Seratus Humas PTS se-Sumut Ikuti Workshop Kehumasan di STIKes Mitra Husada Medan

Membangun komunikasi publik digital dan tantangan keterbukaan informasi publik di era Diktisaintek berdampak. Inilah tema yang diangkat pada perhelatan akbar workshop kehumasan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dilingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I pada 11-12 Juni 2026.

Workshop seratus Humas dari 91 PTS se-Sumut ini diadakan di Aula Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan. Kegiatan selama dua hari ini dibuka Kepala LLDikti Wilayah I diwakili Ahmad Subhan, S.E (kepala bagian umum) didampingi Ketua STIKes Mitra Husada Medan Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes.

Pimpinan Humas yang hadir dalam kegiatan ini antara lain dari Universitas Haji Sumatera Utara, UMN Al-Washliyah, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universitas Medan Area (UMA), Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia, Universitas Dharmawangsa Medan, STIKes As-syifa Kisaran dan STIKes Mitra Husada Medan.

Kabag Umum LLDikti Wilayah I Ahmad Subhan, S.E berterima kasih kepada para narasumber, peserta dan pimpinan STIKes Mitra Husada Medan. Workshop ini, menurut Ahmad Subhan, S.E, PTS dilingkungan LLDikti Wilayah I dapat belajar dan diskusi bersama untuk meningkatkan citra dimata masyarakat dan negara.

“Saat ini kita berada pada masa dengan tantangan yang hebat. Ditandai dengan digitalisasi dimana fungsi kehumasan tidak lagi dipandang sebagai sebuah sampingan. Melainkan sebuah profesi yang harus benar-benar dijaga dan dibina sebagai jembatan untuk menyampaikan wajah kita kepada masyarakat,” tegasnya.

UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, lanjut Kabag, telah meletakkan kewajiban yang jelas bagi setiap badan publik termasuk perguruan tinggi untuk mengelola dan menyampaikan informasi secara transparan, akurat dan tepat waktu.

“Kewajiban ini tentunya bukan beban. Tapi kesempatan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa institusi kita dikelola dengan integritas dan akuntabilitas yang tinggi,” ujarnya.

Ketua STIKes Mitra Husada Medan Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes menyambut kehadiran para Humas PTS se-Sumut dikampusnya. “Terima kasih atas kepercayaan LLDikti Wilayah I. Kami sangat senang dengan kegiatan yang sangat luar biasa,” katanya.

Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes menjabarkan budaya PACER yang dikembangkan di STIKes Mitra Husada Medan. PACER merupakan singkatan dari Professional, Akuntabel (tanggung jawab dan tanggung gugat), Collaborative (kerja sama), Empathy dan Compassion serta Reliabel.

Dalam kesempatan ini, ketua STIKes Mitra Husada Medan mengungkapkan antara lain berbagai kerja sama nasional dan internasional termasuk community service dengan University Sains Malaysia, best practice ke sejumlah perguruan tinggi di luar negeri serta konferensi internasional dengan 11 negara.

Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes juga memaparkan berbagai prestasi dan penghargaan termasuk gold winner dari kementerian. Ia pun berharap Humas PTS di Sumut dapat terus meraih penghargaan ditingkatkan nasional. ”

Salah seorang narasumber Workshop yakni Kepala Biro Humas dan Protokoler UMSU Dr. Ribut Priadi, M.I.Kom memaparkan tentang membangun komunikasi publik digital dan tantangan keterbukaan informasi publik di era Diktisaintek berdampak.

Ia juga menjelaskan tentang tantangan Humas dan tantangan kebenaran di era digital. Demikian pula tentang Humas dan persepsi publik. Dijelaskan juga pengalaman bagaimana Humas membangun reputasi dan membangunkan legitimasi organisasi. Demikian pula beberapa contoh pengalaman dalam melakukan agenda setting.

Dalam kesempatan ini, Dr. Ribut Priadi, M.I.Kom yang sarat pengalaman sebagai jurnalis merangkum peran Humas perguruan tinggi di era Diktisaintek berdampak. Diantaranya perguruan tinggi sebagai katalis solusi nyata di masyarakat, perguruan tinggi menjadi pusat solusi bukan sekadar pencetak lulusan serta perguruan tinggi berkontribusi konkret bagi ekonomi dan budaya masyarakat.

