23 C
Medan
Friday, June 21, 2024

25 Tahun ”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery Bertabur Hadiah: Lingkungan Hidup dan Satwa Liar Anugerah tak Ternilai dari Tuhan

RIBUAN peserta memeriahkan jalan santai dalam rangka memperingati ulang tahun ke-25 ”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery, Ahad (19/5) pagi. Pelepasan peserta dilakukan Tun DR H Rahmat Shah, Lord of Rudge Gelar Datuk Seri Peduka Raja dan Gelar Mangaraja Halomoan Lubis.

Founder ”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery melepaskan balon dan mengibarkan bendera start bersama Pj Gubsu diwakili Ir Muhammad Armand Effendy Pohan MSi (staf ahli Pj Gubsu bidang hukum, politik dan pemerintahan).

Ratusan hadiah dibagikan pada peserta yang beruntung lewat lucky draw. Hadiah meliputi uang tunai dan buku tabungan perbankan. Ada juga hadiah mesin cuci, kulkas, televisi 43 inchi, sepeda gunung, sepeda listrik dan sepeda motor serta voucher menginap di hotel bintang 4 dan 5.

Bahkan ada hadiah utama berupa perjalanan ke Malaka Malaysia untuk tiga orang yang diberikan Prof Kehormatan Datuk H Abdul Latiff Mirasa. Peserta beruntung ini akan mengunjungi museum dan percetakan Al-Quran terbesar di dunia.

JALAN SANTAI: Tun DR H Rahmat Shah, Lord of Rudge Gelar Datuk Seri Peduka Raja dan Gelar Mangaraja Halomoan Lubis dan Ir Muhammad Armand Effendy Pohan MSi melepas peserta meriahkan jalan santai 25 tahun ”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery, Ahad (19/5) pagi.DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

Jalan santai ini dimulai dari depan ”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery Jalan S Parman Nomor 309 Medan. Lalu melintasi Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Zainul Arifin dan kembali di ”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery.

Kemeriahan dan kebahagiaan tersebut berlanjut Ahad (19/5) siang. Saat itu diadakan kegiatan syukuran dan silaturahim di Legend International Hall ”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery.

Dua acara ini dihadiri Forkopimda Sumut, bupati Serdangbedagai, tokoh ulama, rektor perguruan tinggi, pimpinan perbankan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh budaya dan keluarga Tun DR H Rahmat Shah Lord of Rudge Gelar Datuk Seri Peduka Raja dan Gelar Mangaraja Halomoan Lubis serta undangan lainnya.

Dalam syukuran dan silaturahim ini diserahkan penghargaan dari Tun DR H Rahmat Shah yang diberikan kepada Duli Yang Maha Mulia Seri Paduka Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah, H Djan Faridz dan Prof Kehormatan Datuk H Latiff Mirasa.

Kemudian dilaksanakan pemotongan nasi tumpeng dan kue ulang tahun ke-25 ”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery yang diberikan kepada perwakilan tokoh agama, tokoh pendidikan dan putera bungsu Tun DR H Rahmat Shah.

Pada kegiatan ini diputarkan dua vidio sejarah perkembangan 25 tahun museum tersebut yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof Dr Juwono Sudarsono MA pada 14 Mei 1999. Kemudian peresmian perluasan museum oleh Presiden RI DR Susilo Bambang Yudhoyono MA pada 13 November 2007.

Kemudian pada 3 April 2010 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Monumen Nasional Keadilan oleh Prof Dr Bagir Manan, DR H Rahmat Shah serta anggota MPR, DPD, DPR, DPRD, Forkopimda Sumut, tokoh nasional dan daerah dari berbagai lembaga dan profesi, rektor, veteran dan tokoh pemuda.

Peresmian monumen ini dilaksanakan pada 19 Maret 2011 oleh Ketua DPD RI H Irman Gusman SE MBA, Ketua Mahkamah Konstitusi RI Prof Dr Mohd Mahfud MD SU, Menko Kesra RI DR dr H Agung Laksono dan DR H Rahmat Shah beserta anggota MPR, DPR, DPD, DPRD, Gubsu, MUI Sumut, bupati/wali kota, rektor, veteran, pemuda, ketua partai politik serta tokoh nasional dan daerah dari berbagai lembaga dan profesi.

Selanjutnya Menteri Kehutanan RI H Zulkifli Hasan SE MM meresmikan sebagai lembaga konservasi dengan pengembangan koleksi pada 28 November 2013.

Sejarah lain adalah peresmian Legend International Hall yang memiliki ratusan koleksi pribadi sejumlah kepala negara dunia, para legendaris dan maestro dunia yang diresmikan Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla pada 30 Juli 2016.

”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery dalam usia 25 tahun juga memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim yang dilaksanakan pada 14 Mei 2024

Saat ini berbagai program juga tengah disiapkan Tun DR H Rahmat Shah untuk pengembangan ”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery termasuk untuk menjadi education center.

Tun DR H Rahmat Shah, Lord of Rudge Gelar Datuk Seri Peduka Raja dan Gelar Mangaraja Halomoan Lubis berharap melalui museum dan galeri dapat lebih mengenal keanekaragaman satwa liar dunia pada masyarakat dari berbagai kalangan.

Tokoh nasional dari Sumut ini juga berharap berbagai pihak lebih peduli dan terpanggil untuk lebih menyayangi dan menjaga kelestarian lingkungan hidup dan satwa liar. Menurut Tun DR H Rahmat Shah, lingkungan hidup dan satwa liar ini merupakan anugerah yang tak ternilai dari Tuhan sebagai warisan untuk anak dan cucu. ”Flora dan fauna, bukan hanya milik suatu negara tetapi milik dunia,” katanya.

Atas kiprah, DR H Rahmat Shah menerima 910 penghargaan nasional dan internasional termasuk dari Presiden Suharto, Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. Ia pun menjadi putera Indonesia pertama yang menerima penghargaan Internasional Conservation Award, Big Five Grand Slam Award, Dangerous Games of Africa dan World Hunting Award. Ada juga penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia.

Pj Gubsu diwakili Ir Muhammad Armand Effendy Pohan MSi selaku staf ahli Pj Gubsu Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan mengapresiasi karya nyata yang dilakukan Tun DR H Rahmat Shah. Apresiasi serupa juga disampaikan Prof Dr H Muzzakir MAg sebelum memimpin doa bersama. (dmp)

RIBUAN peserta memeriahkan jalan santai dalam rangka memperingati ulang tahun ke-25 ”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery, Ahad (19/5) pagi. Pelepasan peserta dilakukan Tun DR H Rahmat Shah, Lord of Rudge Gelar Datuk Seri Peduka Raja dan Gelar Mangaraja Halomoan Lubis.

Founder ”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery melepaskan balon dan mengibarkan bendera start bersama Pj Gubsu diwakili Ir Muhammad Armand Effendy Pohan MSi (staf ahli Pj Gubsu bidang hukum, politik dan pemerintahan).

Ratusan hadiah dibagikan pada peserta yang beruntung lewat lucky draw. Hadiah meliputi uang tunai dan buku tabungan perbankan. Ada juga hadiah mesin cuci, kulkas, televisi 43 inchi, sepeda gunung, sepeda listrik dan sepeda motor serta voucher menginap di hotel bintang 4 dan 5.

Bahkan ada hadiah utama berupa perjalanan ke Malaka Malaysia untuk tiga orang yang diberikan Prof Kehormatan Datuk H Abdul Latiff Mirasa. Peserta beruntung ini akan mengunjungi museum dan percetakan Al-Quran terbesar di dunia.

JALAN SANTAI: Tun DR H Rahmat Shah, Lord of Rudge Gelar Datuk Seri Peduka Raja dan Gelar Mangaraja Halomoan Lubis dan Ir Muhammad Armand Effendy Pohan MSi melepas peserta meriahkan jalan santai 25 tahun ”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery, Ahad (19/5) pagi.DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

Jalan santai ini dimulai dari depan ”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery Jalan S Parman Nomor 309 Medan. Lalu melintasi Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Zainul Arifin dan kembali di ”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery.

Kemeriahan dan kebahagiaan tersebut berlanjut Ahad (19/5) siang. Saat itu diadakan kegiatan syukuran dan silaturahim di Legend International Hall ”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery.

Dua acara ini dihadiri Forkopimda Sumut, bupati Serdangbedagai, tokoh ulama, rektor perguruan tinggi, pimpinan perbankan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh budaya dan keluarga Tun DR H Rahmat Shah Lord of Rudge Gelar Datuk Seri Peduka Raja dan Gelar Mangaraja Halomoan Lubis serta undangan lainnya.

Dalam syukuran dan silaturahim ini diserahkan penghargaan dari Tun DR H Rahmat Shah yang diberikan kepada Duli Yang Maha Mulia Seri Paduka Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah, H Djan Faridz dan Prof Kehormatan Datuk H Latiff Mirasa.

Kemudian dilaksanakan pemotongan nasi tumpeng dan kue ulang tahun ke-25 ”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery yang diberikan kepada perwakilan tokoh agama, tokoh pendidikan dan putera bungsu Tun DR H Rahmat Shah.

Pada kegiatan ini diputarkan dua vidio sejarah perkembangan 25 tahun museum tersebut yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof Dr Juwono Sudarsono MA pada 14 Mei 1999. Kemudian peresmian perluasan museum oleh Presiden RI DR Susilo Bambang Yudhoyono MA pada 13 November 2007.

Kemudian pada 3 April 2010 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Monumen Nasional Keadilan oleh Prof Dr Bagir Manan, DR H Rahmat Shah serta anggota MPR, DPD, DPR, DPRD, Forkopimda Sumut, tokoh nasional dan daerah dari berbagai lembaga dan profesi, rektor, veteran dan tokoh pemuda.

Peresmian monumen ini dilaksanakan pada 19 Maret 2011 oleh Ketua DPD RI H Irman Gusman SE MBA, Ketua Mahkamah Konstitusi RI Prof Dr Mohd Mahfud MD SU, Menko Kesra RI DR dr H Agung Laksono dan DR H Rahmat Shah beserta anggota MPR, DPR, DPD, DPRD, Gubsu, MUI Sumut, bupati/wali kota, rektor, veteran, pemuda, ketua partai politik serta tokoh nasional dan daerah dari berbagai lembaga dan profesi.

Selanjutnya Menteri Kehutanan RI H Zulkifli Hasan SE MM meresmikan sebagai lembaga konservasi dengan pengembangan koleksi pada 28 November 2013.

Sejarah lain adalah peresmian Legend International Hall yang memiliki ratusan koleksi pribadi sejumlah kepala negara dunia, para legendaris dan maestro dunia yang diresmikan Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla pada 30 Juli 2016.

”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery dalam usia 25 tahun juga memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim yang dilaksanakan pada 14 Mei 2024

Saat ini berbagai program juga tengah disiapkan Tun DR H Rahmat Shah untuk pengembangan ”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery termasuk untuk menjadi education center.

Tun DR H Rahmat Shah, Lord of Rudge Gelar Datuk Seri Peduka Raja dan Gelar Mangaraja Halomoan Lubis berharap melalui museum dan galeri dapat lebih mengenal keanekaragaman satwa liar dunia pada masyarakat dari berbagai kalangan.

Tokoh nasional dari Sumut ini juga berharap berbagai pihak lebih peduli dan terpanggil untuk lebih menyayangi dan menjaga kelestarian lingkungan hidup dan satwa liar. Menurut Tun DR H Rahmat Shah, lingkungan hidup dan satwa liar ini merupakan anugerah yang tak ternilai dari Tuhan sebagai warisan untuk anak dan cucu. ”Flora dan fauna, bukan hanya milik suatu negara tetapi milik dunia,” katanya.

Atas kiprah, DR H Rahmat Shah menerima 910 penghargaan nasional dan internasional termasuk dari Presiden Suharto, Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. Ia pun menjadi putera Indonesia pertama yang menerima penghargaan Internasional Conservation Award, Big Five Grand Slam Award, Dangerous Games of Africa dan World Hunting Award. Ada juga penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia.

Pj Gubsu diwakili Ir Muhammad Armand Effendy Pohan MSi selaku staf ahli Pj Gubsu Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan mengapresiasi karya nyata yang dilakukan Tun DR H Rahmat Shah. Apresiasi serupa juga disampaikan Prof Dr H Muzzakir MAg sebelum memimpin doa bersama. (dmp)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/