MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sepanjang Tahun 2025, tercatat 33.534 kunjungan rawat jalan di RSUD dr Pirngadi Medan. Ironis, 2.067 diantaranya merupakan kunjungan dari para pasien HIV.
“Total jumlah kunjungan pasien HIV yang berobat jalan ke RSUD dr Pirngadi Medan sepanjang Tahun 2025 sebanyak 2.067. Perlu saya tegaskan kembali bahwa itu 2.067 kunjungan, bukan 2.067 pasien,” ucap Plt Dirut RSUD dr Pirngadi Medan, dr Mardohar Tambunan M.Kes kepada Sumut Pos, Jumat (27/2/2026).
Dikatakan Mardohar, jumlah pasien HIV yang berkunjung ke RS Pirngadi Medan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Oleh sebab itu, RS milik Pemko Medan akan berfokus untuk melakukan penanganan dan pencegahan terhadap para pasien HIV.
“Kasusnya (HIV) memang terus bertambah dari tahun ke tahun. Makanya, kita terus berfokus untuk melakukan penanganan, terlebih upaya pencegahan agar penyebaran HIV tidak semakin meluas,” ujar mantan Jubir Satgas Covid-19 sekaligus mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Medan itu.
Diterangkan Mardohar, kepada para pasien HIV, RSUD dr Pirngadi terus melakukan kontrol secara berkala. Mengingat, seluruh pasien HIV wajib mengkonsumsi obat secara rutin.
“Jadi saat kontrol itulah kita berikan obat-obatan yang mereka butuhkan, karena memang mereka wajib mengkonsumsi obat setiap hari,” katanya.
Tak hanya melakukan pengobatan, sambung Mardohar, para tenaga kesehatan di RSUD dr Pirngadi Medan juga terus memberikan pemahaman kepada para pasien HIV bahwa dengan rutin mengkonsumsi obat, mereka tetap bisa menjalani kehidupan seperti masyarakat pada umumnya.
“Dengan rutin meminum obat yang diresepkan dokter, pasien tetap bisa menjalani hidup yang berkualitas. Pemahaman ini terus kita berikan, tentunya ada kelompok-kelompok pendamping yang juga sangat berperan dalam hal ini,” tuturnya.
Sementara sebagai langkah pencegahan, lanjut Mardohar, RSUD dr Pirngadi Medan terus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dalam memberikan edukasi tentang pencegahan penyakit menular tersebut.
“Kepada masyarakat, kita terus menggandeng berbagai pihak dalam memberikan edukasi tentang bahaya seks bebas, hubungan sejenis, penggunaan jarum suntik secara bergantian, dan lain-lain. Kita ingin masyarakat bisa lebih paham bahwa HIV harus dicegah sejak dini. Dengan tingginya peran serta masyarakat, angka HIV bisa ditekan agar tidak terus meningkat dari tahun ke tahun,” pungkasnya. (map/ila)

