28 C
Medan
Sunday, June 23, 2024

Dahlan Iskan Sandang Gelar Doktor Honoris Causa

113730_650699_Dahlan_Honoris_Causa_____________PBSEMARANG – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang memberi gelar kehormatan pada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sebagai Doktor Honoris Causa (HC) Bidang Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Kiprah dan pemikiran Dahlan mendapat apresiasi positif dari kalangan akademik. Setidaknya ada tiga hal yang mendasari pemberian gelar ini, yakni inspiratif, mempunyai talenta menulis yang sangat baik dan memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan gagasannya yang sangat implementatif.

“Pak Dahlan adalah sosok inspiratif, idenya sangat luar biasa, sudah tujuh karya ilmiah yang dihasilkan. Dakwah yang disampaikan Pak Dahlan adalah dakwah bil qalam dan juga dakwah bil hal sekaligus,” ujar promotor utama Prof Dr H Nur Syams yang juga menjabat sebagai guru besar IAIN Sunan Ampel Surabaya di Auditorium IAIN, Semarang, Senin (8/7).

Lebih lanjut Nur jelaskan bahwa dakwah yang dilakukan Dahlan adalah dakwah melalui usaha membangun perusahaan yang sehat, beruntung dan bermanfaat.

“Beliau menyatakan bahwa apa yang ditulis melalui media adalah apa yang bisa dikerjakan. Beliau merasa malu kalau menulis dan kemudian tidak mampu mengaplikasikannya,” jelasnya.

Di samping itu bekas dirut PLN ini dinilai banyak memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara lewat terobosan-terobosan melalui lembaga yang dipimpinnya.

“Karena sosok Dahlan mempunyai jiwa entrepreneur yang tinggi dan mengaitkannya dengan ajaran agama, sampai saat ini beliau berkarya luar biasa, terutama dalam berita dan komunikasi penyiaran islam. Beliau telah memenuhi persyaratan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka kami (IAIN Walisongo-red) perlu memberikan gelar ini,” ujar Rektor IAIN Walisongo Prof Dr H Muhibbin.

Meski Dahlan saat kuliah menyandang predikat drop out (DO), namun IAIN yakin gelar yang diberikan ini tidak salah orang. “Beliau masuk fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel cabang Samarinda selama 2,5 tahun dan drop out (DO). Beliau di DO bukan karena bodoh dan tidak berprestasi, namun karena kondisi ekonomi keluarga yang mengharuskan dia berhenti dan bekerja memasuki dunia kewartawanan,” tutur Muhibbin.

“Walaupun DO, beliau berhasil bangkit dan membuktikan pada dunia, bahwa anak DO bisa berprestasi, bisa menghidupi banyak orang melalui media yang sejak 1984-2005 dia bentuk, sampai diangkat menjadi dirut PLN dan hingga kini menjabat sebagai Menteri BUMN,” imbuh dia.

Sebelum mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa, Dahlan membawakan pidato ilmiah dengan judul Dakwah Bil Hal: ‘Korporatisasi Usaha Individual Umat Menuju Indonesia Modern’.

Seperti biasa Dahlan tak mau membacakan semua pidato karya ilmiah yang sudah dibuatnya hingga 15 halaman, karena menurutnya itu akan membuang waktu banyak. Untuk itu dia berpidato karya ilmiahnya tanpa membaca teks sekitar 15 menit.

Dalam karya ilmiah itu, pria kelahiran Magetan ini mengingatkan agar seluruh manusia tidak boleh cepat berputus asa sebelum bekerja keras dan mencoba.

“Ada tantangan yang sangat besar ke depan adalah ekonomi, karena ekonomi adalah disiplin tersendiri yang mungkin sangat mudah diucapkan, tapi sulit dilakukan. Marilah kita berpola ke depan melengkapi dan mencari tantangan yang baru,” ajaknya diiringi riuh tepuk tangan para tamu undangan.

Beberapa buku hasil karya Dahlan dan buku-buku tentang Dahlan juga turut dibagikan pada tamu undangan, diantaranya : Manufacturing Hope, Tidak Ada Yang Tidak Bisa, Ganti Hati, Surat Dahlan, Sepatu Dahlan, Dua Tangis dan Ribuan Tawa, dan Pemimpin Masa Depan teori dan praktik.

Hadir pula Utusan Khusus Presiden TB Silalahi, Dirut Pertamina Karen Agustina, Dirut PT Pos I Ketut Mardjana, Direktur Utama RNI, Ismed Hasan Putro, Dirut Semen Indonesia Dwi Soetjipto, Dirut Pegadaian Suwhono, Dirut Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin, Dirut Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sofyan Basyir,  Dirut Jamsostek Alvin G Masasya, Ustad KH. Yusuf Mansyur serta beberapa Dirut dan direksi BUMN lainnya. (chi/jpnn)

113730_650699_Dahlan_Honoris_Causa_____________PBSEMARANG – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang memberi gelar kehormatan pada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sebagai Doktor Honoris Causa (HC) Bidang Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Kiprah dan pemikiran Dahlan mendapat apresiasi positif dari kalangan akademik. Setidaknya ada tiga hal yang mendasari pemberian gelar ini, yakni inspiratif, mempunyai talenta menulis yang sangat baik dan memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan gagasannya yang sangat implementatif.

“Pak Dahlan adalah sosok inspiratif, idenya sangat luar biasa, sudah tujuh karya ilmiah yang dihasilkan. Dakwah yang disampaikan Pak Dahlan adalah dakwah bil qalam dan juga dakwah bil hal sekaligus,” ujar promotor utama Prof Dr H Nur Syams yang juga menjabat sebagai guru besar IAIN Sunan Ampel Surabaya di Auditorium IAIN, Semarang, Senin (8/7).

Lebih lanjut Nur jelaskan bahwa dakwah yang dilakukan Dahlan adalah dakwah melalui usaha membangun perusahaan yang sehat, beruntung dan bermanfaat.

“Beliau menyatakan bahwa apa yang ditulis melalui media adalah apa yang bisa dikerjakan. Beliau merasa malu kalau menulis dan kemudian tidak mampu mengaplikasikannya,” jelasnya.

Di samping itu bekas dirut PLN ini dinilai banyak memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara lewat terobosan-terobosan melalui lembaga yang dipimpinnya.

“Karena sosok Dahlan mempunyai jiwa entrepreneur yang tinggi dan mengaitkannya dengan ajaran agama, sampai saat ini beliau berkarya luar biasa, terutama dalam berita dan komunikasi penyiaran islam. Beliau telah memenuhi persyaratan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka kami (IAIN Walisongo-red) perlu memberikan gelar ini,” ujar Rektor IAIN Walisongo Prof Dr H Muhibbin.

Meski Dahlan saat kuliah menyandang predikat drop out (DO), namun IAIN yakin gelar yang diberikan ini tidak salah orang. “Beliau masuk fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel cabang Samarinda selama 2,5 tahun dan drop out (DO). Beliau di DO bukan karena bodoh dan tidak berprestasi, namun karena kondisi ekonomi keluarga yang mengharuskan dia berhenti dan bekerja memasuki dunia kewartawanan,” tutur Muhibbin.

“Walaupun DO, beliau berhasil bangkit dan membuktikan pada dunia, bahwa anak DO bisa berprestasi, bisa menghidupi banyak orang melalui media yang sejak 1984-2005 dia bentuk, sampai diangkat menjadi dirut PLN dan hingga kini menjabat sebagai Menteri BUMN,” imbuh dia.

Sebelum mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa, Dahlan membawakan pidato ilmiah dengan judul Dakwah Bil Hal: ‘Korporatisasi Usaha Individual Umat Menuju Indonesia Modern’.

Seperti biasa Dahlan tak mau membacakan semua pidato karya ilmiah yang sudah dibuatnya hingga 15 halaman, karena menurutnya itu akan membuang waktu banyak. Untuk itu dia berpidato karya ilmiahnya tanpa membaca teks sekitar 15 menit.

Dalam karya ilmiah itu, pria kelahiran Magetan ini mengingatkan agar seluruh manusia tidak boleh cepat berputus asa sebelum bekerja keras dan mencoba.

“Ada tantangan yang sangat besar ke depan adalah ekonomi, karena ekonomi adalah disiplin tersendiri yang mungkin sangat mudah diucapkan, tapi sulit dilakukan. Marilah kita berpola ke depan melengkapi dan mencari tantangan yang baru,” ajaknya diiringi riuh tepuk tangan para tamu undangan.

Beberapa buku hasil karya Dahlan dan buku-buku tentang Dahlan juga turut dibagikan pada tamu undangan, diantaranya : Manufacturing Hope, Tidak Ada Yang Tidak Bisa, Ganti Hati, Surat Dahlan, Sepatu Dahlan, Dua Tangis dan Ribuan Tawa, dan Pemimpin Masa Depan teori dan praktik.

Hadir pula Utusan Khusus Presiden TB Silalahi, Dirut Pertamina Karen Agustina, Dirut PT Pos I Ketut Mardjana, Direktur Utama RNI, Ismed Hasan Putro, Dirut Semen Indonesia Dwi Soetjipto, Dirut Pegadaian Suwhono, Dirut Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin, Dirut Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sofyan Basyir,  Dirut Jamsostek Alvin G Masasya, Ustad KH. Yusuf Mansyur serta beberapa Dirut dan direksi BUMN lainnya. (chi/jpnn)

Artikel Terkait

Debat

Kisah Ikan Eka

Guo Nian

Sarah’s Bag Itu

Freeport

Terpopuler

Artikel Terbaru

/