DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 89 warga di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Dairi terserang demam berdarah dengue (DBD).
Data diperoleh dari RSUD Sidikalang, mulai periode bulan Januari-Maret 2019, ada sebanyak 89 orang warga terpaksa mendapat perawatan.
Direktur RSUD Sidikalang dr Henry Manik mengatakan, dari 89 pasien DBD itu, lima orang terpaksa dirujuk ke rumah sakit yang ada di Medan.
Disebutkan Henry, di bulan Januari ada 25 pasien, Februari turun menjadi 18 pasien, dan di bulat Maret meningkat menjadi 46 pasien. “Sementara data pasien DBD untuk April belum ada. Dari semua pasien itu, tidak ada yang meninggal dunia, tetapi untuk pasien rujuk kita tidak tau,”tandasnya.
Sememtara itu, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu mengaku terkejut mendapat informasi banyaknya warga menderita penyakit DBD dan harus dirawat di RSUD Sidikalang.
“Pertama-tama kita perlu meninjau, saat ini masyarakat mengalami apa, sehingga kita tahu langkah-langkah apa yang mesti dilakukan. Saat ini ada peningkatan kasus DBD, berarti ada sesuatu terjadi, ucap Eddy.
Eddy mengatakan, pihaknya akan mulai menggalakkan penyuluhan terhadap semua masyarakat. “Melakukan fogging (pengasapan) juga akan diprogramkan,”bilangnya. (mag-10/han)
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 89 warga di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Dairi terserang demam berdarah dengue (DBD).
Data diperoleh dari RSUD Sidikalang, mulai periode bulan Januari-Maret 2019, ada sebanyak 89 orang warga terpaksa mendapat perawatan.
Direktur RSUD Sidikalang dr Henry Manik mengatakan, dari 89 pasien DBD itu, lima orang terpaksa dirujuk ke rumah sakit yang ada di Medan.
Disebutkan Henry, di bulan Januari ada 25 pasien, Februari turun menjadi 18 pasien, dan di bulat Maret meningkat menjadi 46 pasien. “Sementara data pasien DBD untuk April belum ada. Dari semua pasien itu, tidak ada yang meninggal dunia, tetapi untuk pasien rujuk kita tidak tau,”tandasnya.
Sememtara itu, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu mengaku terkejut mendapat informasi banyaknya warga menderita penyakit DBD dan harus dirawat di RSUD Sidikalang.
“Pertama-tama kita perlu meninjau, saat ini masyarakat mengalami apa, sehingga kita tahu langkah-langkah apa yang mesti dilakukan. Saat ini ada peningkatan kasus DBD, berarti ada sesuatu terjadi, ucap Eddy.
Eddy mengatakan, pihaknya akan mulai menggalakkan penyuluhan terhadap semua masyarakat. “Melakukan fogging (pengasapan) juga akan diprogramkan,”bilangnya. (mag-10/han)