31 C
Medan
Thursday, March 12, 2026

Pemko Binjai akan Tata Kabel Udara Jadi Bawah Tanah, Fokus Estetika dan Keamanan Jalan

BINJAI– Pemerintah Kota Binjai berencana menata kabel dan jaringan utilitas udara menjadi kabel bawah tanah sebagai bagian dari upaya pembenahan infrastruktur perkotaan. Rencana ini terungkap dalam rapat koordinasi yang digelar di Balai Kota, Selasa (10/3/2026).

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah Binjai, Chairin Simanjuntak, dan dihadiri kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Ikhsan Siregar, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Wahyu Umara. Rapat ini merupakan tindak lanjut koordinasi sebelumnya dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) Sumatera Utara.

“Melalui rapat ini, kita ingin menentukan langkah-langkah konkret, pembagian tugas, serta wilayah prioritas penataan kabel agar pelaksanaannya berjalan terkoordinasi,” ujar Chairin.

Ia menekankan bahwa penataan kabel bertujuan meningkatkan estetika perkotaan sekaligus kenyamanan masyarakat. Rencana eksekusi proyek ini akan diawali dengan survei lapangan bersama OPD terkait, APJATEL, dan operator jaringan telekomunikasi.

Survei ini menjadi dasar untuk menentukan jalur penataan kabel, pengubahan kabel udara menjadi kabel tanam, serta pembagian tugas dan jadwal pelaksanaan.

Kadis Kominfo Binjai Ikhsan Siregar, menambahkan, pelaksanaan penataan kabel utilitas diperkirakan dimulai setelah Hari Raya Idulfitri, mengingat beberapa lokasi berada di ruas jalan dengan lalu lintas padat.

Beberapa ruas jalan prioritas antara lain Jalan Soekarno-Hatta, Jalan T. Imam Bonjol, Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Kapten Muslim, Jalan Ahmad Yani, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan RA Kartini, Jalan Patimura, dan Jalan Veteran.

Sementara itu, Koordinator Wilayah APJATEL Sumut Jimmy Aswin Siregar, mengusulkan agar survei awal difokuskan di Jalan Soekarno-Hatta karena menjadi akses utama menuju Kota Binjai. Ia juga menekankan pentingnya penggabungan tiang jaringan menjadi menara bersama agar kabel lebih rapi dan efisien.

Program penataan ini sepenuhnya dibiayai oleh pihak operator jaringan, dan pengecekan data perizinan dari Kementerian Komunikasi dan Digital akan dilakukan untuk memastikan seluruh provider, baik legal maupun ilegal, tertata dengan baik.

Dengan langkah ini, Pemko Binjai berharap jaringan telekomunikasi lebih aman, estetis, dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat, sekaligus mendukung program nasional pembenahan infrastruktur perkotaan. (ted/ila)

BINJAI– Pemerintah Kota Binjai berencana menata kabel dan jaringan utilitas udara menjadi kabel bawah tanah sebagai bagian dari upaya pembenahan infrastruktur perkotaan. Rencana ini terungkap dalam rapat koordinasi yang digelar di Balai Kota, Selasa (10/3/2026).

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah Binjai, Chairin Simanjuntak, dan dihadiri kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Ikhsan Siregar, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Wahyu Umara. Rapat ini merupakan tindak lanjut koordinasi sebelumnya dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) Sumatera Utara.

“Melalui rapat ini, kita ingin menentukan langkah-langkah konkret, pembagian tugas, serta wilayah prioritas penataan kabel agar pelaksanaannya berjalan terkoordinasi,” ujar Chairin.

Ia menekankan bahwa penataan kabel bertujuan meningkatkan estetika perkotaan sekaligus kenyamanan masyarakat. Rencana eksekusi proyek ini akan diawali dengan survei lapangan bersama OPD terkait, APJATEL, dan operator jaringan telekomunikasi.

Survei ini menjadi dasar untuk menentukan jalur penataan kabel, pengubahan kabel udara menjadi kabel tanam, serta pembagian tugas dan jadwal pelaksanaan.

Kadis Kominfo Binjai Ikhsan Siregar, menambahkan, pelaksanaan penataan kabel utilitas diperkirakan dimulai setelah Hari Raya Idulfitri, mengingat beberapa lokasi berada di ruas jalan dengan lalu lintas padat.

Beberapa ruas jalan prioritas antara lain Jalan Soekarno-Hatta, Jalan T. Imam Bonjol, Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Kapten Muslim, Jalan Ahmad Yani, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan RA Kartini, Jalan Patimura, dan Jalan Veteran.

Sementara itu, Koordinator Wilayah APJATEL Sumut Jimmy Aswin Siregar, mengusulkan agar survei awal difokuskan di Jalan Soekarno-Hatta karena menjadi akses utama menuju Kota Binjai. Ia juga menekankan pentingnya penggabungan tiang jaringan menjadi menara bersama agar kabel lebih rapi dan efisien.

Program penataan ini sepenuhnya dibiayai oleh pihak operator jaringan, dan pengecekan data perizinan dari Kementerian Komunikasi dan Digital akan dilakukan untuk memastikan seluruh provider, baik legal maupun ilegal, tertata dengan baik.

Dengan langkah ini, Pemko Binjai berharap jaringan telekomunikasi lebih aman, estetis, dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat, sekaligus mendukung program nasional pembenahan infrastruktur perkotaan. (ted/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru