31 C
Medan
Saturday, April 4, 2026

Oknum Kasek Hindari Wartawan

BINJAI, SUMUTPOS.CO -EM, oknum Kepala salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Binjai terlihat menghindari wartawan. Itu terlihat saat Sumut Pos coba mengkonfirmasi kebenaran dirinya ‘menyunat’ gaji guru honorer.

Kamis (1/2) sekira pukul 09.00 WIB, EM terlihat di ruangannya. EM ada di balik meja kerjanya pada salah satu sudut ruangan bagian tata usaha sekolah tersebut.

Saat itu, EM sedang ada tamu seorang pria. Keduanya tampak samar-samar dari balik tirai putih ruang kerja EM, mereka terlibat percakapan serius.

“Lagi banyak tamunya, (hari ini) padat jadwal,” sebut seorang guru perempuan di meja piket sekolahan tersebut.

Padahal, di ruang tunggu tidak ada lagi tamu yang mengantri menunggu EM. Sofa di bagian tata usaha terlihat kosong.

“Saya cuma minta waktunya 10 menit saja bu,” kata wartawan koran ini coba membujuk.

“Nggak bisa. Padat jadwalnya katanya,” jawab guru tadi setelah memastikan sudah mendapat jawaban dari guru yang menjaga pintu ruang kerja EM.

Sekira 30 menit menunggu, pria itu masih di ruang kerja EM. Informasi dihimpun, EM baru-baru ini saja jadi orang nomor satu di SMPN 2 Binjai. Masih sekitar 6 bulan.

Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Kepala SMPN 6 Binjai. Dari sana, EM sempat jadi guru biasa dan akhirnya kembali menjadi pimpinan di sekolah negeri.

Sumut Pos juga berusaha menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, Janu Asmadi Lubis. Sayangnya, Janu belum menggubris sambungan telepon dari Sumut Pos hingga 3 kali.

Pesan singkat yang dilayangkan juga tak kunjung mendapat balasan. Sementara, Ketua Binjai Corruption Watch (BCW), Gito Affandi menyesalkan sikap yang ditunjukkan oleh EM.

BINJAI, SUMUTPOS.CO -EM, oknum Kepala salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Binjai terlihat menghindari wartawan. Itu terlihat saat Sumut Pos coba mengkonfirmasi kebenaran dirinya ‘menyunat’ gaji guru honorer.

Kamis (1/2) sekira pukul 09.00 WIB, EM terlihat di ruangannya. EM ada di balik meja kerjanya pada salah satu sudut ruangan bagian tata usaha sekolah tersebut.

Saat itu, EM sedang ada tamu seorang pria. Keduanya tampak samar-samar dari balik tirai putih ruang kerja EM, mereka terlibat percakapan serius.

“Lagi banyak tamunya, (hari ini) padat jadwal,” sebut seorang guru perempuan di meja piket sekolahan tersebut.

Padahal, di ruang tunggu tidak ada lagi tamu yang mengantri menunggu EM. Sofa di bagian tata usaha terlihat kosong.

“Saya cuma minta waktunya 10 menit saja bu,” kata wartawan koran ini coba membujuk.

“Nggak bisa. Padat jadwalnya katanya,” jawab guru tadi setelah memastikan sudah mendapat jawaban dari guru yang menjaga pintu ruang kerja EM.

Sekira 30 menit menunggu, pria itu masih di ruang kerja EM. Informasi dihimpun, EM baru-baru ini saja jadi orang nomor satu di SMPN 2 Binjai. Masih sekitar 6 bulan.

Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Kepala SMPN 6 Binjai. Dari sana, EM sempat jadi guru biasa dan akhirnya kembali menjadi pimpinan di sekolah negeri.

Sumut Pos juga berusaha menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, Janu Asmadi Lubis. Sayangnya, Janu belum menggubris sambungan telepon dari Sumut Pos hingga 3 kali.

Pesan singkat yang dilayangkan juga tak kunjung mendapat balasan. Sementara, Ketua Binjai Corruption Watch (BCW), Gito Affandi menyesalkan sikap yang ditunjukkan oleh EM.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru