Sebanyak 232 calon taruna (Catar) Akademi TNI Tahun Anggaran 2026 mengikuti Sidang Pantukhir Daerah (Pantukhirda) yang digelar Panitia Seleksi Integratif Daerah (Panselinda) Medan di Gedung Balai Prajurit Makodam I/Bukit Barisan, Senin (29/6).
Sidang yang menjadi tahapan akhir seleksi di tingkat daerah tersebut turut dihadiri Komandan Komando Daerah Angkatan Laut I (Dankodaeral I) Deny Septiana, bersama unsur panitia seleksi, tim pemeriksa dan penguji (Rik/Uji), tim supervisi, serta pengawas dari Mabes TNI. Kehadiran seluruh unsur itu untuk memastikan proses seleksi berjalan objektif, transparan, dan akuntabel.
Para peserta sebelumnya telah melewati berbagai tahapan seleksi, mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikologi, mental ideologi, hingga sejumlah tes lainnya. Hasil Sidang Pantukhirda akan menentukan peserta yang berhak melaju ke seleksi tingkat pusat.
Dalam amanatnya, Pangdam I/Bukit Barisan Hendy Antariksa menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan tim pemeriksa yang telah menjalankan seluruh tahapan seleksi dengan baik.
Menurutnya, Pantukhirda merupakan momentum penting untuk menjaring calon-calon terbaik yang akan dipersiapkan menjadi perwira TNI masa depan. “Sidang Pantukhirda ini merupakan momentum penting untuk memilih calon taruna terbaik yang memiliki kualitas, integritas, serta potensi kepemimpinan sebagai calon perwira TNI masa depan,” ujarnya.
Hendy menegaskan, dinamika pertahanan dan keamanan yang semakin kompleks menuntut TNI memiliki sumber daya manusia yang profesional, tangguh, berkarakter, dan berintegritas. Karena itu, seluruh proses rekrutmen harus bebas dari intervensi dan berbagai bentuk penyimpangan.
Ia juga kembali mengingatkan masyarakat bahwa seluruh proses penerimaan prajurit TNI tidak dipungut biaya. Masyarakat diminta tidak mudah percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. “Kelulusan peserta sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan dan hasil seleksi, bukan karena adanya pihak yang menjanjikan bisa meluluskan,” tegasnya.
Selain itu, Pangdam meminta seluruh panitia menjaga integritas selama pelaksanaan sidang dengan melakukan penilaian secara teliti, objektif, dan berpedoman pada aturan yang berlaku. Peserta yang belum berhasil juga diharapkan mendapatkan penjelasan sebagai bahan evaluasi agar dapat mempersiapkan diri lebih baik pada kesempatan berikutnya. (san/dwi/ila)

