Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Kota Medan menuai kritik. Alih-alih menjadi simbol gaya hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan yang rutin digelar setiap Minggu itu justru dinilai menyisakan persoalan baru, yakni tumpukan sampah yang ditinggalkan pengunjung.
Ketua Komisi II DPRD Medan Kasman bin Marasakti Lubis meminta Pemerintah Kota Medan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan CFD agar tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Car Free Day adalah program hari bebas kendaraan yang jelas merupakan kampanye bebas polusi. Namun yang kita saksikan hari ini, kampanye bebas polusi justru beralih menjadi kampanye membuang sampah. Ini tentu sangat memprihatinkan dan harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Medan,” ujar Kasman, Senin (29/6).
Menurut politisi PKS tersebut, semangat utama Car Free Day tidak hanya mengurangi polusi udara, tetapi juga menumbuhkan budaya peduli lingkungan. Karena itu, edukasi mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap pelaksanaan CFD.
“Car Free Day seharusnya menjadi momentum untuk menularkan wawasan pelestarian lingkungan kepada masyarakat. Kampanye menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan harus menjadi agenda utama dalam setiap pelaksanaannya,” katanya.
Kasman juga mendorong Pemko Medan melibatkan lebih banyak organisasi perangkat daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat. Selain sosialisasi, penyediaan tempat sampah di titik-titik strategis serta penambahan petugas kebersihan dinilai menjadi langkah yang perlu dilakukan agar kawasan CFD tetap bersih setelah kegiatan berakhir.
“Pemko harus hadir melalui edukasi yang berkelanjutan. Dinas Lingkungan Hidup perlu dilibatkan lebih aktif, termasuk menyediakan tempat-tempat pembuangan sampah yang mudah dijangkau masyarakat. Dengan begitu, pengunjung tidak memiliki alasan untuk membuang sampah sembarangan,” tegasnya.
Ia berharap evaluasi tersebut dapat menjadikan Car Free Day sebagai gerakan yang benar-benar mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan, bukan sekadar ruang olahraga dan rekreasi.
“Kesadaran membuang sampah pada tempatnya harus terus ditanamkan. Dengan partisipasi semua pihak, kita berharap Medan menjadi kota yang semakin bersih, nyaman, dan membanggakan,” pungkasnya. (map/ila)

