KARO – Pemerintah Kabupaten Karo menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha melalui pembentukan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Forum ini diharapkan menjadi wadah strategis dalam mempercepat pembangunan daerah, khususnya hingga ke wilayah desa terpencil.
Bupati Karo Antonius Ginting, menyampaikan bahwa Forum TJSL tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus mampu menghadirkan program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
“Forum TJSL ini menjadi salah satu harapan kita bersama untuk mendorong kemajuan Kabupaten Karo. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha, kita ingin memastikan pembangunan dapat dirasakan hingga ke desa terpencil,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa sektor swasta memiliki peran penting melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR), terutama dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Sebelumnya, Pemkab Karo telah melantik dan mengukuhkan Pengurus Forum TJSL Badan Usaha (CSR) Kabupaten Karo masa bakti 2026–2031 dalam sebuah acara di Berastagi. Momentum tersebut menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan peran dunia usaha agar program CSR lebih terarah dan terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan pentingnya filosofi “Sada Perarih, Sada Tujuan” yang berarti satu arah dan satu tujuan sebagai landasan kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta. Filosofi ini dinilai penting untuk memastikan seluruh program pembangunan berjalan selaras dan tidak tumpang tindih.
“Membangun Kabupaten Karo tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi ini adalah kunci untuk mewujudkan Karo yang berbudaya, modern, sejahtera, dan unggul menuju Indonesia Emas,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Forum TJSLBU/CSR harus berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan program tanggung jawab sosial perusahaan dengan kebutuhan riil masyarakat. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat langsung dan terukur.
Ke depan, Forum TJSL diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan yang lebih inklusif, di mana peran pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat berjalan seiring dalam menciptakan kemajuan yang berkelanjutan di Kabupaten Karo. (deo/ila)

