24 C
Medan
Friday, February 27, 2026

Rakor Lintas Kementerian Bahas Jalan Alternatif Medan–Karo dan Tol Medan–Berastagi, Usulan Bupati Karo Direspons Kemenkoinfra

KARO – Pemerintah pusat bergerak cepat merespons usulan peningkatan konektivitas dan percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karo. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas kementerian secara virtual, Selasa (24/2), sebagai tindak lanjut atas permohonan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Karo.

Sebelumnya, Bupati Karo Antonius Ginting, telah menyampaikan langsung usulan tersebut kepada Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, dalam audiensi di Jakarta, Rabu (18/2).

Rakor tersebut diikuti para Asisten Deputi di lingkungan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, perwakilan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Karo.

Dari Ruang Karo Command Center (KCC) Kantor Bupati Karo, Antonius Ginting didampingi Wakil Bupati Komando Tarigan, Sekretaris Daerah Gelora Kurnia Putra Ginting, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.

Dalam pemaparannya, Bupati Karo menegaskan posisi strategis daerahnya sebagai bagian dari Kawasan Strategis Nasional (KSN) Mebidangro (Medan, Binjai, Deliserdang, Karo), kawasan agropolitan dan sentra produksi hortikultura Sumatera Utara, serta wilayah penyangga Danau Toba dalam kerangka Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Menurutnya, dukungan infrastruktur menjadi prasyarat utama untuk memperkuat konektivitas wilayah, menjamin kelancaran distribusi logistik hasil pertanian, serta meningkatkan aksesibilitas menuju destinasi wisata unggulan.

“Pembangunan dan peningkatan akses jalan menuju Kabupaten Karo, khususnya jalur Medan–Karo, kami harapkan menjadi prioritas pemerintah pusat. Belakangan ini jalur tersebut kerap terdampak longsor sehingga mengganggu mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan kunjungan wisata,” ujar Antonius.

Dalam rakor tersebut, sejumlah usulan prioritas dipaparkan, di antaranya pembangunan jalan alternatif Medan–Karo, pembangunan Jalan Tol Medan–Berastagi, peningkatan Dermaga Tongging sebagai gerbang utara Danau Toba, pelebaran ruas jalan Tugu Kol–Simpang Ujung Aji dan Kabanjahe–Merek, hingga rehabilitasi drainase dan trotoar di sejumlah ruas jalan di Kabanjahe.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Karo juga mengusulkan penanganan banjir di daerah irigasi rawa Paya Lahlah, program Inpres jalan dan irigasi, serta penyusunan RDTR untuk Kecamatan Kabanjahe, Tigapanah, dan Tigabinanga.

Sebelumnya dalam audiensi di Jakarta, Bupati Karo bersama tokoh diaspora Karo Hery Sebayang juga menyampaikan usulan pembangunan jalan alternatif Simpang Tuntungan–Sembaikan–Berastagi, pembangunan Jalan Tol Medan–Karo, peningkatan Dermaga Tongging agar dapat melayani penyeberangan ferry ke Samosir, hingga perbaikan daerah irigasi guna mendukung ketahanan pangan.

Menanggapi usulan tersebut, Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti seluruh proposal Pemerintah Kabupaten Karo sesuai mekanisme perencanaan dan prioritas pembangunan nasional. Rakor lintas kementerian digelar untuk menyamakan persepsi, melakukan sinkronisasi program, serta merumuskan langkah konkret percepatan pembangunan.

Melalui rangkaian audiensi dan rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Karo berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Targetnya, Kabupaten Karo dapat berkembang sebagai kawasan pertumbuhan baru, sentra pangan unggulan, sekaligus destinasi pariwisata strategis di kawasan Danau Toba. (deo/ila)

KARO – Pemerintah pusat bergerak cepat merespons usulan peningkatan konektivitas dan percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karo. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas kementerian secara virtual, Selasa (24/2), sebagai tindak lanjut atas permohonan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Karo.

Sebelumnya, Bupati Karo Antonius Ginting, telah menyampaikan langsung usulan tersebut kepada Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, dalam audiensi di Jakarta, Rabu (18/2).

Rakor tersebut diikuti para Asisten Deputi di lingkungan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, perwakilan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Karo.

Dari Ruang Karo Command Center (KCC) Kantor Bupati Karo, Antonius Ginting didampingi Wakil Bupati Komando Tarigan, Sekretaris Daerah Gelora Kurnia Putra Ginting, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.

Dalam pemaparannya, Bupati Karo menegaskan posisi strategis daerahnya sebagai bagian dari Kawasan Strategis Nasional (KSN) Mebidangro (Medan, Binjai, Deliserdang, Karo), kawasan agropolitan dan sentra produksi hortikultura Sumatera Utara, serta wilayah penyangga Danau Toba dalam kerangka Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Menurutnya, dukungan infrastruktur menjadi prasyarat utama untuk memperkuat konektivitas wilayah, menjamin kelancaran distribusi logistik hasil pertanian, serta meningkatkan aksesibilitas menuju destinasi wisata unggulan.

“Pembangunan dan peningkatan akses jalan menuju Kabupaten Karo, khususnya jalur Medan–Karo, kami harapkan menjadi prioritas pemerintah pusat. Belakangan ini jalur tersebut kerap terdampak longsor sehingga mengganggu mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan kunjungan wisata,” ujar Antonius.

Dalam rakor tersebut, sejumlah usulan prioritas dipaparkan, di antaranya pembangunan jalan alternatif Medan–Karo, pembangunan Jalan Tol Medan–Berastagi, peningkatan Dermaga Tongging sebagai gerbang utara Danau Toba, pelebaran ruas jalan Tugu Kol–Simpang Ujung Aji dan Kabanjahe–Merek, hingga rehabilitasi drainase dan trotoar di sejumlah ruas jalan di Kabanjahe.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Karo juga mengusulkan penanganan banjir di daerah irigasi rawa Paya Lahlah, program Inpres jalan dan irigasi, serta penyusunan RDTR untuk Kecamatan Kabanjahe, Tigapanah, dan Tigabinanga.

Sebelumnya dalam audiensi di Jakarta, Bupati Karo bersama tokoh diaspora Karo Hery Sebayang juga menyampaikan usulan pembangunan jalan alternatif Simpang Tuntungan–Sembaikan–Berastagi, pembangunan Jalan Tol Medan–Karo, peningkatan Dermaga Tongging agar dapat melayani penyeberangan ferry ke Samosir, hingga perbaikan daerah irigasi guna mendukung ketahanan pangan.

Menanggapi usulan tersebut, Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti seluruh proposal Pemerintah Kabupaten Karo sesuai mekanisme perencanaan dan prioritas pembangunan nasional. Rakor lintas kementerian digelar untuk menyamakan persepsi, melakukan sinkronisasi program, serta merumuskan langkah konkret percepatan pembangunan.

Melalui rangkaian audiensi dan rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Karo berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Targetnya, Kabupaten Karo dapat berkembang sebagai kawasan pertumbuhan baru, sentra pangan unggulan, sekaligus destinasi pariwisata strategis di kawasan Danau Toba. (deo/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru