Sistem Skor BWF Berubah pada 2027

Jakarta – Badminton World Federation (BWF) resmi mengesahkan perubahan sistem skor pertandingan menjadi 15 poin x 3 gim (best of three). Pengesahan ini disampaikan dalam rapat tahunan ke-87 yang berlangsung di Horsens, Denmark.

Keputusan itu ditetapkan melalui mekanisme pemungutan suara. Hasilnya, sebanyak 198 anggota menyetujui usulan perubahan, sedangkan 43 anggota lainnya menolak. Dengan demikian, format anyar tersebut sah menjadi aturan resmi dan akan mulai diterapkan pada 4 Januari 2027.

Rapat tahunan dibuka Presiden BWF Khunying Patama Leeswadtrakul dan dihadiri seluruh anggota federasi. Dari Indonesia, delegasi PBSI diwakili Wakil Sekjen Wino Sumarno serta Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri Bambang Roedyanto.

Perubahan sistem skor menjadi salah satu agenda utama dalam pembahasan Council Proposals. Tujuannya, meningkatkan tempo pertandingan sekaligus menambah daya tarik bulu tangkis di level global.

Lalu, bagaimana tanggapan PBSI terkait perubahan aturan main itu? Bambang Roedyanto menyatakan, pihaknya akan segera melakukan kajian internal.

Kami akan mempelajari secara komprehensif dampak perubahan sistem skor ini terhadap pola permainan dan strategi atlet. PBSI berkomitmen memastikan atlet Indonesia tetap kompetitif dan siap menghadapi implementasi kebijakan ini, ujar Bambang. (jpc/tri)

Jakarta – Badminton World Federation (BWF) resmi mengesahkan perubahan sistem skor pertandingan menjadi 15 poin x 3 gim (best of three). Pengesahan ini disampaikan dalam rapat tahunan ke-87 yang berlangsung di Horsens, Denmark.

Keputusan itu ditetapkan melalui mekanisme pemungutan suara. Hasilnya, sebanyak 198 anggota menyetujui usulan perubahan, sedangkan 43 anggota lainnya menolak. Dengan demikian, format anyar tersebut sah menjadi aturan resmi dan akan mulai diterapkan pada 4 Januari 2027.

Rapat tahunan dibuka Presiden BWF Khunying Patama Leeswadtrakul dan dihadiri seluruh anggota federasi. Dari Indonesia, delegasi PBSI diwakili Wakil Sekjen Wino Sumarno serta Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri Bambang Roedyanto.

Perubahan sistem skor menjadi salah satu agenda utama dalam pembahasan Council Proposals. Tujuannya, meningkatkan tempo pertandingan sekaligus menambah daya tarik bulu tangkis di level global.

Lalu, bagaimana tanggapan PBSI terkait perubahan aturan main itu? Bambang Roedyanto menyatakan, pihaknya akan segera melakukan kajian internal.

Kami akan mempelajari secara komprehensif dampak perubahan sistem skor ini terhadap pola permainan dan strategi atlet. PBSI berkomitmen memastikan atlet Indonesia tetap kompetitif dan siap menghadapi implementasi kebijakan ini, ujar Bambang. (jpc/tri)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru