Sebanyak 717 jamaah dan petugas haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 10 dan 11 Debarkasi Medan tiba kembali di Tanah Air setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Kepulangan mereka disambut penuh haru di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan dalam dua hari berturut-turut.
Kloter 10 yang tiba lebih dahulu membawa 360 orang, terdiri dari 354 jamaah dan enam petugas. Sementara Kloter 11 membawa 357 orang yang terdiri atas 351 jamaah dan enam petugas kloter.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, mengingatkan bahwa kemabruran haji tidak berhenti saat jamaah meninggalkan Tanah Suci, melainkan harus terus dijaga sepanjang hayat melalui perilaku dan keteladanan di tengah masyarakat.
“Haji mabrur bukan sekadar gelar. Nilai-nilai ibadah, kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial yang diperoleh selama di Tanah Suci harus terus dipelihara dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Zulkifli saat menyambut kedatangan jemaah.
Dengan gaya khas yang hangat, Zulkifli bahkan mengaku melihat tanda-tanda kemabruran mulai tampak pada para jemaah yang baru tiba.
“Wajah bapak dan ibu terlihat lebih muda dibanding saat berangkat sekitar 40 hari lalu. Barang bawaan yang banyak juga menunjukkan semangat berbagi kepada keluarga dan kerabat. Tinggal satu lagi, jadilah teladan di tengah masyarakat dan penebar kedamaian serta kemaslahatan,” katanya disambut senyum para jamaah.
Menurutnya, ukuran kemabruran tidak hanya terletak pada sempurnanya pelaksanaan rukun dan wajib haji, tetapi juga pada perubahan sikap setelah kembali ke daerah masing-masing. Para jamaah diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Zulkifli juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas kloter, ketua rombongan, dan ketua regu yang telah mendampingi serta melayani jemaah selama proses ibadah haji berlangsung.
“Terima kasih kepada seluruh petugas dan jemaah yang telah menjaga kekompakan selama penyelenggaraan ibadah haji. Semoga seluruhnya memperoleh predikat haji mabrur dan hajah mabrurah,” ujarnya.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi selama operasional haji, PPIH Debarkasi Medan menyerahkan apresiasi kepada petugas kloter yang diwakili Ketua Kloter dan dokter kloter dari masing-masing kelompok terbang.
Selain prosesi penyambutan, para jemaah juga mendapatkan edukasi kesehatan dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Medan. Petugas mengimbau jemaah melakukan pemantauan kesehatan selama 21 hari setelah kepulangan, menggunakan masker saat berinteraksi dengan banyak orang, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, atau sesak napas.
Usai menerima paspor, air zamzam, dan barang bawaan, para jemaah kemudian melanjutkan perjalanan menuju daerah masing-masing. Suasana haru dan bahagia mewarnai Aula Madinatul Hujjaj ketika para tamu Allah itu akhirnya kembali berkumpul bersama keluarga setelah lebih dari sebulan menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kepulangan Kloter 10 dan 11 Debarkasi Medan menjadi akhir dari perjalanan spiritual yang penuh makna sekaligus awal pengabdian baru di tengah masyarakat. Harapan besar pun disematkan agar para jemaah mampu menjaga kemabruran hajinya dengan menjadi pribadi yang membawa manfaat, kedamaian, dan kemaslahatan bagi sesama. (mag-2/ila)

