Kejurda Sumut, Futsal Binjai Kandas

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Perjuangan Tim Futsal Kota Binjai yang berlaga dalam ajang Kejuaraan Daerah Provinsi Sumatera Utara (Kejurda Sumut) berakhir, Minggu (2/10) lalu. Mereka pulang ke Kota Rambutan tanpa membawa piala.

Kekalahan mereka diperkuat usai tumbang melawan Deliserdang dengan skor 4-0. Meski demikian, Tim Futsal Kota Binjai sukses menumbangkan Karo dan Batubara, dalam ajang tersebut. Namun, usai kandas atas Medan dengan skor 3-2, Binjai tidak dapat melaju ke babak selanjutnya, karena tak lolos penyisihan grup.

Pada Jumat (30/9) siang, rombongan Tim Futsal Kota Binjai tiba di Terminal Kota Binjai, Jalan Ikan Paus, Kelurahan Dataran Tinggi, Kecamatan Binjai Timur. Kepulangan mereka yang tidak membawa trofi disambut Ketua Asosiasi Futsal Kota Binjai, Samha Putra Husein.

Pelatih Kiper Tim Futsal Kota Binjai, Rico Abdi Wahyu Kusuma menyatakan, laga Kejurda Sumut yang berlangsung di GOR Rantauprapat, berlangsung seru. Menurut dia, potensi atlet Futsal Kota Binjai yang bertanding, cukup bagus dan merata.

“Belum rezeki (menang). Sebenarnya kalau diukur dari kemampuan, cukup merata. Hanya saja, tim kurang persiapan,” ungkap Rico.

Rico membeberkan, fasilitas dan tiket kepulangan dari Rantauprapat, Labuhanbatu, dibantu Anggota DPRD Sumut Ricky Anthoni.

“Biaya makan, tiket, hingga fasilitas kepulangan kami, disediakan Bang Ricky, Anggota DPRD Sumut dari Fraksi NasDem,” bebernya.

Sementara, Ketua Asosiasi Futsal Kota Binjai Samha Putra Husein, mengapresiasi semangat juang para atlet, yang berupaya mengharumkan nama Kota Binjai, meski minim dukungan dari pemerintah daerah. Begitupun, dia menilai, hal tersebut perlu menjadi catatan bagi pemangku jabatan, jika ingin Kota Binjai berprestasi dalam cabor futsal.

Bagi Samha, ajang kejuaraan futsal di level provinsi maupun nasional, pastinya diikuti pemain-pemain yang sudah cukup matang dari segi kemampuan, fisik, dan jam terbang. Karena itu, tak mudah melawan tim-tim yang metode pembinaannya terstruktur dengan baik.

“Pertama saya apresiasi kepada anak-anak futsal dari Binjai yang sudah berjuang. Dan kepada pihak-pihak yang sudah berkontribusi sejak keberangkatan para pemain, saya ucapkan terima kasih banyak,” tuturnya.

Dia berharap, hal ini dapat menjadi atensi pemerintah daerah setempat untuk persiapan dan pembinaan olahraga. “Mungkin bukan hari ini peluang itu diraih, tapi banyak hal yang perlu diintrospeksi bersama, agar ke depannya futsal Binjai jadi perhitungan di kancah tertinggi,” pungkas Samha. (ted/saz)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Perjuangan Tim Futsal Kota Binjai yang berlaga dalam ajang Kejuaraan Daerah Provinsi Sumatera Utara (Kejurda Sumut) berakhir, Minggu (2/10) lalu. Mereka pulang ke Kota Rambutan tanpa membawa piala.

Kekalahan mereka diperkuat usai tumbang melawan Deliserdang dengan skor 4-0. Meski demikian, Tim Futsal Kota Binjai sukses menumbangkan Karo dan Batubara, dalam ajang tersebut. Namun, usai kandas atas Medan dengan skor 3-2, Binjai tidak dapat melaju ke babak selanjutnya, karena tak lolos penyisihan grup.

Pada Jumat (30/9) siang, rombongan Tim Futsal Kota Binjai tiba di Terminal Kota Binjai, Jalan Ikan Paus, Kelurahan Dataran Tinggi, Kecamatan Binjai Timur. Kepulangan mereka yang tidak membawa trofi disambut Ketua Asosiasi Futsal Kota Binjai, Samha Putra Husein.

Pelatih Kiper Tim Futsal Kota Binjai, Rico Abdi Wahyu Kusuma menyatakan, laga Kejurda Sumut yang berlangsung di GOR Rantauprapat, berlangsung seru. Menurut dia, potensi atlet Futsal Kota Binjai yang bertanding, cukup bagus dan merata.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Pembangunan Dua Unit Kantor Kejatisu Panggil Kadis PU Asahan KISARAN-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Asahan, Taswir ST untuk diminta keterangannya terkait dugaan korupsi atas pembangunan dua unit kantor; Dinas Peternakan Kabupaten Asahan dan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang terletak di atas tanah eks HGU PT BSP(Bakrie Sumatera Plantation) Kisaran atau di depan Pengadilan Negeri (PN) Kisaran. Panggilan Kejatisu itu berdasarkan Surat Nomor: R-266/N.2.23/Dek.3/06/2012,perihal adanya dugaan tindak pidana korupsi terhadap proyek Pembangunan Gedung Kantor Dinas Peternakan dan Gedung Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Asahan pada Tahun Anggaran 2011. Kadis PU Asahan Taswir dalam surat tersebut diperintahkan untuk bertemu dengan Kasi I pada Asisten Intelijen Kejati Sumut ,Zulfikar Nasution,SH .Sedang informasi yang diperoleh METRO (Group Sumut Pos), pemanggilan itu erat kaitannya dengan status tanah lokasi dididrikannya kedua bangunan kantor tersebut yang status kepemilikannya belum dalam penguasaan Pemkab Asahan. Bahkan disebut kini masalah tanah tempat kedua kantor itu didirikan sedang digugat Badan Penelitian Perjuangan Tanah untuk Rakyat (BPPR) di PN Kisaran. Soalnya, tanah lokasi kantor belum memiliki sertifikat kepemilikan sebagai asset Pemkab Asahan. “Hingga kini pertapakan kedua kantor masih status tanah Negara bebas. Artinya, Pemkab belum memiliki hak untuk mendirikan bangunan,” ujar sumber METRO. Mengenai adanya gugatan BPPTR di PN Kisaran soal lahan eks HGU PBSP dan sebagian dari lahan tersebut yang di atasnya telah dibangun dua kantor yakni Dinas Peternakan dan Satuan Polisi Pamong paraja dibenarkan Wakil Ketua BPPTR Asahan, Supriadi SL sedang dalam perkara di PN Kisaran. Dikatakannya, gugatan pihaknya sedang berlangsung di PN Kisaran. Adapun yang digugat adalah Bupati Asahan, Kadis PU Asahan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari pembangunan kedua kantor itu. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu,Marcos Simaremare yang dikonfirmasi, Kamis (4/10) menyatakan akan segera mengecek perkara tersebut, sehingga diketahui pastinya,sejauh mana penanganan perkara itu. (ing/smg)

“Belum rezeki (menang). Sebenarnya kalau diukur dari kemampuan, cukup merata. Hanya saja, tim kurang persiapan,” ungkap Rico.

Rico membeberkan, fasilitas dan tiket kepulangan dari Rantauprapat, Labuhanbatu, dibantu Anggota DPRD Sumut Ricky Anthoni.

“Biaya makan, tiket, hingga fasilitas kepulangan kami, disediakan Bang Ricky, Anggota DPRD Sumut dari Fraksi NasDem,” bebernya.

Sementara, Ketua Asosiasi Futsal Kota Binjai Samha Putra Husein, mengapresiasi semangat juang para atlet, yang berupaya mengharumkan nama Kota Binjai, meski minim dukungan dari pemerintah daerah. Begitupun, dia menilai, hal tersebut perlu menjadi catatan bagi pemangku jabatan, jika ingin Kota Binjai berprestasi dalam cabor futsal.

Bagi Samha, ajang kejuaraan futsal di level provinsi maupun nasional, pastinya diikuti pemain-pemain yang sudah cukup matang dari segi kemampuan, fisik, dan jam terbang. Karena itu, tak mudah melawan tim-tim yang metode pembinaannya terstruktur dengan baik.

“Pertama saya apresiasi kepada anak-anak futsal dari Binjai yang sudah berjuang. Dan kepada pihak-pihak yang sudah berkontribusi sejak keberangkatan para pemain, saya ucapkan terima kasih banyak,” tuturnya.

Dia berharap, hal ini dapat menjadi atensi pemerintah daerah setempat untuk persiapan dan pembinaan olahraga. “Mungkin bukan hari ini peluang itu diraih, tapi banyak hal yang perlu diintrospeksi bersama, agar ke depannya futsal Binjai jadi perhitungan di kancah tertinggi,” pungkas Samha. (ted/saz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru