DOSEN Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Nelvitia Purba, M.Hum, Ph.D dan Dr. Al Kausar Saragih, M.PdI bersama dosen Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Muhammad Yusuf Dibisono, S.P, M.P mengelar program kemitraan masyarakat pada 20 September 2024 lalu.
Kegiatan yang didanai Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) ini dilaksanakan di Agroeduwisata Jalan Pahlawan Dusun XV Desa Pekan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdangbedagai. Dalam kesempatan ini diserahkan alat grafting kepada masyarakat Desa Pekan Tanjungberingin yang memudahkan proses penyambungan dua tanaman bibit.
Untuk itu Nelvitia Purba, M.Hum, Ph.D selaku ketua tim menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Dikbudristek atas kepercayaan dan dukungan finansial melalui pendanaan program kemitraan masyarakat tahun anggaran 2024 sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Dalam program kemitraan masyarakat ini dua mahasiswa Fakultas Hukum UMN Al-Washliyah Nanda Reyriski dan Nurhikmatus Salsabila ikut membantu kegiatan yang diikuti secara antusias oleh masyarakat setempat.
Nelvitia Purba, M.Hum, PhD kepada Sumut Pos, kema mengatakan bahwa program ini memberi kontribusi kepada masyarakat Desa Pekan Tanjungberingin yang merupakan mitra dari Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Gule
Jaya yang diketuai Fery Irawan, S.H.
”Program ini sebagai upaya preventif dan represif terhadap penyalahgunaan narkotika dengan mengembangkan agroeduwisata. Kita sekaligus memberikan pelatihan dan pendampingan pembibitan tanaman melalui penyambungan dua tanaman (grafting) yang memudahkan dan mempercepat penyambungan bibit, katanya.
Bila secara manual biasa diselesaikan 50-100 penyambungan tanaman per hari. Berkat penggunaan alat grafting ini, lanjutnya, bisa disambung hingga 200 tanaman per hari. Tentunya akan lebih banyak memperoleh pendapatan.
Dengan grafting, sebut Nelvitia Purba, M.Hum, Ph.D, diharapkan tanaman tersebut juga akan lebih cepat berbuah. ”Bisa dimanfaatkan dan dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” imbuh dosen UMN Al-Washliyah tersebut.
Kepala Lembaga Pengabdian dan Inovasi Masyarakat (LPIM) UMN Al-Washliyah Dr.
Alistraja Dison Silalahi, M.Si mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat. ”Terima kasih pada tim pengabdian yang telah meluangkan waktu, pikiran dan tenaga sehingga program ini terlaksana dengan baik,” sebutnya.
Dibagian lain, Dr. Alistraja Dison Silalahi, M.Si juga menekankan pentingnya mengurangi penyalahgunaan
narkotika yang menyebar ke pelosok desa. Ia pun menyebutkan bahwa pengetahuan dan keterampilan dari pelatihan kiranya dapat dikembangkan pada remaja dan pemuda lainnya.
”Dengan bekal pelatihan ini diharapkan para remaja dan pemuda memiliki keterampilan untuk mendapatkan pendapatan dan dapat terhindar narkotika. Jauhkan pikiran dari narkotika,” katanya. (dmp)