“Humas menerjemahkan dan mengkomunikasikan seluruh kebijakan serta aktivitas perguruan tinggi sebagai solusi nyata bagi masyarakat. Pilar utama dalam membangun narasi positif, kredibilitas dan kepercayaan publik serta menyelaraskan tindakan dengan nilai organisasi,” jelasnya. (dmp)

Membangun komunikasi publik digital dan tantangan keterbukaan informasi publik di era Diktisaintek berdampak. Inilah tema yang diangkat pada perhelatan akbar workshop kehumasan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dilingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I pada 11-12 Juni 2026.

Workshop seratus Humas dari 91 PTS se-Sumut ini diadakan di Aula Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan. Kegiatan selama dua hari ini dibuka Kepala LLDikti Wilayah I diwakili Ahmad Subhan, S.E (kepala bagian umum) didampingi Ketua STIKes Mitra Husada Medan Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes.

Pimpinan Humas yang hadir dalam kegiatan ini antara lain dari Universitas Haji Sumatera Utara, UMN Al-Washliyah, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universitas Medan Area (UMA), Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia, Universitas Dharmawangsa Medan, STIKes As-syifa Kisaran dan STIKes Mitra Husada Medan.

Kabag Umum LLDikti Wilayah I Ahmad Subhan, S.E berterima kasih kepada para narasumber, peserta dan pimpinan STIKes Mitra Husada Medan. Workshop ini, menurut Ahmad Subhan, S.E, PTS dilingkungan LLDikti Wilayah I dapat belajar dan diskusi bersama untuk meningkatkan citra dimata masyarakat dan negara.

“Saat ini kita berada pada masa dengan tantangan yang hebat. Ditandai dengan digitalisasi dimana fungsi kehumasan tidak lagi dipandang sebagai sebuah sampingan. Melainkan sebuah profesi yang harus benar-benar dijaga dan dibina sebagai jembatan untuk menyampaikan wajah kita kepada masyarakat,” tegasnya.

UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, lanjut Kabag, telah meletakkan kewajiban yang jelas bagi setiap badan publik termasuk perguruan tinggi untuk mengelola dan menyampaikan informasi secara transparan, akurat dan tepat waktu.

“Kewajiban ini tentunya bukan beban. Tapi kesempatan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa institusi kita dikelola dengan integritas dan akuntabilitas yang tinggi,” ujarnya.

Ketua STIKes Mitra Husada Medan Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes menyambut kehadiran para Humas PTS se-Sumut dikampusnya. “Terima kasih atas kepercayaan LLDikti Wilayah I. Kami sangat senang dengan kegiatan yang sangat luar biasa,” katanya.

Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes menjabarkan budaya PACER yang dikembangkan di STIKes Mitra Husada Medan. PACER merupakan singkatan dari Professional, Akuntabel (tanggung jawab dan tanggung gugat), Collaborative (kerja sama), Empathy dan Compassion serta Reliabel.

Dalam kesempatan ini, ketua STIKes Mitra Husada Medan mengungkapkan antara lain berbagai kerja sama nasional dan internasional termasuk community service dengan University Sains Malaysia, best practice ke sejumlah perguruan tinggi di luar negeri serta konferensi internasional dengan 11 negara.

Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes juga memaparkan berbagai prestasi dan penghargaan termasuk gold winner dari kementerian. Ia pun berharap Humas PTS di Sumut dapat terus meraih penghargaan ditingkatkan nasional. ”

Salah seorang narasumber Workshop yakni Kepala Biro Humas dan Protokoler UMSU Dr. Ribut Priadi, M.I.Kom memaparkan tentang membangun komunikasi publik digital dan tantangan keterbukaan informasi publik di era Diktisaintek berdampak.

Ia juga menjelaskan tentang tantangan Humas dan tantangan kebenaran di era digital. Demikian pula tentang Humas dan persepsi publik. Dijelaskan juga pengalaman bagaimana Humas membangun reputasi dan membangunkan legitimasi organisasi. Demikian pula beberapa contoh pengalaman dalam melakukan agenda setting.

Dalam kesempatan ini, Dr. Ribut Priadi, M.I.Kom yang sarat pengalaman sebagai jurnalis merangkum peran Humas perguruan tinggi di era Diktisaintek berdampak. Diantaranya perguruan tinggi sebagai katalis solusi nyata di masyarakat, perguruan tinggi menjadi pusat solusi bukan sekadar pencetak lulusan serta perguruan tinggi berkontribusi konkret bagi ekonomi dan budaya masyarakat.

“Humas menerjemahkan dan mengkomunikasikan seluruh kebijakan serta aktivitas perguruan tinggi sebagai solusi nyata bagi masyarakat. Pilar utama dalam membangun narasi positif, kredibilitas dan kepercayaan publik serta menyelaraskan tindakan dengan nilai organisasi,” jelasnya. (dmp)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru