Kelompok Kerja Batubara pada Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dipimpin Awaluddin berkunjung ke Program Studi Kimia Fakultas Sains, Teknologi dan Informasi Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia, Kamis (24/9) sore.
Kunjungan tim PSDMBP dari Bandung tersebut diterima Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr. Parlindungan Purba, M.M bersama Dekan Fakultas Sains, Teknologi dan Informasi USM Indonesia Dr. Ir. Vivi Purwandari, M.Si, ketua, dosen dan mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Sains, Teknologi dan Informasi USM Indonesia.
Kunjungan tim dari Kementerian ESDM ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan. Kerja sama dua lembaga ini telah terjalin apik sejak empat tahun lalu yang akan berakhir pada tahun 2027.
Kehadiran Awaluddin didampingi Ibrahim, Penny, Anton dan sejumlah staf juga untuk meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya mineral, serta peningkatan kompetensi mahasiswa.
Pimpinan Kelompok Kerja Batubara PSDMBP mengingatkan bahwa perjanjian kerja sama pihaknya dengan USM Indonesia akan berakhir tahun 2027. Pihaknya akan memperpanjang kontrak kerja sama dengan USM Indonesia dalam pemetaan potensi batubara menjadi material maju grafena dan turunannya.
Kedatangan tim dari Bandung juga memperkenalkan Awaluddin selaku pimpinan kelompok kerja batubara menggantikan pejabat sebelumnya yakni Eko Budi. Tim juga melihat bagaimana pengerjaan batubara menjadi grafena dan turunannya dibuat oleh sivitas akademika Program Studi Kimia Fakultas Sains, Teknologi dan Informasi USM Indonesia.
Kerja sama Kelompok Kerja Batubara PSDMBP dengan Program Studi Kimia Fakultas Sains, Teknologi dan Informasi USM Indonesia berkaitan dengan analisis batubara menjadi material maju ini berjalan untuk tahun kelima.
Dalam kesempatan ini, Awaluddin juga merinci berbagai produk olahan batubara, mekanisme perizinan, peluang kerja sama pendidikan dengan melibatkan dunia usaha dan dunia industri serta regulasi terkait batubara.
Sementara itu Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr. Parlindungan Purba, M.M mengapresiasi kunjungan tersebut untuk membangun hubungan kelembagaan yang lebih luas. “Kami berharap pertemuan ini dapat terus dikembangkan dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan kompetensi mahasiswa dan pengabdian kepada masyarakat,” kata tokoh pendidikan yang pernah menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) tersebut.
Kunjungan ini, menurut pengurus Kadin dan Apindo, merupakan momentum yang sangat baik untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga yang bergerak di bidang sumber daya mineral dan energi.
Dekan Fakultas Sains, Teknologi dan Informasi USM Indonesia Dr. Ir. Vivi Purwandari, M.Si menyambut baik kunjungan tersebut. Keterlibatan lembaga profesional dan institusi pemerintah dalam pengembangan pendidikan tinggi dapat memberikan pengalaman dan wawasan yang lebih luas kepada mahasiswa.
“Kegiatan ini menjadi peluang untuk memperluas kerja sama akademik dan penelitian. Sekaligus memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengelolaan sumber daya mineral dan energi,” harapnya. (dmp)

