahanan mental. “Di Institut Kesehatan Helvetia tidak ada senioritas beracun. Kita kakak-adik seperjuangan,” pesannya.

Dalam kesempatan ini, rektor Institut Kesehatan Helvetia juga menyampaikan tiga pesan utama kepada para mahasiswa. “Pesan pertama adalah jadi mahasiswa tahan banting, bukan tahan rebahan. Saya tantang kalian 30 hari pertama kuliah puasa mengeluh di Sosmed. Ganti keluhan dengan karya. Sanggup?” tanya rektor.

Pesan kedua dari rektor adalah kuliah dengan formula 3C Alfalah. “C1-cerdas intelektual dimana IPK harga mati, minimal 3.25. Malu kalau orang tua sudah berjuang tapi IPK 2 koma,” sebut Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si.

C2-cerdas digital dimana mulai tahun ini semua mahasiswa baru wajib sertifikasi digital (Canva, AI Tools dan public speaking). Kita siapkan kalian bukan pencari kerja, tapi pencipta kerja. Alfalah Course Center siap fasilitasi. “C3-cerdas spiritual. Ini kunci Alfalah. Sepintar apapun tanpa salat dan adab, ilmu tidak berkah,” tegasnya.

Pesan ketiga dari Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si adalah jangan jadi mahasiswa ‘Kupu-kupu’. “Kuliah Pulang-Kuliah Pulang. Kampus ini laboratorium kepemimpinan. Aktif di BEM, UKM, BPH. Ingat, kampus tidak menjamin masa depanmu. Tapi aktivitasmu di kampuslah yang menentukan masa depanmu,” ujar rektor.

Dalam kesempatan ini, rektor juga menyampaikan komitmen pimpinan Institut Kesehatan Helvetia. “Saya dan Yayasan komitmen tiga hal. Pertama, fasilitas terus kita upgrade. Lanjutan dari capaian BPH 2021-2025, tahun ini kita bangun Alfalah Creative Hub. Kedua, beasiswa prestasi, tahfidz dan wirausaha kita tambah 20 persen. Ketiga, jamin PKKMB aman, bahagia dan zero bullying. Ada hotline pengaduan 24 jam,” kata Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si.

Dalam kegiatan PKKMB untuk mendidik mahasiswa berdampak untuk membangun fondasi transformasi sosial dan ekonomi berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045 tersebut diputarkan juga vidio tentang sejarah dan profil Institut Kesehatan Helvetia. Diperkenalkan juga para pemimpin dan dosen. Selain itu diisi dengan berbagai hiburan. (dmp)

Rektor Institut Kesehatan Helvetia Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang diikuti 1.300 mahasiswa baru. PKKMB digelar di kampus II Institut Kesehatan Helvetia Jalan Gedung Arca Teladan, Rabu (23/9).

Pembukaan PKKMB dihadiri pembina, ketua yayasan dan ketua BPH Institut Kesehatan beserta wakil rektor, dekan, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, ketua BEM dan panitia PKMB. PKKMB Institut Kesehatan Helvetia dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (24/9).

“Tepuk tangan dulu untuk diri kalian sendiri! Kalian bukan mahasiswa kebetulan. Kalian adalah lima persen yang terpilih dari ribuan pendaftar. Kalian adalah yang Allah titipkan untuk menjadi penerus peradaban Alfalah. Cerdas digital, kuat adab dan siap jadi solusi generasi Z,” kata rektor mengawali sambutannya.

Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si mengutarakan bahwa mahasiswa baru masuk di tahun yang tidak biasa yakni tahun 2026. Tahun dimana kecerdasan buatan atau AI bisa bikin skripsi lima menit. “Tapi AI tidak bisa bikin adab. Chat GPT bisa jawab semua soal, tapi tidak bisa jaga amanah dan tidak bisa salat berjamaah,” tegasnya.

World Economic Forum, menurut Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si, 65 persen pekerjaan di tahun 2030 mendatang belum ada hari ini. Artinya ijazah saja tidak cukup. “Saya lihat tiga krisis Gen Z hari ini. Krisis adab (pintar tapi tidak sopan), krisis fokus (ingin serba instan) serta krisis mental health (mudah cemas dan mudah menyerah),” rinci rektor.

Untuk itu, Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si menegaskan bahwa PKKMB hadir bukan untuk merundung. Tapi untuk melatih ketahanan mental. “Di Institut Kesehatan Helvetia tidak ada senioritas beracun. Kita kakak-adik seperjuangan,” pesannya.

Dalam kesempatan ini, rektor Institut Kesehatan Helvetia juga menyampaikan tiga pesan utama kepada para mahasiswa. “Pesan pertama adalah jadi mahasiswa tahan banting, bukan tahan rebahan. Saya tantang kalian 30 hari pertama kuliah puasa mengeluh di Sosmed. Ganti keluhan dengan karya. Sanggup?” tanya rektor.

Pesan kedua dari rektor adalah kuliah dengan formula 3C Alfalah. “C1-cerdas intelektual dimana IPK harga mati, minimal 3.25. Malu kalau orang tua sudah berjuang tapi IPK 2 koma,” sebut Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si.

C2-cerdas digital dimana mulai tahun ini semua mahasiswa baru wajib sertifikasi digital (Canva, AI Tools dan public speaking). Kita siapkan kalian bukan pencari kerja, tapi pencipta kerja. Alfalah Course Center siap fasilitasi. “C3-cerdas spiritual. Ini kunci Alfalah. Sepintar apapun tanpa salat dan adab, ilmu tidak berkah,” tegasnya.

Pesan ketiga dari Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si adalah jangan jadi mahasiswa ‘Kupu-kupu’. “Kuliah Pulang-Kuliah Pulang. Kampus ini laboratorium kepemimpinan. Aktif di BEM, UKM, BPH. Ingat, kampus tidak menjamin masa depanmu. Tapi aktivitasmu di kampuslah yang menentukan masa depanmu,” ujar rektor.

Dalam kesempatan ini, rektor juga menyampaikan komitmen pimpinan Institut Kesehatan Helvetia. “Saya dan Yayasan komitmen tiga hal. Pertama, fasilitas terus kita upgrade. Lanjutan dari capaian BPH 2021-2025, tahun ini kita bangun Alfalah Creative Hub. Kedua, beasiswa prestasi, tahfidz dan wirausaha kita tambah 20 persen. Ketiga, jamin PKKMB aman, bahagia dan zero bullying. Ada hotline pengaduan 24 jam,” kata Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si.

Dalam kegiatan PKKMB untuk mendidik mahasiswa berdampak untuk membangun fondasi transformasi sosial dan ekonomi berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045 tersebut diputarkan juga vidio tentang sejarah dan profil Institut Kesehatan Helvetia. Diperkenalkan juga para pemimpin dan dosen. Selain itu diisi dengan berbagai hiburan. (dmp)

Artikel Terkait



Terpopuler

Artikel Terbaru