32 C
Medan
Monday, April 13, 2026

Harga Terus Plastik Meroket, Kurangi Penggunaan Kantong Plastik

WAKIL Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, H Zulkarnaen SKM menyikapi isu meroketnya harga plastik di dalam negeri. Zulkarnaen menyebutkan, naiknya harga plastik harus menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai mengurangi ataupun meninggalkan kebiasaan menggunakan kantong plastik sekali pakai.

Hal itu disampaikan H Zulkarnaen saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No 7 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Perda No 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Bandar Baru, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sabtu (11/4) sore.

“Kita harus bisa menyikapi naiknya harga plastik dengan bijaksana. Inilah momentum bagi kita untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai,” ucap Zulkarnaen pada kesempatan yang turut dihadiri Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Adisty, Kabid DLH Medan, Junedi, Kasubbag UPT Medan Timur Dinas SDABMBK, Alfred, perwakilan Dinas PKPCKTR Medan, Rianto Sagala, perwakilan Kecamatan Medan Timur, Abdi Wibowo, Lurah Sidodadi, Hendra itu.

Dikatakan Zulkarnaen, pengurangan penggunaan kantong plastik bukan hanya dapat menekan pengeluaran masyarakat di tengah meroketnya harga plastik akibat situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Akan tetapi, pengurangan penggunaan kantong plastik juga akan sangat berpengaruh dalam menekan produksi sampah plastik di Kota Medan.

“Artinya kalau kita mengurangi penggunaan kantong plastik, kita mendapatkan dua manfaat sekaligus. Selain dapat berhemat, kita juga telah berkontribusi dalam mengurangi produksi sampah plastik. Sementara kita semua tahu, sampah plastik merupakan sampah yang sulit terurai dan sangat berdampak pada pencemaran lingkungan,” ujarnya.

Masih pada kesempatan itu, Zulkarnaen mengajak semua masyarakat untuk mulai terbiasa dalam memilih dan memilah sampah rumah tangga. Setelah itu, masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif dalam mengelola Bank Sampah di wilayahnya masing-masing.

“Sampah itu sebenarnya bernilai ekonomis, kalau kita tahu cara memilih dan memilah sampah organik dan anorganik serta memanfaatkan keberadaan Bank Sampah di sekitar kita,” katanya.

Zulkarnaen juga mengingatkan masyarakat Kota Medan untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke parit ataupun drainase.

Menurut Zulkarnaen, peristiwa banjir besar di Kota Medan pada 27 November 2025 lalu harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat Kota Medan.

“Peristiwa banjir besar di akhir November 2025 lalu harus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Tentu kita tidak mau peristiwa seperti itu terjadi lagi,” tutupnya.

Sebelumnya, H Zulkarnaen juga menggelar kegiatan yang sama di Jalan Sukaria/Taut, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (11/4/2026) pagi. Pada kesempatan itu, Zulkarnaen menjelaskan bahwa sampah rumah tangga menjadi penyumbang sampah terbesar bagi Kota Medan. Tak tanggung-tanggung, produksi sampah perhari di Kota Medan mencapai 1.800 ton.

“Produksi sampah di Kota Medan didominasi sampah rumah tangga. Untuk itu, mulai saat ini kita harus mengurangi produksi sampah rumah tangga, khususnya sampah plastik,” ucap Zulkarnaen.

Membenarkan apa yang disampaikan Zulkarnaen, Plt Sekretaris DLH Kota Medan, Adisty, mengatakan bahwa produksi sampah di Kota Medan mencapai 1.800 ton perharinya. Dari jumlah tersebut, sampah rumah tangga menjadi penyumbang terbesar.

“Untuk itu, selain mengurangi produksi sampah, bapak/ibu juga harus mulai memilah dan memilih sampah rumah tangga, sampah yang dapat di daur ulang dapat dibawa ke Bank Sampah. Selain dapat mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir), Bank Sampah dapat membuat sampah tersebut menjadi bernilai ekonomis bagi setiap rumah tangga,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, sejumlah masyarakat juga menyampaikan keluhannya terkait masalah persampahan. Mulai dari pengutipan retribusi sampah tanpa bukti pembayaran, pengangkutan sampah yang tidak rutin dilakukan setiap harinya, hingga pengangkutan sampah yang tidak mengangkut sampah yang berserak.

Menanggapi hal itu, H Zulkarnaen yang menjadi Anggota DPRD Kota Medan dengan suara terbesar di Dapil III (Medan Tembung, Medan Perjuangan, Medan Timur, dan Medan Deli) itu meminta pihak kecamatan untuk membenahi sistem pengangkutan sampah di wilayah tersebut.

“Soal karcis retribusi sampah, itu wajib diberikan kepada WRS (Wajib Retribusi Sampah). Saya minta nanti DLH juga harus ikut memperhatikan kondisi ini,” tutupnya. (map/azw)

WAKIL Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, H Zulkarnaen SKM menyikapi isu meroketnya harga plastik di dalam negeri. Zulkarnaen menyebutkan, naiknya harga plastik harus menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai mengurangi ataupun meninggalkan kebiasaan menggunakan kantong plastik sekali pakai.

Hal itu disampaikan H Zulkarnaen saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No 7 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Perda No 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Bandar Baru, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sabtu (11/4) sore.

“Kita harus bisa menyikapi naiknya harga plastik dengan bijaksana. Inilah momentum bagi kita untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai,” ucap Zulkarnaen pada kesempatan yang turut dihadiri Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Adisty, Kabid DLH Medan, Junedi, Kasubbag UPT Medan Timur Dinas SDABMBK, Alfred, perwakilan Dinas PKPCKTR Medan, Rianto Sagala, perwakilan Kecamatan Medan Timur, Abdi Wibowo, Lurah Sidodadi, Hendra itu.

Dikatakan Zulkarnaen, pengurangan penggunaan kantong plastik bukan hanya dapat menekan pengeluaran masyarakat di tengah meroketnya harga plastik akibat situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Akan tetapi, pengurangan penggunaan kantong plastik juga akan sangat berpengaruh dalam menekan produksi sampah plastik di Kota Medan.

“Artinya kalau kita mengurangi penggunaan kantong plastik, kita mendapatkan dua manfaat sekaligus. Selain dapat berhemat, kita juga telah berkontribusi dalam mengurangi produksi sampah plastik. Sementara kita semua tahu, sampah plastik merupakan sampah yang sulit terurai dan sangat berdampak pada pencemaran lingkungan,” ujarnya.

Masih pada kesempatan itu, Zulkarnaen mengajak semua masyarakat untuk mulai terbiasa dalam memilih dan memilah sampah rumah tangga. Setelah itu, masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif dalam mengelola Bank Sampah di wilayahnya masing-masing.

“Sampah itu sebenarnya bernilai ekonomis, kalau kita tahu cara memilih dan memilah sampah organik dan anorganik serta memanfaatkan keberadaan Bank Sampah di sekitar kita,” katanya.

Zulkarnaen juga mengingatkan masyarakat Kota Medan untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke parit ataupun drainase.

Menurut Zulkarnaen, peristiwa banjir besar di Kota Medan pada 27 November 2025 lalu harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat Kota Medan.

“Peristiwa banjir besar di akhir November 2025 lalu harus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Tentu kita tidak mau peristiwa seperti itu terjadi lagi,” tutupnya.

Sebelumnya, H Zulkarnaen juga menggelar kegiatan yang sama di Jalan Sukaria/Taut, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (11/4/2026) pagi. Pada kesempatan itu, Zulkarnaen menjelaskan bahwa sampah rumah tangga menjadi penyumbang sampah terbesar bagi Kota Medan. Tak tanggung-tanggung, produksi sampah perhari di Kota Medan mencapai 1.800 ton.

“Produksi sampah di Kota Medan didominasi sampah rumah tangga. Untuk itu, mulai saat ini kita harus mengurangi produksi sampah rumah tangga, khususnya sampah plastik,” ucap Zulkarnaen.

Membenarkan apa yang disampaikan Zulkarnaen, Plt Sekretaris DLH Kota Medan, Adisty, mengatakan bahwa produksi sampah di Kota Medan mencapai 1.800 ton perharinya. Dari jumlah tersebut, sampah rumah tangga menjadi penyumbang terbesar.

“Untuk itu, selain mengurangi produksi sampah, bapak/ibu juga harus mulai memilah dan memilih sampah rumah tangga, sampah yang dapat di daur ulang dapat dibawa ke Bank Sampah. Selain dapat mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir), Bank Sampah dapat membuat sampah tersebut menjadi bernilai ekonomis bagi setiap rumah tangga,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, sejumlah masyarakat juga menyampaikan keluhannya terkait masalah persampahan. Mulai dari pengutipan retribusi sampah tanpa bukti pembayaran, pengangkutan sampah yang tidak rutin dilakukan setiap harinya, hingga pengangkutan sampah yang tidak mengangkut sampah yang berserak.

Menanggapi hal itu, H Zulkarnaen yang menjadi Anggota DPRD Kota Medan dengan suara terbesar di Dapil III (Medan Tembung, Medan Perjuangan, Medan Timur, dan Medan Deli) itu meminta pihak kecamatan untuk membenahi sistem pengangkutan sampah di wilayah tersebut.

“Soal karcis retribusi sampah, itu wajib diberikan kepada WRS (Wajib Retribusi Sampah). Saya minta nanti DLH juga harus ikut memperhatikan kondisi ini,” tutupnya. (map/azw)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru