Dr. Herna Rinayanti Manurung: Best Practice Ekosistem Komunikasi Publik Digital di Era Diktisaintek Berdampak

Dosen Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan Dr. Herna Rinayanti Manurung, STR, Keb. Bd, M.Kes memaparkan best practice ekosistem komunikasi publik digital di era Diktisaintek berdampak pada workshop kehumasan, Kamis (11/6).

Workshop yang dilaksanakan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I ini diikuti seratus Humas dari 91 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Sumuy di Aula STIKes Mitra Husada Medan.

Dosen pengampu enam mata kuliah termasuk komunikasi efektif dan konseling dalam praktik kebidanan ini juga mengutarakan ekosistem dan hambatan dari transformasi komunikasi digital.

Dr. Herna Rinayanti Manurung, STR, Keb. Bd. M.Kes mengutarakan bahwa layanan publik komunikasi partisipatif dalam ekosistem transformasi komunikasi digital yakni media, layanan digital, kanal aspirasi, data dan analitik serta kolaborasi perguruan tinggi stakeholder (pemerintah, masyarakat, media, komunitas dan sektor swasta).

Dirincikan juga beberapa hambatan pelaksanaan tranformasi digital yakni rendahnya keterampilan sumber daya manusia dalam menggunakan teknologi. Kemudian resistensi dari sumber daya manusia untuk mengadopsi teknologi serta resistensi untuk bekerja dengan proses bisnis baru yang memanfaatkan teknologi.

“Hambatan ini disebabkan oleh adanya pola pikir bahwa kapasitas diri tidak dapat diubah (stagnan). Selain itu individu mungkin merasa bahwa keterampilan, proses bisnis dan teknologi saat ini sudah cukup baik sehingga tidak perlu diubah atau dikembangkan menjadi lebih baik lagi,” ujar lulusan magister kesehatan reproduksi USU dan doktor kesehatan masyarakat USU tersebut.

Mengapa komunikasi publik penting bagi perguruan tinggi? Menurut dosen kelahiran Sosor Saba pada 28 Oktober 1985 ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, mengatasi mis-komunikasi serta membangun citra dan kepercayaan.

Direktur Akbid Palapa Husada Medan pada tahun 2011-2017 ini juga menerangkan dibagian akhir paparannya juga menjelaskan peran media sosial dalam komunikasi pendidikan yakni meningkatkan kecepatan dan jangkauan, interaksi dan umpan balik serta strategi konten. (dmp)

Dosen Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan Dr. Herna Rinayanti Manurung, STR, Keb. Bd, M.Kes memaparkan best practice ekosistem komunikasi publik digital di era Diktisaintek berdampak pada workshop kehumasan, Kamis (11/6).

Workshop yang dilaksanakan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I ini diikuti seratus Humas dari 91 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Sumuy di Aula STIKes Mitra Husada Medan.

Dosen pengampu enam mata kuliah termasuk komunikasi efektif dan konseling dalam praktik kebidanan ini juga mengutarakan ekosistem dan hambatan dari transformasi komunikasi digital.

Dr. Herna Rinayanti Manurung, STR, Keb. Bd. M.Kes mengutarakan bahwa layanan publik komunikasi partisipatif dalam ekosistem transformasi komunikasi digital yakni media, layanan digital, kanal aspirasi, data dan analitik serta kolaborasi perguruan tinggi stakeholder (pemerintah, masyarakat, media, komunitas dan sektor swasta).

Dirincikan juga beberapa hambatan pelaksanaan tranformasi digital yakni rendahnya keterampilan sumber daya manusia dalam menggunakan teknologi. Kemudian resistensi dari sumber daya manusia untuk mengadopsi teknologi serta resistensi untuk bekerja dengan proses bisnis baru yang memanfaatkan teknologi.

“Hambatan ini disebabkan oleh adanya pola pikir bahwa kapasitas diri tidak dapat diubah (stagnan). Selain itu individu mungkin merasa bahwa keterampilan, proses bisnis dan teknologi saat ini sudah cukup baik sehingga tidak perlu diubah atau dikembangkan menjadi lebih baik lagi,” ujar lulusan magister kesehatan reproduksi USU dan doktor kesehatan masyarakat USU tersebut.

Mengapa komunikasi publik penting bagi perguruan tinggi? Menurut dosen kelahiran Sosor Saba pada 28 Oktober 1985 ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, mengatasi mis-komunikasi serta membangun citra dan kepercayaan.

Direktur Akbid Palapa Husada Medan pada tahun 2011-2017 ini juga menerangkan dibagian akhir paparannya juga menjelaskan peran media sosial dalam komunikasi pendidikan yakni meningkatkan kecepatan dan jangkauan, interaksi dan umpan balik serta strategi konten. (dmp)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru