25.6 C
Medan
Sunday, May 19, 2024

80 Anak Dikhitanan Massal di SMP Al-Washliyah 8 Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – SEBANYAK 80 anak mengikuti khitanan massal yang diadakan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al-Washliyah 8 Medan, Sabtu (26/3).

”Khitanan massal ini merupakan kegiatan rutin yang sudah dilakukan 19 kali,” kata Kepala SMP Al-Washliyah 8 Medan Erna Mahrani MPd dihadapan orangtua peserta khitanan massal dan para undangan.

Disebutkan Erna Mahrani, khitanan massal dilaksanakan rutin pada akhir tahun pembelajaran sekolah. ”Namun pada tahun 2020 dan 2021, tidak dapat dilaksanakan karena pandemi yang sedang meningkat,” sebutnya.

Kepala sekolah mengutarakan bahwa 80 peserta khitanan massal berasal dari sekitar SMP Al-Washliyah 8 Medan dari Medan Amplas, Patumbak dan Delitua. ”Terima kasih pada tim dokter, donatur, orangtua peserta khitanan massal dan panitia,” katanya.

Erna Mahrani menambahkan SMP Al-Washliyah 8 Medan memiliki sarana prasarana berupa ruang belajar dan komputer, perpustakaan, lapangan olahraga, laboratorium IPA, studio musik, masjid dan wifi area.

SMP Al-Washliyah 8 merupakan lembaga pendidikan Islam yang profesional dan mampu mengikuti dinamika dunia pendidikan modern. Mengintegrasikan kegiatan pembelajaran dengan pendidikan Islam yang berbasis Al-Quran, akhlaq, sains dan mandiri.

”SMP Al-Washliyah 8 Medan menjadi lembaga pendidikan yang mampu menggali keberagaman potensi anak didik yang sudah Allah ciptakan dengan amat sempurna,” ujarnya.

Khitanan massal ini mendapat apresiasi dari Dedi Suheri (mewakili rektor Univa Medan), Putera Chairul Hady (sekretaris Majelis Pendidikan PD Al-Washliyah Medan) dan Suherman (mewakili camat Medan Amplas).

Camat Medan Amplas berharap peserta khitanan massal dapat menjadi anak soleh, berbakti pada agama, orangtua dan bangsa. Ketua Majelis Pendidikan PD Al-Washliyah Medan menyebutkan Al-Washliyah sebagai pintu peradaban di Kota Medan melalui 118 unit sekolah madrasah hingga SMA sederajat.

Rektor Univa Medan berharap peserta khitanan massal yang masih SD nantinya dapat melanjutkan jenjang pendidikan ke SMP Al-Washliyah 8 Medan. SMP ini merupakan sekolah binaan Univa Medan yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja Km 5,5 Nomor 10 Komplek Univa Medan. (dmp)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – SEBANYAK 80 anak mengikuti khitanan massal yang diadakan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al-Washliyah 8 Medan, Sabtu (26/3).

”Khitanan massal ini merupakan kegiatan rutin yang sudah dilakukan 19 kali,” kata Kepala SMP Al-Washliyah 8 Medan Erna Mahrani MPd dihadapan orangtua peserta khitanan massal dan para undangan.

Disebutkan Erna Mahrani, khitanan massal dilaksanakan rutin pada akhir tahun pembelajaran sekolah. ”Namun pada tahun 2020 dan 2021, tidak dapat dilaksanakan karena pandemi yang sedang meningkat,” sebutnya.

Kepala sekolah mengutarakan bahwa 80 peserta khitanan massal berasal dari sekitar SMP Al-Washliyah 8 Medan dari Medan Amplas, Patumbak dan Delitua. ”Terima kasih pada tim dokter, donatur, orangtua peserta khitanan massal dan panitia,” katanya.

Erna Mahrani menambahkan SMP Al-Washliyah 8 Medan memiliki sarana prasarana berupa ruang belajar dan komputer, perpustakaan, lapangan olahraga, laboratorium IPA, studio musik, masjid dan wifi area.

SMP Al-Washliyah 8 merupakan lembaga pendidikan Islam yang profesional dan mampu mengikuti dinamika dunia pendidikan modern. Mengintegrasikan kegiatan pembelajaran dengan pendidikan Islam yang berbasis Al-Quran, akhlaq, sains dan mandiri.

”SMP Al-Washliyah 8 Medan menjadi lembaga pendidikan yang mampu menggali keberagaman potensi anak didik yang sudah Allah ciptakan dengan amat sempurna,” ujarnya.

Khitanan massal ini mendapat apresiasi dari Dedi Suheri (mewakili rektor Univa Medan), Putera Chairul Hady (sekretaris Majelis Pendidikan PD Al-Washliyah Medan) dan Suherman (mewakili camat Medan Amplas).

Camat Medan Amplas berharap peserta khitanan massal dapat menjadi anak soleh, berbakti pada agama, orangtua dan bangsa. Ketua Majelis Pendidikan PD Al-Washliyah Medan menyebutkan Al-Washliyah sebagai pintu peradaban di Kota Medan melalui 118 unit sekolah madrasah hingga SMA sederajat.

Rektor Univa Medan berharap peserta khitanan massal yang masih SD nantinya dapat melanjutkan jenjang pendidikan ke SMP Al-Washliyah 8 Medan. SMP ini merupakan sekolah binaan Univa Medan yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja Km 5,5 Nomor 10 Komplek Univa Medan. (dmp)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/